
Semalam Adel demam tinggi karna terlalu lama ke dinginan akibat menunggu hujan reda.Membuat rencana liburan mereka berakhir dengan cepat.Pagi pagi sekali mereka pulang ke rumah dan singgah sebentar di rumah sakit untuk memeriksa keadaan Adel ke dokter ,walau pun Marisa telah
menyarankan untuk memanggil dokter pribadi keluarga tapi Tomi menolaknya dia tidak mau terus merepotkan mereka.
‘’Bagaimana keadaan mu Adel.’’Kata Marisa masuk ke kamar Adel untuk memberikan makanan dan obat untuk Adel.
‘’Udah mendingan tante,maaf merepotkan dan menghancurkan
liburannya.’’Adel berkata dengan nada menyesal dan sedikit pucat.
‘’Tante tak merasa di repotkan kok jadi kamu tak usah merasa
bersalah,sekarang kamu makan lalu minum obat biar cepat sembuh kalau sembuh kita bisa jalan jalan lagi.’’Marisa menyerahkan makanan yang di bawanya lalu mengusap kepala Adel.
‘’Terima kasih tante.’’Adel tersenyum dan mulai melahap
makanannya hingga habis terus meninum obat mungkin karna efek obat membuat Adel
tertidur.Melihat Adel tertidur Marisa pergi dari kamarnya agar tidak menggagu istirahatnya.
Beberapa hari berlalu Adel sudah kembali sehat lagi dia
sedang membantu Marisa di dapur untuk membuat makanan untuk teman teman arisan nyonya Pratama yang di adakan di sini kediaman Pratama.
‘’Tante ini di taruh di mana.’’Kata Adel memegang kue
‘’Di sana aja.’’Marisa menunjukan nya pada Adel.
‘’Oke ,dah beres semua.’’Kata Adel dan meletakannya.
‘’Bagaimana sudah beres semuanya?.’’Marisa menghampiri Adel.
‘’Dah tante ,semua sudah di tata rapi.’’Kata Adel.
‘’Terima kasih sudah mau membantu tante mempersiapkan semua ini.’’Kata Marisa.
‘’Sama sama tante lagian cuma ini yang bisa di lakukan Adel.’’Adel tersenyum
‘’Karna sudah beres Adel kekamar yah tante.’’Tambahnya.
‘’Iyah selamat istirahat.’’Kata Marisa
Adel pergi meninggalkan dapur dan menaiki tangga menuju ke
kamar tidurnya ,setelah masuk ke dalam kamar dia mendengar dering hendponenya yang di atas tempat tidur mendudukan pantatnya dan mengangkat telepon.
‘’Halo Tia ada apa lo telepon.’’Kata Adel setelah mengangkatnya.
‘’Lo kemana aja di telepon ngak di angkat angkat.’’Kata Tia kesal kemaren kemaren dia menelepon
Adel tapi tak pernah di angkat.
‘’Sorry, kemaren gue demam tinggi’’Kata Adel sambil menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang
‘’Lo sakit Del ,sekarang bagaimana keadaan loe?’’Kata Tia khawatir.
‘’Gue udah sembuh,jadi kenapa lo telepon.’’Kata Adel
‘’Lo pergi liburan kanapa engak ajak ajak kita sih."Kata Tia kesal
‘’Bukannya engak mau ngajak kalian,cuma gue itu liburannya
tuh di ajak sama om Marselo kalau ngajak kalian enggak enak sama yang
lain.’’Kata Adel menjelaskan.
‘Lebih tepatnya engak enak sama Davian dan Daniel’Tambahnya
di dalam hati
‘’Siapa om Marselo itu.’’Kata Tia penasaran.
__ADS_1
‘’Om Marselo itu temen ayah gue.’’Jawabnya
‘’Temen ayah lo berarti kaya dong.’’Kata Tia tambah penasaran.
‘’Hm,rumahnya gede banget dia itu CEO di perusaannya.’’Kata
Adel bangga
‘’Wih hebat ayah lo temenan nya sama CEO .’’Kata Tia
‘’Iyah dong ayah siapa dulu.’’Kata Adel membusungkan dadanya
‘’HAHAHAHAHA.’’Mereka berdua tertawa bersama
Mereka terus mengoblor ria dan tak lupa menghubungi Lili
jadi mereka bertiga bercanda sampai waktu untuk makan malam Adel memutuskan teleponnya untuk membantu Marisa mempersiapkan makan malam.
‘’Gaes udah dulu yah ini sebentar lagi waktunya makan malam gue mau bantu tante Marisa mempersiapkan makan malam.’’Kata Adel pada kedua
temannya itu.
‘’Iyah tak terasa kita udah ngobrol lama banget.’’Kata Lili melihat jam yang menempel di kamarnya
‘’Sejak kapan lo bisa masak Del’’Kata Tia heran
‘’Yang masak bukan gue ,gue cuma bantu menata makanan dan
piring doing.’’Kata Adel kesal
‘’Oh kirain gue , sejak lo tinggal di sana lo jadi jago masak hahaha.’’Kata Tia bercanda.
‘’Udah ah,bay.’’Adel langsung menutup teleponnya tampa menunggu respon mereka berdua dan ke luar kamar menuruni tangga menuju dapur
untuk membantu mempersiapkan meja.
‘’Tante kok engak manggil Adel.’’Kata Adel saat dia sampai semuanya sudah beres dan rapi.
‘’Engak apa kok ,tante engak mau ganggu kamu istirahat.’’Kata Marisa
‘’Oke laksanakan.’’Kata Adel meninggalkan Marisa yang
tersenyum dengan tingkah Adel.
‘’Ayah ,om makan malam sudah siap.’’Adel menghampiri Tomi
dan Marselo yang lagi ngobrol di ruang tengah.
‘’Oke kami kesana.’’Mereka menjawab dengan serempak membuat
Adel terkekeh geli dan dia naik ke atas untuk memberi tahu Davian dan Daniel
‘’Ayo kita ke ruang makan.’’Kata Marselo.
‘’Hm.’’
TOK TOK TOK
‘’Berisik mau apa sih lo .’’Kata Davian membuka pintu yang dari tadi di ketuk Adel.
‘’Geu cuman mau bilang tante marisa nyuruh turun makan malam
sudah siap.’’Kata Adel kesel
‘’Katanya harus ketuk
pintu dulu ini sudah di ketuk masih juga marah marah.’’Gumamnya
‘’Terus ngapain lo masih di sini.’’Kata Davian ketus
‘’Sekalian beri tahu Daniel juga.’’Adel pergi meniggalkan Davian dengan menghentakan kakinya .
Setelah Adel duduk Davian dan Daniel datang bergabung dengan mereka untuk makan malam. Selesai makan mereka kembali ke kamar msing masing kecuali Adel dan Marisa yang harus membersihkan meja makan dan piring lalu pergi ke kamar mereka menyusul yang lain.
__ADS_1
‘’Huh..’’
‘’Kamu kenapa Adel.’’Tanya Marisa melihat Adel menghela
nafas
‘’Hehe ,engak kenapa kok tante.’’Kata Adel
‘’Beneran kalau ada masalah kamu bisa cerita sama tante.’’Marisa
tersenyum hangat pada Adel sambil memegang sempotan air untuk menyiram tamaman.
‘’Engak ada tante cuman lagi bête tak tau mau ngapain soalnya kan liburannya tinggal 2 hari lagi.’’Kata Adel yang asyik main air.
‘’Kenapa tidak bersepeda keliling kompek itung itung olahlaga juga.’’Kata Marisa menyarankan.
‘’Masalahnya….tante.’’Adel menggantung ucapannya
‘’Ada apa.’’Kata Marisa penasaran
‘’Adel ….engak bisa naik sepeda hhehehe.’’Katanya menunduk
malu.
‘’Kau benar benar gadis bodoh,sudah sebesar ini masih tidak
bisa naik sepeda.’’Saat Daniel keluar dia mendengar Adel tidak bisa naik sepeda dia langsung mengejek Adel,mungkin sekarang hobi nya itu membuat Adel kesel.
‘’Apa kau bilang.’’Teriak Adel mukanya merah menahan marah.
‘’Gadis bodoh.’’Katanya cuek
‘’Awas kau Daniel.’’Adel belari mengejar Daniel yang kabur
dan menaiki sepeda.
‘’Ayo kejar gadis bodoh kalau kau bisa.’’Teriak Daniel sambil mengayuh pedel sepedanya menggalkan halaman rumahnya.
‘’Awas kau kalau kau dapat akan gue bejek bejek.’’Kata Adel
yang langsung berlari mengejar Daniel jangan salah Adel itu sangat jago lari dan larinya lumayan kencang juga kalau dia sedang marah .
‘’Dasar’’Marisa menggeleng gelengkn kepalanya melihat kelakuan mereka berdua ,dan sebuah senyuman tersemat di wah cantiknya
‘Sepertinya kehadiran Adel berdampak baik untuk mereka
berdua.’Pikir Marisa
Adel terus berlari hingga dia bisa melihat punggung Daniel
dan mempercepat laju larinya,Daniel tidak menyangka kalau Adel bisa menyusulnya jadi dia melajukan sepedanya tambah kencang dan saat akan berbelok dia kehilangan keseimbangannya dan terjatuh,
GUDUBRANG
Adel melihat Daniel terjatuh langsung menghampirinya dan membantunya.
‘’Mangkanya jadi anak kecil tuh jangan nakal ,kena karmakan,ayo.’’Adel mengulurkan tangannya untuk membantu Daniel bangun.
‘’Aku bisa bangun sendiri…awaw.’’Kata Daniel akan bangun tapi kakinya sakit tak bisa berjalan.
‘’Ayo naik.’’Adel berjongkok di depan Daniel menyuhnya naik.
‘’Engak mau.’’Tolaknya.
‘’Terus kamu mau duduk di sini terus gitu.’’Kata Adel.
‘’Minta kak Vian kesini.’’Kata Daniel
‘’Davian kan lagi pergi terus om juga engak ada di rumah.’’Kata Adel memberitahu
Awalnya Daniel malu kalau di gendong Adel dan dia juga ingat
kalau kakak dan papanya sedang engak ada di rumah dia juga tidak mungkin duduk di tengah jalan gini akhirnya mau tak mau dia naik ke punggung Adel setelah naik mereka pulang ke rumah untuk menggobati lukanya Davian ,masalah
__ADS_1
sepeda sepertinya Adel melupannya.