
Andreas menepikan motornya di pinggir dan menghentikan
motornya.
‘’Kenapa kita berhenti,kak?’’Tanya Adel heran.
‘’Mm,mau makan dulu sebelum pulang,tidak.’’ Bukannya menjawab
pertanyaan Adel ,Andreas malah berbalik bertanya padanya.
‘’Makan…..Boleh.’’Kata Adel setelah memikirkannya.
Walau dia tidak terlalu lapar tapi Adel pikir mungkin Andreas
lapar karna dia habis bertanding basket tadi.
Mendengar jawaban Adel,Andreas menyalakan kembali mesin
motornya dan melaju kembali.
Andreas berhenti di sebuah gedung yang menjulang tinggi mirip
sebuah hotel.
‘’Loh,kok kita malah kemari, kak? Bukannya tadi mau makan
yah?’’kata Adel bingung.
‘’Kita makan di apartemen ku saja.’’jawab Andreas.
‘’Ayo.’’Ajaknya setelah turun dari motornya.
Dia menarik tangan Adel masuk kedalam lif lalu menekan nomor
lantai yang dia tuju setelah sampai mereka keluar.
Andreas berdiri di depan pintu lalu menekan paswor.
Klik
‘’Masuk,tenang saja ini apartemen ku.’’Kata Andreas,Adel
mengangguk.
‘’Duduklah dulu,aku akan memasak makanan dulu.’’Kata Andreas
setelah Adel masuk kedalam.
‘’Kak Ande bisa masak.’’ Tanya Adel terkejut.
Andreas hanya tersenyum lalu pergi menuju dapur untuk
memasak.
Setelah tiga puluh menit Andreas memanggil Adel,mereka duduk
di meja makan dengan berbagai hidangan di depan mereka.
‘’Wah…ini terlihat enak dan bau menggiur.’’Kata Adel mencium
wangi masakan Andreas.
‘’Aku ingin kamu yang pertama kali mencoba masakanyang ku
buat.’’Kata Andreas.
‘’Pertama.’’Adel melotot terkejut.
‘Orang berbakat mah beda baru pertama kali masak aja udah
waw,beda banget sama gue masakan pertama malah gosong asin lagi.’Pikir Adel
cemberut.
‘’Iya,aku sengaja belajar masak untuk mu.’’Jawab Andreas.
Adel tersenyum ada perasaan hangat di lubuk hati saat Andreas
mengatakan itu.
‘’Karna kak Andre berkata begitu aku merasa menjadi orang
yang special.’’Kata Adel,lalu mulai memakan makanannya.
‘’Ini benar benar enak kak!’’Kata Adel memuji Andreas.
‘’Kak Ande benar benar berbakat.’’Lanjutnya.
Andreas tersipu mendengar pujian yang di berikan Adel padahal
itu bukan pertama kalinya dia di bilang berbakat.
‘’Benarkah?’’Tanya Andreas,Adel mengannguk antusias seraya
melaha habis makanannya.
‘’Kalau begitu , apa kamu mau kencan lagi dengan ku?’’Tanya
__ADS_1
Andeas.
Adel memikirkan ucapan Andreas lalu mengangguk setuju.
‘Mungkin dengan begini gue bisa sedikit melupakan Davian dan
semoga dengan bersama kak Andreas gue bisa mengobati luka di hati gue.’Batin
Adel penuh harap.
‘’Benarkah!’’Tanya Andreas memastikan,Adel mengangguk sambil
tersenyum manis.
……
Paginya saat Davian menuju meja makan dia hanya mendapati
Daniel di meja makan yang sedang mengoles selai pada rotinya.
‘’Daniel kenapa sendirian?’’Tanya Davian lalu menarik kursi
lalu duduk.
‘’Mama menemani papa katanya dia mau jogging di taman.’’Jawab
Daniel.
‘’Terus Adel.’’Tanya Davian sambil membuka Koran pagi.
‘’Kata dia mau kencan.’’Balas Daniel.
Deg
Davian tersentak terkejut,menoleh pada Daniel.
‘’Kencan?’’Tanyanya.
‘’Hm,tadi dia berdandan sangat rapi dengan baju warna merah,
sepatu merah ,semuanya serba merah seperti orang yang kasmaran.’’Jawab Daniel.
‘’Benarkah.’’Balasnya acuh.
‘’Sepertinya,dia pergi dengan laki laki yang seleranya aneh.’’Lanjutnya,
kembali membaca Koran.
Daniel menatap kakaknya dengan tatapan yang tak bisa di
Davian tidak bisa fokus,dia bertanya tanya dengan siapa Adel
kencan Reno kah? Atau Rendy? Atau malah dengan Andreas? Karna Andreas adalah
satu satu yang dia tahu yang pernah menyatakan cintanya pada Adel.
Tak ma uterus menikirkan Adel,Davian segera menghabiskan
sarapannya lalu segera pergi ke kantor.
Daniel menatap ke pergian Davian dengan aneh saat Davian
pamit ke kantor.
‘’Untuk apa kakak pergi ke kantor,ini kan hari minggu.’’Kata
Daniel bingung.
……
Andreas yang gelisah mundar mandir di depan bioskop,dia terus
melihat jam di tangannya.
Dia khawatir Adel tidak akan datang karna saat Andreas
mengatakan akan menjemputnya Adel menolak.
‘’Deliaa.’’Teriak Andreas senang saat melihat Adel datang.
‘’Kak Andre sudah ada di sini,apa aku telat datengnya.’’Kata
Adel panic karna mengira telah membuat Andreas menunggu lama.
‘’Tapi ini masih ada 20 menitan lagi dari waktu janjian.’’Kata
Adel pelan sambil melihat jam di tangannya.
‘’Apa jam yang eror yah?’’Kata Adel lagi.
Andreas yang mendengar gumaman Adel ter kekeh melihat Adel
yang menurutnya lucu.
‘’Kamu enggak telat kok.’’Kata Andreas.
‘’Saking semangatnya mau kencan dengan mu lagi aku berangkat
__ADS_1
lebih awal.’’Jelas Andreas.
‘’Syukur,ku kira aku telah membuat kak Andreas menunggu lama.’’Kata
Adel lega.
‘’Ayo masuk film nya sebentar lagi mulai.’’ Andreas menarik
tangan Adel untuk masuk ke bioskop tapi sebelumnya mereka membeli popcron dan
soda lebih dulu.
Setelah dari bioskop mereka ke restoran Korea,Andreas meracik
salah satu hidangan yang mereka pesan lalu menyuapi Adel.
‘’Bagaimana.’’Tanya Andreas.
‘’Enak.’’Jawab Adel
Andreas kembali mecarik dan menaruhnya di piring Adel. Adel
yang di perlakukan seperti itu tersenyum hangat dan senang .
Adel mengajak Andreas ke taman. Adel tertawa mendengar
lelucon yang Andreas katakana saat melihat ada sepasang kekasih yang sedang
berfoto bersama,Andreas mengajak Adel berfoto bersama.
…….
Davian memijit pelipisnya, dia masih kepikiran soal tadi pagi
tumpukan berkas dan dokumen tidak bisa mengalihkan pikirannya.
‘’Ada apa dengan ku?’’Tanya Davian entah pada siapa.
‘’Kenapa rasanya semakin berat saja aku melepaskannya.’’Kata
Davian.
‘’Hahhh.’’Davian menyendarkan kepalanya ke kursi.
Drrrttt…drrrttt….drrtttt
Davian menggeser tombol hijau di ponselnya ke kanan untuk
mengangkat telepon yang masuk.
‘’Hallo.’’Kata Davian.
‘’Hallo,em Davian kamu sedang sibuk enggak.’’Tanya Reina.
‘’Enggak,ada apa?’’Kata Davian.
‘’Bisa temenin aku jalan jalan.’’Kata Reina.
‘’Baiklah.’’Jawab Davian.
‘’Terima kasih banyak.’’Kata Reina.
Setelah memutuskan telepon Davian pergi dari kantor
,menjemput Reina untuk jalan jalan ke taman.
Saat sedang menonton pertunjukan music di taman Davian tidak
sengaja melihat dua orang remaja yang sedang bermain tenis di sebrang.
Dia teringat dengan kejadian saat Adel yang ngomel ngomel
mengejek dia dan Laura sambil mengayunkan raket nyamuk hingga tak sengaja
tombolnya terpencet saat raketnya dekat dengat rambutnya membuatnya tersetrum.
Davian menunduk berusaha menghilangkan kenangan kenangan
tentang Adel yang entak kenapa sering terintas di pikirannya sejak dia
memutuskan untuk menerima perjodohan itu.
Reina mengurungkan niatnya untuk bicara pada Davian saat melihat
Davian yang menunduk dengan raut wajah antara sedih dan resah.
Dia ingin bertanya tapi dia sadar kalau dia bukan siapa
siapanya Davian sekarang, walau mereka sudah di jodohkan tapi dia belum
memiliki tempat di hati Davian .
OKE SEGINI DULU YAH MAAF SEDIKIT MAKLUM LAGI BLENG BANGET.
UNTUK REVISI NANTI AJA KALAU UDAH TAMAT AJA SEKARANG MAH LAGI
MALES HEHEHE.
__ADS_1