
Davian teru teringat kejadian tadi sore di kafe,dia merasa
sangat familiar dengan pelayan tersebut dan entah kenapa dia jadi kepikiran
dengan pelayan itu.
‘’Vian.’’Marisa menghampiri Davian yang sedang duduk di
pinggir kolam renang.
‘’Iyah mah.Ada apa?’’Tanya Davian
‘’Mama sama papa mau ke pesta teman bisnis papa kamu,mungkin
pulangnya agak maleman.’’Kata Marisa dan di angguki Davian
‘’Mama belum sempat masak untuk makan malam kalian jadi
jika lapar kalian masak aja sendiri atau bisa pesan ,soalnya
bik Inah lagi sakit jadi dia tidak bisa memasak.’’Tambahnya
‘’Iyah mah.’’Kata Davian
‘’Mah ayo kita sudah telat.’’Teriak Marselo yang berada di
ruang tamu
‘’Iyah pah ,mama kesana.’’Jawab Marisa
‘’Kalian hati hati ,mama akan berangkat sekarang.’’Kata
Marisa
‘’Mama sama papa hati hati di jalan.’’Kata Davian
Marisa membalas dengan senyuman dan dia menghampiri Marselo
yang sudah menunggunya lalu mereka berangkat ke tempat pesta.
Kedua kakak beradik yang beda usia itu kini sedang asyik
membangun sebuah isatana dengan logo di kamar sang adik.Daniel merasa perutnya
sudah lapar dan ini juga sudah waktunya makan malam.
‘’Kak aku lapar.’’Kata Daniel
‘’Benar juga ini kan sudah waktunya makan malam.’’Davian
melihat ke jam yang ada di meja.
‘’Ya sudah kita pesan gofood aja .’’Kata Davian
‘’Boleh kak yang penting cepat .’’Kata Daniel
‘’Sini kak biar aku aja yang pesan.’’Daniel mengambil hp
Davian.
‘’Kakak mau makan apa?’’Tanya Daniel
‘’Yang biasa.’’Kata Davian
‘’Baiklah……kita pesan ini dan ini sekalian minumannya yang
ini.’’Daniel memesan makan malam mereka
‘’Sudah memesannya.’’Tanya Davian saat Daniel menyerahkan hp
nya.
‘’Sudah kak.’’Jawab Daniel
Adel yang baru pulang mengantar pesanan pelanggan yang lain
di suruh mengantar lagi pesanan lainnya.
‘’Del ,tolong antarkan pesanan ini ke alamat ini.’’Kata Roni menyerahkan makanan dan secari
kertas kecil berisi alamat tersebut.
‘’Siap kak,gue pergi dulu.’’Adel memberi hormat Roni lalu
menaiki motornya untuk segera mengantar pesanan itu.
Adel mengendarai motornya sedikit cepat agar dia bisa cepat
pulang dan tak membuat orang rumah khawatir padanya,Adel pun sampai di tempat
tujunan dan betapa terkejutnya dia saat dia melihat kembali alamat yang
tertulis di kertas
__ADS_1
‘’Astaga ,kenapa gue bisa sampai lupa alamat rumah Davian.’’Adel
memukul dahinya
‘’Lo ceroboh banget sih Del ,bisa bisanya lo lupa,
padahalkan lo udah tinggal setengah tahun di sini.’’Kata Adel yang mengacak
acak rambutnya.
‘’Gimana nih …..gimana nih?’’Kata Adel sambil bolak balik
‘’Ah……topeng yang tadi siangkan masih di gue ,pakai itu
aja.’’Adel mengambil topeng dan memakainya lalu menekan bell.
‘’Kak kok lama yah aku udah lapar.’’Kata Daniel
‘’Sebentar lagi juga sampai.’’Kata Davian
TING TONG TING TONG
‘’Itu pasti pesanan kita ,biar kak yang ambil kamu siapkan
piring aja.’’Davian bangun dan turun ke bawah mengambil pesanan mereka
sementara Daniel pergi ke dapur menyiapkan piring.
Saat Davian akan membuka gerbang dia melihat seseorang yang
berdiri membelakanginya.Di saat Davian membuka pintu gerbang secara bersamaan
Adel pun berbalik menghadap Davian mengejutkan Davian.
‘’…………’’Bola mata Davian membola seakan mau keluar ,nafasnya serasa berhenti karna saking kagetnya dia.
Bayangin aja malam malam di luar niatnya akan mengambil
makanan saat dia membuka pintu pagar malah melihat sesuatu berbaju hitam dengan
rambut acak-acakan di tambah lagi wajah yang menyeramkan gimana enggak kaget kalau siang sih tak masalah
tapi ini kan malam hari.
Adel tak terlalu
memperhatikan bagaimana raut wajah Davian saat melihatnya. Dia langsung
menyerahkan paket tersebut dan bergegas pergi menaiki motornya.
kali lagi .’’Davian masuk ke dalam rumah sambil mengusap usap dadanya.
‘’Kayanya tuh orang punya dendam sama gue deh.’’Kata Davian
Sementara itu Adel yang yang sudah kabur menaiki motornya bersin bersin.
‘’Hatcuuu.’’Adel menggosok hidungnya.
‘’Siapa yang ngomongin gue yah.’’Kata Adel terus melajukan
motornya.
Adel berdiri di depan pintu kamar Davian dengan gugup dia
mengangkat tangan untuk mengetuk pintu saat hendak mengetuk terdengar suara
pintu terbuka.
Ckrek
‘’Mau apa lo di depan kamar gue.’’Kata Davian keluar dari
kamar
‘’Engak cuman mau manggil siapa tau lo belum siap siap.’’Kata
Adel gugup,Davian berjalan menghiraukan Adel.
‘’Da…Vian.’’Adel memegang sedikit baju seragam Davian
‘’Apa?’’Kata Davian
‘’Ini….’’Adel menyerahkan sebuah kotak berukura sedang yang di
hiasi pita
‘’Selamat buat lo yang menjadi lulusan terbaik dan terima
kasih untuk semua bantuan lo salama ini.’’Kata Adel sambil tersenyum manis.
Davian mengambil hadiah Adel dan membuka tutup kotaknya,saat
melihat isi kotak tersebut Davian mengembalikan lagi pada Adel.
__ADS_1
‘’Lo pikir gue mau apa memakai yang seperti itu!’’Kata
Davian
Melihat Davian mengembalikan hadiahnya Adel merasa tidak di
hargai, apa lagi perkataan yang di ucapkan Davian,Adel menundukan kepalanya
berusaha menahan air matanya yang ingin keluar.
‘’Kalian kok masih di sini ,ayo cepat kita bisa telat
nanti.’’Marisa datang menghampiri mereka berdua.
Davian yang mendengar suara mama berbalik menengok ke arah
Marisa,di saat Davian berbalik Adel langsung menghapus air matanya dan tersenyum
.
‘’Eh apa yang kamu pegang Adel.’’Kata Marisa
‘’Apa itu hadiah untuk Davian.’’Tambahnya, Adel hanya
menganguk sebagai jawabnya.
‘’Wah ini bagus ayo Vian coba.’’Marisa mengambilnya dan
memekaikannya pada Davian namun di tolak.
‘’Apa-apa sih mah! Vian enggak mau memakainya.’’Tolak Davian
dan pergi menuruni tangga.
‘’Terima kasih ya Adel sudah membari Vian hadiah.’’Marisa
tersenyum ,dia mengusap tangan Adel merasa tidak enak dengan tindakan Davian
tadi.
‘’Sama-sama Tante.’’Adel tersenyum manis ,dia tau Marisa
merasa tak enak hati.
‘’Kamu jangan pikirkan perkataan Davian tadi .’’Kata Marisa
Adel mengangguk saja sejujurnya dia merasa sakit hati dengan
penolakan Davian,dia merasa perjuangannya selama ini sia-sia saja.
‘’Tapi ini keliatan nya mahal,kamu enggak memaksakan diri untuk ini kan .’’Kata Marisa
‘’Tidak tante Adel kerja sampingan ahkir-ahkir ini untuk
membelinya.’’Adel tersenyum kecut
‘’Ya ampun kamu sudah berjuang keras.’’Kata Marisa
‘Kasian Adel padahal sudah cape-cape kumpulin uang buat beli
hadiah untuk Vian tapi Viannya malah bersikap seperti itu.’Batin Marisa
‘’Maafkan sikap Davian tadi yah,kamu jangan masukan ke dalam
hati perkataa Davian.’’Marisa tersenyum hangat.
‘’Enggak apa-apa kok tante ,lagian itu juga salahnya Adel
yang keras kepala sudah tau kalau Davian itu tidak suka tapi masih saja
mengganggunya.’’Kata Adel sendu.
‘’ Adel rasa,Adel akan mengikuti saja omongannya Tia.’’Kata
Adel tersenyum sendu,dia tak menyangka kalau ucapan main-main Tia akan dia
lakukan.A
‘’Maksudnya kamu apa?’’Marisa cemas dengan perkataan Adel.
‘’Ya,mungkin di tempat yang baru nanti Adel akan mencari
gebetan baru aja.’’Kata Adel
Marisa tertegun mendengar ucapan Adel,karna dia sebenarnya
sudah sangat menyukai Adel dan mau menjadikannya menantu.
Davian yang masih di tangga mendengar semua pembicaraan
antara Adel dan mamanya.Saat dia mendengar kalau Adel kerja sambilan untuk
membeli hadiah untuknya dia tersenyum seolah rasa penasarannya terjawab tapi
__ADS_1
saat Adel mengucapkan akan mencari gebetan baru, senyum di bibirnya luntur dan
ada sedikit perasaan gelisah di dalam hatinya.