Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
25


__ADS_3

Davian teru teringat kejadian tadi sore di kafe,dia merasa


sangat familiar dengan pelayan tersebut dan entah kenapa dia jadi kepikiran


dengan pelayan itu.


‘’Vian.’’Marisa menghampiri Davian yang sedang duduk di


pinggir kolam renang.


‘’Iyah mah.Ada apa?’’Tanya Davian


‘’Mama sama papa mau ke pesta teman bisnis papa kamu,mungkin


pulangnya agak maleman.’’Kata Marisa dan di angguki Davian


‘’Mama belum sempat masak untuk makan malam kalian jadi


jika  lapar  kalian masak aja sendiri atau bisa pesan ,soalnya


bik Inah lagi sakit jadi dia tidak bisa memasak.’’Tambahnya


‘’Iyah mah.’’Kata Davian


‘’Mah ayo kita sudah telat.’’Teriak Marselo yang berada di


ruang tamu


‘’Iyah pah ,mama kesana.’’Jawab Marisa


‘’Kalian hati hati ,mama akan berangkat sekarang.’’Kata


Marisa


‘’Mama sama papa hati hati di jalan.’’Kata Davian


Marisa membalas dengan senyuman dan dia menghampiri Marselo


yang sudah menunggunya lalu mereka berangkat ke tempat pesta.


Kedua kakak beradik yang beda usia itu kini sedang asyik


membangun sebuah isatana dengan logo di kamar sang adik.Daniel merasa perutnya


sudah lapar dan ini juga sudah waktunya makan malam.


‘’Kak aku lapar.’’Kata Daniel


‘’Benar juga ini kan sudah waktunya makan malam.’’Davian


melihat ke jam yang ada di meja.


‘’Ya sudah kita pesan gofood aja .’’Kata Davian


‘’Boleh kak yang penting  cepat .’’Kata Daniel


‘’Sini kak biar aku aja yang pesan.’’Daniel mengambil hp


Davian.


‘’Kakak mau makan apa?’’Tanya Daniel


‘’Yang biasa.’’Kata Davian


‘’Baiklah……kita pesan ini dan ini sekalian minumannya yang


ini.’’Daniel memesan makan malam mereka


‘’Sudah memesannya.’’Tanya Davian saat Daniel menyerahkan hp


nya.


‘’Sudah kak.’’Jawab Daniel


Adel yang baru pulang mengantar pesanan pelanggan yang lain


di suruh mengantar lagi pesanan lainnya.


‘’Del ,tolong antarkan pesanan ini ke alamat  ini.’’Kata Roni menyerahkan makanan dan secari


kertas kecil berisi alamat tersebut.


‘’Siap kak,gue pergi dulu.’’Adel memberi hormat Roni lalu


menaiki motornya untuk segera mengantar pesanan itu.


Adel mengendarai motornya sedikit cepat agar dia bisa cepat


pulang dan tak membuat orang rumah khawatir padanya,Adel pun sampai di tempat


tujunan dan betapa terkejutnya dia saat dia melihat kembali alamat yang


tertulis di kertas

__ADS_1


‘’Astaga ,kenapa gue bisa sampai lupa alamat rumah Davian.’’Adel


memukul dahinya


‘’Lo ceroboh banget sih Del ,bisa bisanya lo lupa,


padahalkan lo udah tinggal setengah tahun di sini.’’Kata Adel yang mengacak


acak rambutnya.


‘’Gimana nih …..gimana nih?’’Kata Adel sambil bolak balik


‘’Ah……topeng yang tadi siangkan masih di gue ,pakai itu


aja.’’Adel mengambil topeng dan memakainya lalu menekan bell.


‘’Kak kok lama yah aku udah lapar.’’Kata Daniel


‘’Sebentar lagi juga sampai.’’Kata Davian


TING TONG TING TONG


‘’Itu pasti pesanan kita ,biar kak yang ambil kamu siapkan


piring aja.’’Davian bangun dan turun ke bawah mengambil pesanan mereka


sementara Daniel pergi ke dapur menyiapkan piring.


Saat Davian akan membuka gerbang dia melihat seseorang yang


berdiri membelakanginya.Di saat Davian membuka pintu gerbang secara bersamaan


Adel pun berbalik menghadap Davian mengejutkan Davian.


‘’…………’’Bola mata Davian membola seakan mau keluar ,nafasnya serasa berhenti karna saking kagetnya dia.


Bayangin aja malam malam di luar niatnya akan mengambil


makanan  saat dia membuka pintu pagar malah melihat sesuatu berbaju hitam dengan


rambut acak-acakan di tambah lagi wajah yang menyeramkan gimana enggak kaget kalau siang sih tak masalah


tapi ini kan malam hari.


Adel  tak terlalu


memperhatikan bagaimana raut wajah Davian saat melihatnya. Dia langsung


menyerahkan paket tersebut dan bergegas pergi menaiki motornya.


kali lagi .’’Davian masuk ke dalam rumah sambil mengusap usap dadanya.


‘’Kayanya tuh orang punya dendam sama gue deh.’’Kata Davian


Sementara itu Adel yang yang sudah kabur menaiki motornya bersin bersin.


‘’Hatcuuu.’’Adel menggosok hidungnya.


‘’Siapa yang ngomongin gue yah.’’Kata Adel terus melajukan


motornya.


Adel berdiri di depan pintu kamar Davian dengan gugup dia


mengangkat tangan untuk mengetuk pintu saat hendak mengetuk terdengar suara


pintu terbuka.


Ckrek


‘’Mau apa lo di depan kamar gue.’’Kata Davian keluar dari


kamar


‘’Engak cuman mau manggil siapa tau lo belum siap siap.’’Kata


Adel gugup,Davian berjalan menghiraukan Adel.


‘’Da…Vian.’’Adel memegang sedikit baju seragam Davian


‘’Apa?’’Kata Davian


‘’Ini….’’Adel menyerahkan sebuah kotak berukura sedang yang di


hiasi pita


‘’Selamat buat lo yang menjadi lulusan terbaik dan terima


kasih untuk semua bantuan lo salama ini.’’Kata Adel sambil tersenyum  manis.


Davian mengambil hadiah Adel dan membuka tutup kotaknya,saat


melihat isi kotak tersebut Davian mengembalikan lagi pada Adel.

__ADS_1


‘’Lo pikir gue mau apa memakai yang seperti itu!’’Kata


Davian


Melihat Davian mengembalikan hadiahnya Adel merasa tidak di


hargai, apa lagi perkataan yang di ucapkan Davian,Adel menundukan kepalanya


berusaha menahan air matanya yang ingin keluar.


‘’Kalian kok masih di sini ,ayo cepat kita bisa telat


nanti.’’Marisa datang menghampiri mereka berdua.


Davian yang mendengar suara mama berbalik menengok ke arah


Marisa,di saat Davian berbalik Adel langsung menghapus air matanya dan tersenyum


.


‘’Eh apa yang kamu pegang Adel.’’Kata Marisa


‘’Apa itu hadiah untuk Davian.’’Tambahnya, Adel hanya


menganguk sebagai jawabnya.


‘’Wah ini bagus ayo Vian coba.’’Marisa mengambilnya dan


memekaikannya pada Davian namun di tolak.


‘’Apa-apa sih mah! Vian enggak mau memakainya.’’Tolak Davian


dan pergi menuruni tangga.


‘’Terima kasih ya Adel sudah membari Vian hadiah.’’Marisa


tersenyum ,dia mengusap tangan Adel merasa tidak enak dengan tindakan Davian


tadi.


‘’Sama-sama Tante.’’Adel tersenyum manis ,dia tau Marisa


merasa tak enak hati.


‘’Kamu jangan pikirkan perkataan Davian tadi .’’Kata Marisa


Adel mengangguk saja sejujurnya dia merasa sakit hati dengan


penolakan Davian,dia merasa perjuangannya selama ini sia-sia saja.


‘’Tapi ini keliatan nya mahal,kamu enggak memaksakan diri  untuk ini kan .’’Kata Marisa


‘’Tidak tante Adel kerja sampingan ahkir-ahkir ini untuk


membelinya.’’Adel tersenyum kecut


‘’Ya ampun kamu sudah berjuang keras.’’Kata Marisa


‘Kasian Adel padahal sudah cape-cape kumpulin uang buat beli


hadiah untuk Vian tapi Viannya malah bersikap seperti itu.’Batin Marisa


‘’Maafkan sikap Davian tadi yah,kamu jangan masukan ke dalam


hati perkataa Davian.’’Marisa tersenyum hangat.


‘’Enggak apa-apa kok tante ,lagian itu juga salahnya Adel


yang keras kepala sudah tau kalau Davian itu tidak suka tapi masih saja


mengganggunya.’’Kata Adel sendu.


‘’ Adel rasa,Adel akan mengikuti saja omongannya Tia.’’Kata


Adel tersenyum sendu,dia tak menyangka kalau ucapan main-main Tia akan dia


lakukan.A


‘’Maksudnya kamu apa?’’Marisa cemas dengan perkataan Adel.


‘’Ya,mungkin di tempat yang baru nanti Adel akan mencari


gebetan baru aja.’’Kata Adel


Marisa tertegun mendengar ucapan Adel,karna dia sebenarnya


sudah sangat menyukai Adel dan mau menjadikannya menantu.


Davian yang masih di tangga mendengar semua pembicaraan


antara Adel dan mamanya.Saat dia mendengar kalau Adel kerja sambilan untuk


membeli hadiah untuknya dia tersenyum seolah rasa penasarannya terjawab tapi

__ADS_1


saat Adel mengucapkan akan mencari gebetan baru, senyum di bibirnya luntur dan


ada sedikit perasaan gelisah di dalam hatinya.


__ADS_2