
Beberapa hari ini Andreas selalu mengantar jemput Adel dan
sudah dua kali Andreas mengantar Adel sampai di pintu gerbang kediaman Pratama
tidak lagi di depan komplek.
Hal ini membuat Marisa was was dan takut kalau Adel benar
benar jatuh cinta pada Andreas. Jika itu terjadi dia tidak mungkin bisa
memisahkan mereka hanya karna ke inginannya.
Dia mungkin ingin Adel jadi menantunya tapi dia juga ingin
agar Adel bahagia bersama laki –laki yang di cintainya dan mencintainya.
‘’Terima kasih kak!.’’Kata Adel tersenyum manis pada Andreas.
‘’Karna sudah mengantarku pulang.’’Lanjutnya.
Adel baru pulang dari rumah sakit,akihir akhir ini dia selalu
pergi ke rumah sakit untuk di ajari praktek pertolongan pertama yang harus bisa
di lakukan oleh seorang perawat.Dia diajari suster Nina dan temannya .
‘’Itu sudah tugas ku tuan putri.’’Kata Andreas membuat Adel
tersipu malu.
‘’Ah ,nak Andreas,mengatar Adel pulang yah!.’’Kata Marisa
ramah sambil tersenyum yang dipaksakan.
Marisa bergegas keluar saat melihat Adel sudah pulang bersama
Andreas.
‘’Iyah tante.’’Jawab Andreas,dia sudah dua kali bertemu
Marisa yang dia tahu adalah mamanya Davian.
Andreas menyadari kalau Marisa tidak suka kalau dia mendekati
Adel.
‘’Adel ini sudah sore sebaiknya kamu segera mandi lalu
istirahat.’’Kata Marisa.
‘’Kamu pasti sudah sangat lelah kan.’’lanjutnya.
‘Iyah juga badan gue udah lengket banget,pengen mandi.’Pikir
Adel
‘’Kalau gitu Adel masuk,sekali lagi terima kasih yah,kak
Andreas.’’Kata Adel berbalik pamit pada Andreas.
‘’Iyah sama sama.’’Balas Andreas.
Adel pun segera masuk kedalam,saat Andreas akan pamit, Marisa
menghentikannya.
‘’Tante,saya permisi pulang dulu.’’Pamit Andreas.
‘’Tunggu nak Andreas,ada yang mau tante bicarakan dengan mu.’’Kata
Marisa.
‘’Ada apa yah,tante?’’Tanya Andreas.
‘’Apa kamu benar benar menyukai Adel?’’Tanya Marisa.
‘’Iyah, saya menyukainya.’’Jawab Andreas tegas.
‘’Kalau tidak salah kamu itu baru mengenal Adel sebentarkan.’’Kata
Marisa.
‘’Rasa sukakan tidak tergantung berapa lama kita
mengenal.’’Jawab Andreas.
‘’Tapi seberapa hati kita nyaman dan merasa bahagia saat
melihat dan bersamanya.’’Lanjutnya.
‘Benar juga yang dia katakana.’Pikr Marisa.
‘’Ehm,Kamu tahu kalau Adel itu sudah menyukai laki laki
lain.’’Kata Marisa lagi.
‘’Tahu! Davian kan.’’Balas Andreas.
‘’Tapi selama Adel masih sendiri saya tidak akan menyerah
untuk mendapatkan hatinya.’’Lanjutnya sambil tersenyum, membuat Marisa was was.
‘’Kamu kan tampan dan kelihatannya juga keren dan
pintar,pasti kamu popular juga di kampus
mu.’’Kata Marisa memandang Andreas.
‘Apa maksud dari mamanya Davian berbicara seperti itu.’Pikir
Andreas curiga
‘’Kenapa tidak mendekati perempuan yang ada di kampus mu saja,
jangan menjadi orang ke tiga diantara orang yang memperjuangkan cintanya.’’Lanjutnya.
‘Ah…aku mengerti,tante Marisa tidak ingin Aku dekat dengan
Adel rupanya.’Batin Andreas mengerti.
‘Lagian apanya orang ketiga ,aku saja masih harus bersaing
dengan kedua curut itu.’Pikr Andreas.
‘’Tapi yang saya sukai adalah Adel.’’Kata Andreas tersenyum.
__ADS_1
‘’Maaf tante,saya permisi ini sudah sore .’’Pamit Andreas.
‘’Em,iyah silahkan.’’Kata Marisa,dia tidak mungkin menahan
Andreas.
‘’Selamat sore,tante.’’Kata Andreas sopan,dia menyalakan
motornya ,melaju meninggalkan rumah
Davian.
‘’Hah….sepertinya dia tidak mudah.’’Kata Marisa sebal.
‘’Kalau begini Davian harus lebih agresif,tapi anak itu malah
selalu acuh pada Adel.’’Marisa kesal akan sikap Davian pada Adel.
‘’Aku harus bicara dengan Davian nanti,pokoknya HARUS.’’Kata
Marisa menekan kata ‘harus’.
Marisa menutup gerbang dan masuk ke dalam rumah untuk
mempersiapkan makan malam.
‘’Tante mau masak,Adel bantu yah !’’Adel masuk kedapur saat
Marisa sedang mempersiapkan bahan bahan.
‘’Tante mau buat apa?’’Tanya Adel.
‘’Opor ayam,balado terong sama capcay.’’Jawab Marisa.
‘’Oke.’’Adel memotong sayuran sementara Marisa membersihkan
ayam.
‘’Adel,tante boleh tanya sesuatu?’’Tanya Marisa.
‘’Boleh,mau tanya apa?’’Tanya Adel.
‘’Akhir akhir ini tante perhatikan kamu dekat dengan nak
Andreas,apa kalian sudah pacaran.’’Tanya Marisa,dia melihat Adel tersipu
sedikit.
‘’Tidak kok tante,Adel belum pacaran dengan kak
Andreas.’’Jawab Adel membuat Marisa tersenyum.
‘’Tapi entah nanti.....’’ Senyuman Marisa luntur mendengar
ucapan Adel selanjutnya.
‘’Seperti kata orang ‘Cinta akan hadir karna terbiasa’ !.’’Kata
Adel.
‘’Apa kamu sudah tidak mencintai Davian lagi,Adel.’’Kata
Marisa sedikit gelisah.
‘’Adel masih sayang sama Davian.’’Jawab Adel,Marisa senang
‘’Tapi,jika Davian menyukai perempuan lain,Adel akan mendo’akan
semoga Davian bahagia.’’Lanjut Adel membuat Marisa kembali murung.
‘’Untuk sekarang Adel akan mengikiti arus saja, untuk ke
depannya Adel akan fokus dulu sama kuliah.’’Kata Adel.
‘’Lagi pula kalau jodoh kan enggak akan kemana,kalau Davian
benar jodoh Adel,kami akan bersama kalau bukan,yah.. sekeras apa pun Adel berusaha
kalau bukan jodoh tak mungkin bisa.’’Lanjutnya sendu.
‘’Kamu benar.’’Marisa mengusap bahu Adel.
‘’Tante akan selalu mendo’akan kamu agar bisa bersama
Davian.’’Lanjutnya.
Mereka pun melanjutkan memasaknya Marisa tidak menanyakan
lagi soal hubungan Andreas dan Adel.
……..
Tok
Tok
Tok
‘’Iyah sebentar.’’Lili membukaan pintu.
‘’E’lo, ngapain malam malam begini ke sini.’’Kata Lili saat
melihat siapa yang mengetuk pintu rumahnya.
‘’Hai ,eum.’’Kata Diki gugup.
‘’Ada apa? Aneh bangat,enggak biasanya lo gugup gitu.’’Tanya
Lili heran.
‘Kenapa jadi gugup gini sih? Ayo Diki e’lo bisa!’Batin Diki
menyemangati dirinya sendiri.
‘’Huuuhhh.’’Diki menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya.
‘’Gue mau mengajak e’lo kesuatu tempat.’’Kata Diki.
‘’Cuman ngomong gitu doang,gue kira apa? susah amat sih e’lo.’’Kata
Lili.
‘’Jadi?’’Tanya Diki gelisah.
‘’Ini sudah malam,gue mau tidur.’’Kata Lili,dia sungguh lelah
__ADS_1
tadi siang berkutat dengan berbagai buku untuk mencari ide untuk komiknya.
‘’Plis,enggak bakalan lama kok,gue janji kalau e’lo enggak
suka gue langsung anterin e’lo pulang.’’Kata Diki menbujuk Lili.
‘’Ya udah tunggu sebantar,gue ambil jaket dulu.’’Lili pergi
ke kamarnya mengambil jakernya.
‘’Ayo.’’Kata Lili setelah siap.
Diki menggandeng tangan Lili dan membukakan pintu mobil
mempersilahkan Lili masuk.
Lili yang di perlakukan begitu binggung tapi hatinya sangat
senang bahkan wajahnya sudah memerah seperti tomat.
Diki mengendarai mobilnya menuju ke taman,setelah memarkirkan
mobilnya,Diki membukakan pintu untuk Lili.
‘’Mau apa kita ke taman?’’Tanya Lili.
‘’Tunggu dulu!’’Diki mengambil kain lalu menutup mata Lili.
‘’Apa apa sih e’lo? Kenapa mata gue di tutup.’’Kata Lili
kaget dan sedikit takut.
‘’E’lo enggak akan macem macem kan.’’Lanjutnya.
‘’Tenang saja aku tidak akan berbuat hal yang begitu rendah
pada mu.’’Kata Diki.
‘’Ayo.’’Diki menuntun Lili berjalan.
‘’Hati hati ….awas ada tangga.’’Kata Diki saat mereka berjalan
menuju tempat yang di maksud Diki.
‘’Oke..gue akan hitung sampe tiga, baru buka mata.’’Diki
melepaskan kain yang menutup mata Lili.
1
2
3
‘’Astagaa….’’Lili menutup mulutnya terkejut ,saat melihat pemandangan di depan
matanya.
Lilin –lilin menyala indah dengan tulisan ‘’I LAVE YOU’’ ,kelopak
bunga bertebaran di jalan setapak menuju sebuah meja yang di hias serta lampu
warna warni menambah kesan romantic .
‘’Lili….’’Diki mendekat sambil membawa sebuket bunga mawar
merah di tangannya.
Lili menghadap saat Diki memanggil namanya,lalu Diki berlutut
.
‘’Lili Agustin maukah engkau menjadi kekasih ku.’’Kata Diki
sambil tersenyum menawan.
Lili membulatkan matanya dia masih terkejut, tidak percaya
dengan apa yang dia alami saat ini,malam ini dia di tembak oleh seorang laki
laki.
Diki menunggu dengan gelisah jawaban Lili tanpa melunturkan
senyumannya.
‘’Lili Agustin maukah engkau menjadi kekasih ku.’’Kata Diki
lagi.
Mata Lili berkaca kaca,Diki berdiri saat melihat air mata
mengalir di pipi Lili.
‘’Hei…’’Diki kelabakan melihat Lili menangis.
‘’Kau tidak harus menjawabnya sekarang kalau e’lo mau,jangan
menangis gue enggak maksa e’lo.’’Kata Diki.
‘’Bodoh.’’Kata Lili pelan.
‘’Hah! Apa….’’Lili menubruk Diki dan memeluknya.
‘’Gue bersedia…’’Kata Lili.
‘’A-apa..’’Diki masih terkejut karna tiba tiba Lili
memeluknya.
‘’Gue mau jadi pacar e’lo,dasar bodoh.’’Teriak Lili.
‘’Benarkah..’’Kata Diki senang.
‘’Hm.’’Lili mengangguk.
‘’Yeeee.’’Diki mengangkat tubuh Lili dan berputar putar saking
senangnya.
MAAF KALAU KURANG
ROMANTIS YAH SAYA TIDAK BERPELANGAM SOAL NEMBAK NEMEBAK KARNA SAYA BELUM PERNAH
DI TEMBAK APALAGI NEMBAK.
__ADS_1
OKE TERIMA KASIH KARNA
SUDAH MAU MEMBACA TULISAN SAYA YANG AMBURADUL ,BAY BAY.