Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
102


__ADS_3

Beberapa hari ini Andreas selalu mengantar jemput Adel dan


sudah dua kali Andreas mengantar Adel sampai di pintu gerbang kediaman Pratama


tidak lagi di depan komplek.


Hal ini membuat Marisa was was dan takut kalau Adel benar


benar jatuh cinta pada Andreas. Jika itu terjadi dia tidak mungkin bisa


memisahkan mereka hanya karna ke inginannya.


Dia mungkin ingin Adel jadi menantunya tapi dia juga ingin


agar Adel bahagia bersama laki –laki yang di cintainya dan mencintainya.


‘’Terima kasih kak!.’’Kata Adel tersenyum manis pada Andreas.


‘’Karna sudah mengantarku pulang.’’Lanjutnya.


Adel baru pulang dari rumah sakit,akihir akhir ini dia selalu


pergi ke rumah sakit untuk di ajari praktek pertolongan pertama yang harus bisa


di lakukan oleh seorang perawat.Dia diajari suster Nina dan temannya .


‘’Itu sudah tugas ku tuan putri.’’Kata Andreas membuat Adel


tersipu malu.


‘’Ah ,nak Andreas,mengatar Adel pulang yah!.’’Kata Marisa


ramah sambil tersenyum yang dipaksakan.


Marisa bergegas keluar saat melihat Adel sudah pulang bersama


Andreas.


‘’Iyah tante.’’Jawab Andreas,dia sudah dua kali bertemu


Marisa yang dia tahu adalah mamanya Davian.


Andreas menyadari kalau Marisa tidak suka kalau dia mendekati


Adel.


‘’Adel ini sudah sore sebaiknya kamu segera mandi lalu


istirahat.’’Kata Marisa.


‘’Kamu pasti sudah sangat lelah kan.’’lanjutnya.


‘Iyah juga badan gue udah lengket banget,pengen mandi.’Pikir


Adel


‘’Kalau gitu Adel masuk,sekali lagi terima kasih yah,kak


Andreas.’’Kata Adel berbalik pamit pada Andreas.


‘’Iyah sama sama.’’Balas Andreas.


Adel pun segera masuk kedalam,saat Andreas akan pamit, Marisa


menghentikannya.


‘’Tante,saya permisi pulang dulu.’’Pamit Andreas.


‘’Tunggu nak Andreas,ada yang mau tante bicarakan dengan mu.’’Kata


Marisa.


‘’Ada apa yah,tante?’’Tanya Andreas.


‘’Apa kamu benar benar menyukai Adel?’’Tanya Marisa.


‘’Iyah, saya menyukainya.’’Jawab Andreas tegas.


‘’Kalau tidak salah kamu itu baru mengenal Adel sebentarkan.’’Kata


Marisa.


‘’Rasa sukakan tidak tergantung berapa lama kita


mengenal.’’Jawab Andreas.


‘’Tapi seberapa hati kita nyaman dan merasa bahagia saat


melihat dan bersamanya.’’Lanjutnya.


‘Benar juga yang dia katakana.’Pikr Marisa.


‘’Ehm,Kamu tahu kalau Adel itu sudah menyukai laki laki


lain.’’Kata Marisa lagi.


‘’Tahu! Davian kan.’’Balas Andreas.


‘’Tapi selama Adel masih sendiri saya tidak akan menyerah


untuk mendapatkan hatinya.’’Lanjutnya sambil tersenyum, membuat Marisa was was.


‘’Kamu kan tampan dan kelihatannya juga keren dan


pintar,pasti kamu popular  juga di kampus


mu.’’Kata Marisa memandang Andreas.


‘Apa maksud dari mamanya Davian berbicara seperti itu.’Pikir


Andreas curiga


‘’Kenapa tidak mendekati perempuan yang ada di kampus mu saja,


jangan menjadi orang ke tiga diantara orang yang memperjuangkan cintanya.’’Lanjutnya.


‘Ah…aku mengerti,tante Marisa tidak ingin Aku dekat dengan


Adel rupanya.’Batin Andreas mengerti.


‘Lagian apanya orang ketiga ,aku saja masih harus bersaing


dengan kedua curut itu.’Pikr Andreas.


‘’Tapi yang saya sukai adalah Adel.’’Kata Andreas tersenyum.

__ADS_1


‘’Maaf tante,saya permisi ini sudah sore .’’Pamit Andreas.


‘’Em,iyah silahkan.’’Kata Marisa,dia tidak mungkin menahan


Andreas.


‘’Selamat sore,tante.’’Kata Andreas sopan,dia menyalakan


motornya ,melaju  meninggalkan rumah


Davian.


‘’Hah….sepertinya dia tidak mudah.’’Kata Marisa sebal.


‘’Kalau begini Davian harus lebih agresif,tapi anak itu malah


selalu acuh pada Adel.’’Marisa kesal akan sikap Davian pada Adel.


‘’Aku harus bicara dengan Davian nanti,pokoknya HARUS.’’Kata


Marisa menekan kata ‘harus’.


Marisa menutup gerbang dan masuk ke dalam rumah untuk


mempersiapkan makan malam.


‘’Tante mau masak,Adel bantu yah !’’Adel masuk kedapur saat


Marisa sedang mempersiapkan bahan bahan.


‘’Tante mau buat apa?’’Tanya Adel.


‘’Opor ayam,balado terong sama capcay.’’Jawab Marisa.


‘’Oke.’’Adel memotong sayuran sementara Marisa membersihkan


ayam.


‘’Adel,tante boleh tanya sesuatu?’’Tanya Marisa.


‘’Boleh,mau tanya apa?’’Tanya Adel.


‘’Akhir akhir ini tante perhatikan kamu dekat dengan nak


Andreas,apa kalian sudah pacaran.’’Tanya Marisa,dia melihat Adel tersipu


sedikit.


‘’Tidak kok tante,Adel belum pacaran dengan kak


Andreas.’’Jawab Adel membuat Marisa tersenyum.


‘’Tapi entah nanti.....’’ Senyuman Marisa luntur mendengar


ucapan Adel selanjutnya.


‘’Seperti kata orang ‘Cinta akan hadir karna terbiasa’ !.’’Kata


Adel.


‘’Apa kamu sudah tidak mencintai Davian lagi,Adel.’’Kata


Marisa sedikit gelisah.


‘’Adel masih sayang sama Davian.’’Jawab Adel,Marisa senang


‘’Tapi,jika Davian menyukai perempuan lain,Adel akan mendo’akan


semoga Davian bahagia.’’Lanjut Adel membuat Marisa kembali murung.


‘’Untuk sekarang Adel akan mengikiti arus saja, untuk ke


depannya Adel akan fokus dulu sama kuliah.’’Kata Adel.


‘’Lagi pula kalau jodoh kan enggak akan kemana,kalau Davian


benar jodoh Adel,kami akan bersama kalau bukan,yah.. sekeras apa pun Adel berusaha


kalau bukan jodoh tak mungkin bisa.’’Lanjutnya sendu.


‘’Kamu benar.’’Marisa mengusap bahu Adel.


‘’Tante akan selalu mendo’akan kamu agar bisa bersama


Davian.’’Lanjutnya.


Mereka pun melanjutkan memasaknya Marisa tidak menanyakan


lagi soal hubungan Andreas dan Adel.


……..


Tok


Tok


Tok


‘’Iyah sebentar.’’Lili membukaan pintu.


‘’E’lo, ngapain malam malam begini ke sini.’’Kata Lili saat


melihat siapa yang mengetuk pintu rumahnya.


‘’Hai ,eum.’’Kata Diki gugup.


‘’Ada apa? Aneh bangat,enggak biasanya lo gugup gitu.’’Tanya


Lili heran.


‘Kenapa jadi gugup gini sih? Ayo Diki e’lo bisa!’Batin Diki


menyemangati dirinya sendiri.


‘’Huuuhhh.’’Diki menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya.


‘’Gue mau mengajak e’lo kesuatu tempat.’’Kata Diki.


‘’Cuman ngomong gitu doang,gue kira apa? susah amat sih e’lo.’’Kata


Lili.


‘’Jadi?’’Tanya Diki gelisah.


‘’Ini sudah malam,gue mau tidur.’’Kata Lili,dia sungguh lelah

__ADS_1


tadi siang berkutat dengan berbagai buku untuk mencari ide untuk komiknya.


‘’Plis,enggak bakalan lama kok,gue janji kalau e’lo enggak


suka gue langsung anterin e’lo pulang.’’Kata Diki menbujuk Lili.


‘’Ya udah tunggu sebantar,gue ambil jaket dulu.’’Lili pergi


ke kamarnya mengambil jakernya.


‘’Ayo.’’Kata Lili setelah siap.


Diki menggandeng tangan Lili dan membukakan pintu mobil


mempersilahkan Lili masuk.


Lili yang di perlakukan begitu binggung tapi hatinya sangat


senang bahkan wajahnya sudah memerah seperti tomat.


Diki mengendarai mobilnya menuju ke taman,setelah memarkirkan


mobilnya,Diki membukakan pintu untuk Lili.


‘’Mau apa kita ke taman?’’Tanya Lili.


‘’Tunggu dulu!’’Diki mengambil kain lalu menutup mata Lili.


‘’Apa apa sih e’lo? Kenapa mata gue di tutup.’’Kata Lili


kaget dan sedikit takut.


‘’E’lo enggak akan macem macem kan.’’Lanjutnya.


‘’Tenang saja aku tidak akan berbuat hal yang begitu rendah


pada mu.’’Kata Diki.


‘’Ayo.’’Diki menuntun Lili berjalan.


‘’Hati hati ….awas ada tangga.’’Kata Diki saat mereka berjalan


menuju tempat yang di maksud Diki.


‘’Oke..gue akan hitung sampe tiga, baru buka mata.’’Diki


melepaskan kain yang menutup mata Lili.


1


2


3


‘’Astagaa….’’Lili menutup mulutnya  terkejut ,saat melihat pemandangan di depan


matanya.


Lilin –lilin menyala indah dengan tulisan ‘’I LAVE YOU’’ ,kelopak


bunga bertebaran di jalan setapak menuju sebuah meja yang di hias serta lampu


warna warni menambah kesan romantic .


‘’Lili….’’Diki mendekat sambil membawa sebuket bunga mawar


merah di tangannya.


Lili menghadap saat Diki memanggil namanya,lalu Diki berlutut


.


‘’Lili Agustin maukah engkau menjadi kekasih ku.’’Kata Diki


sambil tersenyum menawan.


Lili membulatkan matanya dia masih terkejut, tidak percaya


dengan apa yang dia alami saat ini,malam ini dia di tembak oleh seorang laki


laki.


Diki menunggu dengan gelisah jawaban Lili tanpa melunturkan


senyumannya.


‘’Lili Agustin maukah engkau menjadi kekasih ku.’’Kata Diki


lagi.


Mata Lili berkaca kaca,Diki berdiri saat melihat air mata


mengalir di pipi Lili.


‘’Hei…’’Diki kelabakan melihat Lili menangis.


‘’Kau tidak harus menjawabnya sekarang kalau e’lo mau,jangan


menangis gue enggak maksa e’lo.’’Kata Diki.


‘’Bodoh.’’Kata Lili pelan.


‘’Hah! Apa….’’Lili menubruk Diki dan memeluknya.


‘’Gue bersedia…’’Kata Lili.


‘’A-apa..’’Diki masih terkejut karna tiba tiba Lili


memeluknya.


‘’Gue mau jadi pacar e’lo,dasar bodoh.’’Teriak Lili.


‘’Benarkah..’’Kata Diki senang.


‘’Hm.’’Lili mengangguk.


‘’Yeeee.’’Diki mengangkat tubuh Lili dan berputar putar saking


senangnya.


MAAF KALAU KURANG


ROMANTIS YAH SAYA TIDAK BERPELANGAM SOAL NEMBAK NEMEBAK KARNA SAYA BELUM PERNAH


DI TEMBAK APALAGI NEMBAK.

__ADS_1


OKE TERIMA KASIH KARNA


SUDAH MAU MEMBACA TULISAN SAYA YANG AMBURADUL ,BAY BAY.


__ADS_2