
‘’Hai gue denger katanya Davian ngambil cuti.’’
‘’Gosipnya katanya bokapnya kecelakaan jadi dia harus menggantikan
bokapnya yang masih belum sadar.’’
‘’Benarkah,kasihan yah Davian ,mudah mudahan bokapnya cepet
sadar.’’
‘’Yah.. kalau gitu cogan di kampus berkurang satu dong.’’
‘’Hah vitamin harian gue udah engak ada lagi.’’
‘’Lebay e’lo!’’
Semua mahasisiwi/siswa membicarakan Davian yang mengambil
cuti atau mungkin bakalan berhenti kuliah.
‘’Del,apa itu benar?’’Tanya Lili.
‘’Hm,om Marselo masih belum sadar jadi terpaksa Davian yang menggantikan.
’’Jawab Adel.
‘’Semoga om Marselo cepat sadar yah.’’Kata Tia.
‘’Aminn.’’Kata Adel dan Lili mengamini ucapan Tia.
‘’Berarti tante Marisa bakalan sering di rumah sakit
dong.’’Kata Tia.
‘’Iyalah,tadi pagi aja tante Marisa berangkat sebelum sarapan
.’’Jawab Adel.
‘’Kalau gitu di rumah cuman ada e’lo,Davian dan Daniel
doang.’’Kata Tia,Adel mengangguk.
‘’Wah…E’lo sudah seperti seorang istri yang dibantu mertua
untuk cepat cepat dapat anak saja.’’Kata Tia menggoda Adel.
Blus
‘’Apaan sih!’’Kata Adel sebal tapi kedua pipinya merona tak bisa di bohongi kalau dia sangat malu.
‘’Cie,cie yang lagi bulan madu.’’Lili ikutan menggoda Adel.
‘’Kalian ini! Jangan ngomong sembarangan,nanti ada yang
denger malah jadi gossip. ’’Kata Adel kesal di goda kedua temannya.
‘’Biarin aja,lagian ini itu kesempatan e’lo untuk semakin
dekat dengan Davian.’’Kata Tia.
‘’Benar kata Tia,ini kesempatan yang bagus untuk memikat hati
Davian.’’Kata Lili menyetujuinya.
‘’E’lo tinggal melakukan hal yang kecil seperti menyiapkan
bekal untuk Davian setiap hari.’’Kata Lili memberi Adel saran.
‘’Kalau itu kan gue udah pernah lakuin dan enggak berhasil
sama sekli.’’Kata Adel menunduk lesu.
‘’Kali ini kan beda e’lo bukan hanya menyiapkan bekal saja
tapi sarapan dan makan malam juga.’’Kata
Lili.
‘’Benar tuh.’’Kata Tia
‘’Entahlah! Tapi tunggu bukannya kalian bilang kalau gue
harus move on yah kenapa sekarang kalian malah memberi dukungan,aneh.’’Kata
Adel bingung.
‘’Ya kali aja kan Del Davian bisa sadar akan perasaan e’lo,kita
kan enggak tahu besok bakal gimana.’’Kata Lili,Diki sudah memberitahu Lili
semua tetang kegelisahan Davian dan tetang Davian pernah mencium Adel diam diam
.
‘’Iyah sih.’’Kata Adel.
Ternyata ada dua orang yang mendengarkan obrolan mereka
bertiga.
‘’Gue enggak akan membiarkan Davian makan bekal buatan
Adel.’’Katanya lalu pergi.
‘’Kalau begini kesempatan gue untuk mendapatkan Adel benar benar hilang .’’Kata Rendy.
‘’Di tambah lagi ada Andreas yang malah motong anrian,kayanya
gue enggak akan ada kesempatan.’’ Lanjutnya.
‘’Kalau gitu berhenti saja sebelum rasa suka e’lo semakin
__ADS_1
besar agar tidak sakit hati.’’Kata Diki yang ada di belakang Rendy.
‘’Bisa ngak si lo kalau datang itu jangan kaya jaelangkung .’’Kata
Rendy terkejut dengan ke hadiran Diki.
‘’Enak aja e’lo muka ganteng gini di samain dengan
jaelangkung.’’Kata Diki kesal.
‘’E’lo nya aja yang budeg enggak denger suara langkah
gue.’’Lanjutnya.
‘’Ngomong ngomong e’lo kenapa? Kusut amat.’’Tanya Fadli pada
Rendy
‘’Kalau boleh gue saranin yah lebih baik e’lo mundur
aja,diantara e’lo,Reno dan kak Andreas e’lo yang paling enggak ada peluang untuk
mendapatkan Adel. ’’Kata Diki.
‘’Cari aja cewek yang lain.’’Lanjutnya.
‘’Iyah e’lo benar! gue sadar, emang enggak ada kesempatan
buat gue.’’Kata Rendy dulu dia pernah bilang pada Adel tapi Adel hanya
menganggapnya bercanda.
‘’Dah yah,gue di panggil kak Satria.’’Kata Rendy pamit.
‘’Bukannya itu sedikit keterlaluan yah,dia kan belum berjuang
apa apa.’’Kata Fadli.
‘’Bukan urusan gue,lagian gue di pihak Davian.’’Kata Diki
acuh dan pergi menghampiri Lili.
‘’Di pihak Davian? Sejak kapan Davian itu ikutan untuk merebut
hati Adel .’’Kata Fadli binggung.
‘’Au ah ,ngapain juga gue pikirin! Lebih baik gue beritahu
Reno kalau saingannya berkurang satu.’’Fadli pergi mencari Reno.
……
‘’Laura tunggu.’’Panggil Satria.
‘’Iyah,Ada apa senior memanggil.’’Tanya Laura.
‘’Em begini…’’Kata Satria gugup.
mau…..’’Kata Satria yang di potong Laura.
‘’Oh,begitu…..ini, uang patungannya.’’Laura memberikan uang
pada Satria.
‘’Maaf aku harus pergi ,sampai jumpa.’’Kata Laura pergi tanpa
mendengar balasan Satria.
Satria menatap nanar punggung Laura yang menjauh lalu menatap
uang yang ada di tangannya.
‘’Bukan ini yang gue maksud,gue cuman mau mengajak e’lo
bergabung. ’’Kata Satria.
‘’Sebenarnya di mata lo,gue itu seperti apa?’’Tanya Satria.
Pluk
‘’Ngapain e’lo ? wih uang dari mana, banyak banget.’’Tanya
Marsel yang menepuk bahu Satria .
‘’Dari Laura.’’Jawab Satria.
‘’Laura,bukannya kemaren e’lo bilang akan mengajak Laura apa
e’lo udah bolang padanya.’’Tanya Kevin.
‘’Um,tapi dia malah ngasih gue uang sebelum gue bilang ke dia.
’’Kata Satria sendu.
‘’Gue berasa kaya pengamen aja,kayanya di depannya gue enggak
ada nilai sedikit pun.’’Lanjutnya.
‘’Udahlah jangan di pikirin,lupain dia dan mending cari yang
lain masih banyak cewek yang cantik.’’Kata Marsel.
‘’Dia itu levelnya jauh dari kita,mending nyari yang selevel
dengan kita.’’Kata Kevin.
‘’Iyah.’’Kata Satria sendu.
……
‘’Jika om Marselo tidak kecelakaan Davian pasti akan pindah
__ADS_1
ke sini, yah.’’Kata Adel yang melihat lihat gedung fakultas kedokteran.
‘’Pasti Davian terlihat keren saat mengenakan jubbah
putih.’’Lanjutnya.
‘’Eh, Adel !ngapain di sini?’’Tanya Laura saat melihat Adel .
‘’Cuma liat liat.’’Jawab Adel.
‘’Liat liat yah,tapi Davian tidak ada di sini.’’Kata Laura
terdengar sinis.
‘’Jadi percuma e’lo masuk kesini,eh gue lupa e’lo kan pindah
jurusan ke perawatan, bukan?’’Tanya Laura.
‘’Bagaimana apa e’lo lulus ujian masuknya?’’Tanyanya lagi.
‘’Enggak.’’Jawab Adel sedih.
‘’Sayang sekali,padahal gue pikir sepertinya Davian tertarik dengan medis gue
pernah liat dia baca buku medis.’’Kata Laura.
‘’E’lo sendiri ngapain di sini?’’Tanya Adel yang jengah
dengan sindiran Laura.
‘’Apa e’lo mau pindah kesini karna Davian tertarik
medis?’’Lanjutnya.
‘’Haha,gue enggak seperti e’lo yang selalu mengikuti
Davian,gue kesini menemui sepupu gue.’’Kata Laura.
‘’Dah yah,sampai jumpa.’’Kata Laura pergi saat melihat
seseorang yang melambai padanya.
‘’Ahh menyebalkan ,kenapa harus ketemu dia sih.’’Kata Adel
kesel.
‘’Pulang aja deh,sebentar lagi Daniel pulang.’’Kata Adel.
…..
‘’Mah bagaimana keadaan papa?’’Tanya Davian .
Setelah mengurus cutinya dia langsung ke rumah sakit menemui
mamanya.
‘’Masih belum sadar,tapi kata dokter papa mu sudah melewati
masa kritisnya. ’’Jawab Marisa.
‘’Oh yahVian,mama sudah menghubungi asisten papa mu dan
memberitahunya kalau besok kamu akan ke kantor.’’Kata Marisa.
‘’Dia yang akan mengajari mu,kamu tinggal menemuinya saja. ’’Lanjutnya.
‘’Iyah mah.’’Jawab Davian.
Sebenarnya Marisa sangat sedih melihat Davian harus terpaksa
bekerja di kantor dan melakukan apa yang tidak dia sukai.
Terlebih saat dia tidak sengaja mendengar ucapan Adel semalam
hatinya sakit karna telah mengambil apa yang anaknya cari selama ini dan
keinginan pertamanya.
‘’Maaf yah,kami merampas sesuatu yang sangat kamu inginkan
untuk pertama kalinya.’’Kata Marisa sendu.
‘’Tidak apa apa mah,jangan pikirkan itu nanti mama sakit.’’Davian
mengusap pungung tangan Marisa.
‘’Mungkin Vian akan mencoba untuk belajar menyukainya
dan mendapat kebahagian yang selama ini
Vian cari.’’Kata Davian penuh arti.
‘’Terima kasih,mama akan selalu berdo’a untuk kebahagian anak
anak mama.’’Kata Marisa tersenyum.
‘Yah ,setelah semua ini selesai aku akan memastikan semuanya.’Pikir
Davian ,entah apa maksudnya.
Sementara itu.
‘’Gue enggak akan membiarkan Davian menyukai Adel.’’Kata Reno
bertekad.
‘’Apa gue coba lagi saja untuk terakhir kalinya,setelah ini
jangan berharap lagi.’’Kata Adel.
‘’Gue akan berusaha lebih keras lagi agar bisa mendapatkan
__ADS_1
Delia.’’Kata Andreas.