Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
108


__ADS_3

‘’Hai gue denger katanya Davian ngambil cuti.’’


‘’Gosipnya katanya bokapnya kecelakaan jadi dia harus menggantikan


bokapnya yang masih belum sadar.’’


‘’Benarkah,kasihan yah Davian ,mudah mudahan bokapnya cepet


sadar.’’


‘’Yah.. kalau gitu cogan di kampus berkurang satu dong.’’


‘’Hah vitamin harian gue udah engak ada lagi.’’


‘’Lebay e’lo!’’


Semua mahasisiwi/siswa membicarakan Davian yang mengambil


cuti atau mungkin bakalan berhenti kuliah.


‘’Del,apa itu benar?’’Tanya Lili.


‘’Hm,om Marselo masih belum sadar jadi terpaksa Davian yang menggantikan.


’’Jawab Adel.


‘’Semoga om Marselo cepat sadar yah.’’Kata Tia.


‘’Aminn.’’Kata Adel dan Lili mengamini ucapan Tia.


‘’Berarti tante Marisa bakalan sering di rumah sakit


dong.’’Kata Tia.


‘’Iyalah,tadi pagi aja tante Marisa berangkat sebelum sarapan


.’’Jawab Adel.


‘’Kalau gitu di rumah cuman ada e’lo,Davian dan Daniel


doang.’’Kata Tia,Adel mengangguk.


‘’Wah…E’lo sudah seperti seorang istri yang dibantu mertua


untuk cepat cepat dapat anak saja.’’Kata Tia menggoda Adel.


Blus


‘’Apaan sih!’’Kata Adel sebal tapi kedua pipinya merona  tak bisa di bohongi kalau dia sangat malu.


‘’Cie,cie yang lagi bulan madu.’’Lili ikutan menggoda Adel.


‘’Kalian ini! Jangan ngomong sembarangan,nanti ada yang


denger malah jadi gossip. ’’Kata Adel kesal di goda kedua temannya.


‘’Biarin aja,lagian ini itu kesempatan e’lo untuk semakin


dekat dengan Davian.’’Kata Tia.


‘’Benar kata Tia,ini kesempatan yang bagus untuk memikat hati


Davian.’’Kata Lili menyetujuinya.


‘’E’lo tinggal melakukan hal yang kecil seperti menyiapkan


bekal untuk Davian setiap hari.’’Kata Lili memberi Adel saran.


‘’Kalau itu kan gue udah pernah lakuin dan enggak berhasil


sama sekli.’’Kata Adel menunduk lesu.


‘’Kali ini kan beda e’lo bukan hanya menyiapkan bekal saja


tapi sarapan  dan makan malam juga.’’Kata


Lili.


‘’Benar  tuh.’’Kata Tia


‘’Entahlah! Tapi tunggu bukannya kalian bilang kalau gue


harus move on yah kenapa sekarang kalian malah memberi dukungan,aneh.’’Kata


Adel bingung.


‘’Ya kali aja kan Del Davian bisa sadar akan perasaan e’lo,kita


kan enggak tahu besok bakal gimana.’’Kata Lili,Diki sudah memberitahu Lili


semua tetang kegelisahan Davian dan tetang Davian pernah mencium Adel diam diam


.


‘’Iyah sih.’’Kata Adel.


Ternyata ada dua orang yang mendengarkan obrolan mereka


bertiga.


‘’Gue enggak akan membiarkan Davian makan bekal buatan


Adel.’’Katanya lalu pergi.


‘’Kalau begini kesempatan gue untuk mendapatkan Adel  benar benar hilang  .’’Kata Rendy.


‘’Di tambah lagi ada Andreas yang malah motong anrian,kayanya


gue enggak akan ada kesempatan.’’ Lanjutnya.


‘’Kalau gitu berhenti saja sebelum rasa suka e’lo semakin

__ADS_1


besar agar tidak sakit hati.’’Kata Diki yang ada di belakang Rendy.


‘’Bisa ngak si lo kalau datang itu jangan kaya jaelangkung .’’Kata


Rendy terkejut dengan ke hadiran Diki.


‘’Enak aja e’lo muka ganteng gini di samain dengan


jaelangkung.’’Kata Diki kesal.


‘’E’lo nya aja yang budeg enggak denger suara langkah


gue.’’Lanjutnya.


‘’Ngomong ngomong e’lo kenapa? Kusut amat.’’Tanya Fadli pada


Rendy


‘’Kalau boleh gue saranin yah lebih baik e’lo mundur


aja,diantara e’lo,Reno dan kak Andreas e’lo yang paling enggak ada peluang untuk


mendapatkan Adel. ’’Kata Diki.


‘’Cari aja cewek yang lain.’’Lanjutnya.


‘’Iyah e’lo benar! gue sadar, emang enggak ada kesempatan


buat gue.’’Kata Rendy dulu dia pernah bilang pada Adel tapi Adel hanya


menganggapnya bercanda.


‘’Dah yah,gue di panggil kak Satria.’’Kata Rendy pamit.


‘’Bukannya itu sedikit keterlaluan yah,dia kan belum berjuang


apa apa.’’Kata Fadli.


‘’Bukan urusan gue,lagian gue di pihak Davian.’’Kata Diki


acuh dan pergi menghampiri Lili.


‘’Di pihak Davian? Sejak kapan Davian itu ikutan untuk merebut


hati Adel .’’Kata Fadli binggung.


‘’Au ah ,ngapain juga gue pikirin! Lebih baik gue beritahu


Reno kalau saingannya berkurang satu.’’Fadli pergi mencari Reno.


……


‘’Laura tunggu.’’Panggil Satria.


‘’Iyah,Ada apa senior memanggil.’’Tanya Laura.


‘’Em begini…’’Kata Satria gugup.


mau…..’’Kata Satria yang di potong Laura.


‘’Oh,begitu…..ini, uang patungannya.’’Laura memberikan uang


pada Satria.


‘’Maaf aku harus pergi ,sampai jumpa.’’Kata Laura pergi tanpa


mendengar balasan Satria.


Satria menatap nanar punggung Laura yang menjauh lalu menatap


uang yang ada di tangannya.


‘’Bukan ini yang gue maksud,gue cuman mau mengajak e’lo


bergabung. ’’Kata Satria.


‘’Sebenarnya di mata lo,gue itu seperti apa?’’Tanya Satria.


Pluk


‘’Ngapain e’lo ? wih uang dari mana, banyak banget.’’Tanya


Marsel yang menepuk bahu Satria .


‘’Dari Laura.’’Jawab Satria.


‘’Laura,bukannya kemaren e’lo bilang akan mengajak Laura apa


e’lo udah bolang padanya.’’Tanya Kevin.


‘’Um,tapi dia malah ngasih gue uang sebelum gue bilang ke dia.


’’Kata Satria sendu.


‘’Gue berasa kaya pengamen aja,kayanya di depannya gue enggak


ada nilai sedikit pun.’’Lanjutnya.


‘’Udahlah jangan di pikirin,lupain dia dan mending cari yang


lain masih banyak cewek yang cantik.’’Kata Marsel.


‘’Dia itu levelnya jauh dari kita,mending nyari yang selevel


dengan kita.’’Kata Kevin.


‘’Iyah.’’Kata Satria sendu.


……


‘’Jika om Marselo tidak kecelakaan Davian pasti akan pindah

__ADS_1


ke sini, yah.’’Kata Adel yang melihat lihat gedung fakultas kedokteran.


‘’Pasti Davian terlihat keren saat mengenakan jubbah


putih.’’Lanjutnya.


‘’Eh, Adel !ngapain di sini?’’Tanya Laura saat melihat Adel .


‘’Cuma liat liat.’’Jawab Adel.


‘’Liat liat yah,tapi Davian tidak ada di sini.’’Kata Laura


terdengar sinis.


‘’Jadi percuma e’lo masuk kesini,eh gue lupa e’lo kan pindah


jurusan ke perawatan, bukan?’’Tanya Laura.


‘’Bagaimana apa e’lo lulus ujian masuknya?’’Tanyanya lagi.


‘’Enggak.’’Jawab Adel sedih.


‘’Sayang sekali,padahal gue pikir  sepertinya Davian tertarik dengan medis gue


pernah liat dia baca buku medis.’’Kata Laura.


‘’E’lo sendiri ngapain di sini?’’Tanya Adel yang jengah


dengan sindiran Laura.


‘’Apa e’lo mau pindah kesini karna Davian tertarik


medis?’’Lanjutnya.


‘’Haha,gue enggak seperti e’lo yang selalu mengikuti


Davian,gue kesini menemui sepupu gue.’’Kata Laura.


‘’Dah yah,sampai jumpa.’’Kata Laura pergi saat melihat


seseorang yang melambai padanya.


‘’Ahh menyebalkan ,kenapa harus ketemu dia sih.’’Kata Adel


kesel.


‘’Pulang aja deh,sebentar lagi Daniel pulang.’’Kata Adel.


…..


‘’Mah bagaimana keadaan papa?’’Tanya Davian .


Setelah mengurus cutinya dia langsung ke rumah sakit menemui


mamanya.


‘’Masih belum sadar,tapi kata dokter papa mu sudah melewati


masa kritisnya. ’’Jawab Marisa.


‘’Oh yahVian,mama sudah menghubungi asisten papa mu dan


memberitahunya kalau besok kamu akan ke kantor.’’Kata Marisa.


‘’Dia yang akan mengajari mu,kamu tinggal menemuinya saja. ’’Lanjutnya.


‘’Iyah mah.’’Jawab Davian.


Sebenarnya Marisa sangat sedih melihat Davian harus terpaksa


bekerja di kantor dan melakukan apa yang tidak dia sukai.


Terlebih saat dia tidak sengaja mendengar ucapan Adel semalam


hatinya sakit karna telah mengambil apa yang anaknya cari selama ini dan


keinginan pertamanya.


‘’Maaf yah,kami merampas sesuatu yang sangat kamu inginkan


untuk pertama kalinya.’’Kata Marisa sendu.


‘’Tidak apa apa mah,jangan pikirkan itu nanti mama sakit.’’Davian


mengusap pungung tangan Marisa.


‘’Mungkin Vian akan mencoba untuk belajar menyukainya


dan  mendapat kebahagian yang selama ini


Vian cari.’’Kata Davian penuh arti.


‘’Terima kasih,mama akan selalu berdo’a untuk kebahagian anak


anak mama.’’Kata Marisa tersenyum.


‘Yah ,setelah semua ini selesai aku akan memastikan semuanya.’Pikir


Davian ,entah apa maksudnya.


Sementara itu.


‘’Gue enggak akan membiarkan Davian menyukai Adel.’’Kata Reno


bertekad.


‘’Apa gue coba lagi saja untuk terakhir kalinya,setelah ini


jangan berharap lagi.’’Kata Adel.


‘’Gue akan berusaha lebih keras lagi agar bisa mendapatkan

__ADS_1


Delia.’’Kata Andreas.


__ADS_2