
Andreas menyusun makanan yang dia buat ke dalam kotak bekal.
‘’Semoga dengan ini Delia mau memaafkan ku.’’Kata Andreas
sambil menyusun bekalnya.
Dia merasa bersalah dengan kejadian kemarin karna tak bisa
mengendalikan perasaannya hingga hampir melecehkannya.
‘’Semoga Delia suka dengan bekal yang aku buat.’’Kata
Andreas.
‘’Biasanya’kan kalau cewek itu suka dengan k-pop dan drama
Korea,dia pasti bakal sukakan kalau aku buatkan bekal ala Korea,iya
kan.’’Lanjutnya ragu.
‘’Tidak …tidak pasti Delia akan menyukainya dan mau memaafkan
aku,semangat.’’ Andreas melanjutkan menata bekalnya.
…….
‘’Euugghhh.’’Adel membuka matanya dan menatap sekitar dengan
bingung.
‘Loh, ini kamar siapa? ’Pikir Adel linglung, nyawanya belum
terkumpul semua.
‘Ehhh..tunggu, ini kan kamar Davian! Bagaimana bisa aku tidur
di kamar Davian?.’Batin Adel,dia lupa dengan kejadian semalam.
‘Ini apa? Kok di berat ‘Saat merasakan berat di bagian
perutnya.
‘ TANGAN SIAPA INI?’Teriak Adel di dalam hatinya.
Adel berbalik pelan pelan dan betapa kagetnya ketika melihat
wajah Davian yang berbaring di sampingnya.
‘Daviannn.’Jeritnya dia dalam hati pipinya langsung merona
merah semerah tomat matang saat dia ingat kejadian tadi malam.
‘’Adel bodoh,bagaimana e’lo bisa lupa?’’Gumam Adel yang
menepuk dahinya.
‘’Davian…Davian bangun,sudah pagi.’’Adel menepuk pipi Davian
lembut.
‘’Eugghh.’’Bukannya bangun Davian malah mempererat
pelukannya.
‘’Loh,Davian bangun kok malah makin erat sih.’’Kata Adel.
‘’Nanti telat ke kantor,ayo bangun.’’Adel membangunkan
Davian.
‘’Besok saja,sekarang tidur lagi saja.’’Kata Davian tapi
matanya masih terpejam.
‘’Hah.’’Kata Adel
‘Ini Davian kan.’Batin Adel tak percaya dengan apa yang dia
dengar barusan.
Marisa yang tersenyum terus dari tadi membuat heran Marselo
dan Tomi.
‘’Mah, ada apa? dari tadi papa perhatikan mama tersenyum
terus.’’Tanya Marselo yang sudah penasaran.
‘’Tidak apa apa pah,mama hanya sedang ingin senyum saja.’’Jawab
Marisa seraya menaruh sarapan untuk suaminya.
Daniel yang mendengar alasan mamanya memutar matanya malas karna dia tahu alasan sebenarnya
kenapa mama tersenyum terus.
‘’Ngomong ngomong Davian dan Adel kok belum turun.’’Kata Tomi
yang tak melihat anaknya di meja makan.
‘’Sebaiknya aku susul Adel ke kamarnya.’’Tomi berdiri dari
kursinya tapi di hentikan Marisa.
‘’Biarkan saja,mungkin Adel dan Davian lelah.’’Kata Marisa.
‘’Sebaiknya kita sarapan lebih dulu.’’Lanjutnya.
Mereka pun memulai sarapan dengan hening.
‘’Davian bangun,gue harus ke kampus.’’Kata Adel.
‘’Aku, kamu.’’Davian membuka matanya.
‘’Hehe,lupa.’’Adel menyengir.
__ADS_1
‘’Ada urusan apa ke kampus.’’Tanya Davian.
‘’Janjian sama Lili dan Tia.’’Jawab Adel.
‘’Mau ngapain?’’Tanya Davian.
‘’Jangan macam macam.’’Lanjutnya.
‘’Enggak macam macam kok.’’Kata Adel.
‘’Hah.’’Davian menghela nafas sesungguhnya dia masih kesal dengan
kedua teman Adel tapi dia juga berterima kasih pada mereka karna tanpa dorongan
tak sengaja mereka dia yang sudah di ujung tanduk akhirnya mengakui perasaannya
selama ini.
‘’Baiklah.’’Davian mencium kening Adel beranjak bangun dan
masuk ke kamar mandi.
‘’Hiaaa,kenapa Davian bisa jadi se’romantis ini.’’Jerit Adel
menutup wajahnya dengan selimut saking malunya.
Davian terkekeh mendengar jeritan Adel
‘’Ku rasa mulai sekarang hidup ku akan jauh dari kata
tenang.’’Kata Davian.
‘’Kita lihat masalah apa yang akan kamu datangkan nanti dan
hal menarik apa yang akan terjadi.’’ Lanjutnya tertawa senang.
‘’Eh,bukan waktunya malu malu meong.’’Adel menyikap selimut
Davian.
‘’Aku harus segera keluar dari kamar Davian selum ketahuan
tante Marisa.’’Adel bergegas keluar kamar.
Tanpa Adel tahu kalau Marisa sebenarnya sudah mengetahuinya
dan membiarkannya berduaan dengan Davian.
Setelah selesai bersiap Davian keluar dari kamar nya
bertepatan dengan Adel yang juga keluar,lalu mereka turun menuju ruang makan.
Mereka duduk di kursi masing masing setelah mengambil makanan
mereka dan memulai makan.
‘’Siang ini aku akan bicara tentang pembatalan perjodohan
dengan Reina.’’Kata Davian.
suapannya.
‘’Bukannya perusahaan masih membutuhkan dukungan dari WJ
Campeny yah.’’Lanjutnya.
‘’Lebih cepat lebih baik,aku tidak mau nantinya malah jadi
bertambah merepotkan dan membesar.’’Jawab Davian.
‘’Cukup satu kali saja aku melakukan tindakan yang begitu
merepotkan.’’ Lanjutnya.
Adel mengangguk mengerti tapi raut wajahnya merasa bersalah
dia takut hal ini akan berimbas pada perusahaan Marselo dan lagi sepertinya
Reina sudah tertarik bahkan menyukai Davian,dia bisa melihat dari matanya
ketika dia berkunjung ke kediaman Pratama.
‘’Presdir Dirga bukan orang yang mencampur adukan urusan
kantor dan keluarga,jadi tenang saja.’’Kata Davian tahu apa yang Adel pikirkan.
‘’Selama game yang kita buat menarik minatnya dan laku di
parasan kesepakatan antara kita akan terus terjalin.’’Lanjutnya.
‘’percayalah dengan apa yang aku buat.’’Kata Davian
meyakinkan Adel meski dia sedikit ragu.
‘’Aku selalu percaya pada mu.’’Kata Adel tersenyum tulus.
‘’Sebaiknya kamu juga memberitahu Andreas. ’’Davian berdiri
menghampiri Adel.
‘’Karna aku tidak suka jika milik ku di damba laki laki lain.’’Bisik
Davian tepat di telinga Adel.
Blush
Kedua pipi Adel memerah sampai telinga.
‘’Aku berangkat.’’Kata Davian pamit.
Setelah Davian pergi Adel menutup wajahnya.
‘’Aaahh baper.’’Kata Adel senang plus malu.
‘’Lebih baik aku juga segera pergi sekalian menghubungi Kak
__ADS_1
Andreas untuk mengajaknya bertemu.’’Adel menyelesaikan sarapannya lalu pergi ke
kampus.
…..
‘’APA!’’Teriak Tia dan Lili tidak percaya saat Adel
memberitahu mereka kalau Davian melamarnya.
Bukan hanya Tia dan Lili tapi Fadli dan Diki yang datang
menghampiri mereka menganga tak percaya dengan apa yang mereka dengar.
‘’Ini bukan leluconkan.’’Kata Lili memicing curiga.
‘’E’lo enggak sedang halu kan.’’Kata Tia.
‘’Del,gue tahu e’lo sangat menyukai Davian,tapi e’lo harus kuat jangan stress Cuma
gara gara Davian udah mau menikah.’’Kata Fadli dengan nada kasihan.
Fadli dan Diki ikut duduk di bangku bersama Tia dan Lili.
‘’Sembarangan e’lo,gue eng…ups.’’Adel menutup mulut karna
lupa tidak boleh menggunakan e’lo/gue lagi.
Gara gara kesal dengan ucapan Fadli Adel jadi keceplosan pake e’lo/gue lagi.
‘’Ini itu kenyataan,aku enggak halu atau stress.’’Sangkal
Adel.
‘’Davian sendiri yang bilang di depan ayah dan om Marselo
serta tante Marisa semalam,kalau tak percaya tanyakan saja pada Daniel.’’Lanjutnya
sebal.
Tadi dia sangat senang dan bahagia saat menceritakannya tapi
sekarang teman temannya malah membuatnya kesal.
‘’Sorry,kan aneh aja,kenapa tiba tiba Davian mau menikahi mu?
Lagian kan di itu mau di jodohkan dengan si Reina,tak salahkan kalau kita
enggak percaya.’’Kata Lili.
‘’Tul tuh.’’Kata Tia dan Fadli.
‘’Aku tidak tahu.’’Adel mengangkat bahunya.
‘’Mungkin dia sudah menyadari kalau selama ini perasaannya
pada ku itu adalah cinta,aku juga masih tidak percaya sih tentang ini semua.’’Lanjutnya
seraya tersenyum senang,dia sangat bahagia.
‘’Hahaha,akhirnya Davian kalah juga dari gengsinya. ’’Diki
tertawa senang.
‘’Seneng bangat kaya e’lo.’’Kata Fadli.
‘’Tentu,karna gue bisa menggoda nya habis habisan,hahahaha.’’Diki
tertawa lagi.
‘’Terus kapan kalian menikah?’’Tanya Tia mengabaikan kedua
nya.
‘’Setelah lulus kuliah.’’Jawab Adel.
‘’Waw itu hebat,setelah perjuangan mengejar Davian selama 4
tahun akhirnya terbayar juga.’’Kata Tia imut senang.
‘’Selamat,akhirnya e’lo bisa mendapatkan Davian.’’Lili pun
ikut senang.
‘’Terima kasih.’’Balas Adel
‘’Terus gimana soal perjodohan Davian?’’Tanya Fadli.
‘’Ck,lo mah perusak suasana.’’Tia berdecik kesal memukul
lengan Fadli.
‘’Lo,gue kan cuman tanya!’’Fadli mengusap lengan yang di
pukul Tia.
‘’Benar juga,bagaimana dengan kak Andreas ,dia kan melamar e’lo
juga.’’Tanya Lili.
‘’Davian bilang kalau siang ini dia akan bicara dengan Reina
dan soal kak Andreas,aku di suruh bilang padanya.’’Jawab Adel.
‘’Jadi dramanya belum selesai yah.’’Kata Diki.
‘’Hm.’’Adel tersenyum sendu.
‘Bahkan mungkin ini hanya awal karna rintangan sesungguhnya
baru akan kami hadapi.’Batin Adel.
Ya ,rintangan yang seseungguhnya adalah membatalkan
perjodohan antara Reina dan Davian tanpa membuat presdir Dirga menarik
__ADS_1
kerjasama antara perusahaannya dan perusahaan milik om Marselo.