Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
131


__ADS_3

Andreas menyusun makanan yang dia buat ke dalam kotak bekal.


‘’Semoga dengan ini Delia mau memaafkan ku.’’Kata Andreas


sambil menyusun bekalnya.


Dia merasa bersalah dengan kejadian kemarin karna tak bisa


mengendalikan perasaannya hingga hampir melecehkannya.


‘’Semoga Delia suka dengan bekal yang aku buat.’’Kata


Andreas.


‘’Biasanya’kan kalau cewek itu suka dengan k-pop dan drama


Korea,dia pasti bakal sukakan kalau aku buatkan bekal ala Korea,iya


kan.’’Lanjutnya ragu.


‘’Tidak …tidak pasti Delia akan menyukainya dan mau memaafkan


aku,semangat.’’ Andreas melanjutkan menata bekalnya.


…….


‘’Euugghhh.’’Adel membuka matanya dan menatap sekitar dengan


bingung.


‘Loh, ini kamar siapa? ’Pikir Adel linglung, nyawanya belum


terkumpul semua.


‘Ehhh..tunggu, ini kan kamar Davian! Bagaimana bisa aku tidur


di kamar Davian?.’Batin Adel,dia lupa dengan kejadian semalam.


‘Ini apa? Kok di berat ‘Saat merasakan berat di bagian


perutnya.


‘ TANGAN SIAPA INI?’Teriak Adel di dalam hatinya.


Adel berbalik pelan pelan dan betapa kagetnya ketika melihat


wajah Davian yang berbaring di sampingnya.


‘Daviannn.’Jeritnya dia dalam hati pipinya langsung merona


merah semerah tomat matang saat dia ingat kejadian tadi malam.


‘’Adel bodoh,bagaimana e’lo bisa lupa?’’Gumam Adel yang


menepuk dahinya.


‘’Davian…Davian bangun,sudah pagi.’’Adel menepuk pipi Davian


lembut.


‘’Eugghh.’’Bukannya bangun Davian malah mempererat


pelukannya.


‘’Loh,Davian bangun kok malah makin erat sih.’’Kata Adel.


‘’Nanti telat ke kantor,ayo bangun.’’Adel membangunkan


Davian.


‘’Besok saja,sekarang tidur lagi saja.’’Kata Davian tapi


matanya masih terpejam.


‘’Hah.’’Kata Adel


‘Ini Davian kan.’Batin Adel tak percaya dengan apa yang dia


dengar barusan.


Marisa yang tersenyum terus dari tadi membuat heran Marselo


dan Tomi.


‘’Mah, ada apa? dari tadi papa perhatikan mama tersenyum


terus.’’Tanya Marselo yang sudah penasaran.


‘’Tidak apa apa pah,mama hanya sedang ingin senyum saja.’’Jawab


Marisa seraya menaruh sarapan untuk suaminya.


Daniel yang mendengar  alasan mamanya memutar matanya malas karna dia tahu alasan sebenarnya


kenapa mama tersenyum terus.


‘’Ngomong ngomong Davian dan Adel kok belum turun.’’Kata Tomi


yang tak melihat anaknya di meja makan.


‘’Sebaiknya aku susul Adel ke kamarnya.’’Tomi berdiri dari


kursinya tapi di hentikan Marisa.


‘’Biarkan saja,mungkin Adel dan Davian lelah.’’Kata Marisa.


‘’Sebaiknya kita sarapan lebih dulu.’’Lanjutnya.


Mereka pun memulai sarapan dengan hening.


‘’Davian bangun,gue harus ke kampus.’’Kata Adel.


‘’Aku, kamu.’’Davian membuka matanya.


‘’Hehe,lupa.’’Adel menyengir.

__ADS_1


‘’Ada urusan apa ke kampus.’’Tanya Davian.


‘’Janjian sama Lili dan Tia.’’Jawab Adel.


‘’Mau ngapain?’’Tanya Davian.


‘’Jangan macam macam.’’Lanjutnya.


‘’Enggak macam macam kok.’’Kata Adel.


‘’Hah.’’Davian menghela nafas sesungguhnya dia masih kesal dengan


kedua teman Adel tapi dia juga berterima kasih pada mereka karna tanpa dorongan


tak sengaja mereka dia yang sudah di ujung tanduk akhirnya mengakui perasaannya


selama ini.


‘’Baiklah.’’Davian mencium kening Adel beranjak bangun dan


masuk ke kamar mandi.


‘’Hiaaa,kenapa Davian bisa jadi se’romantis ini.’’Jerit Adel


menutup wajahnya dengan selimut saking malunya.


Davian terkekeh mendengar jeritan Adel


‘’Ku rasa mulai sekarang hidup ku akan jauh dari kata


tenang.’’Kata Davian.


‘’Kita lihat masalah apa yang akan kamu datangkan nanti dan


hal menarik apa yang akan terjadi.’’ Lanjutnya tertawa senang.


‘’Eh,bukan waktunya malu malu meong.’’Adel menyikap selimut


Davian.


‘’Aku harus segera keluar dari kamar Davian selum ketahuan


tante Marisa.’’Adel bergegas keluar kamar.


Tanpa Adel tahu kalau Marisa sebenarnya sudah mengetahuinya


dan membiarkannya berduaan dengan Davian.


Setelah selesai bersiap Davian keluar dari kamar nya


bertepatan dengan Adel yang juga keluar,lalu mereka turun menuju ruang makan.


Mereka duduk di kursi masing masing setelah mengambil makanan


mereka dan memulai makan.


‘’Siang ini aku akan bicara tentang pembatalan perjodohan


dengan Reina.’’Kata Davian.


suapannya.


‘’Bukannya perusahaan masih membutuhkan dukungan dari WJ


Campeny yah.’’Lanjutnya.


‘’Lebih cepat lebih baik,aku tidak mau nantinya malah jadi


bertambah merepotkan dan membesar.’’Jawab Davian.


‘’Cukup satu kali saja aku melakukan tindakan yang begitu


merepotkan.’’ Lanjutnya.


Adel mengangguk mengerti tapi raut wajahnya merasa bersalah


dia takut hal ini akan berimbas pada perusahaan Marselo dan lagi sepertinya


Reina sudah tertarik bahkan menyukai Davian,dia bisa melihat dari matanya


ketika dia berkunjung ke kediaman Pratama.


‘’Presdir Dirga bukan orang yang mencampur adukan urusan


kantor dan keluarga,jadi tenang saja.’’Kata Davian tahu apa yang Adel pikirkan.


‘’Selama game yang kita buat menarik minatnya dan laku di


parasan kesepakatan antara kita akan terus terjalin.’’Lanjutnya.


‘’percayalah dengan apa yang aku buat.’’Kata Davian


meyakinkan Adel meski dia sedikit ragu.


‘’Aku selalu percaya pada mu.’’Kata Adel tersenyum tulus.


‘’Sebaiknya kamu juga memberitahu Andreas. ’’Davian berdiri


menghampiri Adel.


‘’Karna aku tidak suka jika milik ku di damba laki laki lain.’’Bisik


Davian tepat di telinga Adel.


Blush


Kedua pipi Adel memerah sampai telinga.


‘’Aku berangkat.’’Kata Davian pamit.


Setelah Davian pergi Adel menutup wajahnya.


‘’Aaahh baper.’’Kata Adel senang plus malu.


‘’Lebih baik aku juga segera pergi sekalian menghubungi Kak

__ADS_1


Andreas untuk mengajaknya bertemu.’’Adel menyelesaikan sarapannya lalu pergi ke


kampus.


…..


‘’APA!’’Teriak Tia dan Lili tidak percaya saat Adel


memberitahu mereka kalau Davian melamarnya.


Bukan hanya Tia dan Lili tapi Fadli dan Diki yang datang


menghampiri mereka menganga tak percaya dengan apa yang mereka dengar.


‘’Ini bukan leluconkan.’’Kata Lili memicing curiga.


‘’E’lo enggak sedang halu kan.’’Kata Tia.


‘’Del,gue tahu e’lo sangat menyukai  Davian,tapi e’lo harus kuat jangan stress Cuma


gara gara Davian udah mau menikah.’’Kata Fadli dengan nada kasihan.


Fadli dan Diki ikut duduk di bangku bersama Tia dan Lili.


‘’Sembarangan e’lo,gue eng…ups.’’Adel menutup mulut karna


lupa tidak boleh menggunakan e’lo/gue lagi.


Gara gara kesal dengan ucapan Fadli Adel jadi keceplosan  pake e’lo/gue lagi.


‘’Ini itu kenyataan,aku enggak halu atau stress.’’Sangkal


Adel.


‘’Davian sendiri yang bilang di depan ayah dan om Marselo


serta tante Marisa semalam,kalau tak percaya tanyakan saja pada Daniel.’’Lanjutnya


sebal.


Tadi dia sangat senang dan bahagia saat menceritakannya tapi


sekarang teman temannya malah membuatnya kesal.


‘’Sorry,kan aneh aja,kenapa tiba tiba Davian mau menikahi mu?


Lagian kan di itu mau di jodohkan dengan si Reina,tak salahkan kalau kita


enggak percaya.’’Kata Lili.


‘’Tul tuh.’’Kata Tia dan Fadli.


‘’Aku tidak tahu.’’Adel mengangkat bahunya.


‘’Mungkin dia sudah menyadari kalau selama ini perasaannya


pada ku itu adalah cinta,aku juga masih tidak percaya sih tentang ini semua.’’Lanjutnya


seraya tersenyum senang,dia sangat bahagia.


‘’Hahaha,akhirnya Davian kalah juga dari gengsinya. ’’Diki


tertawa senang.


‘’Seneng bangat kaya e’lo.’’Kata Fadli.


‘’Tentu,karna gue bisa menggoda nya habis habisan,hahahaha.’’Diki


tertawa lagi.


‘’Terus kapan kalian menikah?’’Tanya Tia mengabaikan kedua


nya.


‘’Setelah lulus kuliah.’’Jawab Adel.


‘’Waw itu hebat,setelah perjuangan mengejar Davian selama 4


tahun akhirnya terbayar juga.’’Kata Tia imut senang.


‘’Selamat,akhirnya e’lo bisa mendapatkan Davian.’’Lili pun


ikut senang.


‘’Terima kasih.’’Balas Adel


‘’Terus gimana soal perjodohan Davian?’’Tanya Fadli.


‘’Ck,lo mah perusak suasana.’’Tia berdecik kesal memukul


lengan Fadli.


‘’Lo,gue kan cuman tanya!’’Fadli mengusap lengan yang di


pukul Tia.


‘’Benar juga,bagaimana dengan kak Andreas ,dia kan melamar e’lo


juga.’’Tanya Lili.


‘’Davian bilang kalau siang ini dia akan bicara dengan Reina


dan soal kak Andreas,aku di suruh bilang padanya.’’Jawab Adel.


‘’Jadi dramanya belum selesai yah.’’Kata Diki.


‘’Hm.’’Adel tersenyum sendu.


‘Bahkan mungkin ini hanya awal karna rintangan sesungguhnya


baru akan kami hadapi.’Batin Adel.


Ya ,rintangan yang seseungguhnya adalah membatalkan


perjodohan antara Reina dan Davian tanpa membuat presdir Dirga menarik

__ADS_1


kerjasama antara perusahaannya dan perusahaan milik om Marselo.


__ADS_2