Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
68


__ADS_3

‘’Daniel.’’Adel menghampiri Daniel


mengangkat kepalanya menaruhnya di pangkuannya.


‘’Daniel bangun,Daniel.’’Adel


menepuk nepuk pipinya tapi Daniel tak merespon membuat Adel semakin takut.


Saat Daniel bermain game dia


terlalu bersemangat sehingga tak sengaja menyenggol minumannya hingga tumpah.


Karna mcemilan yang di bawanya


sudah habis Daniel berencana mengambil lagi saat di melangkah kakinya tak  menginjak air membuatnya terpeleset  dan kepala terterbentur meja.


Saat akan pingsan tangan kiri


Daniel tak sengaja menarik kabel computer sehingga jatuh dan menimpa kepala


Daniel membuatnya berdarah.


‘’Bagaimana ini.’’Kata Adel yang


semakin panik dia tidak tau harus apa .


‘’Ambulan!yah aku harus


segera  menelepon ambulan .’’Kata Adel


segera mengambil hpnya yang di dalam tas.


‘’Ah pake mati segala lagi.’’Kata


Adel kesal,Semalam dia lupa mengisi batrai hapnya.


‘’Pake telepon rumah.’’Adel


meletakan kepala Daniel dan bergegas turun ke bawah.


Adel menekan nomer telepon rumah


sakit dengan tangan genetar dan air matanya yang masih mengarir.


‘’Ha-halo pak di sini ada anak …yang mengalami kecelakaan ,kepalanya


berdarah bisa segera ke sini.’’Kata Adel.


‘’Baik kami akan segera ke tempat anda ,tolong beritau kami alamat


anda.’’Kata petugas.


Adel memberitau alamat rumah


Pratama setelahnya dia menutup telopen  dan bergegas kembali ke atas tapi sebelumnya


dia pergi ke dapur untuk mengambil kotak P3K serta baskom dan handuk.


Adel membersihkan wajah Daniel dan


berusaha menghentikan darah yang terus mengalir di kepala Daniel,beberapa menit


kemudian ambulan telah datang dan membawa Daniel ke rumah sakit.


Di depan pintu UGD Adel mondar


mandir dengan cemas,dokter keluar Adel segera menghampiri dokter menanyakan


kondisi Daniel.


‘’Dokter bagaimana keadaan


Daniel?’’Tanya Adel.


‘’Pendarahan di kepalanya sudah


berhenti tapi pasien mengalami geger otak kita harus mengoprasinya untuk


mengeluarkan darah yang membeku.’’Kata Dokter.


‘’Oprasi dok.’’Kata Adel panic.


‘’Iyah tapi kamu tenang saja ini


hanya oprasi kecil saja .’’Kata Dokter


‘’Apa kamu kakaknya?’’Tanya


dokter.


‘’Kakak?’’Gumam Adel.


‘Astaga gue lupa menghubungi


Davian.’Batin Adel,karna dia terlalu panik dia lupa menghubungi Davian.


‘’Kamu harus mendatangi surat ini


sebagai persetujuan.’’Dokter menyerahkan sebuah surat pada Adel.


‘Bagaimana ini apa sebaiknya gue


hubungi tante Marisa sama om Marselo dulu bagaimana pun ini tentang keselamatan


anak mereka.’Pikir Adel.


‘’Kalau tidak di oprasi segera


darah beku yang ada di otak pasien bisa membahayakannya nanti.’’Kata


dokter,mendengar itu Adel langsung mendatangani surat yang dia pegang.


‘’Dokter tolong lakukan


oprasinya.’’Adel menyerahkan suratnya kembali.


‘’Baiklah.’’dokter itu pergi untuk


segera melakukan oprasi.


‘’Gue harus memberitau Davian


tentang kondisi Daniel,tapi hp gue kan mati.’’Kata Adel binggung.


‘’Apa gue pinjem telepon rumah sakit


aja yah!’’Adel bergegas ke tempat repsesonis rumah sakit.

__ADS_1


‘’Permisi boleh saya pinjem


telepon untuk menghubungi keluarga saya soalnya hp milik saya mati.’’Kata Adel


pada suster di sana.


‘’Silahkan.’’Kata Suster tersebut.


‘’Terima kasih.’’Adel menekan


tombol nomor telepon Davian.


Davian bersama Laura sedang


membahas sesuatu di perpustakaan,tadi saat Davian mengembalikan buku Laura


menghampirinya dan menanyakan sesuatu padanya jadi Davian membantu Laura.


Telepon milik Davian bordering


mengalihkan pandangan mereka dari buku  ,Davian mengambil HP nya dan melihat nomor


telepon  yang menelepon dia mengerutkan


dahinya karna tak mengenali nomor tersebut lalu menggangkatnya.


‘’Halo…….’’Sebelum Davian melanjutkan ucapannya Adel memotongnya.


‘’Davian……’’Kata Adel


‘Ini suara Adel.’pikir Davian,dia


melihat nomor yang tertera di layar hpnya.


‘’Davian ini gue Adel,Daniel sekarang ada di rumah sakit.’’Kata Adel


‘’Apa?’’Davian berdiri karna terkejut.


‘’Daniel sekarang sedang di oprasi.’’Kata Adel.


‘’Beritau gue elo sekarang di mana,gue sekarang kesana.’’Kata Davian


yang langsung pergi dari perpustakaan dia bahkan tak mendengar kalau Laura


memanggilnya.


‘’Oke gue ke sana.’’Kata Davian setelah Adel memberitahu dimana alamat


rumah sakitnya.


‘’Adel,terima kasih.’’Kata Davian sebelum mematiakan hp.


Setelah mengatakan itu Davian


bergegas pergi  mengendarai motornya meniggalkan


kampus dangan kecapatan tinggi.


Sesampainya di rumah sakir Davian


berlari ke tempat yang Adel beritahu padanya,Davian melihat Adel yang duduk


dengan menggenggam kedua tangannya dan menundukan kepala.


‘’Adel bagaimana keadaan


yang sudah berada di sampingnya.


‘’Mereka baru masuk untuk


melakukan oprasi.’’Kata Adel yang di buat setegar mungkin.


Davian tidak mengatakan apa apa


lagi dan ikut duduk di samping Adel  menunggu oprasinya selesai,dua puluh menit


kemudian pintu ruang oprasi terbuka dan seorang dokter keluar  Davian langsung menghampiri dokter itu.


Adel tidak ikut menghampiri dokter


dia mengikuti suster yang memindah kan Daniel ke ruang rawat.


‘’Dokter bagaimana kondisi adik


saya.’’Tanya Davian.


‘’Dia baik baik saja oprasinya


berjalan lancar,dia  hanya mengalami


geger otak ringan jadi tidak perlu khawatir..’’Jawab dokter.


‘’Untungnya sebelum di bawa ke


sini dia telah mendapatkan  pertolongan


pertama yang baik sehingga tidak membahayakan pasien ,dia akan sembuh sekitar


semingguan.’’Tambah dokter.


‘’Terima kasih.’’Kata Davian ,


dokter pergi setelah Davian mengatakan terima kasih.


Adel menganggukan kepala pertanda


terima kasih pada suster sebelum suster itu keluar,Davian masuk ke ruang rawat


Daniel dan melihat kondisinya.


‘’ Dokter bilang Daniel akan baik


baik saja.’’Kata Davian ,dia menusap kepala Daniel.


‘’Dokter memuji mu karna sudah


dengan baik melakukan pertolongan pertama pada Daniel.’’Lanjut Davian tapi Adel


terdiam sambil membelakangi Davian.


‘’Aku sudah menghubungi papa dan


mama,mereka akan sampai besok pagi.’’ Davian  melangkah mendekat ke arah Adel.


‘’Begitu yah.’’Kata Adel.


‘’Ini sudah malam sebaiknya aku

__ADS_1


segera pulang ,ayah pasti khawatir.’’Tambah Adel dengan mata berkaca kaca.


‘’Terima kasih,kamu sudah menolong


Daniel.’’Davian memegang bahu Adel dari belakang.


‘’Sebaiknya aku pulang


sekarang.’’Bahu Adel bergetar.


‘’Soal kamu dan kak Satria,aku


sudah tahu kak Satria sudah menjelaskan semua pada malam itu juga.’’Davian


menunduk dan menempelkan dahinya ke kepala Adel.


‘’Hits…hits aku…’’Adel berbalik


memeluk Davian dan menumpahkan air matanya lagi.


‘’Aku takut ….aku akan melakukan


kesalahan dan akan semakin membahayakan Daniel hits…..hits aku benar benar


takut hits….’’Adel terus menangis di pelukan Davian tangis yang dari tadi dia


tahan.


Davian mengusap punggung Adel


menenangkannya dia tahu pasti kalau  Adel


sangat ketakutan,Davian takjub karna Adel bisa menangani semuanya dengan baik.


‘’Kau benar benar bisa di andalkan


di saat -saat terdesak.’’Guman Davian dengan senyum tulus di bibirnya.


Esok paginya Marisa dan Marselo


datang ke rumah sakit Marisa memeluk Adel dan berterima kasih padanya karna


telah menyelamatkan Daniel begitu pun dengan Marselo lalu mereka memarahi


Davian karna tidak pulang cepat sehingga Daniel mengalami kecelakaan.


Davian hanya diam dan mendengar


omelan ke dua orang tuanya ,itu memang salahnya juga dia lupa sedewasa apa pun


Daniel dia masihlah anak anak yang harus di awasi.


Tomi juga datang kerumah sakit


untuk membawakan baju ganti milik Adel dan makanan untuk sarapan mereka,semalam


Adel sudah menghubungi Tomi dengan hp milik Davian dan menceritakan semua yang


terjadi Tomi pun terkejut selelah mendengarnya.


Marisa mengajak Merselo dan Tomi


keluar dan membiarkan Adel berduaan dengan Davian,yah tidak bisa di sebut


berdua juga tapi setidaknya memberi mereka kesempatan mengobrol lebih lama agar


labih dekat.


‘’Aku benar benar berterima


kasih.’’Marselo menepuh tangan Tomi.


‘’Untungnya Adel pulang cepat


kalau tidak, aku tidak tau apa yang akan terjadi pada Daniel.’’Tambah Marselo,


dia panic saat Davian memberitahu mereka.


‘’Kau ini !jangan begitu kalian


kan juga sudah banyak membantu kami,jadi jangan seperti itu.’’Balas Tomi .


‘’Suami ku benar Tomi kalau tidak


ada Adel kita tidak tau akan terjadi apa pada Daniel.’’Kata Marisa.


‘’Tomi bagaimana kalau Adel


tinggal lagi di rumah kami.’’kata Marisa,melihat raut ke engganan di wajah


Tomi.


‘’Ini juga demi kebaikan


Adel.’’Tambahnya.


‘’Tapi……’’Kata Tomi.


‘’Kalau masalahnya Davian kamu


tenang aja.’’Kata Marisa tahu apa yang akan di katakan Tomi.


‘’Lagian sebenarnya Davian itu


tertarik pada Adel.’’Lanjutnya senang.


‘’Apa benar?aku rasa Davian tidak


mungkin ada ketertarikan dengan Adel.’’Kata Tomi tak  percaya.


‘’Benar!kalau tidak tertarik untuk


apa Davian  mencium Adel dengan


inisiatipnya sendiri saat pesta kelulusan.’’Kata Marisa dengan bangga


‘’HAH.’’Marselo dan Tomi kaget


dengan mulut menganga


Marselo tidak percaya anak


sulungnya yang pendiam dan tak tertarik dengan apa pun mencium Adel bahkan


dengan inisiatipnya sendiri,benar benar keajaiban.


‘Setelah ini aku akan mengadakan

__ADS_1


syukuran.’Pikir Marselo


__ADS_2