
‘’Daniel.’’Adel menghampiri Daniel
mengangkat kepalanya menaruhnya di pangkuannya.
‘’Daniel bangun,Daniel.’’Adel
menepuk nepuk pipinya tapi Daniel tak merespon membuat Adel semakin takut.
Saat Daniel bermain game dia
terlalu bersemangat sehingga tak sengaja menyenggol minumannya hingga tumpah.
Karna mcemilan yang di bawanya
sudah habis Daniel berencana mengambil lagi saat di melangkah kakinya tak menginjak air membuatnya terpeleset dan kepala terterbentur meja.
Saat akan pingsan tangan kiri
Daniel tak sengaja menarik kabel computer sehingga jatuh dan menimpa kepala
Daniel membuatnya berdarah.
‘’Bagaimana ini.’’Kata Adel yang
semakin panik dia tidak tau harus apa .
‘’Ambulan!yah aku harus
segera menelepon ambulan .’’Kata Adel
segera mengambil hpnya yang di dalam tas.
‘’Ah pake mati segala lagi.’’Kata
Adel kesal,Semalam dia lupa mengisi batrai hapnya.
‘’Pake telepon rumah.’’Adel
meletakan kepala Daniel dan bergegas turun ke bawah.
Adel menekan nomer telepon rumah
sakit dengan tangan genetar dan air matanya yang masih mengarir.
‘’Ha-halo pak di sini ada anak …yang mengalami kecelakaan ,kepalanya
berdarah bisa segera ke sini.’’Kata Adel.
‘’Baik kami akan segera ke tempat anda ,tolong beritau kami alamat
anda.’’Kata petugas.
Adel memberitau alamat rumah
Pratama setelahnya dia menutup telopen dan bergegas kembali ke atas tapi sebelumnya
dia pergi ke dapur untuk mengambil kotak P3K serta baskom dan handuk.
Adel membersihkan wajah Daniel dan
berusaha menghentikan darah yang terus mengalir di kepala Daniel,beberapa menit
kemudian ambulan telah datang dan membawa Daniel ke rumah sakit.
Di depan pintu UGD Adel mondar
mandir dengan cemas,dokter keluar Adel segera menghampiri dokter menanyakan
kondisi Daniel.
‘’Dokter bagaimana keadaan
Daniel?’’Tanya Adel.
‘’Pendarahan di kepalanya sudah
berhenti tapi pasien mengalami geger otak kita harus mengoprasinya untuk
mengeluarkan darah yang membeku.’’Kata Dokter.
‘’Oprasi dok.’’Kata Adel panic.
‘’Iyah tapi kamu tenang saja ini
hanya oprasi kecil saja .’’Kata Dokter
‘’Apa kamu kakaknya?’’Tanya
dokter.
‘’Kakak?’’Gumam Adel.
‘Astaga gue lupa menghubungi
Davian.’Batin Adel,karna dia terlalu panik dia lupa menghubungi Davian.
‘’Kamu harus mendatangi surat ini
sebagai persetujuan.’’Dokter menyerahkan sebuah surat pada Adel.
‘Bagaimana ini apa sebaiknya gue
hubungi tante Marisa sama om Marselo dulu bagaimana pun ini tentang keselamatan
anak mereka.’Pikir Adel.
‘’Kalau tidak di oprasi segera
darah beku yang ada di otak pasien bisa membahayakannya nanti.’’Kata
dokter,mendengar itu Adel langsung mendatangani surat yang dia pegang.
‘’Dokter tolong lakukan
oprasinya.’’Adel menyerahkan suratnya kembali.
‘’Baiklah.’’dokter itu pergi untuk
segera melakukan oprasi.
‘’Gue harus memberitau Davian
tentang kondisi Daniel,tapi hp gue kan mati.’’Kata Adel binggung.
‘’Apa gue pinjem telepon rumah sakit
aja yah!’’Adel bergegas ke tempat repsesonis rumah sakit.
__ADS_1
‘’Permisi boleh saya pinjem
telepon untuk menghubungi keluarga saya soalnya hp milik saya mati.’’Kata Adel
pada suster di sana.
‘’Silahkan.’’Kata Suster tersebut.
‘’Terima kasih.’’Adel menekan
tombol nomor telepon Davian.
Davian bersama Laura sedang
membahas sesuatu di perpustakaan,tadi saat Davian mengembalikan buku Laura
menghampirinya dan menanyakan sesuatu padanya jadi Davian membantu Laura.
Telepon milik Davian bordering
mengalihkan pandangan mereka dari buku ,Davian mengambil HP nya dan melihat nomor
telepon yang menelepon dia mengerutkan
dahinya karna tak mengenali nomor tersebut lalu menggangkatnya.
‘’Halo…….’’Sebelum Davian melanjutkan ucapannya Adel memotongnya.
‘’Davian……’’Kata Adel
‘Ini suara Adel.’pikir Davian,dia
melihat nomor yang tertera di layar hpnya.
‘’Davian ini gue Adel,Daniel sekarang ada di rumah sakit.’’Kata Adel
‘’Apa?’’Davian berdiri karna terkejut.
‘’Daniel sekarang sedang di oprasi.’’Kata Adel.
‘’Beritau gue elo sekarang di mana,gue sekarang kesana.’’Kata Davian
yang langsung pergi dari perpustakaan dia bahkan tak mendengar kalau Laura
memanggilnya.
‘’Oke gue ke sana.’’Kata Davian setelah Adel memberitahu dimana alamat
rumah sakitnya.
‘’Adel,terima kasih.’’Kata Davian sebelum mematiakan hp.
Setelah mengatakan itu Davian
bergegas pergi mengendarai motornya meniggalkan
kampus dangan kecapatan tinggi.
Sesampainya di rumah sakir Davian
berlari ke tempat yang Adel beritahu padanya,Davian melihat Adel yang duduk
dengan menggenggam kedua tangannya dan menundukan kepala.
‘’Adel bagaimana keadaan
yang sudah berada di sampingnya.
‘’Mereka baru masuk untuk
melakukan oprasi.’’Kata Adel yang di buat setegar mungkin.
Davian tidak mengatakan apa apa
lagi dan ikut duduk di samping Adel menunggu oprasinya selesai,dua puluh menit
kemudian pintu ruang oprasi terbuka dan seorang dokter keluar Davian langsung menghampiri dokter itu.
Adel tidak ikut menghampiri dokter
dia mengikuti suster yang memindah kan Daniel ke ruang rawat.
‘’Dokter bagaimana kondisi adik
saya.’’Tanya Davian.
‘’Dia baik baik saja oprasinya
berjalan lancar,dia hanya mengalami
geger otak ringan jadi tidak perlu khawatir..’’Jawab dokter.
‘’Untungnya sebelum di bawa ke
sini dia telah mendapatkan pertolongan
pertama yang baik sehingga tidak membahayakan pasien ,dia akan sembuh sekitar
semingguan.’’Tambah dokter.
‘’Terima kasih.’’Kata Davian ,
dokter pergi setelah Davian mengatakan terima kasih.
Adel menganggukan kepala pertanda
terima kasih pada suster sebelum suster itu keluar,Davian masuk ke ruang rawat
Daniel dan melihat kondisinya.
‘’ Dokter bilang Daniel akan baik
baik saja.’’Kata Davian ,dia menusap kepala Daniel.
‘’Dokter memuji mu karna sudah
dengan baik melakukan pertolongan pertama pada Daniel.’’Lanjut Davian tapi Adel
terdiam sambil membelakangi Davian.
‘’Aku sudah menghubungi papa dan
mama,mereka akan sampai besok pagi.’’ Davian melangkah mendekat ke arah Adel.
‘’Begitu yah.’’Kata Adel.
‘’Ini sudah malam sebaiknya aku
__ADS_1
segera pulang ,ayah pasti khawatir.’’Tambah Adel dengan mata berkaca kaca.
‘’Terima kasih,kamu sudah menolong
Daniel.’’Davian memegang bahu Adel dari belakang.
‘’Sebaiknya aku pulang
sekarang.’’Bahu Adel bergetar.
‘’Soal kamu dan kak Satria,aku
sudah tahu kak Satria sudah menjelaskan semua pada malam itu juga.’’Davian
menunduk dan menempelkan dahinya ke kepala Adel.
‘’Hits…hits aku…’’Adel berbalik
memeluk Davian dan menumpahkan air matanya lagi.
‘’Aku takut ….aku akan melakukan
kesalahan dan akan semakin membahayakan Daniel hits…..hits aku benar benar
takut hits….’’Adel terus menangis di pelukan Davian tangis yang dari tadi dia
tahan.
Davian mengusap punggung Adel
menenangkannya dia tahu pasti kalau Adel
sangat ketakutan,Davian takjub karna Adel bisa menangani semuanya dengan baik.
‘’Kau benar benar bisa di andalkan
di saat -saat terdesak.’’Guman Davian dengan senyum tulus di bibirnya.
Esok paginya Marisa dan Marselo
datang ke rumah sakit Marisa memeluk Adel dan berterima kasih padanya karna
telah menyelamatkan Daniel begitu pun dengan Marselo lalu mereka memarahi
Davian karna tidak pulang cepat sehingga Daniel mengalami kecelakaan.
Davian hanya diam dan mendengar
omelan ke dua orang tuanya ,itu memang salahnya juga dia lupa sedewasa apa pun
Daniel dia masihlah anak anak yang harus di awasi.
Tomi juga datang kerumah sakit
untuk membawakan baju ganti milik Adel dan makanan untuk sarapan mereka,semalam
Adel sudah menghubungi Tomi dengan hp milik Davian dan menceritakan semua yang
terjadi Tomi pun terkejut selelah mendengarnya.
Marisa mengajak Merselo dan Tomi
keluar dan membiarkan Adel berduaan dengan Davian,yah tidak bisa di sebut
berdua juga tapi setidaknya memberi mereka kesempatan mengobrol lebih lama agar
labih dekat.
‘’Aku benar benar berterima
kasih.’’Marselo menepuh tangan Tomi.
‘’Untungnya Adel pulang cepat
kalau tidak, aku tidak tau apa yang akan terjadi pada Daniel.’’Tambah Marselo,
dia panic saat Davian memberitahu mereka.
‘’Kau ini !jangan begitu kalian
kan juga sudah banyak membantu kami,jadi jangan seperti itu.’’Balas Tomi .
‘’Suami ku benar Tomi kalau tidak
ada Adel kita tidak tau akan terjadi apa pada Daniel.’’Kata Marisa.
‘’Tomi bagaimana kalau Adel
tinggal lagi di rumah kami.’’kata Marisa,melihat raut ke engganan di wajah
Tomi.
‘’Ini juga demi kebaikan
Adel.’’Tambahnya.
‘’Tapi……’’Kata Tomi.
‘’Kalau masalahnya Davian kamu
tenang aja.’’Kata Marisa tahu apa yang akan di katakan Tomi.
‘’Lagian sebenarnya Davian itu
tertarik pada Adel.’’Lanjutnya senang.
‘’Apa benar?aku rasa Davian tidak
mungkin ada ketertarikan dengan Adel.’’Kata Tomi tak percaya.
‘’Benar!kalau tidak tertarik untuk
apa Davian mencium Adel dengan
inisiatipnya sendiri saat pesta kelulusan.’’Kata Marisa dengan bangga
‘’HAH.’’Marselo dan Tomi kaget
dengan mulut menganga
Marselo tidak percaya anak
sulungnya yang pendiam dan tak tertarik dengan apa pun mencium Adel bahkan
dengan inisiatipnya sendiri,benar benar keajaiban.
‘Setelah ini aku akan mengadakan
__ADS_1
syukuran.’Pikir Marselo