
Keesokan harinya Adel dan Davian di bangunkan pagi pagi untuk
bersiap. Lili dan Tia pun ikut membantu Adel menyiapkan keperluannya,ah lebih
tepatnya menggoda Adel.
Mereka semua berangkat ke gedung dimana Davian dan Adel akan melaksanakan
pernikahan,mereka menggunakan dua mobil.
Davian berangkat dengan keluarganya sementara Adel berangkat
dengan ayahnya dan Lili serta Tia,karna kata Marisa calon mempelai pengantin
itu tidak boleh bertemu sebelum sah.
Sesampainya di sana mereka bergegas berdandan terutama Adel
dan Davian.
Acara pernikahan mereka akan di laksanakan jam 10 dan para
tamu akan mulai datang jam 9 an.
Davian yang sudah bersiap, kemeja putih yang berbalut dengan jass
hitam terbalut gagah di tubuh Davian serta jam tangan yang bertengger apik di
lengan kirinya.
‘’Hah.’’Davian menghela nafas berusaha menetral rasa
gugupnya.
Cklek
‘’Wih,kayanya pengantin prianya sudah siap, nih.’’Kata Diki di
ambang pintu kamar yang Davian gunakan untuk bersiap.
‘’Ternyata seorang Davian bisa gugup juga,baru tahu gue.’’Kata
Marsel berdiri di samping Diki ketika melihat Davian yang tegang.
‘’Kalian berdua menghalangi jalan,cepat masuk.’’Kata Kevin
dan dituruti oleh mereka berdua.
‘’Hah..kalian ini.’’Satria bertolak pinggang sembari menggelengkan
kepala melihat tingkah teman dan juniornya yang tak tahu tempat bila meledek
orang.
‘’Davian,selamat atas pernikahan mu.’’Kata Satria sambil
mengulurkan tangannya.
‘’Ah senior,terima kasih kalian telah mau datang. ’’Davian
membalas ururan tangan Satria.
‘’Woi gue juga datang kali,masa cuman mereka yang dapat
sambutan.’’Kata Diki yang kesal karna tidak di anggap ada oleh Davian.
‘’Selamat yah Dav.’’Kata Marsel bersalaman dengan Davian.
‘’Selamat.’’Kata Kevin.
‘’Bukannya yang meski di kasih selamat itu Adel yah.’’Tanya
Diki,memegang dagunya so berpikir.
‘’Dia kan berhasil membuat Davian menyukainya balik bahkan
sampai menikahinya.’’Lanjutnya.
‘’Benar juga,dia hebat banget gue harus tanya Adel bagaimana
menaklukan Davian .’’Kata Marsel.
‘’Untuk apa?’’Tanya Kevin.
‘’Ya untuk mendekati Kania,e’lo kan tahu gue selalu di tolak
sama dia.’’Jawab Marsel.
‘’Ya, saking manjurnya, Davian langsung melamar sampai sampai
membuat anak orang jadi demen begong di pinggir danau saking galaunya di
tinggal doi yang baru aja di ajak pdkt. ’’Kata Satria sedikit kasihan dengan
Andreas.
Ya,walau itu memang salahnya sendiri sudah di peringatin masih
saja deketi galau kan jadinya.
‘’Serius!.’’Tanya Diki tak percaya.
‘’Hm,gara gara itu gue harus menyusulnya agar tidak
nyempung,mana sampai malam enggak mau balik balik juga. Badan gue sampai
merinding ngerasa seperti ada yang mengawasi.’’Satria mengusap usap tangannya
ketika mengingatnya.
__ADS_1
‘’Davian e’lo sangat kejam.’’Komentar Diki dramatis.
‘’Tul tuh,eh…ngomong ngomong Andreas datang juga,enggak?’’Tanya Marsel.
Satria mengangkat bahu tak tahu karna semalam saat
meneleponnya dan menanyakan apa dia akan pergi ke pernikahan Adel dan Davian dia
hanya menjawab ‘Entahlah’ begitu katanya.
‘’Kalian kesini apa hanya ingin bergosip.’’Kata Davian datar.
Bukan karna dia risi atau apa , dia hanya tidak suka dengan
topic pembicaraan mereka.
‘’Kalau bergosip di depan orangnya langsung bukan gossip
namanya tapi menyindir secara langsung.’’ Kata Kevin membenarkan ucapan Davian .
‘’Hehehe.’’Satria,Marsel dan Diki tersenyum canggung atas
sindiri dari mereka berdua.
Lalu Davian pergi ke aula meninggalkan mereka karna waktunya
sebentar lagi akan segera di mulai.
…….
Satu…
Dua….
Tiga……
Ckrek
Lili memotret Adel yang mengenakan kebaya bersama dengan Tia
dan teman teman perempuannya sewaktu SMA.
‘’Giliran gue.’’Kata Lili lalu menyerahkan kameranya pada
temannya.
‘’Oke….bersiap.’’Katanya.
Setelah Lili berdiri di belakang Adel dan di samping Tia,dia
memotret mereka.
Cklek
‘’Wah ternyata benar pengantin perempuannya ada di sini.’’Susi
masuk bersama Angga yang menuntunya
‘’Bu guru.’’Kata mereka ketika melihat siapa yang datang.
‘’Kau cantik sekali Adel.’’Puji Susi mendekati Adel.
‘’Terima kasih,bu Sisi juga makin cantik.’’Kata Adel
tersenyum senang.
‘’Selamat yah,perjuanganmu selama ini akhirnya membuahkan
hasil. Akhirnya kamu bisa menikah dengan Davian juga.’’Susi mengenggam tangan
Adel ikut bahagia karna dia juga tahu seberapa besar Adel mencintai Davian dan dia
juga menyaksikan saat Davian menolak Adel di depan banyak orang.
‘’Terima kas….eh bu Susi sedang hamil.’’Kata Adel terkejut
saat melihat perut bu Susi besar.
‘’Kapan bu Susi nikah?’’Tanya Lili.
‘’Sama siapa bu nikahnya,kok enggak undang undang?’’ Tanya
Tia.
Dan banyak lagi pertanyaan yang di lontarkan Adel dan
temannya membuat Susi pusing untuk menjawab pertanyaan mereka.
‘Kenapa malah aku yang di serbu pertanyaan?’Kata bu Susi di
dalam hati memelas.
‘’Anak anak stop,satu satu bertanyanya,kalian membuat bu Susi
pusing.’’Kata pa Angga menghentikan ocehan mereka.
‘Ah suami ku yang terbaik, terima kasih sayang.’ Batin bu
Susi haru.
‘’Maafkan kami.’’Kata mereka bersama,merasa bersalah.
‘’Tidak apa apa.’’Balas bu Susi.
‘’Hehe,hampir 10 bulan ibu nikah dan untuk dengan siapa ibu
nikah….’’Susi menjeda ucapannya lalu tersenyum sambil menunjuk Angga yang
berada di sampingnya.
__ADS_1
‘’Nih,orang yang bertanggung jawab membuat perut ibu
buncit.’’Lanjutnya dengan kekehan di akhir.
‘’Hah! Kok bisa!.’’Teriak mereka tak percaya.
Bagaimana mau percaya Guru dari kelas unggulan bisa menikahi
guru dari kelas buangan karna berisi
siswa siswi bermasalah dan yang selalu mendapat nilai yang paling rendah di
antara kelas lain,bukahkan itu mengejutkan di tambah hugungan mereka dulu tak
terlalu dekat.
‘’Bisa dong.’’Kata bu Susi bangga.
‘’Sudah-sudah,sebaiknya kita pergi acaranya sebentar lagi di
mulai.’’Kata Angga menengahi.
‘’Oh,Adel selamat yah. Semoga kalian selalu bahagia.’’Kata
Angga lalu menarik istrinya pergi dari sana.
Setelah bu Susi dan pak Angga pamit teman teman Adel juga
berpamitan pergi hingga tinggal Lili dan Tia yang menemani Adel.
‘’Gue masih enggak nyangka.’’Kata Lili yang masih enggak
percaya.
‘’Sama.’’Kata Adel yang setuju.
‘’Del,nanti e’lo kaya gitu juga kalau udah di pompa
Davian,melendung.’’Goda Tia seraya tangannya membuat bulatan di perutnya.
‘’Ihh kau ini.’’Pipi Adel merona dengan ucapan Tia.
‘’Hahaha.’’Tia dan Lili mentertawakan Adel yang malu.
‘’Hai bisa bicara sebentar.’’Kata Reina di ambang pintu.
‘’Del kami duluan yah.’’Pamit Lili lalu dia dan Tia pergi
meninggalkan mereka berdua.
‘’Kamu terlihat sangat cantik.’’Puji Reina setalah berdiri di
depan Adel.
‘’Kamu juga cantik.’’Kata Adel memuji Reina.
‘’Selamat yah,aku senang itu kamu.’’Kata Reina tulus.
‘’Hmm?’’Kata Adel tak mengerti maksud Reina.
‘’Aku senang karna Davian memilih mu bukan wanita lain untuk
jadi pendampinyanya.’’Jelas Reina.
Setelah Davian memutuskan perjodohan mereka Reina
menceritakannya pada Laura dan pertanya tentang Adel dan bagaimana Adel orangnya
lalu Laura mencerikan semua yang dia tahu tentang Adel dan dia puas
mendengarnya.
‘’Davian pria yang sangat baik,selain wajahnya yang tampan
dan otaknya yang pintar dia juga adalah pria idaman bagi semua wanita dan pria
sempurna itu telah memilih mu menjadi teman hidupnya untuk menemaninya di sisa umurnya.’’Kata Reina.
‘’Reina.’’Kata Adel sendu,dia merasa bersalah seolah olah
telah merebut Davian dari nya terlebih mereka juga akan bertunangan tapi karna
dirinya Davian membatalkan perjodohan itu.
‘’Berbahagialah. Agar nanti aku cemburu dan ingin cepat cepat
menyusul kalian menikah.’’Kata Reina sedikit bercanda.
‘’Oke,aku akan berusaha dengan keras.’’Balas Adel sambil
tersenyum.
‘’Hei jangan berusaha dengan keras.’’Kata Reina.
‘’Aku jadi takut saat kamu bilang akan berusaha keras,apa
lagi dengan ketekunan dan kesabaran mu jika di tambah dengan kerja keras semua
orang pasti akan kalah oleh mu.’’Lanjutnya seraya tersenyum.
‘’Tentu semuanya pasti kalah.’’Kata Adel yang tersenyum juga.
‘’Sekali lagi selamat.’’Reina mengulurkan tangannya sambil
tersenyum.
‘’Terima kasih.’’Balas Adel menerima uluran tanganya dan
tersenyum tulus.
__ADS_1
AKHIRNYA SELESAI TINGGAL SATU CHAPTER LAGI TAMAT.