Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
143


__ADS_3

Keesokan harinya Adel dan Davian di bangunkan pagi pagi untuk


bersiap. Lili dan Tia pun ikut membantu Adel menyiapkan keperluannya,ah lebih


tepatnya menggoda Adel.


Mereka semua berangkat ke gedung dimana Davian dan Adel akan melaksanakan


pernikahan,mereka menggunakan dua mobil.


Davian berangkat dengan keluarganya sementara Adel berangkat


dengan ayahnya dan Lili serta Tia,karna kata Marisa calon mempelai pengantin


itu tidak boleh bertemu sebelum sah.


Sesampainya di sana mereka bergegas berdandan terutama Adel


dan Davian.


Acara pernikahan mereka akan di laksanakan jam 10 dan para


tamu akan mulai datang jam 9 an.


Davian yang sudah bersiap, kemeja putih yang berbalut dengan jass


hitam terbalut gagah di tubuh Davian serta jam tangan yang bertengger apik di


lengan kirinya.


‘’Hah.’’Davian menghela nafas berusaha menetral rasa


gugupnya.


Cklek


‘’Wih,kayanya pengantin prianya sudah siap, nih.’’Kata Diki di


ambang pintu kamar yang Davian gunakan untuk bersiap.


‘’Ternyata seorang Davian bisa gugup juga,baru tahu gue.’’Kata


Marsel berdiri di samping Diki ketika melihat Davian yang tegang.


‘’Kalian berdua menghalangi jalan,cepat masuk.’’Kata Kevin


dan dituruti oleh mereka berdua.


‘’Hah..kalian ini.’’Satria bertolak pinggang sembari menggelengkan


kepala melihat tingkah teman dan juniornya yang tak tahu tempat bila meledek


orang.


‘’Davian,selamat atas pernikahan mu.’’Kata Satria sambil


mengulurkan tangannya.


‘’Ah senior,terima kasih kalian telah mau datang. ’’Davian


membalas ururan tangan Satria.


‘’Woi gue juga datang kali,masa cuman mereka yang dapat


sambutan.’’Kata Diki yang kesal karna tidak di anggap ada oleh Davian.


‘’Selamat yah Dav.’’Kata Marsel bersalaman dengan Davian.


‘’Selamat.’’Kata Kevin.


‘’Bukannya yang meski di kasih selamat itu Adel yah.’’Tanya


Diki,memegang dagunya so berpikir.


‘’Dia kan berhasil membuat Davian menyukainya balik bahkan


sampai menikahinya.’’Lanjutnya.


‘’Benar juga,dia hebat banget gue harus tanya Adel bagaimana


menaklukan Davian .’’Kata Marsel.


‘’Untuk apa?’’Tanya Kevin.


‘’Ya untuk mendekati Kania,e’lo kan tahu gue selalu di tolak


sama dia.’’Jawab Marsel.


‘’Ya, saking manjurnya, Davian langsung melamar sampai sampai


membuat anak orang jadi demen begong di pinggir danau saking galaunya di


tinggal doi yang baru aja di ajak pdkt. ’’Kata Satria sedikit kasihan dengan


Andreas.


Ya,walau itu memang  salahnya sendiri sudah di peringatin masih


saja deketi galau kan jadinya.


‘’Serius!.’’Tanya Diki tak percaya.


‘’Hm,gara gara itu gue harus menyusulnya agar tidak


nyempung,mana sampai malam enggak mau balik balik juga. Badan gue sampai


merinding ngerasa seperti ada yang mengawasi.’’Satria mengusap usap tangannya


ketika mengingatnya.

__ADS_1


‘’Davian e’lo sangat kejam.’’Komentar Diki dramatis.


‘’Tul tuh,eh…ngomong ngomong  Andreas datang juga,enggak?’’Tanya Marsel.


Satria mengangkat bahu tak tahu karna semalam saat


meneleponnya dan menanyakan apa dia akan pergi ke pernikahan Adel dan Davian dia


hanya menjawab ‘Entahlah’ begitu katanya.


‘’Kalian kesini apa hanya ingin bergosip.’’Kata Davian datar.


Bukan karna dia risi atau apa , dia hanya tidak suka dengan


topic pembicaraan mereka.


‘’Kalau bergosip di depan orangnya langsung bukan gossip


namanya tapi menyindir secara langsung.’’ Kata Kevin membenarkan ucapan Davian .


‘’Hehehe.’’Satria,Marsel dan Diki tersenyum canggung atas


sindiri dari mereka berdua.


Lalu Davian pergi ke aula meninggalkan mereka karna waktunya


sebentar lagi akan segera di mulai.


…….


Satu…


Dua….


Tiga……


Ckrek


Lili memotret Adel yang mengenakan kebaya bersama dengan Tia


dan teman teman perempuannya sewaktu SMA.


‘’Giliran gue.’’Kata Lili lalu menyerahkan kameranya pada


temannya.


‘’Oke….bersiap.’’Katanya.


Setelah Lili berdiri di belakang Adel dan di samping Tia,dia


memotret mereka.


Cklek


‘’Wah ternyata benar pengantin perempuannya ada di sini.’’Susi


masuk  bersama Angga yang menuntunya


‘’Bu guru.’’Kata mereka ketika melihat siapa yang datang.


‘’Kau cantik sekali Adel.’’Puji Susi mendekati Adel.


‘’Terima kasih,bu Sisi juga makin cantik.’’Kata Adel


tersenyum senang.


‘’Selamat yah,perjuanganmu selama ini akhirnya membuahkan


hasil. Akhirnya kamu bisa menikah dengan Davian juga.’’Susi mengenggam tangan


Adel ikut bahagia karna dia juga tahu seberapa besar Adel mencintai Davian dan dia


juga menyaksikan saat Davian menolak Adel di depan banyak orang.


‘’Terima kas….eh bu Susi sedang hamil.’’Kata Adel terkejut


saat melihat perut bu Susi besar.


‘’Kapan bu Susi nikah?’’Tanya Lili.


‘’Sama siapa bu nikahnya,kok enggak undang undang?’’ Tanya


Tia.


Dan banyak lagi pertanyaan yang di lontarkan Adel dan


temannya membuat Susi pusing untuk menjawab pertanyaan mereka.


‘Kenapa malah aku yang di serbu pertanyaan?’Kata bu Susi di


dalam hati memelas.


‘’Anak anak stop,satu satu bertanyanya,kalian membuat bu Susi


pusing.’’Kata pa Angga menghentikan ocehan mereka.


‘Ah suami ku yang terbaik, terima kasih sayang.’ Batin bu


Susi haru.


‘’Maafkan kami.’’Kata mereka bersama,merasa bersalah.


‘’Tidak apa apa.’’Balas bu Susi.


‘’Hehe,hampir 10 bulan ibu nikah dan untuk dengan siapa ibu


nikah….’’Susi menjeda ucapannya lalu tersenyum sambil menunjuk Angga yang


berada di sampingnya.

__ADS_1


‘’Nih,orang yang bertanggung jawab membuat perut ibu


buncit.’’Lanjutnya dengan kekehan di akhir.


‘’Hah! Kok bisa!.’’Teriak mereka tak percaya.


Bagaimana mau percaya Guru dari kelas unggulan bisa menikahi


guru dari kelas  buangan karna berisi


siswa siswi bermasalah dan yang selalu mendapat nilai yang paling rendah di


antara kelas lain,bukahkan itu mengejutkan di tambah hugungan mereka dulu tak


terlalu dekat.


‘’Bisa dong.’’Kata bu Susi bangga.


‘’Sudah-sudah,sebaiknya kita pergi acaranya sebentar lagi di


mulai.’’Kata Angga menengahi.


‘’Oh,Adel selamat yah. Semoga kalian selalu bahagia.’’Kata


Angga lalu menarik istrinya pergi dari sana.


Setelah bu Susi dan pak Angga pamit teman teman Adel juga


berpamitan pergi hingga tinggal Lili dan Tia yang menemani Adel.


‘’Gue masih enggak nyangka.’’Kata Lili yang masih enggak


percaya.


‘’Sama.’’Kata Adel yang setuju.


‘’Del,nanti e’lo kaya gitu juga kalau udah di pompa


Davian,melendung.’’Goda Tia seraya tangannya membuat bulatan di perutnya.


‘’Ihh kau ini.’’Pipi Adel merona dengan ucapan Tia.


‘’Hahaha.’’Tia dan Lili mentertawakan Adel yang malu.


‘’Hai bisa bicara sebentar.’’Kata Reina di ambang pintu.


‘’Del kami duluan yah.’’Pamit Lili lalu dia dan Tia pergi


meninggalkan mereka berdua.


‘’Kamu terlihat sangat cantik.’’Puji Reina setalah berdiri di


depan Adel.


‘’Kamu juga cantik.’’Kata Adel memuji Reina.


‘’Selamat yah,aku senang itu kamu.’’Kata Reina tulus.


‘’Hmm?’’Kata Adel tak mengerti maksud Reina.


‘’Aku senang karna Davian memilih mu bukan wanita lain untuk


jadi pendampinyanya.’’Jelas Reina.


Setelah Davian memutuskan perjodohan mereka Reina


menceritakannya pada Laura dan pertanya tentang Adel dan bagaimana Adel orangnya


lalu Laura mencerikan semua yang dia tahu tentang Adel dan dia puas


mendengarnya.


‘’Davian pria yang sangat baik,selain wajahnya yang tampan


dan otaknya yang pintar dia juga adalah pria idaman bagi semua wanita dan pria


sempurna itu telah memilih mu menjadi teman hidupnya untuk menemaninya di  sisa umurnya.’’Kata Reina.


‘’Reina.’’Kata Adel sendu,dia merasa bersalah seolah olah


telah merebut Davian dari nya terlebih mereka juga akan bertunangan tapi karna


dirinya Davian membatalkan perjodohan itu.


‘’Berbahagialah. Agar nanti aku cemburu dan ingin cepat cepat


menyusul kalian menikah.’’Kata Reina sedikit bercanda.


‘’Oke,aku akan berusaha dengan keras.’’Balas Adel sambil


tersenyum.


‘’Hei jangan berusaha dengan keras.’’Kata Reina.


‘’Aku jadi takut saat kamu bilang akan berusaha keras,apa


lagi dengan ketekunan dan kesabaran mu jika di tambah dengan kerja keras semua


orang pasti akan kalah oleh mu.’’Lanjutnya seraya tersenyum.


‘’Tentu semuanya pasti kalah.’’Kata Adel yang tersenyum juga.


‘’Sekali lagi selamat.’’Reina mengulurkan tangannya sambil


tersenyum.


‘’Terima kasih.’’Balas Adel menerima uluran tanganya dan


tersenyum tulus.

__ADS_1


AKHIRNYA SELESAI TINGGAL SATU CHAPTER LAGI TAMAT.


__ADS_2