Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
72


__ADS_3

Adel terus saja memikirkan


perkataan Davian semalam, dia merasa sangat gugup dengan hasil ujian meski dia


tahu dia pasti tidak akan mungkin bisa mendapatkan A di ujian.


‘’Sudahlah biarkan semua berjalan apa


adanya.’’Adel menarik nafas mencoba menenangkan diri.


Adel menghadap cermin utuk


terakhir dan memeriksa penampilannya lagi sebelum turun kebawah.


‘’Adel kamu tidak sarapan


nak?’’Tanya Tomi melihat anak gadisnya yang sedang memasukkan sarapannya ke


dalam kotak.


‘’Adel sarapannya di kampus aja


ayah.’’Kata Adel yang sedang mempersiapkan bekalnya.


‘’Ayah Adel berangkat yah.’’Kata


Adel yang sudah selesai.


Setelah berpamitan Adel berangkat


ke kampus dengan naik bis,Adel semakin jadi gelisah sesampainya di kampus .


Adel pergi ke taman tempat biasa dia,Lili dan Tia berkumpul untuk merilexkan


dirinya.


‘’Percuma juga gue mikirin itu


lebih baik makan biar ada tenaga saat melihat hasil ujian.’’Kata Adel dan


mengeluarkan bekalnya memakannya dengan lahap.


‘’Adel.’’Panggil Satria yang


menghampiri Adel.


‘’Rajin banget e’lo pagi –pagi


sudah di kampus.’’Kata Satria.


‘’Kak Satria juga pagi –pagi sudah


di kampus.’’Balas Adel.


‘’Ada tugas yang harus gue


kerjakan mangkanya gue datang pagi –pagi,kalau elo ngapain?’’Kata Satria dan


duduk di samping Adel.


‘’Udah sarapan,mau sarapan bersama


kebetulan saya bawa lebih.’’Kata Adel menggalihkan pertanyaan Satria, karna tadi


pikirannya sedang kacau jadi dia terlalu banyak membawa bekalnya dan dia tidak


mungkin menghabiskannya.


‘’Wah boleh!gue emang belum sempat


sarapan maklum anak kost san,Terima kasih.’’Satria mengambil satu roti isi Adel


dan memakannya.


‘’Saya baru tahu kalau kak Satria


itu ngekost.’’kata Adel sambil menuangkan teh ulong pada gelas kecil dan


memberikannya pada Satria.


‘’Iyah gue sama Kevin dan Sam itu


ngekost dan tinggal bersama.’’Kata Satria dan menerima teh yang di beri Adel.


‘’Sam siapa itu?’’Tanya Adel.


‘’Ah….e’lo belum tahu yah?Sam itu


satu Angkatan dengan gue,Marsel dan Kevin dia juga anggota tim basket lebih


tepatnya wakil tapi sekarang dia sedang cuti pulang ke Bandung.’’Jelas Satria.


‘’Kalau gitu gue pergi ,terima


kasih untuk sarapannya lain kali gue bakal trektir e’lo.’’Satria bangun dari


duduknya.


‘’Oh…..Jangan lupa nanti sore kita


sudah mulai latihan lagi beritahu anggota jenior yang lain juga.’’Kata Satria


lalu pergi.


‘’iyah .’’Kata Adel.


Adel memegang kertas hasil ujian


dia memejamkan matanya sambil menarik nafas berusaha memenangkan hatinya yang


berdebar.


‘Apa pun hasilnya, gue sudah


berusaha.’Pikir Adel.


Perlahan –lahan dia membuka


matanya dan betapa terkejutnya dirinya saat melihat hasil ujiannya sampai tak berkedip.


‘’Adel bagaimana hasil ujian


e’lo.’’Tanya Tia lalu melihat kertas milik Adel.


‘’E’lo dapat B semua


Del,hebat.’’Teriak Tia yang terkejut membuat Adel tersadar.


‘’Iyah gue juga enggak


percaya.’’kata Adel.


‘’Tapi karna gue cuman dapat B


bukan A berarti ……yah sudahlah.’’Lanjut Adel sendu.


‘’Sabar yah Del,e’lo pasti bisa


dapat yang lebih baik.’’Hibur Tia.


‘’Hm.’’Balas Adel.


Karna jam ke dua kosong Adel dan


Tia memutuskan ke kantin dan disana dia melihat  Lili yang sedang bersama Diki makan bakso

__ADS_1


setalah memesan makanan mereka menghampiri Lili.


‘’Tumben kalian makan berdua  satu meja.’’Tanya Tia heran.


‘’Jujur sama gue sebenarnya kalian


punya hubungan apa?’’Tambah Tia.


‘’Kami tidak ada hubungan apa –apa


.’’Kata Lili.


‘’Tapi kalian mencurigakan,iyahkan


Del!’’Kata Tia.


‘’Benar,gue juga penasaran.’’Kata


Adel setuju.


‘’Bukannya hari ini hasil ujian


sudah keluar.’’Kata Diki yang tak perduli dengan kecurigaan mereka.


‘’Bagaimana hasil ujian e’lo


Adel?’’Tanya Diki.


‘’Jangan mengalihkan


pembicaraan.’’Teriak Tia.


‘’Gue enggak mengalihkan


pembicaraan,lagian pertanyaan kalian sudah di jawab Lili.’’Kata Diki.


‘’Gue enggak percaya.’’Kata Tia


tegas.


‘’Itu terserah e’lo.’’Kata Diki.


‘’Hmp.’’Tia mendengus sebal.


‘’E’lo dapat berapa Del.’’Tanya


Lili yang juga penasaran dia tahu betapa kerasnya Adel belajar supaya


mendapatkan nilai A.


Adel mengambil lipatan kertas  yang dia simpan di sakunya dan menyerahkannya


pada Lili,setelah menerima lipatan kertas itu Lili dan Diki saling memandang


sebelum membukanya.


‘Kenapa gue  jadi gugup begini.’Batin mereka berdua.


‘’Adel,e’lo dapat B semua.’’Tanya


Lili yang tidak percaya.


‘’Hebat!’’Kata Lili.


‘’Enggak nyangka gue hasilnya


bakal sebagus ini,berarti usaha e’lo enggak sia –sia dong.’’Lanjut Lili


‘’E’lo hebat Del,gue enggak


nyangka kalau e’lo serius ternyata bisa juga yah.’’Kata Diki.


‘’Hm.’’Adel hanya tersenyum sendu.


Lili dan Diki tahu maksud Adel


‘’Adel ,elo di suruh kak Satria ke


ruangan klub.’’Kata Toni yang menghampiri mereka.


‘’Mau ngapain?’’Tanya Adel.


‘’Entah,gue enggak tahu.’’Kata


Toni menggangkat bahunya.


‘’ya sudah yah.’’Lanjutnya,lalu


pergi setelah menyampaikannya.


‘’Yah sudah gue ke klub dulu.’’Kata


Adel.


‘’Iyah.’’Kata Tia dan Lili.


Adel bangun dan pergi meninggalkan


kantin menuju ruang  klub basket,Tia yang


penasaran bertanya pada Diki.


‘’E’lo tahu  enggak  Adel di panggil untuk apa?’’Tanya Tia pada Diki.


‘’Mana gue tahu Toni aja yang


memberi pesan enggak tahu  apa lagi


gue.’’Kata Diki.


‘’E’lo itu kan anggota inti masa


enggak tahu enggak guna amat si e’lo.’’kata Tia ketus


‘’Sebenarnya ada dendam apa e’lo


sama gue,hah.’’Kata Diki yang kesal.


‘’Enggak ada tuh.’’Jawab Tia acuh.


‘’Terus kenapa  e’lo seperti memojokan kan gue terus dari


tadi.’’Kata Diki.


‘’Kata siapa?e’lo aja yang


baperan.’’Kata Tia acuh.


‘’ Tuhkan!’’Kata Diki menunjuk


Tia.


‘’Bisa diam enggak sih kalian


berdua kalau tidak gue nikahin aja.’’Kata Lili yang kesal.


‘’OGAH.’’Teriak Diki dan Tia


bersama.


‘’ogah amat gue nikah dengan anak


gajah kaya dia.’’Kata Diki.


‘’Apa lo bilang?’’Kata Tia marah.

__ADS_1


‘’Anak gajah,mau apa?’’Tantang


Diki.


Perempatan muncul di dahi Tia dia


mengepalkan tangannya dan memukul mukul punggung Diki.


‘’Aww…..aduh –duh,tolong ada anak


gajah ngamukkkk.’’Kata Diki berusaha menggindari pukulan Tia.


Lili merasa jengah dengan kelakuan


dua temannya itu kemudian pergi meninggalkan kantin,Diki melihat Lili pergi.


‘’Lili tungu.’’Teriak Diki yang


berlari mengerjar Lili.


‘’Woy Diki sialan tunggu lo.’’kata


Tia dan menyusul Diki.


Tok tok tok….Ckrek


‘’Kak Satria memanggil ku.’’Tanya


Adel menghampiri Satria.


‘’Iyah.’’Jawab Satria.


‘’Ada perlu apa?’’Kata Adel.


‘’Itu,gue mau nyuruh e’lo


mengambil seragam  baru untuk tim basket


ini alamat tokonya.’’Kata Satria sambil menyerahkan selembar kertas.


‘’Seragam baru.’’Tanya Adel


‘’Hm untuk di pakai saat


kejuaraan.’’Kata Satria.


‘’Kok saya baru tahu soal ini.’’Tanya Adel lagi,sebagai menejer dia mestinya yang pertama di pertama di beritahu.


‘’Gue juga baru tahu tadi pagi


saat pak Gunawan menyuruh gue mengambil seragamnya.’’Kata Satria.


‘’Katanya sih pak Gunawan menyuruh


Laura untuk membuat seragam baru pas di puncak.’’tambahnya.


‘’Laura?’’Kata Adel sinis.


‘’Iyah dia yang mendisen dan memesannya


dan sekarang katanya sekarang sudah jadi.’’Kata Satria yang tidak menyadari


raut wajah Adel yang kecewa.


‘’Lalu kenapa tidak meminta Laura


saja yang mengambilnya.’’Kata Adel sedikit kesal.


‘’Yang menejer tim basketkan e’lo,


bukannya Laura.’’Kata Satria.


‘’Terus kenapa dia yang ………’’Adel


berteriak.


‘’Sudahlah!’’Adel tak melanjutkannya,karna dia tahu itu percuma saja.


Adel pergi meninggalkan Satria


tanpa pamit karna masih kesal Adel juga menutup pintunya dengan keras membuat


Satria kaget begitu pun kevin dan Marsel yang akan masuk.


BLAAMMMM


‘’Astaga.’’Kata Satria sambil


mengelus dadanya.


‘’Kenapa dengan Adel?’’Tanya


Marsel yang sudah masuk.


‘’E’lo apakan dia sampai marah


gitu.’’Tanya Kevin.


‘’Gue enggak apa-apain dia.’’Jawab


Satria.


‘’Gue cuman nyuruh dia mengambil


seragam baru untuk kita pakai pas ternamen ,itu saja.’’Lanjut Satria.


‘’Kita punya seragam baru.’’Kata


Marsel.


‘’Iyah,pas di puncak  pak Gunawan meminta Laura untuk membuat


seragam baru dan sekarang baru jadi.’’Kata Satria.


‘’Kenapa pak Gunawan menyuruh


Laura  bukan Adel.’’Tanya Marsel.


‘’Mana gue tahu.’’Satria


mengangkat bahunya.


‘’Pantesan dia marah ,sebagai


menejer dia seharusnya di libatkan soal itu.’’Kata Kevin.


‘’Karna biar bagaimana pun Adel


itu menejer kita meski dia ceroboh dan tidak bisa andalkan.’’Tambah Kevin.


‘’E’lo itu mau membelanya apa


mengejeknya sih?’’Tanya Marsel.


‘’Sebenarnya Adel itu baik dan


terkadang bisa diandalkan di saat di butuhkan.’’Kata Marsel


‘’Gue tahu itu,gue juga baru di


beritahu tadi pagi sama pak Gunawan.’’Kata Satria.


Adel  menggerutu di sepanjang jalan karna dia merasa


tak di hargai sebagai menejer, setelah agak tenang dia merasa aneh seperti ada

__ADS_1


yang mengintp dia melilik ke kanan dan kiri tapi tak melihat siapa siapa lalu


tiba tiba ada yang memegang pundaknya membuat Adel tersentak kaget.


__ADS_2