
Adel terus saja memikirkan
perkataan Davian semalam, dia merasa sangat gugup dengan hasil ujian meski dia
tahu dia pasti tidak akan mungkin bisa mendapatkan A di ujian.
‘’Sudahlah biarkan semua berjalan apa
adanya.’’Adel menarik nafas mencoba menenangkan diri.
Adel menghadap cermin utuk
terakhir dan memeriksa penampilannya lagi sebelum turun kebawah.
‘’Adel kamu tidak sarapan
nak?’’Tanya Tomi melihat anak gadisnya yang sedang memasukkan sarapannya ke
dalam kotak.
‘’Adel sarapannya di kampus aja
ayah.’’Kata Adel yang sedang mempersiapkan bekalnya.
‘’Ayah Adel berangkat yah.’’Kata
Adel yang sudah selesai.
Setelah berpamitan Adel berangkat
ke kampus dengan naik bis,Adel semakin jadi gelisah sesampainya di kampus .
Adel pergi ke taman tempat biasa dia,Lili dan Tia berkumpul untuk merilexkan
dirinya.
‘’Percuma juga gue mikirin itu
lebih baik makan biar ada tenaga saat melihat hasil ujian.’’Kata Adel dan
mengeluarkan bekalnya memakannya dengan lahap.
‘’Adel.’’Panggil Satria yang
menghampiri Adel.
‘’Rajin banget e’lo pagi –pagi
sudah di kampus.’’Kata Satria.
‘’Kak Satria juga pagi –pagi sudah
di kampus.’’Balas Adel.
‘’Ada tugas yang harus gue
kerjakan mangkanya gue datang pagi –pagi,kalau elo ngapain?’’Kata Satria dan
duduk di samping Adel.
‘’Udah sarapan,mau sarapan bersama
kebetulan saya bawa lebih.’’Kata Adel menggalihkan pertanyaan Satria, karna tadi
pikirannya sedang kacau jadi dia terlalu banyak membawa bekalnya dan dia tidak
mungkin menghabiskannya.
‘’Wah boleh!gue emang belum sempat
sarapan maklum anak kost san,Terima kasih.’’Satria mengambil satu roti isi Adel
dan memakannya.
‘’Saya baru tahu kalau kak Satria
itu ngekost.’’kata Adel sambil menuangkan teh ulong pada gelas kecil dan
memberikannya pada Satria.
‘’Iyah gue sama Kevin dan Sam itu
ngekost dan tinggal bersama.’’Kata Satria dan menerima teh yang di beri Adel.
‘’Sam siapa itu?’’Tanya Adel.
‘’Ah….e’lo belum tahu yah?Sam itu
satu Angkatan dengan gue,Marsel dan Kevin dia juga anggota tim basket lebih
tepatnya wakil tapi sekarang dia sedang cuti pulang ke Bandung.’’Jelas Satria.
‘’Kalau gitu gue pergi ,terima
kasih untuk sarapannya lain kali gue bakal trektir e’lo.’’Satria bangun dari
duduknya.
‘’Oh…..Jangan lupa nanti sore kita
sudah mulai latihan lagi beritahu anggota jenior yang lain juga.’’Kata Satria
lalu pergi.
‘’iyah .’’Kata Adel.
Adel memegang kertas hasil ujian
dia memejamkan matanya sambil menarik nafas berusaha memenangkan hatinya yang
berdebar.
‘Apa pun hasilnya, gue sudah
berusaha.’Pikir Adel.
Perlahan –lahan dia membuka
matanya dan betapa terkejutnya dirinya saat melihat hasil ujiannya sampai tak berkedip.
‘’Adel bagaimana hasil ujian
e’lo.’’Tanya Tia lalu melihat kertas milik Adel.
‘’E’lo dapat B semua
Del,hebat.’’Teriak Tia yang terkejut membuat Adel tersadar.
‘’Iyah gue juga enggak
percaya.’’kata Adel.
‘’Tapi karna gue cuman dapat B
bukan A berarti ……yah sudahlah.’’Lanjut Adel sendu.
‘’Sabar yah Del,e’lo pasti bisa
dapat yang lebih baik.’’Hibur Tia.
‘’Hm.’’Balas Adel.
Karna jam ke dua kosong Adel dan
Tia memutuskan ke kantin dan disana dia melihat Lili yang sedang bersama Diki makan bakso
__ADS_1
setalah memesan makanan mereka menghampiri Lili.
‘’Tumben kalian makan berdua satu meja.’’Tanya Tia heran.
‘’Jujur sama gue sebenarnya kalian
punya hubungan apa?’’Tambah Tia.
‘’Kami tidak ada hubungan apa –apa
.’’Kata Lili.
‘’Tapi kalian mencurigakan,iyahkan
Del!’’Kata Tia.
‘’Benar,gue juga penasaran.’’Kata
Adel setuju.
‘’Bukannya hari ini hasil ujian
sudah keluar.’’Kata Diki yang tak perduli dengan kecurigaan mereka.
‘’Bagaimana hasil ujian e’lo
Adel?’’Tanya Diki.
‘’Jangan mengalihkan
pembicaraan.’’Teriak Tia.
‘’Gue enggak mengalihkan
pembicaraan,lagian pertanyaan kalian sudah di jawab Lili.’’Kata Diki.
‘’Gue enggak percaya.’’Kata Tia
tegas.
‘’Itu terserah e’lo.’’Kata Diki.
‘’Hmp.’’Tia mendengus sebal.
‘’E’lo dapat berapa Del.’’Tanya
Lili yang juga penasaran dia tahu betapa kerasnya Adel belajar supaya
mendapatkan nilai A.
Adel mengambil lipatan kertas yang dia simpan di sakunya dan menyerahkannya
pada Lili,setelah menerima lipatan kertas itu Lili dan Diki saling memandang
sebelum membukanya.
‘Kenapa gue jadi gugup begini.’Batin mereka berdua.
‘’Adel,e’lo dapat B semua.’’Tanya
Lili yang tidak percaya.
‘’Hebat!’’Kata Lili.
‘’Enggak nyangka gue hasilnya
bakal sebagus ini,berarti usaha e’lo enggak sia –sia dong.’’Lanjut Lili
‘’E’lo hebat Del,gue enggak
nyangka kalau e’lo serius ternyata bisa juga yah.’’Kata Diki.
‘’Hm.’’Adel hanya tersenyum sendu.
Lili dan Diki tahu maksud Adel
‘’Adel ,elo di suruh kak Satria ke
ruangan klub.’’Kata Toni yang menghampiri mereka.
‘’Mau ngapain?’’Tanya Adel.
‘’Entah,gue enggak tahu.’’Kata
Toni menggangkat bahunya.
‘’ya sudah yah.’’Lanjutnya,lalu
pergi setelah menyampaikannya.
‘’Yah sudah gue ke klub dulu.’’Kata
Adel.
‘’Iyah.’’Kata Tia dan Lili.
Adel bangun dan pergi meninggalkan
kantin menuju ruang klub basket,Tia yang
penasaran bertanya pada Diki.
‘’E’lo tahu enggak Adel di panggil untuk apa?’’Tanya Tia pada Diki.
‘’Mana gue tahu Toni aja yang
memberi pesan enggak tahu apa lagi
gue.’’Kata Diki.
‘’E’lo itu kan anggota inti masa
enggak tahu enggak guna amat si e’lo.’’kata Tia ketus
‘’Sebenarnya ada dendam apa e’lo
sama gue,hah.’’Kata Diki yang kesal.
‘’Enggak ada tuh.’’Jawab Tia acuh.
‘’Terus kenapa e’lo seperti memojokan kan gue terus dari
tadi.’’Kata Diki.
‘’Kata siapa?e’lo aja yang
baperan.’’Kata Tia acuh.
‘’ Tuhkan!’’Kata Diki menunjuk
Tia.
‘’Bisa diam enggak sih kalian
berdua kalau tidak gue nikahin aja.’’Kata Lili yang kesal.
‘’OGAH.’’Teriak Diki dan Tia
bersama.
‘’ogah amat gue nikah dengan anak
gajah kaya dia.’’Kata Diki.
‘’Apa lo bilang?’’Kata Tia marah.
__ADS_1
‘’Anak gajah,mau apa?’’Tantang
Diki.
Perempatan muncul di dahi Tia dia
mengepalkan tangannya dan memukul mukul punggung Diki.
‘’Aww…..aduh –duh,tolong ada anak
gajah ngamukkkk.’’Kata Diki berusaha menggindari pukulan Tia.
Lili merasa jengah dengan kelakuan
dua temannya itu kemudian pergi meninggalkan kantin,Diki melihat Lili pergi.
‘’Lili tungu.’’Teriak Diki yang
berlari mengerjar Lili.
‘’Woy Diki sialan tunggu lo.’’kata
Tia dan menyusul Diki.
Tok tok tok….Ckrek
‘’Kak Satria memanggil ku.’’Tanya
Adel menghampiri Satria.
‘’Iyah.’’Jawab Satria.
‘’Ada perlu apa?’’Kata Adel.
‘’Itu,gue mau nyuruh e’lo
mengambil seragam baru untuk tim basket
ini alamat tokonya.’’Kata Satria sambil menyerahkan selembar kertas.
‘’Seragam baru.’’Tanya Adel
‘’Hm untuk di pakai saat
kejuaraan.’’Kata Satria.
‘’Kok saya baru tahu soal ini.’’Tanya Adel lagi,sebagai menejer dia mestinya yang pertama di pertama di beritahu.
‘’Gue juga baru tahu tadi pagi
saat pak Gunawan menyuruh gue mengambil seragamnya.’’Kata Satria.
‘’Katanya sih pak Gunawan menyuruh
Laura untuk membuat seragam baru pas di puncak.’’tambahnya.
‘’Laura?’’Kata Adel sinis.
‘’Iyah dia yang mendisen dan memesannya
dan sekarang katanya sekarang sudah jadi.’’Kata Satria yang tidak menyadari
raut wajah Adel yang kecewa.
‘’Lalu kenapa tidak meminta Laura
saja yang mengambilnya.’’Kata Adel sedikit kesal.
‘’Yang menejer tim basketkan e’lo,
bukannya Laura.’’Kata Satria.
‘’Terus kenapa dia yang ………’’Adel
berteriak.
‘’Sudahlah!’’Adel tak melanjutkannya,karna dia tahu itu percuma saja.
Adel pergi meninggalkan Satria
tanpa pamit karna masih kesal Adel juga menutup pintunya dengan keras membuat
Satria kaget begitu pun kevin dan Marsel yang akan masuk.
BLAAMMMM
‘’Astaga.’’Kata Satria sambil
mengelus dadanya.
‘’Kenapa dengan Adel?’’Tanya
Marsel yang sudah masuk.
‘’E’lo apakan dia sampai marah
gitu.’’Tanya Kevin.
‘’Gue enggak apa-apain dia.’’Jawab
Satria.
‘’Gue cuman nyuruh dia mengambil
seragam baru untuk kita pakai pas ternamen ,itu saja.’’Lanjut Satria.
‘’Kita punya seragam baru.’’Kata
Marsel.
‘’Iyah,pas di puncak pak Gunawan meminta Laura untuk membuat
seragam baru dan sekarang baru jadi.’’Kata Satria.
‘’Kenapa pak Gunawan menyuruh
Laura bukan Adel.’’Tanya Marsel.
‘’Mana gue tahu.’’Satria
mengangkat bahunya.
‘’Pantesan dia marah ,sebagai
menejer dia seharusnya di libatkan soal itu.’’Kata Kevin.
‘’Karna biar bagaimana pun Adel
itu menejer kita meski dia ceroboh dan tidak bisa andalkan.’’Tambah Kevin.
‘’E’lo itu mau membelanya apa
mengejeknya sih?’’Tanya Marsel.
‘’Sebenarnya Adel itu baik dan
terkadang bisa diandalkan di saat di butuhkan.’’Kata Marsel
‘’Gue tahu itu,gue juga baru di
beritahu tadi pagi sama pak Gunawan.’’Kata Satria.
Adel menggerutu di sepanjang jalan karna dia merasa
tak di hargai sebagai menejer, setelah agak tenang dia merasa aneh seperti ada
__ADS_1
yang mengintp dia melilik ke kanan dan kiri tapi tak melihat siapa siapa lalu
tiba tiba ada yang memegang pundaknya membuat Adel tersentak kaget.