
‘’Del,bagaimana dengan hasil ujian e’lo kemarin?’’ Tanya
Lili.
‘’Hah…Gagal.’’Kata Adel
Adel ,Tia dan Lili sedang berada di taman kampus,tempat biasa
mereka berkumpul.
‘’Sabar yah!bagaimana
kalau kembali kejurusan menejemen lagi?.’’Kata Tia seraya mengusap punggung
tangan Adel.
‘’Lagian e’lo belum keluar cuman cuti.’’Lanjutnya,Adel
berbalik menatap Tia mendengar ucapannya.
‘’Cuti?’’Tanya Adel bingung.
‘Kok cuti,bukannya gue udah menyerahkan surat kepindahan
yah.’Pikir Adel.
‘’Iyah cuti, e’lo salah buat surat laporan.’’Jawab Tia.
‘’Yang bener?’’Tanya Adel terkejut.
‘’Hm,gue enggak sengaja lihat pas gue di suruh ke ruangan buk
Tita.’’Jelas Tia.
‘’Gue setuju sama Tia del mending e’lo kejurusan lama e’lo
aja jangan nantang otak, kasihan.’’Kata Fadli ikut bicara.
Adel dan Lili menoleh kebelakang melihat siapa yang
berbicara.
‘’Sejak kapan e’lo di sini?’’Tanya Adel yang baru
menyadarinya.
‘’Astaga Adel,gue sejak tadi udah duduk di sini sebelum
kalian datang.’’Kata Fadli kesal menolah ke belakang.
‘’Pfffmm.’’Tia menahan tawanya melihat raut kesal Fadli,karna
dia duduk menghadap Adel dan Lili dia sudah menyadari ke beradaan Fadli yang
duduk di belang mereka.
‘’Kalau mau ketawa lepaskan saja jangan di tahan.’’Kata Fadli sabal pada Tia.
Fadli pindah duduk di depan di samping Tia.
‘’Ngapain e’lo duduk di sini.’’Kata Tia mengusir.
‘’Biar enggak di sangka jin sama teman e’lo.’’Jawab Fadli.
‘’Kok gue baru ngadar yah!’’Kata Adel .
‘’Apaan?’’Tanya Lili bingung.
‘’Kalian nyembunyiin sesuatu dari gue?’’Tanya Adel
‘’Enggak! Kita enggak menyembunyikan apa apa dari
e’lo.’’Jawab Lili.
‘’Iyah,perasaan enggak ada apa apa.’’Kata Tia membenarkan
ucapan Lili,karna mereka merasa tidak menyembunyikan apa apa.
‘’Enggak,gue yakin ada yang aneh sama kalian.’’Kata Adel.
‘’Apaan sil Del ,gue enggak mengerti maksud e’lo?’’Tanya Tia
bingung.
‘’Maksud gue itu e’lo sama dia.’’Adel menunjuk Tia dan Fadli.
‘’Lalu e’lo sama Diki.’’Kata Adel seraya melihat Lili.
‘’Kenapa dengan kami? Perasaan kami enggak menyembunyikan apa
pun.’’Kata Fadli bingung.
‘’Ya,aneh aja! Apa lagi Diki sama Lili.’’Kata Adel.
‘’Aneh apa sih Del jangan bertele tele,langsung saja jangan
bikin gue bingung.’’Kata Lili.
‘’Biasanya kan kalau pergi kalian itu selalu berdua,tapi
kemarin pas gue ujian kalian datangnya misah.’’Jelas Adel.
‘’Elo sama Diki terus Tia sama Fadli,kan aneh!.’’Lanjutnya.
‘’Noh,dia datang pagi pagi ke rumah gue merusak liburan indah
gue dan minta di amterin untuk menyemangati e’lo.’’Kata Fadli menunjuk Tia.
‘’Pagi pagi pala e’lo,lagian ibu lo bilang lo itu cuman
tiduran doang,yah karna gue baik hari jadi gue ngajak e’lo pergi jalan jalan.’’Kata
Tia membela diri.
__ADS_1
‘’Lagian juga kalau bukan karna Lili mau pergi sama Diki,gue
juga ogah minta dianterin sama e’lo.’’Lanjutnya.
‘’Ya,ya,ogah tapi tiap hari nebeng mulu.’’Kata Fadli pelan.
‘’Apa e’lo bilang!.’’Kata Tia sewot.
‘’Sayang!’’Panggil seseorang.
‘’Siapa yang e’lo panggil sayang Dik?’’Tanya Fadli saat
mendenger suara Diki di sampingnya memanggil sayang.
‘’Pacar gue lah,masa pacar orang.’’Kata Diki.
‘’Siapa?’’Tanya Tia,Fadli dan Adel bersamaan.
‘’Tuh,yang sedang duduk cantik di dekat lo Del.’’Tunjuk Diki
sambil tersenyum,Lili melototi Diki dan Diki hanya tersenyum menanggapi
pelototan kekasihnya.
‘’LILI.’’Teriak ketiganya.
‘’JELASKAN!’’Kata Tia dan Adel.
‘’Benar kami sudah jadian beberapa hari yang lalu.’’Kata Lili
tersipu.
‘’Sorry,rencana gue mau cerita pas masuk kuliah.’’Lanjutnya.
‘’Wih,selamat bro udah token jangan lupa pj nya.’’Kata Fadli
seraya merangkul dahu Diki.
‘’Thank you ,tenang aja ! nanti gue traktir pas istirahat.’’Jawab
Diki.
‘’Asiyk! Makan gratis ,gue bilang yang lain.’’Fadli segera
mengirim pesan pada Candra,Denis,Reno serta Rendy.
Dan untuk Davian Fadli pikir nanti Diki juga akan mengajaknya
jadi dia tidak mengabarinya.
‘’Selamat yah Lili!’’Tia dan Adel memeluk Lili.
‘’Akhirnya temen gue enggak akan pacaran lagi sama Tabletnya
dan bisa juga merasakan indahnya cinta tidak hanya bisa menggambarnya
saja,huhuhu.’’Kata Tia lebay.
melepaskan masa jomblonya.’’Kata Adel.
‘’Terima kasih.’’Balas Lili tersenyum manis.
‘’Dan Tia enggak usah lebay e’lo,lo itu nggak mungkin bisa
ngeluarin jurus air mata buaya.’’Kata Lili kesal.
‘’Peke ini Tia.’’Fadli menyerahkan obat tetes mata.
‘’Biar apdol.’’Tambahnya.
‘’Ngapain e’lo bawa obat tetes mata Fad.’’Tanya Tia.
‘’E’lo lupa gue kan anggota klub renang,jadi yah ini selalu
gue bawa.’’Jawab Fadli.
‘’Udah dramanya udah waktunya masuk.’’Diki membawa Lili
pergi.
‘’Bukannya Diki udah pindah jurusan? Kenapa malah menark Lili
pergi kan gedungnya jurusannya udah beda .’’Tanya Adel.
‘’Tahu! Itu kan urusan mereka.’’Jawab Tia.
‘’Mereka masih kasmaran ,bunga bunga cintanya masih
bertebaran jadi mau nempel mulu kaya prangko.’’Kata Fadli sinis.
‘’Kenapa kalian ngeliatin gue kaya gitu?’’Tanya Fadli melihat
Adel dan Tia melihat dirinya dengan tatap menjengkelkan.
‘’E’lo iri yah.’’Kata Tia dan Adel bersama.
‘’Enggak! Ngapain iri coba,iri itu Cuma untuk orang pengecut
yang tak percaya dengan dirinya sendiri.’’Kata Fadli.
‘’Ayo pergi.’’Fadli menarik tangan Tia.
‘’Woy!’’Teriak Tia yang tak terima karna Fadli main tarik
saja.
Melihat teman temannya di tarik cowok masing masing Adel
hanya menarik nafasnya menatap kepergian mereka dengan nanar.
‘’Hahhh….Nah sekarang gue harus apa?’’Kata Adel memikirkan
langkah apa yang akan dia ambil untuk selanjutnya.
__ADS_1
……
‘’Pak bisa lebih cepat.’’ Perintah Marselo pada sopirnya.
‘’Baik pak.’’Jawabnya.
Sopir itu pun melajukan mobilnya lenih cepat seperti perintah taunnya.
‘’Pak lebih cepat lagi ,saya harus segera menghadiri miting
10 menit lagi.’’ Perintah Marselo cemas.
‘’Iyah pak ini sudah sangat cepat.’’Jawabnya.
Tiba tiba ada sepeda motor yang menyalib mobil mereka.
‘’Astaga…’’Teriak nya.
‘’Dasar pengendara motor main nyalib nyalib aja enggak sayang
nyawa apa.’’Keluh pak Doni supir Marselo.
‘’Sudah lah pak jangan di pedulikan.’’Kata Marselo yang terus
melihat jam tangannya.
Pak Doni mengangguki perkataan tuannya dia mulai mempercepat
lajunya karna melihat tuannya semakin gelisah.
‘’PAK AWAASSS.’’Teriak Merselo.
Pak Doni membating stir kekiri untuk menghindari motor yang
tadi menyalib mereka yang terjatuh.
Karna laju mobil mereka cepat mereka tidak bisa mengerem
mendadak alhasil pak Doni terpaksa membanting stirnya namun naas mobil tidak
terkendali hingga menabrak pohon.
BRAAAKK
‘’Ahhh…..ada kecelakaan.’’
‘’Cepat panggil ambulan.’’
‘’Cepat tolong,kasihan orang di dalamnya.’’
Orang orang menghampiri mobil Marselo,mereka mengeluarkan
Marselo dan pak Doni dari mobil.
Karna benturan yang sangat keras menyebabkan mereka tak
sadarkan diri serta pendarahan yang sangat parah.
Tak lama kemudian ambulan datang Marselo dan pak Doni segera
di bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan segera.
….
Marisa yang sedang minum teh tiba tiba tangannya tergelincir
terjatuh dan pecah berkeping keping.
Praaangg
‘’Ya ampun,ada apa ini kenapa perasaan ku tidak enak yah.’’Kata
Marisa cemas,dia membereskan pecahan gelas yang pecah.
Cras
‘’Aww.’’Tangan Marisa terkena sepihan gelas.
Tut …tut…tut..
Marisa berdiri menghampiri telepon rumahnya yang bordering.
‘’Halo,kediaman Pratama ada yang bisa di bantu.’’Kata Marisa.
‘’Dengan istri pak Marselo Pratama.’’Kata di sebrang telepon.
‘’Benar saya sendiri,ada apa yah.’’Jawab Marisa ,entak kenapa
hatinya terasa tak enak.
‘’Begini bu ,pak Marselo mengalami kecelakaan mobil dan
sekarang beliau ada di rumah sakit.’’Katanya.
Jeder
‘’A-apaa?’’Kaki nya sudah melemas,tangannya memegang meja
telepon untuk menopang tubuhnya.
‘’Su-suami saja kecelakaan.’’Tanyanya, air matanya sudah
mengarir.
‘’Benar,sekarang beliau di rumah sakit xxx.’’
‘’Tidak..tidak mungkin.’’
Brug
Marisa menjatuhkan diri tubuhnya tidak mampu menopang karna
syok mendengar kabar suaminya mengalami kecelakaan.
__ADS_1