
Setelah Davian mengucapkan ijab qobul ,Adel di giring oleh
Lili dan Tia menuju aula setelah sampai Tomi mengulurkan tangannya pada
putrinya dan di sambut oleh Adel.
Pasangan ayah dan anak itu berjalan menuju Davian yang duduk
di depan penghulu, dengan taburan kelopak bunga mawar yang Lili dan Tia lempar
mengiringi Adel dan Tomi lalu menyerahkan tangan Adel pada Davian yang di
sambut oleh Davian.
‘’Saya serahkan putri saya pada mu,tolong jaga dan bahagiakan
dia.’’Kata Tomi ketika menyerahkan tangan Adel pada Davian.
‘’Kalau kamu sudah tidak sanggup lagi untuk menjaganya tolong kembali kan dia pada saya segera jangan
kamu sakiti dia.’’Lanjutnya.
Mata Adel berkaca kaca mendengar apa yang ayahnya katakan.
‘’Saya berjanji akan selalu membahagiakannya,menjaga dan
membimbingnya.’’Kata Davian bersungguh sungguh lalu membantu mendudukan Adel di kursi sebelahnya.
Sebenarnya Adel sangat ingin prosesi pernikahannya sama
seperti di drama drama Korea namun karna perbedaan agama jadi tidak mungkin
bisa.
Lalu Lili memberikan ide saat ketika Davian selesai mengucap
kan ijab qobul, Adel akan di tuntun menuju
aula untuk tukeran cincin dan tanda tangan, lalu Tomi ayahnya akan menyambutnya
di depan pintu aula dan menggandeng tangan Adel berjalan menuju Davian lalu
Lili dan Tia akan menaburi langkahnya dengan kelopak bunga seperti di drama
drama Korea dan mereka semua menetujui ide Lili bahkan Marisa sangat antusias.
Setelah Adel duduk dan menandatangani buku nikah,Daniel
berjalan menghampiri Davian dan Adel sambil membawa nampan yang di hiasi bunga
yang berisi kan cincin pernikahan kakaknya .
‘’Jangan sampai menjatuh kan cincinya.’’Bisik Daniel di
telinga Adel saat menyerahkannya.
Adel bertambah gugup mendengar ucapan Daniel, sebenarnya dari
saat Adel berjalan bersama ayahnya dia sudah gugup tangannya bahkan sampai
gemeter dan sekarang Daniel malah berbicara seperti itu membuatnya semakin
cemas.
‘Daniel sialan,dia malah membuat ku tambah gugup saja.’Batin
Adel menjerit sebal.
Davian mengambil satu cincin yang berukuran lebih kecil lalu
memasangkannya di jari manis Adel. Kemudian Adel mengambil cincin yang satunya
tapi karna terlalu gugup tangannya gemeter dan menjatuhkan cincinnya.
Kretang
Cincin yang akan di pakaikan pada Davian menggelinding,
mereka kelinpungan mencar nya untungnya cincinnya berhenti di depan Tia.
para tamu dan teman
teman Adel menutup mulut menahan tawa melihatnya ,inginnya tertawa keras tapi
merasa kasihan dengan mempelai perempuannya yang sudah memerah di kedua pipinya.
Adel meringis malu apa lagi dengan tatapan Davian yang membuatnya
bertambah ciut, rasa ingin mencari tempat untuk bersembunyi saja.
Davian menghela nafas dengan kecerobohan Adel, Daniel,Satria
dan Tia menepuk dahi mereka.
‘’Sudah di bilang jangan di jatuhkan malah beneran di
jatuhkan. ’’Kata Daniel pelan, Marisa menepuk lengan Daniel pelan menegurnya.
Tia mengembalikan cincinnya pada Adel.
‘’Terima kasih.’’Kata Adel pelan sambil tersenyum canggung.
‘’Tak bisakah sehari ini saja tidak bertindak ceroboh.’’ Kata
Davian pelan.
‘’Diamlah,kamu tidak tahu betapa gugup dan malunya aku
sekarang,bukannya nenangin malah mengejek.’’ Kata Adel kesal namun pelan.
‘’Suami enggak ada ahlak.’’Gumam Adel yang hanya bisa di
dengar olehnya.
Secinta dan sesayang sayangnya Adel pada Davian dia akan mengumpatinya juga kalau
kepalang kesal seperti sekarang.
‘’Sekarang mempelai perempuannya mencium tangan mempelai pria
dan mempelai pria mencium kening mempelai perempuan.’’Kata pak penghulu.
‘’Ingat yah di kening jangan di bibir ,kalau itu nanti saja
__ADS_1
di kamar.’’Tegur pak penghulu dengan bercanda serta menggoda pasangan penganti
yang ada di depannya.
Kedua pipi Adel bersemu merah mendengar perkataan pak
penghulu,Satria dan yang lainnya tertawa dan menggoda Davian dan Adel.
Adel mengambil tangan kanan Davian dan menciumnya begitu pun
Davian mencium kening Adel cukup lama sebelum melepaskannya.
‘’Sekarang kalian sudah sah menjadi sepasang suami istri.’’Kata
pak penghulu.
Semua tamu bertepuk tangan dan memberikan ucapan selamat.
……
Setelah insiden cincin pernikahan yang jatuh tadi siang yang
membuat Adel ingin bersembunyi ke dalam lubang saking malu itu. Kini Adel dan
Davian sedang berdiri di pelaminan.
Adel mengenakan gaun berwarna biru langit yang dulu di
berikan Davian sementara Davian mengenakan taxedo yang senada dengan gaun milik
Adel.
Mereka menyalami para tamu undangan yang hadir di pesta
resepsi pernikahan mereka untuk memberi ucapan selamat.
‘’Terima kasih .’’Kata
Adel dan Davian sambil tersenyum pada kolega perusahaan Marselo.
‘’Hah lelahnya,dari tadi tersenyum melulu.’’Keluh Adel
setelah para kolega Davian pergi.
‘’Apa masih banyak?’’Tanya Adel lesu,dia sudah lelah dari
tadi berdiri terus menerima ucapan dari tamu Marselo belum lagi kenalan Marisa
dan beberapa rekan kerja ayahnya.
‘’Sebenarnya berapa banyak undangan yang papa dan mama undang
sih?’’Tanya Adel lagi.
‘’Entahlah! Sabar saja kamu tahu sendirikan tahu kelakuan
mama bagaimana. ’’Kata Davian.
Sejujurnya dia juga sudah lelah,bibirnya sakit dari tadi
tersenyum terus.
‘’Adelll.’’ Teriak Lili dan Tia naik ke pelaminan lalu
‘’Sekali lagi selamat yah.’’Kata Lili.
‘’Wah…e’lo cantik bangat Del.’’Kata Tia memuji penampilan
Adel.
‘’Terima kasih yah .’’Balas Adel.
‘’Kenapa tuh muka? Senyum kali , kesannya e’lo kaya di paksa
nikah aja.’’Kata Diki yang berada di belakang Lili ketika melihat wajah datar
Davian.
‘’Tahu e’lo,orang kalau nikah itu wajahnya senang, bahagia
gitu, ini malah datar.’’Kata Fadli berdiri di samping Diki.
namun Davian tidak menanggapi ucapan Fadli dan Diki,dia
sangat lelah dan sedang tak ingin adu bacot dengan mereka terutama dengan Diki dia
sangat malas, mangkanya dia mendatarkan wajahnya ketika melihat mereka akan
naik kepelaminan.
‘’Del jangan lupa di pakai hadiah yang dari kita saat malam
pertama nanti.’’Bisik Tia menggoda Adel.
‘’Yakk.’’Teriak Adel sebal dan malu.
‘’Hahaha.’’Lili dan Tia mentertawakan raut wajah Adel yang
merona malu.
‘’Apa si Reno belum datang?dari tadi gue enggak
melihatnya.’’Tanya Fadli.
‘’Bukannya di udah duluan ke sini,tadi gue ke rumahnya
sebelum menjemput Lili kata ibunya Reno udah pergi.’’Kata Diki heran.
‘’Tadi dia udah kesini bareng Cika .’’Kata Adel menjawab
pertanyaan Fadli.
‘’Cika? Siapa?’’Tanya Tia bingung dan penasaran.
‘’Cewek yang sedang mencoba pdkt dengan Reno.’’Jawab Adel.
‘’Darimana e’lo tahu itu.’’Tanya Tia lagi.
‘’Karna aku yang menjodohkan mereka.’’Jawab Adel
‘’Aku tidak mau kalau Reno terus menerus menunggu ku dan
nantinya malah membuatnya menyesal di kemudian hari saat orang yang mau dekat
__ADS_1
dengannya menyerah dan memilih orang lain.’’Lanjutnya.
Tanpa mereka semua sadari Andreas berjalan menaiki panggung
pelaminan.
‘’Delia,Davian selamat atas pernikahan kalian.’’Kata Andreas
mengagetkan Adel dan teman temannya.
‘’Semoga kamu selalu di beri kebahagia’an.’’Lanjutnya seraya
mengulurkan tangan pada Adel.
‘’Terima kasih kak Andreas.’’Adel membalas uluran tangan
Andreas sambil tersenyum.
‘’Aku senang kak Andreas mau datang kemari. ’’Lanjutnya.
‘’Aku juga akan berdo’a untuk kebahagian kak Andreas,semoga
cepat menemukan pengganti ku yang lebih baik dari ku.’’Kata Adel tulus.
Andreas hanya tersenyum membalas ucapan Adel lalu melepaskan
tangannya dan menghadap Davian.
‘’Kau terlihat bahagia ,ku perhatikan dari tadi siang kau
tersenyum sangat lebar terus.’’Kata
Andreas.
‘’Tentu dan Sepertinya senior sangat antusias untuk datang
sampai sampai penampilan senior terlihat sangat menawan malam ini.’’Kata Davian
sambil tersenyum.
Namun bagi mereka yang peka ucapan Davian terdengar seperti sindiran
walau di ucapkan dengan ramah.
‘’Tentu aku harus semenawan mungkin agar tidak kalah dengan
tokoh utama,kamu harus hati hati agar Delia tidak berpaling pada ku dan berubah
pikiran untuk bersama mu.’’Balas Andreas ramah.
‘’Mungkin saja aku membawa Delia kabur.’’Lanjutnya.
‘’Haha,silahkan jika senior mampu.’’Balas Davian walau
terdengar ramah namun mata Davian menatap Andreas tajam.
‘’Stt,apa kita perlu menghentikan mereka. ’’Tanya Fadli
berbisik pada Diki ketika suasana mulai dingin.
‘’Untuk apa,biarkan saja! Lagian kapan lagi bisa melihat
drama yang seru begini. ’’Kata Diki yang serius melihat pembicaraan antara
Davian dan Andreas dengan senyum jahil.
‘’Baiklah jangan menatap saya seperti itu,tenang saja saya
tidak akan melakukan hal itu….Tapi…’’Kata Andreas yang menjeda ucapannya dengan
raut wajah yang serius.
‘’Jangan lupa dengan apa yang pernah saya ucapkan waktu itu
saya serius akan melakukannya jika kau membuat Delia menangis.’’Lanjutnya.
‘’Tentu aku selalu ingat kata kata senior.’’Kata Davian
serius.
‘’baguslah,selamat atas pernikahan kalian.’’Andreas menjabat
tangan Davian lalu pamit pada Adel dan meninggalkan mereka.
Tia,Lili,Fadli dan Diki juga langsung pamit setelah Andreas
pergi.
Adel memandang Davian dengan binar bahagia ,dia sangat sangat
bahagia akhirnya bisa menikah dengan Davian cinta pertama nya,laki laki yang
berhasil mencuri hatinya pada pandangan pertama dan cintanya semakin besar selama Adel mencintai Davian 4 tahun ini.
‘’I LOVE YOU.’’Bisik Adel di telinga Davian sambil tersenyum
manis.
‘’Aku sangat bahagia karna cinta pertama ku menjadi suami
ku.’’Kata Adel.
Davian menatap Adel penuh kasih lalu tersenyum,menarik
tengkuk leher Adel dan menciumnya lembut dan penuh cinta, Adel menutup matanya
menikmati ciuman yang di berikan pria yang siang tadi sudah sah menjadi
suaminya.
Teman teman Adel dan keluarga Davian tersenyum melihat Davian
dan Adel yang berciuman mereka ikut bahagia atas kebahagian Adel dan Davian.
TAMAT
AHKIRNYA TAMAT
JUGA,UNTUK KALIAN YANG SUDAH MAU MEMBACA CERITA SAYA TAK JELAS INI SAYA UCAPKAN
TERIMA KASIH SEBANYAK BANYAKNYA MAAF KALAU AKHIRNYA TAK MEMUASKAN.
BONUS,TADINYA MAU FATO ADEL SAMA DAVIAN YANG PAS RESEPSI TAPI KUOTA ENGGAK CUKUP UNTUK MENCARINYA JADI YANG ADA DI GARERI AJA.
__ADS_1