
Keesokan paginya seluruh anggota tim basket sudah berkumpul
di halaman depan kampus bahkan Laura pun sudah ada di sana,kemarin Satria
mengajak Laura dan di setujui olehnya.
Hanya satu orang yang belum datang ke kampus mereka semua
sedang menunggunya untuk segera berangkat menyusul pak Gunawan yang sudah berangkat
duluan.
‘’Sudah di bilang jangan sampai telat ini malah belum datang
datang juga .’’Kata Satria kesal menunggu Adel yang belum datang.
‘’Kita Tinggal saja dari pada ke sorean nanti jalanannya
macet .’’Kata Kevin,karna biasanya kalau libur itu macet kalau ke puncak.
‘’Pak Gunawan juga pasti sudah menunggu
kita.’’Tambahnya,Satria memegang dagunya memikirkan perkataan temannya.
‘’Kapten tunggu sebentar lagi Adel pasti bakalan
datang.’’Kata Reno supaya Adel tidak di tinggal.
‘’Ya sudah kita tunggu lima menit lagi kalau dia tidak
datang dalam lima menit kita tinggal.’’Putus Satria,biar bagaimana pun dia
butuh Adel untuk mengurus keperluan mereka saat latihan.
Adel berlari menyeret kopernya menghampiri Satria dan anggota lainnya yang
sudah berkumpul dia mempercepat larinya saat melihat Satria menatapnya tajam.
Saat Satria akan menyuruh teman temannya masuk bis karna
waktu lima menit hampir habis, dia melihat Adel yang berlari ke arahnya dia
menatap kesal ke arahnya.
‘’Maaf senior saya telat tadi di jalannya macet.’’Kata Adel
saat sudah sampai di hadapan Satria sambil mengatur nafasnya.
‘’Alasan,Laura saja yang bukan anggota klub datang tepat
waktu dan lo yang anggota malah terlambat.’’ Kata Satria yang kesal dan memuji
Laura.
‘’Lo tau kita sudah menunggu lo selama 1 jam.’’Kata Satria
sambil menatapnya tajam.
‘’Maaf.’’Kata Adel ,dia menundukan kepalanya takut.
‘’Karna lo telat lo harus memasak untuk kita semua selama
pelatihan,ini sebagai hukuman lo karna telat.’’Kata Satria.
‘’Hah.’’Adel kaget,diakan tak bisa masak malah disuruh
masak.
‘’Tapi senior….’’Sebelum Adel memprotes Satria memotongnya.
‘’Enggak ada bantahan.’’Kata Satria tegas.
‘’Semuanya cepat naik kita akan segera berangkat
sekarang.’’Teriak Satria,teman temannya segera naik bis begitu pun dengan Adel.
Adel duduk di dekat jendela bersama Reno Davian duduk di
sebelah Adel bersama Laura di belakangnya ada Diki dan Rendi.Adel melirik Davian
yang sedang beerbicara dengan Laura lalu memalingkan wajahnya ke jendela
memejamkan matanya.
‘Gimana ini gue kan enggak bisa masak ,yang bisa gue
masakkan cuman masak air,mie instan sama nasi goreng dan ayam goreng cuman itu
doang.’Pikir Adel.
Adel yang lelah habis berlari tampa sadar sudah
tertidur,Reno yang ingin menawarkan Adel air melihat Adel yang lelap tertidur
memindahkan kepala Adel ke bahunya agar lebih nyaman.
Davian melihat Adel yang tertidur di bahu Reno mendengus tak
suka Laura memperhatikan raut muka Davian yang berubah walau sebentar melihat
ke arah pandangan Davian dia melihat Adel terlihat lelah sedang tidur di bahu
Reno.
Bis yang di tumpangi Adel dan yang lainnya melaju meninggalkan
__ADS_1
kampus,beberapa jam kemudian mereka sudah berada di tempat yang akan menjadi tempat
latihan tim basket,sesampainya di sana pak Gunawan menunggu dan menyuruh mereka
untuk langsung ke lapangan untungnya Adel sudah tidur di bis jadi tenaganya
sudah pulih.
…………
‘’Aduh mau masak apa nih?’’Kata Adel binggung,dia sedang
berada di dapur untuk memasak makan malam sebagai hukuan karna telat tadi.
‘’Lo sedang apa lama amat,ini sudah waktunya kita
latihan.’’Kata Davian di pintu dapur.
‘’Davian……bantuin.’’Kata Adel dengan tatapan anak anjing
minta di pungut.
‘’ Tidak,Ini kan hukuman buat lo.’’kata Davian datar.
‘’Pliss Katanya mau latihan biar bisa cepat latihannya.’’Kata Adel memelas.
‘’Gue janji deh, bakal lakuin apa pun kemauan lo.’’Kata Adel
lagi tapi Davian tetap diam.
Merasa tidak di tanggapi Davian Adel menunduk bergumam dan
mengeluarkan hp untuk menghubungi seseorang.
‘’Apa gue minta Reno aja yah buat bantui gue?’’Guman Adel
tapi masih bisa di dengar Davian.
Davian berjalan menuju Adel dan mengambil alih pisau yang
sejak tadi di pegang Adel,karna Davian tiba tiba mengambil pisaunya Adel
terkejut.
‘’Apa semua sayurannya sudah di cuci.’’Tanya Davian sambil
memasang epron.
‘’Hah.’’
‘’Sudah semuanya sudah di cuci bersih.’’Jawab Adel yang
telah kembali sadar.
masak seperti wortel,tomat dan yang lainya dia juga mengiris bawang Bombay,cabe
serta sodara tiri yang selalu membuat nangis dan selalu ribut….eh maksudnya
bawang merah dan bawang putih hehehe,maaf enggak jelas.
‘’Adel ambilin minyak wijen.’’Kata Davian yang sedang
mengaduk ngaduk sayuran di mangkuk untuk membuat salad.
‘’Minyak wijen….minyak wijen.’’Adel mencari minyak wijen di
lemari.
‘’Ini.’’setelah ketemu Adel menuangkannya ke mangkuk.
‘’Stop…..stop…stop.’’Kata Davian menatap Adel dan menjauhkan
botolnya karna Adel menuangnya kebanyakan.
‘’Cabe bubuk.’’Kata Davian lagi
Adel mencari di lemari tapi tidak ada lalu ke bawah meja
dapur takut di marahi lagi Adel menyerahkannya pada Davian.
‘’Tuangkan .’’Perintah Davian,Adel menuangkan nya.
‘’Stop lo bisa enggak sih ,ini kebanyakan.’’Kata Davian.
‘’Sebenarnya selama ini apa yang e’lo pelajari dari mama
sampai menuangkan bumbu saja tidak bisa.’’Kata Davian pedas.
Davain tau selama tinggal di rumahnya Adel berusaha dengan
keras untuk belajar memasak dan membuat kue untuk dirinya dari mamanya.
‘’Maaf.’’Kata Adel menyesal karna belum bisa melakukannya
pada hal Marisa sudah berusaha mengajarinya dengan sabar tampa mengeluh sedikit
pun.
Davian melihat Adel yang terlihat sedih dia mengacak ngacak
rambutnya sedikit menghela nafas dia tidak bermaksud membuat Adel sedih dia
hanya mengatakan fakta agar gadis itu lebih berusaha lagi ke depannya.
‘’ Makanannya sudah jadi semua,tinggal di tata di meja dan
__ADS_1
panggil yang lainnya.’’Kata Davian setelah semua makanannya siap dia menepuk
pucuk kepala Adel entah untuk memberi semangat atau meminta maaf pada Adel.
Mendapat perlakuan seperti itu membuat Adel terkejut
sekaligus senang,dia langsung memngambil makanan yang di piring dan menatanya
di atas meja setelah selesai Adel pergi memanggil yang lain untuk makan malam.
‘Kenapa lo melakukan itu sih Davian?kalau begini bagaimana
gue bisa membuang perasaan gue ke e’lo?’Batin Adel yang masih ke pikiran soal
tadi.
‘E’lo curang Davian.’Teriak Adel di dalam hati lalu lari ke
tempat semua anggota tim basket berada.
‘’Semuanya, makan malam sudah siap.’’Kata Adel sesampainya
di tempat teman temannya.
‘’Oh akhirnya gue sudah lapar.’’Kata Marsel.
‘’Akhirnya gue bisa mencicipi masakan yang di buat
Adel.’’Kata Reno senang dan berlari menuju ruang makan.
‘’Oke semuanya ayo kita ke ruang makan.’’Seru Satria pada
anggota timnya.
‘’Ayo cepat nanti ke buru Reno menghabiskan semua
makanannya.’’Kata Diki berdiri dan pergi menyusul Reno anggota lainnya pun
segera menuju ruang makan.
Reno yang sangat bersemangat karna akan menjadi orang
pertama yang makan masakan Adel di kejutkan dengan keberadaan Davian yang sudah
duduk duluan dengan piring berisi makanan di depannya.
‘’Sedang apa lo di sini?’’Tanya Reno gagal sudah menjadi
orang pertama yang mencicipi masakan Adel.
‘’Makan.’’Jawab Davian singkat,Reno merutuki tertanyaan
konyolnya.
‘’Kenapa lo bisa berada duluan di ruang makan.’’Tanya Reno
lagi,namun Satria dan yang lainnya ke buru datang.
‘’Davian lo udah di sini.’’Tanya Satria yang baru datang
melihat Davian sedang makan.
‘’Jangan jangan lo sudah enggak sabar yah mau makan masakan
Adel.’’Goda Diki dan mendapat tatapan super tajam dari Davian membuat dia dan
yang lain meriding .
‘’Su…sudah sudah mending kita duduk dan segera makan ke buru
dingin.’’Kata Satria gugup pada teman temannya sebenarnya dia juga dibuat
merinding tapi karna dia seorang kapten dia harus menjaga wibawanya di depan
anggotanya terlebih di sini ada Laura juga jadi dia harus terlihat keren.
Mereka pun segera duduk di kursi Diki mengambil kursi dekat
Davian dia tau untuk saat ini pasti tidak ada yang mau duduk di dekat Davian
jadi dia berkorban untuk duduk di samping Davian.
OH YAH SEKALIAN SAYA
MAU MEMBERITAU MUNGKIN UNTUK BEBERAPA HARI KE DEPAN SAYA ENGGAK AKAN UPDAT
DULU,SOALNYA OM SAYA MAU HAJATAN JADI MAU BANTU BANTU DULU SEPUPU SAYA MAU
NIKAHAN PADAHAL DIA ITU USIANYA CUMA BEDA DUA TAHUN LEBIH DARI ADIK SAYA TAPI
SUDAH MAU NIKAH TAPI SAYA YANG SUDAH TUA GINI BELUM JUGA NIKAH NIKAH,JANGANKAN
NIKAH PACAR AJA BELUM PUNYA HAH…NASIB
NASIB.GINI NIH PUNYA WAJAH JELEK ENGGK ADA YANG MAU,EH TAPI SAYA BELUM TUA TUA
AMAT YAH USIA SAYA BARU KEPALA DUA TAPI TIGA TAUN LAGI KEPALA TIGA HEHEHEHE.
OKE LUPAKAN CURHATAN
SAYA YANG KAGA JELAS ITU INTINYA SAYA ENGGAK AKAN UPDET DULU JADI SELAMAT
MEMBACA CHAPTER TERAKHIR YANG SAYA TULIS, BERCANDA MASIH DI LANJUT KOK SAMPAI
TAMAT BAY BAY TERIMA KASIH UDAH MEMBACA TULISAN SAYA YANG ENGGAK JELAS INI.
__ADS_1