Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
48


__ADS_3

Keesokan paginya seluruh anggota tim basket sudah berkumpul


di halaman depan kampus bahkan Laura pun sudah ada di sana,kemarin Satria


mengajak Laura dan di setujui olehnya.


Hanya satu orang yang belum datang ke kampus mereka semua


sedang menunggunya untuk segera berangkat menyusul pak Gunawan yang sudah berangkat


duluan.


‘’Sudah di bilang jangan sampai telat ini malah belum datang


datang juga .’’Kata Satria kesal menunggu Adel yang belum datang.


‘’Kita Tinggal saja dari pada ke sorean nanti jalanannya


macet .’’Kata Kevin,karna biasanya kalau libur itu macet kalau ke puncak.


‘’Pak Gunawan juga pasti sudah menunggu


kita.’’Tambahnya,Satria memegang dagunya memikirkan perkataan temannya.


‘’Kapten tunggu sebentar lagi Adel pasti bakalan


datang.’’Kata Reno supaya Adel tidak di tinggal.


‘’Ya sudah kita tunggu lima menit lagi kalau dia tidak


datang dalam lima menit kita tinggal.’’Putus Satria,biar bagaimana pun dia


butuh Adel untuk mengurus keperluan mereka saat latihan.


Adel berlari menyeret kopernya  menghampiri Satria dan anggota lainnya yang


sudah berkumpul dia mempercepat larinya saat melihat Satria menatapnya tajam.


Saat Satria akan menyuruh teman temannya masuk bis karna


waktu lima menit hampir habis, dia melihat Adel yang berlari ke arahnya dia


menatap kesal ke arahnya.


‘’Maaf senior saya telat tadi di jalannya macet.’’Kata Adel


saat sudah sampai di hadapan Satria sambil mengatur nafasnya.


‘’Alasan,Laura saja yang bukan anggota klub datang tepat


waktu dan lo yang anggota malah terlambat.’’ Kata Satria yang kesal dan memuji


Laura.


‘’Lo tau kita sudah menunggu lo selama 1 jam.’’Kata Satria


sambil menatapnya tajam.


‘’Maaf.’’Kata Adel ,dia menundukan kepalanya takut.


‘’Karna lo telat lo harus memasak untuk kita semua selama


pelatihan,ini sebagai hukuman lo karna telat.’’Kata Satria.


‘’Hah.’’Adel kaget,diakan tak bisa masak malah disuruh


masak.


‘’Tapi senior….’’Sebelum Adel memprotes Satria memotongnya.


‘’Enggak ada bantahan.’’Kata Satria tegas.


‘’Semuanya cepat naik kita akan segera berangkat


sekarang.’’Teriak Satria,teman temannya segera naik bis begitu pun dengan Adel.


Adel duduk di dekat jendela bersama Reno Davian duduk di


sebelah Adel bersama Laura di belakangnya ada Diki dan Rendi.Adel melirik Davian


yang sedang beerbicara dengan Laura lalu memalingkan wajahnya ke jendela


memejamkan matanya.


‘Gimana ini gue kan enggak bisa masak ,yang bisa gue


masakkan cuman masak air,mie instan sama nasi goreng dan ayam goreng cuman itu


doang.’Pikir Adel.


Adel yang lelah habis berlari tampa sadar sudah


tertidur,Reno yang ingin menawarkan Adel air melihat Adel yang lelap tertidur


memindahkan kepala Adel ke bahunya agar lebih nyaman.


Davian melihat Adel yang tertidur di bahu Reno mendengus tak


suka Laura memperhatikan raut muka Davian yang berubah walau sebentar melihat


ke arah pandangan Davian dia melihat Adel terlihat lelah sedang tidur di bahu


Reno.


Bis yang di tumpangi Adel dan yang lainnya melaju meninggalkan

__ADS_1


kampus,beberapa jam kemudian mereka  sudah berada di tempat yang akan menjadi tempat


latihan tim basket,sesampainya di sana pak Gunawan menunggu dan menyuruh mereka


untuk langsung ke lapangan untungnya Adel sudah tidur di bis jadi tenaganya


sudah pulih.


…………


‘’Aduh mau masak apa nih?’’Kata Adel binggung,dia sedang


berada di dapur untuk memasak makan malam sebagai hukuan karna telat tadi.


‘’Lo sedang apa lama amat,ini sudah waktunya kita


latihan.’’Kata Davian di pintu dapur.


‘’Davian……bantuin.’’Kata Adel dengan tatapan anak anjing


minta di pungut.


‘’ Tidak,Ini kan hukuman buat lo.’’kata Davian datar.


‘’Pliss Katanya mau latihan biar bisa cepat  latihannya.’’Kata Adel memelas.


‘’Gue janji deh, bakal lakuin apa pun kemauan lo.’’Kata Adel


lagi  tapi Davian tetap diam.


Merasa tidak di tanggapi Davian Adel menunduk bergumam dan


mengeluarkan hp untuk menghubungi seseorang.


‘’Apa gue minta Reno aja yah buat bantui gue?’’Guman Adel


tapi masih bisa di dengar Davian.


Davian berjalan menuju Adel dan mengambil alih pisau yang


sejak tadi di pegang Adel,karna Davian tiba tiba mengambil pisaunya Adel


terkejut.


‘’Apa semua sayurannya sudah di cuci.’’Tanya Davian sambil


memasang epron.


‘’Hah.’’


‘’Sudah semuanya sudah di cuci bersih.’’Jawab Adel yang


telah kembali sadar.


masak seperti wortel,tomat dan yang lainya dia juga mengiris bawang Bombay,cabe


serta sodara tiri yang selalu membuat nangis dan selalu ribut….eh maksudnya


bawang merah dan bawang putih hehehe,maaf enggak jelas.


‘’Adel ambilin minyak wijen.’’Kata Davian yang sedang


mengaduk ngaduk sayuran di mangkuk untuk membuat salad.


‘’Minyak wijen….minyak wijen.’’Adel mencari minyak wijen di


lemari.


‘’Ini.’’setelah ketemu Adel menuangkannya ke mangkuk.


‘’Stop…..stop…stop.’’Kata Davian menatap Adel dan menjauhkan


botolnya karna Adel menuangnya kebanyakan.


‘’Cabe bubuk.’’Kata Davian lagi


Adel mencari di lemari tapi tidak ada lalu ke bawah meja


dapur takut di marahi lagi Adel menyerahkannya pada Davian.


‘’Tuangkan .’’Perintah Davian,Adel menuangkan nya.


‘’Stop lo bisa enggak sih ,ini kebanyakan.’’Kata Davian.


‘’Sebenarnya selama ini apa yang e’lo pelajari dari mama


sampai menuangkan bumbu saja tidak bisa.’’Kata Davian pedas.


Davain tau selama tinggal di rumahnya Adel berusaha dengan


keras untuk belajar memasak dan membuat kue untuk dirinya dari mamanya.


‘’Maaf.’’Kata Adel menyesal karna belum bisa melakukannya


pada hal Marisa sudah berusaha mengajarinya dengan sabar tampa mengeluh sedikit


pun.


Davian melihat Adel yang terlihat sedih dia mengacak ngacak


rambutnya sedikit menghela nafas dia tidak bermaksud membuat Adel sedih dia


hanya mengatakan fakta agar gadis itu lebih berusaha lagi ke depannya.


‘’ Makanannya sudah jadi semua,tinggal di tata di meja dan

__ADS_1


panggil yang lainnya.’’Kata Davian setelah semua makanannya siap dia menepuk


pucuk kepala Adel entah untuk memberi semangat atau meminta maaf pada Adel.


Mendapat perlakuan seperti itu membuat Adel terkejut


sekaligus senang,dia langsung memngambil makanan yang di piring dan menatanya


di atas meja setelah selesai Adel pergi  memanggil yang lain untuk makan malam.


‘Kenapa lo melakukan itu sih Davian?kalau begini bagaimana


gue bisa membuang perasaan gue ke e’lo?’Batin Adel yang masih ke pikiran soal


tadi.


‘E’lo curang Davian.’Teriak Adel di dalam hati lalu lari ke


tempat semua anggota tim basket  berada.


‘’Semuanya, makan malam sudah siap.’’Kata Adel sesampainya


di tempat teman temannya.


‘’Oh akhirnya gue sudah lapar.’’Kata Marsel.


‘’Akhirnya gue bisa mencicipi masakan yang di buat


Adel.’’Kata Reno senang dan berlari menuju ruang makan.


‘’Oke semuanya ayo kita ke ruang makan.’’Seru Satria pada


anggota timnya.


‘’Ayo cepat nanti ke buru Reno menghabiskan semua


makanannya.’’Kata Diki berdiri dan pergi menyusul Reno anggota lainnya pun


segera menuju ruang makan.


Reno yang sangat bersemangat karna akan menjadi orang


pertama yang makan masakan Adel di kejutkan dengan keberadaan Davian yang sudah


duduk duluan dengan piring berisi makanan di depannya.


‘’Sedang apa lo di sini?’’Tanya Reno gagal sudah menjadi


orang pertama yang mencicipi masakan Adel.


‘’Makan.’’Jawab Davian singkat,Reno merutuki tertanyaan


konyolnya.


‘’Kenapa lo bisa berada duluan di ruang makan.’’Tanya Reno


lagi,namun Satria dan yang lainnya ke buru datang.


‘’Davian lo udah di sini.’’Tanya Satria yang baru datang


melihat Davian sedang makan.


‘’Jangan jangan lo sudah enggak sabar yah mau makan masakan


Adel.’’Goda Diki dan mendapat tatapan super tajam dari Davian membuat dia dan


yang lain meriding .


‘’Su…sudah sudah mending kita duduk dan segera makan ke buru


dingin.’’Kata Satria gugup pada teman temannya sebenarnya dia juga dibuat


merinding tapi karna dia seorang kapten dia harus menjaga wibawanya di depan


anggotanya terlebih di sini ada Laura juga jadi dia harus terlihat keren.


Mereka pun segera duduk di kursi Diki mengambil kursi dekat


Davian dia tau untuk saat ini pasti tidak ada yang mau duduk di dekat Davian


jadi dia berkorban untuk duduk di samping Davian.


OH YAH SEKALIAN SAYA


MAU MEMBERITAU MUNGKIN UNTUK BEBERAPA HARI KE DEPAN SAYA ENGGAK AKAN UPDAT


DULU,SOALNYA OM SAYA MAU HAJATAN JADI MAU BANTU BANTU DULU SEPUPU SAYA MAU


NIKAHAN PADAHAL DIA ITU USIANYA CUMA BEDA DUA TAHUN LEBIH DARI ADIK SAYA TAPI


SUDAH MAU NIKAH TAPI SAYA YANG SUDAH TUA GINI BELUM JUGA NIKAH NIKAH,JANGANKAN


NIKAH PACAR  AJA BELUM PUNYA HAH…NASIB


NASIB.GINI NIH PUNYA WAJAH JELEK ENGGK ADA YANG MAU,EH TAPI SAYA BELUM TUA TUA


AMAT YAH USIA SAYA BARU KEPALA DUA TAPI TIGA TAUN LAGI KEPALA TIGA HEHEHEHE.


OKE LUPAKAN CURHATAN


SAYA YANG KAGA JELAS ITU INTINYA SAYA ENGGAK AKAN UPDET DULU JADI SELAMAT


MEMBACA CHAPTER TERAKHIR YANG SAYA TULIS, BERCANDA MASIH DI LANJUT KOK SAMPAI


TAMAT BAY BAY TERIMA KASIH UDAH MEMBACA TULISAN SAYA YANG ENGGAK JELAS INI.

__ADS_1


__ADS_2