
Adel mengupas jeruk dan apel yang
di bawa Marisa menaruhnya di piring,lalu Adel menaruh di meja kecil di atas
ranjang Daniel.
Marisa mengajak Marselo dan Tomi
karna ada yang ingin dia bicarakan,jadi Adel sendiri bersama Daniel dan teman
sekamar Daniel karna Davian juga pergi.
‘’Lori kamu juga mau?’’Tawar Adel
pada seorang anak kecil di samping tempat tidur Daniel yang diam saja.
‘’Namanya Ruri.’’Kata Daniel
sambil mengambil apel.
‘’Oh Ruri.’’Gumam Adel.
‘’Mau, jeruk ini bagus loh banyak
vitamain C nya.’’Adel menyuapinya.
‘’Agar daya tubuhmu kuat dan bisa
cepat sembuh juga.’’Lanjut Adel.
Ruri memakan jeruk yang di beri
Adel dia tersenyum karna di perhatikan,sejujurnya dia kesepian kedua orang tua bekerja untuk biaya rumah sakit dirinya
membuat mereka jarang menemaninya.
‘’Bagaimana enak?mau lagi
Lori.’’Tawar Adel lagi saat melihat wajahnya tersenyum.
‘’Rur,namanya Ruri.’’Kata Davian
yang baru masuk.
‘’Maaf…. Ruri.’’Kata Adel.
‘’Tidak apa kok ,kak.’’Kata Ruri
dan menerima jeruknya.
‘’Ini.’’Davian menyerahkan tas dan
hp milik Adel lalu duduk di kasur samping Daniel.
‘’Eh…hp dan tas gue!kok bisa ada
di e’lo bukannya ada di rumah yah.’’Kata Adel bingung.
‘’Kapan e’lo pulang?’’Tanya Adel
‘’Semalam aku pulang untuk
mengambil pakaian ganti Daniel dan membereskan kamarnya.’’Jawab Davian mengambil
apel yang sudah di potong potong Adel.
‘’Terima kasih.’’Kata Adel dan
melanjutkan mengupas buah untuk Daniel dan Ruri serta Davian.
Di luar Marisa,Marselo dan Tomi
mengintip mereka yang terlihat seperti sebuah keluarga kecil yang terdiri dari
ayah,ibu dan kedua orang anak.
Marisa sangat senang terlebih
melihat Davian yang tersenyum walau kecil dan kalau tidak teliti tidak akan
terlihat.
‘’Mama sama papa sedang ngapain di
sana.’’Kata Davian melihat Marisa dan Marselo mengintip.
‘’Ayah.’’Kata Adel yang menengok
ke pintu setelah mendengar ucapan Davian.
Mereka masuk dengan canggung karna terpergok mengintip
,Marisa duduk di sisi lain ranjang Daniel.
‘’Kalau gitu Adel pamit yah tante
,om.’’Kata Adel.
‘’Loh,kenapa?’’Tanya Marisa.
‘’Adel ada janji sama Lili dan Tia
soalnya ada yang harus Adel kerjakan.’’Kata Adel.
‘’Baiklah hati hati!’’Kata Marisa.
‘’Iyah,tante ,om dan Daniel cepat
sembuh yah!’’Adel pamitan pada Marselo dan Marisa.
‘’Hm.’’kata Daniel.
‘’Daniel.’’Tegur Marisa.
‘’Kalau gitu Selo sampai jumpa.’’Kata
Tomi.
‘’Daniel cepat sembuh.’’Lanjutnya.
‘’Terima kasih ,om.’’Kata Daniel.
Tomi dan Adel keluar kamar Daniel
tapi sebelum keluar Adel menatap Davian yang berdiri di depan ranjang Ruri lalu
Adel menyusul Tomi yang sudah pergi duluan ,
‘’Besok yah.’’Gumam Adel setelah
menyusul ayahnya yang sudah di dalam mobil menunggu Adel.
__ADS_1
‘’Mau ayah antar atau kamu mau ke
rumah Lili nya sendiri.’’Tanya Tomi.
‘’Apa tidak merepotkan ayah kalau
mengantar Adel.’’Tanya Adel ,karna Tomi ke rumah sakit pagi pagi dan dia belum
mempersiapkan restoran untuk di buka.
‘’Tidak! ayo ayah antar.’’Kata
Tomi,Adel pun masuk mobil dan Tomi menjalankan mobil meninggalkan rumah sakit.
‘’Pah,mah Davian juga mau pergi.’’Kata
Davian menyelendang tasnya di punggungnya.
‘’Kamu hati hati di jalan.’’Kata
Marselo.
‘’Kakak mau kemana?’’Tanya Daniel.
‘’Cuman ke toko buku ada yang mau
kakak beli .’’Jawab Davian lalu pergi meninggalkan mereka.
…………..
‘’Terima kasih ,Ayah.’’Kata Adel
setelah mereka sampai di rumah Lili.
‘’Iyah,kalau gitu ayah mau buka
restoran kamu jangan main terus kamu juga jangan lupa istirahat .’’Kata
Tomi,dia tahu pasti semalam Adel tak bisa tidur nyenyak.
‘’iyah ayah Adel juga tahu.’’Balas
Adel
Adel turun dari mobil setelah
berpamitan Tomi langsung pergi ke restorannya. Adel masuk ke halaman rumah Lili
karna Adel dan Tia juga suka nginap di rumah Lili jadi semau keluarga Lili
sudah menggangap mereka seperti keluarga sendiri jadi Adel bebas keluar masuk
rumah Lili.
‘’Hay Li, lagi ngapain lo.’’Tanya
Adel di pintu yang sudah di bukanya.
‘’Astaga Adel bikin kaget
aja.’’Keluh Lili yang terkejut.
‘’Kalau mau masuk kamar orang itu
ketuk pintu dulu.’’Lanjutnya.
‘’Emang kalian juga ketuk pintu
‘’Hehe,jadi mau apa lo datang
kesini.’’Kata Lili mengalihkan topic.
‘’Cih,kebiasaan suka mengalihkan
topic.’’Kata Adel.
‘’Temani gue untuk mencari kado
yuk.’’Kata Adel yang sudah duduk di kasur Lili.
‘’Kado untuk siapa?’’Tanya Lili
‘’…..’’Saat Adel mau menjawab Lili
mendahuluinya.
‘’Jangan jangan untuk
Davian.’’Kata Lili
‘’Bukannya e’lo bilang akan melupakannya
ngapain e’lo mau memberi dia kado,kalau gitu sih sama aja dong dengan yang
kemarin- kemarin.’’Tambah Lili.
‘’Lili yang cantik ,imut kaya
marmut bisa diam dulu tunggu geu jawab .’’Kata Adel sambil mencubit kedua pipi
Lili.
‘’Sakit Adel….lepas!’’Kata
Lili,Adel pun melepaskan cubitannya.
‘’Jadi .’’Kata Lili dan tangannya
mengusap pipinya yang merah .
‘’Gue mau kasih kado buat Ruri
besok dia ualng tahun.’’Kata Adel
‘’Ruri,siapa?’’Tanya Lili
‘’Dia teman sekamar Daniel,kasiaan
deh kayanya dia itu sakit parah.’’Jawab Adel.
‘’Teman sekamar Daniel….sakit
parah,maksud lo apaan gue enggak ngerti.’’Tanya Lili binggung.
‘’Kemarin Daniel masuk rumah sakit
lalu anak yang sekamarnya itu namanya Ruri dan besok dia ulang tahun geu
berencana untuk memberi dia hadiah soalnya kaya itu dia kesepian deh.’’Jelas
Adel.
__ADS_1
‘’Daniel masuk rumah sakit.’’Tanya
Lili.
‘’Hmm.’’Adel mengangguk.
‘’Oh kalau gitu,gue mau mandi
dulu.’’Lili beranjak ke kamar mandi.
Setelah bersiap Adel dan Lili
berpamitan pada kedua orang tua Lili lalu pergi memjemput Tia untuk memcari
kado buat Ruri.
‘’Jadi mau di kasih
apa?boneka?’’Tanya Tia yang sudah di beri tahu oleh Adel tentang rencananya.
‘’Dia itu laki-laki Tia masa di
kasih boneka.’’Kata Adel.
‘’Emang umurnya berapa?’’Tanya
Lili.
‘’Seumuran dengan Daniel,gue rasa
11 mau 12.’’Kata Adel sambil menghitung umur Ruri.
‘’Gue mau kasih dia yang bisa
mememaninya kalau Daniel sudah boleh pulang.’’lanjutnya.
‘’Bagaimana kalau kita beri dia
komik atau manga.’’Kata Lili saat melihat toko buku.
‘’Boleh juga tuh Adel,kan biasanya
anak anak itu suka baca komik dan main game.’’Kata Tia yang setuju ide Lili.
‘’Kalau gitu kita ke toko buku.’’Kata
Adel.
‘’Oke kita sampai.’’Lili
menghentikan mobilnya.
Tia dan Adel melihat ke luar saat
Lili bilang sampai,tanpa banyak bicara mereka turun dan masuk ke toko buku
mencari komik yang seru.
‘’Itu Davian kan ngapain dia di
sini.’’Tanya Tia saat melihat Davian.
‘’Beli buku lah ini kan toko buku.’’Jawab
Adel yang masih asyik memilih komik.
‘’Kayanya Adel serius mau
melupakan Davian,buktinya dia tidak teralihkan seperti biasa.’’Bisik Lili pada
Tia.
‘’Iyah.’’Kata Tia.
‘’Kalian jangan hanya bisik bisik
terus cepetan bantuin gue biar cepat.’’kata Adel
‘’Setelah ini kita akan ke
supermarket untuk beli bahan bahan untuk membuat kue.’’Tambahnya.
Lili dan Tia ikut memilih komik
untuk hadiah Ruri,Davian melihat Adel yang sedang melihat lihat buku.
‘’Dia juga ke sini.’’Kata Davian.
Saat Davian akan menghampiri Adel
Rendy lebih dulu muncul di samping Adel,Davian menghentikan langkahnya lalu
berbalik pergi .
‘’Hai Del lagi cari apa?’’Tanya
Rendy.
‘’Rendy,ini gue lagi cari komik.’’Kata
Adel
‘’Kira kira e’lo bisa enggak merekomendasikan
komik yang di sukai sama anak laki laki berusia 11 tahunan.’’Tanya Adel
‘’Anak laki laki usia 11
tahun.’’Kata Rendy yang berpikir sambil memegang dagunya.
‘’Iyah bisa bantukan.’’Kata Adel.
‘’Oke gue bantu cari.’’Kata Rendy
sambil mencari di setiap rak.
‘’Bagaimana kalau yang ini?kebetulan
adik gue suka sekali dengan manga ini,yah walau usianya sudah 12 tahun.’’Kata
Rendy menyarankan buku yang dia pegang.
‘’Boleh juga.’’Kata Adel setelah
melihat –lihat.
‘’Terima kasih yah karna sudah
membantu.’’Kata Adel sambil tersenyum manis membuat Rendy merona.
‘’Sama sama.’’Kata Rendy sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.
__ADS_1