Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
69


__ADS_3

Adel mengupas jeruk dan apel yang


di bawa Marisa menaruhnya di piring,lalu Adel menaruh di meja kecil di atas


ranjang Daniel.


Marisa mengajak Marselo dan Tomi


karna ada yang ingin dia bicarakan,jadi Adel sendiri bersama Daniel dan teman


sekamar Daniel karna Davian juga pergi.


‘’Lori kamu juga mau?’’Tawar Adel


pada seorang anak kecil di samping tempat tidur Daniel yang diam saja.


‘’Namanya Ruri.’’Kata Daniel


sambil mengambil apel.


‘’Oh Ruri.’’Gumam Adel.


‘’Mau, jeruk ini bagus loh banyak


vitamain C nya.’’Adel menyuapinya.


‘’Agar daya tubuhmu kuat dan bisa


cepat sembuh juga.’’Lanjut Adel.


Ruri memakan jeruk yang di beri


Adel dia tersenyum karna di perhatikan,sejujurnya dia kesepian kedua orang  tua bekerja untuk biaya rumah sakit dirinya


membuat mereka jarang menemaninya.


‘’Bagaimana enak?mau lagi


Lori.’’Tawar Adel lagi saat melihat wajahnya tersenyum.


‘’Rur,namanya Ruri.’’Kata Davian


yang baru masuk.


‘’Maaf…. Ruri.’’Kata Adel.


‘’Tidak apa kok ,kak.’’Kata Ruri


dan menerima jeruknya.


‘’Ini.’’Davian menyerahkan tas dan


hp milik Adel lalu duduk di kasur samping Daniel.


‘’Eh…hp dan tas gue!kok bisa ada


di e’lo bukannya ada di rumah yah.’’Kata Adel bingung.


‘’Kapan e’lo pulang?’’Tanya Adel


‘’Semalam aku pulang untuk


mengambil pakaian ganti Daniel dan membereskan kamarnya.’’Jawab Davian mengambil


apel yang sudah di potong potong Adel.


‘’Terima kasih.’’Kata Adel dan


melanjutkan mengupas buah untuk Daniel dan Ruri serta Davian.


Di luar Marisa,Marselo dan Tomi


mengintip mereka yang terlihat seperti sebuah keluarga kecil yang terdiri dari


ayah,ibu dan kedua orang anak.


Marisa sangat senang terlebih


melihat Davian yang tersenyum walau kecil dan kalau tidak teliti tidak akan


terlihat.


‘’Mama sama papa sedang ngapain di


sana.’’Kata Davian melihat Marisa dan Marselo mengintip.


‘’Ayah.’’Kata Adel yang menengok


ke pintu setelah mendengar ucapan Davian.


Mereka masuk  dengan canggung karna terpergok mengintip


,Marisa duduk di sisi lain ranjang Daniel.


‘’Kalau gitu Adel pamit yah tante


,om.’’Kata Adel.


‘’Loh,kenapa?’’Tanya Marisa.


‘’Adel ada janji sama Lili dan Tia


soalnya ada yang harus Adel kerjakan.’’Kata Adel.


‘’Baiklah hati hati!’’Kata Marisa.


‘’Iyah,tante ,om dan Daniel cepat


sembuh yah!’’Adel pamitan pada Marselo dan Marisa.


‘’Hm.’’kata Daniel.


‘’Daniel.’’Tegur Marisa.


‘’Kalau gitu Selo sampai jumpa.’’Kata


Tomi.


‘’Daniel cepat sembuh.’’Lanjutnya.


‘’Terima kasih ,om.’’Kata Daniel.


Tomi dan Adel keluar kamar Daniel


tapi sebelum keluar Adel menatap Davian yang berdiri di depan ranjang Ruri lalu


Adel menyusul Tomi yang sudah pergi duluan ,


‘’Besok yah.’’Gumam Adel setelah


menyusul ayahnya yang sudah di dalam mobil menunggu Adel.

__ADS_1


‘’Mau ayah antar atau kamu mau ke


rumah Lili nya sendiri.’’Tanya Tomi.


‘’Apa tidak merepotkan ayah kalau


mengantar Adel.’’Tanya Adel ,karna Tomi ke rumah sakit pagi pagi dan dia belum


mempersiapkan restoran untuk di buka.


‘’Tidak! ayo ayah antar.’’Kata


Tomi,Adel pun masuk mobil dan Tomi menjalankan mobil meninggalkan rumah sakit.


‘’Pah,mah Davian juga mau pergi.’’Kata


Davian menyelendang tasnya di punggungnya.


‘’Kamu hati hati di jalan.’’Kata


Marselo.


‘’Kakak mau kemana?’’Tanya Daniel.


‘’Cuman ke toko buku ada yang mau


kakak beli .’’Jawab Davian lalu pergi meninggalkan mereka.


…………..


‘’Terima kasih ,Ayah.’’Kata Adel


setelah mereka sampai di rumah Lili.


‘’Iyah,kalau gitu ayah mau buka


restoran kamu jangan main terus kamu juga jangan lupa istirahat .’’Kata


Tomi,dia tahu pasti semalam Adel tak bisa tidur nyenyak.


‘’iyah ayah Adel juga tahu.’’Balas


Adel


Adel turun dari mobil setelah


berpamitan Tomi langsung pergi ke restorannya. Adel masuk ke halaman rumah Lili


karna Adel dan Tia juga suka nginap di rumah Lili jadi semau keluarga Lili


sudah menggangap mereka seperti keluarga sendiri jadi Adel bebas keluar masuk


rumah Lili.


‘’Hay Li, lagi ngapain lo.’’Tanya


Adel di pintu yang sudah di bukanya.


‘’Astaga Adel bikin kaget


aja.’’Keluh Lili yang terkejut.


‘’Kalau mau masuk kamar orang itu


ketuk pintu dulu.’’Lanjutnya.


‘’Emang kalian juga ketuk pintu


‘’Hehe,jadi mau apa lo datang


kesini.’’Kata Lili mengalihkan topic.


‘’Cih,kebiasaan suka mengalihkan


topic.’’Kata Adel.


‘’Temani gue untuk mencari kado


yuk.’’Kata Adel yang sudah duduk di kasur Lili.


‘’Kado untuk siapa?’’Tanya Lili


‘’…..’’Saat Adel mau menjawab Lili


mendahuluinya.


‘’Jangan jangan untuk


Davian.’’Kata Lili


‘’Bukannya e’lo bilang akan melupakannya


ngapain e’lo mau memberi dia kado,kalau gitu sih sama aja dong dengan yang


kemarin- kemarin.’’Tambah Lili.


‘’Lili yang cantik ,imut kaya


marmut bisa diam dulu tunggu geu jawab .’’Kata Adel sambil mencubit kedua pipi


Lili.


‘’Sakit Adel….lepas!’’Kata


Lili,Adel pun melepaskan cubitannya.


‘’Jadi .’’Kata Lili dan tangannya


mengusap pipinya yang merah .


‘’Gue mau kasih kado buat Ruri


besok dia ualng tahun.’’Kata Adel


‘’Ruri,siapa?’’Tanya Lili


‘’Dia teman sekamar Daniel,kasiaan


deh kayanya dia itu sakit parah.’’Jawab Adel.


‘’Teman sekamar Daniel….sakit


parah,maksud lo apaan gue enggak ngerti.’’Tanya Lili binggung.


‘’Kemarin Daniel masuk rumah sakit


lalu anak yang sekamarnya itu namanya Ruri dan besok dia ulang tahun geu


berencana untuk memberi dia hadiah soalnya kaya itu dia kesepian deh.’’Jelas


Adel.

__ADS_1


‘’Daniel masuk rumah sakit.’’Tanya


Lili.


‘’Hmm.’’Adel mengangguk.


‘’Oh kalau gitu,gue mau mandi


dulu.’’Lili beranjak ke kamar mandi.


Setelah bersiap Adel dan Lili


berpamitan pada kedua orang tua Lili lalu pergi memjemput Tia untuk memcari


kado buat Ruri.


‘’Jadi mau di kasih


apa?boneka?’’Tanya Tia yang sudah di beri tahu oleh Adel tentang rencananya.


‘’Dia itu laki-laki Tia masa di


kasih boneka.’’Kata Adel.


‘’Emang umurnya berapa?’’Tanya


Lili.


‘’Seumuran dengan Daniel,gue rasa


11 mau 12.’’Kata Adel sambil menghitung umur Ruri.


‘’Gue mau kasih dia yang bisa


mememaninya kalau Daniel sudah boleh pulang.’’lanjutnya.


‘’Bagaimana kalau kita beri dia


komik atau manga.’’Kata Lili saat melihat toko buku.


‘’Boleh juga tuh Adel,kan biasanya


anak anak itu suka baca komik dan main game.’’Kata Tia yang setuju ide Lili.


‘’Kalau gitu kita ke toko buku.’’Kata


Adel.


‘’Oke kita sampai.’’Lili


menghentikan mobilnya.


Tia dan Adel melihat ke luar saat


Lili bilang sampai,tanpa banyak bicara mereka turun dan masuk ke toko buku


mencari komik yang seru.


‘’Itu Davian kan ngapain dia di


sini.’’Tanya Tia saat melihat Davian.


‘’Beli buku lah ini kan toko buku.’’Jawab


Adel yang masih asyik memilih komik.


‘’Kayanya Adel serius mau


melupakan Davian,buktinya dia tidak teralihkan seperti biasa.’’Bisik Lili pada


Tia.


‘’Iyah.’’Kata Tia.


‘’Kalian jangan hanya bisik bisik


terus cepetan bantuin gue biar cepat.’’kata Adel


‘’Setelah ini kita akan ke


supermarket untuk beli bahan bahan untuk membuat kue.’’Tambahnya.


Lili dan Tia ikut memilih komik


untuk hadiah Ruri,Davian melihat Adel yang sedang melihat lihat buku.


‘’Dia juga ke sini.’’Kata Davian.


Saat Davian akan menghampiri Adel


Rendy lebih dulu muncul di samping Adel,Davian menghentikan langkahnya lalu


berbalik pergi .


‘’Hai Del lagi cari apa?’’Tanya


Rendy.


‘’Rendy,ini gue lagi cari komik.’’Kata


Adel


‘’Kira kira e’lo bisa enggak merekomendasikan


komik yang di sukai sama anak laki laki berusia 11 tahunan.’’Tanya Adel


‘’Anak laki laki usia 11


tahun.’’Kata Rendy yang berpikir sambil memegang dagunya.


‘’Iyah bisa bantukan.’’Kata Adel.


‘’Oke gue bantu cari.’’Kata Rendy


sambil mencari di setiap rak.


‘’Bagaimana kalau yang ini?kebetulan


adik gue suka sekali dengan manga ini,yah walau usianya sudah 12 tahun.’’Kata


Rendy menyarankan buku yang dia pegang.


‘’Boleh juga.’’Kata Adel setelah


melihat –lihat.


‘’Terima kasih yah karna sudah


membantu.’’Kata Adel sambil tersenyum manis membuat Rendy merona.


‘’Sama sama.’’Kata Rendy  sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.

__ADS_1


__ADS_2