Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
141


__ADS_3

Adel yang masih bingung mengikuti ayahnya di belakang


berdampingan dengan Davian,sejak turun dari mobil Adel belum berkata sepatah


kata pun meski banyak pertanyaan yang ada di otaknya namun dia masih kesal dan


kecewa pada Davian.


‘’Ini….’’Kata Adel terkejut saat mereka berhenti di depan dua


makam yang Adel kenali yang bertuliskan nama orang yang Adel sayangi.


ANITA LARASATI


LERTARI WIGUNA


makam ibu dan neneknya, hanya dua karna kakeknya tidak di


makamkan di sini tapi di kampung halamannya seperti pesan terakhir beliau yang


menginginkan di makamkan di sana.


‘’Semalam Davian bertanya soal ibu dan nenek serta kakek mu,karna


ayah terlalu fokus pada rencana pernikahanmu, ayah jadi lupa mengunjungi makam


ibu dan nenek mu.’’Kata Tomi menjelaskan


‘’dan untungnya Davian mengingatkan ayah soal ini.’’Tomi


tersenyum.


Adel yang sudah mengerti mengangguk dan merasa tak enak pada


Davian serta ibu dan nenek kerena lupa mengabari soal pernikahannya.


Mereka berjongkok di depan kedua makam,Davian mengeluarkan


bunga dan sebotol air dan menaruhnya di atas makam lalu mereka berdoa.


Setelah selesai berdo’a serta menaburkan bunga,Davian


memperkenalkan diri pada ibu mertua dan nenek.


‘’Ibu…nenek….perkenalkan saya Davian menantu dan cucu menantu


kalian.’’Kata Davian.


‘’Saya anak papa Marselo dan mama Marisa,nenek pasti kenal


papa saya kan.’’Lanjutnya.


‘’Saya mau meminta restu dan do’anya pada kalian untuk


meminang anak dan cucu kalian yang cantik namun ceroboh dan pelupa ini.’’Kata


Davian.


Adel merasa bahagia saat Davian mengatakan ingin meminta


restu tapi berubah kesal saat di katain.


‘’Saya janji akan selalu menjaga dan menyanyaginya selama


saya hidup dan tak menyakitinya,saya akan membahagiakannya.’’Lanjutnya.


‘’Ibu,nenek apa saya boleh memukul Adel yang terlalu asyik


menyiapkan acara pernikahan hingga lupa memberitahu kabar bahagia ini pada


kalian.’’Davian menoleh kea rah Adel dengan senyum mengejek.


‘’Enak aja,ibu..nenek jangan di kasih izin,seharus ibu dan


nenek memarahi Davian karna tadi telah membuat ku kesal.’’Kata Adel manja


mengadu pada ibu dan nenek.


‘’Ibu ...nenek,Adel sebentar lagi akan menikah sama laki laki


yang Adel cintai,maaf yah Adel lupa mengabarin ibu sama nenek, saking


bahagianya bisa bersanding dengan laki laki yang aku sukai dan perjuangkan


selama 4 tahun ini.’’Kata Adel seraya terkekeh.


‘’Nenek,terima kasih atas kata kata yang anda kata kan pada


Adel telah membantu menyinari hidup ku yang datar walau tidak bisa membantuku


dalam menghadapi ke keras kepalaan cucuk kesayangan anda.’’Kata Davian


‘’Ck,menyebalkan.’’gumam Adel sebal di katai Davian apa lagi


di depan makam nenek dan ibunya.


‘’Menyebalkan!’’Davian menoleh kearah Adel.


‘’Hm,ti-tidak.’’Kata Adel gugup.


‘’Terima kasih.’’Adel memalingkan wajahnya.


Davian tersenyum tipis mendengarnya lalu mereka berpamitan


karna sudah menjelang sore.


Tomi yang sejak tadi mendengarkan anak dan menantunya


berbicara dengan alm.istri dan alm.ibu hanya tersenyum dan kadang tertawa saat


mereka saling mengadu.


Dia tidak ikut pulang bersama Adel dan Davian,dia brjongkok

__ADS_1


di samping makam istrinya dan mencurahkan semua beban yang selama ini dia tahan


dan sembunyikan dari putrinya.


……


Sesampainya di rumah mereka langsung pergi ke kamar,karna


Marisa sedang sibuk jadi tidak menyambut anak dan menantunya.


‘’Kaya tante Marisa enggak ada di rumah.’’Kata Adel yang tak


melihat Marisa dimana pun.


Cklek


Adel membuka pintu kamarnya.


Deg


Matanya melotot,mulutnya ternganga lebar,tidak percaya dengan


apa yang dia lihat.


‘’Apa sepingin itu aku hingga berhalusinasi gaya gini?’’Adel


mengucek matanya tak percaya.


‘’Eh,masih ada enggak hilang!’’Kata Adel lalu berjalan


mendekat dan menyentuhnya.


‘’Wah…ini benaran,bisa di pengang,berarti ini nyata


dong.’’kata Adel linglung.


Adel beralih mengambil sebuah kotak berudru berwarna merah.


‘’Cantik.’’Kata Adel mengagumi benda kecil yang melingkar


indah.


‘’Ada namanya juga.’’Katanya senang.


Hati Adel berbunga bunga senang,matanya berkaca kaca,dia


sangat gembira melihat gaun berwarn biru langit yang terlihat mempesona dan


cantik dan kebaya putih yang sangat anggun serta sepasang cincin indah yang ada


di kamarnya.


Di acara pernikahannya nanti Davian ingin agar Adel  mengenakan kebaya saat ijab qobul dan resepsi


mengenakan gaun. Jadi Davian memberikan dua gaun.


Adel mengambil selembar kertas yang ada di dekat kotak cincin


lalu membacanya.


menyukainya-Davian.


Singkat! Namun mampu membuat hatinya menghangat hanya dengan


3 kata yang di tulis Davian.


Sederhana,namun sangat berarti bagi,karna Davian yang selama


ini dia kenal tidak menyukai hal hal yang seperti ini. Dan dia benar benar


tidak percaya kalau dia mendapatkan kejutan dari Davian.


Mungkin bagi perempuan lain itu sederhana, biasa saja tidak


ada kata kata romantis seperti kejutan pada umumnya tapi bagi Adel itu sangat


istimewa.


Saking senangnya dia langsung berlari ke kamar Davian dan


membukanya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu dan menubruk,memeluk Davian.


Brug


Davian terkejut mendapat serangan tiba tiba dari Adel,tubuh


Davian menegang ketika dada Adel menempel pada perutnya yang tak memakai


sehelai benang pun. Dia baru saja selesai mandi.


‘’Terima kasih…terima kasih,aku sangat menyukainya.’’Kata


Adel yang tidak menyadari kecanggungan Davian.


‘’Del,bisa lepaskan dulu,aku belum memakai baju.’’Kata Davian


canggung.


‘’Eh…’’Adel mengangkat wajahnya ,matanya melotot saat melihat


Davian hanya mengenakan handuk saja.


Wajah Adel memerah seperti kepiting rebus lalu berbalik  sambil menutupi wajahnya dengan kedua


tangannya.


‘’Bukannya sudah terlambat yah.’’Goda Davian melihat tingkah


Adel.


‘’Diamlah!cepat pakai baju saja sana.’’Kata Adel kesal karna


terpalang malu.

__ADS_1


‘’Kamu yakin tak mau melihatnya,tadi kan sudah


menyentuhnya.’’Goda Davian.


‘’Davian.’’Teriak Adel kesal.


‘’Hahahaha.’’Selepas mentertawakan Adel ,Davian mengambil


bajunya di lemari dan kembali  kekamar


mandi untuk berganti baju.


‘’Bodoh..bodoh…Adel kau benar benar ceroboh.’’Adel merutuki


ke cerobohannya.


Cklek


‘’Jadi ada apa sampai sampai kamu berlari ke kamar ku dan


memeluk ku.’’Tanya Davian setelah keluar dari kamar mandi.


Dia duduk di sofa,Adel berbalik dan melihat Davian yang sudah


mengenakan baju santai.


‘’Itu…aku ingin mengucapkan terima kasih pada mu. Gaun dan


cincin nya sangat indah.’’Kata Adel.


‘’Hanya itu.’’Tanya Davian.


‘’Hm.’’Adel mengangguk sambil tersenyum senang.


‘’Kupikir kamu tidak mau memakainya tapi ternyata malah


membuat kejutan yang sangat manis.’’Kata Adel yang berjalan mendekati Davian


lalu duduk di sampingnya.


‘’Memang,aku tidak suka memakai cincin tapi karna kamu


menginginkannya jadi aku membelinya.’’Jawab Davian.


‘’Benarkah?’’Kata Adel tak percaya.


‘’Di cincinnya ada namanya ,itu tidak mungkin di pesan


dadakan’kan? Kapan kamu memesannya?’’Tanya Adel.


‘’Sehari setelah aku melamar mu.’’Jawab Davian jujur.


‘’Wah,berarti kamu benar benar sangat ingin menikah dengan mu


yah.’’Kata Adel senang.


‘’Jika tak menginginkannya untuk apa aku repot repot berkerja


keras untuk menyakinkan presdir Dirga untuk tetap berkerja sama dengan


perusahaan kita.’’Kata Davian seraya menjitak kening Adel kesal.


‘’Kalau gaun dan cincin boleh,apa bulan madu juga


boleh.’’Kata Adel.


‘’Aku ingin sekali pergi ke pulau jeju,aku penasaran seperti


apa tempat itu.’’Lanjutnya.


‘’Apa perlu? Masih banyak yang harus ku urus.’’Jawab Davian.


‘’Boleh yah plis,sebentar juga enggak apa apa.’’Kata Adel


memohon.


‘’Kepulau seribu aja biar deket.’’Kata Davian.


‘’Pulau seribu! Serius !’’Kata Adel


‘’Ya udah ke pulau Bali aja atau ke pulau Komodo,kalau tidak


bisa ke pulau jeju tapi jangan ke pulau seribu ,yah.’’Lanjutnya memelas.


‘’Hah,baiklah.’’Kata Davian mengalah.


‘’Yeee.’’Adel bangun dan berjingkrak jingkrak ke senangan.


‘’Makasih,sayang Davian banyak banyak.’’Kata Adel sambil


memeluk erat Davian.


‘’Tentukan kamu mau bulan madu ke mana kita tak mungkin pergi


ke dua tempat tersebut.’’Kata Davian yang memeluk Adel.


‘’Benar juga,jaraknya jauh pasti nanti lelah. Kalau begitu ke


pulau Bali aja.’’Jawab Adel.


‘’Baiklah. Em.. Adel kamu belum mandi.’’Kata Davian,


mata Adel melotot ,dia lupa kalau dia belum mandi. Dia


langsung beranjak dari pelukan Davian lalu lari ke kamar dengan wajah semerah


tomat karna malu.


Davian tertawa terbahak bahak melihat Adel kabur.


Kalau ada typo tandai yah soalnya terburu buru,kalau sempat


akan di revisi nanti.

__ADS_1


Terima kasih,bay  bay.


__ADS_2