
Adel yang masih bingung mengikuti ayahnya di belakang
berdampingan dengan Davian,sejak turun dari mobil Adel belum berkata sepatah
kata pun meski banyak pertanyaan yang ada di otaknya namun dia masih kesal dan
kecewa pada Davian.
‘’Ini….’’Kata Adel terkejut saat mereka berhenti di depan dua
makam yang Adel kenali yang bertuliskan nama orang yang Adel sayangi.
ANITA LARASATI
LERTARI WIGUNA
makam ibu dan neneknya, hanya dua karna kakeknya tidak di
makamkan di sini tapi di kampung halamannya seperti pesan terakhir beliau yang
menginginkan di makamkan di sana.
‘’Semalam Davian bertanya soal ibu dan nenek serta kakek mu,karna
ayah terlalu fokus pada rencana pernikahanmu, ayah jadi lupa mengunjungi makam
ibu dan nenek mu.’’Kata Tomi menjelaskan
‘’dan untungnya Davian mengingatkan ayah soal ini.’’Tomi
tersenyum.
Adel yang sudah mengerti mengangguk dan merasa tak enak pada
Davian serta ibu dan nenek kerena lupa mengabari soal pernikahannya.
Mereka berjongkok di depan kedua makam,Davian mengeluarkan
bunga dan sebotol air dan menaruhnya di atas makam lalu mereka berdoa.
Setelah selesai berdo’a serta menaburkan bunga,Davian
memperkenalkan diri pada ibu mertua dan nenek.
‘’Ibu…nenek….perkenalkan saya Davian menantu dan cucu menantu
kalian.’’Kata Davian.
‘’Saya anak papa Marselo dan mama Marisa,nenek pasti kenal
papa saya kan.’’Lanjutnya.
‘’Saya mau meminta restu dan do’anya pada kalian untuk
meminang anak dan cucu kalian yang cantik namun ceroboh dan pelupa ini.’’Kata
Davian.
Adel merasa bahagia saat Davian mengatakan ingin meminta
restu tapi berubah kesal saat di katain.
‘’Saya janji akan selalu menjaga dan menyanyaginya selama
saya hidup dan tak menyakitinya,saya akan membahagiakannya.’’Lanjutnya.
‘’Ibu,nenek apa saya boleh memukul Adel yang terlalu asyik
menyiapkan acara pernikahan hingga lupa memberitahu kabar bahagia ini pada
kalian.’’Davian menoleh kea rah Adel dengan senyum mengejek.
‘’Enak aja,ibu..nenek jangan di kasih izin,seharus ibu dan
nenek memarahi Davian karna tadi telah membuat ku kesal.’’Kata Adel manja
mengadu pada ibu dan nenek.
‘’Ibu ...nenek,Adel sebentar lagi akan menikah sama laki laki
yang Adel cintai,maaf yah Adel lupa mengabarin ibu sama nenek, saking
bahagianya bisa bersanding dengan laki laki yang aku sukai dan perjuangkan
selama 4 tahun ini.’’Kata Adel seraya terkekeh.
‘’Nenek,terima kasih atas kata kata yang anda kata kan pada
Adel telah membantu menyinari hidup ku yang datar walau tidak bisa membantuku
dalam menghadapi ke keras kepalaan cucuk kesayangan anda.’’Kata Davian
‘’Ck,menyebalkan.’’gumam Adel sebal di katai Davian apa lagi
di depan makam nenek dan ibunya.
‘’Menyebalkan!’’Davian menoleh kearah Adel.
‘’Hm,ti-tidak.’’Kata Adel gugup.
‘’Terima kasih.’’Adel memalingkan wajahnya.
Davian tersenyum tipis mendengarnya lalu mereka berpamitan
karna sudah menjelang sore.
Tomi yang sejak tadi mendengarkan anak dan menantunya
berbicara dengan alm.istri dan alm.ibu hanya tersenyum dan kadang tertawa saat
mereka saling mengadu.
Dia tidak ikut pulang bersama Adel dan Davian,dia brjongkok
__ADS_1
di samping makam istrinya dan mencurahkan semua beban yang selama ini dia tahan
dan sembunyikan dari putrinya.
……
Sesampainya di rumah mereka langsung pergi ke kamar,karna
Marisa sedang sibuk jadi tidak menyambut anak dan menantunya.
‘’Kaya tante Marisa enggak ada di rumah.’’Kata Adel yang tak
melihat Marisa dimana pun.
Cklek
Adel membuka pintu kamarnya.
Deg
Matanya melotot,mulutnya ternganga lebar,tidak percaya dengan
apa yang dia lihat.
‘’Apa sepingin itu aku hingga berhalusinasi gaya gini?’’Adel
mengucek matanya tak percaya.
‘’Eh,masih ada enggak hilang!’’Kata Adel lalu berjalan
mendekat dan menyentuhnya.
‘’Wah…ini benaran,bisa di pengang,berarti ini nyata
dong.’’kata Adel linglung.
Adel beralih mengambil sebuah kotak berudru berwarna merah.
‘’Cantik.’’Kata Adel mengagumi benda kecil yang melingkar
indah.
‘’Ada namanya juga.’’Katanya senang.
Hati Adel berbunga bunga senang,matanya berkaca kaca,dia
sangat gembira melihat gaun berwarn biru langit yang terlihat mempesona dan
cantik dan kebaya putih yang sangat anggun serta sepasang cincin indah yang ada
di kamarnya.
Di acara pernikahannya nanti Davian ingin agar Adel mengenakan kebaya saat ijab qobul dan resepsi
mengenakan gaun. Jadi Davian memberikan dua gaun.
Adel mengambil selembar kertas yang ada di dekat kotak cincin
lalu membacanya.
menyukainya-Davian.
Singkat! Namun mampu membuat hatinya menghangat hanya dengan
3 kata yang di tulis Davian.
Sederhana,namun sangat berarti bagi,karna Davian yang selama
ini dia kenal tidak menyukai hal hal yang seperti ini. Dan dia benar benar
tidak percaya kalau dia mendapatkan kejutan dari Davian.
Mungkin bagi perempuan lain itu sederhana, biasa saja tidak
ada kata kata romantis seperti kejutan pada umumnya tapi bagi Adel itu sangat
istimewa.
Saking senangnya dia langsung berlari ke kamar Davian dan
membukanya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu dan menubruk,memeluk Davian.
Brug
Davian terkejut mendapat serangan tiba tiba dari Adel,tubuh
Davian menegang ketika dada Adel menempel pada perutnya yang tak memakai
sehelai benang pun. Dia baru saja selesai mandi.
‘’Terima kasih…terima kasih,aku sangat menyukainya.’’Kata
Adel yang tidak menyadari kecanggungan Davian.
‘’Del,bisa lepaskan dulu,aku belum memakai baju.’’Kata Davian
canggung.
‘’Eh…’’Adel mengangkat wajahnya ,matanya melotot saat melihat
Davian hanya mengenakan handuk saja.
Wajah Adel memerah seperti kepiting rebus lalu berbalik sambil menutupi wajahnya dengan kedua
tangannya.
‘’Bukannya sudah terlambat yah.’’Goda Davian melihat tingkah
Adel.
‘’Diamlah!cepat pakai baju saja sana.’’Kata Adel kesal karna
terpalang malu.
__ADS_1
‘’Kamu yakin tak mau melihatnya,tadi kan sudah
menyentuhnya.’’Goda Davian.
‘’Davian.’’Teriak Adel kesal.
‘’Hahahaha.’’Selepas mentertawakan Adel ,Davian mengambil
bajunya di lemari dan kembali kekamar
mandi untuk berganti baju.
‘’Bodoh..bodoh…Adel kau benar benar ceroboh.’’Adel merutuki
ke cerobohannya.
Cklek
‘’Jadi ada apa sampai sampai kamu berlari ke kamar ku dan
memeluk ku.’’Tanya Davian setelah keluar dari kamar mandi.
Dia duduk di sofa,Adel berbalik dan melihat Davian yang sudah
mengenakan baju santai.
‘’Itu…aku ingin mengucapkan terima kasih pada mu. Gaun dan
cincin nya sangat indah.’’Kata Adel.
‘’Hanya itu.’’Tanya Davian.
‘’Hm.’’Adel mengangguk sambil tersenyum senang.
‘’Kupikir kamu tidak mau memakainya tapi ternyata malah
membuat kejutan yang sangat manis.’’Kata Adel yang berjalan mendekati Davian
lalu duduk di sampingnya.
‘’Memang,aku tidak suka memakai cincin tapi karna kamu
menginginkannya jadi aku membelinya.’’Jawab Davian.
‘’Benarkah?’’Kata Adel tak percaya.
‘’Di cincinnya ada namanya ,itu tidak mungkin di pesan
dadakan’kan? Kapan kamu memesannya?’’Tanya Adel.
‘’Sehari setelah aku melamar mu.’’Jawab Davian jujur.
‘’Wah,berarti kamu benar benar sangat ingin menikah dengan mu
yah.’’Kata Adel senang.
‘’Jika tak menginginkannya untuk apa aku repot repot berkerja
keras untuk menyakinkan presdir Dirga untuk tetap berkerja sama dengan
perusahaan kita.’’Kata Davian seraya menjitak kening Adel kesal.
‘’Kalau gaun dan cincin boleh,apa bulan madu juga
boleh.’’Kata Adel.
‘’Aku ingin sekali pergi ke pulau jeju,aku penasaran seperti
apa tempat itu.’’Lanjutnya.
‘’Apa perlu? Masih banyak yang harus ku urus.’’Jawab Davian.
‘’Boleh yah plis,sebentar juga enggak apa apa.’’Kata Adel
memohon.
‘’Kepulau seribu aja biar deket.’’Kata Davian.
‘’Pulau seribu! Serius !’’Kata Adel
‘’Ya udah ke pulau Bali aja atau ke pulau Komodo,kalau tidak
bisa ke pulau jeju tapi jangan ke pulau seribu ,yah.’’Lanjutnya memelas.
‘’Hah,baiklah.’’Kata Davian mengalah.
‘’Yeee.’’Adel bangun dan berjingkrak jingkrak ke senangan.
‘’Makasih,sayang Davian banyak banyak.’’Kata Adel sambil
memeluk erat Davian.
‘’Tentukan kamu mau bulan madu ke mana kita tak mungkin pergi
ke dua tempat tersebut.’’Kata Davian yang memeluk Adel.
‘’Benar juga,jaraknya jauh pasti nanti lelah. Kalau begitu ke
pulau Bali aja.’’Jawab Adel.
‘’Baiklah. Em.. Adel kamu belum mandi.’’Kata Davian,
mata Adel melotot ,dia lupa kalau dia belum mandi. Dia
langsung beranjak dari pelukan Davian lalu lari ke kamar dengan wajah semerah
tomat karna malu.
Davian tertawa terbahak bahak melihat Adel kabur.
Kalau ada typo tandai yah soalnya terburu buru,kalau sempat
akan di revisi nanti.
__ADS_1
Terima kasih,bay bay.