
Setelah bicara dengan Selena di taman belakang Davian segera
mencari kedua orang tuanya,tapi tiba tiba beberapa adik kelasnya
menghentikannya untuk meminta berfoto bersama.
‘’Kak Davian boleh minta foto bareng enggak’’Katanya
‘’Saya juga kak.’’Kata yang lain
‘’Saya juga.’’Kata yang lainnya
Yang lainnya pun ikut mengelubungi Davian meminta berfoto
bersama dengan kamera di tangan mereka.
‘’Sorry,gue lagi buru buru.’’Kata Davian meninggalkan mereka
‘’Yah’’Desah mereka yang kecewa
Marisa berkeliling
mencari putra sulungnya Davian yang entah pergi kemana,dia merasa agak lelah
dan berhenti di dekat bangku.
‘’Astaga sebenarnya pergi kemana sih Vian.’’Marisa
mendudukan pantatnya di bangku depan kelas.
‘’Itu bukannya Vian yah!’’Kata Marisa,dia melihat Davian yang
sedang di kerubungi para cewek.
‘’Dasar yah ,dari tadi di cariin taunya dia malah asyik
asyikan bersama para gadis di sini.’’Marisa beranjak dari bangku dan
menghampiri Davian.
‘’Sini ikut dengan mama sekarang.’’Marisa menarik tangan
Davian.
‘’Ada apa sih mama.’’Kata Davian yang pasrah di tarik
Marisa.
‘’ Dari tadi mama tuh mencari kamu.’’Kata Marisa
‘’Mama cari Vian, mau apa?’’Tanya Davian
‘’Tentu aja mau memotret kamu apa lagi.’’Jawab Marisa
‘’Cuma itu.’’Kata Davian
‘’Mama repot repot nyariin Vian cuman mau ambil foto
doang.’’Katanya lagi
‘’Kamu bilang cuma, ini itu momen terpenting kamu saat
SMA.’’Kata Marisa
‘’Terserah mama aja deh.’’Kata Davian
Sesampinya mereka di tempat Marselo dan Tomi Marisa
memanggil Adel yang sedang berfoto bersama teman teman sekelasnya.
‘’Adel sini sebentar,sayang.’’Panggil Marisa
‘’Iyah tante ,ada apa?’’Tanya Adel yang menghampiri Marisa.
‘’Sini, kamu berdiri di samping Davian.’’Kata Marisa
‘’Apa apaan sih mah!Buang buang waktu aja.’’Kata Davian
‘’Adel ayo jangan dengerin apa kata Davian.’’Marisa memaksa
Adel
‘’………’’Adel merasa tidak enak dengan permintaan Marisa walau
sebenarnya dia juga ingin berfoto bersama dengan Davian tapi melihat Davian
yang tidak mau berfoto dengan nya membuat Adel enggan.
‘’Ayo cepat.’’Davian menarik Adel ke dekatnya.
Semua yang melihat Davian menarik Adel untuk berfoto bersama
tercengang pada hal dari tadi Davian selalu menolah bila di ajak berfoto.
‘’Begini sudah cukupkan mah.’’Tanya Davian pada Marisa
sambil tangan Davian merangkul bahu Adel.
‘’Ah…iyah..iyah bagus.’’Kata Marisa dia tidak menyangka
Davian melakukan hal itu.
Marisa mengarahkan kamera siap mengambil gambar Davian dan
Adel.
‘’Siap …..1…2…3 senyum.’’Kata Marisa
Adel tersenyum ke arah kamera begitu pun dengan Davian.Lalu Davian
membisikan sesuatu pada Adel yang membuat Adel melotot dengan mulut mengga ke
arah Davian karna kaget.
Cekrek
Mendengar jebretan kamera membuat Adel tersadar dia melihat
ke arah Marisa lalu berbalik ke arah Davian yang sedang tersenyum senang.Momen
berfoto berdua dengan Davian yang dia
tunggu tunggu malah jadi ancur,saat dia
mau perotes pada Davian menjadi penyebabkan ancurnya foto yang dia tunggu,tapi
Reno datang dan menyeret Adel pergi.
‘’Yayang Adel ayo , semua orang sudah menunggu.’’Kata Reno
sambil memegang tangan Adel.
‘’Om,tante kami pergi dulu.’’Kata Reno pamitan pada
__ADS_1
Tomi,Marselo dan Marisa.
‘’Iyah hati hati.’’Kata Tomi
‘’Selamat bersenang senang Adel.’’Marisa melambaikan
tangannya dia sudah di beri tau kalau nanti Adel dan teman teman sekelasnya
akan mengadakan pesta kelulusan kecil kecilan.
Davian entah kenapa merasa jengkel melihat Reno datang dan
langsung menarik tangan Adel membuat dia tidak bisa melihat wajah Adel yang
kesal tadi.
‘’Mah,pah ,om Vian juga mau pergi sudah di tunggu sama teman
teman soalnya.’’Kata Davian pamitan dan di angguki oleh orang tuanya dan Tomi.
‘’Kalian bertiga harus bantuin gue ,oke.’’Kata Reno pada
Fadli,Candra dan Denis sesampainya mereka di kafe yang akan di jadikan tempat
pesta.
Setelah mereka semua duduk Mia menunjuk ke arah rombongan
dengan seragam yang sama dengan mereka yang baru datang.
‘’Bukannya itu anak anak dari kelas A yah.’’Kata Mia
‘’Mana, eh benar ngapain mereka juga ke sini.’’Kata Sinta
Semuanya menoleh ke arah yang di maksud,bu Susi pun mendatangi
pak Rangga selaku wali kelas A.
‘’Ada apa gerangan hingga murid murid kelas A yang terhormat
datang ke kafe sederhana ini.’’Sindir bu Susi.
‘’Saya datang ke sini untuk meneraktir murid murid saya .’’Kata
Pak Rangga
‘’Benarkah,tapi sayangnya kafe ini sudah kami sewa jadi
lebih baik anda segera pergi.’’Kata bu Susi
‘’Kafe ini bukan punya anda jadi saya juga berhak ada di
sini.’’Kata pak Rangga.
Murid murid kelas A bahkan teman teman Adel tidak menyangka kalau
pak Rangga yang selalu terlihat kalem dan tak banyak bicara itu sedang
berdebat dengan Bu Susi.
‘’Lo kok ada apa ini.’’Tanya Fadli yang melihat guru mereka
sedang berbat dengan gugu kelas A.
‘’Sebaik kita semua duduk dan menikmati pertunjukan yang
akan mereka lakukan.’’Kata Davian pada teman temannya saat melihat penampilan
Reno end geng.
menghentikan bu Susi yang ingin protes.
‘’Sudahlah Bu biarkan saja dari pada nanti malah kita yang
di usir.’’Kata Sinta,merasa apa yang di ucapkan Sinta benar Bu Susi kembali ke
kursinya.
‘’Baiklah ,kalian sudah siap.’’Tanya Reno pada ketiga
temannya,dia tak ambil pusing dengan masalah tadi.
‘’Siap.’’Kata Fadli,Candra dan Denis bersama
‘’Yayang Adel dengarkan, lagu ini untukmu.’’Kata Reno dan
mulai memainkan gitarnya
Ha ha ha ha ha Dan terjadi lagi kisah lama yang terlurang kembali kau terluka lagi dari cinta rumit yang kau jalani Aku ingin kau merasa kamu mengerti aku mengerti kamu aku ingin kau sadari cintamu bukanlah dia dengar raraku suara hati ini memanggil namamu karna separuh aku dirimu ku ada di sini pahamilah kau tak pernah sendiri karna aku selalu di dekat mu saat kau terjatuh aku ingin kau merasa kamu mengerti aku mengerti kamu aku ingin kau pahami cinta mu bukanlah dia dengar rara ku suara hati ini memanggil nama mu karna separuh aku……..dirimu huhuhu aaaaa dengar rara ku suara hati
ini memanggil nama mu karna separuh aku menyentuh rara mu semua luka mu terah menjadi milik ku karna separuh aku diri mu………..
Semua bertepuk tangan setelah Reno menyelesaikan lagunya dan
bertambah meriah saat Reno menghampiri Adel dan berlutut di depan Adel dengan
setangkai bunga mawar merah di tangannya yang di berikan pada Adel.
Adel merasa sangat malu dengan pelakuan Reno di hadapa semua
orang dia melilik Davian.
Sejujurnya Davian sudah kesal dari saat awal Reno
menyanyikan lagu itu tapi dia tidak mengerti kanapa dia bisa kesal hanya karna
hal sepele.
‘’Cie romantis banget .’’Kata salah satu anak kelas A
‘’Kenapa tak sekalian di kasih cincin pertunangan aja.’’Kata
yang lain.
‘’Hehe tau aja gue juga udah bawa cincin.’’Kata Reno
mengeluarkan sebuah kotak kecil.
‘’Gue kirain kalian cuman orang orang berpikiran pendek tak menyaka
bisa juga berpikir lebih jauh di luar jangkauan.’’Kata Davian
‘’Maksud lo apa?’’Tanya Adel yang merasa kalau ucapan Davian
itu sebuah sindiran.
‘’Lo enggak mengerti,bodoh.’’Kata Davian lagi
‘’Gue tau kalau gue tak sepintar lo dan yang lain tapi apa
segitu bodohnya gue di mata lo sampai sampai lo selalu bilang gue itu bodoh di
setiap hal yang gue enggak mengerti.’’Kata Adel kesal
__ADS_1
‘’Itu lo nyadar.’’Kata Davian,ada senyum kecil di bibirnya
yang tak terlihat yang lain.
‘Kenapa rasanya menyenangkan membuat dia kesal.’’Batin
Davian
‘’Davian lo adalah manusia yang paling menyebalkan yang
pernah gue kenal.’’Adel sudah benar benar kesal.
‘’Benarkah ,tapi bukannya lo itu suka sama manusia yang lo
bilang paling menyebalkan yang pernah lo kenal.’’Davian masih santai
‘’Enggak tuh,siapa yang bilang?’’Kata Adel
‘’Apa benar.’’Kata Davian
‘’Iyah.’’Jawab Adel
‘’Tapi kau mengatakan hal yang berbeda.’’Kata Davian
,tangannya di silangkan di dada
‘’Apa’’Adel tak mengerti apa yang di katakana Davian.
‘Emang gue pernah bilang apa?’Pikir Adel
‘’Sebenarnya,aku tidak memanggilmu Davian…tapi aku
memanggilmu ‘’Roh Hutan’’ setelah hari itu ,aku sakit beberapa hari aku memiliki waktu yang berat setidaknya sesekali aku bisa bertemu dengan
mu di sekolah tapi aku masih ingin
selalu melihat kamu setiap hari dalam
mimpi kamu begitu manis…………’’Davian membacakan surat yang dulu di kasih
Adel.‘’Hiyaah.’’Adel melempar bunga agar Davian menghentikannya.
Semua orang penasaran dengan yang Davian kataan tapi Adel keburu melempar Davian dengan bunga.
Apa yang di ucapkan Davian tadi adalah sebagian isi surat
yang dulu dia berikan,Adel menulis surat itu dengan membayangkan kejadian saat
di ospek dulu yang pernah di tolong Davian dan langsung membuatnya jatuh cinta
pada pandangan pertama.
‘’Jadi begitu mau lo,baiklah.’’Adel mengeluarkan Hpnya dan
mulai mencari seseuatu.
‘’Teman teman kalian mau tau gak rahasia yang di miliki
Davian.’’Kata Adel sambil tersenyum
‘’Rahasia Davian apaan.’’Tanya Karin murid kelas A dan di
Angguki yang lain mereka juga penasaran.
‘’Ini dia rahasia Davian salah satu koleksinya Davian.’’Kata
Adel menunjukan hpnya yang ada foto boxser bergambar gundam milik Davian.
‘’Ini…beneran punya Davian.’’Kata Tia yang menambil hp Adel
dan angguki oleh Adel
‘’Beneran.’’ Kata yang lain,Hp Adel di gilir mereka benar
benar penarasan.
‘’Ikut gue.’’Davian menggambil hp Adel dan menarik tangan
Adel keluar kafe.
‘’lepaskan ………’’Kata Adel
Davian melepaskan Adel dan memojokannya ke tembok Davian
menahan Adel dengan tangannya di kedua sisi Adel,mereka berada di samping kafe
yang agak sepi.
‘’Lo mau apa.’’Kata Adel gugup
‘’Apa yang lo pikir akan gue lakukan.’’Kata Davian
‘’Bahkan jika lo mencoba untuk menakut-nakuti,gue enggak
akan takut.’’Kata Adel yang berusaha terlihat berani.
‘’Apa menyenamgkan membuat perasaan gue ke lo sebagai target
ejekan di depan teman-teman.’’Kata Adel mengungkapkan rasa kesalnya.
‘’Apa salah kalau gue melakukan hal yang sama.’’Tambah Adel
‘’Dan gue akan berhenti sekarang.’’ Adel menghela nafas
‘’Gue tidak akan lagi menyukai lo.’’Kata Adel
‘’Bisakah lo melakukan hal itu.’’Tanya Davian.
‘’Gue bisa…….perasaan terhadap lo,gue sudah lelah dengan
semua itu.’’Kata Adel
‘’Dengan berakhirnya SMA ,perasaan ini juga akan gue akhiri.’’
‘’Gue akan berhenti.’’Kata Adel tegas
‘’Lo akan melakukan itu.’’Tanya Davian lagi
‘’Yah!gue bakal melupakan lo,dan di kampus nanti gue pasti
akan bertemu dengan seseorang……’’Kata Adel
‘’Kemudian cobalah untuk melupakan gue.’’Davian memetong
ucapan Adel dan mendekatkan wajahnya
Davian mencium bibir Adel,Adel kaget dengan apa yang
dilakukan Davian padanya.
Awalnya hanya menempelkan bibirnya tapi kemudian Davian
******* bibir Adel perlahan ,Adel yang masih sock hanya diam tak membalas ciuman Davian.
__ADS_1
‘Manis.’Pikir Davian,dia langsung pergi meninggalkan Adel
yang mematung saking kagetnya.