
Selama dua hari ini Davian terus
melatih Adel setelah dia latihan,dari dua hari lalu Adel
sudah di suruh pustup,scokjam dan di suruh lari keliling lapangan untungnya
lapangannya itu lapangan basket bukan lapangan upacara.
‘’Sebenarnya gue itu di sini jadi
menejer apa jadi pemain sih.’’Kata Adel nenggerutu sambil berlari mengelilingi
lapangan yang di suruh Davian.
‘’Ini semua gara gara kak
Satria,ngapain coba gue pake di bawa
bawa segala.’’Kata Adel kesal pada Satria yang seenak jidatnya yang labar membawa
bawa dia dalam taruhannya dengan Davian.
‘’Awas aja yah kalau nanti ngajak
nonton anime lagi gue enggak bakalan mau.’’Adel terus mengutuk Satria dan
menatapnya dengan tajam.
Sementara Satria yang sedang
mengobrol dengan teman temannya tiba tiba merinding dia mengusap leher belakangnya lalu menoleh
ke kanan dan ke kiri.
‘’Kenapa lo Sat?’’Tanya Kevin ,melihat
Satria menengok ke kiri dan kanan sambil menegang leher belakangnya.
‘’Kok gue tiba tiba merinding
yah.’’Kata Satria.
‘’Apa mungkin setan lewat tadi
yah!.’’Kata Satria ngawur.
‘’Mana ada setan siang siang
bego.’’Balas Marsel sambil mengeplak kepala Satria.
‘’Sakit bego,lagian bisa aja kan
setannya ke siangan.’’Balas Satria tambah ngawur.
‘’Ngomong ngomong bagaimana dengan
rencana lo.’’Tanya Kevin mengalihkan topik horror karna dia itu takut dengan hal begituan.
‘’Rencana apaan?’’Tanya Satria
binggung.
‘’Rencana e’lo yang melibatkan Adel
dan Laura.’’Kata Kevian,Satria yang masih tak mengerti memegang dagunya.
‘’Tantangan yang lo berikan pada
Davian.’’Kata Marsel yang melihat Sartia yang tak mengerti.
‘’Ah soal tantangan itu,emangnya
kenapa dengan itu.’’Tanya Satria tak paham dengan maksud ke dua temannya.
‘’Bukannya lo berencana untuk
mendekati Laura dengan alasan mengajari dia basket terkait tantangan itu.’’Kata
Kevin yang malah di buat binggung.
‘’Enggak tuh,waktu itu gue sepontan
aja mengatakan itu pada Davian biar terlihat keren saat Laura datang.’’Kata
Satria santai.
‘’Tapi boleh juga ide kalian.’’Kata
Satria lagi sambil tersenyum
PLAAK
Melihat Satria tersenyum Marsel
memukul kepala Satria hingga dia kesakitan,hanya karna ingin terlihat keren di
depan Laura dia membuat Adel menderita.Yah menderita, karna harus di latih
pelatih killer kaya Davian.
‘’Aduh….Kenapa gue di pukul.’’Kata Satria mengusap ngusap kepalanya yang beneran sakit
.
‘’Biar otak lo pinter dikit enggak
beku.’’Kata Marsel
‘’Yang ada gue jadi bego bukan
pinter.’’Kata Satria kesal.
‘’Lagian lo gila nyiksa anak
__ADS_1
orang.’’Kata Kevin.
‘’Siapa juga yang nyiksa anak
orang.’’Kata Satria tak terima.
‘’Ya e’lo siapa lagi.’’Kata Kevin
lagi.
‘’Enak aja gue enggak pernah nyiksa
anak orang yah.’’Kata Satria tak terima di tuduh .
‘’Noh buktinya.’’Kata Marsel
menunjuk Adel yang sedang berusaha memasukan bola ke ring,Satria pun mengerti
maksud mereka.
‘’Kan yang melakukannya Davian bukan
gue.’’Kata Satria membela diri.
‘’Itu kan karna lo.’’Kata Kevin.
‘’Maksud gue kan baik mau membuat
Adel lebih dekat dengan Davian.’’Kata
Satria tak merasa bersalah.
‘’Adel kan suka sama Davian jadi
bukannya itu bangus.’’Tambahnya.
‘’Satria.’’Panggil pak Gunawan
selaku pelatih tim basket[saya lupa nama pelatihnya jadi di ganti].
Mendengar namanya di panggil Satria
menghampiri pak Gunawan yang ada di pintu membawa selembar kertas.
‘’Ada apa pak?’’Tanya Satria yang
sudah berada di depan pak Gunawan.
‘’Kamu kumpulkan teman teman mu dan
beritaukan besok kita akan berlatih untuk turnamen yang akan datang dan ini
jadwalnya kamu simpan berikan satu pada Adel.’’Kata pak Gunawan memberikan
kertas yang sejak tadi dia pegang.
‘’Iyah pak.’’Jawab Satria dan
menerima kertas tersebut.
harus bapak urus.’’Kata pak Gunawan,berbalik pergi Satria menghentikan pak
Gunawan.
‘’Tunggu pak apa boleh saya mengajak
lagi satu orang untuk membantu Adel.’’Tanya Satria .
‘’Boleh.’’Jawabnya lalu pergi
meninggalkan lapangan.
‘’Yes.’’Kata Satria senang sambil
mengepalkan tangan kanannya dia mau mengajak Laura supaya bisa pdkt,dia berjalan ke teman
temannya dan anggota lainnya.
‘’Semua ayo kumpul kumpul.’’Teriak
Satria semuanya menghampiri Satria.
‘’Davian,Adel kalian kemari
sebentar.’’Tambahnya
Adel dan Davian berjalan ke arah
Satria dan yang lainnya,Adel bernafas lega dia bisa berhenti latihan lebih
awal.
‘’Adel kamu enggak apa apa.’’Tanyak
Reno yang khawatir.
‘’Woi Davian lo jangan kelewatan yah
kasihan Adel itu perempuan.’’Kata Reno dia tidak terima Adel di buat menderita.
‘’Ini bukan urusan lo dan e’lo
enggak tau apa apa tentang Adel.’’Kata Davian, yang di maksud Davian itu
sifatnya Adel sambil menatap Reno datar.
‘’Apa yang lo bilang.’’Kata Reno
marah karna Davian mengatakan dia tidak tau apa apa tentang Adel.
Selama tiga tahun lebih dia selalu
memperhatikan Adel jadi dia tau semua tentang Adel dari hal sepele sampai yang
__ADS_1
serius dia tau jadi saat Davian bilang kalau dia tidak tau apa apa tentang Adel
dia sangat marah.
‘’Kalian berdua hentikan.’’Kata
Satria segera menghentikan perdebatan mereka.
‘’Ada hal penting yang mau gue
sampaikan jadi dengarkan.’’Kata Satria tegas membuat mereka berhenti
sebenarnya Reno masih tak terima tapi
Adel menghentikannya.
‘’Besok kita akan melakukan latihan
di puncak selama tiga hari untuk menghadapi ternamen nanti jadi persiapkan
semuanya.’’Kata Satria.
‘’Kita
akan berangkat jam 10 pagi jadi jangan sampai terlambat kalau terlambat akan di kenakan hukuman.’’Tambahnya
‘’Oh
yah Adel ini jadwal untuk latihan lo
pegang.’’Satria memberikan kertas yang tadi di berikan pak Gunawan.
‘’Karna pak Gunawan juga sedang ada urusan jadi kita akhiri saja latihannya sekarang.’’Kata
Sartia membubarkan mereka sebelum pergi Satria menengok ke Davian.
‘’Oh
yah!Davian sebaiknya kau tunda dulu latihan kalian gue enggak mau kalian capek
dan terlambat besok.’’Titah Satria tegas lalu melangkahkan kakinya pergi dari
lapangan.
Adel
bernafas lega dan berterima kasih pada Satria karna telah membantu lepas dari
latihan neraka yang Davian berikan.
‘’Adel
ayo kita juga pulang,kamu harus harus segera istirahat.’’Reno mengajak Adel
pulang bersama.
‘’Ayo.’’Kata
Adel dia sudah cape pengen mandi terus tidur.
‘’Adel,jangan
lupa di rumah juga lo melakukan hal gue suruh agar tangan lo lebih kuat.’’Kata
Davian datar saat Adel melangkah pergi dengan Reno.
‘’Hah…….Baiklah.’’Kata
Adel pasrah dengan lesu dia meninggalkan lapangan.
‘’Apa
lo enggak keterlaluan pada Adel.’’Tanya Diki dia merasa kasihan dengan Adel.
‘’Lo
belum tau aja Adel Kalau dia sudah melakukan sesuatu dia tidak akan menyerah
sampai dia berhasil melakukannya dan juga dia bisa sangat mengejut.’’Kata
Davian ,dia tersenyum saat dia mengatakannya.
‘’Jadi
itu alasan lo bilang kalau Reno tak tau apa apa tentang Adel.’’Tanya Diki.
‘’Iyah.’’Kata
Davian ,walau singkat tapi nada bicaranya terdengar senang dengan sudat
bibirnya yang masih melengkung ke atas.
‘Gue
belum pernah melihat Davian berbicara sesenang itu,bahkan saat membicarakan hal
yang di sukai dengan Laura.’Pikir Diki.
‘Apa
sekarang dia mememukan apa yang menarik dan tak membuat dia bosan lagi?’Pikir
Diki
Karna
sejak kecil Diki selalu mengikuti dan memperhatikan Davian dia tau berbagai
espresi dan nada bicara Davian dan suasana hatinya dengan baik bahkan dia lebih
tau dari Daviannya sendiri.
‘’Syukur
__ADS_1
lah.’’Kata Diki pelan,dia senang temannya tak akan terjebak dengan kebosanan
lagi dan bisa tersenyum dengan tulus.