
Karna tak kunjung di angkat Davian mengambil kunci motor dan
jaketnya. Setelah memakai jaket Davian turun kebawah menuju bagasi mengambil
motornya.
Davian memutuskan menemui Lili dan Tia untuk menanyakan keberadaan Adel.
Davian langsung pergi setelah bertanya kepada Diki tentang
keberadaan Lili, meski harus menjawab beberapa pertanyaan dari Diki gara gara
menanyakan keberadaan pacarnya walau dia tahu kalau itu hanya dalih Diki saja.
Fadli melihat motor yang sama dengan Davian saat keluar dari toko buku ,dia berjalan
menghampiri motor yang sedang menunggu lampu berubah hijau.
‘’woy Davian!’’Panggil Fadli ketika tahu itu benar benar
Davian.
Merasa ada yang memanggil namanya Davian menoleh ke sebelah
kirinya.
‘’Mau kemana e’lo?’’Tanya Fadli basa basi.
Davian kembali melihat ke depan tak memperdulikan pertanyaan
Fadli.
‘Ya elah,enggak di jawab lagi! Berasa SKSD gue.’Pikir Fadli,
tersenyum masam.
‘Heran gue,apa sih yang di sukai Adel dari Davian.’Lanjutnya.
‘’Gue denger e’lo mau nikah yah sama Adel.’’Kata Fadli.
‘’Tapi kenapa Adel
malah kerja di kafe yah.’’Pancing Fadli karna Davian mencuek’i dia dari tadi.
Davian yang mendengar nama Adel menoleh, menatap Fadli tajam.
‘Giliran bawa bawa Adel langsung nengok ,berasa ngomong sama Reno
aja.’Batin Fadli sebal.
Fadli mengusap leher belakangnya yang tiba tiba terasa dingin
ketika Davian menatapnya.
‘’Ahahaha,tadi gue enggak sengaja melihat Adel yang sedang
menyajikan makanan di kafe sebrang.’’Kata Fadli menunjuk ke kafe yang di maksud
sedikit gugup karna tatapan Davian.
‘’Kalau gitu gue pergi dulu,bay.’’Fadli langsung pergi tidak
tahan dengan tatapan Davian meski dia menggunakan helm.
‘’Buset dah!tatapan Davian tajem amat,merinding gue.’’Kata
Fadli setelah jauh dari Davian.
‘’Tapi hebat juga si Adel bisa bikin Davian jadi Reno ke
dua,hahahaha.’’Lanjutnya.
Davian memarkirkan motornya lalu pergi ke kafe yang di
tujukkan Fadli tadi.
‘’Mau pesan apa kak?’’Tanya Adel pada pelanggan.
‘’Nasi goreng sama jus mangga.’’Jawabnya.
‘’Baik di tunggu yah.’’Kata Adel lalu pergi.
Brukk
‘’Ah maaf.’’Kata Adel yang tak sengaja menambrak seseorang.
‘’Enggak apa apa! Eh…Adel sedang apa di sini.’’Kata Reina.
Setelah Reina membayar dan akan ke luar,dia tidak sengaja
menambrak Adel yang berbalik setelah menerima pesanan.
Adel mengangkat kepalanya saat orang yang dia tabrak menyebut
namanya.
‘’Reina!’’Kata Adel.
‘’Kamu kerja di sini.’’Tanya Reina.
‘’iyah.’’Jawab Adel gugup.
‘’Loh setahu ku bukannya ayah mu itu punya restoran ,ngapain
kerja di kafe orang lain.’’Tanya Reina.
__ADS_1
‘’Jangan jangan ayah mu bangkrut yah! Tapi Kenapa Davian
tidak menolong mu, bukan nya kalian akan menikah.’’ Lanjutnya sedikit sinis.
‘’Bisnis ayah ku baik baik saja kok,lagian meski aku akan
menikah dengan Davian bukan berarti aku akan merepotkannya terus menerus akan permasalahan
keluarga ku.’’Jawab Adel meski dia kesal akan sindiran Reina tapi dia sadar
kalau dia sedang bekerja menggantikan Ilham,dia tidak mau bikin ulah hingga membuat
Ilham di pecat.
‘’Aku hanya sedang merenung untuk menentukan apa yang ingin
ku lakukan ke depannya saja sambil bekerja tak lebih dan tidak ada hubungannya
dengan Davian mau pun ayah ku.’’Lanjutnya.
‘’Hahaha.’’Reina tertawa mendengar ucapan Adel.
Tanpa mereka ketahui Salah satu pengunjung tersenyum
mendengar ucapan Adel.
Adel sangat bingung dengan Reina yang tadi bicara sinis
padanya tapi sekarang malah tertawa.
‘Memangnya ucapanku lucu yah.’Batin Adel.
‘’Pantas saja Davian bilang kamu itu sulit di mengerti dan selalu
melakukan hal yang tidak pernah di pikirkan orang lain.’’Kata Reina membuat
Adel bertambah bingung.
‘’Biasa kalau mau merenung itu pergi ke tempat tempat indah
dan menenangkan tapi kamu malah bekerja.’’ Lanjutnya seraya menggelengkan
kepalanya.
‘’Apa salahnya?’’Tanya Adel.
‘’Tidak ada! Ya sudah semangat ya bekerjanya dan semoga kamu
dapat jawaban dari apa yang kamu renungkan.’’Reina menepuk bahu Adel lalu pergi
.
Setelah Reina pergi Adel kembali mengerjakan pekerjaannya
yaitu menerima pesanan.
‘’Tunggu sebentar,mau pesan apa?’’Tanya Adel.
‘’Spageti balones 1 sama air putih.’’Katanya,dia menutupi
wajahnya dengan koran.
‘’Baiklah tunggu sebentar.’’Adel pergi mengambilkan pesanan
pelanggan meski dia merasa aneh dengan pelanggan itu.
‘’Kok suaranya kaya kenal,yah?.’’Gumam Adel.
Adel mengangkat bahu dan segera kedapur setelahnya menyajikan
pesanan di atas meja.
‘’Selamat menikmati kak.’’Kata Adel setelah meletakan
makanannya.
Sebelum Adel melangkah lebih jauh pelanggan itu menghentikan
Adel.
‘’Tunggu.’’Katanya lalu meletakan kembali garpu.
‘’Iya ada apa?’’Tanya Adel.
‘’Makanan apa ini,tidak enak.’’Katanya.
‘’Maaf,kalau begitu akan saya ganti.’’Kata Adel ,saat ingin
mengambil piringnya kembali dia di hentikan.
‘’Tidak perlu itu akan sama saja.’’Katanya lalu memlipat
Koran yang dia baca.
Deg
Betapa terkejutnya Adel ketika tahu kalau pelanggan tersebut
adalah Davian.
‘’Da-Davian.’’Kata Adel gugup.
Davian langsung menarik tangan Adel keluar dari kafe.
‘’Oke jadi apa yang akan kamu lakukan di masa depan?’’Tanya
__ADS_1
Davian setelah mereka sampai di taman dengan Davian yang duduk di kursi taman
sedangkan Adel berdiri tidak jauh dari Davian.
‘’Emm,itu setelah aku berpikir beberapa hari dan tak bertemu
dengan mu,aku sadar kalau aku kekanak kanak karna merajuk dan tak mengerti
kalau apa yang kamu katakan adalah untuk kebaikan ku.’’Kata Adel yang menunduk
sambil memainkan jarinya.
‘’Karna aku terlalu senang bisa menikah dengan mu setelah semua
yang aku lakukan aku jadi lupa dan bersikap kekanakan dengan mengandalkanmu
saja dan tak ingin berjuang untuk yang lainnya.’’Lanjutnya.
‘’Jadi, apa sekarang kamu sudah memutuskan nya?’’Tanya
Davian.
‘’Hm sudah.’’Kata Adel.
‘’Lalu Apa yang ingin kamu lakukan?’’Kata Davian.
‘’Mungkin kamu berpikir ini koyol dan akan mentertawakan
ku,tidak perduli sebanyak aku memikirkannya hanya ini yang ingin aku
lakukan.’’Kata Adel.
Davian mengangkat alis sebelah .
‘’Memangnya apa?’’Tanya Davian.
‘’Membantu dan mendukung mu Vian.’’Jawab Adel.
‘’Aku ingin berguna untuk mu dan membatu mu bukan hanya di
rumah aku juga ingin membantu di perusahaan walau aku tidak akan terlalu banyak
membantu ,jadi aku memutuskan untuk melanjutkan kuliah lagi dan tidak akan jadi
perawat. ’’Jawab Adel menatap Davian dengan tatapan serius, Davian tersenyum
kecil.
‘’Aku ingin jadi istri yang pantas bersanding
mu,Davian.’’Kata Adel.
‘’Tapi….bukan berarti aku tidak akan lagi mempelajari tentang
medis ,aku masih ingin mempelajarinya supaya aku bisa menolong mu dan keluarga
kita saat kalian terluka.’’Lanjutnya.
‘’Ini bukan berarti aku mau kalian terluka atau pun celaka
ya.’’Kata Adel panic sambil melambai lambaikan kedua tangannya takut Davian
salah paham.
Davian bangun dari kursi, mendekati Adel lalu mengusap
kepalanya.
‘’Kamu telah bekerja keras memikirkannya.’’Kata Davian sambil
tersenyum.
‘’Berusahalah yang terbaik apa pun hasilnya aku selalu bangga
pada mu dan kamu adalah wanita yang paling tepat untukku.’’Kata Davian.
‘’Vian.’’Adel melangkah mendekati Davian dengan raut wajah seperti anak kecil yang di rebut
permennya.
Davian memeluk Adel tidak tahan dengan wajah menggemaskan
calon istrinya itu.
‘’Sekarang kita pulang.’’kata Davian.
‘’Sejujurnya beberapa hari ini aku sangat merindukan mu
sampai rasanya akan mati saja.’’Kata Adel dengan mata berkaca kaca.
‘’Aku tahu,aku juga sangat merindukan mu.’’Kata Davian lalu
melepaskan pelukannya.
‘’Jangan mengabaikan ku dan mediami ku lagi.’’Lanjutnya
seraya mengusap lembut pipi Adel.
‘’Hm,tidak akan!’’Jawab Adel.
Cup
Davian mencium bibir Adel dengan lembut menyalurkan rasa
rindu yang mereka rasakan setelah seminggu tidak bertegur sapa.
__ADS_1
LAGI ENGGAK ADA IDE SAMA KUOTA JADI TELAT,YA WALAU TIDAK TERLALU TELAT SIH,MAAF YAH CERITANYA SEMAKIN TAK JELAS.