Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
137


__ADS_3

Karna tak kunjung di angkat Davian mengambil kunci motor dan


jaketnya. Setelah memakai jaket Davian turun kebawah menuju bagasi mengambil


motornya.


Davian memutuskan menemui  Lili dan Tia untuk menanyakan keberadaan Adel.


Davian langsung pergi setelah bertanya kepada Diki tentang


keberadaan Lili, meski harus menjawab beberapa pertanyaan dari Diki gara gara


menanyakan keberadaan pacarnya walau dia tahu kalau  itu hanya dalih Diki saja.


Fadli melihat motor yang sama dengan Davian saat  keluar dari toko buku ,dia berjalan


menghampiri motor yang sedang menunggu lampu berubah hijau.


‘’woy Davian!’’Panggil Fadli ketika tahu itu benar benar


Davian.


Merasa ada yang memanggil namanya Davian menoleh ke sebelah


kirinya.


‘’Mau kemana e’lo?’’Tanya Fadli basa basi.


Davian kembali melihat ke depan tak memperdulikan pertanyaan


Fadli.


‘Ya elah,enggak di jawab lagi! Berasa SKSD gue.’Pikir Fadli,


tersenyum masam.


‘Heran gue,apa sih yang di sukai Adel dari Davian.’Lanjutnya.


‘’Gue denger e’lo mau nikah yah sama Adel.’’Kata Fadli.


‘’Tapi kenapa  Adel


malah kerja di kafe yah.’’Pancing Fadli karna Davian mencuek’i dia dari tadi.


Davian yang mendengar nama Adel menoleh, menatap Fadli tajam.


‘Giliran bawa bawa Adel langsung nengok ,berasa ngomong sama Reno


aja.’Batin Fadli sebal.


Fadli mengusap leher belakangnya yang tiba tiba terasa dingin


ketika Davian menatapnya.


‘’Ahahaha,tadi gue enggak sengaja melihat Adel yang sedang


menyajikan makanan di kafe sebrang.’’Kata Fadli menunjuk ke kafe yang di maksud


sedikit gugup karna tatapan Davian.


‘’Kalau gitu gue pergi dulu,bay.’’Fadli langsung pergi tidak


tahan dengan tatapan Davian meski dia menggunakan helm.


‘’Buset dah!tatapan Davian tajem amat,merinding gue.’’Kata


Fadli setelah jauh dari Davian.


‘’Tapi hebat juga si Adel bisa bikin Davian jadi Reno ke


dua,hahahaha.’’Lanjutnya.


Davian memarkirkan motornya lalu pergi ke kafe yang di


tujukkan Fadli tadi.


‘’Mau pesan apa kak?’’Tanya Adel pada pelanggan.


‘’Nasi goreng sama jus mangga.’’Jawabnya.


‘’Baik di tunggu yah.’’Kata Adel lalu pergi.


Brukk


‘’Ah maaf.’’Kata Adel yang tak sengaja menambrak seseorang.


‘’Enggak apa apa! Eh…Adel sedang apa di sini.’’Kata Reina.


Setelah Reina membayar dan akan ke luar,dia tidak sengaja


menambrak Adel yang berbalik setelah menerima pesanan.


Adel mengangkat kepalanya saat orang yang dia tabrak menyebut


namanya.


‘’Reina!’’Kata Adel.


‘’Kamu kerja di sini.’’Tanya Reina.


‘’iyah.’’Jawab Adel gugup.


‘’Loh setahu ku bukannya ayah mu itu punya restoran ,ngapain


kerja di kafe orang lain.’’Tanya Reina.

__ADS_1


‘’Jangan jangan ayah mu bangkrut yah! Tapi Kenapa Davian


tidak menolong mu, bukan nya kalian akan menikah.’’ Lanjutnya sedikit sinis.


‘’Bisnis ayah ku baik baik saja kok,lagian meski aku akan


menikah dengan Davian bukan berarti aku akan merepotkannya terus menerus akan permasalahan


keluarga ku.’’Jawab Adel meski dia kesal akan sindiran Reina tapi dia sadar


kalau dia sedang bekerja menggantikan Ilham,dia tidak mau bikin ulah hingga membuat


Ilham di pecat.


‘’Aku hanya sedang merenung untuk menentukan apa yang ingin


ku lakukan ke depannya saja sambil bekerja tak lebih dan tidak ada hubungannya


dengan Davian mau pun ayah ku.’’Lanjutnya.


‘’Hahaha.’’Reina tertawa mendengar ucapan  Adel.


Tanpa mereka ketahui Salah satu pengunjung tersenyum


mendengar ucapan Adel.


Adel sangat bingung dengan Reina yang tadi bicara sinis


padanya  tapi sekarang malah tertawa.


‘Memangnya ucapanku lucu yah.’Batin Adel.


‘’Pantas saja Davian bilang kamu itu sulit di mengerti dan selalu


melakukan hal yang tidak pernah di pikirkan orang lain.’’Kata Reina membuat


Adel bertambah bingung.


‘’Biasa kalau mau merenung itu pergi ke tempat tempat indah


dan menenangkan tapi kamu malah bekerja.’’ Lanjutnya seraya menggelengkan


kepalanya.


‘’Apa salahnya?’’Tanya Adel.


‘’Tidak ada! Ya sudah semangat ya bekerjanya dan semoga kamu


dapat jawaban dari apa yang kamu renungkan.’’Reina menepuk bahu Adel lalu pergi


.


Setelah Reina pergi Adel kembali mengerjakan pekerjaannya


yaitu menerima pesanan.


‘’Tunggu sebentar,mau pesan apa?’’Tanya Adel.


‘’Spageti balones 1 sama air putih.’’Katanya,dia menutupi


wajahnya dengan koran.


‘’Baiklah tunggu sebentar.’’Adel pergi mengambilkan pesanan


pelanggan meski dia merasa aneh dengan pelanggan itu.


‘’Kok suaranya kaya kenal,yah?.’’Gumam Adel.


Adel mengangkat bahu dan segera kedapur setelahnya menyajikan


pesanan di atas meja.


‘’Selamat menikmati kak.’’Kata Adel setelah meletakan


makanannya.


Sebelum Adel melangkah lebih jauh pelanggan itu menghentikan


Adel.


‘’Tunggu.’’Katanya lalu meletakan kembali garpu.


‘’Iya ada apa?’’Tanya Adel.


‘’Makanan apa ini,tidak enak.’’Katanya.


‘’Maaf,kalau begitu akan saya ganti.’’Kata Adel ,saat ingin


mengambil piringnya kembali dia di hentikan.


‘’Tidak perlu itu akan sama saja.’’Katanya lalu memlipat


Koran yang dia baca.


Deg


Betapa terkejutnya Adel ketika tahu kalau pelanggan tersebut


adalah Davian.


‘’Da-Davian.’’Kata Adel gugup.


Davian langsung menarik tangan Adel keluar dari kafe.


‘’Oke jadi apa yang akan kamu lakukan di masa depan?’’Tanya

__ADS_1


Davian setelah mereka sampai di taman dengan Davian yang duduk di kursi taman


sedangkan Adel berdiri tidak jauh dari Davian.


‘’Emm,itu setelah aku berpikir beberapa hari dan tak bertemu


dengan mu,aku sadar kalau aku kekanak kanak karna merajuk dan tak mengerti


kalau apa yang kamu katakan adalah untuk kebaikan ku.’’Kata Adel yang menunduk


sambil memainkan jarinya.


‘’Karna aku terlalu senang bisa menikah dengan mu setelah semua


yang aku lakukan aku jadi lupa dan bersikap kekanakan dengan mengandalkanmu


saja dan tak ingin berjuang untuk yang lainnya.’’Lanjutnya.


‘’Jadi, apa sekarang kamu sudah memutuskan nya?’’Tanya


Davian.


‘’Hm sudah.’’Kata Adel.


‘’Lalu Apa yang ingin kamu lakukan?’’Kata Davian.


‘’Mungkin kamu berpikir ini koyol dan akan mentertawakan


ku,tidak perduli sebanyak aku memikirkannya hanya ini yang ingin aku


lakukan.’’Kata Adel.


Davian mengangkat alis sebelah .


‘’Memangnya apa?’’Tanya Davian.


‘’Membantu dan mendukung mu Vian.’’Jawab Adel.


‘’Aku ingin berguna untuk mu dan membatu mu bukan hanya di


rumah aku juga ingin membantu di perusahaan walau aku tidak akan terlalu banyak


membantu ,jadi aku memutuskan untuk melanjutkan kuliah lagi dan tidak akan jadi


perawat. ’’Jawab Adel menatap Davian dengan tatapan serius, Davian tersenyum


kecil.


‘’Aku ingin jadi istri yang pantas bersanding


mu,Davian.’’Kata Adel.


‘’Tapi….bukan berarti aku tidak akan lagi mempelajari tentang


medis ,aku masih ingin mempelajarinya supaya aku bisa menolong mu dan keluarga


kita saat kalian terluka.’’Lanjutnya.


‘’Ini bukan berarti aku mau kalian terluka atau pun celaka


ya.’’Kata Adel panic sambil melambai lambaikan kedua tangannya takut Davian


salah paham.


Davian bangun dari kursi, mendekati Adel lalu mengusap


kepalanya.


‘’Kamu telah bekerja keras memikirkannya.’’Kata Davian sambil


tersenyum.


‘’Berusahalah yang terbaik apa pun hasilnya aku selalu bangga


pada mu dan kamu adalah wanita yang paling tepat untukku.’’Kata Davian.


‘’Vian.’’Adel melangkah mendekati Davian dengan raut  wajah seperti anak kecil yang di rebut


permennya.


Davian memeluk Adel tidak tahan dengan wajah menggemaskan


calon istrinya itu.


‘’Sekarang kita pulang.’’kata Davian.


‘’Sejujurnya beberapa hari ini aku sangat merindukan mu


sampai rasanya akan mati saja.’’Kata Adel dengan mata berkaca kaca.


‘’Aku tahu,aku juga sangat merindukan mu.’’Kata Davian lalu


melepaskan pelukannya.


‘’Jangan mengabaikan ku dan mediami ku lagi.’’Lanjutnya


seraya mengusap lembut pipi Adel.


‘’Hm,tidak akan!’’Jawab Adel.


Cup


Davian mencium bibir Adel dengan lembut menyalurkan rasa


rindu yang mereka rasakan setelah seminggu tidak bertegur sapa.

__ADS_1


LAGI ENGGAK ADA IDE SAMA KUOTA JADI TELAT,YA WALAU TIDAK TERLALU TELAT SIH,MAAF YAH CERITANYA SEMAKIN TAK JELAS.


__ADS_2