
Ujian tengah semester di adakan
selama lima hari dan hari ini adalah hari terakhir. Adel tengah duduk di tangga
taman sambil meluluskan kaki dan meregangkan tangannya yang pegal sehabis
ujian.
‘’Hah,mereka berdua kemana sih?lama
banget dari tadi belum datang datang.’’Kata Adel sambil melihat ke kanan dan
kiri.
‘’Udah laper nih gue.’’Adel
mengusap perutnya yang keroncongan.
Tadi saat mereka akan ke kantin
Lili dan Tia kebelet dan menyuruh Adel menunggu di taman,tapi dari tadi mereka
belum juga datang.
‘’Gue ke kantin duluan aja!bodo
amat mereka mau ngambek juga.’’Adel beranjak pergi ke kantin.
Adel berjalan cukup cepat karna
cacing di perutnya sudah demo minta di isi, Adel berpapasan dengan Davian dan
Laura tapi dia terus saja berjalan tanpa menghiraukan mereka.
Laura heran kenapa Adel tidak
memanggil Davian dan berhenti saat melihat mereka , tapi justru dia terus saja
tak menghiraukan mereka berdua.
‘Tumben dia tidak memanggil
Davian.’pikir Laura,dia melirik Davian sebentar.
‘Apa dia sudah menyerah,kalau memang
begitu bagus dong.’Pikir Laura senang.
‘Gue enggak ada saingan lagi’Laura
tersenyum melihat Adel yang menjauh.
Davian yang melihat Adel semakin
menjauh hanya menghela nafas dan berjalan menuju kantin.
‘’Embak Eri saya pesen mie ayam
satu sama es teh yah.’’Kata Adel saat
dia sudah sampai di kantin.
‘’Siap neng Adel,di tunggu
yah.’’Kata embak Eri.
‘’Iya mbak saya tunggu tapi jangan
lama –lama cacing di perut saya udah pada demo.’’Kata Adel ,embak Eri hanya
tersenyum dengan perkataan Adel.
‘’Ini neng pesanannya.’’Mbak Eri
memberikan nampan berisi semangkok mie ayam dan segelas es teh.
‘’Terima kasih mbak.’’Adel
mengambil nampannya dan memberikan uang.
Adel berkeliling mencari meja
kosong matanya membulat melihat dua orang yang duduk di paling pojok belakang,dua
orang yang di tunggu tunggu Adel dari tadi ternyata sudah ada di kantin.
‘’Pantesan di tunggu dari tadi
tidak muncul muncul ternyata sudah ada di sini rupanya.’’Kata Adel kesal,dia
berjalan menghampiri meja mereka.
Braakk
‘’Eh kutu loncat/Ayam –ayam.’’Lili dan Tia terkejut ,karna Adel
__ADS_1
menaruh nampannya dengan keras untung mangkuk sama gelasnya tidak pecah.
‘’Lo apa –apaan sih Del!’’Tia protes akan kelakuan Adel.
‘’Gara –gara lo baso gue jatoh.’’Kata Lili bakso yang ada di
sendoknya jatuh saat Adel mengebrak meja.
Adel tak memdengarkan protesan mereka dia sibuk memeriksa mangkuk dan
gelas yang ada di nampannya takut ada yang retak.
‘’Syukurlah mangkuk dan gelasnya enggak pecah.’’Kata Adel ,Lili dan Tia
menatap Adel sebal.
‘’Elo lebih perduli sama mangkuk dan gelas itu dari pada jantung gue
yang hampir copot karna e’lo.’’Kata Tia kesal.
‘’ Itu balasan untuk kalian, gue itu udah nunggu kalian berdua di taman
sampe kelaparan ,eh kalian malah enak –enakan makan di sini.’’Kata Adel sambil
melahap mie ayamnya.
‘’Hehehe,maaf.’’Kata Tia cengengesan.
‘’Maaf yah kita Lupa.’’Kata Lili yang enggak enak pada Adel.
‘’Hm.’’Adel tak mengbugris mereka dia terus memakan mie ayamnya.
‘’Adel itu Davian,dia duduk di belakang e’lo loh.’’Kata Tia saat
melihat Davian dan Laura duduk di meja depan mereka.
‘’Hm.’’Adel tetap tak merespon Tia,Davian juga mendengar apa yang di
katakan mereka.
‘’Kayanya Adel beneran marah deh Li.’’Kata Tia berbisik pada Lili.
‘’Iyah, sampai Davian juga tak mempan.’’Lili membenarkan ucapan Tia.
‘’Terus gimana dong.’’Tanya Tia lagi.
Adel tiba tiba berdiri Lili dan Tia menatap Adel terkejut ,dia membawa
nampannya lalu pergi saat melewati meja yang di duduki Davian Adel berbalik.
libur, minggu depan baru latihan lagi.’’Setelah mengatakan itu Adel
pergi,Davian,Laura.Lili dan Tia menatap Adel antara heran dan terkejut.
‘Sampai nilai ujian keluar gue enggak akan mememui lo dulu,akan gue
perlihatkan usaha gue ke e’lo.’Pikir Adel mantap.
Tia dan Lili segera menyusul Adel dan meminta penjelasannya tentang
sikapnya pada Davian tadi.
Davian melamun saat dia dan keluarganya makan malam ,dia memikirkan
sikap tidak biasa Adel tadi di kampus dan juga sudah lima hari ini dia tidak
melihat Adel menemuinya dan bahkan menanyakannya.
‘’Davian besok papa dan mama akan ke rumah nenekmu dia sedang
sakit.’’Kata Marselo.
‘’Jadi papa titip Daniel,awasi dia agar tidak main gema terus.’’Tambahnya.
‘’Papa kira aku anak kecil pake di awasi segala.’’Kata Daniel.
‘’Kamukan memang masih kecil.’’Marisa mengusap rambut Daniel.
‘’Ihh mama rusakkan rambut ku.’’Kata Daniel sambil merapikan rambutnya
lagi.
‘’Hahahaha.’’Marselo dan Marisa tertawa karna tingkah anak bungsunya.
‘’Davian kamu dengar papa kan.’’Kata Marselo lagi yang tak mendengar
jawaban Davian.
‘’Kamu kenapa,sakit.’’Tanya Marisa khawatir karna dari tadi Davian diam
saja seperti sedang melamun.
‘’Tidak,papa sama mama tenang saja akan Vian awasi Daniel.’’Davian
berdiri lalu pergi dari meja makan.
__ADS_1
‘’Davian memangnya kamu sudah makannya.’’Tanya Marisa melihat Davian
sudah pergi sebelum menghabiskan makanan yang ada di piringnya.
‘’Sudah.’’Teriak Davian.
‘’Davian kenapa yah pah,apa dia sedang ada masalah.’’Tanya Marisa
semakin khawatir.
‘’Entahlah papa juga tidak tau.’’Balas Marselo.
‘’Sudahlah mah Davian itu sudah dewasa jadi tak perlu khawatir nanti
juga dia pasti memberi tahu kita jika masalahnya serius.’’Kata Marselo
menenangkan istrinya.
‘’Iyah pah.’’Kata Masira,Daniel menatap ke arah perginya Davian dengan
tatapan yang sulit di artikan.
‘’Hah.’’Davian menghempaskan tubuhnya di atas kasur.
‘’Apa gue keterlaluan waktu itu yah!’’Tanya Davian pada dirinya
sendiri.
‘’Mungkin dia salah paham dengan ucapan ku.’’
‘’Aku lupa dia itukan bodoh.’’Davian menutup matanya.
‘’Berurusan dengan orang bodoh sungguh merepotkan.’’Kata Davian dia
tersenyum.
TOK TOK TOK
‘’Kak,kakak sudah tidur.’’Kata Daniel mengetuk pintu kamar Davian.
‘’Belum,masuk saja dek pintunya tidak di kunci.’’Davian bangun saat
mendengar ketukan pintu.
Crek
Daniel membuka pintu dan langsung duduk di sofa yang ada di kamar
Davian.
‘’Ada apa?apa ada pr yang tidak kamu mengerti.’’Tanya Davian,dia
menghampiri Daniel dan duduk di sofa dekat Daniel.
‘’Bukan,mama mengkhawatirkan kakak yang melamun terus waktu makan malam
tadi.’’Kata Daniel.
‘’Apa kakak sedang ada masalah?’’Tanya Daniel.
‘’Atau si Adel ganggu kakak terus di kampus yah.’’Kata Daniel.
‘’Kakak enggak apa –apa.’’Jawab Davian.
‘’Adel juga tidak menganggu kakak bahkan sudah lima hari ini dia tidak
menemui kakak.’’Kata Davian agar adik tak khawatir.
Walau Davian bicara dengan nada biasa tapi entah kenapa Daniel merasa
ada yang berbeda dengan nada bicara kakaknya.
‘’Baguslah,mungkin dia sudah menyerah.’’Kata Daniel senang,raut wajah
Davian berubah masam walau sebentar.
‘’Dia pasti sudah menemukan gebetan baru menggantikan kakak.’’Tambahnya,lalu
dia mengambil gundam milik kakaknya yang belum di rakit Davian.
DEG
Mendengar Daniel mengatakan itu hati Davian terasa sakit dia memegang
dadanya meremas bajunya dia melepaskannya dengan cepat sehingga Daniel tidak
melihatnya.
‘’Kehidupan kakak jadi bisa tenang lagi kaya dulu tidak ada yang akan
menggangu lagi.’’Kata Daniel sambil merakit gundam.
‘’Iyah!’’Kata Davian tersenyum kecil,tapi di dalam hatinya tidak ada
yang tau bagaimana perasaan dia yang sebenarnya.
__ADS_1