Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
65


__ADS_3

Ujian tengah semester di adakan


selama lima hari dan hari ini adalah hari terakhir. Adel tengah duduk di tangga


taman sambil meluluskan kaki dan meregangkan tangannya yang pegal sehabis


ujian.


‘’Hah,mereka berdua kemana sih?lama


banget dari tadi belum datang datang.’’Kata Adel sambil melihat ke kanan dan


kiri.


‘’Udah laper nih gue.’’Adel


mengusap perutnya yang keroncongan.


Tadi saat mereka akan ke kantin


Lili dan Tia kebelet dan menyuruh Adel menunggu di taman,tapi dari tadi mereka


belum juga datang.


‘’Gue ke kantin duluan aja!bodo


amat mereka mau ngambek juga.’’Adel beranjak pergi ke kantin.


Adel berjalan cukup cepat karna


cacing di perutnya sudah demo minta di isi, Adel berpapasan dengan Davian dan


Laura tapi dia terus saja berjalan tanpa menghiraukan mereka.


Laura heran kenapa Adel tidak


memanggil Davian dan berhenti saat melihat mereka , tapi justru dia terus saja


tak menghiraukan mereka berdua.


‘Tumben dia tidak memanggil


Davian.’pikir Laura,dia melirik Davian sebentar.


‘Apa dia sudah menyerah,kalau memang


begitu bagus dong.’Pikir Laura senang.


‘Gue enggak ada saingan lagi’Laura


tersenyum melihat Adel yang menjauh.


Davian yang melihat Adel semakin


menjauh hanya menghela nafas dan berjalan menuju kantin.


‘’Embak Eri saya pesen mie ayam


satu sama es teh  yah.’’Kata Adel saat


dia sudah sampai di kantin.


‘’Siap neng Adel,di tunggu


yah.’’Kata embak  Eri.


‘’Iya mbak saya tunggu tapi jangan


lama –lama cacing di perut saya udah pada demo.’’Kata Adel ,embak Eri hanya


tersenyum dengan perkataan Adel.


‘’Ini neng pesanannya.’’Mbak Eri


memberikan nampan berisi semangkok mie ayam dan segelas es teh.


‘’Terima kasih mbak.’’Adel


mengambil nampannya dan memberikan uang.


Adel berkeliling mencari meja


kosong matanya membulat melihat dua orang yang duduk di paling pojok belakang,dua


orang yang di tunggu tunggu Adel dari tadi ternyata sudah ada di kantin.


‘’Pantesan di tunggu dari tadi


tidak muncul muncul ternyata sudah ada di sini rupanya.’’Kata Adel kesal,dia


berjalan menghampiri meja mereka.


Braakk


‘’Eh kutu loncat/Ayam –ayam.’’Lili dan Tia terkejut ,karna Adel

__ADS_1


menaruh nampannya dengan keras untung mangkuk sama gelasnya tidak pecah.


‘’Lo apa –apaan sih Del!’’Tia protes akan kelakuan Adel.


‘’Gara –gara lo baso gue jatoh.’’Kata Lili bakso yang ada di


sendoknya jatuh saat Adel mengebrak meja.


Adel tak memdengarkan protesan mereka dia sibuk memeriksa mangkuk dan


gelas yang ada di nampannya takut ada yang retak.


‘’Syukurlah mangkuk dan gelasnya enggak pecah.’’Kata Adel ,Lili dan Tia


menatap Adel sebal.


‘’Elo lebih perduli sama mangkuk dan gelas itu dari pada jantung gue


yang hampir copot karna e’lo.’’Kata Tia kesal.


‘’ Itu balasan untuk kalian, gue itu udah nunggu kalian berdua di taman


sampe kelaparan ,eh kalian malah enak –enakan makan di sini.’’Kata Adel sambil


melahap mie ayamnya.


‘’Hehehe,maaf.’’Kata Tia cengengesan.


‘’Maaf yah kita Lupa.’’Kata Lili yang enggak enak pada Adel.


‘’Hm.’’Adel tak mengbugris mereka dia terus memakan mie ayamnya.


‘’Adel itu Davian,dia duduk di belakang e’lo loh.’’Kata Tia saat


melihat Davian dan Laura duduk di meja depan mereka.


‘’Hm.’’Adel tetap tak merespon Tia,Davian juga mendengar apa yang di


katakan mereka.


‘’Kayanya Adel beneran marah deh Li.’’Kata Tia berbisik pada Lili.


‘’Iyah, sampai Davian juga tak mempan.’’Lili membenarkan ucapan Tia.


‘’Terus gimana dong.’’Tanya Tia lagi.


Adel tiba tiba berdiri Lili dan Tia menatap Adel terkejut ,dia membawa


nampannya lalu pergi saat melewati meja yang di duduki Davian Adel berbalik.


libur, minggu depan baru latihan lagi.’’Setelah mengatakan itu Adel


pergi,Davian,Laura.Lili dan Tia menatap Adel antara heran dan terkejut.


‘Sampai nilai ujian keluar gue enggak akan mememui lo dulu,akan gue


perlihatkan usaha gue ke e’lo.’Pikir Adel mantap.


Tia dan Lili segera menyusul Adel dan meminta penjelasannya tentang


sikapnya pada Davian tadi.


Davian melamun saat dia dan keluarganya makan malam ,dia memikirkan


sikap tidak biasa Adel tadi di kampus dan juga sudah lima hari ini dia tidak


melihat Adel menemuinya dan bahkan menanyakannya.


‘’Davian besok papa dan mama akan ke rumah nenekmu dia sedang


sakit.’’Kata Marselo.


‘’Jadi papa titip Daniel,awasi dia agar tidak main gema terus.’’Tambahnya.


‘’Papa kira aku anak kecil pake di awasi segala.’’Kata Daniel.


‘’Kamukan memang masih kecil.’’Marisa mengusap rambut Daniel.


‘’Ihh mama rusakkan rambut ku.’’Kata Daniel sambil merapikan rambutnya


lagi.


‘’Hahahaha.’’Marselo dan Marisa tertawa karna tingkah anak bungsunya.


‘’Davian kamu dengar papa kan.’’Kata Marselo lagi yang tak mendengar


jawaban Davian.


‘’Kamu kenapa,sakit.’’Tanya Marisa khawatir karna dari tadi Davian diam


saja seperti sedang melamun.


‘’Tidak,papa sama mama tenang saja akan Vian awasi Daniel.’’Davian


berdiri lalu pergi dari meja makan.

__ADS_1


‘’Davian memangnya kamu sudah makannya.’’Tanya Marisa melihat Davian


sudah pergi sebelum menghabiskan makanan yang ada di piringnya.


‘’Sudah.’’Teriak Davian.


‘’Davian kenapa yah pah,apa dia sedang ada masalah.’’Tanya Marisa


semakin khawatir.


‘’Entahlah papa juga tidak tau.’’Balas Marselo.


‘’Sudahlah mah Davian itu sudah dewasa jadi tak perlu khawatir nanti


juga dia pasti memberi tahu kita jika masalahnya serius.’’Kata Marselo


menenangkan istrinya.


‘’Iyah pah.’’Kata Masira,Daniel menatap ke arah perginya Davian dengan


tatapan yang sulit di artikan.


‘’Hah.’’Davian menghempaskan tubuhnya di atas kasur.


‘’Apa gue keterlaluan waktu itu yah!’’Tanya Davian pada dirinya


sendiri.


‘’Mungkin dia salah paham dengan ucapan ku.’’


‘’Aku lupa dia itukan bodoh.’’Davian menutup matanya.


‘’Berurusan dengan orang bodoh sungguh merepotkan.’’Kata Davian dia


tersenyum.


TOK TOK TOK


‘’Kak,kakak sudah tidur.’’Kata Daniel mengetuk pintu kamar Davian.


‘’Belum,masuk saja dek pintunya tidak di kunci.’’Davian bangun saat


mendengar ketukan pintu.


Crek


Daniel membuka pintu dan langsung duduk di sofa yang ada di kamar


Davian.


‘’Ada apa?apa ada pr yang tidak kamu mengerti.’’Tanya Davian,dia


menghampiri Daniel dan duduk di sofa dekat Daniel.


‘’Bukan,mama mengkhawatirkan kakak yang melamun terus waktu makan malam


tadi.’’Kata Daniel.


‘’Apa kakak sedang ada masalah?’’Tanya Daniel.


‘’Atau si Adel ganggu kakak terus di kampus yah.’’Kata Daniel.


‘’Kakak enggak apa –apa.’’Jawab Davian.


‘’Adel juga tidak menganggu kakak bahkan sudah lima hari ini dia tidak


menemui kakak.’’Kata Davian agar adik tak khawatir.


Walau Davian bicara dengan nada biasa tapi entah kenapa Daniel merasa


ada yang berbeda dengan nada bicara kakaknya.


‘’Baguslah,mungkin dia sudah menyerah.’’Kata Daniel senang,raut wajah


Davian berubah masam walau sebentar.


‘’Dia pasti sudah menemukan gebetan baru menggantikan kakak.’’Tambahnya,lalu


dia mengambil gundam milik kakaknya yang belum di rakit Davian.


DEG


Mendengar Daniel mengatakan itu hati Davian terasa sakit dia memegang


dadanya meremas bajunya dia melepaskannya dengan cepat sehingga Daniel tidak


melihatnya.


‘’Kehidupan kakak jadi bisa tenang lagi kaya dulu tidak ada yang akan


menggangu lagi.’’Kata Daniel sambil merakit gundam.


‘’Iyah!’’Kata Davian tersenyum kecil,tapi di dalam hatinya tidak ada


yang tau bagaimana perasaan dia yang sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2