Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
60


__ADS_3

‘’Adel,menurut gue e’lo agak


keterlaluan deh sama Reno.’’Kata Tia,saat mereka sudah berada di kelas.


‘’Reno kan cuman bermaksud belain


lo doang.’’Tambahnya.


‘’Gue tahu!hanya saja gue enggak


suka seseorang di salahkan karna ke cerobohan yang gue lakukan sendiri.’’Kata


Adel


‘’Kaki gue bisa terkilir itu karna


gue terlalu senang bisa mencetak tiga angka bukan karna latihan yang di berikan


Davian.’’Kata Adel lagi.


‘’Iyah tapi setidaknya lo bisa


sedikit baik padanya.’’Kata Tia


‘’Dia itu sudah menyukai lo dari dulu.’’Tambahnya.


‘’Kenapa tiba tiba kau membela


Reno apa kau menyukainya.’’Tanya Adel sedikit heran.


‘’Enggak,gue kasihan aja sama Reno


,dia kan terus terusan berusaha mengejar lo.’’Kata Tia.


‘’Apa lo enggak bisa memberinya


kesempatan?’’Tanya Tia


‘’Kesempatan yah?’’Kata Adel


‘’Menurut gue dari pada lo terus


terusan mengejar Davian yang enggak jelas, lebih baik dengan Reno yang sudah


jelas jelas menyukai lo.’’Kata Tia,sejujurnya dia tidak mau kalau Adel terus


berharap pada Davian dan berujung sakit hati.


‘’Jujur Reno itu baik  sangat baik malah ,tapi sikapnya Reno itu berlebihan


membuat gue jadi risih dan juga malu.’’Kata Adel


‘’Tentu gue senang kalau ada yang


perhatian dan selalu belain gue tapi kalau terlalu berlebihan membuat tak


nyaman juga jadinya.’’Tambah Adel


‘’Gue ngerti.’’Kata Tia


mengganggukan kepala karna menurutnya juga kelakuan Reno bikin kesel.


‘’Di tambah gue sudah terlanjur


mencintai Davian.’’Kata Adel


‘’Tapi beneran e’lo enggak punya


perasaan sama Reno.’’Tanya Adel.


‘’Enggaklah.’’Kata Tia,lalu dia


tersenyum manis membayangkan seseorang.


‘’Tia lo kenapa?’’Tanya Adel tapi


tak di dengar Tia.


‘’E’lo enggak sedang kerasukan


setankan.’’Kata Adel sedikit takut.


‘’Tia lo jangan nakutin gue


dong.’’Kata Adel


‘’Tia,Sintia.’’Panggil Adel sambil


menepuk menepuk lengannya tapi tak di respon Tia.


‘’Berhenti mengobrol dan duduk di


bangku masing masing,pelajaran akan segera di mulai.’’Teriak dosen yang


memasuki kelas.


Semua kalang kabut untuk duduk di


tempat mereka dosen itu melihat sekeliling memastikan semua sudah duduk lalu


dia melihat Tia yang tersenyum tak menyadari keberadaannya.


‘’Tia sadar,cepat sadar nanti lo


bisa di hukum.’’Adel berusaha menyadarkan Tia saat dia melihat dosen yang


terkenal galak menatap tajam Tia.


‘’Kau yang di sana,kalau kamu


tidak mau mengikuti pelajaran yang saya ajarkan sebaiknya keluar .’’Teriak


Dosen sedikit lebih keras dari tadi.


‘’Hah.’’Tia terkejut dan tersadar


mendengar teriakan dosen tersebut.


‘’Keluar dari kelas saya


sekarang.’’Kata dosen tegas


‘’Salah saya apa pak kok tiba tiba


di suruh keluar.’’Kata Tia tak terima,Adel menepuk dahi.


‘’Aduh e’lo jangan nambah


masalah.’’Kata Adel pelan.


‘’Keluar saya bilang.’’Teriak

__ADS_1


dosen.


‘’Ya tapi salah saya apa,bapak


jangan seenaknya.’’Kata Tia lagi yang belum sepenuhnya sadar siapa dosen yang


ada di depan.


‘Kayanya Tia beneran kesambet deh


sampai sampai berani ngelawan pak Bagas.’Pikir Adel merinding.


‘’KELUAR.’’Teriak pak Bagas keras.


Tia melangkah keluar kelas sambil


bergumam pelan namun itu tetap terdengar pak Bagas.


‘’Cih,galak amat jadi


dosen.’’Gumam Tia pelan.


‘’Kamu berdiri di dekat pintu


kelas sambil menjewer kedua telinga mu sampai pelajaran saya selesai.’’Kata Pak


Bagas sambil menatap Tia tajam.


‘’Kalau kamu melanggar akan saya


tambah hukuan kamu.’’Kata pak Bagas lagi saat Tia mau protes.


Tia pun menuruti perintah pak


Bagas berdiri di dekat pintu kelas dan menjewer ke dua telinganya sambil


cemberut.


‘’Tuh kenapa sih pak Bagas galak


banget ,salah gue apa coba.’’Kata Tia sepelan mungkin supaya pak Bagas tak


mendengarnya.


‘’Tunggu….tadi gue bilang apa?pak


Bagas!’’Kata Tia merasa aneh lalu melihat ke dalam kelas dan betapa terkejut


dia kalau yang ada di dalam beneran pak Bagas dosen yang terkenal galak.


‘’EEEHHHHHH.’’Teriak Tia yang baru


menyadarinya.


‘’Yang di luar diammm.’’Kata pak Bagas


keras,Tia pun langsung ciut.


‘’Astaga gue barusan ngelawan pak


Bagas gina ini,mampus gue.’’Kata Tia pelan dan takut.


Setelah pelajaran selesai Lili


menemui Adel dan Tia untuk mengajaknya mereka makan di kafe yang baru buka


dekat kampus mereka dia sangat penasaran.


Lili yang melihat Tia berdiri di dekat pintu sambil menjewer kedua telinganya.


‘’Lo lagi ngapain berdiri dekat


pintu.’’Tanya Lili heran.


‘’Hwuaaaa.’’Tiba tiba Tia


menerjang Lili.


‘’Eh e’lo kenapa?’’Tanya Lili binggung.


‘’Lili tolongin gue…huaa kayanya


gue  besok  enggak bisa kuliah di sini lagi huaaaa.’’Kata


Tia sambil menangis Bombay.


‘’Maksud lo apaan gue enggak


ngerti.’’tanya Lili


‘’Barusan gue habis debat sama pak


Bagas dan di hukum berdiri di luar terus pas tadi di pergi dia natap gue tajam


banget gue takut.’’Kata Tia yang sudah melepaskan Lili.


‘’Pak Bagas maksud lo pak Bagas


dosen yang galak itu.’’Tanya Lili.


‘’Iyah.’’Ucap Tia


‘’Kok bisa! kesambet apaan e’lo


sampai- sampai berani sama pak Bagas.’’Kata Lili yang tak habis pikir dengan


Tia.


‘’Gue juga binggung dia kesambet


apa sampai dia berani gitu.’’Kata Adel yang sudah berada bersama kedua


temannya.


‘’Padahal tadi gue udah


memperingatinya.’’Tambah Adel.


‘’Terus gue harus gimana.’’Tanya


Tia dengan mata sayu,Adel dan Lili menggangkat bahu mereka.


‘’Sudah lah ayo ikut, gue mau


nunjukin tempat yang bagus buat kalian.’’kata Lili


‘’Tempat apaan?’’Tanya Adel.


‘’Tempat yang bisa membuat Tia


melupakan masalahnya.’’Jawab Lili

__ADS_1


Mereka pun pergi ke tempat yang di


maksud Lili ,Tia dengan lesunya berjalan mengikuti Lili.


‘’Kenapa lo Ren.’’Tanya Denis,yang


dari tadi melihat Reno mengaduk ngaduk mie goreng di piringnya.


‘’Kalau lo enggak mau makan sini


biar gue aja yang makan.’’Kata Denis,Reno mendorong piringnya ke depan Denis.


‘’Lo masih sakit Ren.’’Tanya


Fadli.


‘’Lesu amat.’’Tambahnya,tapi Reno


tetap diam.


‘’Tumben lo belum ke klub basket


bisanya lo semangat bener .’’Kata Candra yang baru datang.


‘’Benar juga,kenapa lo.’’Kata


Denis sambil memakan mienya Reno.


‘’Lo juga tumben masih di kampus


biasanya udah pergi pacaran.’’Tanya Denis sinis.


‘’Jangan jangan e’lo udah di


putusin yah.’’Kata Denis senang.


‘’Enak aja,gue lagi nunggu dia


selesai dengan klubnya.’’Bantah Candra.


‘’Bisa diam tidak sih kalian enggak


liat apa gue lagi gegana .’’Kata Reno


yang kesal dengan ke tidak pekaan teman temannya.


‘’Kaya cewek aja pake gegana


segala.’’Ketus Denis.


‘’Adel nyuekin lo lagi.’’Kata


Fadli yang dengan lahap memakan baksonya.


‘’Gue binggung deh kenapa Adel


selalu saja membela Davian padahal kan  dia itu selalu di ejek dan di siksa Davian.’’Kata


Reno sebal.


‘’Namanya juga suka ya pasti


belain mulu.’’Kata Denis.


‘’Gue juga enggak memuin Adel pas


istirahat tadi,apa dia beneren marah sama gue yah.’’Kata Reno lesu.


‘’Gue saranin e’lo nyerah aja


Ren.’’Kata Candra.


‘’Lebih baik lo nyari cewek lain


aja masih banyak cewek yang cantik enggak cuma Adel.’’Kata Candra.


‘’Enggak bisa Can hati gue itu


udah mentok.’’Kata Reno.


‘’Menurut gue sih lo yang salah


Ren.’’Kata Fadli.


‘’Kok gue yang salah.’’Tanya Reno


yang tak mengerti perkataan Fadli


‘’Cara lo untuk menarik perhatian


Adel itu salah bukan salah sih tapi lo terlalu berlebihan.’’Kata Fadli.


‘’Kalau gue jadi Adel juga pasti


bakal menjauh dari lo karna risih.’’Tambahnya.


‘’Masuk akal,apa lagi lo lakuin


itu dari kelas 10 SMA pasti itu membuat Adel kurang nyaman.’’Kata Candra


membenarkan.


‘’Kalian enggak di suruh Diki


untuk membujuk gue kan.’’Kata Reno curiga.


‘’Maksud lo.’’Kata Fadli tak


mengerti apa hubungannya dengan Diki.


‘’Perkataan kalian hampir sama


dengan nya.’’Kata Reno.


‘’Ah sudahlah.’’Reno pergi


meninggalkan mereka.


‘’Lah malah kabur dia.’’Kata


Denis.


Adel memasuki ruang klub basket


lebih awal karna dia sudah tiga hari tidak masuk jadi dia ingin memeriksanya.


‘’Senior.’’Adel terkejut melihat


ada Satria di dalam sambil memutar mutar bola basket dengan aura yang mendung


dan mencekam di sekitarnya.

__ADS_1


__ADS_2