Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
114


__ADS_3

Tok tok tok


‘’Masuk.’’Kata Davian


Cklek


‘’Ada apa?’’Tanya Davian saat melihat Adel masuk


keruangannya.


‘’Apa aku boleh ikut pulang bersama dengan mu?’’Tanya Adel.


‘’Masih ada hal yang harus ku urus,sebaiknya kamu pulang


sendiri saja.’’Jawab Davian.


‘’Oh begitu.’’Kata Adel kecewa.


‘’Baiklah,jangan terlalu memaksakan diri dan pulangnya jangan


malam malam.’’Lanjutnya dia berusaha tersenyum ceria.


Adel keluar dari ruangan Davian senyuman yang dia tampilkan


tadi luntur beurah menjadi sendu,dia berjalan keluar kantor. Sambil menunggu


ojek yang dia pesan Adel memainkan ponsel menghibur hatinya yang kecewa.


Tin..tin…tinn..


‘’Astaga.’’Adel hampir menjatuhkan ponsel karna terkejut.


‘’Maaf,kamu mau kemana?’’ tanya orang yang membunyikan


kelakson tadi.


‘’Siapa?’’Tanya Adel bingung,Adel tididak mengenali pria yang


ada di depannya karna dia menggunakan helm full face .


‘’Ini aku.’’Dia membuka helmnya.


‘’Kak Andreas!’’Kata Adel


‘’Pantesan enggak kenal motornya beda.’’Kata Adel pelan tapi


masih bisa Andreas dengar.


‘’Kak Andreas baru pulang kampus.’’Tanya Adel.


‘’Iyah,kamu dari mana mau kemana?’’Tanya Andreas lagi.


‘’Pulang kerja mau pilang ke rumah.’’Jawab Adel.


‘’Kamu kerja.’’Tanya Andreas.


‘’Cuman bantu bantu aja sebelum lanjut kulaih lagi.’’Kata


Andel.


‘’Mau aku anter pulang.’’Tawar Andreas.


‘’Ngak usak kak,aku sudah pesan ojek kok.’’Tolak Adel tak mau


merepotkan Andreas.


‘’Batalin aja,ayo aku antar kamu pulang.’’Kata Andeas


bersikeras,karna beberapa hari ini dia tidak bertemu atau pun menghubungi Adel


karna sedang sibuk.


‘’Sebentar lagi kaya mau hujan juga.’’Lanjutnya.


‘’Baiklah.’’Kata Adel setuju,karna memang sudah mendung dia


tidak mau kehujanan bukan takut dengan hujannya tapi yang selalu menyertai saat


turun hujan.


Adel pun membatalkan pesanannya dan naik ke motor Andreas


setelah Adel duduk dengan nyaman Andreas melajukan motornya ke rumah.


Davian yang akan pergi ke rumah sakit menemui papa nya


menghentikan mobilnya saat melihat Adel sedang berbicara dengan Andreas.


Setelah mereka pergi Davian kembali melajukan mobilnya,perasaan


yang tadinya senang karna sudah mendapatkan investor untuk game baru


perusahaannya tiba tiba kesal tak menentu.


Andreas dan Adel sudah samapi di kediaman Pratama,Adel turun


dari motor Andreas.


‘’Terima kasih ya kak.mau mampir dulu.’’Tawar Adel.


‘’Enggak usah lain kali aja.’’Tolak Andreas.


‘’Sana masuk sebentar lagi turun hujan.’’Lanjutnya.

__ADS_1


‘’Hati hati di jalannya kak,kalau turun hujan sebaiknya kakak


menepi dulu jangan memaksakan menerobos hujan,bahaya.’’ Kata Adel menasehati


Andreas.


Andreas tersenyum mendengar ucapan Adel,dia sangat senang


pujaan hatinya mengkhawatir dirinya.


‘’Iyah,sudah sana masuk,mandi terus intirahat.’’Kata Andreas


sambil mengacak acak rambut Adel.


‘’Ih kak,nanti aku di sangka orang gila.’’Kata Adel


‘’Ya udah aku masuk,dah.’’Lanjutnya lalu Adel masuk ke dalam.


Setelah Adel sudah tidak terlihat lagi Andreas menyalakan


mesin motornya dan pergi meninggalkan kediaman Pratama.


‘’Baru hari pertama udah selingkuh aja.’’Kata Daniel di


tangga saat Adel masuk ke dalam rumah.


‘’Apa maksudnya? Siapa yang kamu bilang selingkuh?’’Kata Adel


bingung.


‘’Au gelap.’’Daniel melangkah ke dapur.


‘’Dih enggak jelas.’’Kata Adel lalu niak ke atas untuk


membersihkan badannya dan tidur sebentar sebelum makan malam.


Sesampainya di rumah sakit Davian langsung ke ruangan papa


nya.


Ckelek


Marisa yang  mendengar


suara pintu di buka menoleh kearahnya lalu tersenyum.


‘’Bagaimana keadaan papa,ma?’’Tanya Davian.


‘’Dokter bilang keadaan papa sudah lebih baik tinggal


istirahat dan jangan banyak pikiran dulu takut membebani kepalanya.’’Jelas


Marisa.


berkurang.


‘Sekarang hanya tinggal memikirkan memajukan perusahaan


supaya tidak gulung tikar.’Pikir Davian.


‘’Kamu pulang kerja langsung kemari Vian?’’Tanya Marisa


melihat anaknya masih mengenajan jas kantor.


‘’Iyah,tadi sih mau ngasih laporan sama papa tapi papa nya


sudah tidur.’’Kata Davian.


‘’Tadi papa habis minum obat terus langsung tidur.’’Kata


Marisa.


‘’Oh yah mah,pak Doni bilang dia mau berhenti bekerja karna


tidak mungkin dia bisa bekerja dengan kondisi kaki yang sekarang.’’Kata Davian.


Pak Doni supir keluarga Pratama yang kecelakaan bersama


Marselo sudah sadar lebih dulu tapi karna kakinya sebelah tergencet menyebabkan


patah tulang yang serius hingga  tak bisa


di gunakan lagi.


‘’Tak apa kamu berikan dia uang pesangon yang cukup besar


sekalian segai kompesari atas kecelakaan yang terjadi.’’Kata Marisa.


‘’Baik mah.besok Vian akan memberikan uang pesangonnya.’’Kata


Davian.


‘’Dah sebaiknya kamu pulang tures istirahat,kamu pasti pasti


lelas soal laporan besok saja menyerahkannya.’’Kata Marisa yang kasihan melihat


raut lelah di wajah anak sulungnya.


‘’Um Vian pulang kalau begitu.’’Davian menyetujui ucapan


Marisa karna dia juga sudah merasa sangat lelah.


‘’Iyah hati hati,jangan ngebut.’’Nasehat Marisa.

__ADS_1


Davian pergi meninggalkan ruangan Marselo,Marisa  baru ingat kalau hari ini hari pertama Adel


bekerja.


‘’Vian,bagaimana  hari


pertama Adel bekerja.’’Kata Marisa.


‘’Lho,kemana Vian.’’Kata Marisa tak menemukan anak sulungnya.


‘’Apa sudah pulang? Ih aku kan belum menanyakan soal


Adel.’’Katanya sebal.


‘’Sudahlah besok saja.’’Lanjutnya.


Setelah di usir eh…di suruh pulang oleh mama sudah berada di


rumahnya dia langsung masuk ke kamar.


‘’Eh,tadi terdengar suara pintu terbuka.’’Kata Adel di


celingukan di pintu dapur mencari siapa orang yang masuk.


‘’Apa Davian sudah pulang,yah?’’Tanyanya.


‘’Eh..bau apaan ini.’’Adel mengendus endus ,matanya membola


melihat asap dari pengorengan.


‘’Ahhh…..ikan gue gosongggg.’’Teriak Adek melihat ikannya


mengenaskan di atas wajan,dia segera mematikan kompornya.


Adel menatap sendu ikan gosong di depannya.


‘’Ikan gue…hiks…gagal sudah makan ikan goreng hiks…padahal


tinggal dua ekor lagi di kulkas…hiks…’’Kata Adel yang menangis tanpa air mata.


Setelah insiden ikon gosong mereka bertiga makan malam dengan


hening,Daniel melirik Adel dan Davian silih berganti lalu melanjutkan makannya


lagi.


‘Untungnya kak Adel udah bisa masak coba kalau belum aku bisa


makan masakan gosong dan asin ‘Pikir Daniel.


Adel yang masih inget ikan goreng gosong diam selama makan


padahal dari siang dia sudah ingin makan ikan goreng tapi gagal.


Davian yang menyeritkan dahinya heran dengan kelakuaan yang


diam saja tidak seperti biasanya.


‘Ada apa dengannya?’Pikir Davian bingung.


Setelah makan malam selesai mereka kembali ke kamar  masing masing.


Saat Davian merebahkan badannya di kasur,matanya hampir


terpejam tapi ponselnya berdering,dia membuka matanya lalu bangkit dari kasur


dan berjalan ke meja mengambil ponselnya,setelah menggeser tombol hijau lalu


mendekatkan ke tenganya.


‘’Hallo, ada apa pak Sena?’’Tanya Davian pada Seno di sebrang


telepon.


‘’Maaf ,mengganggu waktu istirahat anda direktur.’’Kata Seno


tak enak.


‘’Tidak apa apa.’’Kata Davian bohong sebenarnya dia kesal karna


tadi dia hampir tertidur.


‘’Ada apa? ‘’Lanjutnya.


‘’Asisten pak Dirga telepon dia ingin mengajak anda makan


siang besok.’’Jawab Seno.


‘’Baik.’’Jawab Davian.


‘’Kalau gitu selamat istirhat dan sekali lagi saya minta


maaf.’’Kata Seno lalu menutup teleponnya.


‘’Haaahh.’’Davian menghela nafas lelah,lalu kembali ke


kasurnya,dia memutup matanya dan tertidur.


DEG


‘’Kok perasaan gue enggak enak begini,yah.’’Kata Adel seraya


memegang dadanya,jantungnya tiba tiba berdebar.

__ADS_1


‘’Apa besok akan terjadi sesuatu ?.’’Katanya gelisah.


__ADS_2