
Tok tok tok
‘’Masuk.’’Kata Davian
Cklek
‘’Ada apa?’’Tanya Davian saat melihat Adel masuk
keruangannya.
‘’Apa aku boleh ikut pulang bersama dengan mu?’’Tanya Adel.
‘’Masih ada hal yang harus ku urus,sebaiknya kamu pulang
sendiri saja.’’Jawab Davian.
‘’Oh begitu.’’Kata Adel kecewa.
‘’Baiklah,jangan terlalu memaksakan diri dan pulangnya jangan
malam malam.’’Lanjutnya dia berusaha tersenyum ceria.
Adel keluar dari ruangan Davian senyuman yang dia tampilkan
tadi luntur beurah menjadi sendu,dia berjalan keluar kantor. Sambil menunggu
ojek yang dia pesan Adel memainkan ponsel menghibur hatinya yang kecewa.
Tin..tin…tinn..
‘’Astaga.’’Adel hampir menjatuhkan ponsel karna terkejut.
‘’Maaf,kamu mau kemana?’’ tanya orang yang membunyikan
kelakson tadi.
‘’Siapa?’’Tanya Adel bingung,Adel tididak mengenali pria yang
ada di depannya karna dia menggunakan helm full face .
‘’Ini aku.’’Dia membuka helmnya.
‘’Kak Andreas!’’Kata Adel
‘’Pantesan enggak kenal motornya beda.’’Kata Adel pelan tapi
masih bisa Andreas dengar.
‘’Kak Andreas baru pulang kampus.’’Tanya Adel.
‘’Iyah,kamu dari mana mau kemana?’’Tanya Andreas lagi.
‘’Pulang kerja mau pilang ke rumah.’’Jawab Adel.
‘’Kamu kerja.’’Tanya Andreas.
‘’Cuman bantu bantu aja sebelum lanjut kulaih lagi.’’Kata
Andel.
‘’Mau aku anter pulang.’’Tawar Andreas.
‘’Ngak usak kak,aku sudah pesan ojek kok.’’Tolak Adel tak mau
merepotkan Andreas.
‘’Batalin aja,ayo aku antar kamu pulang.’’Kata Andeas
bersikeras,karna beberapa hari ini dia tidak bertemu atau pun menghubungi Adel
karna sedang sibuk.
‘’Sebentar lagi kaya mau hujan juga.’’Lanjutnya.
‘’Baiklah.’’Kata Adel setuju,karna memang sudah mendung dia
tidak mau kehujanan bukan takut dengan hujannya tapi yang selalu menyertai saat
turun hujan.
Adel pun membatalkan pesanannya dan naik ke motor Andreas
setelah Adel duduk dengan nyaman Andreas melajukan motornya ke rumah.
Davian yang akan pergi ke rumah sakit menemui papa nya
menghentikan mobilnya saat melihat Adel sedang berbicara dengan Andreas.
Setelah mereka pergi Davian kembali melajukan mobilnya,perasaan
yang tadinya senang karna sudah mendapatkan investor untuk game baru
perusahaannya tiba tiba kesal tak menentu.
Andreas dan Adel sudah samapi di kediaman Pratama,Adel turun
dari motor Andreas.
‘’Terima kasih ya kak.mau mampir dulu.’’Tawar Adel.
‘’Enggak usah lain kali aja.’’Tolak Andreas.
‘’Sana masuk sebentar lagi turun hujan.’’Lanjutnya.
__ADS_1
‘’Hati hati di jalannya kak,kalau turun hujan sebaiknya kakak
menepi dulu jangan memaksakan menerobos hujan,bahaya.’’ Kata Adel menasehati
Andreas.
Andreas tersenyum mendengar ucapan Adel,dia sangat senang
pujaan hatinya mengkhawatir dirinya.
‘’Iyah,sudah sana masuk,mandi terus intirahat.’’Kata Andreas
sambil mengacak acak rambut Adel.
‘’Ih kak,nanti aku di sangka orang gila.’’Kata Adel
‘’Ya udah aku masuk,dah.’’Lanjutnya lalu Adel masuk ke dalam.
Setelah Adel sudah tidak terlihat lagi Andreas menyalakan
mesin motornya dan pergi meninggalkan kediaman Pratama.
‘’Baru hari pertama udah selingkuh aja.’’Kata Daniel di
tangga saat Adel masuk ke dalam rumah.
‘’Apa maksudnya? Siapa yang kamu bilang selingkuh?’’Kata Adel
bingung.
‘’Au gelap.’’Daniel melangkah ke dapur.
‘’Dih enggak jelas.’’Kata Adel lalu niak ke atas untuk
membersihkan badannya dan tidur sebentar sebelum makan malam.
Sesampainya di rumah sakit Davian langsung ke ruangan papa
nya.
Ckelek
Marisa yang mendengar
suara pintu di buka menoleh kearahnya lalu tersenyum.
‘’Bagaimana keadaan papa,ma?’’Tanya Davian.
‘’Dokter bilang keadaan papa sudah lebih baik tinggal
istirahat dan jangan banyak pikiran dulu takut membebani kepalanya.’’Jelas
Marisa.
berkurang.
‘Sekarang hanya tinggal memikirkan memajukan perusahaan
supaya tidak gulung tikar.’Pikir Davian.
‘’Kamu pulang kerja langsung kemari Vian?’’Tanya Marisa
melihat anaknya masih mengenajan jas kantor.
‘’Iyah,tadi sih mau ngasih laporan sama papa tapi papa nya
sudah tidur.’’Kata Davian.
‘’Tadi papa habis minum obat terus langsung tidur.’’Kata
Marisa.
‘’Oh yah mah,pak Doni bilang dia mau berhenti bekerja karna
tidak mungkin dia bisa bekerja dengan kondisi kaki yang sekarang.’’Kata Davian.
Pak Doni supir keluarga Pratama yang kecelakaan bersama
Marselo sudah sadar lebih dulu tapi karna kakinya sebelah tergencet menyebabkan
patah tulang yang serius hingga tak bisa
di gunakan lagi.
‘’Tak apa kamu berikan dia uang pesangon yang cukup besar
sekalian segai kompesari atas kecelakaan yang terjadi.’’Kata Marisa.
‘’Baik mah.besok Vian akan memberikan uang pesangonnya.’’Kata
Davian.
‘’Dah sebaiknya kamu pulang tures istirahat,kamu pasti pasti
lelas soal laporan besok saja menyerahkannya.’’Kata Marisa yang kasihan melihat
raut lelah di wajah anak sulungnya.
‘’Um Vian pulang kalau begitu.’’Davian menyetujui ucapan
Marisa karna dia juga sudah merasa sangat lelah.
‘’Iyah hati hati,jangan ngebut.’’Nasehat Marisa.
__ADS_1
Davian pergi meninggalkan ruangan Marselo,Marisa baru ingat kalau hari ini hari pertama Adel
bekerja.
‘’Vian,bagaimana hari
pertama Adel bekerja.’’Kata Marisa.
‘’Lho,kemana Vian.’’Kata Marisa tak menemukan anak sulungnya.
‘’Apa sudah pulang? Ih aku kan belum menanyakan soal
Adel.’’Katanya sebal.
‘’Sudahlah besok saja.’’Lanjutnya.
Setelah di usir eh…di suruh pulang oleh mama sudah berada di
rumahnya dia langsung masuk ke kamar.
‘’Eh,tadi terdengar suara pintu terbuka.’’Kata Adel di
celingukan di pintu dapur mencari siapa orang yang masuk.
‘’Apa Davian sudah pulang,yah?’’Tanyanya.
‘’Eh..bau apaan ini.’’Adel mengendus endus ,matanya membola
melihat asap dari pengorengan.
‘’Ahhh…..ikan gue gosongggg.’’Teriak Adek melihat ikannya
mengenaskan di atas wajan,dia segera mematikan kompornya.
Adel menatap sendu ikan gosong di depannya.
‘’Ikan gue…hiks…gagal sudah makan ikan goreng hiks…padahal
tinggal dua ekor lagi di kulkas…hiks…’’Kata Adel yang menangis tanpa air mata.
Setelah insiden ikon gosong mereka bertiga makan malam dengan
hening,Daniel melirik Adel dan Davian silih berganti lalu melanjutkan makannya
lagi.
‘Untungnya kak Adel udah bisa masak coba kalau belum aku bisa
makan masakan gosong dan asin ‘Pikir Daniel.
Adel yang masih inget ikan goreng gosong diam selama makan
padahal dari siang dia sudah ingin makan ikan goreng tapi gagal.
Davian yang menyeritkan dahinya heran dengan kelakuaan yang
diam saja tidak seperti biasanya.
‘Ada apa dengannya?’Pikir Davian bingung.
Setelah makan malam selesai mereka kembali ke kamar masing masing.
Saat Davian merebahkan badannya di kasur,matanya hampir
terpejam tapi ponselnya berdering,dia membuka matanya lalu bangkit dari kasur
dan berjalan ke meja mengambil ponselnya,setelah menggeser tombol hijau lalu
mendekatkan ke tenganya.
‘’Hallo, ada apa pak Sena?’’Tanya Davian pada Seno di sebrang
telepon.
‘’Maaf ,mengganggu waktu istirahat anda direktur.’’Kata Seno
tak enak.
‘’Tidak apa apa.’’Kata Davian bohong sebenarnya dia kesal karna
tadi dia hampir tertidur.
‘’Ada apa? ‘’Lanjutnya.
‘’Asisten pak Dirga telepon dia ingin mengajak anda makan
siang besok.’’Jawab Seno.
‘’Baik.’’Jawab Davian.
‘’Kalau gitu selamat istirhat dan sekali lagi saya minta
maaf.’’Kata Seno lalu menutup teleponnya.
‘’Haaahh.’’Davian menghela nafas lelah,lalu kembali ke
kasurnya,dia memutup matanya dan tertidur.
DEG
‘’Kok perasaan gue enggak enak begini,yah.’’Kata Adel seraya
memegang dadanya,jantungnya tiba tiba berdebar.
__ADS_1
‘’Apa besok akan terjadi sesuatu ?.’’Katanya gelisah.