Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
77


__ADS_3

Adel memasang apron dan berdiri di meja dapur dia sedang


memotong sosis dan bakso serta beberapa potong ayam juga ada di atas meja tak


lupa juga si bawang merah dan bawang putih serta sepupunya dari India bawang Bombay


di irisnya.


Selama 40 menit Adel berkutat dengan alat –alat dapur untuk


membuat sarapan akhirnya sudah jadi.


Saat Adel sedang menata sarapannya Davian datang ke dapur


,dia terkejut melihat Adel yang sedang menyiapkan sarapan.


Tadinya Davian ingin menyiapkan sarapan unyuknya dan


Adel,karna dia pikir Adel masih syok tentang kejadian kemarin.


‘’Kamu sudah menyiapkan sarapannya.’’Tanya Davian yang sudah


berdiri di samping Adel.


Adel terkejut mendengar suara Davian dan mendongkak ke


atas,karna tinggi Adel hanya sebatas bahu Davian .


‘’Iyah.’’Jawab Adel singkat.


‘’Itu kotak bekal untuk apa? kau mau sarapan di kampus


.’’Tanya Davian melihat kotak bekal yang ada di meja.


‘’Ini bekal untuk nanti makan siang.’’Kata Adel sambil


memasukan bekalnya ke kantong.


‘’Nanti siangkan kita akan ke UNI untuk latih


tanding.’’Tambah Adel dan duduk di kursi.


Mereka berdua memakan sarapannya  dengan tenang,sesekali Davian melirik Adel yang


duduk di depannya,setelah selesai dan mencuci piring mereka bersiap berangkat


ke kampus.


‘’Apa kau yakin mau ke kampus?’’Tanya Davian dia sedikit


khawatir dengan keadaan mental Adel.


‘’Iyah! gue sudah enggak  apa –apa kok.’’Kata Adel.


‘’Ya sudah ,naiklah.’’Davian menyuruh Adel naik ke motornya.


‘’Tidak usah gue naik bis saja.’’Tolak Adel.


‘’Jangan sampai aku mengulangi ucapan ku! naik


sekarang.’’Perintah Davian yang tak mau di bantah.


Akhirnya Adel naik ke motor Davian dan dia baru ingat semalam


dia tidak mengabari ayahnya.


‘’Davian bisa kita mampir dulu ke restoran ayah sebelum ke


kampus.’’Pinta Adel.


‘’Semalam gue lupa memberi kabar, ayah pasti khawatir karna


semalam gue tidak pulang.’’Lanjutnya.


‘’Tadi malam aku sudah menghubungi om Tomi jadi kamu tidak


perlu khawatir.’’Kata Davian .


‘’Terima kasih.’’Kata Adel.


Davian menyalakan mesin motornya pergi meninggalkan halaman


rumahnya,Davian melirik Adel yang  melamun sepanjang perjalanan sambil memegangi


kantung berisi bekal.


‘’Kita sudah sampai.’’Kata Davian menyadarkan lamunan Adel.


Sebenarnya mereka sudah sampai 5 menit yang lalu tapi Adel


masih melamun,Davian menghela nafasnya dan menunggu.


‘’Ahh,sudah sampai yah!’’Adel turun dari motor.


‘’Maaf.’’Setelah mengatakan itu Adel pergi.


Saat seorang mahasiswa tak sengaja  mengnyonggol bahu Adel membuat badan Adel


sedikit gemetar Adel meremas kuat tasnya.


Davian yang masih melihat kepergian Adel melihat tubuh Adel yang


gemetar saat siswa laki –laki tadi menyenol bahu Adel.


‘’Apa nya enggak apa –apa?’’Davian turun dari motornya lalu


menghampiri Adel.


‘’Kau tidak apa –apa.’’Tanya Davian,Adel tersentak dan


menoleh ke Davian.


‘’Tidak apa –apa.’’Kata Adel tersenyum canggung.


‘’Kau yakin?’’Tanya Davian.


‘’Ya,tadi cuman kaget saja.’’Kata Adel lalu melanjutkan


langkahnya pergi ke kelas.


Adel menaruh tasnya dan kantung berisi bekalnya lalu


membaringkan kepalanya di meja,sejujurnya dia masih takut dan trauma dengan

__ADS_1


kejadian semalam tapi dia tidak mau jika terus –terusan terpuruk .


Dari sejak pagi Adel tidak bicara –bicara kalau pun di ajak


bicara oleh Tia pun dia hanya menjawab ‘Hm’ saja membuat Tia bingung.


Saat Tia mengajak Adel kekantin dia menggelengkan kepala jadi


Tia pergi ke kanti sendirian.


Davian melihat ke sekeliling kantin di sampingnya ada Laura


yang menatap Davian heran melihat Davian yang seperti mencari seseorang.


‘’Davian e’lo sedang mencari siapa?’’Tanya Laura yang


penasaran.


‘’Diki.’’Jawab Davian singkat.


‘’Diki yah……itu dia, Diki duduk di sebelah sana.’’Kata Laura


setelah melihat Diki yang duduk memunggugi mereka .


Davian dan Laura berjalan menghampiri Diki lalu duduk di


kursi bergabung dengan Diki.


‘Dia tidak ke kantin yah.’Batin Davian saat melihat Tia dan


Lili tapi tak melihat Adel.


Mereka makan dengan tenang sampai ucapan Laura memecahkan ke


heningan.


‘’Bukannya hari ini kalian ada latih tanding dengan UNI


kan.’’Tanya Laura.


‘’Darimana e’lo tahu soal itu.’’Tanya Davian cukup terkejut


karna setahunya hanya Adel yang tahu,itu pun baru di beritahu soal itu karna dia


di suruh mengantarkan surat undangan.


‘’Kemarin gue sempet denger kalau pak Gunawan mau melakukan


latih tanding ,yah gue memberi pak Gunawan saran untuk latih tanding dengan


UNI.’’Kata Laura.


‘’UNI…setau gue bukannya mereka itu juara tahun lalu.’’Kata


Diki.


‘’Emangnya mereka akan setuju bila di ajak latih tanding


dengan kita, mereka kan pasti sedang sibuk latihan terlebih waktu kejuaraan


sebentar lagi.’’Tambah Diki.


‘’Mereka emang sedang sibuk latihan bahkan mereka selalu


‘’Dan kebetulan gue punya koneksi di sana dan pas gue tanya


mereka mau latih tanding dengan kita.’’Lanjut Laura.


‘’Tapi karna waktu yang kosong cuma hari ini jadi mereka hanya


bisa sekarang saja,  jadinya kita harus


segera untuk menyerahkan surat undangan kalau terlambat mereka tidak akan mau


bertanding .’’Jelas Laura yang membuat Davian menghentikan makan dan melihat


Laura.


Ada rasa kesal dan marah saat mendengar kalau Laura yang


menyaran kan hal itu dan secara tidak lansung Laura menjadi penyebab hal buruk


yang terjadi pada Adel tadi malam.


‘’Kenapa e’lo menyarankan UNI untuk latih tanding padahal kan


mereka sedang sibuk.’’Kata Davian yang sedikit kesal dia menahan amarahnya.


‘’Karna UNI itu kan tim yang kuat jadi menurut gue itu akan


menjadi pengalaman yang bagus untuk tim kita.’’Jawab Laura yang tidak menyadari


kekesalan Davian.


Kreeet


Davian bangun dari kursinya dan pergi,Laura heran kenapa


Davian tiba tiba pergi, Diki  menyadari


ada yang aneh dengan Davian saat dia mendengar nada bicara Davian yang kesal


dan sekarang dia pergi.


‘’Davian e’lo mau kemana ?makanan e’lo kan belum


habis.’’Tanya Laura.


‘’Gue baru inget ada yang harus gue bicarakan dengan kak


Satria.’’Jawab Davian dan melanjutkan langkahnya.


‘’Oh.’’Kata Luara dan melanjutkan makannya.


‘Sebenarnya ada apa dengan Davian kayanya dia lagi


kesel.’Pikir Diki.


Davian pergi kekelas Satria dan menghampiri Satria yang


sedang mengobrol dengan Kevin dan Marsel.


‘’Senior .’’Panggil Davian.

__ADS_1


‘’Iyah!’’Satria berbalik ke asal suara.


‘’Ada apa?’’Tanya Satria yang bingung kenapa Davian


menghampirinya.


‘’Bisa kita bicara berdua.’’Kata Davian.


‘’Ada apa tumben?’’Tanya Satria.


‘’Ada hal penting yang ingin gue bicarakan,berdua.’’Jawab


Davian.


‘’Baiklah, ayo.’’Satria berdiri dari kursinya dan berjalan


keluar di ikuti Davian,sebelumnya dia menoleh ke Kevin dan Marsel dan mereka


mengangguk mengerti.


Davian membawa Satria ke atap agar leluasa dan tidak di


dengar yang lain.


‘’Hal penting apa yang mau e’lo bicarakan ,sampai harus pergi


ke atap segala.’’Tanya Satria setelah mereka sampai.


‘’Ini soal Adel.’’Davian berbalik menghadap Satria.


‘’Adel.’’Tanya Satria binggung lalu.


‘’Apa e’lo sudah jadian dengan Adel dan mau menyuruh gue


untuk tidak terlalu dekat dengannya.’’Kata Satria salah paham.


‘’Tenang saja gue sama Adel tidak ada perasaan kusus atau apa


pun,dia cuman patner gue nonoton anime jadi jangan khawatir.’’Tambah Satria


sambil menepuk bahu Davian.


‘’Tidak!gue sama Adel enggak jadian.’’Kata Davian.


‘’Gue cuman mau bilang nanti kalau mau menyuruh Adel pergi


jauh,pastikan dia di temani salah satu dari anggota jangan biarkan dia pergi


sendirian.’’Jelas Davian yang membuat Satria tak paham.


‘’Maksud?’’Tanya Satria.


‘’Begini……’’Davian menceritakan soal kejadian yang menimpa


Adel tadi malam,Satria sangat terkejut mendengar penjelasan Davian.


Dia tidak menyangka kalau juniornya mengalami hal yang sangat


buruk ,dia tidak tahu apa yang akan terjadi kalau Davian tidak datang menolong


Adel,mungkin bukan hanya kehilangan mahkotanya nyawanya pun bisa hilang.


‘’Gue enggak nyangka Adel mengalami hal itu,terus bagaimana


keadaan Adel sekarang?’’Tanya Satria cemas.


‘’Dia baik –baik saja, tapi mungkin masih ada trauma.’’Kata


Davian.


‘’Wajar sih kalau dia masih syok dan trauma.’’Kata Satria


maklum.


‘’Pantesan aja pak Gunawan tadi menanyakan ke gue soal


persiapan latih tanding sore ini.’’Kata Satria sambil mngusap rambutnya.


‘’Thank yah!sudah memberitahu gue soal ini.’’Kata Satria


menepuk bahu Davian.


‘’Tadinya gue mau mememui Adel dan menanyakan soal latih


tanding,kalau e’lo enggak memberitau gue mungkin gue bakalan memarahi


Adel.’’Tambahnya.


‘’Dan gue bakalan jadi senior yang brengsek karna memarahi juniornya


yang sedang kesusahan hanya karna hal sepele.’’Lanjut Satria.


‘’Sepertinya senior perhatian bangat sama Adel sampai tidak


mau membuatnya terluka.’’Tanya Davian sedikit kesal.


‘’Gimana yah?gue udah terlanjur suka dan menganggap Adel


seperti adek gue sendiri.’’Kata Satria.


‘’Apa karna kejadian kemarin lusa yah?sehingga Adel


memaksakan diri begitu.’’Kata Satria pelan sambil memegangi dagunya tapi masih


terdengar oleh Davian..


‘’Kejadian apa?’’Tanya Davian.


‘’Ah…Itu soal seragam,e’lo tahu kan seragam baru kita itu di


disyen Laura dan itu membuat Adel kesal karna dia tidak di beritahu lebih awal


dan juga saat Laura datang mememui lo anak –anak memuji Laura karna seragam


barunya terlihat sangat keren.’’Jelas Satria.


‘’Mungkin karna itu Adel jadi memaksakan diri.’’Lanjut


Satria.


‘Pantas saja Adel jadi begitu dia pasti merasa tidak di


hargai sebagai menejer.’Batin Davian.

__ADS_1


__ADS_2