
Adel memasang apron dan berdiri di meja dapur dia sedang
memotong sosis dan bakso serta beberapa potong ayam juga ada di atas meja tak
lupa juga si bawang merah dan bawang putih serta sepupunya dari India bawang Bombay
di irisnya.
Selama 40 menit Adel berkutat dengan alat –alat dapur untuk
membuat sarapan akhirnya sudah jadi.
Saat Adel sedang menata sarapannya Davian datang ke dapur
,dia terkejut melihat Adel yang sedang menyiapkan sarapan.
Tadinya Davian ingin menyiapkan sarapan unyuknya dan
Adel,karna dia pikir Adel masih syok tentang kejadian kemarin.
‘’Kamu sudah menyiapkan sarapannya.’’Tanya Davian yang sudah
berdiri di samping Adel.
Adel terkejut mendengar suara Davian dan mendongkak ke
atas,karna tinggi Adel hanya sebatas bahu Davian .
‘’Iyah.’’Jawab Adel singkat.
‘’Itu kotak bekal untuk apa? kau mau sarapan di kampus
.’’Tanya Davian melihat kotak bekal yang ada di meja.
‘’Ini bekal untuk nanti makan siang.’’Kata Adel sambil
memasukan bekalnya ke kantong.
‘’Nanti siangkan kita akan ke UNI untuk latih
tanding.’’Tambah Adel dan duduk di kursi.
Mereka berdua memakan sarapannya dengan tenang,sesekali Davian melirik Adel yang
duduk di depannya,setelah selesai dan mencuci piring mereka bersiap berangkat
ke kampus.
‘’Apa kau yakin mau ke kampus?’’Tanya Davian dia sedikit
khawatir dengan keadaan mental Adel.
‘’Iyah! gue sudah enggak apa –apa kok.’’Kata Adel.
‘’Ya sudah ,naiklah.’’Davian menyuruh Adel naik ke motornya.
‘’Tidak usah gue naik bis saja.’’Tolak Adel.
‘’Jangan sampai aku mengulangi ucapan ku! naik
sekarang.’’Perintah Davian yang tak mau di bantah.
Akhirnya Adel naik ke motor Davian dan dia baru ingat semalam
dia tidak mengabari ayahnya.
‘’Davian bisa kita mampir dulu ke restoran ayah sebelum ke
kampus.’’Pinta Adel.
‘’Semalam gue lupa memberi kabar, ayah pasti khawatir karna
semalam gue tidak pulang.’’Lanjutnya.
‘’Tadi malam aku sudah menghubungi om Tomi jadi kamu tidak
perlu khawatir.’’Kata Davian .
‘’Terima kasih.’’Kata Adel.
Davian menyalakan mesin motornya pergi meninggalkan halaman
rumahnya,Davian melirik Adel yang melamun sepanjang perjalanan sambil memegangi
kantung berisi bekal.
‘’Kita sudah sampai.’’Kata Davian menyadarkan lamunan Adel.
Sebenarnya mereka sudah sampai 5 menit yang lalu tapi Adel
masih melamun,Davian menghela nafasnya dan menunggu.
‘’Ahh,sudah sampai yah!’’Adel turun dari motor.
‘’Maaf.’’Setelah mengatakan itu Adel pergi.
Saat seorang mahasiswa tak sengaja mengnyonggol bahu Adel membuat badan Adel
sedikit gemetar Adel meremas kuat tasnya.
Davian yang masih melihat kepergian Adel melihat tubuh Adel yang
gemetar saat siswa laki –laki tadi menyenol bahu Adel.
‘’Apa nya enggak apa –apa?’’Davian turun dari motornya lalu
menghampiri Adel.
‘’Kau tidak apa –apa.’’Tanya Davian,Adel tersentak dan
menoleh ke Davian.
‘’Tidak apa –apa.’’Kata Adel tersenyum canggung.
‘’Kau yakin?’’Tanya Davian.
‘’Ya,tadi cuman kaget saja.’’Kata Adel lalu melanjutkan
langkahnya pergi ke kelas.
Adel menaruh tasnya dan kantung berisi bekalnya lalu
membaringkan kepalanya di meja,sejujurnya dia masih takut dan trauma dengan
__ADS_1
kejadian semalam tapi dia tidak mau jika terus –terusan terpuruk .
Dari sejak pagi Adel tidak bicara –bicara kalau pun di ajak
bicara oleh Tia pun dia hanya menjawab ‘Hm’ saja membuat Tia bingung.
Saat Tia mengajak Adel kekantin dia menggelengkan kepala jadi
Tia pergi ke kanti sendirian.
Davian melihat ke sekeliling kantin di sampingnya ada Laura
yang menatap Davian heran melihat Davian yang seperti mencari seseorang.
‘’Davian e’lo sedang mencari siapa?’’Tanya Laura yang
penasaran.
‘’Diki.’’Jawab Davian singkat.
‘’Diki yah……itu dia, Diki duduk di sebelah sana.’’Kata Laura
setelah melihat Diki yang duduk memunggugi mereka .
Davian dan Laura berjalan menghampiri Diki lalu duduk di
kursi bergabung dengan Diki.
‘Dia tidak ke kantin yah.’Batin Davian saat melihat Tia dan
Lili tapi tak melihat Adel.
Mereka makan dengan tenang sampai ucapan Laura memecahkan ke
heningan.
‘’Bukannya hari ini kalian ada latih tanding dengan UNI
kan.’’Tanya Laura.
‘’Darimana e’lo tahu soal itu.’’Tanya Davian cukup terkejut
karna setahunya hanya Adel yang tahu,itu pun baru di beritahu soal itu karna dia
di suruh mengantarkan surat undangan.
‘’Kemarin gue sempet denger kalau pak Gunawan mau melakukan
latih tanding ,yah gue memberi pak Gunawan saran untuk latih tanding dengan
UNI.’’Kata Laura.
‘’UNI…setau gue bukannya mereka itu juara tahun lalu.’’Kata
Diki.
‘’Emangnya mereka akan setuju bila di ajak latih tanding
dengan kita, mereka kan pasti sedang sibuk latihan terlebih waktu kejuaraan
sebentar lagi.’’Tambah Diki.
‘’Mereka emang sedang sibuk latihan bahkan mereka selalu
‘’Dan kebetulan gue punya koneksi di sana dan pas gue tanya
mereka mau latih tanding dengan kita.’’Lanjut Laura.
‘’Tapi karna waktu yang kosong cuma hari ini jadi mereka hanya
bisa sekarang saja, jadinya kita harus
segera untuk menyerahkan surat undangan kalau terlambat mereka tidak akan mau
bertanding .’’Jelas Laura yang membuat Davian menghentikan makan dan melihat
Laura.
Ada rasa kesal dan marah saat mendengar kalau Laura yang
menyaran kan hal itu dan secara tidak lansung Laura menjadi penyebab hal buruk
yang terjadi pada Adel tadi malam.
‘’Kenapa e’lo menyarankan UNI untuk latih tanding padahal kan
mereka sedang sibuk.’’Kata Davian yang sedikit kesal dia menahan amarahnya.
‘’Karna UNI itu kan tim yang kuat jadi menurut gue itu akan
menjadi pengalaman yang bagus untuk tim kita.’’Jawab Laura yang tidak menyadari
kekesalan Davian.
Kreeet
Davian bangun dari kursinya dan pergi,Laura heran kenapa
Davian tiba tiba pergi, Diki menyadari
ada yang aneh dengan Davian saat dia mendengar nada bicara Davian yang kesal
dan sekarang dia pergi.
‘’Davian e’lo mau kemana ?makanan e’lo kan belum
habis.’’Tanya Laura.
‘’Gue baru inget ada yang harus gue bicarakan dengan kak
Satria.’’Jawab Davian dan melanjutkan langkahnya.
‘’Oh.’’Kata Luara dan melanjutkan makannya.
‘Sebenarnya ada apa dengan Davian kayanya dia lagi
kesel.’Pikir Diki.
Davian pergi kekelas Satria dan menghampiri Satria yang
sedang mengobrol dengan Kevin dan Marsel.
‘’Senior .’’Panggil Davian.
__ADS_1
‘’Iyah!’’Satria berbalik ke asal suara.
‘’Ada apa?’’Tanya Satria yang bingung kenapa Davian
menghampirinya.
‘’Bisa kita bicara berdua.’’Kata Davian.
‘’Ada apa tumben?’’Tanya Satria.
‘’Ada hal penting yang ingin gue bicarakan,berdua.’’Jawab
Davian.
‘’Baiklah, ayo.’’Satria berdiri dari kursinya dan berjalan
keluar di ikuti Davian,sebelumnya dia menoleh ke Kevin dan Marsel dan mereka
mengangguk mengerti.
Davian membawa Satria ke atap agar leluasa dan tidak di
dengar yang lain.
‘’Hal penting apa yang mau e’lo bicarakan ,sampai harus pergi
ke atap segala.’’Tanya Satria setelah mereka sampai.
‘’Ini soal Adel.’’Davian berbalik menghadap Satria.
‘’Adel.’’Tanya Satria binggung lalu.
‘’Apa e’lo sudah jadian dengan Adel dan mau menyuruh gue
untuk tidak terlalu dekat dengannya.’’Kata Satria salah paham.
‘’Tenang saja gue sama Adel tidak ada perasaan kusus atau apa
pun,dia cuman patner gue nonoton anime jadi jangan khawatir.’’Tambah Satria
sambil menepuk bahu Davian.
‘’Tidak!gue sama Adel enggak jadian.’’Kata Davian.
‘’Gue cuman mau bilang nanti kalau mau menyuruh Adel pergi
jauh,pastikan dia di temani salah satu dari anggota jangan biarkan dia pergi
sendirian.’’Jelas Davian yang membuat Satria tak paham.
‘’Maksud?’’Tanya Satria.
‘’Begini……’’Davian menceritakan soal kejadian yang menimpa
Adel tadi malam,Satria sangat terkejut mendengar penjelasan Davian.
Dia tidak menyangka kalau juniornya mengalami hal yang sangat
buruk ,dia tidak tahu apa yang akan terjadi kalau Davian tidak datang menolong
Adel,mungkin bukan hanya kehilangan mahkotanya nyawanya pun bisa hilang.
‘’Gue enggak nyangka Adel mengalami hal itu,terus bagaimana
keadaan Adel sekarang?’’Tanya Satria cemas.
‘’Dia baik –baik saja, tapi mungkin masih ada trauma.’’Kata
Davian.
‘’Wajar sih kalau dia masih syok dan trauma.’’Kata Satria
maklum.
‘’Pantesan aja pak Gunawan tadi menanyakan ke gue soal
persiapan latih tanding sore ini.’’Kata Satria sambil mngusap rambutnya.
‘’Thank yah!sudah memberitahu gue soal ini.’’Kata Satria
menepuk bahu Davian.
‘’Tadinya gue mau mememui Adel dan menanyakan soal latih
tanding,kalau e’lo enggak memberitau gue mungkin gue bakalan memarahi
Adel.’’Tambahnya.
‘’Dan gue bakalan jadi senior yang brengsek karna memarahi juniornya
yang sedang kesusahan hanya karna hal sepele.’’Lanjut Satria.
‘’Sepertinya senior perhatian bangat sama Adel sampai tidak
mau membuatnya terluka.’’Tanya Davian sedikit kesal.
‘’Gimana yah?gue udah terlanjur suka dan menganggap Adel
seperti adek gue sendiri.’’Kata Satria.
‘’Apa karna kejadian kemarin lusa yah?sehingga Adel
memaksakan diri begitu.’’Kata Satria pelan sambil memegangi dagunya tapi masih
terdengar oleh Davian..
‘’Kejadian apa?’’Tanya Davian.
‘’Ah…Itu soal seragam,e’lo tahu kan seragam baru kita itu di
disyen Laura dan itu membuat Adel kesal karna dia tidak di beritahu lebih awal
dan juga saat Laura datang mememui lo anak –anak memuji Laura karna seragam
barunya terlihat sangat keren.’’Jelas Satria.
‘’Mungkin karna itu Adel jadi memaksakan diri.’’Lanjut
Satria.
‘Pantas saja Adel jadi begitu dia pasti merasa tidak di
hargai sebagai menejer.’Batin Davian.
__ADS_1