
‘’Hanya segini yang bisa aku berikan.’’Tomi menyerahkan sebuah
amplop pada Marselo.
‘’Tolong di terima.’’Lanjutnya
‘’Astaga Tomi,aku kan sudah bilang kamu tidak perlu repot
repot,biar kami saja yang menanggung semuanya.’’Kata Marisa merasa tak enak
karna dia tahu bagaimana ke ekonomian Tomi apa lagi dia habis membangun rumah
sampai dua kali malah karna kelalaian dari pegawai proyek itu.
‘’Benar yang di katakan istri ku,Tomi.’’Kata Marselo yang
membenarkan ucapan istrinya,dia juga tidak keberatan menanggung semua biayanya.
‘’Lebih baik kau gunakan untuk memperbesar usaha
mu.’’Lanjutnya.
‘’Selo ini juga pernikahan putriku,aku sebagai ayahnya juga
ingin ikut berpatisipasi untuk mewujudkan salah satu mimpinya,walau hanya ini
yang bisa aku berikan. ’’Kata Tomi.
Ya impian Adel!
Menikah dengan Davian adalah salah satu mimpi Adel dari dia
SMA.
‘’Baiklah,ini aku terima.’’Kata Marselo mengalah.
‘’Terima kasih atas pengertian mu.’’Kata Tomi.
‘’Kau ini seperti orang asing saja pake terima kasih
segala,kita kan besan.’’Kata Marselo sembari meneuk punggung Tomi.
‘’Iya.’’Balas Tomi dengan tersenyum lebar,dia sangat bahagia
bisa menitipkan putri semata wayang pada keluarga sahabatnya itu jadi dia tidak
perlu khawatir akan kehidupan Adel
nantinya saat sudah menikah dan tinggal bersama mertuanya.
Sementara di bawah para orang tua berbicara serius di atas
tepatnya di kamar Adel sedang kacau karna ulah Tia dan Lili yang terus menerus
meledek Adel yang membuat Adel mengerjar mereka sambil melemparkan bantal dan
guling serta boneka.
‘’Dah lah gue capek.’’Kata Tia anggat tangan.
‘’Gue juga.’’Kata Lili.
‘’Kalian yang memulai.’’Kata Adel kesal.
‘’Iya,iya,maaf kita yang salah.’’Kata Lili mengakah.
Mereka duduk di kasur milik Adel,karna besok adalah hari
pernikahan Adel mereka menginap di rumah Davian, Sebagai pesta perpisahan karna
hari ini hari terakhir Adel sebagai lajang dan mereka tidak mungkin bisa tidur
bersama sama lagi dan menginap lagi seperti sebelumnya kecuali tentu saja
meminta izin kepada Davian terlebih dulu mungkin bisa.
‘’Oh,iyah.’’Tia dan Lili menyeluarkan kotak kado yang mereka
siapkan untuk Adel dan di sembunyian di bawah ranjang.
‘’Ini hadiah untuk mu dari kami berdua.’’Kata Lili.
‘’Di pakai yah,ingat pakainya harus pada malam pertama kalian
agar Davian makin tergila gila sama e’lo.’’Kata Tia seraya menggoda Adel.
‘’Makasih yah,besty.’’Kata Adel senang dan mengambil kotak
tersebut.
‘’Memang isinya apaan?’’Tanya Adel penasaran.
__ADS_1
‘’Kalian enggak ngasih yang gituan kan.’’Kata Adel curiga.
‘’Sembarangan! Ya kali kita ngasih yang begituan sama
e’lo,untuk apa coba?’’Balas Lili yang mengerti maksud Adel,maklum keseringan
bareng Diki jadi paham yang soal hal dewasa.
‘’lagi pula yang seharusnya pake begituan itu Davian bukan
e’lo.’’Lanjutnya sedikit kesal.
‘’Hehehe,bener juga.’’Kata Adel cengengesan.
‘’Udah buka aja.’’Kata Tia.
Adel membuka pita lalu membuka tutup kotak berwarna pink sotf
itu,kedua pipinya memerah saat melihat isi kado yang di berikan teman temannya.
‘’Iiihhhh,kalian ini.’’Kata Adel malu.
‘’Bagus kan,setelah e’lo mandi semprotin parfum ini ke
seluluh tubuh e’lo terus lo pakai lingerienya,pasti Davian langsung nerkam e’lo pas dia mengeliat
lo.’’Kata Tia sambil mengangkat parfum dan juga lingerie yang berwarna hitam.
[ baju tidur yang sexy entah apa namanya pokoknya yang
begitulah,maaf ya kalau salah nulis]
‘’Mesum.’’Kata Adel malu.
‘’Jangan pura pura malu malu gitu, enggak cocok.’’Cibir Lili.
‘’Biasanya juga e’lo malu maluin.’’Tambahnya.
‘’Tahu,padahal di otaknya tuh gue yakin udah bertreveler
kemana mana tuh.’’Kata Tia.
‘’Udah ah,jangan bahas yang begituan. Kalian masih di bawah
umur.’’Kata Adel yang kesal dengan ejekan teman temannya.
‘’Oh yah,apa e’lo mengundang kak Andreas, Reno sama Rendy ke
‘’hm,iya aku mengundang mereka juga,bukan hanya mereka tapi
semua anggota klub basket tahun lalu juga sama semua teman sekelas kita di SMA
juga aku undang dan ada beberapa guru…’’Jawab Adel.
‘’Ah bukan beberapa sih, tapi semua guru waktu SMA di undang
tapi oleh Davian,aku hanya mengundang bu Susi doang.’’Kata Adel mengkrarifikasi
ucapannya yang terakhir.
‘’Kasihan mereka jadi sadboy.’’Kata Tia.
‘’Hm.’’Lili menganguk, menyetujui ucapan Tia.
‘’Dah ah yuk! cepetan tidur, Aku harus bangun pagi pagi
besok.’’Kata Adel.
Dia berjalan ke lemari, menyimpan kado dari kedua temannya
lalu kembali ke kasurnya dan menggeser Lili dan Tia lalu membaringkan tubuhnya
serta menarik selimut menutupi badannya.
Davian yang tidak bisa tidur mungkin gugup entahlah,dia
keluar kamar dan pergi ke balkon dengan segelas teh hijau yang telah sebelumnya
dia buat di dapur tadi.
‘’Hah.’’Davian menghela nafas.
‘’Kakak kenapa belum tidur?’’Tanya Daniel.
Davian berbalik menoleh ke belakang melihat siapa yang
bertanya.
‘’Bukannya besok kakak harus bangun pagi.’’ Lanjutnya sambil
jalan kearah kakaknya.
__ADS_1
‘’Kamu sendiri kenapa belum tidur?’’Tanya Davian balik.
‘’Tadinya sih sudah tidur, terus kebangun karna haus tapi lupa mengisi gelas di
kamar jadi terpaksa turun ke dapur.’’Jelas Daniel yang sebal.
Kebiasaan Daniel kalau tengah malam dia itu suka terbangun
untuk minum tapi karna kelupaan dia terpaksa harus turun ke bawah mengambil air
walau dia malas untuk turun.
‘’Oh.’’Jawab Davian singkat.
‘’Ck,kakak kebiasaan suka menjawab singkat.’’Kata Daniel
sebal.
‘’Pada akhirnya kakak menikah dengan kak Adel.’’Kata Daniel.
‘’Apa kakak bahagia?’’Tanya Daniel.
‘’Sepertinya begitu.’’Kata Davian lalu menoleh kea rah Daniel.
‘’Kenapa? Apa kamu tidak suka?’’Tanya Balik Davian.
‘’Sejujurnya sih agak keberatan,dia itu tidak pintar dan
ceroboh serta selalu bertindak sebelum berpikir.’’Jawab Daneil.
‘’Dia juga aneh,dia bilang kalau aku merepotkan tapi masih
saja menggendong ku sampai rumah sambil mengerutu berat.’’Lanjutnya kesal saat
teringat lagi ketika dia jatuh dari sepeda saat di kejar Adel dulu.
Sebenarnya dia masih tidak terima karna Adel masih bisa
mengejarnya yang menaiki sepeda.
‘’Bahkan tanpa pikir panjang dia menerjang para berandal,
bukannya menyesesaikan masalah justru malah menambah masalah.’’Keluah Daneil
mengadu tentang kelakuan Adel yang membuatnya repot.
‘’Aku jadi berpikir akan seperti nantinya rumah tangga kakak.’’Lanjutnya.
Davian hanya tersenyum mendengar keluhan adiknya untuk calon
istrinya itu.
‘’Jika nanti aku sudah besar aku akan mencari istri yang sangat
cantik dan tentunya pintar dan tidak ceroboh seperti kak Adel.’’Kata Daniel.
‘’Iyah.’’Davian tersenyum mengiakan tapi lain di dalam hati.
‘Ku harap calon istri mu nanti seperti Adel juga,Daniel.’ Batin
Davian menyeringai.
‘’Tapi,meski begitu aku juga menyukainya,aku merestui kakak
menikah dengan kak Adel.’’Kata Daniel.
‘’Walau aku menyayangi mu tapi jujur saja sikap dan sifat
kakak agak menyebalkan dan sedikit bermasalah. Dan orang seperti kak Adel
adalah perempuan yang paling cocok untuk berdampingan dengan kakak, kakak telah
melakukan hal yang benar, selamat yah.’’Daniel tersenyum memberi Davian
selamat.
‘’Bukannya kamu ingin mengambil air minum,sudah sana!lalu
kembali tidur ‘’Davian mengacak acak rambut adik tersayangnya.
Dia sangat bahagia adiknya juga merestuinya menikah dengan
Adel,tadinya dia sedikit khawatir Daniel tak setuju dan membuatnya kecewa,dia
tahu betul bagaimana hubungan Daniel dan Adel yang seperti tikus dan kucing
tapi setelah mendengar ucapan Daniel Davian dua kali lipat bahagia.
‘’Hm,kakak juga jangan begadang.’’Kata Daniel lalu pergi
seperti tujuannya tadi.
__ADS_1