
Hari ini Davian sedang mem presentasikan game yang di buatnya
pada perusahan lain untuk pemasaran. Davian menjelaskan dengan percaya diri dan
tegas membuat setiap perwakilan setiap perusahaan paham dan senang akan
penjelasannya dan tertarik di tambah ide dan pembuatannya sangat bagus dan
baru.
Selama presentasi yang di lakukan Davian,Dirga tersenyum
bangga dan puas dengan hasil yang di berikan Davian.
Plok
Plok
Plok
Suara tepuk tangan terdengar saat Davian selesai presentasi.
‘’Sungguh presentasi yang luar biasa.’’
‘’Benar,ide dan gambarnya terlihat bagus.’’
‘’Benar benar seperti menonton animasi.’’
Dan banyak lagi pujian yang di lontarkan mereka untuk Davian.
Setelah rapat selesai Dirga menghampiri Davian yang sedang
berjabat tangan dengan salah satu kolega.
‘’Terima kasih.’’Kata Davian sebelum koleganya pergi.
‘’Kau benar banar hebat,kerja bagus.’’Puji Dirga.
‘’Terima kasih presdir Dirga.’’Kata Davian.
‘’Jangan folmal begitu kita kan akan jadi keluarga.’’Kata
Dirga,Davian tersenyum masam.
‘’Bagaimana kalau kita pergi makan malam untuk merayakan
keberhasilan game ini.’’Tawar Dirga.
‘’Maaf,seperti tidak bisa mala mini ada makan malam
keluarga.’’Tolak Davian.
‘’Begitu yah.’’Balas Dirga.
‘’Kalau begitu aku akan menyuruh Reina ke rumah mu sekalian
berkenalan dengan orang tua mu.’’Kata Dirga.
Davian tertegun sebentar sebelum mengiakan dan mengatakan
akan menjemput Reina,walau di dalam hatinya dia merasa tak senang.
……
Marisa dan Adel sedang asyk memasak bersama sambil mengobrol
atau bergosip kata Daniel mah,untuk makan malam nanti malam.
Marselo yang belum kembali ke kantor sedang duduk di sofa
ruang tamu sambil baca Koran,sebenarnya dia sudah sembuh tapi dia sengaja tidak
ke kantor agar membuat Davian terbias dan menarik minat Davian untuk meneruskan
perusahaan.
Tak lama kemudian Davian dan Reina datang dan menghampiri
Marselo yang sedang fokus membaca sehingga tak menyadari ada yang datang.
‘’Selamat sore om.’’Sapa Reina sopan.
Marselo mendongkak mendenger suara lembut yang menyapanya.
‘’Ah ,iya,selamat sore.’’kata Marselo antara bingung dan
heran,bingung siapa perempuan yang manyapanya dan heran kapan dia bisa masuk ke
rumahnya.
‘’Pah,kenalkan dia Reina anaknya pak presdir Dirga.’’ Kata
Davian saat melihat wajah Marselo.
‘’Oh,silahkan duduk. ’’Marselo meminta Reina duduk.
dia semakin bingung dan tak tahu harus bersikap seperti apa
pada Reina yang notabennya anak dari presdir besar dan juga investor di
perusahaannya tapi dia juga kurang setuju kalau Davian menikah dengan Reina.
‘’Terima kasih om.’’Reina duduk di samping Davian sambil
__ADS_1
tersenyum lembut.
‘’Adel bisa buatkan minuman.’’Kata Marselo saat melihat Adel
meski dia merasa bersalah.
Adel yang di panggil Marselo tersentak dan memalingkan
pandangan dari pemandangan yang menusuk hati,dia tersenyum sendu menjawab
perkataan Marselo saat melihat Davian duduk bersama Reina.
‘’Baik om.’’Adel kembali ke dapur untuk membuatkan minuman
untuk mereka.
Adel kembali membawa dua cangkir kopi dan teh serta kue lalu
meletakannya di meja setelah selesai Adel pamit meninggalkan ruang tamu.
‘’Ah silahkan di minum.’’Kata Marselo canggung.
Reina melihat Davian yang langsung meminum kopi nya setelah Adel
pergi lalu mengangkat cangkir juga.
‘’Sepetinya kamu sangat menyukai kopi nya sampai sampai
langsung meminumnya.’’Kata Reina setelah meminum tehnya.
Ini memang bukan pertama kalinya dia melihat Davian meminum
kopi tapi Davian tak langsung meminumnya seperti saat ini.
Uhuk...
Uhuk..
Uhuk….
Davian tersedak saat Reina bertanya,dia memang merindukan
kopi buatan Adel karna sejak dia memberitahu keluarga tentang perjodohan dia
tidak perna meminum kupi buatan Adel.
‘’Itu karna Davian sangat menyukai kopi buatan Adel.’’ Sindir
Marisa sambil mengandenga tangan Adel dan menuntunnya untuk duduk di
sampingnya.
Adel yang di tarik Marisa merasa tak enak dan canggung
terlebih, dia bukan bagian dari keluarga Davian,dia merasa tidak pantas berada
‘’Selamat sore ,tante.’’Sapa Reina sopan.
‘’Ya.’’Balas Marisa acuh.
Reina tersenyum canggung menanggapi calon mertua perempuan
yang terlihat tidak menyukainya.
‘’perkenalkan nama saya Reina Putri Wijaya.’’Kata Reina
memperkenalkan diri.
‘’oh,putri presdir Wijaya.’’Kata Marisa acuh.
‘’Iya tante.’’Jawab Reina.
‘’Ah perkenalkan ini Adel.’’Marisa memperkenalkan Adel sambil
tersenyum.
‘’Adel ini teman SMA Davian dan dia tinggal di sini sudah
lebih dari setahun.’’Kata Marisa.
‘’Duh,jadi inget saat Adel pertama kali datang ke sini,rumah
ini jadi ceria bahkan Davian yang biasanya diam dan datar aja sampai kejar
kejaran dengan Adel di dalam rumah dan mau belajar padahal dari kecil dia tidak
perna belajar.’’Kata Marisa sambil memegang pipinya.
Davian dan Adel melotot kea rah Marisa atas ucapan yang
Marisa katakan tadi.
‘’Mama!’’Kata Davian memperingatkan Marisa.
‘’Apa memang benarkan?’’Kata Marisa kesal.
‘’Mah.’’Kata Davian lagi.
‘’Iya iya iya.’’Kata Marisa malas.
‘’Apa itu kamu yang membawanya? Tapi Davian itu tidak suka
dengan yang manis.’’Kata Marisa saat melihat box berisi kue tar.
__ADS_1
‘’Dan om baru keluar dari rumah sakit jadi belum boleh
memakan kue.’’Lanjutnya.
‘’Tante kue itu aku yang beli untuk tante.’’Kata Adel antara
tak enak dan merasa bersalah,meluruskan salah paham.
Sebenarnya tadi dia ingin mengambil kue yang dia taruh di
meja ruang tamu tapi karna ada Davian dan seorang tamu Adel mengurungkan
niatnya dan kembali ke dapur tapi malah di tarik oleh Marisa untuk duduk
bersama denganya.
‘’Ini tante saya membawakan buah,mochi dan kue beras.’’Kata
Reina sambil menatuk kotak berisi mochi dan kue beras serta buah buahan.
‘’Saya dengar tante suka dengan mochi.’’Kata Reina.
‘’Iya.’’Jawab Marisa malas.
‘’Tapi saya sedang tak mau makan mochi lebih baik makan kue
tar.’’Lanjutnya.
Reina tersenyum canggung menanggapi sikap Marisa yang terang
terangan tak menyukainya,Adel langsung menghidangkan mochi ,kue beras dan kue
tar di piring dan meletakannya di meja.
Mereka memakannya dengan canggung kecuali Marisa yang makan
dengan tenang dan lahap sambil sesekali memuji kue yang Adel beli.
Reina pamit pulang tak jadi ikut makan malam karna dia tahu mama Davian tidak menyukainya dan
bila di paksakan mungkin mamanya Davian bisa membenci dirinya.
Malamnya setelah makan malam Davian menemui mamanya yang
sedang santai.
‘’Ma,mama kenapa sangat kekanak kanakan.’’Kata Davian yang
sudah duduk di depan Marisa.
‘’Apa maksud mu,mama kekanak kanakan?’’Tanya Marisa pura pura
tak mengerti.
‘’Jangan pura pura tak mengerti,mah.’’Kata Davian
‘’Vian tahu kalau mama menyukai Adel dan berharap untuk
menjadi menantu mama.’’Lanjutnya,
‘’Tapi enggak perlu di depan Reina jug amah.’’Kata Davian
marah.
‘’Memangnya kenapa? Kamu itu anak mama,mama tahu luar
dalamnya diri ,Vian.’’Kata Marisa yang marah juga.
‘’Mama hanya ingin kamu memilih pilihan yang tepat untuk
mendampingi diri mu yang bisa melengkapi diri mu.’’Lanjutnya.
‘’Aku tahu mana yang terbaik untuk diri ku sendiri,jadi
jangan ikut campur lagi dengan karir dan kehidupan ku lagi.’’Kata Davian.
‘’Ikut campur?’’Kata Marisa.
‘’Selama ini mama dan papa selalu menghormati setiap
keputusan yang kamu ambil Vian,tapi kali ini mama benar benar menolak tegas
keputusan mu itu.’’Kata Marisa tegas.
‘’Selain itu apa kamu masih punya hati,kamu tahu kan kalau
Adel itu menyukai mu tapi kenapa kamu masih membawa perempuan itu kerumah
apalagi di saat ada Adel.’’Kata Marisa tak habis pikir dengan pikiran Davian
itu.
‘’Mau seberapa dalam lagi kamu menyakiti hati nya?’’Tanya
Marisa.
‘’Sudahlah yang pasti ,aku bertema kasih karna kalian salama
ini menghormati setiap keputusan yang ku ambil jadi aku harap kali ini papa dan
mama menghormati keputusan ku.’’Setelah mengatakan itu Davian pergi ke atas
menuju kamarnya.
__ADS_1
‘’Davian,kita belum selasai.’’Kata Marisa tapi Davian terus
saja melangkah.