Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
125


__ADS_3

Hari ini Davian sedang mem presentasikan game yang di buatnya


pada perusahan lain untuk pemasaran. Davian menjelaskan dengan percaya diri dan


tegas membuat setiap perwakilan setiap perusahaan paham dan senang akan


penjelasannya dan tertarik di tambah ide dan pembuatannya sangat bagus dan


baru.


Selama presentasi yang di lakukan Davian,Dirga tersenyum


bangga dan puas dengan hasil yang di berikan Davian.


Plok


Plok


Plok


Suara tepuk tangan terdengar saat Davian selesai presentasi.


‘’Sungguh presentasi yang luar biasa.’’


‘’Benar,ide dan gambarnya terlihat bagus.’’


‘’Benar benar seperti menonton animasi.’’


Dan banyak lagi pujian yang di lontarkan mereka untuk Davian.


Setelah rapat selesai Dirga menghampiri Davian yang sedang


berjabat tangan dengan salah satu kolega.


‘’Terima kasih.’’Kata Davian sebelum koleganya pergi.


‘’Kau benar banar hebat,kerja bagus.’’Puji Dirga.


‘’Terima kasih presdir Dirga.’’Kata Davian.


‘’Jangan folmal begitu kita kan akan jadi keluarga.’’Kata


Dirga,Davian tersenyum masam.


‘’Bagaimana kalau kita pergi makan malam untuk merayakan


keberhasilan game ini.’’Tawar Dirga.


‘’Maaf,seperti tidak bisa mala mini ada makan malam


keluarga.’’Tolak Davian.


‘’Begitu yah.’’Balas Dirga.


‘’Kalau begitu aku akan menyuruh Reina ke rumah mu sekalian


berkenalan dengan orang tua mu.’’Kata Dirga.


Davian tertegun sebentar sebelum mengiakan dan mengatakan


akan menjemput Reina,walau di dalam hatinya dia merasa tak senang.


……


Marisa dan Adel sedang asyk memasak bersama sambil mengobrol


atau bergosip kata Daniel mah,untuk makan malam nanti malam.


Marselo yang belum kembali ke kantor sedang duduk di sofa


ruang tamu sambil baca Koran,sebenarnya dia sudah sembuh tapi dia sengaja tidak


ke kantor agar membuat Davian terbias dan menarik minat Davian untuk meneruskan


perusahaan.


Tak lama kemudian Davian dan Reina datang dan menghampiri


Marselo yang sedang fokus membaca sehingga tak menyadari ada yang datang.


‘’Selamat sore om.’’Sapa Reina sopan.


Marselo mendongkak mendenger suara lembut yang menyapanya.


‘’Ah ,iya,selamat sore.’’kata Marselo antara bingung dan


heran,bingung siapa perempuan yang manyapanya dan heran kapan dia bisa masuk ke


rumahnya.


‘’Pah,kenalkan dia Reina anaknya pak presdir Dirga.’’ Kata


Davian saat melihat wajah Marselo.


‘’Oh,silahkan duduk. ’’Marselo meminta Reina duduk.


dia semakin bingung dan tak tahu harus bersikap seperti apa


pada Reina yang notabennya anak dari presdir besar dan juga investor di


perusahaannya tapi dia juga kurang setuju kalau Davian menikah dengan Reina.


‘’Terima kasih om.’’Reina duduk di samping Davian sambil

__ADS_1


tersenyum lembut.


‘’Adel bisa buatkan minuman.’’Kata Marselo saat melihat Adel


meski dia merasa bersalah.


Adel yang di panggil Marselo tersentak dan memalingkan


pandangan dari pemandangan yang menusuk hati,dia tersenyum sendu menjawab


perkataan Marselo saat melihat Davian duduk bersama Reina.


‘’Baik om.’’Adel kembali ke dapur untuk membuatkan minuman


untuk mereka.


Adel kembali membawa dua cangkir kopi dan teh serta kue lalu


meletakannya di meja setelah selesai Adel pamit meninggalkan ruang tamu.


‘’Ah silahkan di minum.’’Kata Marselo canggung.


Reina melihat Davian yang langsung meminum kopi nya setelah Adel


pergi lalu mengangkat cangkir juga.


‘’Sepetinya kamu sangat menyukai kopi nya sampai sampai


langsung meminumnya.’’Kata Reina setelah meminum tehnya.


Ini memang bukan pertama kalinya dia melihat Davian meminum


kopi tapi Davian tak langsung meminumnya seperti saat ini.


Uhuk...


Uhuk..


Uhuk….


Davian tersedak saat Reina bertanya,dia memang merindukan


kopi buatan Adel karna sejak dia memberitahu keluarga tentang perjodohan dia


tidak perna meminum kupi buatan Adel.


‘’Itu karna Davian sangat menyukai kopi buatan Adel.’’ Sindir


Marisa sambil mengandenga tangan Adel dan menuntunnya untuk duduk di


sampingnya.


Adel yang di tarik Marisa merasa tak enak dan canggung


terlebih, dia bukan bagian dari keluarga Davian,dia merasa tidak pantas berada


‘’Selamat sore ,tante.’’Sapa Reina sopan.


‘’Ya.’’Balas Marisa acuh.


Reina tersenyum canggung menanggapi calon mertua perempuan


yang terlihat tidak menyukainya.


‘’perkenalkan nama saya Reina Putri Wijaya.’’Kata Reina


memperkenalkan diri.


‘’oh,putri presdir Wijaya.’’Kata Marisa acuh.


‘’Iya tante.’’Jawab Reina.


‘’Ah perkenalkan ini Adel.’’Marisa memperkenalkan Adel sambil


tersenyum.


‘’Adel ini teman SMA Davian dan dia tinggal di sini sudah


lebih dari setahun.’’Kata Marisa.


‘’Duh,jadi inget saat Adel pertama kali datang ke sini,rumah


ini jadi ceria bahkan Davian yang biasanya diam dan datar aja sampai kejar


kejaran dengan Adel di dalam rumah dan mau belajar padahal dari kecil dia tidak


perna belajar.’’Kata Marisa sambil memegang pipinya.


Davian dan Adel melotot kea rah Marisa atas ucapan yang


Marisa katakan tadi.


‘’Mama!’’Kata Davian memperingatkan Marisa.


‘’Apa memang benarkan?’’Kata Marisa kesal.


‘’Mah.’’Kata Davian lagi.


‘’Iya iya iya.’’Kata Marisa malas.


‘’Apa itu kamu yang membawanya? Tapi Davian itu tidak suka


dengan yang manis.’’Kata Marisa saat melihat box berisi kue tar.

__ADS_1


‘’Dan om baru keluar dari rumah sakit jadi belum boleh


memakan kue.’’Lanjutnya.


‘’Tante kue itu aku yang beli untuk tante.’’Kata Adel antara


tak enak dan merasa bersalah,meluruskan salah paham.


Sebenarnya tadi dia ingin mengambil kue yang dia taruh di


meja ruang tamu tapi karna ada Davian dan seorang tamu Adel mengurungkan


niatnya dan kembali ke dapur tapi malah di tarik oleh Marisa untuk duduk


bersama denganya.


‘’Ini tante saya membawakan buah,mochi dan kue beras.’’Kata


Reina sambil menatuk kotak berisi mochi dan kue beras serta buah buahan.


‘’Saya dengar tante suka dengan mochi.’’Kata Reina.


‘’Iya.’’Jawab Marisa malas.


‘’Tapi saya sedang tak mau makan mochi lebih baik makan kue


tar.’’Lanjutnya.


Reina tersenyum canggung menanggapi sikap Marisa yang terang


terangan tak menyukainya,Adel langsung menghidangkan mochi ,kue beras dan kue


tar di piring dan meletakannya di meja.


Mereka memakannya dengan canggung kecuali Marisa yang makan


dengan tenang dan lahap sambil sesekali memuji kue yang Adel beli.


Reina pamit pulang tak jadi ikut makan malam karna  dia tahu mama Davian tidak menyukainya dan


bila di paksakan mungkin mamanya Davian bisa membenci dirinya.


Malamnya setelah makan malam Davian menemui mamanya yang


sedang santai.


‘’Ma,mama kenapa sangat kekanak kanakan.’’Kata Davian yang


sudah duduk di depan Marisa.


‘’Apa maksud mu,mama kekanak kanakan?’’Tanya Marisa pura pura


tak mengerti.


‘’Jangan pura pura tak mengerti,mah.’’Kata Davian


‘’Vian tahu kalau mama menyukai Adel dan berharap untuk


menjadi menantu mama.’’Lanjutnya,


‘’Tapi enggak perlu di depan Reina jug amah.’’Kata Davian


marah.


‘’Memangnya kenapa? Kamu itu anak mama,mama tahu luar


dalamnya diri ,Vian.’’Kata Marisa yang marah juga.


‘’Mama hanya ingin kamu memilih pilihan yang tepat untuk


mendampingi diri mu yang bisa melengkapi diri mu.’’Lanjutnya.


‘’Aku tahu mana yang terbaik untuk diri ku sendiri,jadi


jangan ikut campur lagi dengan karir dan kehidupan ku lagi.’’Kata Davian.


‘’Ikut campur?’’Kata Marisa.


‘’Selama ini mama dan papa selalu menghormati setiap


keputusan yang kamu ambil Vian,tapi kali ini mama benar benar menolak tegas


keputusan mu itu.’’Kata Marisa tegas.


‘’Selain itu apa kamu masih punya hati,kamu tahu kan kalau


Adel itu menyukai mu tapi kenapa kamu masih membawa perempuan itu kerumah


apalagi di saat ada Adel.’’Kata Marisa tak habis pikir dengan pikiran Davian


itu.


‘’Mau seberapa dalam lagi kamu menyakiti hati nya?’’Tanya


Marisa.


‘’Sudahlah yang pasti ,aku bertema kasih karna kalian salama


ini menghormati setiap keputusan yang ku ambil jadi aku harap kali ini papa dan


mama menghormati keputusan ku.’’Setelah mengatakan itu Davian pergi ke atas


menuju kamarnya.

__ADS_1


‘’Davian,kita belum selasai.’’Kata Marisa tapi Davian terus


saja melangkah.


__ADS_2