Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
101


__ADS_3

Marisa melihat lihat foto yang dia ambilnya tadi siang di


taman hiburan dengan serius.


Merselo yang melihat istrinya begitu serius memandangi sebuah


foto di buat heran. Dia menghampiri istrinya karna penasaran.


‘’Mah!’’Marselo duduk di samping Marisa.


‘’Foto apa yang mama lihat sampai seserius itu?’’Tanya


Marselo dan mengambil satu foto.


‘’Adel! Sama siapa?’’Tanya Marselo melirik Marisa yang masih


diam saja.


‘’Haah,katanya sih dia itu temannya kapten tim basket


kampusnya.’’Jawab Marisa yang terus menghela nafas.


‘’Jangan kebanyakan menghela nafas,nanti keberuntungan mama


habis lho.’’Canda Marselo yang melihat istrinya terlihat gusar.


‘’Papa ini,orang mama lagi pusing juga, bukannya di bantu


malah di do’ain yang jelek sih.’’Kata Marisa.


‘’Bukan begitu maksud papa.’’Kata Marselo.


‘’Memangnya mama pusing karna apa?’’Tanya Marselo.


‘’Tentu saja hubungan Adel dan Davian.’’Jawab Marisa.


‘’Papa lihat pria itu,parasnya bisa menyaingi Davian lalu dia


juga memperlakukan Adel dengan lembut tidak seperti Davian yang selalu datar


dan acuh pada Adel.’’Jelasnya.


‘’Jika seperti ini Adel bisa di bawa pria lain,mama tidak


rela kalau Adel itu di ambil.’’Tambahnya.


‘’Ya sih ,dia terlihat baik dan juga tampan.’’Kata Marselo.


‘’Papa juga berharap sih, kalau Adel itu bisa jadi menantu


kita.’’Lanjutnya.


‘’Kita harus melalukan sesuatu, papa setujukan.’’Kata Marisa


semangat.


‘’Terserah mama,tapi ingat jangan berlebihan nanti bisa bisa


malah Davian membenci Adel.’’Saran Marselo.


‘’Kita juga harus mendengar pendapat Davian karna ini hidupnya


dan dia yang akan menjalankannya. Kita tidak boleh egois dan membuat hidup


Davian tidak bahagia.’’Marselo menasehati Marisa.


Karna bukan hanya kehidupan dan kebahagianan Davian saja tapi


Adel juga. Dia tidak mau menggiring putri sahabatnya ke jurang kesedihan yang


di dorong langsung oleh anaknya sendiri.


‘’Iyah pah,mama ngerti tidak mungkinkan seorang ibu


menyesatkan anaknya.’’Kata Marisa.


‘’Mama melakukan ini bukan sekedar menyukai Adel saja, tapi


mama yakin kalau Adel itu bisa membuat dan memberi Davian


kebahagianan.’’Lanjutnya.


‘’Ya sudah sebaiknya kita tidur,sudah malam.’’Kata Marselo.


Marisa membereskan foto foto yang dia ambil,setelah


menyimpannya di tempat aman lalu dia mengikuti suaminya.


Adel tidak bisa tidur dia terus kepikiran ucapan Andreas tadi


siang padanya.


KILAS BALIK


‘’Apa aku boleh minta


tolong,Delia?’’Tanya Andreas.


‘’Apa? Akan aku lakukan


kalau aku bisa.’’Jawab Adel.


‘’Tolong beri aku


kesempatan untuk memperjuangkan cinta ku,aku bersungguh sungguh mencintai


mu.’’Kata Andreas serius,matanya memancarkan cinta.

__ADS_1


‘’Aku….aku tidak tahu


apa bisa membarikannya.’’Adel menunduk dan meremat tangannya.


‘’Sudah empat tahun


rasa itu di hati ku,aku juga sempat berpikir untuk memberi Reno kesempatan


untuk menghapus nama Davian di hati ku.’’Kata Adel.


‘’Karna aku tahu


rasanya mencintai seseorang yang tak menyukai kita….’’Jeda Adel.


‘’Tapi….hati ku selalu


goyah saat Davian datang mendekat pada ku di saat saat tak terduga.’’Lanjutnya.


‘’Begitu yah!’’Andreas


memengang dagunya.


‘’Berarti aku harus


lebih berusaha untuk menghilangkan Davian di hati dan pikiran mu.’’Kata Andreas


pelan.


‘’Hah!.’’Adel mengedip


ngedipkan matanya mendengar ucapan Andreas.


‘’Jangan memasang wajah


seperti itu,kalau kamu tidak mau aku makan nanti.’’Kata Andreas yang gemas


melihat raut wajah Adel.


‘’Maksudnya?’’Adel


memiringkan kepalanya,dia tidak mengerti maksud Andreas.


‘’Astaga.’’Andreas


memalingkan wajahnya menyembunyikan rona merah di pipinya .


‘Ternyata Delia itu


polos masa tidak mengerti maksud ku.’Batin Andreas.


‘’Ayo kita pulang ini


sudah sore.’’Ajak Andreas .


‘’Em ,ayo.’’Adel segera


bangun.


‘’Apa sebaiknya aku menarima tawaran kak Andreas yah,untuk


memberinya kesempatan.’’Kata Adel.


‘’Tapi setiap kali aku memutuskan untuk belajar melupakan


Davian.’’


‘’Selalu saja ada kejadian tak terduga yang membuat rasa suka


ku pada Davian bertambah.’’Lanjutnya.


Adel bangun dan melangkah ke jendela,lalu membuka jendelanya


dan duduk menyandarkan kepalanya jendela.


‘’Kak Andreas itu 180 derajat beda dengan Davian.’’Kata Adel


membayangkan Andreas.


‘’Dia memperlakukan ku dengan baik dan ramah,dia juga


menyenangkan dan mengerti aku.’’Lanjutnya.


‘’Aku juga bisa santai dan menikmati saat bersama


dengannya.’’Tambahnya.


‘’Apa aku coba saja yah? Toh Davian juga tidak pernah menganggapku


dan selalu acuh!’’Kata Adel.


‘’Berbeda dengan Laura yang selalu di respon olehnya dan


obrolan mereka juga nyambung.’’Lanjutnya sinis karna dia tidak pernah bisa


paham dengan obrolan Davian ditambah dengan adanya Laura dia merasa terasingkan


dan tak bisa masuk ke obrolan mereka.


Dia sudah sadar kalau dia tidak seperti Laura yang pintar


dari segala hal dan dia semakin sadar kalau dia tidak akan bisa masuk ke dalam dunia


Davian dan Laura yang notabennya orang orang jenius dan pintar.


Rasa percaya dirinya sudah hilang saat kemarin dia melihat


bagaimana interaksi antara Davian dan Laura mereka bagaikan dua orang pasangan

__ADS_1


yang di takdirkan,sama sama pintar dan rupawan.


‘’Hah…kenapa rumit sekali sih urusan hati, mengalahkan


rumitnya rumus matematika dan kimia.’’Keluh Adel yang tidak pernah menyukai


kedua pelajaran itu..


‘’Ibu apa yang harus aku lakukan?aku bingung!.’’Kata Adel


memandang langit malam.


‘’Haruskah aku tetap mengejar laki –laki yang ku cintai walau


dia tidak menyukai ku,atau memberi kesempatan pada laki-laki lain yang menyukai


ku.’’Kata Adel yang mencurahkan isi hatinya pada ibunya yang sudah tiada.


Itu adalah kebiasaan Adel, saat  ibunya masih hidup dia selalu mencurahkan


kekesalanya pada ibunya sambil melihat bintang bersama.


‘’Walau akhir akhir ini dia baik pada ku tapi aku tidak tahu


kebaikan yang dia berikan itu tulus atau hanya rasa kasihan semata karna


kejadian yang aku alami.’’Lanjutnya.


‘’Sedangkan kak Andreas meski belum lama aku mengenalnya tapi


dia membuat ku nyaman.’’Tambahnya.


‘’Haaah…..astaga sudah jam segini.’’Kata Adel saat melihat


jam yang menunjukan angka 02.15.


‘’Aku harus segera tidur besok aku harus menemui kak


Nina.’’Adel bergegas ke kasur dan memejamkan matanya.


Nina adalah salah satu suster yang sering merawat Ruri dan


dia juga yang selalu memberi kabar tentang keadaan Ruri.


Adel menghubungi Nina dan mengajaknya bertemu untuk


menanyakan bagaimana persiapa untuk ujian masuk ke perawatan dan belajar


melakukan peraktek pertolongan pertama yang benar agar dia tidak gugup yang bisa


berakibat melakukan kesalahan saat ujian.


Dia benar benar ingin menjadi sester bukan lagi hanya untuk merasa


pantas untuk berdiri di samping orang yang dia sayangi tapi dia ingin bisa


membantu orang terutama anak anak seperti Ruri yang harus meminum obat pahit di


saat anak anak lain memakan premen yang manis bukan obat yang pahit.


Dengan susah payah Adel memejamkan mata agar tertidur dan


akhirnya dia bisa tertidur.


………


Pagi harinya setelah sarapan dan membantu Marisa Adel pamit


ke rumah sakit. Dia bermaksud menjenguk Ruri sambil menunggu jam istirahat


suster Nina.


Daniel juga ikut saat Adel berpamitan untuk kerumah sakit. Dia


juga ingin menjenguk Ruri,dia sudah cukup lama tidak menemui Ruri.


Adel pergi dengan Andreas karna kemarin saat dia mengajak


Adel lagi,Adel bilang akan ke rumah sakit menjenguk sesorang dengan semangatnya


Andreas memohon untuk mengantar ke rumah sakit.


Daniel yang tidak tahu kalau Adel akan pergi dengan laki


–laki yang kemarin dia dan ibunya buntuti merasa sial.


‘Kenapa jadi begini? Sepertinya keinginan mama benar benar di


berkahi tuhan sampai sampai aku mengamai kesialan untuk kedua kalinya.’Rutuk


Daniel di dalam hatinya karna harus melihat lagi kedekatan Adel dan Andreas,dia


memperhatikan Adel yang mengobrol sambil sesekali tertawa saat Andreas membuat


lelucon.


‘Insting seorang ibu benar benar menakutkan ,dia memang pria


berbahaya . Aku tidak pernah melihat kak Adel seceria dan senyaman itu saat


bersama kak Davian.’Katanya lagi


‘’Sepertinya kak Davian mendapat saingan yang cukup berat.’’Kata


Davian pelan.


‘’Daniel kau mengatakan sesuatu?’’Tanya Adel yang samar samar

__ADS_1


mendengar Daniel bicara.


‘’Tidak.’’Jawab Daniel singkat dan jelas.


__ADS_2