
Marisa melihat lihat foto yang dia ambilnya tadi siang di
taman hiburan dengan serius.
Merselo yang melihat istrinya begitu serius memandangi sebuah
foto di buat heran. Dia menghampiri istrinya karna penasaran.
‘’Mah!’’Marselo duduk di samping Marisa.
‘’Foto apa yang mama lihat sampai seserius itu?’’Tanya
Marselo dan mengambil satu foto.
‘’Adel! Sama siapa?’’Tanya Marselo melirik Marisa yang masih
diam saja.
‘’Haah,katanya sih dia itu temannya kapten tim basket
kampusnya.’’Jawab Marisa yang terus menghela nafas.
‘’Jangan kebanyakan menghela nafas,nanti keberuntungan mama
habis lho.’’Canda Marselo yang melihat istrinya terlihat gusar.
‘’Papa ini,orang mama lagi pusing juga, bukannya di bantu
malah di do’ain yang jelek sih.’’Kata Marisa.
‘’Bukan begitu maksud papa.’’Kata Marselo.
‘’Memangnya mama pusing karna apa?’’Tanya Marselo.
‘’Tentu saja hubungan Adel dan Davian.’’Jawab Marisa.
‘’Papa lihat pria itu,parasnya bisa menyaingi Davian lalu dia
juga memperlakukan Adel dengan lembut tidak seperti Davian yang selalu datar
dan acuh pada Adel.’’Jelasnya.
‘’Jika seperti ini Adel bisa di bawa pria lain,mama tidak
rela kalau Adel itu di ambil.’’Tambahnya.
‘’Ya sih ,dia terlihat baik dan juga tampan.’’Kata Marselo.
‘’Papa juga berharap sih, kalau Adel itu bisa jadi menantu
kita.’’Lanjutnya.
‘’Kita harus melalukan sesuatu, papa setujukan.’’Kata Marisa
semangat.
‘’Terserah mama,tapi ingat jangan berlebihan nanti bisa bisa
malah Davian membenci Adel.’’Saran Marselo.
‘’Kita juga harus mendengar pendapat Davian karna ini hidupnya
dan dia yang akan menjalankannya. Kita tidak boleh egois dan membuat hidup
Davian tidak bahagia.’’Marselo menasehati Marisa.
Karna bukan hanya kehidupan dan kebahagianan Davian saja tapi
Adel juga. Dia tidak mau menggiring putri sahabatnya ke jurang kesedihan yang
di dorong langsung oleh anaknya sendiri.
‘’Iyah pah,mama ngerti tidak mungkinkan seorang ibu
menyesatkan anaknya.’’Kata Marisa.
‘’Mama melakukan ini bukan sekedar menyukai Adel saja, tapi
mama yakin kalau Adel itu bisa membuat dan memberi Davian
kebahagianan.’’Lanjutnya.
‘’Ya sudah sebaiknya kita tidur,sudah malam.’’Kata Marselo.
Marisa membereskan foto foto yang dia ambil,setelah
menyimpannya di tempat aman lalu dia mengikuti suaminya.
Adel tidak bisa tidur dia terus kepikiran ucapan Andreas tadi
siang padanya.
KILAS BALIK
‘’Apa aku boleh minta
tolong,Delia?’’Tanya Andreas.
‘’Apa? Akan aku lakukan
kalau aku bisa.’’Jawab Adel.
‘’Tolong beri aku
kesempatan untuk memperjuangkan cinta ku,aku bersungguh sungguh mencintai
mu.’’Kata Andreas serius,matanya memancarkan cinta.
__ADS_1
‘’Aku….aku tidak tahu
apa bisa membarikannya.’’Adel menunduk dan meremat tangannya.
‘’Sudah empat tahun
rasa itu di hati ku,aku juga sempat berpikir untuk memberi Reno kesempatan
untuk menghapus nama Davian di hati ku.’’Kata Adel.
‘’Karna aku tahu
rasanya mencintai seseorang yang tak menyukai kita….’’Jeda Adel.
‘’Tapi….hati ku selalu
goyah saat Davian datang mendekat pada ku di saat saat tak terduga.’’Lanjutnya.
‘’Begitu yah!’’Andreas
memengang dagunya.
‘’Berarti aku harus
lebih berusaha untuk menghilangkan Davian di hati dan pikiran mu.’’Kata Andreas
pelan.
‘’Hah!.’’Adel mengedip
ngedipkan matanya mendengar ucapan Andreas.
‘’Jangan memasang wajah
seperti itu,kalau kamu tidak mau aku makan nanti.’’Kata Andreas yang gemas
melihat raut wajah Adel.
‘’Maksudnya?’’Adel
memiringkan kepalanya,dia tidak mengerti maksud Andreas.
‘’Astaga.’’Andreas
memalingkan wajahnya menyembunyikan rona merah di pipinya .
‘Ternyata Delia itu
polos masa tidak mengerti maksud ku.’Batin Andreas.
‘’Ayo kita pulang ini
sudah sore.’’Ajak Andreas .
‘’Em ,ayo.’’Adel segera
bangun.
‘’Apa sebaiknya aku menarima tawaran kak Andreas yah,untuk
memberinya kesempatan.’’Kata Adel.
‘’Tapi setiap kali aku memutuskan untuk belajar melupakan
Davian.’’
‘’Selalu saja ada kejadian tak terduga yang membuat rasa suka
ku pada Davian bertambah.’’Lanjutnya.
Adel bangun dan melangkah ke jendela,lalu membuka jendelanya
dan duduk menyandarkan kepalanya jendela.
‘’Kak Andreas itu 180 derajat beda dengan Davian.’’Kata Adel
membayangkan Andreas.
‘’Dia memperlakukan ku dengan baik dan ramah,dia juga
menyenangkan dan mengerti aku.’’Lanjutnya.
‘’Aku juga bisa santai dan menikmati saat bersama
dengannya.’’Tambahnya.
‘’Apa aku coba saja yah? Toh Davian juga tidak pernah menganggapku
dan selalu acuh!’’Kata Adel.
‘’Berbeda dengan Laura yang selalu di respon olehnya dan
obrolan mereka juga nyambung.’’Lanjutnya sinis karna dia tidak pernah bisa
paham dengan obrolan Davian ditambah dengan adanya Laura dia merasa terasingkan
dan tak bisa masuk ke obrolan mereka.
Dia sudah sadar kalau dia tidak seperti Laura yang pintar
dari segala hal dan dia semakin sadar kalau dia tidak akan bisa masuk ke dalam dunia
Davian dan Laura yang notabennya orang orang jenius dan pintar.
Rasa percaya dirinya sudah hilang saat kemarin dia melihat
bagaimana interaksi antara Davian dan Laura mereka bagaikan dua orang pasangan
__ADS_1
yang di takdirkan,sama sama pintar dan rupawan.
‘’Hah…kenapa rumit sekali sih urusan hati, mengalahkan
rumitnya rumus matematika dan kimia.’’Keluh Adel yang tidak pernah menyukai
kedua pelajaran itu..
‘’Ibu apa yang harus aku lakukan?aku bingung!.’’Kata Adel
memandang langit malam.
‘’Haruskah aku tetap mengejar laki –laki yang ku cintai walau
dia tidak menyukai ku,atau memberi kesempatan pada laki-laki lain yang menyukai
ku.’’Kata Adel yang mencurahkan isi hatinya pada ibunya yang sudah tiada.
Itu adalah kebiasaan Adel, saat ibunya masih hidup dia selalu mencurahkan
kekesalanya pada ibunya sambil melihat bintang bersama.
‘’Walau akhir akhir ini dia baik pada ku tapi aku tidak tahu
kebaikan yang dia berikan itu tulus atau hanya rasa kasihan semata karna
kejadian yang aku alami.’’Lanjutnya.
‘’Sedangkan kak Andreas meski belum lama aku mengenalnya tapi
dia membuat ku nyaman.’’Tambahnya.
‘’Haaah…..astaga sudah jam segini.’’Kata Adel saat melihat
jam yang menunjukan angka 02.15.
‘’Aku harus segera tidur besok aku harus menemui kak
Nina.’’Adel bergegas ke kasur dan memejamkan matanya.
Nina adalah salah satu suster yang sering merawat Ruri dan
dia juga yang selalu memberi kabar tentang keadaan Ruri.
Adel menghubungi Nina dan mengajaknya bertemu untuk
menanyakan bagaimana persiapa untuk ujian masuk ke perawatan dan belajar
melakukan peraktek pertolongan pertama yang benar agar dia tidak gugup yang bisa
berakibat melakukan kesalahan saat ujian.
Dia benar benar ingin menjadi sester bukan lagi hanya untuk merasa
pantas untuk berdiri di samping orang yang dia sayangi tapi dia ingin bisa
membantu orang terutama anak anak seperti Ruri yang harus meminum obat pahit di
saat anak anak lain memakan premen yang manis bukan obat yang pahit.
Dengan susah payah Adel memejamkan mata agar tertidur dan
akhirnya dia bisa tertidur.
………
Pagi harinya setelah sarapan dan membantu Marisa Adel pamit
ke rumah sakit. Dia bermaksud menjenguk Ruri sambil menunggu jam istirahat
suster Nina.
Daniel juga ikut saat Adel berpamitan untuk kerumah sakit. Dia
juga ingin menjenguk Ruri,dia sudah cukup lama tidak menemui Ruri.
Adel pergi dengan Andreas karna kemarin saat dia mengajak
Adel lagi,Adel bilang akan ke rumah sakit menjenguk sesorang dengan semangatnya
Andreas memohon untuk mengantar ke rumah sakit.
Daniel yang tidak tahu kalau Adel akan pergi dengan laki
–laki yang kemarin dia dan ibunya buntuti merasa sial.
‘Kenapa jadi begini? Sepertinya keinginan mama benar benar di
berkahi tuhan sampai sampai aku mengamai kesialan untuk kedua kalinya.’Rutuk
Daniel di dalam hatinya karna harus melihat lagi kedekatan Adel dan Andreas,dia
memperhatikan Adel yang mengobrol sambil sesekali tertawa saat Andreas membuat
lelucon.
‘Insting seorang ibu benar benar menakutkan ,dia memang pria
berbahaya . Aku tidak pernah melihat kak Adel seceria dan senyaman itu saat
bersama kak Davian.’Katanya lagi
‘’Sepertinya kak Davian mendapat saingan yang cukup berat.’’Kata
Davian pelan.
‘’Daniel kau mengatakan sesuatu?’’Tanya Adel yang samar samar
__ADS_1
mendengar Daniel bicara.
‘’Tidak.’’Jawab Daniel singkat dan jelas.