
Adel merasa bersalah pada Davian soal kejadian kemarin jadi
dia memutuskan untuk membuatkannya makan siang sebagai permintaan maaf.
Adel sudah berada di dapur lebih awal dari Marisa yang akan
membuat sarapan untuk mereka semua.Tapi dia binggung mau memasak apa untuk
Davian, terakhir kali diamencoba memasak malah jadi kacau.
‘’Adel, tumben kamu sudah di dapur pagi pagi begini.’’Kata
Marisa masuk ke dapur dan berdiri di dekat Adel yang membuatnya kaget.
‘’Eh tante kapan datang?’’Kata Adel yang baru sadar ada
Marisa
‘’Dari tadi saat kamu sibut melamun.’’Kata Marisa
‘’Maaf tante’’Adel tertunduk merasa bersalah
‘’Emangnya ada apa sampai melamun kaya gitu,tante datang
sampai engak nyadar.’’Kata Marisa sambil memasang epron untuk memulai memasak.
‘’Adel sedang berpikir aja tante.’’Jawab Adel
‘’kamu mikirin apa.’’Tanya Marisa
‘’Kemarin kan Adel dan teman teman Adel tuh belajar bersama
,terus karna tidak paham dengan materinya jadi Adel minta bantuan sama Davian dan
membuat Davian merasa terganggu dan marah pada Adel.’’Kata Adel menjelaskan.
‘’Davian marah sama kamu ,terus.’’Kata Marisa
‘’Yah, Adel mau membuatkan makan siang buat Davian sebagai
permohonan maaf dan terima kasih karna sudah membantu kami.’’Kata Adel mengutarakan keinginannya
‘’Oh jadi itu sebabnya kamu pagi pagi sudah ada di
dapur.’’Kata Marisa memasukan sayuran yang sudah di potong tadi ke wajan.
‘’Iya tante, tapi Adel binggung mau masak apa?''Kata Adel
''Adel enggak tau makanan kesukaan Davian itu
apa?’’Adel kembali tertunduk
‘’Itu sih gampang tante tau kesukaanya Davian.’’Kata Marisa
‘’Beneran tante .’’Mata Adel berbinar
‘’Tapi, Adel tidak bisa masak tante terakhir kali Adel masak
malah mengacaukan dapur.’’Kata Adel sedih mengingat kejadian dulu.
‘’Nanti tante ajarin langkah langkahnya .’’Marisa mengusap
kepala Adel agar tidak sedih.
‘’Apa tidak merepotkan tante.’’Kata Adel
‘’Tidak malah tante sedang bisa mengajari kamu masak.’’Kata
Marisa sedikit antusias
‘Tidak repot kok,lagian kamukan calon mantu tante’Batin
Marisa
‘’Terima kasih tante.’’Adel memeluk Marisa saking senangnya
‘’Sudah ,sekarang kita selesaikan masakan kita dulu.’’Kata
Marisa dan mencicipi masakannya
‘’Baik tante.’’Adel bertambah semangat, supaya cepat memasak
bekal makan siang untuk Davian.
Mereka berdua pun menyelesaikan masakannya dan sesuai janji Marisa mengajari memasak makanan ke sukaannya Davian,selesai memasak para anggota keluarga datang untuk memulai sarapan.
‘’Pagi mah’’Marselo datang dan mengecup dahi istrinya
‘’Pagi juga pah.’’Marisa menyambut dengan senyuman
‘’Pagi mah.''Sapa Davian dan Daniel bersama
‘’Pagi sayang.’’Marisa juga tersenyum pada ke dua anaknya.
__ADS_1
‘’Pagi semua.’’Tomi datang paling belakang
‘’Pagi ayah tidur ayah nyenyak.’’Adel meletakan piring dan
mengecup pipi ayahnya.
Setelah mereka berkumpul semua Marselo memimpin untuk memulai sarapan mereka.
Tomi berangkat duluan karna dia harus mengecek barang yang
baru saja datang pagi ini tak lupa mengecup dahi putri semata wayangnya.
Di susul dengan Marselo dan Daniel yang di antar Marselo ke
sekolah sambil berangkat ke kantornya.Davian juga pergi denagan Adel tapi tidak
barengan.
SKIP
‘’Davian tunggu.’’Adel berlari ke arah Davian takut dia ke
buru pergi
‘’Ada apa?’’Tanya Davian Datar
‘Sepertinya Davian masih marah !’’Pikir Adel
‘’Ini, sebagai permintaan maaf dan terima kasih untuk
kemarin.’’Adel menyodorkan kotak bekal sebelumnya dia melihat ke kanan dan ke kiri.
‘’Apa ini?’’Tanya Davian
‘’Makan siang, tenang aku membuatnya di bantu tante Marisa kok
jadi tidak perlu khawatir.’’Adel buru buru menjelaskan
Karna Davian diam saja Adel melangkah pergi takut dia akan
menggembalikan kotak makanannya,Adel berbalik.
‘’Tapi, kalau lo merasa tidak enak lo boleh membuangnya.’’Setelah mengatakan itu Adel langsung berlari menuju ke kelasnya.
Davian menyimpan kotak bekal itu ke dalam tasnya dan pergi
ke kelasnya juga.
Di kelas, Adel ,Lili dan Tia sedang menyalin yang di tulis
‘’Wah,kalian dapat dari mana. ‘’Fahri mengambil buku punya
Adel
‘’Belajar kok engak
ngajak ngajak.’’Katanya lagi
‘’Fahri balikin enggak tuh buku.’’Kata Adel berusaha meraih bukunya
‘’Jangan pelit gitu dong.’’Kata Fahri mengangkat buku Adel tinggi tinggi.
‘’Ada apa ini?’’Candra menghampiri mereka
‘’Ini nih si Adel pelit banget belajar engak ajak ajak.’’Jawab
Fahri dan menyerahkan buku padanya
‘’Kalau gini caranya gue juga ngerti, kalian jangan
menguasainya sendiri .’’Kata Candra setelah melihat buku Adel
‘’Enak aja lo pada mau ini itu butuh perjuangan
mempertaruhkan nyawa tau.’’Tia mengambil buku Adel di tangan Candra
‘’Lebay lo.’’Candra menoyor dahi Tia
‘’Apa apa ikutan dong.’’Denis datang begitu pun yang lain
ikut berkerumun karna penasaran
‘’Apa an sih ikut ikutan aja.’’Kata Lili
‘’Gue kan juga mau tahu.’’Kata Denis memasang wajah yang
pura pura sedih.
‘’Jijik gue’’Teriak mereka
‘’Kalian jahat.’’Denis pundung di pojok ruangan
‘’Terserah lo lah.’’Kata Lili
__ADS_1
‘’Ajari kita kita juga dong.’’Kata Fahri kembali ke topik
‘’Ajari apa Ri.’’Denis kembali bergabung
‘’Ini.’’ Fahri merampas buku Adel lagi
‘’Yakh’’Teriak Adel ,Tia dan Lili saat Fahri merampas bukunya Adel
‘’Ini……’’Kata Denis merasa penasaran yang lain pun ikut
melihatnya
‘’Penjelasannya mudah banget di mengerti.’’kata Meli
‘’Kalian curang engak bagi bagi.’’Kata Salsa
‘’Betul tuh.’’Kata Denis dan di angguki teman temannya
‘’Bagi bagi pala lo .’’Kata Adel mengambil lagi bukunya
‘’Untuk menbapat ini itu butuh perjuangan tau ngak.’’Kata
Adel
Tia dan Lili mengangguk membenarkan ucapan Adel mereka tak
mau lagi melihat wajah Davian yang sedang marah itu sangat menyeramkan.
‘’Bilang aja lo itu enggak mau ,elo egois Del.’’Kata Mia
‘’Hei kalian jangan memojokan yayang Adel.’’Kata Reno
membela Adel
‘’Jangan maksa gitu.’’Tambahnya
‘’Bukan maksa Ren tapi bukan hanya dia doang kali yang mau lulus
kita kita juga mau.’’Kata Candra
‘’Tapi engak gitu juga caranya.’’Kata Reno lagi
‘’Terus gimana caranya.’’Tanya Fahri
Reno yang di Tanya diam karna dia juga tak punya solusi
‘’Engak tau kan lo.’’Katanya lagi
‘’Yah sekarang mungkin engak ada tapi mungkin nanti
dapat.’’Kata Reno
‘’Kapan ,ujian akan di adakan sebentar lagi .’’ kata Candra
‘’Sudah lah kok malah rebut.’’Kata Adel yang tak enak gara gara
dia, Reno ribut dengan yang lain.
‘’Bukannya gue engak mau tapi sumpah gue enggak bisa ,untuk
ini kita susah dapatnya.’’Kata Adel mencoba membuat mereka mengerti
‘’Kalian sih belum ngeliat bagaimana seramnya wajah Davian
yang sedang kesal.’’Kata Tia Lili dan Adel mengangguk
‘’Apa Davian?’’Teriak mereka kaget nama Davian di bawa bawa
Tia,Adel dan Lili kaget mendengar teriakan mereka dan sadar
kalau mereka telah keceplosan bicara.
‘’Jelasin maksudnya apa?’’Kata Mia
‘’Itu……itu….’’Kata Adel gugup melihat tatapan mereka
‘’Jangan jangan semua penjelasan itu di tulis oleh
Davian.’’Kata Mia lagi
Adel hanya bisa menganggukan kepala nya dia benar benar
takut untuk bicara.
‘’Kok Bisa.’’Teriak mereka lagi.
KRIIIIINNNNNNGGGGG
Sebelum mereka bisa mengintrogasi Adel lebih banyak bell
tanda masuk telah berbunyi membuat mereka semua harus kembali ke tempat duduk masing
masing.
__ADS_1
‘Untung bell masuk berbunyi tepat waktu,huh’.Pikir Adel dia
mendesak lega untuk saat ini.