
Lili berdiri di depan toko buku
matanya melirik kekanan dan kiri mencari seseorang yang dia tunggu dari tadi.
‘’Hay.’’Diki menepuk dahu Lili
dari belakang membuat Lili terkejut.
‘’Yak,ngatetin aja sih.’’Kata Lili
sebal.
‘’Maaf,sudah nunggu lama.’’Kata Diki
sedikit bersalah.
‘’Menurut lo!gue disini udah
jamuran nunggu e’lo dari tadi.’’Kata Lili
‘’Mana jamurnya mau gue petik buat
di jadiin jamur krispi.’’Canda Diki.
‘’Nih jamurnya.’’Lili mengangkat
tangannya yang terkepal ke wajah Diki.
‘’Hehehehe.’’Diki tersenyum.
‘’Cie ,kayanya Lili yang dulu udah
enggak ada lagi.’’Kata Diki lagi dengan wajah menyebalkan.
‘’Kenapa e’lo enggak suka.’’Kata
Lili sinis.
‘’Gue suka, malah lebih suka yang
ini.’’Kata Diki sedikit menggoda.
‘’Jangan gombal mulu,ayo.’’Lili
menarik tas Diki masuk ke toko buku,Diki yang di tarik hanya pasrah.
‘’Menurut lo bagus ini apa yang
ini.’’Kata Lili menunjukan dua buah buku.
Lili ingin membeli buku manual dan
karna Tia kerja sedangkan Adel dia
sedang galau, Lili berencana pergi
sendiri tapi Diki datang entah darimana dan mengajukan diri menemani Lili.
‘’Dua –duanya bagus ,kenapa enggak
beli dua duanya aja.’’Kata Diki.
‘’Enggak bisa uangnya enggak cukup,
soalnya ada buka lain yang mau gue beli juga.’’Kata Lili.
‘’Ya udah pakai uang gue aja dulu.’’Kata
Diki.
‘’Terima kasih tapi enggak ,gue
enggak mau berhutang.’’Tolak Lili.
‘’Berhutang apa! kita kan
teman.’’Kata Diki.
‘’Baiklah, yang kiri kayanya lebih
bagus.’’Kata Diki yang mengalah dia tau kalau Lili itu masih sungkan padanya.
Yang Diki tahu Lili itu tipe orang
yang tak suka menerima bantuan dari orang yang belum dia kenal baik,jadi kalau
dia belum terlalu dekat, Lili akan
merasa sungkan beda halnya dengan mereka yang sudah dia kenal dan percaya dia
tak akan sungkan sungkan.
‘’Emangnya buka apa yang mau lo
beli .’’Tanya Diki.
‘’Hanya buku panduan untuk para
komikus.’’Kata Lili yang sedang mencari buku yang di maksud.
‘’Lo seriusan mau jadi komikus.’’Kata
Diki yang ikut memcari.
‘’Serius kan lumayan,setidaknya
sebelum dapat kerjaan gue masih bisa menghasilkan uang.’’Kata Lili.
‘’Eh,ini dia.’’Lili mengambil buku
tersebut lalu ke kasir untuk membayar buku yang dia beli.
‘’Sebagai ucapan terima kasih
karna sudah menemani gue .’’Kata Lili yang sudah keluar dari toko buku.
‘’Gue akan teraktir lo
makan.’’Tambahnya.
‘’Katanya uang lo enggak
cukup.’’Kata Diki.
‘’Ya gue enggak akan mentraktir lo
di kafe atau restoran.’’Kata Lili.
‘’Terus kita makannya
dimana?’’Tanya Diki.
‘’Udah ikut aja, ayo.’’Kata Lili.
Lili menaiki motor Diki mereka meninggalkan
__ADS_1
toko buku dan pergi ke tempat yang di maksud Lili .
‘’Disini.’’Kata Diki setelah
sampai di tempat yang di maksud Lili.
‘’Iyah.’’Lili turun dari motor
Diki.
‘’Kenapa? lo enggak pernah
makan-makanan di pinggil jalan gini.’’Kata Lili yang melihat Diki terlihat
enggan dan masih duduk di motornya.
‘’Iyah,ini pertama kali gue makan
di pinggil jalan.’’Kata Diki jujur.
‘’Kalau gitu e’lo harus coba,pasti
lo bakal ketagihan.’’Kata Lili lalu tersenyum pada Diki dan menariknya.
‘’Pak Hasan pesen pecelnya dua
porsi sama teh angetnya dua .’’Kata Lili sebelum duduk resehan di bawah.
‘’Iyah neng.’’Jawab Pak Hasan
penjual pecel.
‘’E’lo kenal sama
penjualnya.’’Tanya Diki setelah mereka duduk.
‘’Gue sama temen –temen gue udah
langganan di sini,soalnya pecel di sini enak banget apa lagi sambelnya.’’Kata
Lili yang tak sabar makan.
‘’Ini neng pesenannya.’’Pak Hasan
menaruk piring pecel di meja panjang pendek di di tengah –tengah mereka.
‘’Makasih pak.’’Jawab Lili.
‘’Itu pacarnya yah neng.’’Tanya
pak Hasan saat melihat Diki.
‘’Bu-bukan pak dia teman
saya.’’Jawab Lili gugup ada sedikit rona mereh di kedua pipinya.
‘’Oh,kirain itu pacarnya eneng,
soalnya kalian berdua cocok.’’Kata pak Hasan.
‘’Apa kami beneran cocok
pak.’’Kata Diki, dia ingin menggoda Lili dan lihat Lili sudah memolototinya.
‘’Iyah den kalian cocok
banget.’’Kata pak Hasan lagi.
‘’Do’ain aja pak semoga jadi
‘’Amin akan bapak do’ain.’’Kata
pak Hasan lalu pergi membiarkan mereka untuk memakan makanannya.
‘’Apa?’’Tanya Diki yang pura pura
tak tahu.
‘’Hah,sudahlah makan saja ke buru
dingin nanti jadi enggak enak.’’Lili memakan makanannya,Diki terkekeh melihat
tingkah Lili.
Diki pun memakannya dia terkejut
ternyata benar apa yang di bilang Lili pecelnya enak banget Diki dengan lahap
memakan pecelnya.
‘’Enakkan.’’Kata Lili saat melihat
Diki makan dengan lahap.
‘’Iyah,ini pecel terenak yang
pernah gue makan.’’Kata Diki matanya berbinar.
‘’Apa gue bilang ,enggak kalahkan
dengan masakan restoran dan kafe –kafe.’’Kata Lili dengan bangga.
‘’Ini lebih enak dari pecel di
restoran.’’Kata Diki.
‘’Cobain juga sambelnya ,pasti lo
enggak nyesel.’’Kata Lili
Diki menuruti perkataan Lili dan
mencoba sambel pecelnya dan benar sambelnya tak kalah enak.
Lili menggelengkan kepala melihat
Diki yang makan pecel yang ke tiga kalinya,dia tidak menyangka Diki beneran
bakal ketagihan.
‘’Udah kenyang.’’Tanya Lili pada
Diki yang sudah selesai.
‘’Sebenarnya gue masih pengen
makan tapi perut gue udah tak sanggup lagi.’’Kata Diki sambil mengusap –usap
perutnya.
‘’Maruk sih e’lo.’’Lili
menghampiri pak Hasan untuk membayar.
‘’Pak Hasan ini uangnya,terima
__ADS_1
kasih pecelnya enak seperti biasa.’’Kata Lili memberikan uangnya.
‘’Terima kasih neng ,nanti manpir
lagi.’’kata Pak Hasan.
‘’iyah pak kapan kapan mampir
lagi.’’Kata Lili lagi.
‘’Pak pecelnya enak banget saya
sampai ketagihan.’’Kata Diki yang sudah berada di samping Lili.
‘’Terima kasih yah den,nanti kalau
mampir kesini lagi semoga sudah token.’’Kata pak Hasan.
‘’Wih bapak tau token juga,
keren.’’Kata Diki mengajungkan jempolnya.
‘’Iya dong gini gini bapak tak mau
kalah sama anak muda.’’Kata pak Hasan.
‘’Hahahaha.’’Mereka tertawa
Lili tersenyum melihat Diki dengan
mudahnya bergaul dengan orang lain yah walau kadang ngeselin dan suka mengagetkannya
dan suka tiba –tiba datang kaya setan.
‘’Diki kalau e’lo mau terus
mengobrol sama pak Hasan , gue pulang duluan.’’Kata Lili lalu pergi dari sana.
‘’Tunggu,kalau gitu pak saya pergi
nanti saya kesini lagi.’’Diki pamit pada pak Hasan dan menyusul Lili.
‘’iyah den di tunggu.’’Kata pak
Hasan.
‘’Ayo gue anterin e’lo
pulang.’’Kata Diki menaiki motornya.
‘’Enggak usah rumah kita kan
berlawanan arah.’’Tolak Lili.
‘’Anggap aja ini sebagai ucapan terima
kasih karna lo udah mentraktir makanan yang enak banget.’’Kata Diki.
‘’Lagian gue ini cowok jadi harus
bertanggung jawab untuk memastiin kalau lo pulang dengan aman.’’Tambahnya.
‘’Lebay lo.’’Kata Lili dan naik ke
motornya.
Diki menganter Lili pulang ke
rumahnya ,sepanjang jalan Diki terus saja berbicara tentang pecel tadi dan
meminta Lili merekomdasikan tempat lain hingga mereka tak sadar kalau sudah
melewati rumah Lili.
‘’Stoppp.’’Lili menepuk bahu Diki.
‘’E’lo mau bawa gue kemana.’’Kata
Lili karna Diki terus melajukan motornya dan melawati rumahnya .
‘’Eh,kenapa rumah e’lo kan bukan
yang ini.’’Kata Diki yang melihat rumah yang ada di samping karna dulu dia
pernah mengantar Lili pulang jadi dia tau rumah Lili.
‘’Tentu saja bukan ,karna rumah
gue terlewat.’’Kata Lili sedikit kesal.
‘’Terlewat,benarkah.’’Diki melihat
sekeliling.
‘’Gue turun di sini saja.’’Lili
turun dari motor.
‘’Serius mau turun disini.’’Tanya
Diki.
‘’Iyah ,lagian rumah gue enggak terlalu
jauh .’’Kata Lili.
‘’Makasih yah udah mau menemati
gue beli buku.’’Tambah Lili tersenyum manis.
‘Manis,kok gue baru sadar
yah.’Batin Diki melihat Lili tersenyum.
‘’E’lo kaya sama siapa aja,kita
kan teman enggak usah terima kasih segara, tapi beneran enggak mau di
anterin.’’Kata Diki merasa tak enak.
‘’Enggak usah lagian cuman lewat
dua rumah doang.’’Lili menolak tawaran Diki.
‘’Yah udah,kalau gitu gue
pulang.’’Kata Diki menyalakan motornya lagi dan pergi.
‘’Hati-hati.’’Lili melambaikan
tangan pada Diki.
DI CHAPTER INI AKU NULIS LILI SAMA DIKI TAKUT PADA BOSEN MEMBACA ADEL
DAN DAVIAN MULU DAN DISINI SIFAT LILI JUGA SAYA UBAH SEDIKIT DI KARENAKAN
__ADS_1
PEMAMPILANNYA LILI UDAH BERUBAH JADI SAYA UBAH JUGA SIFATNYA SEDIKIT.