
Lili dan Tia berjalan memasuki lapangan indoor dimana klub
basket yang sedang berlatih.
Kreet
‘’Sudah lama kita tak kesini.’’Kata Tia.
‘’Soalnya Adel kan enggak jadi anggota klub basket lagi jadi
kita tak pernah kemari lagi.’’Balas Lili.
‘’Benar juga,jadi ingat saat Adel di siksa saat menjadi
menejer,hahaha.’’Tia tertawa mengingat Adel yang tersiksa.
‘’Hahaha.’’Lili juga ikut tertawa.
‘’Eh…eh,itu bukannya Davian.’’Tunjuk Tia saat melihat Davian
yang berjalan kea rah mereka atau lebih tepatnya pintu keluar.
‘’Ngapain dia kesini?’’Tanya Tia.
‘’Entah.’’Lili mengangkat bahu.
Lalu Tia menyeringai dan membisikan sesuatu pada Lili untuk
memanasi Davian,lalu Lili mengangguk setuju.
‘’Hm,e’lo Li tadi Adel telepon gue katanya dia mau ke
apartemen kak Andreas.’’Kata Tia yang sengaja di besarkan Agar Davian
mendengarnya.
‘’Oh yah,untuk apa Adel ke apartem kak Andreas.’’Tanya Lili
pura pura penasaran.
‘’Katanya sih mau menjawab lamaran yang waktu itu .’’jawab
Tia,matanya merilik Davian yang berhenti saat mendengar kata lamaran.
‘’Benarkah.’’Kata Lili antusias.
‘’Adel sampe berdandan cantik banget lo,dia bahkan
menguploadnya ke social medianya.’’Kata Tia lagi
yang sebenarnya adalah
Tia lah yang telah menguploadnya di social media milik Adel dan untuk fotonya itu adalah
foto yang di ambil saat Adel jadi model Tia belajar make up, dia menguploadnya
tadi setelah Adel bilang akan pergi menemui Andreas, tanpa memberi tahu Adel
dulu ,dia sengajamelakukan itu untuk membalas Davian dan menunjukan Kalau Adel udah
mendapatkan pengganti Davian.
‘’Berarti Adel akan menikah duluan dong.’’Lanjutnya Lili yang
ikut merilik Davian.
‘’Hm,kata kak Andreas dia akan segera menemui om Tomi setelah
Adel menjawab lamarannya.’’Kata Tia yang semakin memanas manasi.
‘’Wah,gercep juga yah kak Andreas.’’Kata Lili.
‘’Betul tuh.’’Kata Tia menyetujui.
‘’Eh,Davian,e’lo ada di sini? Sedang apa?’’Tanya Tia yang
pura pura baru menyadari kehadiran Davian.
Davian tak menjawab pertanyaan Tia,tangannya di kepal erat
sejak tadi bahkan sampai kuku kukunya menajap dan mengeluarkan darah saking
eratnya.
Davian menoleh kea rah Tia dan Lili dengan tatapan tajam yang
menusuk.
Glek
Tia dan Lili menelan ludah kasar,punggung mereka terasa
dingin ,mereka pun langsung berlari ke Satria seperti tujuan awal mereka untuk
memberikan pesan dari Diki karna tidak tahan dengan aura intimidasi yang di
keluarkan Davian.
Setelah Tia dan Lili pergi Davian langsung pergi meninggalkan
lapangan.
Niatannya dia datang ke kampus itu untuk menghindari Reina
__ADS_1
sementara waktu untuk menenangkan hatinya yang mulai gelisah dan ragu.
‘’Huh.’’Tia dan Lili menghela nafas bersama saat mereka
menjauh dari Davian.
‘’Gue enggak nyangka Davian semenyeramkan itu bahkan lebih
menyeramkan dari dulu.’’Kata Tia.
‘’Hm,tapi aneh kenapa dia terlihat marah yah.’’Kata Lili
heran.
‘’Mungkin dia tidak suka kalah dari kak Andreas kali.’’Kata
Tia.
‘’Kalau gue pikir dia itu kaya cemburu deh.’’Kata Lili.
‘’Cemburu! Tidak mungkin, tidak mungkin untuk apa coba,dia
kan tidak menyukai Adel untuk apa cemburu tak masuk akal.’’Bantah Tia.
‘’Iya juga sih.’’Kata Lili membenarkan.
‘Tapi reaksinya kok mirip saat kak Andreas nembak Adel dulu
yah.’Pikir Lili
‘Atau itu hanya perasaan gue aja kali.’Lanjutnya.
…….
‘’Coba kamu makan yang ini.’’Andreas menyudorkan semangkuk
mie.
‘’Ramen.’’Kata Adel melihat mie di depannya.
‘’Iyah,ini cocok untuk suasana saat hujan begini kan.’’Kata
Andras lalu Adel mengangguk dan mengambil sumpit yang di berikan Andreas.
Saat Adel datang ke apartemen Andreas tiba tiba saja hujan
untungnya tidak ada petir.
‘’Bagaimana?’’Tanya Andreas.
‘’Enak seperti sebelumnya, kak Andreas benar benar
berbakat.’’Puji Adel.
‘’Kalau begitu ayo habiskan makanannya.’’Lanjutnya.
‘’Aku udah kenyang ,kak.’’Kata Adel sambil tersenyum.
‘’Ah,sepertinya aku terlalu semangat hingga memasak terlalu
banyak, hahaha. ’’Andreas tertawa canggung seraya mengusap rambut belakangnya
malu.
‘’Ini kata ini bisa melancarkan pencernaan.’’Andreas
memberikan segelas jus pada Adel.
‘’terima kasih.’’Adel menerimanya lalu meminumnya.
‘’Aku yakin kalau kak Andreas buka kafe pasti laku bangat.’’Kata
Adel lalu meletakan gelas.
‘’Bisa aja kamu,emang seenak itu yah.’’Kata Andreas malu.
‘’Em enak banget.’’Kata Adel.
Adel memandang jendela dengan gelisah,melihat air hujan yang
masih turun walau tidak terlalu deras lagi.
‘’Del.’’panggil Andreas memecah lamunan Adel.
‘’Yang kemarin aku uacapkan pada mu itu sungguhan.’’Kata
Andreas.
‘’Aku serius mau menikah dengan mu.’’Lanjutnya
‘’Apa kamu masih memikirkannya?’’Tanya Andreas.
‘’Itu….’’Kata Adel gugup tak tahu harus menjawab apa.
‘’Maksud ku Davian! Apa kamu masih memikirkan dia?.’’Ulang Andreas,Adel
hanya menunduk tak berani melihat Andreas.
‘’Aku tahu sulit untuk melupakan orang yang kita sukai,tapi
dia itu sudah di jodohkan ,apa kamu masih belum bisa membuang perasaan mu?’’Kata
Andreas sendu.
__ADS_1
‘’Hem,tidak semudah itu….’’ Kata Adel
‘’Delia…..Davian itu selalu dingin dan datar pada mu,sebenarnya
apa yang kamu sukai dari dia?’’Tanya Andreas.
‘’Beritahu aku!’’Lanjutnya.
‘’Aku ingin menjadi rumah mu yang ada di saat kamu
sedih,senang,sakit,sehat ,aku ingin menjadi tempat untuk pulang di saat kamu
lelah.’’Kata Andreas lagi.
‘’Tapi,jika kamu membuat sebuah rumah kosong dalam waktu yang
lama tak terlawat rumah itu lama kelama akan rusak dan berdebu,kalau sudah begitu
tak akan lagi layak untuk di huni, kan?’’Tanya Andreas.
‘’Kak…..’’Adel mengerti dengan yang di maksud Andreas,dia merasa
bersalah dan tak enak karna selama ini Andreas selalu memperlakukannya dengan
sangat baik.
Jdeerrrr
‘’Aakkkkhhh’’Adel menutupi telinganya ke takutan saat
terdengat petir menyambar dengan keras.
‘’Delia,kamu baik baik saja?’’ Tanya Andreas khawatir.
Andreas memegang bahu Adel melihat mata sayu Adel yang
terlihat menggemaskan membuat Andreas hilang kendali.
‘’Delia,aku benar benar menyukai mu.’’Kata Andreas
mendekatkan wajahnya ke depan Adel
‘’Kak Andreas...tidak...’’Kata Adel yang mulai panic,dia masih belum
bisa bersentuhan dengan intim dengan pria lain kecuali ayahnya dan Davian.
‘’Delia.’’Andreas yang sudah kehilangan kendali tak
memperdulikan tubuh Adel yang bergetar dan terus mendekatkan wajahnya ke wajah
Adel.
‘’Kak Andreas,jangan.’’Entah dapat dari mana kekuatan Adel
mendorong tubuh Andreas hingga mereka berdua terjatuh ke lantai.
Brug
Tubuh Andreas jatuh di atas tubuh Adel.
‘’Jangan…jangan sentuh aku.’’Kata Adel gemetar,
Tapi Andreas tak mendengar peringatan Adel dan masih mencoba
untuk mencium bibir pink mungil milik Adel.
‘’Aku bilang jangan menyentuh ku,kak.’’Bentak Adel sambil
mendorong tubuh Andreas.
Adel langsung mengambil tasnya dan berlari keluar dari
apartemen Andreas.
‘’Arggghh,sial ! bagaimana bisa aku melupakannya? ’’Andreas memukul
lantai.
Dia benar benar lupa kalau Adel itu pernah mengalami
pelecehan dan tindakannya barusan pasti mengingatkannya pada peristiwa itu
lagi.
‘’Bodoh…bodoh…bodoh.kenapa kau tidak bisa mengendalikan diri
mu sih.’’Kesalnya.
‘’Bagaimana kalau Delia membenci ku karna ini?’’Andreas
mengacak acak rembutnya prustasi.
Adel terus berlari menghiraukan air hujan yang membasahi
tubuhnya,dia langsung masuk bis saat bis akan tertutup.
Sesampainya di halte dekat komplek rumah Davian Adel segera
turun.Adel tertegun melihat Davian yang duduk di halte sambil memegang
payung,dia terkejut saat mata mereka saling bertemu, Davian menatapnya dengan
tatapan yang sulit di artikan.
__ADS_1