Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
128


__ADS_3

Lili dan Tia berjalan memasuki lapangan indoor dimana klub


basket yang sedang berlatih.


Kreet


‘’Sudah lama kita tak kesini.’’Kata Tia.


‘’Soalnya Adel kan enggak jadi anggota klub basket lagi jadi


kita tak pernah kemari lagi.’’Balas Lili.


‘’Benar juga,jadi ingat saat Adel di siksa saat menjadi


menejer,hahaha.’’Tia tertawa mengingat Adel yang tersiksa.


‘’Hahaha.’’Lili juga ikut tertawa.


‘’Eh…eh,itu bukannya Davian.’’Tunjuk Tia saat melihat Davian


yang berjalan kea rah mereka atau lebih tepatnya pintu keluar.


‘’Ngapain dia kesini?’’Tanya Tia.


‘’Entah.’’Lili mengangkat bahu.


Lalu Tia menyeringai dan membisikan sesuatu pada Lili untuk


memanasi Davian,lalu Lili mengangguk setuju.


‘’Hm,e’lo Li tadi Adel telepon gue katanya dia mau ke


apartemen kak Andreas.’’Kata Tia yang sengaja di besarkan Agar Davian


mendengarnya.


‘’Oh yah,untuk apa Adel ke apartem kak Andreas.’’Tanya Lili


pura pura penasaran.


‘’Katanya sih mau menjawab lamaran yang waktu itu .’’jawab


Tia,matanya merilik Davian yang berhenti saat mendengar kata lamaran.


‘’Benarkah.’’Kata Lili antusias.


‘’Adel sampe berdandan cantik banget lo,dia bahkan


menguploadnya ke social medianya.’’Kata Tia lagi


 yang sebenarnya adalah


Tia lah yang telah  menguploadnya di social media milik Adel dan untuk fotonya itu adalah


foto yang di ambil saat Adel jadi model Tia belajar make up, dia menguploadnya


tadi setelah Adel bilang akan pergi menemui Andreas, tanpa memberi tahu Adel


dulu ,dia sengajamelakukan itu untuk membalas Davian dan menunjukan Kalau Adel udah


mendapatkan pengganti Davian.


‘’Berarti Adel akan menikah duluan dong.’’Lanjutnya Lili yang


ikut merilik Davian.


‘’Hm,kata kak Andreas dia akan segera menemui om Tomi setelah


Adel menjawab lamarannya.’’Kata Tia yang semakin memanas manasi.


‘’Wah,gercep juga yah kak Andreas.’’Kata Lili.


‘’Betul tuh.’’Kata Tia menyetujui.


‘’Eh,Davian,e’lo ada di sini? Sedang apa?’’Tanya Tia yang


pura pura baru menyadari kehadiran Davian.


Davian tak menjawab pertanyaan Tia,tangannya di kepal erat


sejak tadi bahkan sampai kuku kukunya menajap dan mengeluarkan darah saking


eratnya.


Davian menoleh kea rah Tia dan Lili dengan tatapan tajam yang


menusuk.


Glek


Tia dan Lili menelan ludah kasar,punggung mereka terasa


dingin ,mereka pun langsung berlari ke Satria seperti tujuan awal mereka untuk


memberikan pesan dari Diki karna tidak tahan dengan aura intimidasi yang di


keluarkan Davian.


Setelah Tia dan Lili pergi Davian langsung pergi meninggalkan


lapangan.


Niatannya dia datang ke kampus itu untuk menghindari Reina

__ADS_1


sementara waktu untuk menenangkan hatinya yang mulai gelisah dan ragu.


‘’Huh.’’Tia dan Lili menghela nafas bersama saat mereka


menjauh dari Davian.


‘’Gue enggak nyangka Davian semenyeramkan itu bahkan lebih


menyeramkan dari dulu.’’Kata Tia.


‘’Hm,tapi aneh kenapa dia terlihat marah yah.’’Kata Lili


heran.


‘’Mungkin dia tidak suka kalah dari kak Andreas kali.’’Kata


Tia.


‘’Kalau gue pikir dia itu kaya cemburu deh.’’Kata Lili.


‘’Cemburu! Tidak mungkin, tidak mungkin untuk apa coba,dia


kan tidak menyukai Adel untuk apa cemburu tak masuk akal.’’Bantah Tia.


‘’Iya juga sih.’’Kata Lili membenarkan.


‘Tapi reaksinya kok mirip saat kak Andreas nembak Adel dulu


yah.’Pikir Lili


‘Atau itu hanya perasaan gue aja kali.’Lanjutnya.


…….


‘’Coba kamu makan yang ini.’’Andreas menyudorkan semangkuk


mie.


‘’Ramen.’’Kata Adel melihat mie di depannya.


‘’Iyah,ini cocok untuk suasana saat hujan begini kan.’’Kata


Andras lalu Adel mengangguk dan mengambil sumpit yang di berikan Andreas.


Saat Adel datang ke apartemen Andreas tiba tiba saja hujan


untungnya tidak ada petir.


‘’Bagaimana?’’Tanya Andreas.


‘’Enak seperti sebelumnya, kak Andreas benar benar


berbakat.’’Puji Adel.


‘’Kalau begitu ayo habiskan makanannya.’’Lanjutnya.


‘’Aku udah kenyang ,kak.’’Kata Adel sambil tersenyum.


‘’Ah,sepertinya aku terlalu semangat hingga memasak terlalu


banyak, hahaha. ’’Andreas tertawa canggung seraya mengusap rambut belakangnya


malu.


‘’Ini kata ini bisa melancarkan pencernaan.’’Andreas


memberikan segelas jus pada Adel.


‘’terima kasih.’’Adel menerimanya lalu meminumnya.


‘’Aku yakin kalau kak Andreas buka kafe pasti laku bangat.’’Kata


Adel lalu meletakan gelas.


‘’Bisa aja kamu,emang seenak itu yah.’’Kata Andreas malu.


‘’Em enak banget.’’Kata Adel.


Adel memandang jendela dengan gelisah,melihat air hujan yang


masih turun walau tidak terlalu deras lagi.


‘’Del.’’panggil Andreas memecah lamunan Adel.


‘’Yang kemarin aku uacapkan pada mu itu sungguhan.’’Kata


Andreas.


‘’Aku serius mau menikah dengan mu.’’Lanjutnya


‘’Apa kamu masih memikirkannya?’’Tanya Andreas.


‘’Itu….’’Kata Adel gugup tak tahu harus menjawab apa.


‘’Maksud ku Davian! Apa kamu masih memikirkan dia?.’’Ulang Andreas,Adel


hanya menunduk tak berani melihat Andreas.


‘’Aku tahu sulit untuk melupakan orang yang kita sukai,tapi


dia itu sudah di jodohkan ,apa kamu masih belum bisa membuang perasaan mu?’’Kata


Andreas sendu.

__ADS_1


‘’Hem,tidak semudah itu….’’ Kata Adel


‘’Delia…..Davian itu selalu dingin dan datar pada mu,sebenarnya


apa yang kamu sukai dari dia?’’Tanya Andreas.


‘’Beritahu aku!’’Lanjutnya.


‘’Aku ingin menjadi rumah mu yang ada di saat kamu


sedih,senang,sakit,sehat ,aku ingin menjadi tempat untuk pulang di saat kamu


lelah.’’Kata Andreas lagi.


‘’Tapi,jika kamu membuat sebuah rumah kosong dalam waktu yang


lama tak terlawat rumah itu lama kelama akan rusak dan berdebu,kalau sudah begitu


tak akan lagi layak untuk di huni, kan?’’Tanya Andreas.


‘’Kak…..’’Adel mengerti dengan yang di maksud Andreas,dia merasa


bersalah dan tak enak karna selama ini Andreas selalu memperlakukannya dengan


sangat baik.


Jdeerrrr


‘’Aakkkkhhh’’Adel menutupi telinganya ke takutan saat


terdengat petir menyambar dengan keras.


‘’Delia,kamu baik baik saja?’’ Tanya Andreas khawatir.


Andreas memegang bahu Adel melihat mata sayu Adel yang


terlihat menggemaskan membuat Andreas hilang kendali.


‘’Delia,aku benar benar menyukai mu.’’Kata Andreas


mendekatkan wajahnya ke depan Adel


‘’Kak Andreas...tidak...’’Kata Adel yang mulai panic,dia masih belum


bisa bersentuhan dengan intim dengan pria lain kecuali ayahnya dan Davian.


‘’Delia.’’Andreas yang sudah kehilangan kendali tak


memperdulikan tubuh Adel yang bergetar dan terus mendekatkan wajahnya ke wajah


Adel.


‘’Kak Andreas,jangan.’’Entah dapat dari mana kekuatan Adel


mendorong tubuh Andreas hingga mereka berdua terjatuh ke lantai.


Brug


Tubuh Andreas jatuh di atas tubuh Adel.


‘’Jangan…jangan sentuh aku.’’Kata Adel gemetar,


Tapi Andreas tak mendengar peringatan Adel dan masih mencoba


untuk mencium bibir pink mungil milik Adel.


‘’Aku bilang jangan menyentuh ku,kak.’’Bentak Adel sambil


mendorong tubuh Andreas.


Adel langsung mengambil tasnya dan berlari keluar dari


apartemen Andreas.


‘’Arggghh,sial ! bagaimana bisa aku melupakannya? ’’Andreas memukul


lantai.


Dia benar benar lupa kalau Adel itu pernah mengalami


pelecehan dan tindakannya barusan pasti mengingatkannya pada peristiwa itu


lagi.


‘’Bodoh…bodoh…bodoh.kenapa kau tidak bisa mengendalikan diri


mu sih.’’Kesalnya.


‘’Bagaimana kalau Delia membenci ku karna ini?’’Andreas


mengacak acak rembutnya prustasi.


Adel terus berlari menghiraukan air hujan yang membasahi


tubuhnya,dia langsung masuk bis saat bis akan tertutup.


Sesampainya di halte dekat komplek rumah Davian Adel segera


turun.Adel tertegun melihat Davian yang duduk di halte sambil memegang


payung,dia terkejut saat mata mereka saling bertemu, Davian menatapnya dengan


tatapan yang sulit di artikan.

__ADS_1


__ADS_2