
‘’Lo tau gak ada gosip seru di klub basket.’’Kata seorang mahasiswa
yang sedang melakukan perawatan di salah satu salon.
‘Klub basket, ada apa dengan klub basket?’Pikir Tia penasaran juga dia
sedang mengkeramasi salah satu dari mereka .
‘’Gosip Apaan?’’Tanya temanya yang ada di sampingnya penasaran.
‘’ Katanya ada yang lihat kapten tim basket itu nyium menejernya
sendiri pas di ruangan klub.’’Katanya.
‘’Yang benar.’’Kata temannya dan Tia bersamaan.
‘’Iyah sepupu gue sendiri yang bilang dia kan anggota klub
basket.’’Jawabnya.
‘’Ku rasa itu tidak mungkin deh,Adelkan menyukai orang lain.’’Kata Tia
yang ikut mengobrol.
‘’Gue juga dengar rumor kalau Adel itu menyukai Davian bahkan dari
SMA.’’Kata Nisa temannya
‘’Jadi dia mencampakan Davian dan lebih memilih Satria.’’Kata Lia
‘Justru itu bagus kalau Adel mencampakan Davian.’Pikir Tia.
‘’Kalau gue sih lebih milih Davian,diakan ganteng pintar lagi dari pada
Satria yang jauh dari Davian.’’Tambahnnya.
‘’Bener!besok pasti gosipnya sudah tersebar di kampus soalnyakan anak –anak klub basket
sendiri yang bilang.’’Kata Lia.
‘’Seriusan?’’Tanya Tia terkejut.
‘’Astaga apa yang di pikirkannya.’’Tia berlari meninggalkan
pekerjaannya.
‘’Hey embak ini belum selesai.’’Teriak Lia pada Tia
‘’Embak.’’Teriak Lia memanggil Tia tapi Tia terus saja berjalan pergi.
Tia mengambil motor metiknya di perkiran lalu meninggalkan salon
tempatnya bekerja dan pergi menuju
restoran ayah Adel. Sesampainya dia menaruh motornya di tempat biasanya dan
bergesas menemui Adel.
‘’Om.’’Panggil Tia pada Tomi yang sedang melayani pelanggan di meja
kasir.
‘’Eh Tia,ada apa?mau ketemu Adel yah.’’Kata Tomi saat melihat Tia.
‘’Iyah om,Adelnya ada di dalam om.’’Tanya Tia.
‘’Ada, Lili juga ada di kamar kamu naik saja.’’Jawab Tomi.
‘’Lili juga ada om!Kalau gitu aku akan naik,terima kasih om.’’Kata Tia
pamit ,Tomi hanya mengangguk .
CKREK
Tia membuka pintu kamar Adel dan benar Lili ada di dalam kamar Adel,Tia
menghampiri mereka dan ikut duduk di kasur milik Adel.
‘’Tia ngapain lo di sini,bukanya jam segini itu lo masih kerja
yah!.’’Tanya Adel yang heran dengan kedatangannya Tia.
‘’Adel lo beneran ciuman dengan senior itu.’’Bukannya menjawab
pertanyaan Adel Tia malah balik bertanya.
‘’Lo juga kesini mau menanyakan
soal itu?’’Tanya Adel yang heran kenapa kedua temannya menanyakan hal yang
sama.
‘’Sebenarnya ada apa?kenapa kalian menanyakan hal yang sama?’’Tanya
__ADS_1
Adel lagi.
‘’Lo juga mau nanya soal itu juga Li.’’Tanya Tia pada Lili.
‘’iyah.’’Kata Lili.
‘’Jadi e’lo juga tau soal gossip itu.’’Tanya Tia lagi.
‘’Gua tahu dari Diki makanya gue langsung ke sini.’’Balas Lili
‘’Tunggu, gue enggak ngerti gossip apaan maksud kalian?dan apa
hubungannya sama gue?’’Tanya Adel yang tambah tak mengerti .
‘’E’lo enggak tahu Del?’’Tanya Lili.
‘’Padahal anak anak kampus sudah pada tau.’’Tambah Lili
‘’Gue enggak tau apa apa tadi gue langsung pulang dan hp gue juga mati
.’’Kata Adel.
‘’Ada gossip kalau e’lo itu ciuman sama senior Satria.’’Kata Lili.
‘’Hah!kok bisa?’’Tanya Adel terkejut mendengar pernyataan Lili.
‘’Katanya mereka dengar dari anak –anak basket.’’Kata Tia.
‘’Anak –anak basket.’’kata Adel
‘’Jadi beneran lo ciuman sama Senior Satria.’’Tanya Tia.
‘’Enggaklah.’’Bantah Adel.
‘’Lagian kak Satria itu sukanya sama Laura.’’Tambahnya.
‘’Terus,kenapa anak –anak basket bilang kalau kalian ciuman.’’Kata Lili
‘’Diki Bilang katanya Toni melihatnya sendiri saat kak Satria mencium
e’lo.’’Tambah Lili.
‘’Toni e’lo bilang.’’Kata Adel,dia menepuk dahi nya saat dia ingat
kalau Toni melihat dia dan Satria yang sedang latihan tadi.
‘’Ahh,gue baru inget,Toni pasti salah paham sama gue dan kak Satria pas
‘Aduh bodohnya gue ,kenapa tadi gue enggak mengejar Toni dulu buat
ngejelasin .’Batin Adel,dia merutuki kebodohannya.
‘Pantesan Davian sering ngatain gue bodoh.’pikir Adel
‘’Latihan,latihan apaan yang e’lo maksud.’’Tanya Tia.
‘’Jangan –jangan lo latihan ciuman sama kak Satria.’’Kata Lili yang
membuat Adel terutama Tia terkejut.
‘’Beneran Del.’’Tanya Tia.
‘’Bukan,gue membantu kak Satria latihan untuk menembak Laura.’’bantak
Adel
‘’Kirain.’’Tia cengengesan.
‘’Terus gimana gosipnya sudah tersebar dan pastinya Davian juga sudah
mendengarnya.’’Kata Tia.
‘’Gue rasa Davian udah tahu soalnya pas Toni ngasih tahu itu bukan
hanya ada Diki,Rendy serta senior dan yang lain juga yang ada di sana tapi Davian juga
mendengarnya.’’Kata Lili memberi tahu Adel apa yang dia dengar dari Diki.
‘’Yang bener,terus gue harus gimana.’’Kata Adel panik.
Yang Adel tidak tahu bahwa Davian bukan hanya mendengar dia berciuman
dengan Satria tapi juga melihat dia berpelukan dengan Satria.
Lili dan Tia mengangkat bahu mereka juga tak tau harus bagaimana.
Mereka terus terdiam sampai bunyi telepon Tia berbunyi.
‘’Ha-halo.’’Kata Tia terbata.
‘’Kamu sekarang dimana
,kembali sekarang atau saya pecat kamu.’’Kata orang yang di sebrang telepon.
__ADS_1
‘’Iy-iyah saya akan kembali segera.’’Kata Tia takut.
Tia menutup teleponnya dan
berpamitan dengan Adel dan Lili.
‘’Gue pergi dulu bos gue marah
,bay.’’Tia langsung pergi tanpa mendengar balasan teman –temannya.
Adel dan Lili menggelengkan kepala
mereka melihat kelakuan Tia yang nekat hanya karna ingin memastikan tentang
gossip Adel dan Satria.
Adel berjalan dengan gelisah dia berjalan menuju kelas Davian untuk
menjelaskan tentang kejadian kemarin dia juga mendengar para mahasiswi serta mahasiswa
meliriknya dan membicarakan dia yang berciuman dengan Satria di ruangan klub
membuat Adel rishi.
‘’Bukannya itu dia yang di gosipkan itu’’Dia menunjuk Adel.
‘’Iyah kamu benar.’’Balasnya juga melirik Adel.
‘’Davian.’’Panggil Adel,dia berlari saat dia melihat Davian dan Laura
yang akan ke kelas.
‘’Ada yang ingin aku jelaskan.’’Kata Adel yang sudah di samping Davian.
Davian dan Laura berhenti tapi Davian diam saja dan menatap Adel dengan
tatapan yang sulit di artikan.
‘’Ah rupanya yang sedang ramai di gosipkan.’’Kata Laura.
‘’Mm ,sejak kapan e’lo dan senior Satria seperti itu.’’Tanya Laura
lagi.
‘’Davian apa kamu mendengar juga gossip itu.’’Kata Adel sedikit gelisah
dengan jawaban Davian tapi Davian masih terdiam.
‘’Tidak terjadi apa apa antara senior dan aku.’’Tapi Davian tak
mengatakan apa pun mata Adel sudah berkaca –kaca dia tidak sanggup di diamkan
seperti ini oleh Davian.
‘Tolong bicara sesuatu jangan perlakuan aku seperti ini ,ini lebih
menyakitkan dari pada saat kamu membentakku dan mengejekku.’Batin Adel tak kuat
di diamkan Davian.
‘’Ayok pergi.’’Kata Davian pada Laura .
‘’Semoga beruntung.’’Davian menabrak bahu Adel sedikit.
Entah apa maksud Davian mengatakan itu pada Adel,Laura tersenyum pada
Adel sebelum mengikuti Davian yang pergi lebih dulu.
‘’Selamat.’’Kata Laura dengan senyum manisnya.
Adel menatap punggung Davian dengan sendu,hari ini pertama di mulainya
ujian tengah semester dan di mulainya tantangan Davian padanya.
Dia berharap Davian memberinya
semangat seperti saat di ujian peringkat di SMA dulu ,tapi dia harus menelan
kekecewaan kerna Davian tak mau mendengarkan penjelasannya dan dia juga tak
mengerti perkataannya tadi menjerumus ke mana.
‘Hah kenapa percintaan gue kaya rolorcoster yang naik, turun dan
berputur –putar kaya gini, baru kemari gue bahagia bisa kencan bersama dengan
Davian dan dia juga mau mencoba untuk menerima perasaan gue tapi sekarang
kenapa malah jadi gini? Kenapa harus kembali
lagi ke awal sih.’Pikir Adel nanar ,air mata akan mengaril tapi Adel
menghapusnya dengan cepat dan berbalik menuju ke kelasnya.
__ADS_1