
‘’Hah.’’
Davian menghela nafas untuk kesekian kalinya hari ini,setelah
rapat selesai dia langsung kembali ke ruangannya.
Davian memikirkan langkah selanjutnya yang harus dia ambil
agar bisa membuat perusahaan milik papanya setabil kembali.
Ternyata membuat game baru yang menarik apa lagi berbeda
tidaklah semudah yang dia kira.
Kruyuk
Davian mengambil kotak bekal yang di berikan Adel tadi pagi saat perutnya minta
di isi.
‘’Hah,dia pikir aku anak tk apa?’’Kata Davian melihat isi
kotak bekalnya.
Kotak bekal yang Adel buat untuk Davian adalah bekal ala
bento Jepang,terdapat telur gulung serta sosis gurita dan kroket kentang di
tambah naget ayam dan yang paling membuat Davian geleng geleng adalah nasi yang
terdapat tulisan ’semangat’ di atasnya.
Davian bingung harus kesal atau tertawa dengan kelakuan
Adel,dia tahu kalau Adel hanya ingin memberinya semangat dan dukungan tapi dia
kesal karna di samakan dengan anak kecil.
Tok tok tok
‘’Masuk .’’Kata Davian.
Seno masuk saat Davian mempersilahkannya untuk masuk dia
menghampiri Davian yang berada di kursinya.
‘’Permisi tuan muda, kami mau makan siang apa anda mau ikut
bergabung dengan kami.’’Kata pak Seno mengajak Davian untuk makan siang bersama.
‘’Ah ,Sepertinya anda membawa bekal.’’Kata pak Seno sambil
menahan tawa melihat bekal Davian.
‘’itu dari pacar anda yah.’’Tanya pak Seno.
Karna tak mungkin nyonya Marisa membuatkan bekal yang
terlihat lucu.
Davian tak menjawab pertanyaan yang di ajukan Seno,dia
mengumpat di dalam hati menyumpahi Adel.
‘’Kalau begitu saya permisi, selamat menikmati makan siang
anda.’’Pak Seno pemit karna tiba tiba dia merasakan aura yang tak mengenakan
yang di keluarkan Davian,dia berpikir kalau Davian tidak suka di ganggu saat
memakan bekal yang di buat kekasihnya.
‘’Adel awas kamu di rumah.’’Kata Davian kesal.
Sekesal kesalnya Davian dia masih membutuhkan makanan untuk perutnya yang sudah
lapar saat dia akan menyuap kan telur gulungnya tiba tiba pintu ruangannya di
buka dengan kasar.
Brak
‘’Apa lagi ini,aku hanya ingin makan kenapa banyak sekali
gangguannya.’’Kata Davian pelan.
Hari ini menjadi hari termenjengkelkan untuknya.
‘’Makan saja yang ini.’’Reno mengambil kotak bekal Davian dan
menggantinya dengan makanan yang dia bawa.
‘’E’lo tidak akan kenyang makan yang beginian.’’ Lanjutnya.
Lalu pergi tanpa permisi sambil membawa bekal buatan Adel.
Karna Davian sudah sangat lapar dia memakan makanan yang di
__ADS_1
bawa Reno dan tak mempermasalahkan yang tadi terjadi dia tidak mau menambah
pusing kepalanya.
‘Sepertinya Adel mau mengerjai Davian buktinya dia membuatkan
bekal seperti anak tk.’Pikir Reno sambil memakan bekal buatan Adel di taman
dekat kantor Davian.
……
Adel yang bosan di rumah saja pergi ke kampus menemui Lili
dan Tia tapi di tengah jalan tangan Adel di jekal seseorang.
‘’Eh,apaan sih lepaskan.’’Kata Adel berusaha melepaskan
tangannya.
‘’Laura! Mau apa e’lo tarik tarik tangan gue.’’Kata Adel yang
terkejut melihat siapa yang menariknya.
‘’E’lo tahu dimana bokapnya Davian di rawat.’’Tanya Laura
lansung.
‘’Ngapain e’lo tanya tanya?’’Kata Adel tak suka.
‘’Gue hanya ingin menjenguknya itu saja.’’ Jawab Laura.
‘Sekalian kenalan sama calon mertua.’Katanya dalam hati.
‘’Om Marselo belum bisa di jenguk dia masih belum sadarkan
diri.’’Kata Adel sedikit berbohong.
Marselo memang belum sadar tapi dia bisa di jenguk karna
sudah keluar dari ICU .
‘’Sudahlah gue ada urusan,bay.’’Kata Adel pergi meninggalkan
Laura.
‘’Hei,gue belum selesai bicara.’’Teriak Laura.
‘’Ck.’’Laura berdecik kesal lalu dia pergi juga.
‘’Cih menyebalkan banget kenapa harus ketemu dengan dia
…….
Seminggu lebih Davian bekerja di kantor,dia dan timnya sedang
berusaha membuat game terbaru dan Davian juga ikut dalam pengerjaan game
tersebut.
Dan Marselo dia sudah sadarkan diri dua hari yang lalu,dia
juga sangat senang mendengar kalau Davian mau bekerja di kantor. Dia merasa tak
sia sia dia mengalami kecelakaan.
Adel yang merasa harus beranjak pergi ke dapur untuk
mengambil air karna dia lupa membawa air ke kamar.
Dia melihat pintu ruang kerja terbuka Adel berencana
menutupnya tapi dia terkejut melihat Davian yang masih bekerja padahal udah
tengah malam.
Adel merasa sedih karna tidak bisa banyak membantu
Davian,otaknya tidak terlalu pintar untuk meringankan beban Davian.
‘’ Apa yang bisa gue lakuin untuk membantu e’lo meringankan
sedikit beban yang e’lo pikul Davian?’’ gumam Adel.
Adel menutup pintu perlahan dan turun ke bawah menuju
dapur,dia berencana membuatkan Davian cemilan dan kopi.
Setelah selesai dia naik kembali sambil membawa nampan berisi
cemilan yang dia buat tadi dan kopi.
Dia membuka pintu ruang kerja perlahan,Davian yang sedang
serius melihat berkas berkas tak menyadari kedatangan Adel.
Tuk
__ADS_1
Davian menoleh saat mendengar suara nampan yang di taruh
Adel.
‘’Gue buatin kopi dan cemilan untuk mememani e’lo
bekerja.’’Kata Adel.
‘’Jangan terlalu keras bekerja,e’lo juga butuh istirahat
kalau e’lo sampai sakit tante Marisa dan om Marselo pasti sedih dan merasa
bersalah.’’Lanjutnya.
‘’Makasih.’’Davian meminum kopinya kebetulan dia merasa haus.
‘’Apa keadaan kantor benar benar gawat sampai e’lo bekerja
sangat keras?’’Tanya Adel.
‘’Hm,keadaan nya lebih parah dari yang aku duga.’’Jawab
Davian.
Entah kenapa dia malah membicarakan kesulitannya pada Adel
tapi rasanya dia mau membicarakannya pada gadis yang berada di sampingnya dan
dia merasa beban yang di pikul berkurang sedikit.
Adel terkejut karna Davian menjawab pertanyaannya dan juga
dia merasa senang karna Davian mau berbagi cerita dengannya.
‘’Ada yang bisa gue bantu.’’Tanya Adel ragu.
‘’Tidak ada.’’Jawab Davian.
Adel merasa tertohok mendengar jawab Davian.
‘’Sebaik kamu istirahat ini sudah malam.’’Kata Davian yang
melanjutkan kegiatannya tadi.
‘’Kebalik kali yang harus istirahat itu e’lo bukan gue.’’Kata
Adel sebal.
‘’Hm.’’Davian melanjutkan melihat berkas berkasnya.
Adel terus memperhatikan Davian yang sedang bekerja,seperti
seorang istri yang mememani suaminya lembur.
‘’Hah.’’Davian menoleh ke Adel.
‘’Ada yang kau butuhkan Davian?’’Tanya Adel polos.
‘’Ngapai masih di sini,sana kembali ke kamar mu.’’Kata
Davian.
‘’Ini masih malam tidur lagi sana.’’Lanjutnya.
‘’Baiklah.’’Kata Adel lalu pergi kembali ke kamarnya.
….
Pagi pagi sekali Adel pergi ke ruang kerja untuk melihat apa
Davian masih di sana dan tertidur di sana atau tidur di kamarnya.
‘’Syukurlah Davian tidur di kamar.’’Kata Adel.
Setelah memastikan Davian dia turun ke bawah untuk menyiapkan
sarapan. Sesampainya di dapur Adel melihat Marisa sedang memasukan bubur ke
tempat bekal.
‘’Kenapa tante tidak bangunin Adel?.’’Kata Adel .
‘’Kamu kan pasti cape mengurus rumah, Davian dan Daniel,tante
tidak mau menyusahkan kamu.’’Jawab Marisa.
‘’Enngak kok,lagian ada bibi yang mengurus rumah.’’Kata Adel.
‘’Sekali lagi tante ucapkan terima kasih yah karna sudah mau
menggantikan tante.’’Kata Marisa sambil memegang tangan Adel.
‘’Tente ini jangan terus berterima kasih pada Adel,Adelkan
tidak melakukan apa apa.’’Kata Adel tak enak.
‘’Oh yah tante apa Adel boleh meminta seseuatu?’’Tanya Adel.
__ADS_1
‘’Kamu mau apa ?’’Tanya Marisa penasaran permintaan Adel.