Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
110


__ADS_3

‘’Hah.’’


Davian menghela nafas untuk kesekian kalinya hari ini,setelah


rapat selesai dia langsung kembali ke ruangannya.


Davian memikirkan langkah selanjutnya yang harus dia ambil


agar bisa membuat perusahaan milik papanya setabil kembali.


Ternyata membuat game baru yang menarik apa lagi berbeda


tidaklah semudah yang dia kira.


Kruyuk


Davian mengambil kotak bekal yang  di berikan Adel tadi pagi saat perutnya minta


di isi.


‘’Hah,dia pikir aku anak tk apa?’’Kata Davian melihat isi


kotak bekalnya.


Kotak bekal yang Adel buat untuk Davian adalah bekal ala


bento Jepang,terdapat telur gulung serta sosis gurita dan kroket kentang di


tambah naget ayam dan yang paling membuat Davian geleng geleng adalah nasi yang


terdapat tulisan ’semangat’ di atasnya.


Davian bingung harus kesal atau tertawa dengan kelakuan


Adel,dia tahu kalau Adel hanya ingin memberinya semangat dan dukungan tapi dia


kesal karna di samakan dengan anak kecil.


Tok tok tok


‘’Masuk .’’Kata Davian.


Seno masuk saat Davian mempersilahkannya untuk masuk dia


menghampiri Davian yang berada di kursinya.


‘’Permisi tuan muda, kami mau makan siang apa anda mau ikut


bergabung dengan kami.’’Kata pak Seno mengajak Davian untuk makan siang bersama.


‘’Ah ,Sepertinya anda membawa bekal.’’Kata pak Seno sambil


menahan tawa melihat bekal Davian.


‘’itu dari pacar anda yah.’’Tanya pak Seno.


Karna tak mungkin nyonya Marisa membuatkan bekal yang


terlihat lucu.


Davian tak menjawab pertanyaan yang di ajukan Seno,dia


mengumpat di dalam hati menyumpahi Adel.


‘’Kalau begitu saya permisi, selamat menikmati makan siang


anda.’’Pak Seno pemit karna tiba tiba dia merasakan aura yang tak mengenakan


yang di keluarkan Davian,dia berpikir kalau Davian tidak suka di ganggu saat


memakan bekal yang di buat kekasihnya.


‘’Adel awas kamu di rumah.’’Kata Davian kesal.


Sekesal kesalnya Davian dia masih  membutuhkan makanan untuk perutnya yang sudah


lapar saat dia akan menyuap kan telur gulungnya tiba tiba pintu ruangannya di


buka dengan kasar.


Brak


‘’Apa lagi ini,aku hanya ingin makan kenapa banyak sekali


gangguannya.’’Kata Davian pelan.


Hari ini menjadi hari termenjengkelkan untuknya.


‘’Makan saja yang ini.’’Reno mengambil kotak bekal Davian dan


menggantinya dengan makanan yang dia bawa.


‘’E’lo tidak akan kenyang makan yang beginian.’’ Lanjutnya.


Lalu pergi tanpa permisi sambil membawa bekal buatan Adel.


Karna Davian sudah sangat lapar dia memakan makanan yang di

__ADS_1


bawa Reno dan tak mempermasalahkan yang tadi terjadi dia tidak mau menambah


pusing kepalanya.


‘Sepertinya Adel mau mengerjai Davian buktinya dia membuatkan


bekal seperti anak tk.’Pikir Reno sambil memakan bekal buatan Adel di taman


dekat kantor Davian.


……


Adel yang bosan di rumah saja pergi ke kampus menemui Lili


dan Tia tapi di tengah jalan tangan Adel di jekal seseorang.


‘’Eh,apaan sih lepaskan.’’Kata Adel berusaha melepaskan


tangannya.


‘’Laura! Mau apa e’lo tarik tarik tangan gue.’’Kata Adel yang


terkejut melihat siapa yang menariknya.


‘’E’lo tahu dimana bokapnya Davian di rawat.’’Tanya Laura


lansung.


‘’Ngapain e’lo tanya tanya?’’Kata Adel tak suka.


‘’Gue hanya ingin menjenguknya itu saja.’’ Jawab Laura.


‘Sekalian kenalan sama calon mertua.’Katanya dalam hati.


‘’Om Marselo belum bisa di jenguk dia masih belum sadarkan


diri.’’Kata Adel sedikit berbohong.


Marselo memang belum sadar tapi dia bisa di jenguk karna


sudah keluar dari ICU .


‘’Sudahlah gue ada urusan,bay.’’Kata Adel pergi meninggalkan


Laura.


‘’Hei,gue belum selesai bicara.’’Teriak Laura.


‘’Ck.’’Laura berdecik kesal lalu dia pergi juga.


‘’Cih menyebalkan banget kenapa harus ketemu dengan dia


…….


Seminggu lebih Davian bekerja di kantor,dia dan timnya sedang


berusaha membuat game terbaru dan Davian juga ikut dalam pengerjaan game


tersebut.


Dan Marselo dia sudah sadarkan diri dua hari yang lalu,dia


juga sangat senang mendengar kalau Davian mau bekerja di kantor. Dia merasa tak


sia sia dia mengalami kecelakaan.


Adel yang merasa harus beranjak pergi ke dapur untuk


mengambil air karna dia lupa membawa air ke kamar.


Dia melihat pintu ruang kerja terbuka Adel berencana


menutupnya tapi dia terkejut melihat Davian yang masih bekerja padahal udah


tengah malam.


Adel merasa sedih karna tidak bisa banyak membantu


Davian,otaknya tidak terlalu pintar untuk meringankan beban Davian.


‘’ Apa yang bisa gue lakuin untuk membantu e’lo meringankan


sedikit beban yang e’lo pikul Davian?’’ gumam Adel.


Adel menutup pintu perlahan dan turun ke bawah menuju


dapur,dia berencana membuatkan Davian cemilan dan kopi.


Setelah selesai dia naik kembali sambil membawa nampan berisi


cemilan yang dia buat tadi dan kopi.


Dia membuka pintu ruang kerja perlahan,Davian yang sedang


serius melihat berkas berkas tak menyadari kedatangan Adel.


Tuk

__ADS_1


Davian menoleh saat mendengar suara nampan yang di taruh


Adel.


‘’Gue buatin kopi dan cemilan untuk mememani e’lo


bekerja.’’Kata Adel.


‘’Jangan terlalu keras bekerja,e’lo juga butuh istirahat


kalau e’lo sampai sakit tante Marisa dan om Marselo pasti sedih dan merasa


bersalah.’’Lanjutnya.


‘’Makasih.’’Davian meminum kopinya kebetulan dia merasa haus.


‘’Apa keadaan kantor benar benar gawat sampai e’lo bekerja


sangat keras?’’Tanya Adel.


‘’Hm,keadaan nya lebih parah dari yang aku duga.’’Jawab


Davian.


Entah kenapa dia malah membicarakan kesulitannya pada Adel


tapi rasanya dia mau membicarakannya pada gadis yang berada di sampingnya dan


dia merasa beban yang di pikul berkurang sedikit.


Adel terkejut karna Davian menjawab pertanyaannya dan juga


dia merasa senang karna Davian mau berbagi cerita dengannya.


‘’Ada yang bisa gue bantu.’’Tanya Adel ragu.


‘’Tidak ada.’’Jawab Davian.


Adel merasa tertohok mendengar jawab Davian.


‘’Sebaik kamu istirahat ini sudah malam.’’Kata Davian yang


melanjutkan kegiatannya tadi.


‘’Kebalik kali yang harus istirahat itu e’lo bukan gue.’’Kata


Adel sebal.


‘’Hm.’’Davian melanjutkan melihat berkas berkasnya.


Adel terus memperhatikan Davian yang sedang bekerja,seperti


seorang istri yang mememani suaminya lembur.


‘’Hah.’’Davian menoleh ke Adel.


‘’Ada yang kau butuhkan Davian?’’Tanya Adel polos.


‘’Ngapai masih di sini,sana kembali ke kamar mu.’’Kata


Davian.


‘’Ini masih malam tidur lagi sana.’’Lanjutnya.


‘’Baiklah.’’Kata Adel lalu pergi kembali ke kamarnya.


….


Pagi pagi sekali Adel pergi ke ruang kerja untuk melihat apa


Davian masih di sana dan tertidur di sana atau tidur di kamarnya.


‘’Syukurlah Davian tidur di kamar.’’Kata Adel.


Setelah memastikan Davian dia turun ke bawah untuk menyiapkan


sarapan. Sesampainya di dapur Adel melihat Marisa sedang memasukan bubur ke


tempat bekal.


‘’Kenapa tante tidak bangunin Adel?.’’Kata Adel .


‘’Kamu kan pasti cape mengurus rumah, Davian dan Daniel,tante


tidak mau menyusahkan kamu.’’Jawab Marisa.


‘’Enngak kok,lagian ada bibi yang mengurus rumah.’’Kata Adel.


‘’Sekali lagi tante ucapkan terima kasih yah karna sudah mau


menggantikan tante.’’Kata Marisa sambil memegang tangan Adel.


‘’Tente ini jangan terus berterima kasih pada Adel,Adelkan


tidak melakukan apa apa.’’Kata Adel tak enak.


‘’Oh yah tante apa Adel boleh meminta seseuatu?’’Tanya Adel.

__ADS_1


‘’Kamu mau apa ?’’Tanya Marisa penasaran permintaan Adel.


__ADS_2