
Adel berlari kencang setelah menerima telepon dari Marisa,
dia tak memperdulikan umpatan orang orang yang dia tabrak atau pun yang
terganggu olehnya.
BRAAKK
Adel mendobrak pintu kelas dengan kencang,membuat seisi kelas terkejut dan menatap tajam pada
Adel.
‘’Berani beraninya kamu
bersikap tidak sopan di pelajaran saya.’’Teriak sang dosen dengan mata yang
menatap tajam kearah Adel seperti akan menelannya bulat bulat.
Gluk
‘’M-maaf pak,ini
darurat.’’Adel membungkukkan badannya.
‘’Davian ,om Marselo
mengalami kecelakaan.’’Kata Adel yang lagi lagi membuat mereka terkejut.
‘’Apa?’’Davian berdiri
,mengambil buku dan tasnya lalu menarik tangan Adel.
‘’Permisi pak,saya izin
.’’Setelah mengatakan itu Davian menarik Adel keluar dan berlari ke parkiran.
Davian melajukan
motornya meninggalkan kampus menuju rumah sakit yang di beri tahukan Marisa
pada Adel.
Sesampainya di rumah
sakit mereka bergegas menghampiri Marisa.
Adel mempercepat
langkahnya saat melihat Marisa duduk termenung sambil menangis di depan ruangan
oprasi.
‘’Tante!.’’Adel memeluk
Marisa.
‘’Adel ..om
hiks.’’Marisa menangis di pelukan Adel.
‘’Sabar yah tante,om
Marselo itu kuat,dia pasti baik baik aja.’’Kata Adel menenangkan Marisa.
‘’Kita do’ain om agar
bisa melewati semua ini dan bisa berkumpul bersama sama lagi.’’Lanjutnya.
Davian yang berdiri di
samping Marisa dan Adel terus menatap pintu ruangan oprasi dengan cemas.
Ckrek
Pintu oprasi terbuka
dan seorang dokter keluar dari sana,Marisa bergegas menghampiri dokter di susul
Davian dan Adel.
‘’Dokter,bagaimana
keadaan suami saja.’’Tanya Marisa cemas.
‘’Ibu tenang
saja,oprasinya berjalan lancar,kita do’akan semoga beliau bisa melewati masa kritisnya
malam ini.’’ Kata Dokter.
‘’Apa separah itu
dok.’’Tanya Davian.
‘’Tidak keadaan pasien
baik baik saja hanya saja tubuhnya kelelahan belum lagi pendarahan yang
banyak.’’Jelas Dokter.
‘’Baik saya
permisi.’’Pamit Dokter.
Marisa memegang tangan
suaminya air matanya masih mengalir melihat suaminya yang tak sadarkan diri.
‘’Pa,cepat bangun
jangan tinggalin mama dan anak anak.’’Kata Marisa.
‘’Mama belum siap di
tinggal papa.’’Lanjutnya.
Adel pun ikut menangis
mendenger ucapan Marisa,dia keluar dan duduk di bangku. Adel mengambil
ponselnya menghubungi ayahnya.
‘’Hallo ayah.’’Kata
Adel parau.
‘’Adel apa apa? Kenapa suara
mu begitu.’’Tanya Tomi yang mereasa aneh dengan suara anaknya.
‘’Adel tidak apa
apa,ayah…..’’ Jedanya.
‘’Om Marselo….dia
mengalami kecelakaan.’’Kata Adel.
Klentrang
‘’Ayah,ayah baik baik
saja?’’Tanya Adel khawatir saat mendengar suara benda jatuh.
‘’Ayah tidak apa
apa,hanya terkejut saja.’’Jawab Tomi.
__ADS_1
‘’Sekarang bagaimana
keadaan Marselo,Adel.’’Tanya Tomi
‘’Om Marselo baru
selesai di oprasi jika dia bisa melewati masa kritisnya mala mini dia akan
segera sadar.’’Jawab Adel.
‘’Syukurlah,Adel kamu
beritahu alam rumah sakitnya ayah akan kesana.’’Kata Tomi.
‘’Baik ayah,nanti Adel
kirim.’’Kata Adel.
‘’Sampai nanti
ayah.’’Adel menutup teleponnya setelah mendengar jawaban dari ayahnya.
Adel kembali masuk ke
ruang rawat Marselo,dia menghampiri Davian yang duduk di sofa sambil menunduk.
Adel bisa melihat kalau dia sedang cemas dan khawatir.
‘’Kalian berdua
sebaiknya pulang kasihan Daniel di rumah sendirian.’’Kata Marisa.
‘’Tante yakin tidak apa
apa tinggal sendiri.’’Kata Adel.
‘’Tante baik baik
saja,kalian pulanglah.’’Kata Marisa sambil tersenyum agar mereka tak khawatir
lagi.
‘’Baiklah,nanti sore
Vian kemari lagi membawa baju ganti.’’Kata Davian beranjak dari sofa menarik
tangan Adel.
‘’Adel pulang dulu
tante.’’Pamit Adel yang sudah di tarik Davian.
…..
Sesampainya di rumah
Daneil sudah pulang dan dia sedang di ruang keluarga sedang menonton tv.
‘’Kakak sudah
pulang.’’Tanya Daneil saat melihat Davian.
‘’Oh yah kakak tahu
mama kemana tadi pak rt mencari mama.’’Kata Daniel.
‘’Mama di rumah sakit
,karna papa mengalami kecelakaan.’’ Jawab Davian.
‘’Papa
kecelakanan.’’Teriak Daneil terkejut.
‘’Bagaimana keadaan
‘’Iyah dia baik baik
saja,kamu jangan khawatir papa orang yang kuat.’’Davian menyusap kepala Daniel
untuk menenangkannya.
‘’Gue akan masak.’’Kata
Adel meninggalkan dua kakak beradik tersebut.
Davian sekarang ada di
kamar kedua orang tuanya mengepak pakaian ganti untuk di bawa ke rumah sakit.
‘’Hah.’’Davian menghela
nafas.
Davian menduduki kasur
,menumpukan kedua tangannya di pahanya dan memegangi kepalanya.
Tadi mamanya
memberitahunya kalau perusahaan mereka sedang mengalami krisis dan hari ini
papanya seharusnya rapat dengan investor penting untuk membuat game baru,jika
pembuatan game ini gagal maka perusahaan terancam bangkrut.
Tok tok tok
‘’Davian,makanan sudah
siap,ayo kita makan dulu.’’Panggil Adel.
Cklek
Karna tidak ada sautan
Adel membuka pintu,dia melihat Davian yang sedang duduk melamun.
‘’Davian ayo kita
makan.’’Kata Adel tapi Davian diam saja,membuat Adel khawatir sebelumnya dia
tidak pernah melihat Davian seperti ini.
‘’Davian,apa apa?’’Adel
menghampiri Davian dan duduk di sampingnya.
‘’Mungkin aku bisa
membantu mu,jika kau mau.’’Tanya Adel.
‘’Kau bisa cerita pada
ku untuk mengurangi beban pikiran mu,mungkin aku tidak bisa memberi solusi tapi
setidaknya jangan di pendam sendiri.’’Kata Adel.
‘’Masih ada aku dan
Daniel yang ada di samping mu,kau tidak sendirian.’’lanjutnya.
‘’Hah,kemungkinan besar
setelah oprasi papa akan mengalami koma cukup lama.’’Kata Davian,Adel mendekap
mulutnya kaget dan tambah khawatir.
__ADS_1
‘’Karna itu aku harus
bekerja untuk sementara waktu di perusahaan sampai kondisi papa
membaik.’’Lanjutnya.
‘’Lalu apa yang akan
kamu lakukan.’’Tanya Adel.
‘’Entah,sebenarnya aku
tidak ingin melanjutkan bisnis.’’Kata Davian.
‘’Aku mulai tertarik
dengan dunia medis,tapi sekarang tidak mungkin untuk pergi ke sana.’’Lanjutnya.
‘’Ada.’’Kata Adel
tegas.
‘’Ini pertama kalinya
kau tertarik pada sesuatu bukan?’’Kata Adel.
‘’Untuk pertama kalinya
kau mengininkan seseuatu,jangan menyerah akan mimpi mu.’’Lanjutnya.
‘’Itu tidak penting
lagi,meski pun aku menginginkannya.’’ Kata Davian sendu.
‘’Meski aku ingin masuk
ke sana,sekarang ini tidak bisa kulakukan.’’Kata Davian.
‘’Kalau perusahaan bangkrut
bukan hanya keluarga ku saja yang ke susahan tapi puluhan pegai dan keluarganya
juga akan akan terkena
dampaknya.’’Davian mengusap rambutnya.
‘’Apa kau akan bahagia
kerja di kantor?’’Tanya Adel.
‘’Tidak tahu.’’Jawab
Davian.
‘’Lalu apa yang harus
kita lakukan? Di hari kelulusan bukannya kau bilang akan hidup bahagia dan akan
melakukan apa yang kau sukai.’’Kata Adel sedih.
‘’Meski aku tidak akan
senang tapi aku tidak punya pilihan,selain itu jika aku bekerja di perusahaan
papa pasti akan bahagia karna itu memang keinginnya dari dulu.’’Kata Davian.
‘’Setidaknya aku bisa
membuat papa bahagian di sisa hidupnya.’’Lanjutnya.
‘’Meski aku tidak
tertarik sekali pun aku harus melakukannya untuk kebahagian papa dan keluarga
ku,akan aku korbankan apa pun asal mereka bahagia.’’Kata Davian ada rasa sedih
yang terkandung di setiap ucapannya.
‘’Vian…hiks..hiks…’’Adel
memeluk Davian dari samping.
‘’Apa pun yang akan kau
lakukan aku akan selalu bersama mu.’’Kata Adel
‘’Aku..aku yang akan
membuat mu bahagia jadi kau tidak perlu berkorban.’’Kata Adel.
‘Rasanya sekarang aku
ingin mencicipi bibirnya.’Pikir Davian. ……
‘’Mama sebaiknya pulang
biar Vian yang jagain papa malam ini.’’Kata Davian.
‘’Tidak usah mending
kamu tidur aja,besok kamu kan harus kuliah.’’Tolak Marisa.
‘’Ma,besok Vian akan
mengambil cuti kuliah.’’Kata Davian.
‘’Cuti kenapa?’’Tanya
Marisa.
‘’Vian akan pergi ke
kantor mengantikan papa untuk sementara.’’Kata Davian.
‘’Benarkah.’’Kata
Marisa senang.
‘’Iyah .’’Jawab Davian.
‘’Terima kasih yah
sayang,papa mu pasti bangga pada mu.’’Marisa tidak bisa menyebunyikan rasa
senangnya.
‘’Kalau begitu
sebaiknya kamu pulang saja,jangan khawatir nanti mama akan pulang juga setelah
Tomi datang ke mari.’’Kata Marisa.
‘’Om Tomi?’’Kata
Davian.
‘’Iyah tadi sore dia ke
sini dia bilang dia akan membantu menjaga papa mu bergiran.’’Kata Marisa.
‘’Baiklah aku akan
pulang nya nanti saja kalau om Tomi sudah ada di sini biar kita bisa pulang
sama sama.’’Kata Davian ,Marisa mengangguki perkataan anak sulungnya.
MAAF PERUT SAYA LAGI SAKIT INI JUGA MAKSAIN NULIS JADI MAAF TERLAMBAT MULU ,TERIMA KASIH!
__ADS_1