Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
107


__ADS_3

Adel berlari kencang setelah menerima telepon dari Marisa,


dia tak memperdulikan umpatan orang orang yang dia tabrak atau pun yang


terganggu olehnya.


BRAAKK


Adel mendobrak pintu kelas dengan kencang,membuat seisi kelas terkejut dan menatap tajam pada


Adel.


‘’Berani beraninya kamu


bersikap tidak sopan di pelajaran saya.’’Teriak sang dosen dengan mata yang


menatap tajam kearah Adel seperti akan menelannya bulat bulat.


Gluk


‘’M-maaf pak,ini


darurat.’’Adel membungkukkan badannya.


‘’Davian ,om Marselo


mengalami kecelakaan.’’Kata Adel yang lagi lagi membuat mereka terkejut.


‘’Apa?’’Davian berdiri


,mengambil buku dan tasnya lalu menarik tangan Adel.


‘’Permisi pak,saya izin


.’’Setelah mengatakan itu Davian menarik Adel keluar dan berlari ke parkiran.


Davian melajukan


motornya meninggalkan kampus menuju rumah sakit yang di beri tahukan Marisa


pada Adel.


Sesampainya di rumah


sakit mereka bergegas menghampiri Marisa.


Adel mempercepat


langkahnya saat melihat Marisa duduk termenung sambil menangis di depan ruangan


oprasi.


‘’Tante!.’’Adel memeluk


Marisa.


‘’Adel ..om


hiks.’’Marisa menangis di pelukan Adel.


‘’Sabar yah tante,om


Marselo itu kuat,dia pasti baik baik aja.’’Kata Adel menenangkan Marisa.


‘’Kita do’ain om agar


bisa melewati semua ini dan bisa berkumpul bersama sama lagi.’’Lanjutnya.


Davian yang berdiri di


samping Marisa dan Adel terus menatap pintu ruangan oprasi dengan cemas.


Ckrek


Pintu oprasi terbuka


dan seorang dokter keluar dari sana,Marisa bergegas menghampiri dokter di susul


Davian dan Adel.


‘’Dokter,bagaimana


keadaan suami saja.’’Tanya Marisa cemas.


‘’Ibu tenang


saja,oprasinya berjalan lancar,kita do’akan semoga beliau bisa melewati masa kritisnya


malam ini.’’ Kata Dokter.


‘’Apa separah itu


dok.’’Tanya Davian.


‘’Tidak keadaan pasien


baik baik saja hanya saja tubuhnya kelelahan belum lagi pendarahan yang


banyak.’’Jelas Dokter.


‘’Baik saya


permisi.’’Pamit Dokter.


Marisa memegang tangan


suaminya air matanya masih mengalir melihat suaminya yang tak sadarkan diri.


‘’Pa,cepat bangun


jangan tinggalin mama dan anak anak.’’Kata Marisa.


‘’Mama belum siap di


tinggal papa.’’Lanjutnya.


Adel pun ikut menangis


mendenger ucapan Marisa,dia keluar dan duduk di bangku. Adel mengambil


ponselnya menghubungi ayahnya.


‘’Hallo ayah.’’Kata


Adel parau.


‘’Adel apa apa? Kenapa suara


mu begitu.’’Tanya Tomi yang mereasa aneh dengan suara anaknya.


‘’Adel tidak apa


apa,ayah…..’’ Jedanya.


‘’Om Marselo….dia


mengalami kecelakaan.’’Kata Adel.


Klentrang


‘’Ayah,ayah baik baik


saja?’’Tanya Adel khawatir saat mendengar suara benda jatuh.


‘’Ayah tidak apa


apa,hanya terkejut saja.’’Jawab Tomi.

__ADS_1


‘’Sekarang bagaimana


keadaan Marselo,Adel.’’Tanya Tomi


‘’Om Marselo baru


selesai di oprasi jika dia bisa melewati masa kritisnya mala mini dia akan


segera sadar.’’Jawab Adel.


‘’Syukurlah,Adel kamu


beritahu alam rumah sakitnya ayah akan kesana.’’Kata Tomi.


‘’Baik ayah,nanti Adel


kirim.’’Kata Adel.


‘’Sampai nanti


ayah.’’Adel menutup teleponnya setelah mendengar jawaban dari ayahnya.


Adel kembali masuk ke


ruang rawat Marselo,dia menghampiri Davian yang duduk di sofa sambil menunduk.


Adel bisa melihat kalau dia sedang cemas dan khawatir.


‘’Kalian berdua


sebaiknya pulang kasihan Daniel di rumah sendirian.’’Kata Marisa.


‘’Tante yakin tidak apa


apa tinggal sendiri.’’Kata Adel.


‘’Tante baik baik


saja,kalian pulanglah.’’Kata Marisa sambil tersenyum agar mereka tak khawatir


lagi.


‘’Baiklah,nanti sore


Vian kemari lagi membawa baju ganti.’’Kata Davian beranjak dari sofa menarik


tangan Adel.


‘’Adel pulang dulu


tante.’’Pamit Adel yang sudah di tarik Davian.


…..


Sesampainya di rumah


Daneil sudah pulang dan dia sedang di ruang keluarga sedang menonton tv.


‘’Kakak sudah


pulang.’’Tanya Daneil saat melihat Davian.


‘’Oh yah kakak tahu


mama kemana tadi pak rt mencari mama.’’Kata Daniel.


‘’Mama di rumah sakit


,karna papa mengalami kecelakaan.’’ Jawab Davian.


‘’Papa


kecelakanan.’’Teriak Daneil terkejut.


‘’Bagaimana keadaan


‘’Iyah dia baik baik


saja,kamu jangan khawatir papa orang yang kuat.’’Davian menyusap kepala Daniel


untuk menenangkannya.


‘’Gue akan masak.’’Kata


Adel meninggalkan dua kakak beradik tersebut.


Davian sekarang ada di


kamar kedua orang tuanya mengepak pakaian ganti untuk di bawa ke rumah sakit.


‘’Hah.’’Davian menghela


nafas.


Davian menduduki kasur


,menumpukan kedua tangannya di pahanya dan memegangi kepalanya.


Tadi mamanya


memberitahunya kalau perusahaan mereka sedang mengalami krisis dan hari ini


papanya seharusnya rapat dengan investor penting untuk membuat game baru,jika


pembuatan game ini gagal maka perusahaan terancam bangkrut.


Tok tok tok


‘’Davian,makanan sudah


siap,ayo kita makan dulu.’’Panggil Adel.


Cklek


Karna tidak ada sautan


Adel membuka pintu,dia melihat Davian yang sedang duduk melamun.


‘’Davian ayo kita


makan.’’Kata Adel tapi Davian diam saja,membuat Adel khawatir sebelumnya dia


tidak pernah melihat Davian seperti ini.


‘’Davian,apa apa?’’Adel


menghampiri Davian dan duduk di sampingnya.


‘’Mungkin aku bisa


membantu mu,jika kau mau.’’Tanya Adel.


‘’Kau bisa cerita pada


ku untuk mengurangi beban pikiran mu,mungkin aku tidak bisa memberi solusi tapi


setidaknya jangan di pendam sendiri.’’Kata Adel.


‘’Masih ada aku dan


Daniel yang ada di samping mu,kau tidak sendirian.’’lanjutnya.


‘’Hah,kemungkinan besar


setelah oprasi papa akan mengalami koma cukup lama.’’Kata Davian,Adel mendekap


mulutnya kaget dan tambah khawatir.

__ADS_1


‘’Karna itu aku harus


bekerja untuk sementara waktu di perusahaan sampai kondisi papa


membaik.’’Lanjutnya.


‘’Lalu apa yang akan


kamu lakukan.’’Tanya Adel.


‘’Entah,sebenarnya aku


tidak ingin melanjutkan bisnis.’’Kata Davian.


‘’Aku mulai tertarik


dengan dunia medis,tapi sekarang tidak mungkin untuk pergi ke sana.’’Lanjutnya.


‘’Ada.’’Kata Adel


tegas.


‘’Ini pertama kalinya


kau tertarik pada sesuatu bukan?’’Kata Adel.


‘’Untuk pertama kalinya


kau mengininkan seseuatu,jangan menyerah akan mimpi mu.’’Lanjutnya.


‘’Itu tidak penting


lagi,meski pun aku menginginkannya.’’ Kata Davian sendu.


‘’Meski aku ingin masuk


ke sana,sekarang ini tidak bisa kulakukan.’’Kata Davian.


‘’Kalau perusahaan bangkrut


bukan hanya keluarga ku saja yang ke susahan tapi puluhan pegai dan keluarganya


juga akan  akan terkena


dampaknya.’’Davian mengusap rambutnya.


‘’Apa kau akan bahagia


kerja di kantor?’’Tanya Adel.


‘’Tidak tahu.’’Jawab


Davian.


‘’Lalu apa yang harus


kita lakukan? Di hari kelulusan bukannya kau bilang akan hidup bahagia dan akan


melakukan apa yang kau sukai.’’Kata Adel sedih.


‘’Meski aku tidak akan


senang tapi aku tidak punya pilihan,selain itu jika aku bekerja di perusahaan


papa pasti akan bahagia karna itu memang keinginnya dari dulu.’’Kata Davian.


‘’Setidaknya aku bisa


membuat papa bahagian di sisa hidupnya.’’Lanjutnya.


‘’Meski aku tidak


tertarik sekali pun aku harus melakukannya untuk kebahagian papa dan keluarga


ku,akan aku korbankan apa pun asal mereka bahagia.’’Kata Davian ada rasa sedih


yang terkandung di setiap ucapannya.


‘’Vian…hiks..hiks…’’Adel


memeluk Davian dari samping.


‘’Apa pun yang akan kau


lakukan aku akan selalu bersama mu.’’Kata Adel


‘’Aku..aku yang akan


membuat mu bahagia jadi kau tidak perlu berkorban.’’Kata Adel.


‘Rasanya sekarang aku


ingin mencicipi bibirnya.’Pikir Davian. ……


‘’Mama sebaiknya pulang


biar Vian yang jagain papa malam ini.’’Kata Davian.


‘’Tidak usah mending


kamu tidur aja,besok kamu kan harus kuliah.’’Tolak Marisa.


‘’Ma,besok Vian akan


mengambil cuti kuliah.’’Kata Davian.


‘’Cuti kenapa?’’Tanya


Marisa.


‘’Vian akan pergi ke


kantor mengantikan papa untuk sementara.’’Kata Davian.


‘’Benarkah.’’Kata


Marisa senang.


‘’Iyah .’’Jawab Davian.


‘’Terima kasih yah


sayang,papa mu pasti bangga pada mu.’’Marisa tidak bisa menyebunyikan rasa


senangnya.


‘’Kalau begitu


sebaiknya kamu pulang saja,jangan khawatir nanti mama akan pulang juga setelah


Tomi datang ke mari.’’Kata Marisa.


‘’Om Tomi?’’Kata


Davian.


‘’Iyah tadi sore dia ke


sini dia bilang dia akan membantu menjaga papa mu bergiran.’’Kata Marisa.


‘’Baiklah aku akan


pulang nya nanti saja kalau om Tomi sudah ada di sini biar kita bisa pulang


sama sama.’’Kata Davian ,Marisa mengangguki perkataan anak sulungnya.


MAAF PERUT SAYA LAGI SAKIT INI JUGA MAKSAIN NULIS JADI MAAF TERLAMBAT MULU ,TERIMA KASIH!

__ADS_1


__ADS_2