
‘’Kalian dengarkan bagi yang mau melanjutkan sekolah ,kalian
bisa mulai dari hari ini untuk mengisi pendaftaran dan langsung serahkan kepada
ibu segera.’’ Kata Bu Susi memberitau soal pendaftaran.
‘’Bu, bagaimana soal pesta ke lulusannya?’’ Tanya Mia
‘’Kita akan mengadakannya di mana bu?’’Pani ituk beratanya.
‘’Ah…benar bagaimana ibu bisa lupa.’’ Kata Bu Susi
‘’Kalian tidak perlu khawatirkan itu, biar ibu yang urus itu
semua.’’ Kata Bu Susi lagi.
‘’Lebih baik kalian fokus untuk mempersiapkan diri kalian.’’
Tambahnya dan meninggalkan kelas.
‘’Bosen,kantin yuk.’’Ajak Lili
‘’Yuk gue juga laper.’’ Kata Tia sambil mengusap perutnya.
Adel hanya mengangguk dan mengikuti ke dua temannya itu.
Karna ujian sudah selesai jadi semua anak kelas 12 bebas.
‘’Rupanya kalian ada di sini.’’ Kata Adel yang melihat
Reno,Fadli,Candra dan Denis yang sedang makan di kantin.
‘’Yayang Adel ,ayo duduk di sini.’’ Reno menuntun Adel untuk
duduk bersama.
‘’Tadi Bu Susi memberitahukan soal pendaftaran kuliah
katanya kita bisa mulai dari sekarang.’’ Kata Adel memberitau mereka.
‘’Makasih untuk infonya.’’ Kata Fadli
‘’Yayang Adel mau melanjutkannya kemana?’’ Tanya Reno
‘’Lo mau apa tanya tanya soal Adel kuliah dimana.’’ Kata Tia
‘’Tentunya aja biar gue bisa selalu bareng dengan yayang Adel.’’
Kata Reno tegas.
‘’Penguntit.’’ Kata Lili mencibir
‘’Enak aja gue bukan penguntit yah.’’ Kata Reno tak terima.
‘’Lagian penguntit itu selalu mengikuti secara diam diam
.’’Tambahnya.
‘’Apa bedanya sama lo, yang selalu mengikuti Adel kemana
pun.’’ Kata Tia ikutan
‘’Tentu saja beda.’’ Kata Reno tak terima
BRUG
Tiba tiba Davian duduk di meja Adel dan yang lainnya dengan
ke dua tangannya di atas meja dan membaringkan kepalanya di lengannya.Membuat
mereka kaget.
‘’Lo kenapa Dav.’’ Tanya Adel yang khawatir melihat Davian
dan memberi Davian air.
‘’Engak apa apa.’’ Kata Davian menerima air yang di berikan
__ADS_1
Adel dan meminumnya.
Bola mata Reno mau keluar saat melihat Davian meminum air
yang di berikan Adel padanya,dia meminun
air yang sudah di minum Adel.
‘Air bekas minum Adel
di minumnya.’ Batin Reno shok.
‘ Ciuman tak langsung.’ Batin Tia,Lili ,Fadli,Denis dan
Candra bersama
‘Astaga apa yang gue lakuin ,Davian meminum air yang barusan
gue minum itu berarti gue dan Davian..’Batian Adel wajahnya sudah merah.
Davian tak mengetahui pikiran dan reaksi teman teman Adel
tentang dirinya yang minum dari gelas milik Adel. Dia tak memperdulikannya.
Davian sudah merasa pusing dari tadi dia sempat ke UKS untuk
meminta obat tapi saat dia meminum obatnya ternyata engak ada air jadi dia ke
kantin membeli air tapi pas akan membeli air dia merasa pusing, jadi dia duduk
dan kebetulan meja yang di tempati Adel dekat dengannya dan saat Adel menawarkan air Davian langsung
meminumnya karna sudah merasa pahit dari
tadi.
‘’Lo engak apa apa Dav.’’ Kata Adel yang sudah sadar
‘’Sebaiknya lo ke UKS aja atau pulang aja gue telepon tante
‘’Engak usah bentar lagi juga baikan.’’ Kata Davian yang
masih menidurkan kepalanya.
‘’Ya udah kalau ada apa apa beritau gue yah.’’ Kata Adel
yang masih khawatir.
‘’Hm.’’ Kata Davian
Teman teman Adel membeku melihat interaksi antara Adel dan
Davian yang seperti sepasang kekasih yang sedang merawat kekasihnya yang sakit. Adel tak
memperhatikan reaksi mereka dan memijit terus Davian
Skip
Setelah makan malam Marselo mengajak Davian untuk bicara di
ruang tengah.
‘’Nak kemana kamu akan melanjutkan kuliah,apa kamu sudah
memutuskannya?’’Kata Marselo,menanyakan soal melanjutkan kuliah pada Davian.
‘’Entahlah Vian belum memutuskannya.’’ Kata Davian
‘’Kenapa belum, Adel bilang pendaftaranya sudah mulai bahkan
Adel juga sedang membuatnya.’’ Tanya Marisa
‘’Tidak ada yang membuat Vian tertarik.’’ Kata Davian malas
‘’Masa dari sekian banyak universitas tidak ada yang bisa membuat
mu tertarik sih ,nak.’’ Kata Marselo
__ADS_1
‘’Mungkin Vian akan langsung bekerja saja.’’ Kata Davian
‘’Mama tidak setuju ,Vian mama tau kamu itu pintar dan bisa
melakukan apa pun dengan baik. Tapi sayang ada juga hal hal yang tak hanya bisa
di tangani dengan otak saja.’’ Kata Marisa dia memegang tangan Davian.
‘’Mama mau kamu juga bisa merasakan hal yang seperti
itu,kamu masih muda dan banyak hal yang perlu kamu tau dan rasakan.’’ Kata
Marisa dia tersenyum lembut
‘’Papa setuju dengan mama mu.’’ Kata Marselo tegas
‘’Anggap saja kamu mencari sesuatu yang berarti untuk mu
yang bisa di jadikan tujuan dalam hidup mu.’’ Kata Marselo menasehatinya.
‘’Mungkin nanti kamu bisa memenukan sesuatu yang menarik dan
membuat mu melakukan hal hal yang belum pernah kamu lakukan selama ini.’’
Tambahnya menyakinkan Davian.
‘’Melakukan hal hal yang belum pernah gue lakukan
sebelumnya.’’ Guman Davian.
Tiba tiba Davian mengingat semua hal yang belum pernah dia
lakukannya sebelumnya, semenjak Adel tinggal di rumahnya selalu ada hal yang
tak terduga terjadi di sekitarnya.
‘Kenapa gue jadi ke pikiran dengan cewek ceroboh itu.’
Pikir Davian
‘’Akan Vian pikirkan pah .’’Kata Davian berdiri dan pamit pada
kedua orang tuanya.
‘’Vian lelah mau istirahat.’’ Kata Davian dari siang tadi kepalanya masih pusing
‘’Ya sudah kamu istirahat sana ,dan pikirkan perkataan
papa.’’ Kata Marselo,menginatkan dan mengijinkan .
Davian niak ke atas menuju kamarnya dan berpapasan dengan
Adel yang berdiri di tangga.
Adel berencana turun untuk mengambil air minum dia tidak
sengaja mendengar kalau Davian tidak berminat untuk melanjutkan sekolah dan
memilih untuk bekerja langsung.
‘’Vian lo engak akan kuliah.’’ Tanya Adel pas Davian
selangkah di depannya.
‘’Lo mendengarnya.’’ Kata Davian.
‘’Em enggak sengaja.’’ Kata Adel malu
‘’Mungkin iyah.’’ Katanya
‘’Kenapa.’’ Tanya Adel entah kenapa dia merasa kecewa.
‘’Bukan urusan lo.’’ Kata Davian datar
Hati Adel terasa sakit saat mendengar ucapkan Davian yang
dia rasa lebih datar dari kemarin kemarin .
__ADS_1