Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
30


__ADS_3

Adel berdiri dia sudah tidak tahan melihat Davian mengobrol


dengan akrab bahkan terlihat senang bersama cewek yang dia tidak tau siapa


namanya.


Tindakan Adel menarik perhatian teman temannya yang sedang


mengobrol bahkan Davian dan cewek itu pun melihat ke arah Adel yang mau pergi.


‘’Loh Adel,kamu mau kemana?’’Tanya Reno yang duduk dekat


Adel.


‘’Gue mau pesan makanan.’’Alasan Adel ,padahal dia mau pergi


agar bisa menenangkan hatinya yang semakin perih.


‘’Biar aku  yang pesan


kamu duduk aja.’’Kata Reno


‘’Yang bisakan.’’Tambahnya


‘’Engak usah gue bisa sendiri.’’Kata Adel,kalau Reno yang


pesan dia tidak bisa pergi.


‘’Udah duduk aku yang akan pesan.’’Reno mendudukan Adel


kembali


‘’Ren,gue bisa pesan sendiri.’’Kata Adel kekeh


‘Kalau gue di sini terus bisa bisa hati gue tambah sakit dan


gue enggak mau kalau Davian liat gue nangis gue juga enggak mau di permainkan


terus  olehnya.’Batin Adel


Adel dan Reno terus berdebat siapa yang  memesankan makanan,Adel membuat espresi antara


sebal dan kesal dengan kekeras kepalaan Reno.


Davian memperhatikan perdebatan Reno dan Adel yang


menurutnya sepele tapi ada perasaan tidak suka saat melihat Adel berdebat


dengan cowok lain.


Tapi di sisi lain Davian tersenyum tulus yang tak pernah di


tunjukan pada orang lain walau kecil hampir tak terlihat kalau Davian tersenyum.


Melihat espresi Adel entah kenapa itu menjadi hiburan tersendiri buat dirinya,


dia suka saat melihat berbagai espresi yang di perlihatkan Adel .


Tia dan Lili juga mengerti kalau Adel mau menghindari Davian


dan cewek itu,Tia melihat Lili dan ke duanya saling mengangguk.


‘’Astaga gue baru inget kalau gue ada urusan.’’Lili berdiri


seolah olah benar benar melupakan sesuatu.


‘’Tia ,Del antar gue yuk.’’Lili menengok ke Adel dan Tia.


‘’Oke.’’Kata Adel ikut pergi sama Lili


Dia senang teman temannya begitu perhatian dengannya  yang sudah kewalahan dengan kelakuan Reno dan


sakit hati melihat Davian senang dengan wanita lain. Saat Adel akan pergi Reno


juga berdiri mau menyusul Adel tapi Tia menghentikannya.


‘’Ini urusan cewek ,lo enggak boleh ikut kita.’’Kata Tia


yang tau apa yang akan di lakukan Reno.


Mereka bertiga pergi meninggalkan kantin,Diki yang peka


dengan situasinya melirik Davian dan Laura lalu mengangguk.Dia tau bahkan seluluh


siswa ‘’SMA PELITA HARAPAN’’ pun tau kalau Adel itu suka pada Davian dan Reno


selalu mengejar ngejar Adel dari SMA kelas 10 jadi dia paham betul perginya ke


tiga sahabat itu.


‘’Terima kasih.’’Kata Adel setelah pergi dari kantin.


Mereka berdua hanya mengangguk saja mereka paham kalau Adel


butuh ketenangan setelah melihat kejadian hari ini yang sialnya Adel melihat


itu sampai dua kali.


‘’Oh yah lo siapa?lo bukan anak ‘’SMA PELITA HARAPAN’’kan


dan bukan juga teman sekelas gue kan.’’Kata Denis yang menurut Diki agak basi


dan aneh untuk mendekati seorang cewek.

__ADS_1


Sebenarnya dia cuman tidak mau kejadian tadi terulang lagi


gara gara tidak bisa mengenali temannya sendiri Fadli,Candra dan Reno paham


maksud Denis.


‘’Bukan.’’Kata Laura


‘’Nama gue Laura  Vanesa wijaya,gue dari ‘’SMA NUSA


BANGSA.’’Kata Laura memperkenalkan diri.


‘’Gue Denis yang di sebelah gue Candra dan di sebelahnya itu


Fadli lalu yang lagi galau di sana namanya Reno.’’Denis memperkenalkan dirinya


beserta teman temanya yang sebenarna mereka bisa memperkenalkan sendiri.


‘’Gue bisa memperkenalkan diri gue sendiri.’’Kata Candra


yang kesal karna Denis seenaknya memperkenalkannya.


‘’Gue enggak sedang galau.’’Kata Reno yang sama kesalnya


dengan Candra


‘’Lo juga mau protes Fad.’’Kata Denis ,karna Reno dan Candra


protes mungkin saja Fadli juga mau protes pada nya.


‘’Protes sama lo enggk bikin perut gue kenyang.’’Kata Fadli


,dia pergi untuk memesan makanan karna dari tadi perutnya sudah lapar.


‘’Emang gue bakso apa.’’Kata Denis mendengar ucapan Fadli


Laura hanya tersenyum menangpagi perdebatan empat sekawan


itu dia juga mengelengkan kepalanya dengan kelakuan mereka.


‘’Bukannya cara pdkt lo itu sudah terlalu basi


Denis.’’Komentar Diki setelah mendengar perkataan Denis.


‘’Pdkt apaan ,gue bukan pdkt tapi benar benar


bertanya.’’Kata Denis tak terima,kalau dia mau pdkt mana mungkin mengunakan


cara basi kaya gitu.


‘’Yang bener .’’Diki tidak percaya dengan ucapannya dia tau


seperti apa sifat Denis.


‘’Soalnya tadi gue dan yang lain tidak mengenali penampilan


baru dari Lili.’’Katanya lagi


‘’Penampilan baru Lili.’’Kata Diki dia tidak mengerti apa


maksudnya dan kenapa Lili di bawa bawa.


‘’Maksud lo Lili temannya Adel dan Sintia.’’Tambahnya


‘’Iya ,yang duduk di depan lo tadi itu Lili teman sekelas


gue ,sahabatnya Adel.’’Kata Denis memperjelas.


‘’Lo bercandakan .’’Kata Diki yang tak percaya perubahan


dramatis Lili dari seekor itik menjadi seekor angsa cantik.


‘’Gue enggak bercanda serius,kalau lo tak percaya tanyakan


saja pada mereka bertiga.’’Tunjuk Denis pada teman temannya yang sedang membawa


makanan kembali ke meja.


Fadli,Candra dan Reno mengangguk membenarkan ucapan


Denis,karna itu memang benar samapi sampai mereka berebut untuk  kenalan.


‘’EEEEHHHH.’’Teriak Diki yang shok.


Dia benar benar tak percaya  cewek yang pas di SMA terlihat sangat culun tapi pas kuliah langsung


berubah jadi cantik. Dia sadar kalau sudah kuliah memang kita sudah harus bisa


berubah dari segi penampilan dan sifat kalau begini sih bikin shok orang lain.


‘Apa mungkin Lili oprasi plastic tapi mana mungkin langsung


sembuh hanya beberapa hari saja.’Pikir Diki yang masih belum percaya dengan apa


yang dia lihat.


Setelah pulang dari kampus Adel  berdiam diri di kamarnya, dia menghindari bertemu


dengan Davian dan  tidak mau lagi


mengingat kejadian di kampus siang tadi.


TOK TOK TOK

__ADS_1


‘’Adel makan malam sudah siap ,ayo kita makan.’’Marisa


mengetuk pintu kamar Adel untuk mengajaknya makan malam.


Mendengar Marisa memanggil untuk makan malam Adel bergegas


ke kasur dan berpura pura tidur dia tidak mau bertemu dengan Davian.


‘’Adel tante masuk yah.’’Karna tak ada jawaban Marisa pun


masuk ke kamar Adel


‘’Rupanya dia tidur.’’Kata Marisa melihat Adel yang tertidur


dengan pulasnya.


‘’Apa aku bangunian aja yah.’’Kata Marisa


Adel sudah was was an kalau sampai Marisa membangunkannya


,kalau itu terjadi mau tidak mau Adel harus bangan dan tak bisa di hindari lagi


dia pasti bertemu dengan Davian.


‘’Tapi,kasiahan juga kalau aku bangunin dia pasti sangat


lelah.’’Kata Marisa melihat wajah Adel yang terlihat nyenyak.


‘’Akan aku taruh saja makan malam untuk Adel di kulkas,kalau


kalau dia nanti bangun.’’Kata Marisa dan keluar dari kamar Adel.


Setelah di rasa Marisa sudah keluar Adel bangun dia merasa


bersalah sudah berbohong pada Marisa yang sudah dia anggap ibu nya sendiri.


‘’Maafkan Adel yang sudah berbohong pada tante,Adel janji


ini yang pertama dan terakhir kalinya Adel berbohong pada tante.’’Kata Adel


sendu


‘’Adel enggak mau bertemu dengan Davian dulu ……Hatiku masih


sakit dan kecewa padanya.’’Adel menunduk


‘’Tapi terima kasih.’’Adel tersenyum atas perhatian yang di


berikan Marisa padanya


‘’Loh mah,Adelnya mana.’’Tanya Marselo yang melihat istrinya


datang sendirian padahal tadi bilang mau memanggil Adel.


‘’Iyah pah Adelnya lagi tidur mama tidak mau mengganggu


istirahatnya keliatannya dia sangat lelah.’’Jawab Marisa


Davian mengerutkan dahi dia heran kenapa Adel bisa ke


lelahan karna di kampuskan belum terlalu sibuk,lalu dia ingat kalau Lili tadi


meninta Adel untuk menemaninya.


‘’Ya sudah kita makan duluan ,biarkan Adel istirahat.’’Kata


Marselo


Marisa dan Tomi mengangguki perkataannya Marselo dan mereka


makan malam dengan hening   hanya terdengar dentingan sendok dan garpu


pada piring.


Adel pikir kalau semua orang sudah pada tertidur jadi dia  keluar dari kamar dan menuju ke balkon


melihat bintang untuk menenangkan pikiran dan hatinya karna di kamar Adel tak ada


balkon.


‘’Hah.’’Adel menarik nafas sambil melihat ke atas langit


malam yang penuh bintang untungnya malam ini bintangnya terlihat ada banyak.


‘’Sedang apa malam malam di balkon luar.’’


Adel terkejut mendengar ada suara di belakangnya, perlahan


berbalik ke belakang dia harap kalau suara itu bukan suara dari apa yang ada di


pikirannya.


‘DEG.’


 


 


 


 


KEMUNGKINAN AKAN SERING TELAT KARNA SAYA MASIH SIBUK BELUM BERES TAPI AKAN SAYA USAHAKAN UNTUK UPDETS.TERIMA KASIH YANG SELALU NUNGGU UPDETANNYA KALAU ADA KESALAHAN DI KOMEN YAH BIAR SAYA PERBAIKI TAPI DENGAN BAHASA SOPAN YAH TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2