Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
50


__ADS_3

Sehabis sarapan mereka pergi kelapangan untuk pemanasan


sebelum memulai latihan ,Satria memimpin anggotanya melakukan pemanasan.


Adel membawa semua ke perluan mereka seperti minuman,handuk


dan kotak p3k untuk jaga jaga kalau ada yang terluka saat latihan.Walau pun


Adel itu ceroboh dia cukup pandai memberi pertolongan pertama karna saat kecil


dia suka membantu ibunya di klinik.


Ibu Adel adalah seorang perawat dia selalu di bawa ke


kelinik kalau restoran sedang ramai jadi ibunya mengajari Adel cara membalut


luka dan sebagainya ,karna sewaktu kecil Adel sangat aktif jadi dia sering


terjatuh dan terluka.


Setelah menaruh semua ke perluan anggota tim Adel mendudukan


pantatnya di lantai meluluskan kaki dan badannya yang pegal pegal,Laura menghampiri


Adel dan ikut duduk di lantai tadi pagi  setelah sarapan Satria meminta Laura untuk membantu Adel karna merasa


kasihan padanya.


‘’Boleh bicara sebentar.’’Tanya Laura yang sudah mendudukan


diri di samping Adel


‘’Boleh,emang siapa yang lalang.’’Kata Adel.


‘’Iya juga sih.’’Balas Laura.


‘’Jadi mau bicara apa?’’Tanya Adel.


‘’Gue cuman mau bilang kalau gue suka dengan Davian.’’Kata


Laura .


Adel terkejut mendengar pengakuan yang Laura katakan,dadanya


terasa sesak  meski dia sudah menebaknya


tapi tatap saja dia merasa sedikit takut karna peluang untuk mendapatkan Davian


semakin jauh.


‘’Kenapa lo bilang ke gue.’’Kata Adel gugup


‘’Gue tau lo suka dengan Davian makanya gue bilang ke


e’lo.’’Kata Laura tersenyum.


‘’Gue merasa kalau gue enggak bilang rasanya seperti merebut


permen dari bayi.’’Katanya lagi,membuat Adel sedikit kesal.


Laura berdiri meninggalkan Adel karna pak Gunawan


memanggilnya.Adel memikirkan perkatan Laura sampai tak menyadari bola mengarah


padanya.


BRUG


‘’Auwww.’’Adel memegang kepalanya yang tertimpuk bola.


‘’E’lo enggak apa apa Del,sorry yah.’’kata Rendi khawatir


lalu mengambil bola.


‘’Enggak apa apa kok,tenang aja.’’Kata Adel tersenyum.


‘’Ya udah ,kalau lo pusing lo istirahat aja.’’Kata Rendi


sebelum kembali,Adel hanya mengangguk .


Karna hari ini libur Marselo sedang bersantai sambil membaca


Koran di taman samping,Marisa menghampiri suaminya sambil membawa nampan berisi


kopi dan kue.


‘’Pah ini kopinya.’’Kata Marisa sambil meletakan kopi dan


kuenya.


‘’Terima kasih mah.’’Balas Marselo.


‘’Hah…semenjak Adel pindah dari sini rumah kita jadi


sepi.’’Kata Marisa sedikit sendu.


‘’Iyah, mama benar rumah ini jadi sepi tak ada lagi


berteriak dan memeriahkan suasana .’’Kata Marselo membenarkan ucapan isrtinya.


‘’Iyah kan papa juga setuju,jadi pah coba kamu bujuk Tomi


untuk kembali ke sini lagi.’’Kata Marisa senang suaminya sependapat.

__ADS_1


‘’Nanti papa akan membujuk Tomi supaya mau tinggal lagi


bersama kita.’’Kata Marselo.


‘’Benarkah ,terima kasih pah.’’Kata Marisa senang dan


memeluk suaminya,Marselo tersenyum karna istrinya  bersemangat kembali.


Latihan sudah selesai mereka mengistirahatkan badan mereka


yang lelah.Laura mendatangi pak Gunawan memberikan laporan latihan hari ini.


‘’Terima kasih.’’Kata pak Gunawan dia tersenyum melihat


hasil laporan yang di buat Laura dia sangat puas.


‘’Saya suka dengan hasil kerja kamu ,sangat bagus kamu juga


cepat tanggap dan sangat cermat mengatur segala hal.’’Puji pak Gunawan pada


Laura.


‘’Seandainya kamu yang menjadi menejer tim.’’Kata pak


Gunawan,Laura hanya tersenyum.


‘’Terima kasih,saya permisi pak.’’Kata Laura sopan.


‘’Ah yah silahkan.’’Kata pak Gunawan.


Setelah melihat laporan yang di bawa Laura pak Gunawan


kembali ke vilanya yang sedikit jauh dari tempat yang di tempati Adel dan yang


lain karna terjadi ke salahan saat pemesanan membuat pak Gunawan tinggal


terpisah dengan anak asuhnya.


Adel tak sengaja mendengar pembicaraan pak Gunawan dan Laura


saat dia mau kembali setelah latihannya bersama Davian,dia merasa sedih karna


usahanya tak di hargai padahal dia sudah berusaha melakukan yang terbaik.


‘’Pantas saja Davian menyukai Laura dia itukan sudah


cantik,pintar,berwawasan luas dan bisa melakukan apa pun dengan sempurna bahkan


pak Gunawan juga memujinya.’’Kata Adel nanar,dengan air matanya yang sudah


mengalir di pipi.


‘’Dibandingkan sama gue bedanya jauh banget bagai langit


sama bumi.’’Kata Adel lagi


adalah Laura tak mungkin sama,berjuang saja dengan apa yang e’lo miliki dan


nyakini enggak boleh iri  dengan apa yang


di miliki orang lain,semangat.’’Kata Adel dengan kasar menghapus air matanya


dan tersenyum.


Davian yang mau mengambil hpnya yang tertinggal di lapangan


melihat Adel yang sedang sembunyi dia mendengar apa yang di katakana


Adel,Davian tersenyum tulus sifat itu lah yang memarik minat Davian dan membuat


dia sakit kepala.Melihat Adel pergi Davian pun melanjutkan langkahnya.


‘’Nasi goreng lagi.’’Kata Satria saat melihat menu makan


malam di meja.


‘’Gue tau kalau nasi goreng buatan lo itu enak tapi kalau


makan nasi goreng mulu enek juga jadinya.’’Keluh Satria


‘’Senior jangan banyak protes’’Kata Adel kesel badan itu


sudah remuk masih untung dia bisa masak.


‘’Ini semuakan gara gara senior juga.’’Tambah Adel


‘’Kok gara gara gue?’’Tanya Satria yang binggung.


‘’Iyah lah!ini semua salahnya senior tangan,kaki dan badan


gue jadi pada remuk semua.’’Kata Adel menunjuk anggota badannya satu persatu.


‘’Kenapa jadi salah gue,kan yang membuat lo kaya gitu kan


Davian.’’Kata Satria yang tak mau di salahkan.


‘’Tapi awalnyakan dari Senior.’’Kata Adel yang tau mau kalah.


‘’Adel bener ini salah lo,Sat.’’Kevin membela Adel,karna dia


dan yang lainnya tau bagaimana kerasnya Adel latihan sejujur dia merasa takjub


pada Adel yang masih bisa memasak setelah latihan.

__ADS_1


‘’Gara gara lo yang otaknya pendek.’’Kata Marsel.


‘’Kalian kok malah nyalahin gue.’’Kata Satria sebal di


salahkan teman temannya.


‘’Kalau kalian enggak mau makan biar gue yang


menghabiskannya.’’Kata Reno yang sudah lebih dulu makan dan menghabiskan


jatahnya.


‘’Gue masih lapar.’’Kata Reno lagi sambil mengambil piring


lain.


‘’Eh bagian gue enak aja mau di enbat gue juga lapar


kali.’’Teriak Marsel dan mengambil piring di tangan Reno yang lainnya pun ikut


makan.


‘’Ngomong ngomong Adel sedang apa yah sekarang?’’Tanya Tia


pada Lili,mereka sedang di salon tempat Tia bekerja.


‘’Mana gue tau.’’Kata Lili yang dari tadi matanya tak lepas


dari layar hpnya.


‘’Mereka disananya berapa hari,lo tau enggak.’’Tanya Tia


lagi.


‘’Tiga hari dua malam.’’Kata Lili.


‘’Bukannya kalau gini Adel enggak bakalan bisa move on dari


Davian.’’Kata Tia.


‘’Hm.’’Balas Lili yang masih asyik dengan hpnya.


‘’E’lo sebenarnya lain ngapain sih.’’Tanya Tia yang


penasaran karna dari tadi Lili terlihat asyik dengan hpnya dan terkadang dia


tersenyum.


‘’E’lo cet’an sama Siapa?’’Tanya Tia yang melihat Lili


sedang cet’an tapi tidak ada namanya cuman inisial.


‘’Kepo.’’Kata Lili


‘’Wah ,lo mulai rahasia rahasiaan sama gue awas lo


yah!’’Kata Tia mengangkat tangannya.


Lili lari melihat Tia mengangkat tangannya Tia mengerjarnya


mereka akhirnya kejar kejaran di dalam salon seperti anak kecil untung salonnya


sedang sepi.


Setelah selasai latihan yang Davian berikan Adel mendudukan


bokongnya di sofa dia terlalu lelah untuk pergi ke kamarnya,saking lelahnya


Adel tertidur sambil duduk.


Davian masuk ke dalam vila saat dia akan ke kamar Davian


melihat Adel yang tertidur dia menghampiri Adel dan berjongkok di depan Adel


mensejajarkan wajahnya dengan wajah Adel.


Davian mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir mungil Adel


********** tak lupa tangannya memegang tengkuk Adel untuk memperdalam


ciumannya.


Entah sadar atau tidak Adel membalas ciuman Davian dan ikut


******* bibir Davian yang masih dengan mata tertutup,Davian senang Adel


membalasnya dia semakin memperdalam ciumannya bahkan bermain main dengan lidah


Adel.


Davian melepaskan ciumanya karna takut membangunkan Adel,dia


berdiri saat berbalik dia melihat Diki yang berdiri di belakangnya seperti


patung dengan mulut menganga dan mata yang melotot keluar


‘’Sssttt.’’Davian menaruh jarinya di bibirnya sebagai kode


untuk Diki agar tak membacorkannya pada orang lain,Diki menggangguk seperti


orang bodoh dia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.


Davian percaya pada Diki walau dia itu ngeselin tapi dia

__ADS_1


bukan tipe mulut ember,dia lalu pergi meninggalkan Diki yang masih membatu dan


Adel yang tertidur tanpa beban seolah tak terjadi apa apa.


__ADS_2