
Sehabis sarapan mereka pergi kelapangan untuk pemanasan
sebelum memulai latihan ,Satria memimpin anggotanya melakukan pemanasan.
Adel membawa semua ke perluan mereka seperti minuman,handuk
dan kotak p3k untuk jaga jaga kalau ada yang terluka saat latihan.Walau pun
Adel itu ceroboh dia cukup pandai memberi pertolongan pertama karna saat kecil
dia suka membantu ibunya di klinik.
Ibu Adel adalah seorang perawat dia selalu di bawa ke
kelinik kalau restoran sedang ramai jadi ibunya mengajari Adel cara membalut
luka dan sebagainya ,karna sewaktu kecil Adel sangat aktif jadi dia sering
terjatuh dan terluka.
Setelah menaruh semua ke perluan anggota tim Adel mendudukan
pantatnya di lantai meluluskan kaki dan badannya yang pegal pegal,Laura menghampiri
Adel dan ikut duduk di lantai tadi pagi setelah sarapan Satria meminta Laura untuk membantu Adel karna merasa
kasihan padanya.
‘’Boleh bicara sebentar.’’Tanya Laura yang sudah mendudukan
diri di samping Adel
‘’Boleh,emang siapa yang lalang.’’Kata Adel.
‘’Iya juga sih.’’Balas Laura.
‘’Jadi mau bicara apa?’’Tanya Adel.
‘’Gue cuman mau bilang kalau gue suka dengan Davian.’’Kata
Laura .
Adel terkejut mendengar pengakuan yang Laura katakan,dadanya
terasa sesak meski dia sudah menebaknya
tapi tatap saja dia merasa sedikit takut karna peluang untuk mendapatkan Davian
semakin jauh.
‘’Kenapa lo bilang ke gue.’’Kata Adel gugup
‘’Gue tau lo suka dengan Davian makanya gue bilang ke
e’lo.’’Kata Laura tersenyum.
‘’Gue merasa kalau gue enggak bilang rasanya seperti merebut
permen dari bayi.’’Katanya lagi,membuat Adel sedikit kesal.
Laura berdiri meninggalkan Adel karna pak Gunawan
memanggilnya.Adel memikirkan perkatan Laura sampai tak menyadari bola mengarah
padanya.
BRUG
‘’Auwww.’’Adel memegang kepalanya yang tertimpuk bola.
‘’E’lo enggak apa apa Del,sorry yah.’’kata Rendi khawatir
lalu mengambil bola.
‘’Enggak apa apa kok,tenang aja.’’Kata Adel tersenyum.
‘’Ya udah ,kalau lo pusing lo istirahat aja.’’Kata Rendi
sebelum kembali,Adel hanya mengangguk .
Karna hari ini libur Marselo sedang bersantai sambil membaca
Koran di taman samping,Marisa menghampiri suaminya sambil membawa nampan berisi
kopi dan kue.
‘’Pah ini kopinya.’’Kata Marisa sambil meletakan kopi dan
kuenya.
‘’Terima kasih mah.’’Balas Marselo.
‘’Hah…semenjak Adel pindah dari sini rumah kita jadi
sepi.’’Kata Marisa sedikit sendu.
‘’Iyah, mama benar rumah ini jadi sepi tak ada lagi
berteriak dan memeriahkan suasana .’’Kata Marselo membenarkan ucapan isrtinya.
‘’Iyah kan papa juga setuju,jadi pah coba kamu bujuk Tomi
untuk kembali ke sini lagi.’’Kata Marisa senang suaminya sependapat.
__ADS_1
‘’Nanti papa akan membujuk Tomi supaya mau tinggal lagi
bersama kita.’’Kata Marselo.
‘’Benarkah ,terima kasih pah.’’Kata Marisa senang dan
memeluk suaminya,Marselo tersenyum karna istrinya bersemangat kembali.
Latihan sudah selesai mereka mengistirahatkan badan mereka
yang lelah.Laura mendatangi pak Gunawan memberikan laporan latihan hari ini.
‘’Terima kasih.’’Kata pak Gunawan dia tersenyum melihat
hasil laporan yang di buat Laura dia sangat puas.
‘’Saya suka dengan hasil kerja kamu ,sangat bagus kamu juga
cepat tanggap dan sangat cermat mengatur segala hal.’’Puji pak Gunawan pada
Laura.
‘’Seandainya kamu yang menjadi menejer tim.’’Kata pak
Gunawan,Laura hanya tersenyum.
‘’Terima kasih,saya permisi pak.’’Kata Laura sopan.
‘’Ah yah silahkan.’’Kata pak Gunawan.
Setelah melihat laporan yang di bawa Laura pak Gunawan
kembali ke vilanya yang sedikit jauh dari tempat yang di tempati Adel dan yang
lain karna terjadi ke salahan saat pemesanan membuat pak Gunawan tinggal
terpisah dengan anak asuhnya.
Adel tak sengaja mendengar pembicaraan pak Gunawan dan Laura
saat dia mau kembali setelah latihannya bersama Davian,dia merasa sedih karna
usahanya tak di hargai padahal dia sudah berusaha melakukan yang terbaik.
‘’Pantas saja Davian menyukai Laura dia itukan sudah
cantik,pintar,berwawasan luas dan bisa melakukan apa pun dengan sempurna bahkan
pak Gunawan juga memujinya.’’Kata Adel nanar,dengan air matanya yang sudah
mengalir di pipi.
‘’Dibandingkan sama gue bedanya jauh banget bagai langit
sama bumi.’’Kata Adel lagi
adalah Laura tak mungkin sama,berjuang saja dengan apa yang e’lo miliki dan
nyakini enggak boleh iri dengan apa yang
di miliki orang lain,semangat.’’Kata Adel dengan kasar menghapus air matanya
dan tersenyum.
Davian yang mau mengambil hpnya yang tertinggal di lapangan
melihat Adel yang sedang sembunyi dia mendengar apa yang di katakana
Adel,Davian tersenyum tulus sifat itu lah yang memarik minat Davian dan membuat
dia sakit kepala.Melihat Adel pergi Davian pun melanjutkan langkahnya.
‘’Nasi goreng lagi.’’Kata Satria saat melihat menu makan
malam di meja.
‘’Gue tau kalau nasi goreng buatan lo itu enak tapi kalau
makan nasi goreng mulu enek juga jadinya.’’Keluh Satria
‘’Senior jangan banyak protes’’Kata Adel kesel badan itu
sudah remuk masih untung dia bisa masak.
‘’Ini semuakan gara gara senior juga.’’Tambah Adel
‘’Kok gara gara gue?’’Tanya Satria yang binggung.
‘’Iyah lah!ini semua salahnya senior tangan,kaki dan badan
gue jadi pada remuk semua.’’Kata Adel menunjuk anggota badannya satu persatu.
‘’Kenapa jadi salah gue,kan yang membuat lo kaya gitu kan
Davian.’’Kata Satria yang tak mau di salahkan.
‘’Tapi awalnyakan dari Senior.’’Kata Adel yang tau mau kalah.
‘’Adel bener ini salah lo,Sat.’’Kevin membela Adel,karna dia
dan yang lainnya tau bagaimana kerasnya Adel latihan sejujur dia merasa takjub
pada Adel yang masih bisa memasak setelah latihan.
__ADS_1
‘’Gara gara lo yang otaknya pendek.’’Kata Marsel.
‘’Kalian kok malah nyalahin gue.’’Kata Satria sebal di
salahkan teman temannya.
‘’Kalau kalian enggak mau makan biar gue yang
menghabiskannya.’’Kata Reno yang sudah lebih dulu makan dan menghabiskan
jatahnya.
‘’Gue masih lapar.’’Kata Reno lagi sambil mengambil piring
lain.
‘’Eh bagian gue enak aja mau di enbat gue juga lapar
kali.’’Teriak Marsel dan mengambil piring di tangan Reno yang lainnya pun ikut
makan.
‘’Ngomong ngomong Adel sedang apa yah sekarang?’’Tanya Tia
pada Lili,mereka sedang di salon tempat Tia bekerja.
‘’Mana gue tau.’’Kata Lili yang dari tadi matanya tak lepas
dari layar hpnya.
‘’Mereka disananya berapa hari,lo tau enggak.’’Tanya Tia
lagi.
‘’Tiga hari dua malam.’’Kata Lili.
‘’Bukannya kalau gini Adel enggak bakalan bisa move on dari
Davian.’’Kata Tia.
‘’Hm.’’Balas Lili yang masih asyik dengan hpnya.
‘’E’lo sebenarnya lain ngapain sih.’’Tanya Tia yang
penasaran karna dari tadi Lili terlihat asyik dengan hpnya dan terkadang dia
tersenyum.
‘’E’lo cet’an sama Siapa?’’Tanya Tia yang melihat Lili
sedang cet’an tapi tidak ada namanya cuman inisial.
‘’Kepo.’’Kata Lili
‘’Wah ,lo mulai rahasia rahasiaan sama gue awas lo
yah!’’Kata Tia mengangkat tangannya.
Lili lari melihat Tia mengangkat tangannya Tia mengerjarnya
mereka akhirnya kejar kejaran di dalam salon seperti anak kecil untung salonnya
sedang sepi.
Setelah selasai latihan yang Davian berikan Adel mendudukan
bokongnya di sofa dia terlalu lelah untuk pergi ke kamarnya,saking lelahnya
Adel tertidur sambil duduk.
Davian masuk ke dalam vila saat dia akan ke kamar Davian
melihat Adel yang tertidur dia menghampiri Adel dan berjongkok di depan Adel
mensejajarkan wajahnya dengan wajah Adel.
Davian mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir mungil Adel
********** tak lupa tangannya memegang tengkuk Adel untuk memperdalam
ciumannya.
Entah sadar atau tidak Adel membalas ciuman Davian dan ikut
******* bibir Davian yang masih dengan mata tertutup,Davian senang Adel
membalasnya dia semakin memperdalam ciumannya bahkan bermain main dengan lidah
Adel.
Davian melepaskan ciumanya karna takut membangunkan Adel,dia
berdiri saat berbalik dia melihat Diki yang berdiri di belakangnya seperti
patung dengan mulut menganga dan mata yang melotot keluar
‘’Sssttt.’’Davian menaruh jarinya di bibirnya sebagai kode
untuk Diki agar tak membacorkannya pada orang lain,Diki menggangguk seperti
orang bodoh dia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.
Davian percaya pada Diki walau dia itu ngeselin tapi dia
__ADS_1
bukan tipe mulut ember,dia lalu pergi meninggalkan Diki yang masih membatu dan
Adel yang tertidur tanpa beban seolah tak terjadi apa apa.