
Davian berdiri memandang matahari yang terbenam di ufuk
barat. Dia memikirkan perkataan Adel tadi siang sebelum mereka pulang.
Flahs baek
Setelah habis sarapan Adel terus mengikuti Davian kemana mana
tapi sayangnya Laura selalu saja ada bersama Davian tak membiarkannya berduan
dengan Davian.
Daniel yang jengah melihat kelakuan dua orang perempuan yang
mencari perhatian kakaknya itu. Akhirnya meninggalkan mereka dan memilih memainkan
permainan yang belum dia mainkan kemarin.
Siangnya supir yang menjemput mereka sudah datang. Daniel masuk ke mobil duluan setelah berpamitan
dengan kakaknya.
‘’Davian….’’Adel berbalik sebelum masuk ke mobil.
‘’Bisakah e’lo pulang dan menemui tante Marisa sebentar,dia sangat
menghawatirkan e’lo.’’Lanjutnya.
‘’Aku tidak bisa pulang dulu.’’Kata Davian.
‘’Paling tidak e’lo bisa menghubungi tante Marisa .’’Bujuk
Adel.
‘’Tante Marisa sangat khawatir, dia bahkan tak makan dengan
benar.’’Kata Adel.
‘’Akan aku pikirkan.’’Jawab Davian.
‘’Benarkah! Terima kasih.’’Kata Adel senang.
‘’Oh yah! Gue enggak tahu apa yang membuat e’lo pergi,tapi
apa pun itu gue akan mendukung e’lo dan berada di samping lo meski gue tahu
e’lo tak menginginkan itu.’’Kata Adel
‘’Gue harap e’lo bisa menemukan apa yang e’lo cari dan bisa
membuat e’lo senang.’’Lanjutnya dengan tersenyum manis.
‘’Gue balik yah,bay!’’Adel masuk ke dalam mobil dan
melambaikan tangannya.
‘’Jangan lupa pulang dulu kami menunggu e’lo di
rumah.’’Teriak Adel karna mobil yang mereka tumpangi sudah melaju pergi.
Kilas balik selesai
‘’Hahh~~.’’Davian menghela nafas.
‘’Kenapa rasanya aku ingin selalu mengabulkan apa yang dia
katakan.’’Kata Davian.
‘’Dan juga hati ku jadi menghangat saat Adel bilang akan
selalu mendukung ku dan berada di sisi ku.’’Davian memegang dadanya.
‘’Apa aku benar benar sudah mulai menyukai Adel?’’Tanyanya
entah pada siapa.
‘’Hah,tau ah! Aku pusing belum lagi papa memaksa ku terus untuk
meneruskan bisnis. ’’Davian mengacak acak rambutnya.
‘’Padahal aku berharap bisa menemukan sesuatu kalau pergi
dari rumah tapi kenapa malah tambah pusing.’’Katanya prustasi.
Davian melihat ponselnya,tadi siang Adel bilang mamanya tidak
makan dengan benar. Meski mamanya selalu bikin dia kesal dan suka sekali
mencampuri kehidupannya. Davian tetap sayang dengan mamanya karna baginya
mamanya adalah wanita yang paling berharga dalam hidupnya.
‘’Haloo……’’Kata Davian dan bisa dia dengar suara cempeng
mamanya di sebrang telepon yang terus mengomelinya dengan nada khawatir. Davian
hanya diam saja menunggu mamanya selesai bicara tanpa menyela.
…………
Setelah semalam Davian menghubunginya, Marisa sangat senang
dan ceria lagi. Saking senangnya dia memasak banyak makan untuk sarapan.
__ADS_1
‘’Wah tante banyak sekali makanannya.’’Kata Adel saat melihat
makan yang memenuhi meja makan.
‘’Mama mau bikin syukuran apa sarapan,banyak banget.’’Daniel
pun bertanya saat dia sampai di meja makan.
‘’Ada apa ini tumben masak banyak.’’Tanya Marselo.
Mereka bertiga keheranan saat melihat banyak makanan untuk
sarapan mereka.
‘’Tidak ada apa apa,mama cuman senang Davian mengabari
mama.’’Jawab Marisa.
‘’Jadi saking senang mama tak menyadari memasak semua ini.’’Kata
Daniel yang sudah tahu watak mama nya kalau sedang senang dia akan memasak dan
ujung ujungnya meminta mereka menghabiskan semuanya.
‘’Iyah,ayo sekarang kita makan.’’Ajak Marisa.
Marselo,Adel dan Daniel saling menatap dan menghela nafas
bersama lalu duduk di kursi mereka untuk memulai sarapan mereka.
Setelah sarapan Adel membantu Marisa membersih piring bekas
sarapan tadi,sementara Marselo sudah berangkat ke kantor dan Daniel kembali ke
kamarnya .Adel pergi ke kamarnya setelah membereskan meja,dia akan bersiap
untuk pergi karna dia punya janji dengan seseorang.
‘’Tante Adel pamit pergi dulu.’’Kata Adel berpamitan.
‘’Mau kemana? Tumben dandan cantik.’’Tanya Marisa yang curiga
dengan penampilan Adel.
‘’Adel mau pergi dengan kak Andreas tante.’’Jawab Adel.
‘’Andreas siapa dia?’’Tanya Marisa lagi perasaannya mulai
tidak karuan.
‘’Dia kapten di tim basket kampus lain dan temannya kak
Satria.’’Jawab Adel.
lama.’’Lanjutnya .
‘’Iyah,hati hati jangan pulang terlalu malam.’’Kata Marisa.
Adel pergi setelah mendengar jawaban Marisa,dia sudah mulai
lagi untuk memberanikan diri berdekatan dengan laki laki lagi. Dia tidak mau
cita citanya terhalang karna kejadian itu dia ingin bangkit supaya bisa berdiri
dengan bangga di samping orang yang dia cintai.
‘’Ini tidak bisa di biarkan.’’Marisa bangun dan bergegas ke
kamarnya mengambil tas serta kunci mobil lalu menarik Daniel yang sedang asyik
bermain game di kamarnya.
‘’Eh mah…!’’Daniel terkejut saat mamanya tiba tiba saja masuk
ke kamarnya dan menariknya keluar.
‘’Kita mau kemana mah?’’Tanya Daniel yang bingung dengan
kelakuan mamanya.
‘’Udah kamu ikut saja,temani mama.’’Kata Marisa.
‘Kok firasat ku tidak enak yah.’Batin Daniel.
Marisa masuk ke mobil menyalakan mesin dan meninggalkan
halaman rumahnya,dia berjalan pelan sambil melihat sekitar mencari keberadaan
Adel.
‘’Mama sedang mencari apa?’’Tanya Daniel melihat mamanya
melihat sekitar.
‘’Kamu diam saja.’’Jawabnya.
‘’Itu dia!’’Kata Marisa senang saat melihat Adel.
‘’Syukurlah mereka belum pergi.’’Tambahnya yang senang mereka
belum pergi.
‘’Hah,siapa?.’’Daniel penasaran dan melihat siapa yang di
__ADS_1
cari mamanya.
‘’Jadi mama dari tadi mencari kak Adel.’’Kata Daneil tak
habis pikir dengan mamanya.
‘’Udah yuk mah kita kembali aja,lagian ngapain sih kita
disini.’’Kata Daniel.
‘’Sssttt diam,kamu tidak lihat itu Adel sedang bersama laki
laki lain.’’Kata Marisa.
‘’Ya biarkan aja suka suka kak Adel mau bersama siapa.’’Kata
Daniel.
‘’Lagian malah bagus kalau kak Adel tidak mengejar ngejar
lagi kakak.’’Gumam Daniel.
‘’Tidak bisa!’’Kata Marisa tegas.
‘’Adel itu hanya milik Davian jadi tidak akan mama biarkan
ada laki laki lain yang dekat dengannya.’’Kata Marisa posesif.
‘’Pokoknya kita harus memata matai saingan kakak
mu.’’Lanjutnya lalu mengambil kamera dan memotretnya.
‘’Hah,terserah mama deh.’’Kata Daniel pasrah.
‘’Aku mau pulang dan melanjutkan bermain game,mama lakukan
sendiri saja.’’Daniel membuka pintu mobil tapi.
Krik
‘’Tidak bisa kamu harus ikut mama.’’Marisa mengingunci pintu
mobilnya.
‘’Ck.’’Daniel berdecik kesal,dia menyilangkan tangannya di
dadanya.
Merisa terus memperhatikan Adel dan Andreas dengan telopong
yang dia bawa.
Daniel menggeleng geleng kepala sepertinya mamanya benar
benar berniat memata matai Adel karna melihat persiapan mamanya yang begitu
perpek bahkan dia melihat kaca mata hitam serta rambut palsu di tasnya saat
mengambil telopong.
‘Bagaimana kalau mama melihat kak Davian mencium dan memeluk kak Adel,apa mungkin mama
akan langsung menyeret mereka ke penghulu.’Pikir Daniel.
‘Aku jadi kasihan dengan kak Davian.’Lanjutnya.
‘’Ahhh.’’Daniel tersentak mendengar teriakan mamanya.
‘’Mereka pergi.’’Kata Marisa melihat Adel dan Andreas pergi
melajukan motornya meninggalkan komplek perumahan mereka.
‘’Ayo kita juga pergi.’’Kata Marisa dan menyalakan mobilnya
mengikuti motor Andreas dari jarak aman.
‘’Daniel tolong perhatikan motornya jangan sampai kita ke
hilangan mereka.’’Pinta Marisa pada anak keduanya.
‘’Hm.’’Jawab Daniel malas.
Terkadang Marisa merasa anak keduanya itu seperti orang yang
sudah dewasa dia tidak tertarik dengan kegiatan yang biasa di lakukan anak anak
seusianya.
Mungkin itu karna dia terpengaruh kakaknya karna Daniel
sangat mengidolakan Davian dan selalu memperhatikan Davian dari sikap dan sifatnya
dia meniru semuanya.
Itulah sebabnya dia selalu membawa Daniel bersenang senang
agar dia bersikap seperti anak seusianya,dia tidak mau anaknya dewasa sebelum
waktunya dan melewatkan masa remaja yang cuma datang sekali.
HEHEHE MAAF LAMBAT UPNYA TELAT HP SAYA EROR TIDAK BISA
MENGAKSES INTERNET JADI SAYA HARUS UMPANG HOSPOT SAMA BAPAK SAYA.
__ADS_1