Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
99


__ADS_3

Davian berdiri memandang matahari yang terbenam di ufuk


barat. Dia memikirkan perkataan Adel tadi siang sebelum mereka pulang.


Flahs baek


Setelah habis sarapan Adel terus mengikuti Davian kemana mana


tapi sayangnya Laura selalu saja ada bersama Davian tak membiarkannya berduan


dengan Davian.


Daniel yang jengah melihat kelakuan dua orang perempuan yang


mencari perhatian kakaknya itu. Akhirnya  meninggalkan mereka dan memilih memainkan


permainan yang belum dia mainkan kemarin.


Siangnya supir yang menjemput mereka sudah datang. Daniel  masuk ke mobil duluan setelah berpamitan


dengan kakaknya.


‘’Davian….’’Adel berbalik sebelum masuk ke mobil.


‘’Bisakah e’lo pulang dan menemui tante Marisa sebentar,dia sangat


menghawatirkan e’lo.’’Lanjutnya.


‘’Aku tidak bisa pulang dulu.’’Kata Davian.


‘’Paling tidak e’lo bisa menghubungi tante Marisa .’’Bujuk


Adel.


‘’Tante Marisa sangat khawatir, dia bahkan tak makan dengan


benar.’’Kata Adel.


‘’Akan aku pikirkan.’’Jawab Davian.


‘’Benarkah! Terima kasih.’’Kata Adel senang.


‘’Oh yah! Gue enggak tahu apa yang membuat e’lo pergi,tapi


apa pun itu gue akan mendukung e’lo dan berada di samping lo meski gue tahu


e’lo tak menginginkan itu.’’Kata Adel


‘’Gue harap e’lo bisa menemukan apa yang e’lo cari dan bisa


membuat e’lo senang.’’Lanjutnya dengan tersenyum manis.


‘’Gue balik yah,bay!’’Adel masuk ke dalam mobil dan


melambaikan tangannya.


‘’Jangan lupa pulang dulu kami menunggu e’lo di


rumah.’’Teriak Adel karna mobil yang mereka tumpangi sudah melaju pergi.


Kilas balik selesai


‘’Hahh~~.’’Davian menghela nafas.


‘’Kenapa rasanya aku ingin selalu mengabulkan apa yang dia


katakan.’’Kata Davian.


‘’Dan juga hati ku jadi menghangat saat Adel bilang akan


selalu mendukung ku dan berada di sisi ku.’’Davian memegang dadanya.


‘’Apa aku benar benar sudah mulai menyukai Adel?’’Tanyanya


entah pada siapa.


‘’Hah,tau ah! Aku pusing belum lagi papa memaksa ku terus untuk


meneruskan bisnis. ’’Davian mengacak acak rambutnya.


‘’Padahal aku berharap bisa menemukan sesuatu kalau pergi


dari rumah tapi kenapa malah tambah pusing.’’Katanya  prustasi.


Davian melihat ponselnya,tadi siang Adel bilang mamanya tidak


makan dengan benar. Meski mamanya selalu bikin dia kesal dan suka sekali


mencampuri kehidupannya. Davian tetap sayang dengan mamanya karna baginya


mamanya adalah wanita yang paling berharga dalam hidupnya.


‘’Haloo……’’Kata Davian dan bisa dia dengar suara cempeng


mamanya di sebrang telepon yang terus mengomelinya dengan nada khawatir. Davian


hanya diam saja menunggu mamanya selesai bicara tanpa menyela.


…………


Setelah semalam Davian menghubunginya, Marisa sangat senang


dan ceria lagi. Saking senangnya dia memasak banyak makan untuk sarapan.

__ADS_1


‘’Wah tante banyak sekali makanannya.’’Kata Adel saat melihat


makan yang memenuhi meja makan.


‘’Mama mau bikin syukuran apa sarapan,banyak banget.’’Daniel


pun bertanya saat dia sampai di meja makan.


‘’Ada apa ini tumben masak banyak.’’Tanya Marselo.


Mereka bertiga keheranan saat melihat banyak makanan untuk


sarapan mereka.


‘’Tidak ada apa apa,mama cuman senang Davian mengabari


mama.’’Jawab Marisa.


‘’Jadi saking senang mama tak menyadari memasak semua ini.’’Kata


Daniel yang sudah tahu watak mama nya kalau sedang senang dia akan memasak dan


ujung ujungnya meminta mereka menghabiskan semuanya.


‘’Iyah,ayo sekarang kita makan.’’Ajak Marisa.


Marselo,Adel dan Daniel saling menatap dan menghela nafas


bersama lalu duduk di kursi mereka untuk memulai sarapan mereka.


Setelah sarapan Adel membantu Marisa membersih piring bekas


sarapan tadi,sementara Marselo sudah berangkat ke kantor dan Daniel kembali ke


kamarnya .Adel pergi ke kamarnya setelah membereskan meja,dia akan bersiap


untuk pergi karna dia punya janji dengan seseorang.


‘’Tante Adel pamit pergi dulu.’’Kata Adel berpamitan.


‘’Mau kemana? Tumben dandan cantik.’’Tanya Marisa yang curiga


dengan penampilan Adel.


‘’Adel mau pergi dengan kak Andreas tante.’’Jawab Adel.


‘’Andreas siapa dia?’’Tanya Marisa lagi perasaannya mulai


tidak karuan.


‘’Dia kapten di tim basket kampus lain dan temannya kak


Satria.’’Jawab Adel.


lama.’’Lanjutnya .


‘’Iyah,hati hati jangan pulang terlalu malam.’’Kata Marisa.


Adel pergi setelah mendengar jawaban Marisa,dia sudah mulai


lagi untuk memberanikan diri berdekatan dengan laki laki lagi. Dia tidak mau


cita citanya terhalang karna kejadian itu dia ingin bangkit supaya bisa berdiri


dengan bangga di samping orang yang dia cintai.


‘’Ini tidak bisa di biarkan.’’Marisa bangun dan bergegas ke


kamarnya mengambil tas serta kunci mobil lalu menarik Daniel yang sedang asyik


bermain game di kamarnya.


‘’Eh mah…!’’Daniel terkejut saat mamanya tiba tiba saja masuk


ke kamarnya dan menariknya keluar.


‘’Kita mau kemana mah?’’Tanya Daniel yang bingung dengan


kelakuan mamanya.


‘’Udah kamu ikut saja,temani mama.’’Kata Marisa.


‘Kok firasat ku tidak enak yah.’Batin Daniel.


Marisa masuk ke mobil menyalakan mesin dan meninggalkan


halaman rumahnya,dia berjalan pelan sambil melihat sekitar mencari keberadaan


Adel.


‘’Mama sedang mencari apa?’’Tanya Daniel melihat mamanya


melihat sekitar.


‘’Kamu diam saja.’’Jawabnya.


‘’Itu dia!’’Kata Marisa senang saat melihat Adel.


‘’Syukurlah mereka belum pergi.’’Tambahnya yang senang mereka


belum pergi.


‘’Hah,siapa?.’’Daniel penasaran dan melihat siapa yang di

__ADS_1


cari mamanya.


‘’Jadi mama dari tadi mencari kak Adel.’’Kata Daneil tak


habis pikir dengan mamanya.


‘’Udah yuk mah kita kembali aja,lagian ngapain sih kita


disini.’’Kata Daniel.


‘’Sssttt diam,kamu tidak lihat itu Adel sedang bersama laki


laki lain.’’Kata Marisa.


‘’Ya biarkan aja suka suka kak Adel mau bersama siapa.’’Kata


Daniel.


‘’Lagian malah bagus kalau kak Adel tidak mengejar ngejar


lagi kakak.’’Gumam  Daniel.


‘’Tidak bisa!’’Kata Marisa tegas.


‘’Adel itu hanya milik Davian jadi tidak akan mama biarkan


ada laki laki lain yang dekat dengannya.’’Kata Marisa posesif.


‘’Pokoknya kita harus memata matai saingan kakak


mu.’’Lanjutnya lalu mengambil kamera dan memotretnya.


‘’Hah,terserah mama deh.’’Kata Daniel pasrah.


‘’Aku mau pulang dan melanjutkan bermain game,mama lakukan


sendiri saja.’’Daniel membuka pintu mobil tapi.


Krik


‘’Tidak bisa kamu harus ikut mama.’’Marisa mengingunci pintu


mobilnya.


‘’Ck.’’Daniel berdecik kesal,dia menyilangkan tangannya di


dadanya.


Merisa terus memperhatikan Adel dan Andreas dengan telopong


yang dia bawa.


Daniel menggeleng geleng kepala sepertinya mamanya benar


benar berniat memata matai Adel karna melihat persiapan mamanya yang begitu


perpek bahkan dia melihat kaca mata hitam serta rambut palsu di tasnya saat


mengambil telopong.


‘Bagaimana kalau mama melihat kak Davian  mencium dan memeluk kak Adel,apa mungkin mama


akan langsung menyeret mereka ke penghulu.’Pikir Daniel.


‘Aku jadi kasihan dengan kak Davian.’Lanjutnya.


‘’Ahhh.’’Daniel tersentak mendengar teriakan mamanya.


‘’Mereka pergi.’’Kata Marisa melihat Adel dan Andreas pergi


melajukan motornya meninggalkan komplek perumahan mereka.


‘’Ayo kita juga pergi.’’Kata Marisa dan menyalakan mobilnya


mengikuti motor Andreas dari jarak aman.


‘’Daniel tolong perhatikan motornya jangan sampai kita ke


hilangan mereka.’’Pinta Marisa pada anak keduanya.


‘’Hm.’’Jawab Daniel malas.


Terkadang Marisa merasa anak keduanya itu seperti orang yang


sudah dewasa dia tidak tertarik dengan kegiatan yang biasa di lakukan anak anak


seusianya.


Mungkin itu karna dia terpengaruh kakaknya karna Daniel


sangat mengidolakan Davian dan selalu memperhatikan Davian dari sikap dan sifatnya


dia meniru semuanya.


Itulah sebabnya dia selalu membawa Daniel bersenang senang


agar dia bersikap seperti anak seusianya,dia tidak mau anaknya dewasa sebelum


waktunya dan melewatkan masa remaja yang cuma datang sekali.


HEHEHE MAAF LAMBAT UPNYA TELAT HP SAYA EROR TIDAK BISA


MENGAKSES INTERNET JADI SAYA HARUS UMPANG HOSPOT SAMA BAPAK SAYA.

__ADS_1


__ADS_2