Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
120


__ADS_3

‘’Udah beres semuanya?’’ Tanya Tomi saat memasuki ruangan


Marselo.


Marisa yang sedang mengemas pakaian suaminya menoleh kea


rahnya.


‘’Udah,semuanya udah beres.’’Jawab Marisa seraya menutup


tasnya.


‘’Ada apa kau kemari?’’Tanya Marselo.


‘’Jemput lo lah,gue kasihan sama lo enggak ada yang jemput


jadi dengan terpaksa gue kemari.’’Jawab Tomi bercanda.


‘’Sialan e’lo,kalau enggak ikhlas jangan di kesini sana


pulang ,hus..hus.’’Marselo melambaikan tangan mengusir Tomi.


‘’Rugi dong gue,udah buang buang bensin untuk kesini tapi


malah di usir.’’Kata Tomi pura pura kesal.


‘’Sudah kalian ini udah pada tua juga jangan sho kaya anak


muda.’’Marisa yang mulai jengah menghentikan pertengkaran yang tidak berpaedah


itu.


‘’Ayolah istri ku, aku kan masih terlihat muda belum tua tua


amat,belum juga punya cucu.’’Kata Marselo yang tak terima di katain tua oleh


Marisa.


‘’Iyah kan Tom.’’Lanjutnya mencari sekutu.


‘’Yoi.’’Balas Tomi beradu kepalan tangan dengan Marselo.


‘’Enggak sadar diri.’’Cibir Marisa.


‘’Udah ayo,anak anak pasti udah nungguin di rumah.’’Kata


Marisa keluar duluan.


Tomi dan Marselo juga keluar sambil membawa tas berisi


pakaian.


Tomi pergi ke parkiran mengambil mobil dan menjemput Marisa


dan Marselo yang menunggu di depan rumah sakit.


Setelah mereka masuk ke dalam mobil Tomi mengendarai mobilnya


meninggalkan rumah sakit menuju kediaman Pratama.


Sesampainya di rumah Marisa menyengrit heran karna rumah


terlihat sepi padahal sudah sore seharus anak anak sudah pulang semua.


‘’Kok sepi yah?’’Tanya Marisa.


‘’Pada kemana Daniel sama Adel?Davian juga apa dia belum


pulang?’’Lanjutnya.


‘’Entahlah,mungkin mereka ada di kamar.’’kata Marselo.


‘’Sudahlah ayo masuk kedalam jangan berdiam diri di ambang


pintu begini.’’Kata Tomi yang berdiri di belakang mereka .


‘’Kalian kan bukan tamu yang harus di sambut tuan


rumah.’’Kata Tomi.


Tomi masuk duluan dan menuntun Marselo dan Marisa menuju


ruang keluarga.


Duar


‘’Kejutan.’’Teriak Adel dan Daniel saat Marselo dan Marisa


sudah di ruang keluarga sambil memegang kompeti yang tadi mereka tarik.


‘’SELAMAT DATANG KEMBALI KE RUMAH.’’Teriak mereka berdua


lagi.


Davian yang berdiri di belakang mereka berdua hanya tersenyum


sambil menggelengkan kepala.


‘’Kekanak kanakan.’’Gumam Davian.


‘’Wah,kalian menyiapkan ini semua untuk papa.’’Kata Marselo


terharu atas sambutan anak anaknya.


‘’Terima kasih.’’Sambil menghapus air mata nya.

__ADS_1


‘’Ih papa kok malah nangis,harus senang liat mereka sudah


susah payah membuat sambutan buat papa.’’Kata Marisa melihat suaminya menangis.


‘’Lebay amat sih kau ini.’’Cibir Tomi.


‘’Hehe,maaf aku cuman terharu saja.’’Kata Marselo.


‘’Terima kasih kalian sudah repot repot buat kasih sambutan


ini.’’Marisa memeluk Adel dan Daniel.


‘’Ih mama lepas.’’Protes Daniel,dia memang tidak suka di


peluk peluk’ katanya malu udah gede masih mau di peluk,kaya anak kecil aja’.


‘’Kamu ini memang enggak kangen sama mama.’’Kata Marisa pura


pura sedih.


‘’Tiap pulang sekolahkan Daniel selalu berkunjung ke rumah


sakit,apanya yang perlu di kangenin.’’Balas Daniel.


Selama Marselo di rawat Daniel memang selalu ke rumah sakit


setelah pulang sekolah tapi hanya satu atau dua jam saja.


‘’Pa, bagaimana keadaan papa sekarang?’’Tanya Davian


menghiraukan drama yang mama-nya mainkan.


‘’Kata dokter papa sudah sembuh total tapi memang harus


cek’up sekali dua kali untuk memastikan kepala papa sudah baik baik


saja.’’Jawab Marselo.


‘’Syukurlah.’’Kata Davian lega.


‘’Om,Davian ayo kita makan dulu nanti di sambung lagi


ngobrolnya.’’Panggil Adel pada Marselo dan Davian yang masih mengobrol


sementara yang lain Marisa,Tomi dan Daniel mereka sudah pergi ke ruang makan.


‘’Ayo.’’Marselo melangkul Davian menuju ruang makan.


Disana Marisa,Tomi dan Daniel sudah duduk di kursi masing


masing di susul Adel lalu mereka berdua pun ikut duduk di kursi mereka.


Setelah Marselo dan Davian duduk mereka memulai makan dengan


tenang.


mengatakan soal perjodohannya dengan anak presdir Dirga.


‘Nanti saja lah selepas makan.’Batin Davian.


Setelah di rasa mereka selesai makannya Davian berdehem


mengalihkan fokus mereka yang sedang mengobrol selain Daniel yang sedang


memakan pudingnya.


‘’Pah,mah ada yang mau Davian sampaikan.’’Kata Davian serius.


‘’Ada apa nak,kau terlihat seruis?’’Tanya Marselo.


‘’Iya,tumben kamu serius sekali.’’Tanya Marisa yang penasaran


dengan nada serius anak sulungnya.


‘’Vian pikir lebih baik Vian yang lebih dulu memberitahu


kalian dari pada kalian dengar dari orang lain.’’Kata Davian.


Mendengar ucapan Davian membuat hati Marisa dan Adel merasa


tak enak dan gelisah dengan apa yang akan Davian sampaikan,begitu pun Marselo


dan Daniel yang penasaran banget pasalnya Davian itu jarang berbicara dengan


nada seruis begitu selalu datar.


‘’Pak Dirga pemilik WJ Compeny menjodohkan putri semata


wayangnya pada Viand an Vian juga sudah menerima perjodohan itu.’’Kata Davian.


Yah! Saat pertemuan tadi siang Davian sudah menerima


perjodohan itu dan Reina juga menerimanya namun dia ingin mengenal Davian lebih


dulu sebelum benar benar melanjutkan ke tahap selanjutnya dan Davian serta


Dirga menyetujuinya.


Hening


Mereka semua syok mendengar ucapan Davian,bahkan Daniel


menjatuhkan sendok puddingnya saking terkejutnya.


‘’APAA!’’Teriak mereka kecuali Tomi saat tersadar.

__ADS_1


‘’Apa maksud mu Davian?’’Kata Marisa marah atas keputusan


sepihak anaknya.


Adel meremas bajunyaa di bawah meja makan menahan rasa sakit


di hatinya,matanya sudah berkaca kaca namun Adel berusaha menahannya dia tidak


mau kalau sampai semua orang melihat dia menangis.


Tomi mengenggam tangan Adel menenangkan putrinya ,Adel


menoleh ke arah Tomi yang di balas senyuman hangat ,dia tahu hatinya pasti


hancur mendengar kalau Davian menerima perjodohan itu tanpa diskusi dulu,dia


juga tahu bagaimana perjuangan putrinya untuk membuat Davian menyukainya.


‘’Kami permisi.’’Pamit Tomi sambil membawa Adel meninggalkan meja


makan.


Karna ini malasah keluarga jadi Tomi merasa tak berhak ada di


sana seberapa dekatnya dia dengan Marselo dia bukan bagian dari keluarganya.


‘’Daniel juga,ada tugas yang harus di kerjakan.’’Pamit Daniel


yang di angguki kedua orang tuanya.


Daniel pergi ke kamarnya meski dia ingin tahu tapi dia sadar


dia masih anak kecil.


‘’Bisa kau jelaskan Davian.’’Kata Marisa lagi.


‘’Lebih baik kita bicara di ruanga papa aja.’’Ajak Marselo.


Marisa dan Davian mengikuti Marselo ke ruang kerjanya.


Sempainya mereka duduk di sofa yang tersedia di sana dengan Davian duduk di


sofa sebelah kanan dan Marisa di sofa di sebelah kiri sementara Marselo dia


duduk di sofa single di tengak tengah mereka.


‘’Apa yang kau rencakan hingga memutuskan menerima perjodohan


yang di tawarkan presdir Dirga tanpa memberitahu kami dulu.’’Kata Marisa to the


poins,dia benar benar marah.


‘’Kamu bilang semuanya baik baik saja,sebenarnya ada apa


dengan mu Vian? Kenapa kamu tidak cerita pada papa?’’Tanya Marselo yang sama


kecewanya karna tidak di beritahu sebelumnya.


‘’Apa kamu melukannya itu karna papa?’’Tanya Marselo lagi.


‘’Sekarang papa sudah baik baik saja jadi kamu usah melakukan


hal bodoh itu.’’Lanjutnya.


‘’Ini bukan hal bodoh pah.’’Kata Davian


‘’Bukan hal bodoh kata mu,kamu langsung menerima perjodohan


itu tanpa memberitahu papa dan mama.’’Kata Marisa.


‘’Ingat Vian perjodohan itu bukan hal sepele tapi itu


menyangkut orang yang akan berada di sisi mu dan menjaga mu sampai sisa umur


mu,ini tentang belahan jiwa mu.’’Lanjutnya.


‘’Mama enggak mau kau mengorbankan ke bahagian dan cinta


mu,Vian! Mama mau kau hidup dengan orang yang kamu sayangi dan menyanyangi


mu.’’Kata Marisa.


‘’Bukan perjodohan yang bahkan kami tak mengenal siapa wanita


tersebut.’’ Tambah Marisa.


Davian sudah menduga kalau ke dua orang tuanya tidak akan


menyetujuinya.


‘’Vian melakukannya bukan karna papa atau apa pun.’’Kata


Davian.


‘’Jangan berbohong.’’Kata Marisa.


‘’Kamu benar benar tak melakukan itu karna perusahaan


kan.’’Tanya Marselo.


‘’Tidak! Aku..tertarik padanya saat pertama bertemu.’’Kata


Davian beralasan agar mama nya tak menekannya lebih dari ini.


‘’Vian cape,mau istirahat! Selamat malam.’’Kata Davian pemit

__ADS_1


pada kedua orang tuanya lalu keluar tanpa mendengar jawaban mereka.


__ADS_2