
Satu minggu berlalu setelah ujian akhir semester,sekarang
semua pelajar sedang menikmati libur panjang.
Termasuk Adel,dia sedang berada di sebuah kafe menunggu
seseorang.
Dia sesekali memperhatikan ke pintu masuk,memastikan orang
yang dia tunggu sudah datang apa belum.
‘’Maaf ,nunggu lama yah.’’ Katanya saat datang dan duduk di
kursi depan Adel.
‘’Tidak apa apa,kak Satria.’’Balas Adel.
‘’Ada apa? tumben,tiba tiba telepon pengen ketemu!’’Tanya
Satria.
‘’Kak Satria mau pesan apa?’’ Tanya balik Adel.
‘’Ice tea aja.’’Kata Satria.
‘’Mbak ice tea dan cake coklat yah.’’Kata Adel pada pelayan
kafe.
‘’Baik kak, tunggu sebentar.’’ Katanya lalu pergi.
‘’Jadi ada apa?’’Tanya Satria.
‘’Ini soal Davian.’’Kata Adel.
‘’Davian! Kenapa dengan Davian?’’Tanya Satria heran.
‘’Sudah tiga hari dia tidak pulang ke rumah,setelah dia dan om
Marselo berdebat.’’Kata Adel menjelaskan.
‘’Tante Marisa sangat khawatir karna Davian tidak bisa di
hubungi,aku juga sudah tanya Diki tapi dia tidak tahu dimana
Davian.’’Lanjutnya.
‘’Tunggu maksudnya Davian tidak memberitahu pergi kemana pada
orang tuanya, gitu.’’Kata Satria.
‘’Enggak.’’Adel menggelengkan kepala.
‘’Hahh,anak itu.’’Satria memegang pelipisnya.
‘Pantesan dia tanya soal kerja sambilan padahal dia kan kaya,ternyata
dia sedang ada masalah dengan orang tuanya.’Pikir Satria.
‘’Jadi e’lo mau tanya soal dimana Davian sekarang?’’Tanya
Satria.
‘’Apa kak Satria tahu dimana Davian berada?’’Tanya Adel senang.
‘’Yah gue tahu dia ada dimana.’’Jawab Satria.
‘’Beneran? Dimana ?’’Kata Adel senang.
‘’ Dia datang ke gue dan bertanya soal pekerjaan sambil.’’Kata
Satria.
‘’Davian tanya soal pekerjaan!.’’Kata Adel kaget.
‘’Terus,apa kak Satria memberitahukannya?’’Tambahnya.
‘’Iyah ,karna kebetulan tampat gue bekerja sedang cari
pengawai sememtara.’’Kata Satria.
‘’Beritahu saya Davian ada dimana.’’Kata Adel senang.
‘’Besok gue mau kesana,nanti gue jemput e’lo.’’Kata Satria.
‘’Baiklah,terima kasih kak Satria.’’Adel bagn dari kursinya.
‘’Kalau gitu saya pulang dulu untuk memberitahu tante soal
ini.’’Pamitnya.
‘’Oh yah,minumannya saya yang bayar.’’Adel berbalik lagi lalu
pergi.
Adel menghentikan taxi,bergegas pulang ke kediaman Pratama.
Sesampainya di rumah,Adel menghampiri Marisa yang sedang
minum teh di ruang keluarga.
‘’Tante,Adel punya kabar tentang Davian ada dimana.’’Kata Adel dan mendudukan
diri di sofa.
‘’Benarkah,Adel.’’Kata Marisa senang.
‘’Iyah,besok kak Satria mau kesana dia menjemput ku untuk
ketemu Davian.’’Kata Adel.
‘’Syukurlah,terima kasih yah Adel sudah mau menolong tante.’’
Kata Marisa sambil tersenyum, dia sangat bersyukur Adel tinggal di rumahnya.
‘’Tante tidak perlu berterima kasih segala,selama inikan Adel
sudah merepotkan tante dan om Marselo ,jadi sudah sewajibnya Adel
membantu.’’Kata Adel.
‘’Kamu memang perempuan yang baik,tante sudah tidak sabar
menjadikan kamu menantu tante.’’Puji Marisa senang.
‘’Tante berlebihan.’’Kata Adel yang malu oleh pujian Marisa.
‘’Tante Adel ke kamar yah, mau mempersiapkan barang untuk
besok.’’Pamit Adel.
__ADS_1
‘’Iyah.’’Balas Marisa.
‘’Mau kemana?’’Tanya Daniel yang tiba tiba datang.
‘’Astaga! Besok aku mau menemui Davian.’’Adel yang terkejut
dengan kedatang Daniel mengusap usap dadanya.
‘’Kakak udah ke temu.’’Tanya Daniel senang.
‘’Sudah,besok Adel akan ke sana sama seniornya.’’Jawab
Marisa.
‘’Kalau gitu aku juga ikut.’’Kata Daniel.
‘’Boleh.’’Jawab Adel ,jika Daniel ikut dia tidak akan canggung
dan punya alasan.
…….
Paginya Adel dan Daniel sudah bersiap pergi, mereka sudah
pamitan pada Marisa dan Marselo.
Mereka berdua sedang menunggu Satria di depan komplek
perumahan mereka.
Tid tid tid
Satria membunyikan kelakson mobil lalu membuka kaca jendela
mobil.
‘’Selamat pagi.’’Sapa Satria.
‘’Sudah lama yah kalian nunggunya.’’ Lanjutnya,dia keluar
dari mobil,semalam Adel memberitahu kalau Daniel mau ikut juga.
Adel menyengritkan dahinya heran karna mobil yang Satria bawa
cukup bagus.
‘Bukannya keluarga kak Satria itu sama seperti ku,bagaimana
dia bisa membawa mobil bagus begini.’Pikir Adel.
Cklek
Pintu sebelah kiri mobil terbuka dan Laura keluar dari mobil
menghampiri mereka.
‘’Laura.’’Gumam Adel melihat Laura keluar dari mobil lalu
melirik Satria dengan tatapan curiga.
‘’Selamat pagi.’’Sapanya ramah.
‘’Pagi kak.’’Balas Daniel dengan senyum kecil.
‘’Apa kabar mu,Daniel ,Adel?’’Tanya Laura.
‘’Baik.’’Jawab Adel seadanya.
‘’Baik kak,bagaimana kabar kakak cantik?’’Tanya Daniel dengan
‘Pada Laura aja bicaranya lembut kalau pada ku acuhnya minta
ampun.’Batin Adel sebal.
‘’Baik juga.’’Laura mengusap rambut Daniel sambil tersenyum
manis.
‘’Bagaimana kalau kita berangkat sekarang,mumpung masih
pagi.’’Ajak Satria,Laura dan Daniel berjalan dan masuk mobil.
Satria yang menyadari tatapan tajam dari Adel berbalik.
‘’Nanti akan gue jelaskan.’’Adel pun masuk dan duduk di
bangku belakang.setelah Adel masuk Satria menjalankan mobilnya pergi ke tempat
dia dan Davian kerja sambilan.
Satu jam lebih mereka baru sampai tempat itu, Daniel keluar
dari mobil saat melihat Davian yang bersama lima orang perempuan.
‘’Kakak.’’Panggil Daniel berlari kecil.
Mendengar suara yang dia kenal memanggil ‘kakak’ Davian
membalikkan badannya.
‘’Daniel,dengan siapa kamu ke sini?’’Tanya Davian saat
melihat adiknya.
‘’Itu.’’Tunjuk nya pada Satria serta Adel yang berdiri di
dekat mobil dan Laura yang sedang berjalan menghampiri mereka.
‘’Hai Davian,bagaimana kabar mu.’’Sapa Laura.
‘’Baik,ada apa kalian kemari .’’Kata Davian.
‘’Senoir Satria mengajak ku kesini,katanya ada tempat yang
bagus.’’Jawab Laura.
‘’Oh,Daniel kamu pergi sama Adel dulu yah,kakak mau kerja
dulu nanti kakak menyusul.’’Kata Davian menepuk bahu Daniel .
‘’Gue pergi dulu.’’Pamitnya lalu pergi memandu remaja yang
tadi bersama denagnnya.
‘’Jadi intinya kak Satria mau pdkt dengan Laura.’’Kata Adel
yang sudah menjelaskan soal tadi.
‘’Bukan pdkt,tapi cuman mau dekat saja dengannya.’’Bantah
Satria.
__ADS_1
‘’Sama aja lagi.’’Kata Adel kesal.
‘’Sudahlah aku tidak mau berurusan dengan rencana
Senior.’’Adel pergi .
‘’Adel tunggu.’’Satria mengejar Adel.
Mereka berkumpul di meja piknik menunggu Davian selesai bekerja,Adel
mengeluarka bekal yang dia bawa dan menatanya di meja.
Perut mereka terasa
lapar setelah mencoba beberapa permainan atau lebih tepatnya hanya Adel dan
Daniel yang bermain sementara Laura entah pergi kemana dan Satria tentunya
bekerja.
‘’Apa e’lo yang membuatnya Adel.’’Tanya Laura.
‘’Iyah,kalau e’lo mau ambil saja.’’Kata Adel.
Daniel sudah lebih dulu memakan makanannya perutnya sudah
pada demo,lalu Davian dan Satria datang menghampiri mereka.
‘’Wah e’lo bawa banyak makanan,Del.’’Kata Satria,dia duduk di
samping Laura.
Davian duduk di samping Daniel bersama Adel,Laura memberikan
air pada Davian.
‘’Terima kasih.’’Balasnya.
Adel diam saja dia memilih memakan makannya,dia sangat kesal
apalagi harus melihat drama sepasang kekasih.
Davian memperhatikan tingkah Adel yang tak biasanya diam saja
kalau bertemu dengannya, Davian tersenyum tipis melihat Adel seskali
memanyunkan bibirnya, saking tipis tidak ada yang bisa melihatnya.
‘’Nanti malam akan di adakan api unggun dan pertunjukan ,apa
kalian mau melihatnya?.’’Kata Satria membuka pembicaraan karna dari tadi
hening.
‘’Benarkah,pasti seru.’’Kata Daniel senang.
‘’Kak bolehkan kami ikut.’’Daniel meminta izin.
‘’Tentu.’’Jawabnya.
Malam pun tiba banyak orang sudah berkumpul untuk menyaksikan
pertunjukan api.
Daniel dengan semangatnya menonton pertunjukan bersama Davian
dan yang lain.
Adel yang merasa tidak nyaman pergi mencari tempat yang
sepi,dia duduk di bangku sambil memandangi bintang bintang.
‘’Sedang apa kamu disini.’’Tanya Davian mengejutkan Adel.
Tadi saat dia tidak melihat Adel dia langsung
mencarinya,entah kenapa tubuhnya bergerak sendiri untuk mencarinya. Saat dia
melihat Adel yang sedang duduk dia merasa lega lalu menghampirinya.
‘’E’lo bikin kaget aja.’’Keluh Adel.
‘’Kenapa ke sini bukannya seharusnya e’lo pergi bersama
dengan kekasih lo untuk bersenang senang.’’Kata Adel sinis.
‘’Sedang apa kamu disini.’’ Davian bertanya lagi dia tidak menjawab
pertanyaan Adel dan mendudukkan diri di samping Adel.
‘’Tidak sedang apa apa,hanya tidak nyaman saja.’’Jawab Adel.
Setelah Adel menjawabnya tidak ada lagi pembicaraan di antara
mereka, hingga acara berakhir dan mereka kembali ke tenda untuk tidur karna
sudah tengah malam.
Adel dan Daniel menyewa tenda karna di sana tidak ada
penginapan dan rencananya juga mau langsung pulang tapi karna Daniel ingin
melihat pertujukan jadi mereka menginap.
Pagi harinya Adel bangun lebih pagi karna Semalam Adel tidak
bisa tidur dengan nyenyak,jadi dia terbangun pagi pagi sekali.
Adel terus berjalan merasakan angin sejuk menyapanya semakin
lama matanya semakin memberat dia
mencari tempat duduk untuknya agar bisa memejamkan matanya yang sudah
mengantuk.
Setelah duduk Adel langsung tertidur di bangku yang semalam
dia dan Davian duduki.
Davian yang sedang jalan jalan pagi tak sengaja melihat Adel
yang tertidur di bangku,dia mendekati dan berdiri di depannya menundukan
wajahnya.
Cup~.
‘’Mmm.’’Adel melenguh kala Davian ******* bibir Adel,dia
merasa ketagihan dengan rasa bibir Adel.
__ADS_1
Di balik pohon seseorang terkejut ,matanya melotot dan
mulutnya terbuka lebar melihat apa yang di lakukan Davian pada Adel.