Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
98


__ADS_3

Satu minggu berlalu setelah ujian akhir semester,sekarang


semua pelajar sedang menikmati libur panjang.


Termasuk Adel,dia sedang berada di sebuah kafe menunggu


seseorang.


Dia sesekali memperhatikan ke pintu masuk,memastikan orang


yang dia tunggu sudah datang apa belum.


‘’Maaf ,nunggu lama yah.’’ Katanya saat datang dan duduk di


kursi depan Adel.


‘’Tidak apa apa,kak Satria.’’Balas Adel.


‘’Ada apa? tumben,tiba tiba telepon pengen ketemu!’’Tanya


Satria.


‘’Kak Satria mau pesan apa?’’ Tanya balik Adel.


‘’Ice tea aja.’’Kata Satria.


‘’Mbak ice tea dan cake coklat yah.’’Kata Adel pada pelayan


kafe.


‘’Baik kak, tunggu sebentar.’’ Katanya lalu pergi.


‘’Jadi ada apa?’’Tanya Satria.


‘’Ini soal Davian.’’Kata Adel.


‘’Davian! Kenapa dengan Davian?’’Tanya Satria heran.


‘’Sudah tiga hari dia tidak pulang ke rumah,setelah dia dan om


Marselo berdebat.’’Kata Adel menjelaskan.


‘’Tante Marisa sangat khawatir karna Davian tidak bisa di


hubungi,aku juga sudah tanya Diki tapi dia tidak tahu dimana


Davian.’’Lanjutnya.


‘’Tunggu maksudnya Davian tidak memberitahu pergi kemana pada


orang tuanya, gitu.’’Kata Satria.


‘’Enggak.’’Adel menggelengkan kepala.


‘’Hahh,anak itu.’’Satria memegang pelipisnya.


‘Pantesan dia tanya soal kerja sambilan padahal dia kan kaya,ternyata


dia sedang ada masalah dengan orang tuanya.’Pikir Satria.


‘’Jadi e’lo mau tanya soal dimana Davian sekarang?’’Tanya


Satria.


‘’Apa kak Satria tahu dimana Davian berada?’’Tanya Adel senang.


‘’Yah gue tahu dia ada dimana.’’Jawab Satria.


‘’Beneran? Dimana ?’’Kata Adel senang.


‘’ Dia datang ke gue dan bertanya soal pekerjaan sambil.’’Kata


Satria.


‘’Davian tanya soal pekerjaan!.’’Kata Adel kaget.


‘’Terus,apa kak Satria memberitahukannya?’’Tambahnya.


‘’Iyah ,karna kebetulan tampat gue bekerja sedang cari


pengawai sememtara.’’Kata Satria.


‘’Beritahu saya Davian ada dimana.’’Kata Adel senang.


‘’Besok gue mau kesana,nanti gue jemput e’lo.’’Kata Satria.


‘’Baiklah,terima kasih kak Satria.’’Adel bagn dari kursinya.


‘’Kalau gitu saya pulang dulu untuk memberitahu tante soal


ini.’’Pamitnya.


‘’Oh yah,minumannya saya yang bayar.’’Adel berbalik lagi lalu


pergi.


Adel menghentikan taxi,bergegas pulang ke kediaman Pratama.


Sesampainya di rumah,Adel menghampiri Marisa yang sedang


minum teh di ruang keluarga.


‘’Tante,Adel punya kabar tentang  Davian ada dimana.’’Kata Adel dan mendudukan


diri di sofa.


‘’Benarkah,Adel.’’Kata Marisa senang.


‘’Iyah,besok kak Satria mau kesana dia menjemput ku untuk


ketemu Davian.’’Kata Adel.


‘’Syukurlah,terima kasih yah Adel sudah mau menolong tante.’’


Kata Marisa sambil tersenyum, dia sangat bersyukur Adel tinggal di rumahnya.


‘’Tante tidak perlu berterima kasih segala,selama inikan Adel


sudah merepotkan tante dan om Marselo ,jadi sudah sewajibnya Adel


membantu.’’Kata Adel.


‘’Kamu memang perempuan yang baik,tante sudah tidak sabar


menjadikan kamu menantu tante.’’Puji Marisa senang.


‘’Tante berlebihan.’’Kata Adel yang malu oleh pujian Marisa.


‘’Tante Adel ke kamar yah, mau mempersiapkan barang untuk


besok.’’Pamit Adel.

__ADS_1


‘’Iyah.’’Balas Marisa.


‘’Mau kemana?’’Tanya Daniel yang tiba tiba datang.


‘’Astaga! Besok aku mau menemui Davian.’’Adel yang terkejut


dengan kedatang Daniel mengusap usap dadanya.


‘’Kakak udah ke temu.’’Tanya Daniel senang.


‘’Sudah,besok Adel akan ke sana sama seniornya.’’Jawab


Marisa.


‘’Kalau gitu aku juga ikut.’’Kata Daniel.


‘’Boleh.’’Jawab Adel ,jika Daniel ikut dia tidak akan canggung


dan punya alasan.


…….


Paginya Adel dan Daniel sudah bersiap pergi, mereka sudah


pamitan pada Marisa dan Marselo.


Mereka berdua sedang menunggu Satria di depan komplek


perumahan mereka.


Tid tid tid


Satria membunyikan kelakson mobil lalu membuka kaca jendela


mobil.


‘’Selamat pagi.’’Sapa Satria.


‘’Sudah lama yah kalian nunggunya.’’ Lanjutnya,dia keluar


dari mobil,semalam Adel memberitahu kalau Daniel mau ikut juga.


Adel menyengritkan dahinya heran karna mobil yang Satria bawa


cukup bagus.


‘Bukannya keluarga kak Satria itu sama seperti ku,bagaimana


dia bisa membawa mobil bagus begini.’Pikir Adel.


Cklek


Pintu sebelah kiri mobil terbuka dan Laura keluar dari mobil


menghampiri mereka.


‘’Laura.’’Gumam Adel melihat Laura keluar dari mobil lalu


melirik Satria dengan tatapan curiga.


‘’Selamat pagi.’’Sapanya ramah.


‘’Pagi kak.’’Balas Daniel dengan senyum kecil.


‘’Apa kabar mu,Daniel ,Adel?’’Tanya Laura.


‘’Baik.’’Jawab Adel seadanya.


‘’Baik kak,bagaimana kabar kakak cantik?’’Tanya Daniel dengan


‘Pada Laura aja bicaranya lembut kalau pada ku acuhnya minta


ampun.’Batin Adel sebal.


‘’Baik juga.’’Laura mengusap rambut Daniel sambil tersenyum


manis.


‘’Bagaimana kalau kita berangkat sekarang,mumpung masih


pagi.’’Ajak Satria,Laura dan Daniel berjalan dan masuk mobil.


Satria yang menyadari tatapan tajam dari  Adel berbalik.


‘’Nanti akan gue jelaskan.’’Adel pun masuk dan duduk di


bangku belakang.setelah Adel masuk Satria menjalankan mobilnya pergi ke tempat


dia dan Davian kerja sambilan.


Satu jam lebih mereka baru sampai tempat itu, Daniel keluar


dari mobil saat melihat Davian yang bersama lima orang perempuan.


‘’Kakak.’’Panggil Daniel berlari kecil.


Mendengar suara yang dia kenal memanggil ‘kakak’ Davian


membalikkan badannya.


‘’Daniel,dengan siapa kamu ke sini?’’Tanya Davian saat


melihat adiknya.


‘’Itu.’’Tunjuk nya pada Satria serta Adel yang berdiri di


dekat mobil dan Laura yang sedang berjalan menghampiri mereka.


‘’Hai Davian,bagaimana kabar mu.’’Sapa Laura.


‘’Baik,ada apa kalian kemari .’’Kata Davian.


‘’Senoir Satria mengajak ku kesini,katanya ada tempat yang


bagus.’’Jawab Laura.


‘’Oh,Daniel kamu pergi sama Adel dulu yah,kakak mau kerja


dulu nanti kakak menyusul.’’Kata Davian menepuk bahu Daniel .


‘’Gue pergi dulu.’’Pamitnya lalu pergi memandu remaja yang


tadi bersama denagnnya.


‘’Jadi intinya kak Satria mau pdkt dengan Laura.’’Kata Adel


yang sudah menjelaskan soal tadi.


‘’Bukan pdkt,tapi cuman mau dekat saja dengannya.’’Bantah


Satria.

__ADS_1


‘’Sama aja lagi.’’Kata Adel kesal.


‘’Sudahlah aku tidak mau berurusan dengan rencana


Senior.’’Adel pergi .


‘’Adel tunggu.’’Satria mengejar Adel.


Mereka berkumpul di meja piknik menunggu Davian selesai bekerja,Adel


mengeluarka bekal yang dia bawa dan menatanya di meja.


 Perut mereka terasa


lapar setelah mencoba beberapa permainan atau lebih tepatnya hanya Adel dan


Daniel yang bermain sementara Laura entah pergi kemana dan Satria tentunya


bekerja.


‘’Apa e’lo yang membuatnya Adel.’’Tanya Laura.


‘’Iyah,kalau e’lo mau ambil saja.’’Kata Adel.


Daniel sudah lebih dulu memakan makanannya perutnya sudah


pada demo,lalu Davian dan Satria datang menghampiri mereka.


‘’Wah e’lo bawa banyak makanan,Del.’’Kata Satria,dia duduk di


samping Laura.


Davian duduk di samping Daniel bersama Adel,Laura memberikan


air pada Davian.


‘’Terima kasih.’’Balasnya.


Adel diam saja dia memilih memakan makannya,dia sangat kesal


apalagi harus melihat drama sepasang kekasih.


Davian memperhatikan tingkah Adel yang tak biasanya diam saja


kalau bertemu dengannya, Davian tersenyum tipis melihat Adel seskali


memanyunkan bibirnya, saking tipis tidak ada yang bisa melihatnya.


‘’Nanti malam akan di adakan api unggun dan pertunjukan ,apa


kalian mau melihatnya?.’’Kata Satria membuka pembicaraan karna dari tadi


hening.


‘’Benarkah,pasti seru.’’Kata Daniel senang.


‘’Kak bolehkan kami ikut.’’Daniel meminta izin.


‘’Tentu.’’Jawabnya.


Malam pun tiba banyak orang sudah berkumpul untuk menyaksikan


pertunjukan api.


Daniel dengan semangatnya menonton pertunjukan bersama Davian


dan yang lain.


Adel yang merasa tidak nyaman pergi mencari tempat yang


sepi,dia duduk di bangku sambil memandangi bintang bintang.


‘’Sedang apa kamu disini.’’Tanya Davian mengejutkan Adel.


Tadi saat dia tidak melihat Adel dia langsung


mencarinya,entah kenapa tubuhnya bergerak sendiri untuk mencarinya. Saat dia


melihat Adel yang sedang duduk dia merasa lega lalu menghampirinya.


‘’E’lo bikin kaget aja.’’Keluh Adel.


‘’Kenapa ke sini bukannya seharusnya e’lo pergi bersama


dengan kekasih lo untuk bersenang senang.’’Kata Adel sinis.


‘’Sedang apa kamu disini.’’ Davian bertanya lagi dia tidak menjawab


pertanyaan Adel dan mendudukkan diri di samping Adel.


‘’Tidak sedang apa apa,hanya tidak nyaman saja.’’Jawab Adel.


Setelah Adel menjawabnya tidak ada lagi pembicaraan di antara


mereka, hingga acara berakhir dan mereka kembali ke tenda untuk tidur karna


sudah tengah malam.


Adel dan Daniel menyewa tenda karna di sana tidak ada


penginapan dan rencananya juga mau langsung pulang tapi karna Daniel ingin


melihat pertujukan jadi mereka menginap.


Pagi harinya Adel bangun lebih pagi karna Semalam Adel tidak


bisa tidur dengan nyenyak,jadi dia terbangun pagi pagi sekali.


Adel terus berjalan merasakan angin sejuk menyapanya semakin


lama matanya  semakin memberat dia


mencari tempat duduk untuknya agar bisa memejamkan matanya yang sudah


mengantuk.


Setelah duduk Adel langsung tertidur di bangku yang semalam


dia dan Davian duduki.


Davian yang sedang jalan jalan pagi tak sengaja melihat Adel


yang tertidur di bangku,dia mendekati dan berdiri di depannya menundukan


wajahnya.


Cup~.


‘’Mmm.’’Adel melenguh kala Davian ******* bibir Adel,dia


merasa ketagihan dengan rasa bibir Adel.

__ADS_1


Di balik pohon seseorang terkejut ,matanya melotot dan


mulutnya terbuka lebar melihat apa yang di lakukan Davian pada Adel.


__ADS_2