
‘’Masih ingat rumah.’’Marisa bersedekap dada, melihat Davian
masuk ke dalam.
Davian memberitahu Marisa kalau dia akan pulang tapi dia
malah baru pulang dua hari kemudian.
‘’Kenapa tidak sekalian tinggal di sana.’’Kata Marisa marah.
‘’Hah.’’Davian menghela nafas,dia sudah menduga kalau mamanya
akan marah padanya.
‘’Maaf mah,Vian membantu Laura dulu jadi baru bisa pulang
sekarang.’’Jawab Davian.
Kemarin lusa saat dia akan pulang ,Laura datang meminta bantuan
pada Davian,sepupunya belum pulang saat berkemah di tempat Davian kerja.
Jadinya dia dan Satria membantu mencarinya.
‘’Laura lagi.’’Kata Marisa kesal mendengarnya.
‘’Kenapa kamu sangat perduli pada gadis itu?’’Tanya Marisa.
‘’Apa kamu menyukainya? ’’Tanyanya lagi.
‘’Sudah lah mah,Vian lelah dan Vian tidak menyukai Laura .’’Davian
melangkah meninggalkan Marisa.
‘’Mama belum selesai bicara ,Davian.’’Davian menghentikan langkahnya saat mendengar perkataan tegas
Marisa.
‘’Ada apa lagi sih mah,Vian benar benar lelah.’’Kata Davian.
‘’Apa Laura sebegitu berharganya sampai kamu kelelahan untuk
membantunya?’’Kata Marisa sinis.
‘’Mah , aku Laura itu cuma
teman ku.’’Kata Davian lelah.
‘’Kamu yakin hanya mengangapnya teman bukan kekasih .’’Tanya Marisa.
‘’Mama perhatikan Kamu memperlakukannya sangat baik dan tidak
seperti biasanya, acuk dan dingin .’’Lanjutnya.
‘’Sebenarnya apa yang mau mama katakan.’’Kata Davian.
‘’Yang mau mama katakan,kamu selalu mengacuhkan Adel tapi
kenapa kamu sangat baik dengan Laura.’’Kata Marisa
‘’Kamu tahukan kalau Adel itu menyukai mu,tak bisakah kamu
bersikap baik pada Adel juga.’’Lanjutnya.
‘’Jadi ini karna Adel.’’Kata Davian kesal.
‘’Vian tahu,kalau Adel menyukai ku dan karna itu aku bersikap
seperti itu padanya.’’Jawab Davian.
‘’Lalu kenapa kamu tidak bersikap sepeti itu pada Laura,dia
juga menyukai kamu tahu.’’Kata Marisa, membuat Davian terdiam.
‘’Karna sikap mu itu sekarang Adel memilih bersama laki –laki
lain.’’Tambahnya.
Deg
‘’Mah! Tolong hentikan mengurusi kehidupan asmara ku,aku
bukan boneka yang bisa mama kendalikan dan berhenti mencampuri urusan ku .’’Davian
melampiaskan kekesalnnya pada Marisa.
‘’Sudahlah mah Vian lelah.’’Davian pergi meninggalkan Marisa.
‘’Davian tunggu,bukan begitu maksud mama.’’Kata Marisa tapi
Davian tak menghentikan langkahnya.
‘’Mama tidak menganggap kamu boneka Davian.’’Kata Marisa
sedih.
‘’Mama hanya ingin kamu bahagia dan menurut mama Adel itu
bisa memberikan apa yang kamu harapkan dan melengkapi kekurangan kamu.’’Lanjutnya,setetes
air mata mengalir di pipinya.
Marisa segera menghapus air matanya saat melihat pegawai
rumahnya lewat.
‘’Aku tidak boleh bersedih.’’Kata Marisa.
‘’Huh…semangat Marisa! itu resiko punya anak yang tidak peka
__ADS_1
dengan urusan hati dan lebih mengandalkan otak. ’’Marisa mengusap usap dadanya.
‘’Kakak….kamu kapan datang?’’Daniel berlari kecil saat
melihat Davian.
‘’Baru saja.’’Jawab Davian datar.
‘’Kakak kenapa? Kusut begitu mukanya?’’Tanya Daniel melihat
wajah Davian yang kusut.
‘’Ah…..pasti di tegur mama yah! Gara gara kak Adel akhir
akhir ini jalan terus bersama kak Andreas.’’Tebak Daniel.
‘’Andreas.’’Gumam Davian.
Davian melangkah pergi meninggalkan Daniel tanpa menjawab pertanyaannya
masuk ke kamar dan menutup pintunya cukup keras.
Blam
‘’Ada apa dengan kak Davian?’’Kata Daniel heran.
‘’Apa yang mama katakan hingga kak Davian marah begitu.’’Kata
Daniel lalu mengangkat bahunya dan turun ke bawah.
Yang Daniel tidak tahu
adalah yang membuat Davian marah itu bukan perkataan mamanya tapi perkataannya .
‘’Uh…sial!’’Davian mengjatuhkan tubuhnya ke kasur.
‘’Kenapa jadi begini? Semuanya kacau semenjak dia tinggal
disini.’’Davian menutupi wajahnya.
‘’Hidupku jadi memusingkan begini.’’Lanjutnya.
‘’Sebenarnya berawal dari mana semuanya terjadi?’’ Davian
mengingat semua yang telah terjadi selama ini.
‘’Ah,yah surat! Benar Surat cinta yang Adel berikan pada ku
adalah awal aku berinteraksi dengannya. ’’Kata Davian.
‘’Dari sana ,hidupku mulai di repotkan olehnya.’’Lanjutnya
‘’Aku mulai melakukan semua hal yang tidak pernah terpikirkan
untuk ku lakukan.’’Kata Davian.
melupakan ku dan mencari pengganti ku.’’Davian terkejut dengan ucapannya
sendiri
‘’Tunggu..!’’Davian bangun.
‘’Kesal ? kenapa aku bisa kesal karna ucapannya?’’ Davian
memegani dahinya.
‘’Tidak….tidak….tidak…’’Davian berdiri dan berjalan bulak
balik.
‘’Itu tidak mungkin,iyah! Itu tidak mungkin,aku hanya… hanya
ingin mengerjainya, yah benar mengerainya. ’’Sangkal Davian.
‘’Ahh…Lebih baik aku mandi terus istirahat,jangan memikirkan
hal yang tidak penting.’’Kata Davian lalu mengambil handuk dan masuk ke kamar
mandi.
Setelah selesai Davian membaringkan tubuhnya di kasur dan
tertidur.
Adel yang sedang belajar di dalam kamar tidak tahu kalau
Davian sudah pulang. Dia memasang earphone agar lebih kosentrasi jadi dia tidak
mendengar pembicaraan Daniel dan Davian tadi.
‘’Uhg…pegalnya.’’Adel meregangkan otot ototnya.
‘’Astaga ….sudah waktunya makan malam.’’Jerit Adel saat
melihat jam.
Dia bergegas ke kamar mandi ,setelah 15 menit Adel keluar dan
segera berpakaian.
‘’Hu’uh aku terlambat membantu tante Marisa membuat makan
malam.’’Kata Adel saat keluar kamar.
‘’Eh! Davian ,kapan e’lo pulang?.’’Tanya Adel ketika Davian
keluar kamar.
Davian menatap Adel kesal lalu pergi begitu saja tanpa
__ADS_1
menjawab Adel.
‘’Kenapa dengan nya?’’Tanya Adel bingung,karna dia tidak
mengetahui perdebatan ibu dan anak tadi sore.
Adel turun menyusul Davian dan tak memperdulikan kelakuan
aneh Davian barusan karna sudah biasa.
…….
‘’Haa….huu…haaa…huuu.’’Adel terus menarik nafas dan
menghembuskannya berusaha menenangkan hatinya.
‘’Adel apa e’lo gugup?’’Tanya Lili.
‘’Iyah,bagaimana kalau nanti terjadi kesalahan?’’Tanya Adel
gelisah.
‘’Tenang,e’lo harus tenang! Ini makan permen biar
rileks.’’Tia membarikan permen pada Adel.
‘’Mm.’’Adel memakan permen.
‘’Adel kamu semangat ,aku yakin kamu pasti bisa.’’Kata Reno
memberi semangat pada Adel.
‘’Iyah e’lo pasti bisa melewati semua ini,tenang dan tarik
nafas yang dalam.’’Kata Rendy.
‘’Jangan khawatir kamu sudah berusaha dengan keras selama ini.
Jangan gugup dan tenanglah kami akan mendo’akan mu.’’Kata Andreas sambil
memegang bahu Adel.
‘’Atur nafas mu jangan tegang.’’Lanjutnya.
‘’Haa….huu…haa…huuu.’’Adel mengikuti perkataan Andreas.
‘’Tarik….hembuskan…tarik….hembuskan…’’Andreas memberi aba aba
pada Adel untuk menenangkan nya.
‘’Bisa hentikan drama kalian,Adel itu cuma akan melakukan
ujian bukan untuk melahirkan.’’Kata Davian kesal melihat kelakuan aneh mereka
semua.
Hari ini adalah hari ujian masuk keperawatan,teman teman Adel
datang untuk memberinya semangat dan Davian dia di paksa Marisa untuk mengantar
Adel ke tempat ujian.
‘’Hahaha…..’’Diki dan Fadli tertawa mendengar perkataan
Davian yang sebanarnya mereka juga jengah.
‘’Kalau Adel mau melahirkan terus siapa ayah dari
anaknya.’’Canda Fadli yang mendapat geplakan dari Tia.
‘’Aku/gue.’’Jawab Andreas,Reno dan Rendy serempak lalu saling
menatap tajam.
‘’Enak saja aku yang akan jadi ayahnya.’’Kata Reno.
‘’Tidak akan terjadi karna gue yang akan jadi ayahnya.’’Kata
Rendy tak mau kalah.
‘’Kalian terlalu percaya diri tentu saja aku
orangnya.’’Andreas pun tak mau kalah.
Mereka bertiga terus berdebat soal siapa yang akan menjadi
ayah dari anak Adel padahal Fadli hanya bercanda tadi.
‘’STOP…BERHENTI.’’Teriak Adel menghentikan perdebatan mereka
yang di tonton banyak orang.
‘’Kalian akan membuat mereka salah paham.’’Kata Adel yang
mendengar beberapa orang mulai bergosip ria.
‘’E’lo enggak ikutan Dav?’’Tanya Diki.
‘’Untuk apa gue ikutan.’’Kata Davian.
‘’Mau mereka bertengkar sampai berbusa atau pun saling pukul
sampai berdarah sekali pun,itu bukan urusan gue.’’Lanjutnya.
‘’Karna orang yang di sukai Adel adalah aku,jadi untuk apa
membuang buang waktu untuk bertengkar?’’Kata Davian,mereka menatap Davian.
‘’Ehh/Apaa!’’Mereka semua terkejut dengan ucapan Davian.
__ADS_1