Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
103


__ADS_3

‘’Masih ingat rumah.’’Marisa bersedekap dada, melihat Davian


masuk ke dalam.


Davian memberitahu Marisa kalau dia akan pulang tapi dia


malah baru pulang dua hari kemudian.


‘’Kenapa tidak sekalian tinggal di sana.’’Kata Marisa marah.


‘’Hah.’’Davian menghela nafas,dia sudah menduga kalau mamanya


akan marah padanya.


‘’Maaf mah,Vian membantu Laura dulu jadi baru bisa pulang


sekarang.’’Jawab Davian.


Kemarin lusa saat dia akan pulang ,Laura datang meminta bantuan


pada Davian,sepupunya belum pulang saat berkemah di tempat Davian kerja.


Jadinya dia dan Satria membantu mencarinya.


‘’Laura lagi.’’Kata Marisa kesal mendengarnya.


‘’Kenapa kamu sangat perduli pada gadis itu?’’Tanya Marisa.


‘’Apa kamu menyukainya? ’’Tanyanya lagi.


‘’Sudah lah mah,Vian lelah dan Vian tidak menyukai Laura .’’Davian


melangkah meninggalkan Marisa.


‘’Mama belum selesai bicara ,Davian.’’Davian menghentikan  langkahnya saat mendengar perkataan tegas


Marisa.


‘’Ada apa lagi sih mah,Vian benar benar lelah.’’Kata Davian.


‘’Apa Laura sebegitu berharganya sampai kamu kelelahan untuk


membantunya?’’Kata Marisa sinis.


‘’Mah , aku  Laura itu cuma


teman ku.’’Kata Davian lelah.


‘’Kamu yakin hanya mengangapnya teman  bukan kekasih .’’Tanya Marisa.


‘’Mama perhatikan Kamu memperlakukannya sangat baik dan tidak


seperti biasanya, acuk dan dingin .’’Lanjutnya.


‘’Sebenarnya apa yang mau mama katakan.’’Kata Davian.


‘’Yang mau mama katakan,kamu selalu mengacuhkan Adel tapi


kenapa kamu sangat baik dengan Laura.’’Kata Marisa


‘’Kamu tahukan kalau Adel itu menyukai mu,tak bisakah kamu


bersikap baik pada Adel juga.’’Lanjutnya.


‘’Jadi ini karna Adel.’’Kata Davian kesal.


‘’Vian tahu,kalau Adel menyukai ku dan karna itu aku bersikap


seperti itu padanya.’’Jawab Davian.


‘’Lalu kenapa kamu tidak bersikap sepeti itu pada Laura,dia


juga menyukai kamu tahu.’’Kata Marisa, membuat Davian terdiam.


‘’Karna sikap mu itu sekarang Adel memilih bersama laki –laki


lain.’’Tambahnya.


Deg


‘’Mah! Tolong hentikan mengurusi kehidupan asmara ku,aku


bukan boneka yang bisa mama kendalikan dan berhenti mencampuri urusan ku .’’Davian


melampiaskan kekesalnnya pada Marisa.


‘’Sudahlah mah Vian lelah.’’Davian pergi meninggalkan Marisa.


‘’Davian tunggu,bukan begitu maksud mama.’’Kata Marisa tapi


Davian tak menghentikan  langkahnya.


‘’Mama tidak menganggap kamu boneka Davian.’’Kata Marisa


sedih.


‘’Mama hanya ingin kamu bahagia dan menurut mama Adel itu


bisa memberikan apa yang kamu harapkan dan melengkapi kekurangan kamu.’’Lanjutnya,setetes


air mata mengalir di pipinya.


Marisa segera menghapus air matanya saat melihat pegawai


rumahnya lewat.


‘’Aku tidak boleh bersedih.’’Kata Marisa.


‘’Huh…semangat Marisa! itu resiko punya anak yang tidak peka

__ADS_1


dengan urusan hati dan lebih mengandalkan otak. ’’Marisa mengusap usap dadanya.


‘’Kakak….kamu kapan datang?’’Daniel berlari kecil saat


melihat Davian.


‘’Baru saja.’’Jawab Davian datar.


‘’Kakak kenapa? Kusut begitu mukanya?’’Tanya Daniel melihat


wajah Davian yang kusut.


‘’Ah…..pasti di tegur mama yah! Gara gara kak Adel akhir


akhir ini jalan terus bersama kak Andreas.’’Tebak Daniel.


‘’Andreas.’’Gumam Davian.


Davian melangkah pergi meninggalkan Daniel tanpa menjawab pertanyaannya


masuk ke kamar dan menutup pintunya cukup keras.


Blam


‘’Ada apa dengan kak Davian?’’Kata Daniel heran.


‘’Apa yang mama katakan hingga kak Davian marah begitu.’’Kata


Daniel lalu mengangkat bahunya dan turun ke bawah.


Yang  Daniel tidak tahu


adalah yang membuat Davian marah itu bukan perkataan mamanya tapi perkataannya .


‘’Uh…sial!’’Davian mengjatuhkan tubuhnya ke kasur.


‘’Kenapa jadi begini? Semuanya kacau semenjak dia tinggal


disini.’’Davian menutupi wajahnya.


‘’Hidupku jadi memusingkan begini.’’Lanjutnya.


‘’Sebenarnya berawal dari mana semuanya terjadi?’’ Davian


mengingat semua yang telah terjadi selama ini.


‘’Ah,yah surat! Benar Surat cinta yang Adel berikan pada ku


adalah awal aku berinteraksi dengannya. ’’Kata Davian.


‘’Dari sana ,hidupku mulai di repotkan olehnya.’’Lanjutnya


‘’Aku mulai melakukan semua hal yang tidak pernah terpikirkan


untuk ku lakukan.’’Kata Davian.


melupakan ku dan mencari pengganti ku.’’Davian terkejut dengan ucapannya


sendiri


‘’Tunggu..!’’Davian bangun.


‘’Kesal ? kenapa aku bisa kesal karna ucapannya?’’ Davian


memegani dahinya.


‘’Tidak….tidak….tidak…’’Davian berdiri dan berjalan bulak


balik.


‘’Itu tidak mungkin,iyah! Itu tidak mungkin,aku hanya… hanya


ingin mengerjainya, yah benar mengerainya. ’’Sangkal Davian.


‘’Ahh…Lebih baik aku mandi terus istirahat,jangan memikirkan


hal yang tidak penting.’’Kata Davian lalu mengambil handuk dan masuk ke kamar


mandi.


Setelah selesai Davian membaringkan tubuhnya di kasur dan


tertidur.


Adel yang sedang belajar di dalam kamar tidak tahu kalau


Davian sudah pulang. Dia memasang earphone agar lebih kosentrasi jadi dia tidak


mendengar pembicaraan Daniel dan Davian tadi.


‘’Uhg…pegalnya.’’Adel meregangkan otot ototnya.


‘’Astaga ….sudah waktunya makan malam.’’Jerit Adel saat


melihat jam.


Dia bergegas ke kamar mandi ,setelah 15 menit Adel keluar dan


segera berpakaian.


‘’Hu’uh aku terlambat membantu tante Marisa membuat makan


malam.’’Kata Adel saat keluar kamar.


‘’Eh! Davian ,kapan e’lo pulang?.’’Tanya Adel ketika Davian


keluar kamar.


Davian menatap Adel kesal lalu pergi begitu saja tanpa

__ADS_1


menjawab Adel.


‘’Kenapa dengan nya?’’Tanya Adel bingung,karna dia tidak


mengetahui perdebatan ibu dan anak tadi sore.


Adel turun menyusul Davian dan tak memperdulikan kelakuan


aneh Davian barusan karna sudah biasa.


…….


‘’Haa….huu…haaa…huuu.’’Adel terus menarik nafas dan


menghembuskannya berusaha menenangkan hatinya.


‘’Adel apa e’lo gugup?’’Tanya Lili.


‘’Iyah,bagaimana kalau nanti terjadi kesalahan?’’Tanya Adel


gelisah.


‘’Tenang,e’lo harus tenang! Ini makan permen biar


rileks.’’Tia membarikan permen pada Adel.


‘’Mm.’’Adel memakan permen.


‘’Adel kamu semangat ,aku yakin kamu pasti bisa.’’Kata Reno


memberi semangat pada Adel.


‘’Iyah e’lo pasti bisa melewati semua ini,tenang dan tarik


nafas yang dalam.’’Kata Rendy.


‘’Jangan khawatir kamu sudah berusaha dengan keras selama ini.


Jangan gugup dan tenanglah kami akan mendo’akan mu.’’Kata Andreas sambil


memegang bahu Adel.


‘’Atur nafas mu jangan tegang.’’Lanjutnya.


‘’Haa….huu…haa…huuu.’’Adel mengikuti perkataan Andreas.


‘’Tarik….hembuskan…tarik….hembuskan…’’Andreas memberi aba aba


pada Adel untuk menenangkan nya.


‘’Bisa hentikan drama kalian,Adel itu cuma akan melakukan


ujian bukan untuk melahirkan.’’Kata Davian kesal melihat kelakuan aneh mereka


semua.


Hari ini adalah hari ujian masuk keperawatan,teman teman Adel


datang untuk memberinya semangat dan Davian dia di paksa Marisa untuk mengantar


Adel ke tempat ujian.


‘’Hahaha…..’’Diki dan Fadli tertawa mendengar perkataan


Davian yang sebanarnya mereka juga jengah.


‘’Kalau Adel mau melahirkan terus siapa ayah dari


anaknya.’’Canda Fadli yang mendapat geplakan dari Tia.


‘’Aku/gue.’’Jawab Andreas,Reno dan Rendy serempak lalu saling


menatap tajam.


‘’Enak saja aku yang akan jadi ayahnya.’’Kata Reno.


‘’Tidak akan terjadi karna gue yang akan jadi ayahnya.’’Kata


Rendy tak mau kalah.


‘’Kalian terlalu percaya diri tentu saja aku


orangnya.’’Andreas pun tak mau kalah.


Mereka bertiga terus berdebat soal siapa yang akan menjadi


ayah dari anak Adel padahal Fadli hanya bercanda tadi.


‘’STOP…BERHENTI.’’Teriak Adel menghentikan perdebatan mereka


yang di tonton banyak orang.


‘’Kalian akan membuat mereka salah paham.’’Kata Adel yang


mendengar beberapa orang mulai bergosip ria.


‘’E’lo enggak ikutan Dav?’’Tanya Diki.


‘’Untuk apa gue ikutan.’’Kata Davian.


‘’Mau mereka bertengkar sampai berbusa atau pun saling pukul


sampai berdarah sekali pun,itu bukan urusan gue.’’Lanjutnya.


‘’Karna orang yang di sukai Adel adalah aku,jadi untuk apa


membuang buang waktu untuk bertengkar?’’Kata Davian,mereka menatap Davian.


‘’Ehh/Apaa!’’Mereka semua terkejut dengan ucapan Davian.

__ADS_1


__ADS_2