
Tiga hari berlalu setelah pertemuan Laura memberitahu kalau
dia sudah mengungkapkan perasaannya pada Davian, Adel menepis perkataan Laura
waktu itu meski Hatinya gelisah.
‘’Lalala~.’’
‘’Lalalaalaa’’
‘’Lalalalalalalah.’’
Kalau hanya makanan di
meja tak pernah engkau makan.
Kalau hanya kopi yang
ku suguhkan tak pernah kau minum.
Tapi jangan sampai kau
macam macamdi luaran rumah kau macam macam ….sayangng~
Awas …awas…awas…awas…
Satu kali kau salah
melangkah bibir mulai berdusta
Bilang tingkah laku mu
berubuh aku pasti curiga.
Jangan sampai ada bunga
yang baru di luaran rumah.
Aku takut sayang mu
terbagi aku takut rindu mu terbagi pada orang…pada orang lain.
Tak’an mau lelaki yang
di puja menduakan cinta.
Perasaan wanita tak
tega di puja di manja manja satu
cinta…satu cinta saja.
Cukup saja dua kursi
jangan tambah kursi lagi…..di luar rumah ini.
‘’Beuh ,gue kaya seorang istri yang
memperingatkan suaminya yang mau selingkuh aja,hehehe.’’Kata Adel seyara
tangannya tak henti mengaduk nasi di wajan.
Satu kali kau salah
melangkah bibir mulai berdusta.
Adel melanjutkan nyanyiannya walau terasa aneh kenapa dia
ingin bernyanyi seperti itu.
Bila tingkah laku mu
berubah aku pasti curiga.
Jangan sampai ada bunga
yang baru di luar rumah.
Aku takut sayang mu
terbagi aku takut rindu mu terbagi pada orang…pada orang lain.
Tak’an mau lelaki yang
di puja menduakan cinta.
Perasaan wanita tak
tega ingin di puja di manja manja satu cinta…satu cinta saja.
Cukup saja dua kursi
jangan tambah kursi lagi di luar rumah.
Adel menaruh nasi goreng di piring.
__ADS_1
Kalau hanya makanan di
meja tak pernah engkau makan.
Kalau hanya kopi yang
ku suguhkan tak pernah engkau minum.
Adel melanjutkan nyanyiannya sambil menata nasing goreng dan
kopi serta susu di meja makan.
Jangan sampai kau macam
macam di luaran rumah kau macam macam sayangg~
Awas …awas….awas….awas
Satu kali kau salah
melangkah bibir mulai berdusta.
Bila tingkah laku mu
berrubah aku pasti curiga..
‘’Wah,ada apa ini? Tumben anak ayah pagi pagi sudah nyanyi
dangdut.’’Kata Tomi lalu menarik kursi makan, duduk menatap Adel penuh tanya.
‘’Eh,ayah selamat pagi.’’Sapa Adel pipinya merona,malu
terciduk ayahnya.
‘’Baru saja Adel mau manggil untuk sarapan.’’Lanjutnya.
‘’Jadi kenapa nyanyi ‘dua kursi.’hm.’’Kata Tomi menggoda
Adel.
‘’Enggak apa apa,pengen aja emang enggak boleh.’’Tanya Adel.
‘’Boleh, cuman enggak cocok,kamu kan masih jomblo.’’Kata Tomi
‘’Terus yang lagu apa yang cocok dengan Adel apa.’’Kata Adel
sebal dikatai jomblo.
‘’Emm….plastik cinto.’’Jawab Tomi.
‘’Hahahahaha.’’Tomi tertawa karna berhasil membuat anaknya
kesal.
‘’Dah ah,Adel mau manggil Davian dan Daniel.’’Adel pergi meninggalkan
ayahnya yang sedang tertawa.
Adel yang melihat Davian turun dari tangga menghampirinya.
‘’Selamat pagi Davian ,Baru mau gue panggil.’’Kata Adel
tersenyum manis.
‘’Daniel nya mana kok belum turun.’’Tanya Adel.
Davian terus saja melangkah menghiraukan sapaan Adel.
‘’Kenapa e’lo jadi dingin lagi ke gue,Davian.’’Adel menatap
sendu punggung Davian pergi menuju pintu keluar.
‘’Eh tunggu,Davian kan belum sarapan kok malah mau berangkat
ke kantor sekarang.’’Kata Adel yang tersadar lalu menyusul Davian ke depan.
‘’Davian.’’Teriakan Adel membuat Davian tak jadi masuk
kedalam mobil. Davian hanya menatap datar Adel tanpa ada niat menjawab
panggilan Adel.
‘’Kamu mau berangkat ke kantor sekarang.’’Tanya Adel yang
tidak sadar menyebut ‘kamu’ bukan ‘e’lo’ ke Davian.
Davian mengangkat alisnya sebelah,heran mendengar Adel
menyubutnya ‘Kamu’ bukan ‘e’lo.
‘Tumben.’Pikirnya tapi ada rasa asing dan hangat di dadanya
‘’Enggak sarapan dulu.’’Kata Adel dengan nada cemas.
Davian masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan pekarangan
__ADS_1
rumahnya tanpa menjawab pertanyaan Adel.
Adel menatap sendu mobil Davian yang sudah tak terlihat lagi.
‘’Sebenarnya apa salah ku pada mu,Dav?’’Kata Adel sendu.
‘’Tabisakah kau menghargai ku walau kau tidak menyukai ku,aku
hanya khawatir kau sakit karna terlalu sibuk bekerja hingga lupa
makan.’’Lanjutnya.
Dia menghapus air matanya yang keluar,menghela nafas
menenangkan diri agar yang lain tidak mengetahuinya lalu masuk ke dalam.
‘’Eh,Daniel udah di sini.’’Tanya Adel ,saat melihat Daniel
sedang makan di meja makan.
‘’Hm.’’Daniel hanya berdehem dan ters memakan sarapannya.
‘’Maaf,lupa.’’Kata Adel merasa bersalah,dia tahu kalau Daniel
sedang marah padanya.
Tadi dia langsung ke ruang makan,dia lupa untuk memanggil
Daniel.
‘’Hm.’’Kata Daniel.
Tomi mengusap tangan Adel seraya tersenyum padanya menghibur
putrianya.Adel tersenyum kearah ayahnya mengatakan tidak apa apa.
‘’Em..Daniel,kamu tahu enggak Davian kenapa?’’Tanya Adel
Sejak tiga hari lalu sikap Davian dingin padanya bahkan dia
selalu sarapan dan mkan malam duluan seolah olah menghindarinya.
‘Astaga,aku jadi perihatin kalau seandainya mereka beneran
bisa nikah.’Pikir Daniel yang menatap Adel kasihan.
‘Bagaimana jadinya rumah tangga mereka,yang satu enggak peka
yang satunya lagi gengsian.’Lanjutnya.
‘’Enggak tahu.’’Jawab Daniel
Daniel menruh sendoknya di piring ,dia sudah selesai sarapan
lalu menyalami Tomi dan Adel berpamitan berangkat ke sekolah.
…..
Semetara Davian,wajahnya menggelap menahan gejolak hatinya. Dia
marah,sedih ,gelisah dan kecewa.
Dia marah pada dirinya karna membuat telah membuatnya
sedih,dia gelisah,setiap melihat wajahnya hati selalu ragu akan keputusan yang
dia ambil,sedih ,melihat dia memandangnya dengan sendu, kecewa karna di saat
dia menyadari pentingnya keberadaannya dia di haruskan memilih antara
kesejahtraan keluarganya atau cintanya.
‘’Tenang Davian,jangan biarkan hati e’lo goyah.’’Kata Davian
pada dirinya.
‘’Davian e’lo jangan berubah pikiran lagi,e’lo harus
melepaskan dia.’’Davian mencengram erat setir saat mengucapkan ‘melepaskan dia’.
‘’Hah,ini satu satunya cara agar dia tidak berharap terus
pada ku.’’Kata Davian.
‘’Kali ini biar gue saja yang merasakan sakit.’’Lanjutnya.
Mendekati ending cerita nih tapi saya malah jadi bingung mau
nulis apaan. Nyari inspirasi lewat novel lain eh malah kebablasan mau baca
terus ,bukan dapat ide malah penasaran lanjutan cerinya terus.
Jangan lupa vote,lake dan komen yah,terima kasih .
Maaf upnya enggak tentu hehehe.
__ADS_1