Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
83


__ADS_3

Setelah dari restoran Adel dan mendengar penjelasannya Lili


berpamitan pada Adel.


Dia sekarang sedang duduk di taman mendengarkan cerita Diki


setelah latihan.


‘’E’lo tahu ekspesi Davian setelah gue mengatakan itu?’’Kata


Diki.


‘’Itu bener benar menyeramkan seperti mau memakan orang  bulat bulat,hahahaha.’’Lanjut Diki tertawa


senang.


Diki menceritakan semua yang terjadi tadi saat istirahat


setelah latihan basket.


‘’E’lo gila Adel bisa ngamuk nanti.’’Balas Lili.


‘’Sebelum Adel yang ngamuk Reno yang bakal ngamuk


duluan.’’Kata Diki.


‘’Hah…kenapa e’lo ngebongkar tentang Adel dan Davian yang


tinggal bersama.’’Tanya Lili.


‘’Gue lagi pusing dengan permintaan nyokap karna itu gue


butuh penghibur dan dengan melihat ekspesi Davian yang tidak biasa dia tunjukan


membuat perasaan ku sedikit lega.’’Jawab Diki.


‘’E’lo aneh.’’Kata Lili sambil menatap aneh ke Diki.


‘’Jangan menatap gue begitu, nanti naksir lho.’’Diki mencolek


dagu Lili .


Lili menepis tangan Diki dia kembali mengambar lagi karna


tadi di ganggu Diki dengan ceritanya,karna penarasan dia pun menghentikan


tangannya.


Seperti biasa setiap sore mereka suka berada di taman dan


duduk di dekat pohon dengan beralas tikar.


Diki membantu Lili dengan komiknya dan karna itu mereka


selalu bersama dan lebih dekat tanpa mereka sadari ada benih benih cinta yang


tumbuh di antara mereka.


‘’Tadi e’lo bilang permintaan nyokap lo emang apaan?’’Tanya


Lili penasaran.


‘’Nyokap meminta gue pindah jurusan.’’Jawab Diki.


‘’Pindah jurusan !sekarang?terus ke jurusan mana?’’Tanya Lili


lagi.


‘’Hem,jurusan kedokteran.’’Jawab Diki.


‘’Oh….terus apa e’lo udah mengambil ke putusan?’’Tanya Lili.


‘’Hah…..entahlah.’’Jawab Diki nadanya sedikit sendu.


‘’Sebenarnya nyokap gue menyuruh untuk kuliah di UNI,tapi gue


lebih memilih di BIMA DARMA.’’Tambahnya.


‘’Terus bangaimana e’lo bisa kuliah di BIMA DARMA?’’Tanya


Lili.


‘’Tentu aja buat ke sepakatan dengan nyokap.’’Jawab Diki.


‘’Kenapa e’lo sampe segitunya memaksa kuliah di BIMA DARMA


sampai buat kesepakatan segala?’’Tanya Lili.


‘’Karna Gue pengen bebas untuk melakukan apa yang gue mau


tanpa di atur atur terus oleh nyokap.’’Kata Diki.


‘’Tapi seperti yang kita tahu di dunia ini tidak ada yang


gratis.’’Lanjutnya.


‘’Sebagai bayaran untuk ke egoisan gue ,di tahun ke dua gue


harus pindah kejurusan kedokteran dan harus mulai serius untuk jadi


dokter.’’Tambah Diki.


Lili mengusap tangan Diki memberinya kekuatan dan semangat


sambil tersenyum manis.


‘Gue enggak tahu di balik tingkah nyebelinnya  Diki ternyata dia  tertekan oleh pengaturan nyokapnnya.’Pikir

__ADS_1


Lili.


‘’Apa e’lo udah bicara sama bokap e’lo ,mungkin dia bisa


membantu lo.’’Kata Lili memberi saran.


‘’Percuma Li,apa pun perkataan nyokap gue itu eb=nggak bisa


di gangu gugat.’’Kata Diki.


‘’Jadi pendapat bokap atau pun gue tidak pernah di


dengarnya,nyokap selalu bilang tugas bokap cuman mencari nafkah  untuk gue dan nyokap doang, jadi urusan


pendidikan gue dan pengeruaran rumah menjadi tanggung jawabnya.’’Jelas Diki.


‘’Gue enggak tahu harus gimana Li,gue udah capek dan


sejujurnya muak juga ,rasa ingin kabur.’’Lanjut Diki sambil menatap langit.


‘’Gue enggak mau jadi burung dalam sangkar,gue pengen terbang


bebas kemana pun yang gue mau.’’Tambahnya.


‘’Sabar yah mungkin nyokap e’lo takut masa depan e’lo ancur


dan hidup e’lo sengsara.’’Kata Lili mencoba menenangkan.


‘’Terkadang yang munurut kita baik itu belum tentu baik


menurut orang tua kita begitu pun sebaliknya.’’Lanjut Lili.


‘’Tapi Li tidak semua orang memiliki kemauan dan pemikiran


yang sama. Setiap orang memiliki sikap dan sifat yang berbeda serta keinginan


yang berbeda pula.’’Kata Diki.


‘’Gue paham maksud e’lo,tapi terkadang orang tua memiliki


kecemasannya sendiri.’’Kata Lili.


‘’Kita juga enggak tahu akan seperti apa masa depan nanti.


Bukankah lebih baik kita mempersiapkan diri untuk orang yang kita sayangi nanti


agar anak dan orang yang kita cintai bisa bahagia dan tak kekurangan.’’Tambah


Lili.


‘’Iyah sih, apa yang e’lo bilang itu memang bener.’’Kata Diki


menatap Lili dengan tatapan yang sulit di artikan.


‘’Gue penasaran dengan penampilan e’lo kalau pake jubbah


putih?’’Kata Lili.


pingsan karna melihat lo.’’Lanjut Lili.


‘’Kata kata e’lo lebih tepat untuk Davian dari pada gue.’’


Diki terkekeh mendengarnya.


‘’Kata siapa e’lo juga keren kok enggak kalah sama Davian


.’’Kata Lili tulus, apa yang di katanya memang benar.


Diki memalingkan wajahnya yang merah seperti kepiting rebus


saat di puji Lili.


‘Oh astaga,ini kan bukan pertama kali gue mendengar hal


itu,kenapa pake malu segara tapi… saat Lili yang bilang rasanya kok beda yah!.’Pikir


Diki tersenyum.


Diki menatap Lili mengulurkan tangannya mengusap lembut pipi


Lili sambil tersenyum menawan yang bisa membuat para gadis pingsan karna


melihatnya.


Lili mundur saat melihat Diki bertingkah aneh menurutnya, dia


merasa merinding sedikit takut.


‘’E’lo beneran Diki kan.’’Tanya Lili memastikan.


‘’Menurut e’lo, siapa?setan!’’Kata Diki kesal karna acara


romantisannya gagal.


‘’Habis e’lo jadi aneh,kan gue jadi takut.’’Kata Lili.


‘’Hah.’’Diki menghela nafasnya lelah.


‘Baru kali ini gue mengarasa iri dengan Davian,yang bisa


berromantisan tanpa ganguan bahkan samapi mengambil ciuman Adel.’Batin Diki


kesal.


‘’Kenapa e’lo jadi kaya Adel yang meminta Davian untuk


menjadi dokter?’’Kata Diki mengalihkan suasana yang sudah kacau.

__ADS_1


‘’Hah.’’Lili bingung.


‘’Tunggu! Maksud lo Adel meminta Davian untuk menjadi


dokter!darimana e’lo tahu?’’Tanya Lili


‘’Davian yang bilang.’’Kata Diki,Lili merasa heran dengan


ucapan Diki rasanya tidak mungkin Davian mau medengarkan ucapan Adel.


‘’Apa?tidak percaya!.’’Kata Diki saat melihat raut wajah Lili


antara heran dan tak percaya.


‘’Sejujurnya tidak.’’Kata Lili.


‘’Bukan cuman e’lo yang enggak percaya gue sama anggota yang


lainnya juga tak percaya.’’Kata Diki.


‘’Gue juga binggung sebenarnya hubungan Davian dan Adel itu


bagaimana.’’Lanjutnya.


‘’Maksudnya ?’’Tanya Lili bingung.


‘’Sebenarnya Davian itu tertarik pada Adel tapi dia bingung dengan


perasaannya itu beneran rasa tertarik karna suka atau cuman sekedar tertarik


sesaat seperti menemukan hal menarik saja.’’Jelas Diki.


‘’Davian tidak mau menyakiti dan memberi harapan palsu untuk


Adel jadi dia bersikapnya acuh padanya.’’Lanjutnya.


‘’E’lo jangan bilang –bilang pada Adel takutnya nanti membuat


Adel berharap terlalu tinggi.’’Tambah Diki.


‘’Iyah gue tahu,mana mungkin gue menjerumuskan teman gue


sendiri ke jurang.’’Jawab Lili.


‘Ternyata tidak enak yah jadi jenius terlalu banyak pake otak


hingga tak yakin dengan suara hatinya sendiri.’Batin Lili.


‘’Terus e’lo jadi pindah ke jurusan kedokteran.’’Tanya Lili.


‘’Yah,gue enggak punya pilihankan.’’Jawab Diki dan


membaringkan tubuhnya sambil melihat awan.


‘’Sebenarnya gue enggak yakin kalau e’lo itu tertekan oleh


perintah nyokap lo.’’kata Lili saat melihat betapa santainya Diki.


‘’Mood e’lo itu mudah berubah dari sendu ke ngeselin lalu


terlihat santai.’’Lanjutnya.


‘’Hahaha,anggap saja ini berkat adanya Reno dan Davian yang


bisa gue jahili jadi gue enggak jadi stress gara gara frustari dengan kekangan


nyokap.’’Kata Diki.


‘’Yah meski Reno lebih banyak menghibur  dari pada Davian tapi menggoda Davian punya


sensasi yang berbeda terlebih setelah kita kuliah.’’Tambah Diki.


‘’Jika di pikir lagi gue merasa seperti sedang mengerjakan


penelitian tentang ekspresi dan raut wajah yang bisa di tampilkan Davian  dari pada di sebut berteman.’’Lanjut Diki.


‘’Apa gue jadi  spikolog


aja yah? Kan spikolog juga dokter.’’Tanya Diki lalu menyampingkan tubuhnya


menghadap Lili.


Lili membereskan tablet dan beberapa cemilan memasukannya ke


tas lalu pergi meninggalkan Diki.


‘’Eh, mau kemana?’’Tanya Diki melihat Lili kabur.


‘’Pulang, gue makin takut .’’Teriak Lili.


‘’ Besok aja gue berikan gambarnya ke e’lo.’’Lanjutnya.


Melihat Lili pergi Diki bangun dan memrapikan tikarnya lalu


menyimpannya di tempat biasa mereka menyimpannya lalu dia juga pulang.


Davian duduk di jendela kamarnya yang sengaja di buka, dia


masih kesal dengan kelakuan Diki tadi sore di tempat latihan karna membongkar


rahasianya dan Adel.


Hingga mendapatkan tatapan penasaran dari mereka bahkan dua


di antara mereka  menatap dengan


tatapan  membunuh.

__ADS_1


‘’Diki sialan.’’Kata Davian kesal.


‘’Awas saja e’lo besok.’’Lanjutnya.


__ADS_2