
Setelah dari restoran Adel dan mendengar penjelasannya Lili
berpamitan pada Adel.
Dia sekarang sedang duduk di taman mendengarkan cerita Diki
setelah latihan.
‘’E’lo tahu ekspesi Davian setelah gue mengatakan itu?’’Kata
Diki.
‘’Itu bener benar menyeramkan seperti mau memakan orang bulat bulat,hahahaha.’’Lanjut Diki tertawa
senang.
Diki menceritakan semua yang terjadi tadi saat istirahat
setelah latihan basket.
‘’E’lo gila Adel bisa ngamuk nanti.’’Balas Lili.
‘’Sebelum Adel yang ngamuk Reno yang bakal ngamuk
duluan.’’Kata Diki.
‘’Hah…kenapa e’lo ngebongkar tentang Adel dan Davian yang
tinggal bersama.’’Tanya Lili.
‘’Gue lagi pusing dengan permintaan nyokap karna itu gue
butuh penghibur dan dengan melihat ekspesi Davian yang tidak biasa dia tunjukan
membuat perasaan ku sedikit lega.’’Jawab Diki.
‘’E’lo aneh.’’Kata Lili sambil menatap aneh ke Diki.
‘’Jangan menatap gue begitu, nanti naksir lho.’’Diki mencolek
dagu Lili .
Lili menepis tangan Diki dia kembali mengambar lagi karna
tadi di ganggu Diki dengan ceritanya,karna penarasan dia pun menghentikan
tangannya.
Seperti biasa setiap sore mereka suka berada di taman dan
duduk di dekat pohon dengan beralas tikar.
Diki membantu Lili dengan komiknya dan karna itu mereka
selalu bersama dan lebih dekat tanpa mereka sadari ada benih benih cinta yang
tumbuh di antara mereka.
‘’Tadi e’lo bilang permintaan nyokap lo emang apaan?’’Tanya
Lili penasaran.
‘’Nyokap meminta gue pindah jurusan.’’Jawab Diki.
‘’Pindah jurusan !sekarang?terus ke jurusan mana?’’Tanya Lili
lagi.
‘’Hem,jurusan kedokteran.’’Jawab Diki.
‘’Oh….terus apa e’lo udah mengambil ke putusan?’’Tanya Lili.
‘’Hah…..entahlah.’’Jawab Diki nadanya sedikit sendu.
‘’Sebenarnya nyokap gue menyuruh untuk kuliah di UNI,tapi gue
lebih memilih di BIMA DARMA.’’Tambahnya.
‘’Terus bangaimana e’lo bisa kuliah di BIMA DARMA?’’Tanya
Lili.
‘’Tentu aja buat ke sepakatan dengan nyokap.’’Jawab Diki.
‘’Kenapa e’lo sampe segitunya memaksa kuliah di BIMA DARMA
sampai buat kesepakatan segala?’’Tanya Lili.
‘’Karna Gue pengen bebas untuk melakukan apa yang gue mau
tanpa di atur atur terus oleh nyokap.’’Kata Diki.
‘’Tapi seperti yang kita tahu di dunia ini tidak ada yang
gratis.’’Lanjutnya.
‘’Sebagai bayaran untuk ke egoisan gue ,di tahun ke dua gue
harus pindah kejurusan kedokteran dan harus mulai serius untuk jadi
dokter.’’Tambah Diki.
Lili mengusap tangan Diki memberinya kekuatan dan semangat
sambil tersenyum manis.
‘Gue enggak tahu di balik tingkah nyebelinnya Diki ternyata dia tertekan oleh pengaturan nyokapnnya.’Pikir
__ADS_1
Lili.
‘’Apa e’lo udah bicara sama bokap e’lo ,mungkin dia bisa
membantu lo.’’Kata Lili memberi saran.
‘’Percuma Li,apa pun perkataan nyokap gue itu eb=nggak bisa
di gangu gugat.’’Kata Diki.
‘’Jadi pendapat bokap atau pun gue tidak pernah di
dengarnya,nyokap selalu bilang tugas bokap cuman mencari nafkah untuk gue dan nyokap doang, jadi urusan
pendidikan gue dan pengeruaran rumah menjadi tanggung jawabnya.’’Jelas Diki.
‘’Gue enggak tahu harus gimana Li,gue udah capek dan
sejujurnya muak juga ,rasa ingin kabur.’’Lanjut Diki sambil menatap langit.
‘’Gue enggak mau jadi burung dalam sangkar,gue pengen terbang
bebas kemana pun yang gue mau.’’Tambahnya.
‘’Sabar yah mungkin nyokap e’lo takut masa depan e’lo ancur
dan hidup e’lo sengsara.’’Kata Lili mencoba menenangkan.
‘’Terkadang yang munurut kita baik itu belum tentu baik
menurut orang tua kita begitu pun sebaliknya.’’Lanjut Lili.
‘’Tapi Li tidak semua orang memiliki kemauan dan pemikiran
yang sama. Setiap orang memiliki sikap dan sifat yang berbeda serta keinginan
yang berbeda pula.’’Kata Diki.
‘’Gue paham maksud e’lo,tapi terkadang orang tua memiliki
kecemasannya sendiri.’’Kata Lili.
‘’Kita juga enggak tahu akan seperti apa masa depan nanti.
Bukankah lebih baik kita mempersiapkan diri untuk orang yang kita sayangi nanti
agar anak dan orang yang kita cintai bisa bahagia dan tak kekurangan.’’Tambah
Lili.
‘’Iyah sih, apa yang e’lo bilang itu memang bener.’’Kata Diki
menatap Lili dengan tatapan yang sulit di artikan.
‘’Gue penasaran dengan penampilan e’lo kalau pake jubbah
putih?’’Kata Lili.
pingsan karna melihat lo.’’Lanjut Lili.
‘’Kata kata e’lo lebih tepat untuk Davian dari pada gue.’’
Diki terkekeh mendengarnya.
‘’Kata siapa e’lo juga keren kok enggak kalah sama Davian
.’’Kata Lili tulus, apa yang di katanya memang benar.
Diki memalingkan wajahnya yang merah seperti kepiting rebus
saat di puji Lili.
‘Oh astaga,ini kan bukan pertama kali gue mendengar hal
itu,kenapa pake malu segara tapi… saat Lili yang bilang rasanya kok beda yah!.’Pikir
Diki tersenyum.
Diki menatap Lili mengulurkan tangannya mengusap lembut pipi
Lili sambil tersenyum menawan yang bisa membuat para gadis pingsan karna
melihatnya.
Lili mundur saat melihat Diki bertingkah aneh menurutnya, dia
merasa merinding sedikit takut.
‘’E’lo beneran Diki kan.’’Tanya Lili memastikan.
‘’Menurut e’lo, siapa?setan!’’Kata Diki kesal karna acara
romantisannya gagal.
‘’Habis e’lo jadi aneh,kan gue jadi takut.’’Kata Lili.
‘’Hah.’’Diki menghela nafasnya lelah.
‘Baru kali ini gue mengarasa iri dengan Davian,yang bisa
berromantisan tanpa ganguan bahkan samapi mengambil ciuman Adel.’Batin Diki
kesal.
‘’Kenapa e’lo jadi kaya Adel yang meminta Davian untuk
menjadi dokter?’’Kata Diki mengalihkan suasana yang sudah kacau.
__ADS_1
‘’Hah.’’Lili bingung.
‘’Tunggu! Maksud lo Adel meminta Davian untuk menjadi
dokter!darimana e’lo tahu?’’Tanya Lili
‘’Davian yang bilang.’’Kata Diki,Lili merasa heran dengan
ucapan Diki rasanya tidak mungkin Davian mau medengarkan ucapan Adel.
‘’Apa?tidak percaya!.’’Kata Diki saat melihat raut wajah Lili
antara heran dan tak percaya.
‘’Sejujurnya tidak.’’Kata Lili.
‘’Bukan cuman e’lo yang enggak percaya gue sama anggota yang
lainnya juga tak percaya.’’Kata Diki.
‘’Gue juga binggung sebenarnya hubungan Davian dan Adel itu
bagaimana.’’Lanjutnya.
‘’Maksudnya ?’’Tanya Lili bingung.
‘’Sebenarnya Davian itu tertarik pada Adel tapi dia bingung dengan
perasaannya itu beneran rasa tertarik karna suka atau cuman sekedar tertarik
sesaat seperti menemukan hal menarik saja.’’Jelas Diki.
‘’Davian tidak mau menyakiti dan memberi harapan palsu untuk
Adel jadi dia bersikapnya acuh padanya.’’Lanjutnya.
‘’E’lo jangan bilang –bilang pada Adel takutnya nanti membuat
Adel berharap terlalu tinggi.’’Tambah Diki.
‘’Iyah gue tahu,mana mungkin gue menjerumuskan teman gue
sendiri ke jurang.’’Jawab Lili.
‘Ternyata tidak enak yah jadi jenius terlalu banyak pake otak
hingga tak yakin dengan suara hatinya sendiri.’Batin Lili.
‘’Terus e’lo jadi pindah ke jurusan kedokteran.’’Tanya Lili.
‘’Yah,gue enggak punya pilihankan.’’Jawab Diki dan
membaringkan tubuhnya sambil melihat awan.
‘’Sebenarnya gue enggak yakin kalau e’lo itu tertekan oleh
perintah nyokap lo.’’kata Lili saat melihat betapa santainya Diki.
‘’Mood e’lo itu mudah berubah dari sendu ke ngeselin lalu
terlihat santai.’’Lanjutnya.
‘’Hahaha,anggap saja ini berkat adanya Reno dan Davian yang
bisa gue jahili jadi gue enggak jadi stress gara gara frustari dengan kekangan
nyokap.’’Kata Diki.
‘’Yah meski Reno lebih banyak menghibur dari pada Davian tapi menggoda Davian punya
sensasi yang berbeda terlebih setelah kita kuliah.’’Tambah Diki.
‘’Jika di pikir lagi gue merasa seperti sedang mengerjakan
penelitian tentang ekspresi dan raut wajah yang bisa di tampilkan Davian dari pada di sebut berteman.’’Lanjut Diki.
‘’Apa gue jadi spikolog
aja yah? Kan spikolog juga dokter.’’Tanya Diki lalu menyampingkan tubuhnya
menghadap Lili.
Lili membereskan tablet dan beberapa cemilan memasukannya ke
tas lalu pergi meninggalkan Diki.
‘’Eh, mau kemana?’’Tanya Diki melihat Lili kabur.
‘’Pulang, gue makin takut .’’Teriak Lili.
‘’ Besok aja gue berikan gambarnya ke e’lo.’’Lanjutnya.
Melihat Lili pergi Diki bangun dan memrapikan tikarnya lalu
menyimpannya di tempat biasa mereka menyimpannya lalu dia juga pulang.
Davian duduk di jendela kamarnya yang sengaja di buka, dia
masih kesal dengan kelakuan Diki tadi sore di tempat latihan karna membongkar
rahasianya dan Adel.
Hingga mendapatkan tatapan penasaran dari mereka bahkan dua
di antara mereka menatap dengan
tatapan membunuh.
__ADS_1
‘’Diki sialan.’’Kata Davian kesal.
‘’Awas saja e’lo besok.’’Lanjutnya.