
Marselo datang ke WJ Compeny untuk membicarakan soal
pembatalan perjodohan Davian dan Reina.
‘’Jadi ada apa gerangan tuan Marselo datang ke kantor ku.’’Kata
Dirga sinis.
Sebenarnya dia sudah tahu maksud serta tujuan Marselo datang
ke kantornya. Reina sudah memberitahunya kalau Davian sudah membatalkan
perjodohan di antara mereka.
Sejujurnya dia sangat kecewa dan menyayangkan akan ke putusan
Davian,karna dia sudah menyukai pria jenius itu dan sangat berharap
menjadikannya menatu,dia bahkan sudah membayangkan akan sepintar apa anak anak
dari meraka berdua.
Tapi setidaknya dia menghargai keputusan Davian itu, dengan
demikian anak perempuan satu satunya tidak akan melewati cinta yang sepihak
dalam bahtera rumah tangganya,lebih baik sekarang dia sakit hati dari pada
nanti itu akan semakin sakit seiring dengan bertambah dalamnya cintanya.
‘’Saya meminta maaf atas tindakan kekanak kanankan putra
sulung saya.’’Kata Marselo sambil menundukan kepalanya sedikit.
‘’Karna ketidak mampuan saya dia telah bertindah ceroboh dan
telah merugikan anda dan nona Reina,sekali lagi saya mohon maaf.’’Lanjutnya.
‘’Kita tidak perlu berbasa basi lagi,karna perjodohan ini
batal maka aku akan menarik kembali investasi ku yang ku tanam.’’Kata Dirga
kecewa.
‘’Saya tahu anda dan nona Reina kecewa,untuk itu kami
sekeluarga mohon maaf…tapi..’’Kata Marselo menjeda ucapannya
‘’Tolong anda pertimbangkan lagi….game yang kami buat itu
sangat berbeda dan menarik dan anda pun tertarik dan menyukainya.’’ Lanjut Marselo.
‘’Aku bukan orang yang sebaik itu,tuan Marselo.’’Kata Dirga.
‘’Terutama menyangkut putri ku.’’Lanjutnya.
‘’Aku mungkin tertarik dengan game ini tapi coba kau pikirkan,
bagaimana bisa aku meraup uang dengan sesuatu yang berkaitan dengan apa yang
membuat putri ku patah hati? Menurut mu apa aku bisa di sebut seorang ayah?’’Kata
Dirga tegas.
‘’Sementara putri ku bersedih karna di tinggal calon
tunangannya aku malah menghitung keuntungan yang ku dapat dengan tukaran putri
ku yang patah hati.’’Kata Dirga dramatis.
‘’Jangan bercanda.’’Katanya datar.
‘’Bukan begitu maksud sa….’’ Ucapan Marselo terpotong karna
suara ketikanpintu.
Tok….tok…tok…..
‘’Permisi pak,ada tamu yang ingin bertemu dengan anda.’’Kata
Seketaris Dirga setelah membuka pintu.
Davian masuk ke dalam ruangan lalu menunduk memberi hormat
pada Dirga dan papanya.
‘’Davian.’’Kata Marselo terkejut dengan kedatangan anaknya.
Bagaimana tidak terkejut? Dia meminta anaknya untuk tetap
mengurus peluncuran game dan membiarkan dia yang mengurus soal permasalahan
__ADS_1
antara pak Dirga namun sekarang anaknya malah ada di kantor direktur WJ Compeny.
‘’Bagus sekali apa kau datang ke sini untuk meminta hukuman
mu, karna telah menyakiti putri ku.’’Kata Dirga sinis.
‘’Davian kenapa kamu ke sini? Papa kan sudah bilang biar papa
saja yang mengurusnya.’’Kata Marselo khawatir.
‘’Mohon maaf ,tapi saya datang ke sini untuk berbisnis dan
soal putri anda..’’Kata Davian yang tidak menjawab pertanyaan papa nya dan
memilih menjawab tertanyaan Dirga.
‘’Apa!’’Dirga terkejut dengan sikap Davian begitu pun
Marselo.
‘’Davian.’’Kata Marselo yang tak habis pikir dengan tindakan
putranya yang malah menyiram bensin pada api yang menyala.
‘’Kami berdua sudah membahasnya dan menyelesaikannya dan
menurut saya itu lebih baik dari pada nanti dia tambah terluka dengan kenyataan
yang ada nantinya.’’Lanjut nya tegas.
‘’Jadi maksud mu karna karna kamu sudah meminta maaf pada
putri ku ,kamu berpikir saya masih akan berinvestasi pada perusahan mu,begitu!.’’Kata
Dirga.
‘’Iya,karna Reina memiliki kesamaan dengan saya jadi bisa
menjamin kalau dia juga tidak akan terlalu larut dalam emosi dan bisa
memisahkan antara perasaan pribadi dan yang lain.’’Jawab Davian.
‘’Kalau kalian memiliki kesamaan kenapa kau menolak putri ku
menjadi pendamping mu.’’Tanya Dirga memastikan.
‘’Itu yang saya takutkan.’’Jawab Davian.
‘’Maksud mu?’’Tanya Dirga.
monoton dan hubungan kami akan seperti rekan kerja saja.’’Jawab Davian.
‘’Itu bukan hanya akan membuat saya tidak bahagian tapi Reina
juga.’’Lanjutnya.
‘’Dan seperti yang saya bilang tadi saya ke sini ingin
berbisnis dengan anda.’’Kata Davian mengalihkan topic , dia tidak ingin terus
menerus di pojokan Dirga dengan pertanyaan yang bisa menjebaknya.
‘’Jika anda tak ingin tertarik lagi pada game kami,kami bisa
menjualnya pada perusahaan lain.’’Kata Davian.
‘’Terlebih mereka juga sudah menghubungi kami dan bersedia
menjadi investor bagi kami,tapi mengingat hubungan kita dulu saya mendahulukan
anda.’’Lanjutnya.
‘’Apa kau sedang mengancam ku?’’Kata Dirga dingin.
‘’Tidak! Saya hanya menyampaikan apa yang terjadi.’’Jawab
Davian dengan tenang.
‘’Hah….baiklah aku mengaku kalah.’’Kata Dirga melambaikan
tangan.
lagi pula dia juga bukan tipe orang yang mencampur adukan antara bisnis dan masalah pribadi,menurutnya bisnis ya bisnis,dia hanya ingin memastikan apa yang dia dan Reina bicarakan semalam itu benar apa tidak dan ternya benar apa yang di katakan Reina kalau Davian itu sungguh sungguh mencintai perempuan bernama Adel.
''Tadinya aku akan menggunakan ini untuk merubah pikiran mu,tapi tidak ku sangka kalau kau tetap teguh dengan pilihan mu itu.''Lanjutnya.
‘’Ini kontrak yang kau ingin kan.’’Dirga mengeluarkan surat
kontrak.
‘’Terima kasih.’’Kata Davian tersenyum lega.
__ADS_1
‘’Sudah lah,aku tidak butuh ucapan terima kasih mu yang aku
butuhkan kau melipat ganda kan setiap uang yang ku berikan pada mu.’’Kata
Dirga.
‘’Pasti.’’Kata Davian yakin.
Marselo yang dari tadi mendengarkan menhela nafas lega dan
bersyukur ,setelah menandangi kontrak mereka pergi meninggalkan WJ Compeny.
Marselo menepuk punggung Davian bangga dengan apa yang Davian
lakukan .
…….
‘’Apa semuanya berjalan lancar?’’Tanya Adel sambil meletakan
secangkir kopi dan cemilan di meja pada Davian.
‘’Ku dengar dari tante Marisa kalau kamu datang ke WJ Compeny menyusul om Marselo.’’Lanjutnya.
‘’Iya,semuanya sudah selesai.’’Davian menutup buka yang dia baca
lalu mengangkat cangkir kopi lalu menyerutnya dan meletakannya kembali.
Davian tersenyum senang,menarik tangan Adel membuatnya duduk
di pangkuan Davian.
‘’Aku hanya perlu memberi keuntungan berlipat dengan game
game selanjutnya yang ku buat nanti.’’Davian memeluk pinggang Adel dan
menghirup aroma tubuh Adel yang membuatnya merasa tenang.Sesuatu yang dia
butuhkan.
Adel tersentak kaget ,dia berusaha menenangkan detak
jantungnya yang berdisko karna ulah Davian yang tiba tiba menariknya.
‘Aduh jantung ku masih aman enggak nih yah.’Batin Adel was was.
‘Semoga saja jantung ku tetap aman dengan semua tindakan
Davian yang berbeda.’Lanjutnya.
‘’Tunggu..’’Kata Adel yang sudah tersadar dengan tindakan
tiba tiba Davian.
‘’itu berarti kamu akan tetap bekerja di kantor dong.’’Kata
Adel.
‘’iya,sambil belajar mengurus perusahaan.’’Jawab Davian.
‘’Bukannya kamu bilang tak ingin meneruskan perusahaan dan
juga bagaimana dengan kuliah mu dan keinginan mu juga?’’Kata Adel,dia pikir
dengan beresnya soal masalah perusahaan Davian bisa kembali mengejar mimpi yang
dia ingin kan,dia jadi merasa bersalah pada Davian.
‘’Aku bisa kuliah sambil bekerja dan aku sepertinya aku
berubah pikiran.’’Davian tersenyum menenangkan Adel dari rasa bersalahnya.
‘’Dari pada mencemaskan dan memikirkan masa depan ku,bukannya
kamu harus memikirkan soal apa yang akan kamu lakukan ke depannya.’’Kata
Davian.
‘’Apa kamu tidak mau meneruskan kuliah mu yang tertunda?’’Tanya
Davian.
‘’Kuliah yah.’’Kata Adel kikuk.
‘’Aku belum mikirkannya.’’ Adel menyengir bodoh.
Adel menggaruk pipinya yang tak gatal melihat Davian
menatapnya datar menusuk.
‘Apa lagi salah ku kali ini?’Jerit Adel dalam hati.
__ADS_1
‘’Jika kalian ingin bermesraan lakukan itu di dalam kamar.’’
Adel dan Davian sontak berbalik mendengar ada suara yang menegur mereka.