Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
134


__ADS_3

Marselo datang ke WJ Compeny untuk membicarakan soal


pembatalan perjodohan Davian dan Reina.


‘’Jadi ada apa gerangan tuan Marselo datang ke kantor ku.’’Kata


Dirga sinis.


Sebenarnya dia sudah tahu maksud serta tujuan Marselo datang


ke kantornya. Reina sudah memberitahunya kalau Davian sudah membatalkan


perjodohan di antara mereka.


Sejujurnya dia sangat kecewa dan menyayangkan akan ke putusan


Davian,karna dia sudah menyukai pria jenius itu dan sangat berharap


menjadikannya menatu,dia bahkan sudah membayangkan akan sepintar apa anak anak


dari meraka berdua.


Tapi setidaknya dia menghargai keputusan Davian itu, dengan


demikian anak perempuan satu satunya tidak akan melewati cinta yang sepihak


dalam bahtera rumah tangganya,lebih baik sekarang dia sakit hati dari pada


nanti itu akan semakin sakit seiring dengan bertambah dalamnya cintanya.


‘’Saya meminta maaf atas tindakan kekanak kanankan putra


sulung saya.’’Kata Marselo sambil menundukan kepalanya sedikit.


‘’Karna ketidak mampuan saya dia telah bertindah ceroboh dan


telah merugikan anda dan nona Reina,sekali lagi saya mohon maaf.’’Lanjutnya.


‘’Kita tidak perlu berbasa basi lagi,karna perjodohan ini


batal maka aku akan menarik kembali investasi ku yang ku tanam.’’Kata Dirga


kecewa.


‘’Saya tahu anda dan nona Reina kecewa,untuk itu kami


sekeluarga mohon maaf…tapi..’’Kata Marselo menjeda ucapannya


‘’Tolong anda pertimbangkan lagi….game yang kami buat itu


sangat berbeda dan menarik dan anda pun tertarik dan menyukainya.’’ Lanjut Marselo.


‘’Aku bukan orang yang sebaik itu,tuan Marselo.’’Kata Dirga.


‘’Terutama menyangkut putri ku.’’Lanjutnya.


‘’Aku mungkin tertarik dengan game ini tapi coba kau pikirkan,


bagaimana bisa aku meraup uang dengan sesuatu yang berkaitan dengan apa yang


membuat putri ku patah hati? Menurut mu apa aku bisa di sebut seorang ayah?’’Kata


Dirga tegas.


‘’Sementara putri ku bersedih karna di tinggal calon


tunangannya aku malah menghitung keuntungan yang ku dapat dengan tukaran putri


ku yang patah hati.’’Kata Dirga dramatis.


‘’Jangan bercanda.’’Katanya datar.


‘’Bukan begitu maksud sa….’’ Ucapan Marselo terpotong karna


suara ketikanpintu.


Tok….tok…tok…..


‘’Permisi pak,ada tamu yang ingin bertemu dengan anda.’’Kata


Seketaris Dirga setelah membuka pintu.


Davian masuk ke dalam ruangan lalu menunduk memberi hormat


pada Dirga dan papanya.


‘’Davian.’’Kata Marselo terkejut dengan kedatangan anaknya.


Bagaimana tidak terkejut? Dia meminta anaknya untuk tetap


mengurus peluncuran game dan membiarkan dia yang mengurus soal permasalahan

__ADS_1


antara pak Dirga namun sekarang anaknya malah ada di kantor direktur WJ Compeny.


‘’Bagus sekali apa kau datang ke sini untuk meminta hukuman


mu, karna telah menyakiti putri ku.’’Kata Dirga sinis.


‘’Davian kenapa kamu ke sini? Papa kan sudah bilang biar papa


saja yang mengurusnya.’’Kata Marselo khawatir.


‘’Mohon maaf ,tapi saya datang ke sini untuk berbisnis dan


soal putri anda..’’Kata Davian yang tidak menjawab pertanyaan papa nya dan


memilih menjawab tertanyaan Dirga.


‘’Apa!’’Dirga terkejut dengan sikap Davian begitu pun


Marselo.


‘’Davian.’’Kata Marselo yang tak habis pikir dengan tindakan


putranya yang malah menyiram bensin pada api yang menyala.


‘’Kami berdua sudah membahasnya dan menyelesaikannya dan


menurut saya itu lebih baik dari pada nanti dia tambah terluka dengan kenyataan


yang ada nantinya.’’Lanjut nya tegas.


‘’Jadi maksud mu karna karna kamu sudah meminta maaf pada


putri ku ,kamu berpikir saya masih akan berinvestasi pada perusahan mu,begitu!.’’Kata


Dirga.


‘’Iya,karna Reina memiliki kesamaan dengan saya jadi bisa


menjamin kalau dia juga tidak akan terlalu larut dalam emosi dan bisa


memisahkan antara perasaan pribadi dan yang lain.’’Jawab Davian.


‘’Kalau kalian memiliki kesamaan kenapa kau menolak putri ku


menjadi pendamping mu.’’Tanya Dirga memastikan.


‘’Itu yang saya takutkan.’’Jawab Davian.


‘’Maksud mu?’’Tanya Dirga.


monoton dan hubungan kami akan seperti rekan kerja saja.’’Jawab Davian.


‘’Itu bukan hanya akan membuat saya tidak bahagian tapi Reina


juga.’’Lanjutnya.


‘’Dan seperti yang saya bilang tadi saya ke sini ingin


berbisnis dengan anda.’’Kata Davian mengalihkan topic , dia tidak ingin terus


menerus di pojokan Dirga dengan pertanyaan yang bisa menjebaknya.


‘’Jika anda tak ingin tertarik lagi pada game kami,kami bisa


menjualnya pada perusahaan lain.’’Kata Davian.


‘’Terlebih mereka juga sudah menghubungi kami dan bersedia


menjadi investor bagi kami,tapi mengingat hubungan kita dulu saya mendahulukan


anda.’’Lanjutnya.


‘’Apa kau sedang mengancam ku?’’Kata Dirga dingin.


‘’Tidak! Saya hanya menyampaikan apa yang terjadi.’’Jawab


Davian dengan tenang.


‘’Hah….baiklah aku mengaku kalah.’’Kata Dirga melambaikan


tangan.


lagi pula dia juga bukan tipe orang yang mencampur adukan antara bisnis dan masalah pribadi,menurutnya bisnis ya bisnis,dia hanya ingin memastikan apa yang dia dan Reina bicarakan semalam itu benar apa tidak dan ternya benar apa yang di katakan Reina kalau Davian itu sungguh sungguh mencintai perempuan bernama Adel.


''Tadinya aku akan menggunakan ini untuk merubah pikiran mu,tapi tidak ku sangka kalau kau tetap teguh dengan pilihan mu itu.''Lanjutnya.


‘’Ini kontrak yang kau ingin kan.’’Dirga mengeluarkan surat


kontrak.


‘’Terima kasih.’’Kata Davian tersenyum lega.

__ADS_1


‘’Sudah lah,aku tidak butuh ucapan terima kasih mu yang aku


butuhkan kau melipat ganda kan setiap uang yang ku berikan pada mu.’’Kata


Dirga.


‘’Pasti.’’Kata Davian yakin.


Marselo yang dari tadi mendengarkan menhela nafas lega dan


bersyukur ,setelah menandangi kontrak mereka pergi meninggalkan WJ Compeny.


Marselo menepuk punggung Davian bangga dengan apa yang Davian


lakukan .


…….


‘’Apa semuanya berjalan lancar?’’Tanya Adel sambil meletakan


secangkir kopi dan cemilan di meja pada Davian.


‘’Ku dengar dari tante Marisa kalau kamu datang ke WJ Compeny menyusul om Marselo.’’Lanjutnya.


‘’Iya,semuanya sudah selesai.’’Davian menutup buka yang dia baca


lalu mengangkat cangkir kopi lalu menyerutnya dan meletakannya kembali.


Davian tersenyum senang,menarik tangan Adel membuatnya duduk


di pangkuan Davian.


‘’Aku hanya perlu memberi keuntungan berlipat dengan game


game selanjutnya yang ku buat nanti.’’Davian memeluk pinggang Adel dan


menghirup aroma tubuh Adel yang membuatnya merasa tenang.Sesuatu yang dia


butuhkan.


Adel tersentak kaget ,dia berusaha menenangkan detak


jantungnya yang berdisko karna ulah Davian yang tiba tiba menariknya.


‘Aduh jantung ku masih aman enggak nih yah.’Batin Adel was was.


‘Semoga saja jantung ku tetap aman dengan semua tindakan


Davian yang berbeda.’Lanjutnya.


‘’Tunggu..’’Kata Adel yang sudah tersadar dengan tindakan


tiba tiba Davian.


‘’itu berarti kamu akan tetap bekerja di kantor dong.’’Kata


Adel.


‘’iya,sambil belajar mengurus perusahaan.’’Jawab Davian.


‘’Bukannya kamu bilang tak ingin meneruskan perusahaan dan


juga bagaimana dengan kuliah mu dan keinginan mu juga?’’Kata Adel,dia pikir


dengan beresnya soal masalah perusahaan Davian bisa kembali mengejar mimpi yang


dia ingin kan,dia jadi merasa bersalah pada Davian.


‘’Aku bisa kuliah sambil bekerja dan aku sepertinya aku


berubah pikiran.’’Davian tersenyum menenangkan Adel dari rasa bersalahnya.


‘’Dari pada mencemaskan dan memikirkan masa depan ku,bukannya


kamu harus memikirkan soal apa yang akan kamu lakukan ke depannya.’’Kata


Davian.


‘’Apa kamu tidak mau meneruskan kuliah mu yang tertunda?’’Tanya


Davian.


‘’Kuliah yah.’’Kata Adel kikuk.


‘’Aku belum mikirkannya.’’ Adel menyengir bodoh.


Adel menggaruk pipinya yang tak gatal melihat Davian


menatapnya datar menusuk.


‘Apa lagi salah ku kali ini?’Jerit Adel dalam hati.

__ADS_1


‘’Jika kalian ingin bermesraan lakukan itu di dalam kamar.’’


Adel dan Davian sontak berbalik mendengar ada suara yang menegur mereka.


__ADS_2