Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
96


__ADS_3

‘’Pelayan..’’Panggil pelanggan yang mengedarkan pandangannya


mencari meja kosong.


Davian menyengritkan dahi saat mendengar suara barusan,mata


nya melihat kearah Adel yang berdiri di samping Diki dengan wajah pucat dan gemetaran walau tak terlalu terlihat.


‘’Pelayan.’’Panggilnya lagi kasar karna tak ada yang menghampiri .


‘’Senior bisa usir ke dua orang itu.’’Kata Davian,dia beranjak dari kursinya melangkah ke Adel yang sedang gemetaran.


Davian meraih tubuh Adel memutarnya, kebelakangi mereka agar tak terlihat dan mendekapnya erat.


Mereka bingung dengan ucapan Davian ,terlebih tindakan dadakan Davian yang memeluk Adel membuat semua orang yang ada di sana menjatuhkan rahang mereka saking terkejutnya.


Satria dan Kevin tersadar lebih dulu,mereka saling tatap dan


bangun dari kursi setelah mengerti maksud ucapan Davian tadi.


‘’Maaf tuan tuan sekalian,tapi hari ini kami tidak melayani pelanggan.’’Kata Satria sopan pada pelanggan tadi.


‘’Lalu mereka semua sedang apa?’’Katanya yang tidak terima


ucapan Satria.


‘’Restoran ini sedang di sewa untuk hari ini,jadi mohon untuk segera pergi atau…..’’Kata Kevin sesopan mungkin berusaha untuk tidak memukul


mereka.


Kevin  sangat tidak suka dengan laki –laki yang berbuat kasar pada perempuan terlebih pada bajingan


yang selalu melecehkan wanita.


‘’Saya akan melaporkan kalian ke polisi.’’Lanjutnya dengan tatapan


mengintimidasi.


‘’Cih,pake bawa bawa polisi segara.’’Katanya berusaha tetap berani.


‘’Ayo kita pergi dari sini restoran jelek ini.’’Katanya pada temannya.


Mereka pun pergi tanpa perlawanan karna takut dengan tatapan


Kevin dan Davian yang dari tadi menatap tajam mereka.


‘’Hahhh… kenapa kita tidak menghajar mereka hingga babak belur saja sih.’’Kata Satria kesal.


‘’Memangnya senior mau di tuntut ke polisi atas tuduhan kekerasan.’’Balas Davian yang masih memeluk Adel.


‘’Iyah sih,tapi………akh! Cih bikin kesal aja.’’Kata Satria yang benar benar kesal.


‘’Davian lepaskan Adel.’’Teriak Reno yang tersadar dari keterkejutannya dan di susul yang lain.


‘’Cepat lepaskan.’’Reno beranjak ingin melepaskan mereka tapi di tahan Marsel yang sudah paham dengan situasi yang terjadi.


‘’Senior.’’Kata Reno marah karna di tahan.


‘’Jangan ganggu mereka dulu.’’Kata Marsel tegas tak seperti biasanya membuat Reno dan yang lain tertegun.


‘’Da-Davian m-mereka ke-sini.’’Kata Adel gemetar ketakutan.


‘’Ap-apa mereka…mencari k-ku?’’Tanyanya.


‘’Tenanglah mereka tidak mencari mu.’’Kata Davian lembut.


‘’Jangan takut ada aku.’’Lanjutnya.


‘’B-benar kah.’’Tanya Adel.


‘’Iyah.’’Jawab Reyhan.


Karna posisi Adel yang terhadang Davian mereka tidak bisa melihat tubuh Adel yang gemetaran kecuali Lili dan Tia.


‘’Adel e’lo enggak apa –apa?’’Tanya Lili cemas,saat hendak menyentuh  bahu Adel Davian menepisnya.


‘’Jangan sentuh dia.’’Kata Davian datar.


‘’Davian e’lo apa apa sih.’’Kata Rendy yang dari tadi menahan  kemarahannya.


‘’Diamlah.’’Kata Davian dingin.

__ADS_1


‘Tidak tahu kah mereka, aku sedang berusaha menenangkannya,bikin


emosi saja.’Batin Davian ,dia terus mengusap punggung Adel.


Laura yang melihat Davian yang begitu posesip memperlakukan


Adel hatinya serasa sakit,dia mengepalkan tangannya erat dan mempertahankan raut wajahnya seperti biasa.


‘’Sebenarnya ada apa,Davian?’’Tanya pak Gunawan.


‘’Kenapa kamu tiba –tiba memeluk Adel dan menyuruh Satria


mengusir mereka.’’Lanjutnya.


‘’Bisa kamu jelaskan.’’Kata pak Gunawan.


‘’Benar itu Davian ,beri kami penjelasan.’’Andreas ikut bersuara.


‘’Tidak mungkinkan kalau e’lo sedang  pamer kemesraan di depan kami.’’ Lanjutnya,dia berusaha untuk tidak memisahkan Adel di pelukan Davian.


‘’Dav…Vian….takut…aku takut….hiks..hiks…hiks.’’Tangisan Adel


menghentikan Davian memberi penjelasan.


‘’Hiks…hiks…hiks.’’Adel terus menangis,tubuh terhuyung dan


jatuh pingsan untungnya Davian memengang tubuh Adel sehingga tidak tersungkur ke lantai.


‘’Del…Adel bangun.’’Davian menepuk nepuk pipi Adel dengan cemas.


Melihat Adel tidak sadarkan diri Lili,Tia,Reno,Rendy,Satria,Kevin,Marsel dan Andreas panik,mereka menghampiri Davian yang lain pun ikut khawatir..


‘’Adel e’lo kenapa?’’Kata Tia dengan mata yang berkaca kaca.


‘’Del bangun.’’Lili juga matanya sudah berkaca kaca.


‘’Davian sebaiknya Adel di bawa pulang aja.’’Saran Kevin.


‘’Biar dia istirahat.’’Lanjutnya.


‘’Kevin Benar.’’Kata Satria.


‘’Biar nanti kita yang akan menjelaskannya.’’Lanjutnya.


‘Kalau aku membawa Adel ke rumah mama pasti heboh dan ujung


ujungnya  akan memberitahu om Tomi juga nantinya.’Pikir Davian yang kebimbang.


‘Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan.’Lanjutnya.


‘Tunggu…bukannya Adel pernah tinggal di sini dan om Tomi juga


masih tinggal di sini.’Davian baru mengingat hal itu.


‘Pasti ada kamar untuk mereka istirahat.’’Lanjutnya.


Davian mengangat Adel ala bridel style,membawanya naik ke lantai dua membuat mereka heran kecuali Lili dan Tia.


Diki menatap punggung Davian yang semakin tak terlihat dengan tatapan curiga lalu berbalik melihat 3 senoirnya yang kemungkinan tahu apa yang


terjadi.


‘’Apa ini ada kaitannya dengan yang waktu itu?’’Ini bukan pertanyaan tapi pernyataan.


‘’Mm.’’Satria menggaruk belakang lehernya.


Dia bingung apa dia harus menceritakan kejadian malang yang


di alami Adel pada mereka meski dia bilang akan menjelaskan pada yang lain.


‘’Kejadian apa?’’Tanya Rendy pada Diki.


‘’Apa gue boleh cerita?’’Diki meminta persetujuan Satria karna mungkin ini adalah masalah yang lebih besar dari yang dia duga satelah


melihat reaksi Ade dan Davian.


‘’Cepat katakan Diki jangan bertele tela, kejadian apa?’’Paksa Reno yang kesal karna tidak tahu apa apa.


‘’Katakan.’’Reno menarik kerah baju Diki dengan matanya yang


menatap tajam.

__ADS_1


‘’Oke,oke gue bilang tapi, lepaskan dulu.’’Kata Diki,Reno pun melepaskan cengramannya Diki merapikan bajunya.


‘’Kejadian itu saat Adel ke lapangan basket untuk memberikan


bekal untuk e’lo.’’Kata Diki.


‘’Apa hubungannya dengan ini?’’Tanya Rendy.


‘’Kalian ingatkan setelah Reno melangkul bahu Adel,dia langsung pergi lalu di susul Davian dan kak Satria dan juga kak Kevin menepis


tangan Reno.’’Kata Diki.


‘’Saat itu gue curiga karna sempat melihat tubuh Adel gemetar jadi gue ikuti mereka dan mendengar Davian seperti sedang memberi Adel dukungan dan semangat.’’Lanjutnya.


Mereka memikirkan ucapan Diki memang ada yang aneh Lili dan


Tia yang dari tadi berpelukan melepaskan diri dan menghampiri Satria.


‘’Senior ,tolong ceritakan pada kami kalau kalian tahu sesuatu.’’Kata Lili dengan air matanya yang turun di kedua pipinya.


‘’Sebenarnya apa yang terjadi hingga Adel seperti ini.’’Lanjutnya.


‘’Benar kami mohon.’’Pinta Tia yang sama seperti Lili.


‘’Hah.’’Satria menghela nafas lalu saling pandang dengan kedua sahabatnya.


‘’Bisa kamu jelaskan,bapak juga ingin tahu.’’Kata pak Gunawan.


‘’Begini,Adel…’’Satria berat untuk menjelaskannya.


‘’Hampir menjadi korban pemerkosaan dan pelakuknya adalah


kedua orang yang tadi masuk.’’Jelas Satria.


‘’APA?’’Mereka semua terkejut mendengar penjelasan Satria.


Lili dan Tia kembali menangis dan  Reno,Rendy dan Andreas sangat syok mendengar gadis yang mereka sukai mengalami hal yang buruk.


‘’Kapan?KAPANN?’’Teriak Reno sambil mencengram bahu Satria.


‘’Hari sebelum kita latih tanding dengan UNI,saat dia pulang


selepas menyerahkan surat permohonan.’’Kata Kevin.


‘’Ta-tapi waktu itu Adel baik baik saja,tidak terlihat habis mengalami hal itu.’’Tanya Toni gugup .


‘’Davian bilang kalau Adel itu berpura pura baik baik saja dia tidak mau di pandang kasihan oleh kita.’’Jelas Satria.


‘’Walau Adel tidak memperlihatkannya tapi tubuhnya mempelihatkan ketakutan saat bersentuhan dengan laki laki.’’Lanjutnya.


‘’Bapak tidak tahu ada kejadian seperti itu.’’Kata pak Gunawan dia merasa paling bersalah.


‘’Gue enggak yangka Delia mengalami hal itu.’’Kata Andreas syok.


‘’Senior bilang kata Davian ,darimana Davian tahu semua itu.’’Tanya Rendy.


Dia pikir meski mereka tinggal satu rumah tidak mungkin Adel akan dengan bebasnya cerita hal itu pada Davian atau pun orang di rumah Davian.


‘’Karna Davian yang menyelamatkan Adel pas kejadian itu.’’Jawab Satria.


‘’Dan Davian satu satunya laki –laki yang bisa menyentunya, mungkin karna Davian yang menyelamatkannya dia merasa aman.’’Lanjutnya.


‘’Kenapa Adel tidak certi pada kita hiks….hiks.’’Kata Tia.


‘’Kita kan sahabatnya kenapa tidak cerita.’’Lanjutnya.


‘’Apa menurut kalian dia akan menceritakannya setelah


mengalami hal semengerikan itu?.’’Tiba tiba Davian datang.


‘’Apa e’lo mau dia mengingatnya lagi hanya untuk menceritakannya pada kalian?’’Lanjutnya.


‘’Kalian tidak melihat sekacau apa Adel pada saat itu,beruntung dia tidak stress setelah mengalami hal mengerikan itu.’’Tambahnya dingin.


‘’Ma-maaf.’’Kata Lili dan Tia merasa bersalah seharusnya mereka mengerti tentang keadaan dan perasaan Adel bukan menyalahkan.


‘’Sudahlah lebih baik kalian berpura pura saja tidak tahu dan tidak melihat apa yang terjadi hari ini.’’Kata Davian tegas.


‘’Jangan memangdang Adel dengan pandangan kasihan terutama


kalian bertiga.’’Tunjuk Davian pada Reno,Rendy dan  Andreas.

__ADS_1


‘’Dan jangan tanyakan apa pun.’’Tambahnya,lalu Davian pamit


pada pak Gunawan dan pergi.


__ADS_2