
ADEL POV
Hari ini gue ada janji dengan kak Andreas. Semenjak gue
memberi dia nomor telepon gue dia selalu
menghubungi gue dan menanyakan kabar gue ,walau cuman menanyakan hal yang
sepele tapi itu membuat gue senang dan kadang gue berharap Davian juga memperlakukan
gue seperti kak Andreas.
Jadi setelah selesai sarapan yang bisa bilang untuk satu rt.
Karna masih banyak yang tersisa tante Marisa membagikannya dan membungkusnya untuk Davian juga.
Setelah mencuci piring
bekas sarapan dan membereskan meja makan gue bergegas ke kamar untuk bersiap
siap untuk pergi bersama kak Andreas.
Gue memilih mengenakan dres selutut tak berlengan warna jinnga dengan jaket levis warna biru
sesiku. Sepasang jepit rambut berbentuk kupu-kupu gue sematkan di rambut yang
gue gerai setelah selesai semua gue memakai sepatu dan mengambil tas tak lupa
juga memoles sedikit bedak dan limbalm di bibir serta wajah gue biar telihat
fres.
Gue turun untuk berpamitan pada tante Marisa .Tante Marisa
bertanya tentang kak Andreas , gue menjawabnya seadanya saja lalu pergi.
Gue berlari kecil takut kak Andreas menungu lama dan ternyata
apa yang gue kira benar kak Andreas sudah ada di sana berdiri di atas motornya.
Adel pov end
‘’Maaf kak, gue terlambat.’’ Kata Adel menghampiri Andreas.
Andreas tertegun melihat penampilan Adel yang sangat cantik
terlihat simple namun menawan.
‘’Apa kakak sudah menunggu lama?’’Tanya Adel.
‘’Tenang aja gue juga baru datang kok.’’Jawab Andreas setelah
sadar dari keterkejutannya.
Bohong! Andreas sudah datang 30 menit yang lalu karna dia sudah tidak sabar untuk pergi dengan Adel.
‘’Syukurlah,gue kira telah membuat kakak menunggu lama.’’Kata
Adel lega.
‘Menunggu lebih lama juga gue siap kalau bisa ngeliat lo berdandan secantik ini.’Batin Andreas
sambil tersenyum.
‘’Gimana kalau kita pake’ aku ,kamu’ aja biar lebih
akrab.’’Kata Andreas.
‘’Baiklah.’’Jawab Adel.
‘’Terus kita akan pergi kemana?’’Tanya Adel.
‘’Kemana pun yang tuan putri inginkan,dengan senang hati saya
akan mengantar anda.’’Kata Andreas yang bergaya seperti seorang kesatria.
‘’Hahaha,apa –apaan sih kak.’’Adel tertawa melihat gaya
Andreas.
‘’Sudah berapa banyak perempuan yang kakak perlakuakan
seperti ini?’’Tanya Adel.
‘’Kamu yang pertama dan….terakhir.’’Jawab Andreas.
‘’Sudahlah kak,jangan gombal terus.jadi enggak kita pergi,
keburu siang.’’Kata Adel mengalihkan karna pipinya sudah memerah karna ucapan
Andreas.
‘’Oke naik.’’Andreas memasangkan helm pada Adel.
‘’Terima kasih.’’Kata Adel lalu naik ke motor.
‘’Berpenganganlah pada jaket ku agar tidak jatuh.’’Kata
Andreas ,dia tahu kalau Adel belum sepenuhnya bisa berdekatan lebih intim
dengan laki laki jadi dia menyuruh Adel berpengangan pada jaketnya saja.
Setelah Adel duduk dengan nyaman Andreas menjalankan motornya
meninggalkan komplek.
Tanpa mereka tahu kalau ada seseorang yang memperhatikan
interaraksi mereka dari tadi dan mengikuti mereka.
‘’Jadi kita mau kemana dulu tuan putri.’’Tanya Andreas.
‘’Jangan panggil tuan putri terus,malu tahu.’’Kata Adel yang
merona.
‘’Hahaha iyah iyah baiklah.’’Andreas tertawa.
__ADS_1
‘’Jadi.’’Tanyanya lagi.
‘’Hm,kemana yah enaknya…..’’Adel berpikir mau pergi kemana.
‘’Ah..kita ke taman hiburan saja,bagaimana?’’Tanya Adel.
‘’Oke sesuai perintah anda tuan putri.’’Jawab Andreas lalu
mejalukan motornya ke taman hiburan.
‘’Ihh… kan sudah di bilang jangan penggil tuan putri
lagi.’’Kata Adel cemberut.
Andreas terkekeh mendengar keluhan Adel. Mereka pun sampai di
taman hiburan setelah membeli tiket masuk mereka berkeliling melihat lihat
wahana mana yang mau di naiki lebih dulu.
‘’Jadi kita naik yang mana dulu.’’Tanya Andreas.
‘’Bagaimana kalau kita naik rolorcoster [maaf kalau salah
tulis]dulu?’’ Saran Adel.
Dia sudah tidak sabar untuk menaikinya karna sudah lama dia
tidak pernah ke taman hiburan.
‘’Ayo.’’Ajak Adel untuk menaiki rolorcoster
‘’Hiyaaaa.’’Teriak Adel dan Andreas saat rolorcoster turun dari ketinggian mereka
berteriak kesenangan.
‘’Selanjutnya yang itu.’’Tunjuk Adel pada permainan kora
kora.
‘’Lalu itu.’’Katanya setelah selesai di permainan kora kora.
‘’Setelahnya yang itu.’’Adel dengan semangatnya tanpa sadar
menarik tangan Adreas.
Andreas tak keberatan tangannya di tarik ke sana sini oleh
Adel,dia sangat senang bisa melihat senyuman Adel yang terpatri di bibir
kecilnya.
‘’Hah ini benar benar menyenangkan.’’Kata Adel.
‘’Terima kasih kak sudah menyajak ku ke sini.’’Lanjutnya.
‘’Sama sama aku juga senang bisa membuat mu tertawa.’’Lalu
Andreas mengelap keringat di dahi Adel dengan sangat lembut seolah akan pecak
Wajah Adel berubah merah semerah tomat saat Andreas
memperlakuannya dengan manis dan lembut.
Crek
Crek
‘’Ini sangat gawat.’’Kata seseorang.
‘’Ternyata dia lawan yang sangat tangguh.’’Lanjutnya dengan
matanya yang masih fokus kearah yang sedari tadi dia lihat.
‘’Dilihat darimana pun dia lebih baik.’’Tambahnya.
Sementara yang berada di sebelahnya hanya menggeleng
gelengkan kepala.
‘Kenapa aku yang harus di jadikan korbannya.’Batinnya
menangis.
‘’Ayo kita makan dulu sebelum melanjutkan ke permainan yang
lain.’’Ajak Andreas.
‘’Em,aku juga sudah lapar.’’Kata Adel menyetujuinya,karna
dari tadi dia sudah berlari kesana sini.
Mereka pun pergi mencari penjual makan di sekitar taman
hiburan.
‘’Katanya di sini ada taman dan juga danau yang bagus untuk
piknik dan juga ada penyewaan sepeda,apa kamu mau kesana juga,Delia?’’Kata
Andreas saat mereka sedang menikmati berger .
‘’Benarkah! Tapi aku tidak bisa naik sepeda.’’Kata Adel yang
senang tapi langsung murung.
‘’Aku bisa membonceng mu atau kita bisa menyewa sepeda
ganda.’’Kata Andreas memberi saran.
Mendengar perkataan Andreas Adel jadi teringat saat dia dan
Davian naik sepeda bersama waktu mereka kabur dari para preman atau apa pun dia
tidak tahu.
Walau pun itu kencan yang terpaksa tapi dia sangat senang
__ADS_1
bisa menikmati waktu bersama Davian.
‘’Lia….Delia,hey kamu kenapa.’’Andreas melambai lambai
tangannya di depan wajah Adel yang melamun sambil tersenyum.
‘’Eh,i-iyah! Kenapa ?’’Tanya Adel.
‘’Kamu kenapa? Apa kamu tak suka pergi dengan ku.’’Tanya
Andreas sendu.
‘’Bu-bukan begitu,aku hanya teringat sesuatu saja.’’Kata Adel,
dia merasa tak enak,dia kan sedang bersama Andreas tapi malah memikirkan
Davian.
‘’Ayo,katanya mau naik sepeda.’’Kata Adel mengalihkan
pembicaraan.
Andreas menuntun Adel ke taman dan menyewa sepeda ganda
,karna Adel mau sekalian berlajar sepeda, Adel mengayuh di bagian depan sementara Andreas di belakang .
Mereka berkeliling taman sambil sekali kali tertawa dengan
lelucon yang di lontarkan Andreas.
Karna sudah lelah Adel mengajak Andreas untuk berhenti dan
duduk di pinggiran danau buatan.
‘Ini baru yang di sebut kencan sangat menyenangkan.’Batin
Adel,yang memejamkan matanya membiarkan Angin menerbangkan helaian rambutnya.
‘’Ini,tadi ada yang jualan ice crem disana.’’Andreas
menyodorkan ice crem pada Adel.
‘’Terima kasih kak.’’Adel menerimnanya.
‘’Kamu kenapa melamun seperti itu?’’Tanya Andreas.
‘’Tidak ada apa apa,cuman lagi menikmati angin saja.’’Jawab
Adel.
‘’Oh yah, kalau boleh tahu kamu sudah berapa lama suka pada
Davian.’’Tanya Andreas.
‘’Kok kak Andreas bisa tahu?’’Tanya Adel.
‘’Satria yang memberitahu ku kalau kamu menyukai Davian.’’Jawab Andreas.
‘Dasar ember bocor,awas saja nanti kak Satria.’Batin Adel
kesal.
Semetara itu Satria yang sedang bekerja membimbing para
pengunjung tiba tiba bersin.
‘’Hachih….hachih.’’
‘’Pasti ada sedang merindukan gue.’’Kata Satria sambil
mengusap usap hidungnya.
‘’Kalau kamu tidak nyaman aku tidak memaksa,lupakan
saja.’’Kata Andreas.
‘’Sudah 4 tahun.’’Jawab Adel.
‘’4 tahun,berarti sejak SMA yah!’’Balas Andreas,Adel
mengangguk.
‘’Apa kamu menikmati pergi bersama dengan ku?’’Tanya Andreas.
‘’Iyah sangat menyenangkan ,terima kasih karna sudah mengajak
ku.’’Balas Adel.
‘’Bagaimana kalau
dengan Davian apa kamu juga merasa senang?’’Tanya Andreas,Adel terdiam .
‘’Saat pergi dengan Davian kamu pasti sangat gugup kan dan
tak bisa bersenang senang sepuhnya,iyah kan.’’Kata Andreas.
‘Benar, Yang di katakana kak Andreas !aku selalu gugup dan
takut melakukan kesalahan di depan Davian. Sebisa mungkin aku menjaga image ku
agar Davian tak membenci ku,membuat ku tak
sesenang sekarang kalau pergi dengan Davian.’Batin Adel tak bisa mengelak apa
yang di katakan Andreas.
UHHH....AKHIRNYA MENCAPAI CHAPTER KE SERATUS,TERIMA KASIH
YANG SELALU MAU MEMBACA NOVEL SAYA DAN MAAF KALAU ADA KEKEURANGAN DALAM CERITA
SAYA.
SEKALI LAGI TERIMA KASIH UNTUK KALIAN SEMUA.
SEMOGA SAYA TIDAK MALAS MALSAN UNTUK MENULIS DAN OTAKNYA BISA
DI AJAK KERJA SAMA…BYE…BYE…BYE
__ADS_1