Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
100


__ADS_3

ADEL POV


Hari ini gue ada janji dengan kak Andreas. Semenjak gue


memberi dia nomor  telepon gue dia selalu


menghubungi gue dan menanyakan kabar gue ,walau cuman menanyakan hal yang


sepele tapi itu membuat gue senang dan kadang gue berharap Davian juga memperlakukan


gue seperti kak Andreas.


Jadi setelah selesai sarapan yang bisa bilang untuk satu rt.


Karna masih banyak yang tersisa tante Marisa membagikannya  dan membungkusnya untuk Davian juga.


 Setelah mencuci piring


bekas sarapan dan membereskan meja makan gue bergegas ke kamar untuk bersiap


siap untuk  pergi bersama kak Andreas.


Gue memilih mengenakan dres selutut tak berlengan  warna jinnga dengan jaket levis warna biru


sesiku. Sepasang jepit rambut berbentuk kupu-kupu gue sematkan di rambut yang


gue gerai setelah selesai semua gue memakai sepatu dan mengambil tas tak lupa


juga memoles sedikit bedak dan limbalm di bibir serta wajah gue biar telihat


fres.


Gue turun untuk berpamitan pada tante Marisa .Tante Marisa


bertanya tentang kak Andreas , gue menjawabnya seadanya saja lalu pergi.


Gue berlari kecil takut kak Andreas menungu lama dan ternyata


apa yang gue kira benar kak Andreas sudah ada di sana berdiri di atas motornya.


Adel pov end


‘’Maaf kak, gue terlambat.’’ Kata Adel menghampiri Andreas.


Andreas tertegun melihat penampilan Adel yang sangat cantik


terlihat simple namun menawan.


‘’Apa kakak sudah menunggu lama?’’Tanya Adel.


‘’Tenang aja gue juga baru datang kok.’’Jawab Andreas setelah


sadar dari keterkejutannya.


Bohong! Andreas sudah datang 30 menit yang lalu karna dia  sudah tidak sabar untuk pergi dengan Adel.


‘’Syukurlah,gue kira  telah membuat kakak menunggu  lama.’’Kata


Adel lega.


‘Menunggu lebih lama juga  gue siap kalau bisa ngeliat lo berdandan secantik ini.’Batin Andreas


sambil tersenyum.


‘’Gimana kalau kita pake’ aku ,kamu’ aja biar lebih


akrab.’’Kata Andreas.


‘’Baiklah.’’Jawab Adel.


‘’Terus kita akan pergi kemana?’’Tanya Adel.


‘’Kemana pun yang tuan putri inginkan,dengan senang hati saya


akan mengantar anda.’’Kata Andreas yang bergaya seperti seorang kesatria.


‘’Hahaha,apa –apaan sih kak.’’Adel tertawa melihat gaya


Andreas.


‘’Sudah berapa banyak perempuan yang kakak perlakuakan


seperti ini?’’Tanya Adel.


‘’Kamu yang pertama dan….terakhir.’’Jawab Andreas.


‘’Sudahlah kak,jangan gombal terus.jadi enggak kita pergi,


keburu siang.’’Kata Adel mengalihkan karna pipinya sudah memerah karna ucapan


Andreas.


‘’Oke naik.’’Andreas memasangkan helm pada Adel.


‘’Terima kasih.’’Kata Adel lalu naik ke motor.


‘’Berpenganganlah pada jaket ku agar tidak jatuh.’’Kata


Andreas ,dia tahu kalau Adel belum sepenuhnya bisa berdekatan lebih intim


dengan laki laki jadi dia menyuruh Adel berpengangan pada jaketnya saja.


Setelah Adel duduk dengan nyaman Andreas menjalankan motornya


meninggalkan komplek.


Tanpa mereka tahu kalau ada seseorang yang memperhatikan


interaraksi mereka dari tadi dan mengikuti mereka.


‘’Jadi kita mau kemana dulu tuan putri.’’Tanya Andreas.


‘’Jangan panggil tuan putri terus,malu tahu.’’Kata Adel yang


merona.


‘’Hahaha iyah iyah baiklah.’’Andreas tertawa.

__ADS_1


‘’Jadi.’’Tanyanya lagi.


‘’Hm,kemana yah enaknya…..’’Adel berpikir mau pergi kemana.


‘’Ah..kita ke taman hiburan saja,bagaimana?’’Tanya Adel.


‘’Oke sesuai perintah anda tuan putri.’’Jawab Andreas lalu


mejalukan motornya ke taman hiburan.


‘’Ihh… kan sudah di bilang jangan penggil tuan putri


lagi.’’Kata Adel cemberut.


Andreas terkekeh mendengar keluhan Adel. Mereka pun sampai di


taman hiburan setelah membeli tiket masuk mereka berkeliling melihat lihat


wahana mana yang mau di naiki lebih dulu.


‘’Jadi kita naik yang mana dulu.’’Tanya Andreas.


‘’Bagaimana kalau kita naik rolorcoster [maaf kalau salah


tulis]dulu?’’ Saran Adel.


Dia sudah tidak sabar untuk menaikinya karna sudah lama dia


tidak pernah ke taman hiburan.


‘’Ayo.’’Ajak Adel untuk menaiki rolorcoster


‘’Hiyaaaa.’’Teriak Adel dan Andreas  saat rolorcoster turun dari ketinggian mereka


berteriak kesenangan.


‘’Selanjutnya yang itu.’’Tunjuk Adel pada permainan kora


kora.


‘’Lalu itu.’’Katanya setelah selesai di permainan kora kora.


‘’Setelahnya yang itu.’’Adel dengan semangatnya tanpa sadar


menarik tangan Adreas.


Andreas tak keberatan tangannya di tarik ke sana sini oleh


Adel,dia sangat senang bisa melihat senyuman Adel yang terpatri di bibir


kecilnya.


‘’Hah ini benar benar menyenangkan.’’Kata Adel.


‘’Terima kasih kak sudah menyajak ku ke sini.’’Lanjutnya.


‘’Sama sama aku juga senang bisa membuat mu tertawa.’’Lalu


Andreas mengelap keringat di dahi Adel dengan sangat lembut seolah akan pecak


Wajah Adel berubah merah semerah tomat saat Andreas


memperlakuannya dengan manis dan lembut.


Crek


Crek


‘’Ini sangat gawat.’’Kata seseorang.


‘’Ternyata dia lawan yang sangat tangguh.’’Lanjutnya dengan


matanya yang masih fokus kearah yang sedari tadi dia lihat.


‘’Dilihat darimana pun dia lebih baik.’’Tambahnya.


Sementara yang berada di sebelahnya hanya menggeleng


gelengkan kepala.


‘Kenapa aku yang harus di jadikan korbannya.’Batinnya


menangis.


‘’Ayo kita makan dulu sebelum melanjutkan ke permainan yang


lain.’’Ajak Andreas.


‘’Em,aku juga sudah lapar.’’Kata Adel menyetujuinya,karna


dari tadi dia sudah berlari kesana sini.


Mereka pun pergi mencari penjual makan di sekitar taman


hiburan.


‘’Katanya di sini ada taman dan juga danau yang bagus untuk


piknik dan juga ada penyewaan sepeda,apa kamu mau kesana juga,Delia?’’Kata


Andreas saat mereka sedang menikmati berger .


‘’Benarkah! Tapi aku tidak bisa naik sepeda.’’Kata Adel yang


senang tapi langsung murung.


‘’Aku bisa membonceng mu atau kita bisa menyewa sepeda


ganda.’’Kata Andreas memberi saran.


Mendengar perkataan Andreas Adel jadi teringat saat dia dan


Davian naik sepeda bersama waktu mereka kabur dari para preman atau apa pun dia


tidak tahu.


Walau pun itu kencan yang terpaksa tapi dia sangat senang

__ADS_1


bisa menikmati waktu bersama Davian.


‘’Lia….Delia,hey kamu kenapa.’’Andreas melambai lambai


tangannya di depan wajah Adel yang melamun sambil tersenyum.


‘’Eh,i-iyah! Kenapa ?’’Tanya Adel.


‘’Kamu kenapa? Apa kamu tak suka pergi dengan ku.’’Tanya


Andreas sendu.


‘’Bu-bukan begitu,aku hanya teringat sesuatu saja.’’Kata Adel,


dia merasa tak enak,dia kan sedang bersama Andreas tapi malah memikirkan


Davian.


‘’Ayo,katanya mau naik sepeda.’’Kata Adel mengalihkan


pembicaraan.


Andreas menuntun Adel ke taman dan menyewa sepeda ganda


,karna Adel mau sekalian berlajar  sepeda, Adel mengayuh di bagian depan sementara Andreas di belakang .


Mereka berkeliling taman sambil sekali kali tertawa dengan


lelucon yang di lontarkan Andreas.


Karna sudah lelah Adel mengajak Andreas untuk berhenti dan


duduk di pinggiran danau buatan.


‘Ini baru yang di sebut kencan sangat menyenangkan.’Batin


Adel,yang memejamkan matanya membiarkan Angin menerbangkan helaian rambutnya.


‘’Ini,tadi ada yang jualan ice crem disana.’’Andreas


menyodorkan ice crem pada Adel.


‘’Terima kasih kak.’’Adel menerimnanya.


‘’Kamu kenapa melamun seperti itu?’’Tanya Andreas.


‘’Tidak ada apa apa,cuman lagi menikmati angin saja.’’Jawab


Adel.


‘’Oh yah, kalau boleh tahu kamu sudah berapa lama suka pada


Davian.’’Tanya Andreas.


‘’Kok kak Andreas bisa tahu?’’Tanya Adel.


‘’Satria yang memberitahu ku kalau kamu  menyukai Davian.’’Jawab Andreas.


‘Dasar ember bocor,awas saja nanti kak Satria.’Batin Adel


kesal.


Semetara itu Satria yang sedang bekerja membimbing para


pengunjung tiba tiba bersin.


‘’Hachih….hachih.’’


‘’Pasti ada sedang merindukan gue.’’Kata Satria sambil


mengusap usap hidungnya.


‘’Kalau kamu tidak nyaman aku tidak memaksa,lupakan


saja.’’Kata Andreas.


‘’Sudah 4 tahun.’’Jawab Adel.


‘’4 tahun,berarti sejak SMA yah!’’Balas Andreas,Adel


mengangguk.


‘’Apa kamu menikmati pergi bersama dengan ku?’’Tanya Andreas.


‘’Iyah sangat menyenangkan ,terima kasih karna sudah mengajak


ku.’’Balas Adel.


‘’Bagaimana  kalau


dengan Davian apa kamu juga merasa senang?’’Tanya Andreas,Adel terdiam .


‘’Saat pergi dengan Davian kamu pasti sangat gugup kan dan


tak bisa bersenang senang sepuhnya,iyah kan.’’Kata Andreas.


‘Benar, Yang di katakana kak Andreas !aku selalu gugup dan


takut melakukan kesalahan di depan Davian. Sebisa mungkin aku menjaga image ku


agar Davian tak membenci  ku,membuat ku tak


sesenang sekarang kalau pergi dengan Davian.’Batin Adel tak bisa mengelak apa


yang di katakan Andreas.


UHHH....AKHIRNYA MENCAPAI CHAPTER KE SERATUS,TERIMA KASIH


YANG SELALU MAU MEMBACA NOVEL SAYA DAN MAAF KALAU ADA KEKEURANGAN DALAM CERITA


SAYA.


SEKALI LAGI TERIMA KASIH UNTUK KALIAN SEMUA.


SEMOGA SAYA TIDAK MALAS MALSAN UNTUK MENULIS DAN OTAKNYA BISA


DI AJAK KERJA SAMA…BYE…BYE…BYE

__ADS_1


__ADS_2