Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
97


__ADS_3

Seminggu berlalu setelah kejadian Adel yang pingsan di pesta


perayaan tim basket. Selama seminggu ini Adel tidak masuk kampus dan teman


temannya juga tak ada yang mendatanginya mereka hanya menghubungi Adel lewat


ponsel.


Karna Davian melarang mereka untuk mengganggu Adel dan


membiarkannya untuk menenangkan diri dulu.


Mereka pun tak membahas atau pun menanyakan soal peristiwa


yang Adel alami begitu pun dengan anak anak basket dan menjadikannya sebagai


rahasia klub basket.


Karna mereka juga tidak mau berulusan dengan haremnya Adel di


tambah 3 senior mereka, terutama Kevin yang terkenal tegas dan galak kalau


sedang marah.


Adel berjalan menuju jurusannya ,perasaannya sudah tenang dan


Davian juga memberitahu Adel kalau mereka sudah tahu tentang kondisi Adel.


Awalnya dia terkejut dan takut kalau mereka akan menjauhinya


atau lebih buruk lagi menggosipkan dia dan mencemoohnya,tapi Davian menyakinkan


Adel kalau semuanya akan baik baik saja karna mereka akan merahasiakan itu.


‘’Adellll.’’Teriak Tia saat melihat Adel,dia langsung memeluk


Adel erat.


‘’Gue kagen.’’Lanjutnya


‘’E’lo udah baikan.’’Kata Lili ikut memeluk Adel.


‘’Iyah,maaf membuat kalian khawatir.’’Balas Adel.


‘’Jangan di lakukan lagi.’’Kata Lili.


‘’Tenang saja itu akan menjadi pertama dan terakhir.’’Kata


Adel.


‘’Bagus.’’Kata Tia.


‘’Bisa kalian lepaskan pelukannya dulu,malu di liatin yang


lain.’’Kata Adel yang malu karna mereka di perhatikan mahasiswa yang lewat.


Mereka berdua pun melepaskan pelukannya,pipi mereka merona


karna banyak yang menatap mereka ada yang heran,tertawa dan mengatai mereka.


‘’Hehehe.’’Tia cengengesan sambil menggaruk pipinya yang tak


gatal.


‘’Sudahlah yuk ke kelas.’’Ajak Lili.


‘’Ayo.’’Kata Adel dan Tia bersamaan.


Lili ikut ke kelas kedua temannya untuk mengawal Adel takut


kejadian minggu kemarin terulang.


Lili berjalan di samping kiri Adel dan Tia di samping


kanannya  sehingga posisi Adel berada di


tangah.


‘’Lili,Tia sorry.’’Adel menundukan kepalanya.


Sesampainya di kelas Adel meminta maaf pada kedua


temannya,Tia dan Lili yang duduk di samping kursi Adel menatap Adel mengeritkan


dahi heran.


Adel masih menunduk dia tidak bisa menatap kedua


temannya,Adel mengepalkan tangannya.


‘’Gue…..gue menyembunyiin semuanya dari kalian …… maaf.’’Lanjutnya


matanya sudah berkaca kaca.


Dari seminggu yang lalu dia ingin meminta maaf pada mereka


tapi dia belum berani.


‘’Tidak apa apa kok…kami ngerti perasaan e’lo.’’Kata Lili


lembut.

__ADS_1


Meski dia marah karna tidak di beritahu tapi dia juga tidak


bisa menyalahkan Adel. dia lebih marah lagi pada dirinya karna tidak menyadari


perilaku Adel yang berbeda dia baru menyadari kala mengingat lagi sikap Adel


setelah di beritahu Davian.


‘’Yang harusnya minta maaf itu kita karna enggak peka


,padahal kita udah berteman lama.’’Lili merasa sangat bersalah begitu pun Tia.


‘’Gue juga minta maaf,enggak ada saat e’lo bener benar butuh


kita.’’Kata Tia.


Seharusnya mereka curiga saat Adel selalu mengurung diri di


perpustakaan dengan alasan belajar untuk ujian pindah jurusan.


Padahal mereka juga sering melihat kalau Adel menjaga jarak


pas ada laki laki yang lewat meski enggak terlihat begitu.


‘’Ini bukan salah kalian,jadi tidak perlu merasa


bersalah.’’Kata Adel dia mengangkat wajahnya menampilkan senyum manis miliknya.


‘’Ada apa ini? Kok roman romannya ada aura aura kesedihan


begitu.’’Kata Fadli yang masuk menghilangkan suasana yang sendu.


‘’Cik ganggu aja si e’lo.’’Kata Tia sinis.


‘’Gue kan cuman tanya.’’Balas Fadli.


‘’Thanks Fadli.’’Kata Adel berterima kasih karna merubah


suasana.


‘’Hah! Untuk apa?’’Tanya Fadli tak mengerti untuk apa Adel berterima


kasih.


‘’Adel’’Sebelum Adel menjawab Reno datang memanggilnya.


‘’Kamu sudah tidak apa apa?’’Tanya Reno khawatir.


Inginnya Reno melangkul dan memegang tangan Adel tapi Satria


memperingatkan mereka untuk tak menyentuh atau memegang Adel sebelum dia yang


‘’Iyah,gue sudah baikan.’’Adel tersenyum.


‘’Syukurlah.’’Kata Reno.


‘’Adel e’lo baik baik saja.’’Rendy datang menghampiri Adel


dengan raut yang sama dengan Reno.


Mereka langsung berlari ke kelas Adel saat mendengar kalau


Adel sudah masuk kampus.


‘’Gue udah lebih baik,terima kasih sudah menghawatirkan


gue.’’Kata Adel.


‘’Sebenarnya ada apa ini?’’Tanya Fadli yang bingung karna


tiba tiba mereka datang bertanya keadaan Adel.


‘’Gue jadi bingung.’’Tambahnya.


Fadli tidak tahu alasan sebenarnya Adel tidak masuk seminggu


ini,dia dan murid sekelasnya hanya tahunya Adel itu sedang ada urusan keluarga.


‘’Enggak ada apa apa.’’Kata Reno menutupi.


‘’Hanya menyapa saja.’’Begitu pun Rendy.


‘’Tahu e’lo ,kepo bangat sih!’’Kata Tia.


Lili dan Adel hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Fadli


yang kebingungan.


‘’Pelit amat sih kalian,gue kan enggak minta uang.’’Kata


Fadli sebal.


Merasa tak akan mendapatkan jawab Fadli pergi ke kursinya


karna sebentar lagi pelajaran pertama akan di mulai.


Yang lain pun pamit pergi ke kelas mereka masing masing .


…….


Karna ujian akhir akan segera di laksanakan banyak dari

__ADS_1


meraka pergi ke perpustakaan untuk belajar termasuk Adel dan teman temannya


karna mereka bukan golongan orang orang pintar dan jenius.


Adel dan Tia memisahkan diri dengan Lili karna jurusan mereka


berbeda jadi Adel dan Tia belajar bersama bareng Fadli yang memaksa.Sementara


Lili pergi mencari orang yang mengajaknya belajar bersama.


‘’Dav,apa alasan e’lo keluar dari klub basket?.’’Tanya Diki.


Dari minggu kemarin dia sudah bertanya apa alasan Davian


keluar tapi dia tidak pernah menjawabnya.


‘’Apa e’lo enggak bosan menanyakan itu terus?’’Davian balik


bertanya.


‘’Enggak.’’Jawab Diki.


‘’Gue kan kepo.’’Lanjutnya.


‘’Karna itu juga e’lo ngikutin gue dari tadi.’’Tanya Davian.


‘’Sembarangan gue  ke


perpustakaan itu untuk belajar kali.’’Kata Diki.


‘’Kirain e’lo mau jadi penguntit.’’Cibir Davian


‘’Sialan e’lo! Gue masih normal,lebih baik gue menguntiti


Lili dari pada e’lo.’’Kata Diki kesal.


‘’Gue kenapa?’’Tanya Lili yang tadi mendengar namanya di


sebut.


‘’Waaahh.’’Diki terkejut mendengar suara Lili di sampingnya.


‘Apa dia mendengar ucapan gue.’pikir Diki panic.


‘’Gue tanya,geu kenapa? Kenapa e’lo menyebut nama gue


tadi.’’Tanya Lili kembali.


‘’Enggak ada apa apa.’’Kata Diki penuh syukur karna Lili


tidak mendengar ucapannya.


‘Syukurlah dia enggak denger.’Batinnya lega.


‘’Tadi Davian cuman tanya gue lagi ngapai di perpus,geu jawab


aja mau belajar bersama dengan e’lo.’’Kata Diki memberi alasan palsu,Davian


memutar matanya malas dengan ucapan Diki.


‘’Oh.’’Kata Lili.


‘’Sudahlah ayo duduk.’’Ajak Diki,Lili mengikuti Diki dan


Davian duduk di kursi yang kosong.


‘’E’lo juga mau belajar Davian.’’Tanya Lili heran.


‘’Kenapa? Apa gue menggangu kencan kalian?’’Tanya Davian


berhasil membuat dua orang itu merona dan gugup.


‘’E-enggak!’’Bantah Lili


‘’La-lagian kami tidak sedang ke-kencan.’’Lanjutnya.


‘Sial,kenapa gue pake gugup segala.’Batin Lili.


‘ Davian sialan, apa mau bikin gue jantungan.’Batin Diki.


‘Tapi boleh juga idenya,belajar sekalian pdkt seperti kata


pepatah sambil menyeram minum air.’Lanjutnya sambil senyam senyum.


‘’Ngapain e’lo senyam senyum begitu.’’Pertanyaan Lili


menyadarkan dari pikirannya.


‘’Enggak.’’Kata Diki yang tersenyum.


‘’Dasar aneh.’’Kata Lili yang melihat kelakuan Diki.


Tak


Davian menutup bukunya dan berdiri dari kursinya.


‘’Eh..Mau kemana e’lo’’Tanya Diki.


‘’Pergi,gue enggak mau jadi obat nyamuk.’’Kata Davian yang


membuat mereka merona kembali.

__ADS_1


__ADS_2