
Seminggu berlalu setelah kejadian Adel yang pingsan di pesta
perayaan tim basket. Selama seminggu ini Adel tidak masuk kampus dan teman
temannya juga tak ada yang mendatanginya mereka hanya menghubungi Adel lewat
ponsel.
Karna Davian melarang mereka untuk mengganggu Adel dan
membiarkannya untuk menenangkan diri dulu.
Mereka pun tak membahas atau pun menanyakan soal peristiwa
yang Adel alami begitu pun dengan anak anak basket dan menjadikannya sebagai
rahasia klub basket.
Karna mereka juga tidak mau berulusan dengan haremnya Adel di
tambah 3 senior mereka, terutama Kevin yang terkenal tegas dan galak kalau
sedang marah.
Adel berjalan menuju jurusannya ,perasaannya sudah tenang dan
Davian juga memberitahu Adel kalau mereka sudah tahu tentang kondisi Adel.
Awalnya dia terkejut dan takut kalau mereka akan menjauhinya
atau lebih buruk lagi menggosipkan dia dan mencemoohnya,tapi Davian menyakinkan
Adel kalau semuanya akan baik baik saja karna mereka akan merahasiakan itu.
‘’Adellll.’’Teriak Tia saat melihat Adel,dia langsung memeluk
Adel erat.
‘’Gue kagen.’’Lanjutnya
‘’E’lo udah baikan.’’Kata Lili ikut memeluk Adel.
‘’Iyah,maaf membuat kalian khawatir.’’Balas Adel.
‘’Jangan di lakukan lagi.’’Kata Lili.
‘’Tenang saja itu akan menjadi pertama dan terakhir.’’Kata
Adel.
‘’Bagus.’’Kata Tia.
‘’Bisa kalian lepaskan pelukannya dulu,malu di liatin yang
lain.’’Kata Adel yang malu karna mereka di perhatikan mahasiswa yang lewat.
Mereka berdua pun melepaskan pelukannya,pipi mereka merona
karna banyak yang menatap mereka ada yang heran,tertawa dan mengatai mereka.
‘’Hehehe.’’Tia cengengesan sambil menggaruk pipinya yang tak
gatal.
‘’Sudahlah yuk ke kelas.’’Ajak Lili.
‘’Ayo.’’Kata Adel dan Tia bersamaan.
Lili ikut ke kelas kedua temannya untuk mengawal Adel takut
kejadian minggu kemarin terulang.
Lili berjalan di samping kiri Adel dan Tia di samping
kanannya sehingga posisi Adel berada di
tangah.
‘’Lili,Tia sorry.’’Adel menundukan kepalanya.
Sesampainya di kelas Adel meminta maaf pada kedua
temannya,Tia dan Lili yang duduk di samping kursi Adel menatap Adel mengeritkan
dahi heran.
Adel masih menunduk dia tidak bisa menatap kedua
temannya,Adel mengepalkan tangannya.
‘’Gue…..gue menyembunyiin semuanya dari kalian …… maaf.’’Lanjutnya
matanya sudah berkaca kaca.
Dari seminggu yang lalu dia ingin meminta maaf pada mereka
tapi dia belum berani.
‘’Tidak apa apa kok…kami ngerti perasaan e’lo.’’Kata Lili
lembut.
__ADS_1
Meski dia marah karna tidak di beritahu tapi dia juga tidak
bisa menyalahkan Adel. dia lebih marah lagi pada dirinya karna tidak menyadari
perilaku Adel yang berbeda dia baru menyadari kala mengingat lagi sikap Adel
setelah di beritahu Davian.
‘’Yang harusnya minta maaf itu kita karna enggak peka
,padahal kita udah berteman lama.’’Lili merasa sangat bersalah begitu pun Tia.
‘’Gue juga minta maaf,enggak ada saat e’lo bener benar butuh
kita.’’Kata Tia.
Seharusnya mereka curiga saat Adel selalu mengurung diri di
perpustakaan dengan alasan belajar untuk ujian pindah jurusan.
Padahal mereka juga sering melihat kalau Adel menjaga jarak
pas ada laki laki yang lewat meski enggak terlihat begitu.
‘’Ini bukan salah kalian,jadi tidak perlu merasa
bersalah.’’Kata Adel dia mengangkat wajahnya menampilkan senyum manis miliknya.
‘’Ada apa ini? Kok roman romannya ada aura aura kesedihan
begitu.’’Kata Fadli yang masuk menghilangkan suasana yang sendu.
‘’Cik ganggu aja si e’lo.’’Kata Tia sinis.
‘’Gue kan cuman tanya.’’Balas Fadli.
‘’Thanks Fadli.’’Kata Adel berterima kasih karna merubah
suasana.
‘’Hah! Untuk apa?’’Tanya Fadli tak mengerti untuk apa Adel berterima
kasih.
‘’Adel’’Sebelum Adel menjawab Reno datang memanggilnya.
‘’Kamu sudah tidak apa apa?’’Tanya Reno khawatir.
Inginnya Reno melangkul dan memegang tangan Adel tapi Satria
memperingatkan mereka untuk tak menyentuh atau memegang Adel sebelum dia yang
‘’Iyah,gue sudah baikan.’’Adel tersenyum.
‘’Syukurlah.’’Kata Reno.
‘’Adel e’lo baik baik saja.’’Rendy datang menghampiri Adel
dengan raut yang sama dengan Reno.
Mereka langsung berlari ke kelas Adel saat mendengar kalau
Adel sudah masuk kampus.
‘’Gue udah lebih baik,terima kasih sudah menghawatirkan
gue.’’Kata Adel.
‘’Sebenarnya ada apa ini?’’Tanya Fadli yang bingung karna
tiba tiba mereka datang bertanya keadaan Adel.
‘’Gue jadi bingung.’’Tambahnya.
Fadli tidak tahu alasan sebenarnya Adel tidak masuk seminggu
ini,dia dan murid sekelasnya hanya tahunya Adel itu sedang ada urusan keluarga.
‘’Enggak ada apa apa.’’Kata Reno menutupi.
‘’Hanya menyapa saja.’’Begitu pun Rendy.
‘’Tahu e’lo ,kepo bangat sih!’’Kata Tia.
Lili dan Adel hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Fadli
yang kebingungan.
‘’Pelit amat sih kalian,gue kan enggak minta uang.’’Kata
Fadli sebal.
Merasa tak akan mendapatkan jawab Fadli pergi ke kursinya
karna sebentar lagi pelajaran pertama akan di mulai.
Yang lain pun pamit pergi ke kelas mereka masing masing .
…….
Karna ujian akhir akan segera di laksanakan banyak dari
__ADS_1
meraka pergi ke perpustakaan untuk belajar termasuk Adel dan teman temannya
karna mereka bukan golongan orang orang pintar dan jenius.
Adel dan Tia memisahkan diri dengan Lili karna jurusan mereka
berbeda jadi Adel dan Tia belajar bersama bareng Fadli yang memaksa.Sementara
Lili pergi mencari orang yang mengajaknya belajar bersama.
‘’Dav,apa alasan e’lo keluar dari klub basket?.’’Tanya Diki.
Dari minggu kemarin dia sudah bertanya apa alasan Davian
keluar tapi dia tidak pernah menjawabnya.
‘’Apa e’lo enggak bosan menanyakan itu terus?’’Davian balik
bertanya.
‘’Enggak.’’Jawab Diki.
‘’Gue kan kepo.’’Lanjutnya.
‘’Karna itu juga e’lo ngikutin gue dari tadi.’’Tanya Davian.
‘’Sembarangan gue ke
perpustakaan itu untuk belajar kali.’’Kata Diki.
‘’Kirain e’lo mau jadi penguntit.’’Cibir Davian
‘’Sialan e’lo! Gue masih normal,lebih baik gue menguntiti
Lili dari pada e’lo.’’Kata Diki kesal.
‘’Gue kenapa?’’Tanya Lili yang tadi mendengar namanya di
sebut.
‘’Waaahh.’’Diki terkejut mendengar suara Lili di sampingnya.
‘Apa dia mendengar ucapan gue.’pikir Diki panic.
‘’Gue tanya,geu kenapa? Kenapa e’lo menyebut nama gue
tadi.’’Tanya Lili kembali.
‘’Enggak ada apa apa.’’Kata Diki penuh syukur karna Lili
tidak mendengar ucapannya.
‘Syukurlah dia enggak denger.’Batinnya lega.
‘’Tadi Davian cuman tanya gue lagi ngapai di perpus,geu jawab
aja mau belajar bersama dengan e’lo.’’Kata Diki memberi alasan palsu,Davian
memutar matanya malas dengan ucapan Diki.
‘’Oh.’’Kata Lili.
‘’Sudahlah ayo duduk.’’Ajak Diki,Lili mengikuti Diki dan
Davian duduk di kursi yang kosong.
‘’E’lo juga mau belajar Davian.’’Tanya Lili heran.
‘’Kenapa? Apa gue menggangu kencan kalian?’’Tanya Davian
berhasil membuat dua orang itu merona dan gugup.
‘’E-enggak!’’Bantah Lili
‘’La-lagian kami tidak sedang ke-kencan.’’Lanjutnya.
‘Sial,kenapa gue pake gugup segala.’Batin Lili.
‘ Davian sialan, apa mau bikin gue jantungan.’Batin Diki.
‘Tapi boleh juga idenya,belajar sekalian pdkt seperti kata
pepatah sambil menyeram minum air.’Lanjutnya sambil senyam senyum.
‘’Ngapain e’lo senyam senyum begitu.’’Pertanyaan Lili
menyadarkan dari pikirannya.
‘’Enggak.’’Kata Diki yang tersenyum.
‘’Dasar aneh.’’Kata Lili yang melihat kelakuan Diki.
Tak
Davian menutup bukunya dan berdiri dari kursinya.
‘’Eh..Mau kemana e’lo’’Tanya Diki.
‘’Pergi,gue enggak mau jadi obat nyamuk.’’Kata Davian yang
membuat mereka merona kembali.
__ADS_1