Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
119


__ADS_3

Davian meregangkan otot ototnya dan menyandarkan tubuhnya di


kursi ke besaran papa nya yang sekarang di duduki oleh dirinya.


Dari pagi dia sudah berkutat dengan berkas berkas bahkan dia


tidak sarapan hanya secangkir kopi yang baru masuk ke dalam perut.


Memijat pangkal hidungnya, kepalanya pusing ada kendala


terkait masalah pembuatan game karna kurangnya orang dari bagian pemerograman karna


3 di antara mereka mengalami kecelakaan,di tambah lagi masalah perjodohannya ,


dia bingung bagaimana cara memberitahu papa dan mama nya  soal itu setelah papanya pulang ke rumah sore


nanti.


Dan juga reaksi orang tuanya karna Davian dengan seenaknya


mengambil keputusan tanpa memberitahu mereka dulu terlebih ini tentang masa


depannya,pasangan hidupnya yang akan mememaninya di sisa umurnya nanti.


Ting


Sebuh Notifikasi di ponselnya membuat Davian tersadar dari


pikirannya.


Setelah membacanya Davian keluar dari ruangannya lalu


menghampiri pak Seno.


‘’Pak Seno.’’panggil Davian.


‘’Iyah,ada apa direktur.’’Kata Seno.


‘’Saya mau keluar jadi tolong hendel semuanya selama saya


pergi.’’Kata Davian.


‘’Baik direktur.’’Jawab Seno.


Davian keluar setelah mendapat jawab Seno,Adel yang ingin


mememui Davian di ruangannya tapi Daviannya tidak ada.


‘’Kok enggak ada,kemana yah?’’Tanya Adel


Lalu Adel bertanya pada karyawan yang lain tapi tak jadi


karna Adel melihat Davian yang keluar dari ruangan Seno.


‘’Davian,e’lo mau kemana?’’ Tanya Adel melihat Davian akan


pergi.


‘’Ini aku bawakan makanan, kamu pasti sudah laparkan,tadi


pagi kan belum sempat sarapan,ya meski belum waktunya makan siang sih .’’Kata


Adel tersenyum lembut sambil mengangkat kotak bekal yang dia bawa.


‘’Gue bikin banyak sekalian buat cemilan juga.’’Kata Adel.


‘’Besok besok jangan buatkan gue makan ,mubajir.’’Kata Davian


datar lalu pergi  meninggalkan  Adel yang mematung.


‘’Sabar Adel ini bukan pertama kalinya buat e’lo.’’Kata Adel


menatap nanar punggung Davian yang sudah menjauh.


‘’Lebih baik e’lo cuekin gue tapi masih merespon dari pada


e’lo diemin gue kaya gini.’’Kata Adel lirih


‘’Sakit Dav,di sini sakit.’’Adel menunjuk dadanya, tangannya


menghapus air mata yang seenaknya keluar.


Adel beranjak menghampiri para karyawan yang sedang sibuk


berdiskusi menentukan gambar setiap karakter dalam game.


Tak


Suara benturan antara kotak bekal dan meja mengalihkan


pandangan mereka pada sumber suara, menatap sang pelaku.


Adel tersenyum canggung , merasa tak enak karna menganggu


meraka yang sedang serius.


‘’Hehe,maaf! Saya bawakan makanan untuk kalian.’’Kata Adel.


‘’Di bagi bagi yah! Soalnya hanya segini,saya tidak sempat


buat banyak.’’Kata Adel berbohong.

__ADS_1


‘’wah beneran buat kita kita.’’Tanya salah satu karyawan


pria.


‘’Iya.’’Adel tersenyum sendu.


‘’Ke betulan perut gue udah lapar.’’Kata pria yang lain.


‘’Baik banget Adel,sering sering aja yah.’’Kata karyawan


wanita.


‘’Makasih Del,di tunggu yang selanjutnya.’’Kata wanita


lainnya.


‘’Iyah, nanti kalau saya  bisa jadian sama do’i saya traktir kalian semua.’’Kata Adel bercanda


‘’Oke kita bantu do’a agar cepet jadian.’’Kata karyawan pria.


‘’Semoga Adel bisa jadian sama gebetannya kalau bisa sampai


nikah.’’Kata seorang pria sambil menadahkan tangannya ke atas.


‘’Amin.’’Balas mereka serempak.


‘’Hahaha ,udah makan jangan bercanda terus.’’Kata Adel tapi


di dalam hatinya dia ikut mengamini apa yang di mereka.


‘’Saya permisi masih ada pekerjaan.’’Adel pemit dan


meninggalkan mereka,pergi menuju dapur.


Menarik kursi lalu duduk di depan akuarium mini yang sengaja


di taruh di sana untuk membuat suasana di dapur tidak monotan dan bisa jadi


hiburan bagi yang badmood.


‘’Apa ini cara e’lo agar gue jauhi e’lo,Davian?’’Tanya Adel


matanya terus melihat ikan ikan yang berenang di dalam akuarium.


‘’Jika itu benar,apa yang harus gue lakuin untuk melupakan


e’lo Dav?’’Tanya nya lagi.


‘’Kenapa harus dengan cara seperti ini sih? Tak bisakah e’lo


nunggu gue untuk lupain e’lo duluan.’’Kata Adel,air matanya kembali menetes.


‘’Hah,gue bego banget ngapain juga sih gue nanya ke


Adel menangis menumpah kan semuanya ,hati terlalu sakit


mendapat perlakukan dingin Davian tiga hari ini.Tapi entah kenapa sesakit


apapun hati dia tidak bisa melepaskan Davian dia terlanjur sangat mencintainya.


Dia tahu mungkin kedepannya akan ada sesutau yang akan lebih


menyakitkan lebih dari ini.


…….


Davian mengendarai mobilnya menuju ke sebuah restoran mewah


,setelah sampai dan memarkirkan mobilnya Davian masuk dan pergi kearah ruangan


VIP yang sudah di beritahukan lewat pesan tadi.


Cklek


Saat Davian membuka pintu dia terkejut melihat siapa yang ada


di ruangan tersebut.


‘’Jangan menatap ku seperti itu.’’Kata Laura yang melihat


Davian menatapnya tajam dan penuh tanya.


‘’Bukan aku yang akan kau temui.’’Kata Laura lagi, sebelum


Davian bertanya .


Dia tidak akan sanggup jika Davian bertanya lebih dari itu.


Davian mengangguk mengerti,bagaimana posisi dan perasaan


Laura.


‘’Masuklah Davian dan duduk.’’Kata Dirga.


Davian melangkah ke kursi yang ada dan menariknya sebelum


duduk.


‘’Sepertinya kalian sangat akrab.’’Tanya Dirga.


‘’Iya om,Laura beberapa kali pernah melakukan tugas bersama

__ADS_1


Davian dan pernah juga jadi menejer tim basket di kampus.’’Jawab Laura.


‘’Oh,begitu.’’Jawab Dirga mengangguk mengerti.


‘’Om Laura pamit.’’Kata Laura.


‘’Lo bukannya kamu mau menunggu Reina dulu,kok mau


pergi.’’Kata Dirga heran.


‘’Masih banyak yang harus Laura urus om,nanti saja Laura ke


rumah.’’Kata Laura beralasan.


Dia sudah menebak sejak Davian menanykan soal om Dirga


padanya,kalau om Dirga berniat menjodohkan anaknya yang tak lain adalah kakak


sepupunya Reina Putri Wijaya dengan Davian.


Dia tidak akan sanggup mendengar sendiri soal perjodohan itu


dari mulut om nya,dia tidak sekuat  Adel


yang masih bisa menahan.


Cklek


‘’Maaf pah,Reina telat.’’Kata Reina memecah ketegangan di


hati Laura dan mungkin Davian.


‘’Tadi ada insiden kecil di jalan, jadi membuat kemacetan.’’Lanjutnya


memjelaskan keterlambatannya.


‘’Tak masalah sweet heart,ayo duduk.’’Kata Dirga.


Reina berjalan menuju kursi yang di tunjuk papa nya,sebelum


duduk Reina bertanya pada Laura yang bersiap akan pergi.


‘’Eh, Laura mau kemana?’’ Tanya Reina.


‘’Ayo duduk dulu,kita makan siang bareng.’’Lanjutnya setelah


duduk di kursi.


‘’Enggak usah kak,aku ada urusan.’’Tolak Laura.


‘’Sebentar aja, ayo duduk.’’Bujuk Reina.


‘’Kita kan sudah lama tidak bertemu.’’Lanjutnya.


‘’Maaf kak,tidak bisa soalnya aku mau ke kantor dady untuk


mengurus beberapa hal.’’Kata Laura.


‘’Begitu yah,padahal kakak sangat merindukan mu.’’Kata Reina


sedih.


‘’Nanti malam aku akan ke rumah kakak dan nanti kita nonton


drakor ,bagaimana? ’’Kata Laura agar Reina tidak sedih lagi,itung itung


sekalian pamit.


‘’Baiklah,awas yah kalau enggak datang nanti kakak terror.’’Ancam


Reina.


‘’Hm,kalau gitu om,kak dan Davian aku pamit dulu.’’Kata Laura


kemudian keluar pergi meningglkan ruangan tersebut.


Reina mengerutkan dahinya merasa ada yang janggal dari ucapan


Laura.


‘’Reina.’’Panggil Dirga.


‘’iyah pah.’’Jawab Reina.


‘’Perkenalkan dia Davian dan Davian ini anak saya


Reina.’’Dirga memperkenalkan mereka.


Reina menoleh ke samping,tersipu malu  karna tak menyadari ada orang lain selain


mereka.


‘’Hai aku Reina.’’Reina mengulurkan tangannya.


‘’Dvian.’’Davian menyambut uluran tangan Reina seraya


tersenyum.


Kedua pipinya Reina merona ,terpesona dengan senyuman Davian


yang menambah ketampanan Davian.

__ADS_1


‘’Davian ini adalah pria yang ingin papa jodohkan  dengan mu,Reina .’’Kata Dirga yang tersenyum


melihat anaknya terpesona oleh Davian.


__ADS_2