
Davian meregangkan otot ototnya dan menyandarkan tubuhnya di
kursi ke besaran papa nya yang sekarang di duduki oleh dirinya.
Dari pagi dia sudah berkutat dengan berkas berkas bahkan dia
tidak sarapan hanya secangkir kopi yang baru masuk ke dalam perut.
Memijat pangkal hidungnya, kepalanya pusing ada kendala
terkait masalah pembuatan game karna kurangnya orang dari bagian pemerograman karna
3 di antara mereka mengalami kecelakaan,di tambah lagi masalah perjodohannya ,
dia bingung bagaimana cara memberitahu papa dan mama nya soal itu setelah papanya pulang ke rumah sore
nanti.
Dan juga reaksi orang tuanya karna Davian dengan seenaknya
mengambil keputusan tanpa memberitahu mereka dulu terlebih ini tentang masa
depannya,pasangan hidupnya yang akan mememaninya di sisa umurnya nanti.
Ting
Sebuh Notifikasi di ponselnya membuat Davian tersadar dari
pikirannya.
Setelah membacanya Davian keluar dari ruangannya lalu
menghampiri pak Seno.
‘’Pak Seno.’’panggil Davian.
‘’Iyah,ada apa direktur.’’Kata Seno.
‘’Saya mau keluar jadi tolong hendel semuanya selama saya
pergi.’’Kata Davian.
‘’Baik direktur.’’Jawab Seno.
Davian keluar setelah mendapat jawab Seno,Adel yang ingin
mememui Davian di ruangannya tapi Daviannya tidak ada.
‘’Kok enggak ada,kemana yah?’’Tanya Adel
Lalu Adel bertanya pada karyawan yang lain tapi tak jadi
karna Adel melihat Davian yang keluar dari ruangan Seno.
‘’Davian,e’lo mau kemana?’’ Tanya Adel melihat Davian akan
pergi.
‘’Ini aku bawakan makanan, kamu pasti sudah laparkan,tadi
pagi kan belum sempat sarapan,ya meski belum waktunya makan siang sih .’’Kata
Adel tersenyum lembut sambil mengangkat kotak bekal yang dia bawa.
‘’Gue bikin banyak sekalian buat cemilan juga.’’Kata Adel.
‘’Besok besok jangan buatkan gue makan ,mubajir.’’Kata Davian
datar lalu pergi meninggalkan Adel yang mematung.
‘’Sabar Adel ini bukan pertama kalinya buat e’lo.’’Kata Adel
menatap nanar punggung Davian yang sudah menjauh.
‘’Lebih baik e’lo cuekin gue tapi masih merespon dari pada
e’lo diemin gue kaya gini.’’Kata Adel lirih
‘’Sakit Dav,di sini sakit.’’Adel menunjuk dadanya, tangannya
menghapus air mata yang seenaknya keluar.
Adel beranjak menghampiri para karyawan yang sedang sibuk
berdiskusi menentukan gambar setiap karakter dalam game.
Tak
Suara benturan antara kotak bekal dan meja mengalihkan
pandangan mereka pada sumber suara, menatap sang pelaku.
Adel tersenyum canggung , merasa tak enak karna menganggu
meraka yang sedang serius.
‘’Hehe,maaf! Saya bawakan makanan untuk kalian.’’Kata Adel.
‘’Di bagi bagi yah! Soalnya hanya segini,saya tidak sempat
buat banyak.’’Kata Adel berbohong.
__ADS_1
‘’wah beneran buat kita kita.’’Tanya salah satu karyawan
pria.
‘’Iya.’’Adel tersenyum sendu.
‘’Ke betulan perut gue udah lapar.’’Kata pria yang lain.
‘’Baik banget Adel,sering sering aja yah.’’Kata karyawan
wanita.
‘’Makasih Del,di tunggu yang selanjutnya.’’Kata wanita
lainnya.
‘’Iyah, nanti kalau saya bisa jadian sama do’i saya traktir kalian semua.’’Kata Adel bercanda
‘’Oke kita bantu do’a agar cepet jadian.’’Kata karyawan pria.
‘’Semoga Adel bisa jadian sama gebetannya kalau bisa sampai
nikah.’’Kata seorang pria sambil menadahkan tangannya ke atas.
‘’Amin.’’Balas mereka serempak.
‘’Hahaha ,udah makan jangan bercanda terus.’’Kata Adel tapi
di dalam hatinya dia ikut mengamini apa yang di mereka.
‘’Saya permisi masih ada pekerjaan.’’Adel pemit dan
meninggalkan mereka,pergi menuju dapur.
Menarik kursi lalu duduk di depan akuarium mini yang sengaja
di taruh di sana untuk membuat suasana di dapur tidak monotan dan bisa jadi
hiburan bagi yang badmood.
‘’Apa ini cara e’lo agar gue jauhi e’lo,Davian?’’Tanya Adel
matanya terus melihat ikan ikan yang berenang di dalam akuarium.
‘’Jika itu benar,apa yang harus gue lakuin untuk melupakan
e’lo Dav?’’Tanya nya lagi.
‘’Kenapa harus dengan cara seperti ini sih? Tak bisakah e’lo
nunggu gue untuk lupain e’lo duluan.’’Kata Adel,air matanya kembali menetes.
‘’Hah,gue bego banget ngapain juga sih gue nanya ke
Adel menangis menumpah kan semuanya ,hati terlalu sakit
mendapat perlakukan dingin Davian tiga hari ini.Tapi entah kenapa sesakit
apapun hati dia tidak bisa melepaskan Davian dia terlanjur sangat mencintainya.
Dia tahu mungkin kedepannya akan ada sesutau yang akan lebih
menyakitkan lebih dari ini.
…….
Davian mengendarai mobilnya menuju ke sebuah restoran mewah
,setelah sampai dan memarkirkan mobilnya Davian masuk dan pergi kearah ruangan
VIP yang sudah di beritahukan lewat pesan tadi.
Cklek
Saat Davian membuka pintu dia terkejut melihat siapa yang ada
di ruangan tersebut.
‘’Jangan menatap ku seperti itu.’’Kata Laura yang melihat
Davian menatapnya tajam dan penuh tanya.
‘’Bukan aku yang akan kau temui.’’Kata Laura lagi, sebelum
Davian bertanya .
Dia tidak akan sanggup jika Davian bertanya lebih dari itu.
Davian mengangguk mengerti,bagaimana posisi dan perasaan
Laura.
‘’Masuklah Davian dan duduk.’’Kata Dirga.
Davian melangkah ke kursi yang ada dan menariknya sebelum
duduk.
‘’Sepertinya kalian sangat akrab.’’Tanya Dirga.
‘’Iya om,Laura beberapa kali pernah melakukan tugas bersama
__ADS_1
Davian dan pernah juga jadi menejer tim basket di kampus.’’Jawab Laura.
‘’Oh,begitu.’’Jawab Dirga mengangguk mengerti.
‘’Om Laura pamit.’’Kata Laura.
‘’Lo bukannya kamu mau menunggu Reina dulu,kok mau
pergi.’’Kata Dirga heran.
‘’Masih banyak yang harus Laura urus om,nanti saja Laura ke
rumah.’’Kata Laura beralasan.
Dia sudah menebak sejak Davian menanykan soal om Dirga
padanya,kalau om Dirga berniat menjodohkan anaknya yang tak lain adalah kakak
sepupunya Reina Putri Wijaya dengan Davian.
Dia tidak akan sanggup mendengar sendiri soal perjodohan itu
dari mulut om nya,dia tidak sekuat Adel
yang masih bisa menahan.
Cklek
‘’Maaf pah,Reina telat.’’Kata Reina memecah ketegangan di
hati Laura dan mungkin Davian.
‘’Tadi ada insiden kecil di jalan, jadi membuat kemacetan.’’Lanjutnya
memjelaskan keterlambatannya.
‘’Tak masalah sweet heart,ayo duduk.’’Kata Dirga.
Reina berjalan menuju kursi yang di tunjuk papa nya,sebelum
duduk Reina bertanya pada Laura yang bersiap akan pergi.
‘’Eh, Laura mau kemana?’’ Tanya Reina.
‘’Ayo duduk dulu,kita makan siang bareng.’’Lanjutnya setelah
duduk di kursi.
‘’Enggak usah kak,aku ada urusan.’’Tolak Laura.
‘’Sebentar aja, ayo duduk.’’Bujuk Reina.
‘’Kita kan sudah lama tidak bertemu.’’Lanjutnya.
‘’Maaf kak,tidak bisa soalnya aku mau ke kantor dady untuk
mengurus beberapa hal.’’Kata Laura.
‘’Begitu yah,padahal kakak sangat merindukan mu.’’Kata Reina
sedih.
‘’Nanti malam aku akan ke rumah kakak dan nanti kita nonton
drakor ,bagaimana? ’’Kata Laura agar Reina tidak sedih lagi,itung itung
sekalian pamit.
‘’Baiklah,awas yah kalau enggak datang nanti kakak terror.’’Ancam
Reina.
‘’Hm,kalau gitu om,kak dan Davian aku pamit dulu.’’Kata Laura
kemudian keluar pergi meningglkan ruangan tersebut.
Reina mengerutkan dahinya merasa ada yang janggal dari ucapan
Laura.
‘’Reina.’’Panggil Dirga.
‘’iyah pah.’’Jawab Reina.
‘’Perkenalkan dia Davian dan Davian ini anak saya
Reina.’’Dirga memperkenalkan mereka.
Reina menoleh ke samping,tersipu malu karna tak menyadari ada orang lain selain
mereka.
‘’Hai aku Reina.’’Reina mengulurkan tangannya.
‘’Dvian.’’Davian menyambut uluran tangan Reina seraya
tersenyum.
Kedua pipinya Reina merona ,terpesona dengan senyuman Davian
yang menambah ketampanan Davian.
__ADS_1
‘’Davian ini adalah pria yang ingin papa jodohkan dengan mu,Reina .’’Kata Dirga yang tersenyum
melihat anaknya terpesona oleh Davian.