Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
124


__ADS_3

‘’Gue enggak menyangka kalau e’lo akan pergi kencannya ke


kafe.’’Kata Davian saat dia berpapasan dengan Adel yang akan turun ke bawah.


‘’Bukannya tamezone dan taman hiburan lebih cocok untuk


kalian berkencan.’’ Lanjutnya sinis.


‘’Apa salahnya pergi ke kafe itu terserah kami yang


berkencan.’’Jawab Adel yang sakit hati mendengar ucapan Davian.


‘’Benar juga.’’Davian berjalan melewati Adel lalu berbalik.


‘’Kalian terlihat sangat cocok.’’Lalu masuk ke dalam


kamar,tangannya mengepal erat,hatinya sakit saat mengatakan itu.


‘’Tidak,Davian! Sudah sejauh ini jangan membuat kacau .’’Kata


Davian pada dirinya sendiri.


‘’Haaahh,aku merindukannya.’’Lanjutnya.


Lalu dia masuk ke kamar mandi untuk menenangkan pikiran dan


tubuhnya.


Adel memejamkan matanya berusaha menahan air matanya agar tak


jatuh lagi setelah mendengar ucapan Davian.


Adel mengurungkan niatnya dan kembali ke kamar, membuka


jendela kamarnya dan memandang bintang.


‘’Apa gue terima saja yah?’’Pikir Adel.


Dia memikirkan pernyataan Andreas setelah mereka meninggalkan


kafe.


Kilas balik


Andreas melangkah ke depan Adel, menarik nafas beberapa kali.


‘’Menikahlah dengan ku.’’Kata Andreas serius.


‘’Apa?’’Kata Adel bingung.


‘’Aku bilang…menikahlah dengan ku.’’Kata Andreas lagi.


‘’Aku sudah tahu kalau Davian akan menikah.’’Kata Andreas.


‘’Satria memberitahu ku kalau Davian menerima perjodohan dengan


sepupunya Laura.’’Jelas Andreas melihat Adel mengangkat alisnya bingung.


Satria langsung memberitahu Andreas saat Laura cerita padanya


kalau sepupunya di jodohkan dengan Davian,saat dia mengantar Laura ke bandara


sebelum berpamitan pergi ke Inggris.


‘’Aku tidak masalah bila kamu menjadikan ku sebagai pelarian


atau pun sebatas pengganti Davian.’’Kata Andreas,


Adel tersentak dengan pernyataan Andreas, menjadi yang ke dua


bukan hal mudah,butuh hati yang besar untuk itu.


‘’Kak Andreas.’’kata Adel ragu.


‘’Aku benar benar menyukai mu ,ah tidak …aku mencintai


mu,meski kita belum lama kenal tapi aku yakin akan perasaan ku pada mu itu


serius.’’Kata Andreas.


‘’Kalau kamu masih menyukai Davian tak  apa aku bisa menunggu mu sampai kapan pun


itu.’’Lanjutnya.


‘’Jadi maukah kamu menikah dengan ku?’’Tanya Andreas lagi.


Kilas balik selesai


‘’Hah.’’Adel menghela nafas, matanya tak sengaja melihat


kearah fotonya dan Davian yang di ambil saat kelulusan dulu.


‘’Dia telambat.’’Kata Adel tersenyum sendu.


‘’Seandainya dia datang lebih dulu atau paling tidak sebelum


aku menyukai Davian lebih dalam mungkin aku bisa lebih mudah menerimanya.’’Lanjutnya.


‘’Ahh,sudahlah.’’Adel beranjak ke kasur dan menutupi seluluh


tubuhnya dengan selimut.

__ADS_1


……


‘’Apa? Dilamar!’’Teriak Lili dan Tia saat Adel menceritakan


kejadian semalam.


Adel membekap mulut keduanya merasa malu karna mereka menjadi


pusat perhatian pengujung restoran.


Sepulang dari kantor Adel menghubungi kedua temannya untuk


datang ke restoran miliknya untuk meminta pendapat mereka soal lamaran Andreas.


‘’Waw kak Andreas benar  benar hebat.’’Kata Tia setelah melepaskan tangan Adel.


‘’Benar,dulu dia langsung menembak e’lo saat pertama kali


bertemu dan sekarang melamar padahal baru beberapa kali berkencan.’’ Kata Lili.


‘’Jadi apa jawaban e’lo?’’Tanya Lili penasaran.


‘’Hm,apa jawaban yang e’lo berikan?’’Tanya Tia sama


penasarannya.


‘’Gue enggak bilang apa apa.’’Jawab Adel yang mendapat desah


kecewa dari kedua temannya.


‘’Ah e’lo mah.’’Kata Tia kecewa.


‘’Gue tahu kak Andreas itu orangnya baik,meski pun begitu….gue


enggak punya perasaan apa pun padanya.’’Kata Adel menjeda sebentar sebelum


melanjutkannya.


‘’Bahkan saat gue menerima lamarannya yang tiba tiba,gue


hanya terkejut dan tidak merasa berdebar sedikit pun.’’Lanjutnya.


‘’Gue bingung mau harus bagaimana?kalau gue menerimanya


takutnya malah membuat kak Andreas sakit hati.’’Kata Adel


‘’Menurut gue tidak ada salahnya untuk menerimanya,e’lo bisa


pelan pelan menerima kak Andreas.’’Kata Lili.


‘’Mungkin jika e’lo lebih sering ketemu benih benih cinta


‘’Dan juga kak Andreas jauh lebih baik dari Davian,dia kan


selalu memikirkan e’lo dan menjadikan e’lo pioritas pertama.’’Lanjut Tia.


‘’E’lo terlihat lebih serasi dengan kak Andreas dari pada


Davian sih,itu menurut gue.’’Kata Lili.


‘’Iya,lagian bukannya e’lo bilang kalau Davian akan menikah.’’Kata


Tia.


‘’Sebaiknya e’lo pertimbangkan soal lamaran kak Andreas


dengan kepala dingin.’’Saran Lili.


‘’Oke.’’Kata Adel dia tersenyum tipis.


‘Mungkin mereka benar.’Pikir Adel.


……..


Diki sedang melilih milih hoodie untuknya sekalian buat Lili kalau


ada yang cappel. Saat akan mencoba bajunya dia melihat Davian sedang bersama


seorang perempuan melilih baju juga.


‘’Davian dengan siapa?’’Tanya Dikidia belum tahu soal


perjodohan Davian.


‘’Samperin enggakyah,tapi kalau enggak di samperin gue nya


kepo.’’Kata Diki.


‘’sudahlah kesana aja,sekalian melihat drama apa lagi yang


sedang Davian mainkan.’’Kata Diki.


Yah bagi Diki kisah percintaan davian itu seperti drama yang


selalu di tonton ibu ibu yang tak pernah tahu kapan pastinya ketahuan siapa


yang jahat sebenarnya kalau Davian itu kapan pastinya dia mau jujur akan


perasaannya.


‘’Bagus yang mana?’’Tanya Reina sambil menunjukan dua baju

__ADS_1


warna pink dan putih.


‘’Putih.’’Jawab Davian.


‘’Baiklah ,aku ilih yang putih aja.’’Reina menaaruh kembali


baju yang pink.


Puk


Davian menoleh ke belakang saat ada yang menepuk bahunya


keras.


‘’Hai Dav.’’Diki menyengir tak berdosa.


Davian menyingkirkan tangan Diki yang masih ada di bahunya.


‘’Siapa tuh? wanita baru yah!’’Kata Diki.


‘’Bukan urusan lo.’’Kata Davian datar.


‘’Ck,kebiasaan.’’Diki berdecik.


‘’Davian aku sudah selesai ayo.’’Kata Reina yang baru dari


kasir.


‘’Eh,apa aku menganggu kalian.’’Tanya Reina saat menyadari ke


beradaan Diki.


‘’Tidak.’’Jawab Davian.


‘’Hallo,nama gue Diki sahabat Davian.’’Diki memperkenalkan dirinya.


Davian berdecik mendengar Diki menyebutnya sahabat.


‘’Hallo juga aku Reina,tunangan Davian.’’Reina menyambut


uluran tangan Diki.


‘’Hah,tunangan!’’Diki terkejut lalu menoleh kearah Davian


meminta penjelasan.


‘’Ayo.’’Davian tak memperdulikan Diki lalu pergi keluar di


ikuti Reina.


‘’Apa tidak apa apa?’’Tanya Reina tak enak dengan Diki.


‘’Tidak apa apa,sudah biasa.’’Jawab Davian.


‘’Ck,dasar Davian main pergi aja. Tapi kapan Davian


tunangan,kok enggak ada beritanya.’’Kata Diki sebal dan heran.


‘’Sudahlah nanti tanya Lili saja pasti Adel cerita pada


mereka,sekalian gue juga udah rindu sama bebeb Lili.’’Lanjutnya.


‘’Ternyata benar kata Dilan kalau rindu itu berat.’’Kata Diki


tak jelas lalu pergi.


…….


Adel berjalan menyelusuri jalan sambil memikirkan perkataan


teman temannya, karna terlalu larut dalam pikirannya Adel tak sengaja menabrak


seseorang.


Brug


‘’Maaf.’’Kata Adel sambil menundukan kepalanya sedikit.


‘’Tidak apa apa, lain kali jangan melamun bahaya.’’Kata orang


itu.


‘’Mm,terima kasih.’’Balas Adel.


‘’Adel!’’Adel berbalik mendengar namanya di panggil.


Deg


Mata Adel bertemu dengan mata Davian yang sedang berjalan


bersama Reina dan menatapnya dengan pandangan yang sulit di artikan,Adel lebih


dulu memutus tatapan mereka,dia menunduk menetralkan emosinya.


MINAL AIDIN WAL PAIDIN YAH SEMUANYA,SELAMAT HARI RAYA IDUL


FITRI BAGI YANG MELAKSANAKANNYA.


MOHON MAAF KALAU ADA KATA KATA DAN TULISAN SAYA YANG TAK


SENGAJA MENYINGGUNG KALIAN.

__ADS_1


__ADS_2