
‘’Gue enggak menyangka kalau e’lo akan pergi kencannya ke
kafe.’’Kata Davian saat dia berpapasan dengan Adel yang akan turun ke bawah.
‘’Bukannya tamezone dan taman hiburan lebih cocok untuk
kalian berkencan.’’ Lanjutnya sinis.
‘’Apa salahnya pergi ke kafe itu terserah kami yang
berkencan.’’Jawab Adel yang sakit hati mendengar ucapan Davian.
‘’Benar juga.’’Davian berjalan melewati Adel lalu berbalik.
‘’Kalian terlihat sangat cocok.’’Lalu masuk ke dalam
kamar,tangannya mengepal erat,hatinya sakit saat mengatakan itu.
‘’Tidak,Davian! Sudah sejauh ini jangan membuat kacau .’’Kata
Davian pada dirinya sendiri.
‘’Haaahh,aku merindukannya.’’Lanjutnya.
Lalu dia masuk ke kamar mandi untuk menenangkan pikiran dan
tubuhnya.
Adel memejamkan matanya berusaha menahan air matanya agar tak
jatuh lagi setelah mendengar ucapan Davian.
Adel mengurungkan niatnya dan kembali ke kamar, membuka
jendela kamarnya dan memandang bintang.
‘’Apa gue terima saja yah?’’Pikir Adel.
Dia memikirkan pernyataan Andreas setelah mereka meninggalkan
kafe.
Kilas balik
Andreas melangkah ke depan Adel, menarik nafas beberapa kali.
‘’Menikahlah dengan ku.’’Kata Andreas serius.
‘’Apa?’’Kata Adel bingung.
‘’Aku bilang…menikahlah dengan ku.’’Kata Andreas lagi.
‘’Aku sudah tahu kalau Davian akan menikah.’’Kata Andreas.
‘’Satria memberitahu ku kalau Davian menerima perjodohan dengan
sepupunya Laura.’’Jelas Andreas melihat Adel mengangkat alisnya bingung.
Satria langsung memberitahu Andreas saat Laura cerita padanya
kalau sepupunya di jodohkan dengan Davian,saat dia mengantar Laura ke bandara
sebelum berpamitan pergi ke Inggris.
‘’Aku tidak masalah bila kamu menjadikan ku sebagai pelarian
atau pun sebatas pengganti Davian.’’Kata Andreas,
Adel tersentak dengan pernyataan Andreas, menjadi yang ke dua
bukan hal mudah,butuh hati yang besar untuk itu.
‘’Kak Andreas.’’kata Adel ragu.
‘’Aku benar benar menyukai mu ,ah tidak …aku mencintai
mu,meski kita belum lama kenal tapi aku yakin akan perasaan ku pada mu itu
serius.’’Kata Andreas.
‘’Kalau kamu masih menyukai Davian tak apa aku bisa menunggu mu sampai kapan pun
itu.’’Lanjutnya.
‘’Jadi maukah kamu menikah dengan ku?’’Tanya Andreas lagi.
Kilas balik selesai
‘’Hah.’’Adel menghela nafas, matanya tak sengaja melihat
kearah fotonya dan Davian yang di ambil saat kelulusan dulu.
‘’Dia telambat.’’Kata Adel tersenyum sendu.
‘’Seandainya dia datang lebih dulu atau paling tidak sebelum
aku menyukai Davian lebih dalam mungkin aku bisa lebih mudah menerimanya.’’Lanjutnya.
‘’Ahh,sudahlah.’’Adel beranjak ke kasur dan menutupi seluluh
tubuhnya dengan selimut.
__ADS_1
……
‘’Apa? Dilamar!’’Teriak Lili dan Tia saat Adel menceritakan
kejadian semalam.
Adel membekap mulut keduanya merasa malu karna mereka menjadi
pusat perhatian pengujung restoran.
Sepulang dari kantor Adel menghubungi kedua temannya untuk
datang ke restoran miliknya untuk meminta pendapat mereka soal lamaran Andreas.
‘’Waw kak Andreas benar benar hebat.’’Kata Tia setelah melepaskan tangan Adel.
‘’Benar,dulu dia langsung menembak e’lo saat pertama kali
bertemu dan sekarang melamar padahal baru beberapa kali berkencan.’’ Kata Lili.
‘’Jadi apa jawaban e’lo?’’Tanya Lili penasaran.
‘’Hm,apa jawaban yang e’lo berikan?’’Tanya Tia sama
penasarannya.
‘’Gue enggak bilang apa apa.’’Jawab Adel yang mendapat desah
kecewa dari kedua temannya.
‘’Ah e’lo mah.’’Kata Tia kecewa.
‘’Gue tahu kak Andreas itu orangnya baik,meski pun begitu….gue
enggak punya perasaan apa pun padanya.’’Kata Adel menjeda sebentar sebelum
melanjutkannya.
‘’Bahkan saat gue menerima lamarannya yang tiba tiba,gue
hanya terkejut dan tidak merasa berdebar sedikit pun.’’Lanjutnya.
‘’Gue bingung mau harus bagaimana?kalau gue menerimanya
takutnya malah membuat kak Andreas sakit hati.’’Kata Adel
‘’Menurut gue tidak ada salahnya untuk menerimanya,e’lo bisa
pelan pelan menerima kak Andreas.’’Kata Lili.
‘’Mungkin jika e’lo lebih sering ketemu benih benih cinta
‘’Dan juga kak Andreas jauh lebih baik dari Davian,dia kan
selalu memikirkan e’lo dan menjadikan e’lo pioritas pertama.’’Lanjut Tia.
‘’E’lo terlihat lebih serasi dengan kak Andreas dari pada
Davian sih,itu menurut gue.’’Kata Lili.
‘’Iya,lagian bukannya e’lo bilang kalau Davian akan menikah.’’Kata
Tia.
‘’Sebaiknya e’lo pertimbangkan soal lamaran kak Andreas
dengan kepala dingin.’’Saran Lili.
‘’Oke.’’Kata Adel dia tersenyum tipis.
‘Mungkin mereka benar.’Pikir Adel.
……..
Diki sedang melilih milih hoodie untuknya sekalian buat Lili kalau
ada yang cappel. Saat akan mencoba bajunya dia melihat Davian sedang bersama
seorang perempuan melilih baju juga.
‘’Davian dengan siapa?’’Tanya Dikidia belum tahu soal
perjodohan Davian.
‘’Samperin enggakyah,tapi kalau enggak di samperin gue nya
kepo.’’Kata Diki.
‘’sudahlah kesana aja,sekalian melihat drama apa lagi yang
sedang Davian mainkan.’’Kata Diki.
Yah bagi Diki kisah percintaan davian itu seperti drama yang
selalu di tonton ibu ibu yang tak pernah tahu kapan pastinya ketahuan siapa
yang jahat sebenarnya kalau Davian itu kapan pastinya dia mau jujur akan
perasaannya.
‘’Bagus yang mana?’’Tanya Reina sambil menunjukan dua baju
__ADS_1
warna pink dan putih.
‘’Putih.’’Jawab Davian.
‘’Baiklah ,aku ilih yang putih aja.’’Reina menaaruh kembali
baju yang pink.
Puk
Davian menoleh ke belakang saat ada yang menepuk bahunya
keras.
‘’Hai Dav.’’Diki menyengir tak berdosa.
Davian menyingkirkan tangan Diki yang masih ada di bahunya.
‘’Siapa tuh? wanita baru yah!’’Kata Diki.
‘’Bukan urusan lo.’’Kata Davian datar.
‘’Ck,kebiasaan.’’Diki berdecik.
‘’Davian aku sudah selesai ayo.’’Kata Reina yang baru dari
kasir.
‘’Eh,apa aku menganggu kalian.’’Tanya Reina saat menyadari ke
beradaan Diki.
‘’Tidak.’’Jawab Davian.
‘’Hallo,nama gue Diki sahabat Davian.’’Diki memperkenalkan dirinya.
Davian berdecik mendengar Diki menyebutnya sahabat.
‘’Hallo juga aku Reina,tunangan Davian.’’Reina menyambut
uluran tangan Diki.
‘’Hah,tunangan!’’Diki terkejut lalu menoleh kearah Davian
meminta penjelasan.
‘’Ayo.’’Davian tak memperdulikan Diki lalu pergi keluar di
ikuti Reina.
‘’Apa tidak apa apa?’’Tanya Reina tak enak dengan Diki.
‘’Tidak apa apa,sudah biasa.’’Jawab Davian.
‘’Ck,dasar Davian main pergi aja. Tapi kapan Davian
tunangan,kok enggak ada beritanya.’’Kata Diki sebal dan heran.
‘’Sudahlah nanti tanya Lili saja pasti Adel cerita pada
mereka,sekalian gue juga udah rindu sama bebeb Lili.’’Lanjutnya.
‘’Ternyata benar kata Dilan kalau rindu itu berat.’’Kata Diki
tak jelas lalu pergi.
…….
Adel berjalan menyelusuri jalan sambil memikirkan perkataan
teman temannya, karna terlalu larut dalam pikirannya Adel tak sengaja menabrak
seseorang.
Brug
‘’Maaf.’’Kata Adel sambil menundukan kepalanya sedikit.
‘’Tidak apa apa, lain kali jangan melamun bahaya.’’Kata orang
itu.
‘’Mm,terima kasih.’’Balas Adel.
‘’Adel!’’Adel berbalik mendengar namanya di panggil.
Deg
Mata Adel bertemu dengan mata Davian yang sedang berjalan
bersama Reina dan menatapnya dengan pandangan yang sulit di artikan,Adel lebih
dulu memutus tatapan mereka,dia menunduk menetralkan emosinya.
MINAL AIDIN WAL PAIDIN YAH SEMUANYA,SELAMAT HARI RAYA IDUL
FITRI BAGI YANG MELAKSANAKANNYA.
MOHON MAAF KALAU ADA KATA KATA DAN TULISAN SAYA YANG TAK
SENGAJA MENYINGGUNG KALIAN.
__ADS_1