
Mereka pun akhirnya berangkat menuju sekolah Adel dan
Davian.Adel tidak ikut dengan Davian dan keluarganya dia beralasan ingin
menghabiskan waktu dengan ayahnya,awalnya Marisa bersikeras agar Adel ikut
bersama mereka tapi akhirnya dia menyerah, dia juga tau alasan Adel yang tak mu
ikut mereka.
Jadi mereka berangkat dengan mobil mereka masing masing.Sesampainya
di sekolah Adel langsung pamit pada Ayahnya dan Marselo serta Marisa untuk
pergi duluan ke aula begitu pun Davian juga pamit.
Saat adel sampai di aula dia mencari kedua sahabatnya dan
menghampiri mereka Adel duduk di antara kedua sahabatnya.
‘’Huh’’
‘’Kenapa lo datang datang menghela nafas gitu?’’Tanya Tia
‘’Hm ,enggak apa-apa,emang engak boleh.’’Jawab Adel
‘’Boleh ,itukan hak lo.’’Kata Tia
‘’Ngomang ngomong kenapa lo baru datang.’’Tanya Tia
‘’Tadi di jalan ada kecelakaan.’’Jawab Adel
‘’Kecelakaan!’’Kata Tia
‘’Hm.’’
‘’Hey ,kalian bisa diam enggak itu pak kepala sekolah mau
berpidato.’’Kata seorang siswi kelas sebelah menegur Adel dan Tia yang ngobrol
dengan suara agak keras.
Adel dan Tia menunduk untuk meminta maaf dan kembali
menghadap ke depan.
Pak Lukman selaku kepala sekolah SMA PELITA HARAPAN memberi sambutan untuk semua wali murid dan mengucapan selamat untuk para murid yang lulus.
Setelah pak Lukman memberi sambutannya Davian naik ke atas
panggung sebagai perwakilan seluluh siswa kelas 12 untuk
menggucapan rasa terima kasih mereka pada guru-guru.
‘’Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih pada
semua teman teman yang telah memberi kesempatan saya menjadi perwakilan kalian untuk berdiri di
sini.Dan saya juga mau berterima kasih pada guru-guru yang selama tiga tahun
ini membimbing dan mengajari kami semua tampa lelah,dan kami juga meminta maaf
atas semua ulah yang telah kami semua lakukan selama ini.’’Kata Davian
‘’Setelah ini kita semua akan pergi untuk mengejar mimpi
kita masing-masing.Seorang nenek yang belum pernah saya temui berkata ‘Lakukan
apa yang kamu mau dan sukai dengan senang hati dengan begitu kamu akan merasa
bahagiah dan juga bisa membuat orang lain bahagiah juga’saya juga berharap bisa
menemukan apa yang saya sukai dan bisa menggetarkan hati saya, juga memberi ke bahagian untuk orang disekitar saya.’’
Adel tersentak mendengar ucapan Davian,kata-kata yang dia
ucapkan waktu itu masih di ingat oleh Davian.Mata Adel berkaca-kaca dia sangat
senang dan tak menyangka nya.
‘’Tapi seperti yang kalian semua tau,saya tidak memiliki
kepribadian untuk membuat orang lain bahagiah.’’
Marisa terkekeh dan Marselo tersenyum kecil mendengar ucapan
Davian.
‘’Jadi untuk saat ini,saya berencana untuk mencari tau meski
saya masih belum tau bagaimana…..saya harap untuk kalian semua ,arah manapun
hidup kalian di pimpin…saya berharap kalian menjalaninya dengan sepenuh
hati,terima kasih.’’Davian memberi hormat dan turun dari panggung.
Semua murid dan guru-guru serta para wali murid bertepuk
tangan.
Setelah pidato yang di sampaikan Davian para guru membagikan
surat kelulusan mereka.Seluluh murid kelas 12 berhamburan penuh suka cita para
orang tua memberi bunga yang sedari tadi mereka bawa.
Begitu pun anak anak kelas 11 dan10 mereka juga memberi
bunga dan mengucapkan selamat ,ada juga yang sampai menangis dan mereka semua
menabadikan kenangan ini dengan berfoto bersama.
‘’Adel selamat atas kelulusanmu ayah bangga sekali padamu.’’Tomi
menghampiri Adel dan memeluk anak semata wayangnya tak lupa memberinya bunga
yang di bawanya.
‘’Terima kasih ayah.’’Balas Adel dengan senyum manisnya.
‘’Selamat atas kelulusan mu.’’Marselo mengusap kepala Adel.
__ADS_1
‘’Terima kasih om.’’Kata Adel
‘’Adellll selamat yah sayang,perjuanganmu selama ini
terbayar sudah.’’Kata Marisa senang sambil memeluk Adel.
‘’Iyah tante makasih selama ini tante selalu membantu dan mendukung
Adel selama ini.’’Kata Adel
‘’Sama sama lagian tante juga senang melakukan.’’Kata Marisa
sambil melepaskan pelukannya.
‘’Adel ayo,kita harus mengambil foto sebanyak mungkin.’’Kata
Tia mengajak Adel untuk berfoto bersama.
‘’Kalau gitu sini biar tante yang memotret kalian
bertiga.’’Kata Marisa bersemangat mengambil kamera di tasnya.
‘’Terima kasih tante.’’Kata mereka
‘’Ayo kalian berposelah.’’Kata Marisa yang sudah siap
memotret,Adel,Tia dan Lili pun berpose dengan senyum menawan mereka.
‘’Siap 1……2……3.!’’Kata Marisa
Cekrek
‘’Bagus ayo berganti pose.’’Katanya lagi.
Adel,Tia dan Lili terus berganti pose beberapa kali dan entah
sudah berapa gaya mereka buat dan berapa banyak foto yang mereka ambil.
‘’Oh yah!Davian kemana yah?’’Tanya Marisa
‘’Entah tante Adel dari tadi tidak melihat Davian.’’Jawab
Adel
‘’Padahalkan tante mau memotret kalian berdua.’’Kata Marisa
yang membuat wajah Adel merona mereh.
‘’Cie ciee ciee.’’Goda Tia dan lili,Adel memukul pelan teman
temannya karna merasa malu.
Davian,Diki,Rafa dan Sandy sekarang sedang bersama junior
mereka yang berada di klub basket untuk memberi ucapan selamat pada senior mereka
dan memberi mereka hadiah sebagai kenang kenangan.Lalu Selena datang menghampiri Davian
‘’Dav,bisa kita bicara berdua.’’Kata Selena tersenyum
‘’Ada apa?’’Kata Davian
‘’Sebentar aja plis.’’Katanya lagi.
‘’Baiklah ayo.’’Kata Davian
‘’Terima kasih.’’Kata Selena senang
‘’Teman teman gue pergi duluan.’’Kata Davian
‘’Iyah’’Kata mereka mengerti
Davian pergi bersama
Selena,Diki pun pamit setelah Davian dan Selena pergi.
‘’Gue juga mau pergi terima kasih yah untuk kalian ,sampai
nanti.’’Setelah berpamitan Diki pun langsung pergi
‘’Jadi lo mau bicara apa.’’Kata Davian pada Selena setelah sampai di tempat yang Selana maksud.
Selena membawa Davian ke taman belakang sekolah dan sekarang
mereka sedang berdiri di dekat pohon.
‘’Davian gue udah suka sama lo sejak kita kelas 10, tapi gue
enggak berani mengungkapkannya sama lo karna gue takut lo malah menjauhi
gue.’’Kata Selena sambil memberikan senyum terbaiknya.
‘’Gue sadar seharusnya yang nembak duluan itu biasanya
cowok,tapi gue benar benar sayang sama lo.’’Selena menjeda nya
‘’Jadi Davian mau enggak lo jadi pacar gue.’’Kata Selena yang masih tersenyum.
‘’Selena lo itu pinter,cantik dan nyambung kalau di ajak
bicara.’’Kata Davian
‘’Lo juga baik dan menyenangkan.’’Katanya lagi ,membuat
senyum di wajah Selena melebar.
‘’Tapi,sorry gue cuman menganggap lo sebatas teman engak
lebih.’’Kata Davian
Selena yang sudah senang dengan pujian Davian tadi langsung
berubah sendu mendengar jawaban Davian.
‘’Lo berhak mendapatkan cowok yang lebih baik dari gue yang
bisa mencintai dan menyayangi lo dengan sepenuh hati dan cowok itu bukan
gue,sorry.’’Davian menepuk bahu Selena dan pergi.
Kaki Selena tidak bisa lagi menopang tubuhnya dia lemas
__ADS_1
mendengar jawaban Davian.
‘’Kenapa..hiks..Dav.. hiks …apa yang kurang hiks…dari gue
hisk…..’’Selena menunduk sambil menangis
‘’Bagaimana hiks….caranya agar lo…hiks….bisa mencintai gue
hiks….huaaa.’’Tangisan Selena terdengar lebih keras.
Diki merasa tidak tega mendenger cewek yang di sayanginya
menangis seperti itu dia keluar dari balik tembok menghampiri Selena dan
memeluknya.
Tadi setelah Davian dan Selena pergi Diki mengikuti mereka
dan mendengar pembicaraan antara Davian dan Selena.Dia tau kalau selama ini
Selena menyukai Davian dan mereka juga terlihat serasi jadi dia pikir mungkin
Davian juga menyukai Selena tapi ternyata Davian hanya mengangap Selena sebagai
teman saja tidak lebih .
‘’Sudah Sel,lo jangan sedih lagi.’’Kata Diki berusaha
menenangkan Selena
‘’Dik kenapa Davian hiks... engak suka sama gue hiks…apa gue kurang
cantik hiks..’’Kata Selena yang menangis di pelukan Diki.
‘’Lo cantik.’’Kata Diki
‘’Tapi kenapa Davian hiks…enggak bisa suka
hiks…sama gue.’’Tanyanya lagi
‘’Sel cinta itu bukan soal cantik apa enggak tapi itu soal
hati.’’Kata Diki
‘’Dan kenapa Davian enggak menyukai lo itu bukan karna lo
enggak cantik tapi mungkin karna lo enggak punya sesuatu yang bisa menggetarkan
hatinya.’’Kata Diki
‘’Menggetarkan hatinya.’’Kata Selena yang sudah sedikit
membaik.
‘’Apa itu?tolong beritau gue,apa yang bisa menggetarkan hati
Davian.’’Kata Selena
‘’Gue enggak tau.’’Jawab Diki,Selena menunduk sedih.
Dia benar benar menyukai dan mencintai Davian kalau masih ada
kesempatan walau sekecil apa pun dia akan lakukan untuk bisa membuat Davian
mencintainya.
‘’Gue rasa lebih baik lo mulai belajar melupakan nya dari
pada lo semakin sakit hati,karna seperti yang di ucapkan Davian saat di
panggaung tadi,dia pun tak tau apa yan bisa menggetarkan hatinya.’’Kata Diki
‘’Dan mungkin sesuatu yang hanya bisa menggetarkan hati Davian adalah sesuatu yang tak terduga
dan tidak pernah terpikirkan olehnya maupun kita.’’Katanya lagi
‘’Sesuatu yang tak terpikirkan oleh kita,apa?’’Tanya Selena
menatap Diki
‘’Entahlah ,lagiankan urusan hati itu sesuatu yang tak bisa
di cerna oleh logika dan pikiran semata.’’Diki mengangkat bahunya.
‘’Selain itu cinta yang di paksakan tidak akan membuat kita
bahagia walau kita sudah memdapatkatnya sekali pun itu hanya akan semakin
menyiksa kita dan orang yang kita cintai.’’Kata Diki lagi
‘’Yah lo benar.’’Selena sadar apa yang di katakana Diki
memang ada benarnya juga di juga enggak mau sampai di benci oleh orang yang dia
sayangi.
‘’Mungkin gue bukan cewek yang tepat untuk Davian.’’Katanya
lagi
‘’Lagi pula gue ini cantik pasti banyak yang suka sama gue
dan bisa membuat gue cepat melupakan Davian.’’kata Selena sambil tersenyum
sendu
‘’Nah gitu dong itu baru Selena yang gue kenal.’’Kata Diki
dia tau sehancur apa hati Selena saat ini jadi dia memeluk Selena lagi
‘’Kalau lo masih mau menangis,menangislah lagi tumpahkan
semuanya hari ini sama gue tapi besok lo harus tersenyum lagi dan lupakan
kejadian hari ini tata lagi hati lo.’’Kata Diki
Selena pun menangis lagi menumpahkan semuanya di pelukan
Diki membuat seragam Diki basah karna air mata Selena.
‘Gue bakal coba untuk melupakan lo Davian ‘Batin Selena
__ADS_1