Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
26


__ADS_3

Mereka pun akhirnya berangkat menuju sekolah Adel dan


Davian.Adel tidak ikut dengan Davian dan keluarganya dia beralasan ingin


menghabiskan waktu dengan ayahnya,awalnya Marisa bersikeras agar Adel ikut


bersama mereka tapi akhirnya dia menyerah, dia juga tau alasan Adel yang tak mu


ikut mereka.


Jadi mereka berangkat dengan mobil mereka masing masing.Sesampainya


di sekolah Adel langsung pamit pada Ayahnya dan Marselo serta Marisa untuk


pergi duluan ke aula begitu pun Davian juga pamit.


Saat adel sampai di aula dia mencari kedua sahabatnya dan


menghampiri mereka Adel duduk di antara kedua sahabatnya.


‘’Huh’’


‘’Kenapa lo datang datang menghela nafas gitu?’’Tanya Tia


‘’Hm ,enggak apa-apa,emang engak boleh.’’Jawab Adel


‘’Boleh ,itukan hak lo.’’Kata Tia


‘’Ngomang ngomong kenapa lo baru datang.’’Tanya Tia


‘’Tadi di jalan ada  kecelakaan.’’Jawab Adel


‘’Kecelakaan!’’Kata Tia


‘’Hm.’’


‘’Hey ,kalian bisa diam enggak itu pak kepala sekolah mau


berpidato.’’Kata seorang siswi kelas sebelah menegur Adel dan Tia yang ngobrol


dengan suara agak keras.


Adel dan Tia menunduk untuk meminta maaf dan kembali


menghadap ke depan.


Pak Lukman selaku kepala sekolah SMA PELITA HARAPAN  memberi sambutan untuk semua wali murid dan mengucapan selamat untuk para murid yang lulus.


Setelah pak Lukman memberi sambutannya Davian naik ke atas


panggung sebagai perwakilan seluluh siswa kelas 12 untuk


menggucapan rasa terima kasih mereka pada guru-guru.


‘’Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih pada


semua teman teman yang telah memberi kesempatan saya menjadi perwakilan kalian untuk berdiri di


sini.Dan saya juga mau berterima kasih pada guru-guru yang selama tiga tahun


ini membimbing dan mengajari kami semua tampa lelah,dan kami juga meminta maaf


atas semua ulah yang telah kami semua lakukan selama ini.’’Kata Davian


‘’Setelah ini kita semua akan pergi untuk mengejar mimpi


kita masing-masing.Seorang nenek yang belum pernah saya temui berkata ‘Lakukan


apa yang kamu mau dan sukai dengan senang hati dengan begitu kamu akan merasa


bahagiah dan juga bisa membuat orang lain bahagiah juga’saya juga berharap bisa


menemukan apa yang saya sukai dan bisa menggetarkan hati saya, juga  memberi ke bahagian untuk orang disekitar saya.’’


Adel tersentak mendengar ucapan Davian,kata-kata yang dia


ucapkan waktu itu masih di ingat oleh Davian.Mata Adel berkaca-kaca dia sangat


senang dan tak menyangka nya.


‘’Tapi seperti yang kalian semua tau,saya tidak memiliki


kepribadian untuk membuat orang lain bahagiah.’’


Marisa terkekeh dan Marselo tersenyum kecil mendengar ucapan


Davian.


‘’Jadi untuk saat ini,saya berencana untuk mencari tau meski


saya masih belum tau bagaimana…..saya harap untuk kalian semua ,arah manapun


hidup kalian di pimpin…saya berharap kalian menjalaninya dengan sepenuh


hati,terima kasih.’’Davian memberi hormat dan turun dari panggung.


Semua murid dan guru-guru serta para wali murid bertepuk


tangan.


Setelah pidato yang di sampaikan Davian para guru membagikan


surat kelulusan mereka.Seluluh murid kelas 12 berhamburan penuh suka cita para


orang tua memberi bunga yang sedari tadi mereka bawa.


Begitu pun anak anak kelas 11 dan10 mereka juga memberi


bunga dan mengucapkan selamat ,ada juga yang sampai menangis dan mereka semua


 menabadikan kenangan ini dengan berfoto bersama.


‘’Adel selamat atas kelulusanmu ayah bangga sekali padamu.’’Tomi


menghampiri Adel dan memeluk anak semata wayangnya tak lupa memberinya bunga


yang di bawanya.


‘’Terima kasih ayah.’’Balas Adel dengan senyum manisnya.


‘’Selamat atas kelulusan mu.’’Marselo mengusap kepala Adel.

__ADS_1


‘’Terima kasih om.’’Kata Adel


‘’Adellll selamat yah sayang,perjuanganmu selama ini


terbayar sudah.’’Kata Marisa senang sambil memeluk Adel.


‘’Iyah tante makasih selama ini tante selalu membantu dan mendukung


Adel selama ini.’’Kata Adel


‘’Sama sama lagian tante juga senang melakukan.’’Kata Marisa


sambil melepaskan pelukannya.


‘’Adel ayo,kita harus mengambil foto sebanyak mungkin.’’Kata


Tia mengajak Adel untuk berfoto bersama.


‘’Kalau gitu sini biar tante yang memotret kalian


bertiga.’’Kata Marisa bersemangat mengambil kamera di tasnya.


‘’Terima kasih tante.’’Kata mereka


‘’Ayo kalian berposelah.’’Kata Marisa yang sudah siap


memotret,Adel,Tia dan Lili pun berpose dengan senyum menawan mereka.


‘’Siap 1……2……3.!’’Kata Marisa


Cekrek


‘’Bagus ayo berganti pose.’’Katanya lagi.


Adel,Tia dan Lili terus berganti pose beberapa kali dan entah


sudah berapa gaya mereka buat dan berapa banyak foto yang mereka ambil.


‘’Oh yah!Davian kemana yah?’’Tanya Marisa


‘’Entah tante Adel dari tadi tidak melihat Davian.’’Jawab


Adel


‘’Padahalkan tante mau memotret kalian berdua.’’Kata Marisa


yang membuat wajah Adel merona mereh.


‘’Cie ciee ciee.’’Goda Tia dan lili,Adel memukul pelan teman


temannya karna merasa malu.


Davian,Diki,Rafa dan Sandy sekarang sedang bersama junior


mereka yang berada di klub basket untuk memberi ucapan selamat pada senior mereka


dan memberi mereka hadiah sebagai kenang kenangan.Lalu Selena datang menghampiri Davian


‘’Dav,bisa kita bicara berdua.’’Kata Selena tersenyum


‘’Ada apa?’’Kata Davian


‘’Sebentar aja plis.’’Katanya lagi.


‘’Baiklah ayo.’’Kata Davian


‘’Terima kasih.’’Kata Selena senang


‘’Teman teman gue pergi duluan.’’Kata Davian


‘’Iyah’’Kata mereka mengerti


Davian pergi  bersama


Selena,Diki pun pamit setelah Davian dan Selena pergi.


‘’Gue juga mau pergi terima kasih yah untuk kalian ,sampai


nanti.’’Setelah berpamitan Diki pun langsung pergi


‘’Jadi lo mau bicara apa.’’Kata Davian pada Selena setelah sampai di tempat yang Selana maksud.


Selena membawa Davian ke taman belakang sekolah dan sekarang


mereka sedang berdiri di dekat pohon.


‘’Davian gue udah suka sama lo sejak kita kelas 10, tapi gue


enggak berani mengungkapkannya sama lo karna gue takut lo malah menjauhi


gue.’’Kata Selena sambil memberikan senyum terbaiknya.


‘’Gue sadar seharusnya yang nembak duluan itu biasanya


cowok,tapi gue benar benar sayang sama lo.’’Selena menjeda nya


 ‘’Jadi Davian mau enggak lo jadi pacar gue.’’Kata Selena yang masih tersenyum.


‘’Selena lo itu pinter,cantik dan nyambung kalau di ajak


bicara.’’Kata Davian


‘’Lo juga baik dan menyenangkan.’’Katanya lagi ,membuat


senyum di wajah Selena melebar.


‘’Tapi,sorry gue cuman menganggap lo sebatas teman engak


lebih.’’Kata Davian


Selena yang sudah senang dengan pujian Davian tadi langsung


berubah sendu mendengar jawaban Davian.


‘’Lo berhak mendapatkan cowok yang lebih baik dari gue yang


bisa mencintai dan menyayangi lo dengan sepenuh hati dan cowok itu bukan


gue,sorry.’’Davian menepuk bahu Selena dan pergi.


Kaki Selena tidak bisa lagi menopang tubuhnya dia lemas

__ADS_1


mendengar jawaban Davian.


‘’Kenapa..hiks..Dav.. hiks …apa yang kurang hiks…dari gue


hisk…..’’Selena menunduk sambil menangis


‘’Bagaimana hiks….caranya agar lo…hiks….bisa mencintai gue


hiks….huaaa.’’Tangisan Selena terdengar lebih keras.


Diki merasa tidak tega mendenger cewek yang di sayanginya


menangis seperti itu dia keluar dari balik tembok menghampiri Selena dan


memeluknya.


Tadi setelah Davian dan Selena pergi Diki mengikuti mereka


dan mendengar pembicaraan antara Davian dan Selena.Dia tau kalau selama ini


Selena menyukai Davian dan mereka juga terlihat serasi jadi dia pikir mungkin


Davian juga menyukai Selena tapi ternyata Davian hanya mengangap Selena sebagai


teman saja tidak lebih .


‘’Sudah Sel,lo jangan sedih lagi.’’Kata Diki berusaha


menenangkan Selena


‘’Dik kenapa Davian hiks... engak suka sama gue hiks…apa gue kurang


cantik hiks..’’Kata Selena yang menangis di pelukan Diki.


‘’Lo cantik.’’Kata Diki


‘’Tapi kenapa Davian hiks…enggak bisa suka


hiks…sama gue.’’Tanyanya lagi


‘’Sel cinta itu bukan soal cantik apa enggak tapi itu soal


hati.’’Kata Diki


‘’Dan kenapa Davian enggak menyukai lo itu bukan karna lo


enggak cantik tapi mungkin karna lo enggak punya sesuatu yang bisa menggetarkan


hatinya.’’Kata Diki


‘’Menggetarkan hatinya.’’Kata Selena yang sudah sedikit


membaik.


‘’Apa itu?tolong beritau gue,apa yang bisa menggetarkan hati


Davian.’’Kata Selena


‘’Gue enggak tau.’’Jawab Diki,Selena menunduk sedih.


Dia benar benar menyukai dan mencintai Davian kalau masih ada


kesempatan walau sekecil apa pun dia akan lakukan untuk bisa membuat Davian


mencintainya.


‘’Gue rasa lebih baik lo mulai belajar melupakan nya dari


pada lo semakin sakit hati,karna seperti yang di ucapkan Davian saat di


panggaung tadi,dia pun tak tau apa yan bisa menggetarkan hatinya.’’Kata Diki


‘’Dan mungkin sesuatu yang hanya bisa menggetarkan  hati Davian adalah sesuatu yang tak terduga


dan tidak pernah terpikirkan olehnya maupun kita.’’Katanya lagi


‘’Sesuatu yang tak terpikirkan oleh kita,apa?’’Tanya Selena


menatap Diki


‘’Entahlah ,lagiankan urusan hati itu sesuatu yang tak bisa


di cerna oleh logika dan pikiran semata.’’Diki mengangkat bahunya.


‘’Selain itu cinta yang di paksakan tidak akan membuat kita


bahagia walau kita sudah memdapatkatnya sekali pun itu hanya akan semakin


menyiksa kita dan orang yang kita cintai.’’Kata Diki lagi


‘’Yah lo benar.’’Selena sadar apa yang di katakana Diki


memang ada benarnya juga di juga enggak mau sampai di benci oleh orang yang dia


sayangi.


‘’Mungkin gue bukan cewek yang tepat untuk Davian.’’Katanya


lagi


‘’Lagi pula gue ini cantik pasti banyak yang suka sama gue


dan bisa membuat gue cepat melupakan Davian.’’kata Selena sambil tersenyum


sendu


‘’Nah gitu dong itu baru Selena yang gue kenal.’’Kata Diki


dia tau sehancur apa hati Selena saat ini jadi dia memeluk Selena lagi


‘’Kalau lo masih mau menangis,menangislah lagi tumpahkan


semuanya hari ini sama gue tapi besok lo harus tersenyum lagi dan lupakan


kejadian hari ini tata lagi hati lo.’’Kata Diki


Selena pun menangis lagi menumpahkan semuanya di pelukan


Diki membuat seragam Diki basah karna air mata Selena.


‘Gue bakal coba untuk melupakan lo Davian ‘Batin Selena

__ADS_1


__ADS_2