
‘’Terima kasih kak Satria sudah mau menemaniku belanja.’’Kata
Adel.
‘’Iyah .’’Jawab Satria lesu.
Saat di super market tadi Adel benar –benar menyuruh –nyuruh
Satria mengambil sayuran dan bahan –bahan , sedangkan Adel hanya mendorong
troli santai dan setelah penuh Adel menyerahkannya pada Satria.
‘Lain kali gue enggak akan menawari untuk menemani wanita
berbelanja lagi,kapok gue.’Pikir Satria.
‘’Eh,Del ini rumah e’lo.’’Tanya Satria saat melihat rumah
yang besar.
‘’Bukan.’’Kata Adel
‘’Terus ngapain e’lo ke sini.’’Tanya Satria.
‘’Semua bahan yang saya pakai buat bikin roti isi tadi itu milik tante Marisa jadi aku mau
menggantinya.’’Jawab Adel.
‘’Oh terus emangnya e’lo bisa pulang sendiri.’’Tanya Satria.
‘’Bisalah….kaya anak kecil aja tak bisa pulang sendiri.’’Jawab
Adel
‘’Ya sudah gue pulang ,nanti kalau e’lo ada apa –apa telepon
gue atau anak –anak yang lain.’’Kata Satria sebelum pulang di menasehati Adel.
‘’Iyah kak Satria,terima kasih sudah mau menemani saya.’’Kata
Adel.
‘’Hati –hati di jalan.’’Lajutnya.
‘’Hm.’’Satria berpergi melangkah meninggalkan komplek
perumahan Davian.
Adel membuka pintu gerbang lalu masuk ke dalam rumah setelah
membuka kunci pintu,sebelumnya Marisa memberikan satu kunci duplikat rumah pada
Adel supaya Adel bisa keluar masuk dengan bebas.
‘’Sepertinya bibi masih belum bisa bekerja.’’Kata Adel
setelah dia masuk ke dalam dia berjalan ke dapur untuk meletakan roti dan
sayur.
‘’Kau habis dari mana?’’Tanya Davian yang berdiri di samping
kulkas.
‘’Astaga..’’Adel terkejut dia tidak menyadari kapan Davian
datang.
‘’Kapan kamu ada di sini.’’Tanya Adel sambil mengusap –usap
dadanya.
‘’Dari tadi saat kau masuk dapur aku sudah ada di
sini.’’Jawab Davian.
‘’Benarkah!kok aku tidak melihatnya.’’Kata Adel yang sedikit
memelankan suaranya.
‘’Kau belum menjawab pertanyaan ku.’’Kata Davian.
‘’Yang mana?’’Tanya Adel linglung.
‘’kau habis darimana jam segini baru pulang.’’Tanya Davian
lagi.
‘’Oh,aku habis belanja untuk bikin bekal besok.’’Kata Adel
sambil merapikan sayur.
‘’Bekal ‘’Guman Davian.
‘’Kamu sedang apa?’’Tanya Adel yang melihat Davian memegang
gelas dan buah.
‘’Aku mau membuat jus.’’Kata Davian,Adel hanya mengangguk.
‘’Oh yah!apa kamu juga mau aku buatkan lagi bekal?’’Tanya
Adel.
‘’Tidak usah.’’Davian pergi dari dapur.
__ADS_1
‘’Loh,kok pergi?bukannya tadi dia bilang mau bikin jus
yah.’’Kata Adel bingung.
Malamnya saat makan malam Davian hanya diam saja saat di
tanya Adel,karna semua pertanyaannya tidak satu pun di jawab Adel pun ikut
diam.
Setelah makan malam Davian langsung ke kamarnya ,Adel
mengangkat bahunya dan membereskan piring kotor lalu membersihkannya .
Setelah semuanya rapi Adel pergi ke ruang keluarga untuk
menonton tv sambil membawa snak.
‘’Kenapa aku jadi sengsi gini sedikit sedikit kesal.’’Kata
Davian yang sedang merebahkan tubuhnya di sofa.
‘’Kenapa juga Diki pake minta Adel untuk membuatkannya bekal
kan yang lainnya jadi pada minta.’’Keluh Davian.
‘’Tapi kenapa terkesan seolah aku tidak suka kalau Adel
membutkan bekal untuk pria lain yah!’’Tambahnya.
Davian bangun dan melangkah ke luar kamar dia pergi menuju
balkon untuk menghirup udara segar.
‘’Huh,segarnya.’’Kata Davian
Merasa bosan Adel mematikan tvnya dan pergi ke kamar saat
akan ke kamar Adel mendengar gumam Davian dia menghampiri Davian.
‘’Aaku pikir kamu ada di kamar.’’Kata Adel yang ada di
belakang Davian.
‘’Apa yang kamu ucapkan kemarin itu beneran?’’Tanya Davian.
‘’Tentang kamu yang mau keluar dari klub.’’Tambahnya.
‘Lah,gue kira dia sariawan karna dari tadi diam mulu di
tanya.’Pikir Adel.
‘Tapi kenapa dia tiba –tiba menanyakan itu.’Adel bingung
‘’Iyah,aku memang akan mengundurkan diri.’’Kata Adel.
‘’Besok aku akan memberitahu Kak Satria dan itulah kenapa aku
mau membuatkan mereka bekal.’’Lanjut Adel.
‘’Sebagai hadiah perpisahan dari ku.’’Adel tersenyum.
‘’Kalau gitu aku akan tidur duluan,selamat malam.’’Kata Adel
sambil tersenyum,dia berbalik dan melangkah ke kamar.
‘’Hah…selamat malam.’’Jawab Davian saat Adel sudah masuk ke
kamar lalu dia pun masuk ke kamarnya juga.
…..
Tia berdiri di tepi jalan sambil memainkan hpnya,dia baru
saja pulang bekerja dan sedang memesan ojek onlain.
Tiba –tiba ada seorang pengendara motor yang berhenti di
depan Tia.
‘’E’lo sedang ngapain di sini sendirian.’’Tanyanya.
‘’Eh,gue.’’Tanya Tia sambil menunjuk dirinya sendiri takut
salah .
‘’Iyah gue nanya e’lo Sintia.’’Katanya lagi.
‘’Emang e’lo siapa?kok bisa tahu nama gue.’’Tanya Tia heran
dan sedikit takut.
‘’Gue Fadli.’’Fadli membuka helmnya.
‘’Oh kirain siapa?’’Kata Tia dia lega ternyata bukan orang
aneh.
‘’E’lo ngapain di sini sendirian’’Tanya Fadli lagi.
‘’Lagi nunggu ojek ,mau pulang.’’Jawab Tia.
‘’kalau gitu sekalian aja ayo bareng gue.’’Fadli mengajak
Tia.
__ADS_1
‘’Enggak usak ,gue naik ojek aja.’’Tolak Tia.
‘’Enggak apa –apa lagian rumah kita kan searah.’’Kata Fadli.
‘’Enggak baik anak gadis malam malam sendirian nanti ada yang
nyulik lho.’’Tambah Fadli.
‘’E’lo nyumpahin gue di culik yah.’’Kata Tia yang kesal.
‘’Ya enggaklah !udah ayo naik mumpung gue lagi baik
nih.’’Kata Fadli.
‘’Oke deh lumayan dapat tumpangan gratisan bisa hemat uang
bulanan.’’Kata Tia menyetujuinya dan naik ke motor Fadli.
Setelah Tia naik Fadli menjalankan motornya .
‘’Kita mampir dulu beli martabak yah.’’Kata Fadli.
‘’Enggak apa –apa kan.’’Lanjutnya.
‘’Iyah enggak apa –apa,santai aja.’’Balas Tia.
Mereka pun berhenti di penjual martabak pinggir jalan,Fadli
turun untuk memesan martabak.
‘’Mas martabak kejunya satu .’’Kata Fadli pada penjualnya.
‘’Oke .’’Jawabnya.
‘’Bukannya e’lo alergi keju yah.’’Kata Tia,dia tahu Fadli
alergi keju karna pas kelas mereka karya wisata Denis pernah pesen mimuman yang
ada kejunya dan Fadli merebutnya lalu meminumnya setalahnya badan Fadli merah
merah membaut semuanya jadi panic.
‘’Martabaknya bukan buat gue tapi nyokap gue.’’Kata Fadli.
‘’E’lo mau juga ?pesen sana nanti biar gue yang
bayar.’’Tambah Fadli.
‘’Serius! E’lo yang bayar.’’Tanya Tia senang.
‘’Iyah gue serius.’’Jawab Fadli.
‘’Gih sana sebelum gue berubah pikiran.’’Tambahnya.
Tia langsung memesan takut nantinya Fadli berubah pikiran kan
sayang martabak gratis,Fadli tersenyum melihat tingkah Tia yang langsung pergi
memesan seperti anak kecil yang takut tak kebagian permen.
Mereka berdiri di samping motor menunggu pesanan karna
lumayan ramai jadi mereka harus menunggu.
‘’E’lo sebenarnya cantik juga yah.’’Kata Fadli sambil
memandang Tia.
‘’Kalau di perhatikan dengan baik.’’Lanjutnya.
‘’E’lo ke sambet yah.’’Tanya Tia horror dan menjauh sedikit.
‘’Kenapa tiba –tiba ngombalin gue.’’Kata Tia.
‘’Apaan sih e’lo orang gue sedang muji e’lo.’’Kata Fadli.
‘’Harusnya lo itu senang ada yang puji e’lo.’’Lanjutnya.
‘’Habis e’lo tiba –tiba bilang gitu kan jadi serem mana malam
lagi.’’Kata Tia.
‘’Gue jadi kasihan nanti sama pacar e’lo.’’Kata Fadli.
‘’Niatnya mau memuji lo malah nanti di sangka
kerasukan.’’Tambahnya.
‘’Kalau pacar gue beda lagi bego.’’Kata Tia.
‘’Mana mungkin gue bilang gitu.’’Tambahnya.
‘’Mas,embak ini pesanannya.’’Panggil penjual martabak.
‘’Terima kasih mas,ini uangnya.’’Fadli mengambil kedua
pesanannya dan memberikan uangnya.
‘’Nih punya lo dan tolong bawain punya gue.’’Fadli
menyerahkannya pada Tia.
Fadli naik ke motor dan di susul Tia mereka kembali
melanjutkan perjalan pulang.
__ADS_1