Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
76


__ADS_3

Kedua preman yang berkelahi dengan Davian sudah babak belur


di pukuli Davian.


‘’Ayo pergi…..kita pergi’’Kata salah satunya.


Yang satunya menganguk dan mereka berdua berlari kabur


,melihat mereka pergi Davian bernafas lega sejujurnya jika lebih lama lagi dia tidak


sanggup lagi melawan .


Davian menyeka darah di bibirnya yang sobek terkena


pukulan,dia berjalan menghampiri Adel yang terduduk lemas .


Terdengar isakkan Davian mengepalkan tangannya melihat tubuh


Adel yang gemetaran,Davian melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada Adel .


Tubuh Adel tersentak saat Davian memakaikan jaketnya.


‘Sebenarnya apa yang sudah mereka lakukan sehingga Adel


gemeteran begini.’Batin Davian.


‘’Ayo, aku akan mengantar mu pulang.’’Ajak Davian tapi Adel


tetap diam Davian berjongkok di depan Adel.


‘’Sini aku bantu.’’Davian mengulurkan tangannya.


‘’Adel….’’Panggil Davian karna Adel diam saja.


‘’Ja-jangan melihat gue.’’Kata Adel.


‘’Hiks…..gue mohon….hiks.’’Lanjut Adel.


‘’Gue sudah ……kotor….hiks mereka sudah menyentuh ku


hiks…’’Adel mengengam erat bajunya.


‘’Gue menjijikan hiks….hisk.’’Tangisan Adel membuat hati


Davian terasa teriris –iris.


Davian memegang dahu Adel menariknya ke pelukannya Adel


memberontak.


‘’Lepas…lepaskan… gue menjijikkan…Davian gue sudah


ternoda…’’Adel terus memberontak berusaha melepaskan diri dari pelukan Davian.


Hatinya terasa sakit melihat Adel seperti ini Davian


melonggarkan pelukannya,dia melihat mata sayu Adel yang putus asa.


CUP….


Davian mencium Adel untuk menenagkannya,perlahan Davian


******* bibir manis Adel dia memperdalam ciumannya dan terus ********** ,Davian


melepaskan ciumannya karna Adel sudah sesak nafas.


Tubuh Adel sudah tidak gemeteran lagi,Davian memeluknya kembali


sambil mengusap punggung  Adel.


‘’Hiks…kenapa…kenapa kamu baru datang …hiks aku takut


mereka..mereka merobek baju ku dan…dan menyetuh ku hiks….hiksss.’’Adel menangis


di pelukan Davian.


‘’Aku takut…..sangat sangat takut


mereka….mereka…hiks..hiks’’Adel tidak sanggup mengatakannya.


‘’Ak-aku sudah kotor hiks……..’’Davian membelai rambut Adel.


‘’Maaf aku baru datang……maaf karna kurang cepat menolong mu


sehingga mereka menyentuhmu.’’Kata Davian.


‘’Dengarkan aku! kau tidak kotor sama sekali tidak


kotor.’’Davian memegang wajah Adel dengan kedua tangannya.


‘’Jadi jangan merasa diri mu itu menjijikkan


mengerti.’’Tambah Davian,dia menekan setiap kata yang di ucapkannya untuk


menyakinkan Adel.


‘’Jika kamu masih berpikir kamu itu menjijikkan karna di


sentuh mereka ,maka aku akan menyentuh apa yang di sentuh mereka.’’Kata Davian.


‘’Lalu lupakan  saat


mereka menyentuh tubuh mu,ingat saja saat aku menyetuh mu.’’


‘’Apa kau tidak jijik pada ku.’’Kata Adel sendu.


‘’Tubuh ku sudah di sentuh oleh laki –laki lain yang bukan

__ADS_1


seharusnya.’’Lanjut.


‘’Aku kan sudah bilang lupakan dan aku tidak jijik pada


mu.’’Kata Davian.


Davian kembali mencium bibir Adel dan ********** lebih dalam


dia memainkan lidah Adel.


Davian melepaskan bibir Adel dan menghapus air matanya lalu


tersenyum menyakinkan Adel bahwa dia tidak jijik sama sekali padanya.


‘’Ayo kita pulang ,aku akan mengantarmu.’’Kata Davian ,Adel


hanya menggangguk.


Saat akan berdiri kaki Adel yang masih lemas tidak bisa


menopang tubuhnya dan terjatuh lagi ,Davian membantu Adel berdiri dan


memapahnya berjalan menuju motor Davian yang tergetek.


Davian membangunkan motornya lalu membantu Adel naik dia


melingkarkan tangan Adel di pinggangnya dan mengenggamnya agar Adel tidak


jatuh.


Adel terus melamun dia masih shok dan takut dengan kejadian


yang di alaminya tadi hingga tak mengetahui kalau mereka tak pergi menuju


restoran ayah Adel melainkan Kediaman Pratama.


‘’Sudah sampai .’’Kata Davian saat mereka sudah sampai,


Adel turun dari motor saat dia berjalan dan akan membuka


pintu dia sadar kalau gagang pintu restorannya berbeda dia melihat sekitar.


‘’Kenapa kau membawa ku ke sini.’’Tanya Adel setelah tersadar


dia ada dimana.


‘’Kalau aku membawamu ke restoran, ayahmu pasti khawatir saat


melihat penampilan mu yang begini.’’Jawab Davian.


‘’Jadi lebih baik kamu disini dulu untuk menenangkan


diri.’’Tambahnya.


‘’Tapi, tante Marisa sama om Marselo….’’Kata Adel tapi di


‘’Tenang saja mereka sedang pergi dan Daniel juga di


bawa.’’Kata Davian.


Tadi sore Marselo ada acara bersama Marisa karna takut


kejadian dulu terulang jadi mereka membawa Daniel juga.


Davian juga meminta tolong pada mamanya untuk mengantarkan


motornya ke kampus .


‘’Baiklah.’’Kata Adel.


Mereka berdua masukke dalam rumah, Davian menyuruh Adel untuk


segera membersihkan badannya.Saat Davian menawari Adel makan Adel menggeleng


dia bilang ingin langsung istirahat.


Setelah membersihkan diri Adel membaringkan tubuhnya di kasur,saat


memejamkan mata Adel teringat kembali kejadia tadi.


Adel bangun dan keluar kamar dia pergi ke balkon untuk


menenangkan perasaannya.Davian yang tak bisa tidur keluar kamar untuk membuat


susu hangat,dia melihat Adel yang berdiri di balkon Davian menghampirinya.


‘’Tidak bisa tidur.’’Tanya Davian yang sudah berdiri di


samping Adel.


Adel yang melamun tersentak kaget mendengar suara Davian dia


noleh ke samping .


‘’Iyah.’’Jawab Adel.


‘’Masih teringat tentang tadi.’’Tanya Davian.


‘’Iyah.’’Kata Adel sambil menunduk,Adel mengangkat kepalanya.


‘’Terima kasih sudah menolong ku tadi.’’Kata Adel.


‘’Maaf seharusnya aku mengucapkannya tadi.’’Lanjutnya.


‘’Tidak apa –apa.’’Kata Davian.


‘’Ngomong –ngomong kenapa kamu bisa di daerah itu malam

__ADS_1


–malam.’’Tanya Davian.


‘’Tadi sore sehabis latihan pak Gunawan memintaku menyerahkan


surat undangan untuk latih tanding besok.’’Kata Adel.


‘’Saat aku ke kampus UNI katanya mereka sedang latih tanding


dengan kampus lain dan belum pulang jadi aku pergi ke sana.’’Lanjut Adel.


‘’Tapi pas kesana pelatihnya sudah pulang lebih dulu aku


meninta alamat rumahnya pada mereka dan pergi ke rumah pelatih mereka.’’Kata


Adel


‘’Dan ternyata Pelatih nya tidk ada di rumah jadi aku


menunggunya hingga jam delapan lewat,saat aku menunggu kendaraan mereka datang


aku berlari karna aku takut aku tidak sadar lari ke tempat sepi mereka


menangkap ku dan selebihnya kamu tahu.’’Adel mengengam erat kedua tangannya.


‘’Kenapa kamu menunggu sampai malam,seharusnya kamu pulang


kalau pelatih itu tidak datang –datang kenapa malah menunggunya.’’Kata Davian


agak kesal dengan kebodohan Adel.


‘’Pak Gunawan bilang ini penting jadi aku harus menunggu


pelatih itu ,pak Gunawan  membutuhkan jawaban  dari suratnya.’’Kata Adel.


‘’Gue memang bodoh yah! padahal inikan tugas yang gampang


tapi gue enggak bisa melakukannya dengan baik sampai –sampai membahayakan diri


gue sendiri.’’Kata Adel sendu air matanya sudah mengalir di kedua pipinya.


‘’Pantas saja pak Gunawan dan yang lain lebih percaya pada


Laura dari pada gue,dan apa yang di katakan pak Gunawan memang benar kalau


Laura lebih pantes menjadi menejer tim dari pada gue.’’Lanjut Adel.


‘’Besok setelah latihan tanding gue akan mengundurkan diri


jadi menejer.’’Kata Adel sambil melihat Davian mata mereka saling menandang.


‘’Sekali lagi terima kasih atas pertolongan e’lo ,selamat


malam.’’Adel pergi melangkah masuk.


‘’Kemana pergi Adel yang pantang menyerah dan selalu berusaha


melakukan apa pun yang sudah di putuskannya dengan semangat dan kerja keras.’’Davian


berbalik menghadap Adel.


‘’Apa kau langsung pesimis saat melihat kemampuan orang yang


lebih baik dari mu tanpa harus berusaha keras?’’Lanjut Davian.


‘’Setiap orang punya batas dalam kemampuannya dan mereka juga


harus tahu kapan waktunya berhenti,agar mereka tidak terluka semakin dalam.’’Jawab


Adel.


‘’Terserah e’lo mau bilang gue menyerah atau pengecut tapi


mulai dari sekarang gue hanya akan melakukan apa yang gue bisa dan soal


Laura.’’Jeda Adel.


‘’Gue enggak pesimis atau pun perduli karna gue adalah


gue,dan gue enggak akan terpengaruh dengan bakat atau kelebihan orang lain lagi


,gue hanya akan melakukan apa yang gue bisa.’’Kata Adel tegas lalu pergi ke


kamarnya.


‘’Kenapa gue jadi takut Adel pergi yah.’’Tanya Davian.


‘’Dan kenapa juga gue bisa pergi ke jalan itu .’’Lanjutnya.


‘’Kenapa Setiap hal yang berhubungan dengan Adel  badan gue selalu bergerak sendiri tanpa gue


sadari.’’Davian mengacak –acak rambutnya.


‘’Au ah mending gue tidur, pusing gue mikirinnya.’’Davian


pergi mengunci pintu balkon lalu ke kamar.


‘Adel e’lo orang pertama yang membuat gue selalu pusing dan


binggung dengan semua yang berhubungan dengan e’lo.’Batin Davian saat melihat


pintu kamar Adel lalu masuk kedalam kamar.



saya coba buat novel baru judulnya


"AJARI AKU UNTUK PERCAYALAGI"

__ADS_1


ya walau satu chapter sih kalau mau baca juga yah,oke terima kasih .


__ADS_2