Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
82


__ADS_3

Tia memperhatikan Adel yang sedang fokus membaca buku yang


entah buku apa yang jelas tebel banget membuatnya mual.


Tia heran dan binggung kenapa Adel masih di kelas bahkan


hampir setengah jam dia masih pergi ke klub basket dan masih fokus membaca,


juga tadi pagi dia melihat Adel menyerahkan sesuatu pada Reno.


‘’Del,e’lo enggak ke klub.’’Tanya Tia


‘’Nanti di cariin loh sama mereka.’’Lanjutnya.


‘’Gue udah keluar dari klub.’’Adel mengangkat kepalanya dari


buku dan melihat ke arah Tia.


‘’Hah,Kapan ?’’Tia terkejut,kenapa  Adel keluar? karna setahunya dia  ikut klub basket itu kan agar bisa dekat


dengan Davian.


‘’E’lo kok enggak bilang ke kita.’’Kata Tia marah karna Adel


tidak memberi tahunya.


‘’Kemarin!Sorry kuota gue abis jadi enggak sempet memberitahu


kalian.’’Kata Adel.


‘’Kenapa e’lo keluar?emang di izinin bukannya klub basket itu


lagi sibuk sibuknya untuk menghadapi ternamen.’’Tanya Tia.


‘’Hm.’’Adel menceritakan kejadian kemarin.


Kilas balik


‘’Oke…kita kembali ke topic.’’Kata Satria menghentikan tawa


mereka yang mentertawakan Diki.


‘’Jadi Adel alasan e’lo keluar itu beneran karna e’lo mau


mempersiapkan diri untuk pidah jurusan.’’Kata Satria.


‘’Iyah kak,saya juga sudah bicara dengan pak Gunawan juga.’’Kata


Adel.


Karna kakinya pegal Adel pun duduk di dekat Davian karna


Satria duduk di depan Davian.


‘’E’lo udah bicara sama pak Gunawan ,kapan?’’Tanya Satria


yang dia tahu kalau pak Gunawan ada urusan dan baru datang pas latihan.


‘’Pas saya nuyuh kak Satria ngantri di kasir di supermarket,saya


melihat pak Gunawan sedang berbelanja dengan seorang wanita.’’Jelas Adel.


‘’Saya mengatakan pada pak Gunawan untuk keluar dari


klub.’’Lanjutnya.


‘’Apa pak Gunawan mengizinkannya.’’Tanya Marsel,dia tahu pak


Gunawan  orang yang seperti apa? dia


tidak akan dengan mudahnya memberi izin terlebih sebentar lagi turnamen.


‘’Tentu dia mengizinkannya.’’Kata Adel


‘’Yang bener.’’Kata Marsel,Kevin dan Satria bersama.


‘’Iyah.’’Kata Adel bingung dengan respon ke tidak percayaan


ketiga seniornya.


‘’Kok bisa! e’lo bilang apa emangnya.’’Tanya Satria


penasaran.


‘’Saya bilang kalau saya mau pindah ke jurusan keperawatan


jadi mau fokus untuk menghadapi ujian.’’Kata Adel.


‘’Itu doang.’’kata Marsel,karna pernah dulu waktu seniornya


mau izin keluar tapi tidak di bolehkan oleh pak Gunawan karna sebentar lagi


turnamen.


‘’Mungkin karna saya bilang Laura bisa menjadi pengganti saya


semetara,dan bilang  kalau Davian yang


meminta dia pasti mau menjadi menejer sementara.’’Kata Adel sambil menaruh


telunjuknya di dagunya.


‘’Wah ternyata e’lo licik juga yah.’’Kata Kevin.


‘Sebenar gue bingung  setiap pujian yang kak Kevin berikan itu terdengar menjibir.’Pikir Adel.


Pluk


‘’Aduh.’’Keluh Adel.


‘’Jangan seenaknya memanfaatkan aku untuk tujuan mu.’’Davian


menepuk dahi Adel.

__ADS_1


‘’Maaf.’’Adel menunduk dia merasa bersalah karna telah


menggunakan namanya tanpa meminta izin.


‘’Jadi maksud e’lo bikini kita semua bekal itu untuk acara


perpisahan gitu.’’Kata Rendy dan Adel mengangguk.


‘’Oke ,karna pak Gunawan juga sudah mengizin kan


maka….’’Satria berdiri dan di susul oleh senior yang lainnya dan juga anggota


jenior juga ikut berdiri dan Adel pun berdiri juga.


‘’TERIMA KASIH UNTUK KERJA KERASNYA SELAMA INI.’’Ucap mereka


serempak sambil menundukan kepala sedikit.


Adel memberikan senyum termanisnya dia merasa lega dan


senang.


Kilas balik selesai.


‘’Oh begitu.’’Kata Tia setelah mendengar cetita Adel


‘’Ehhhh….E’LO MAU PINDAH JURUSAN.’’Teriak Tia yang baru


menyadarinya.


‘’Iyah,mangkanya gue lagi mempersiapkan diri untuk ujian


nanti.’’Adel mengangkat buku yang sedang dia baca.


‘’E’lo seriusan kok gue enggak yakin yah e’lo bisa lulus


tes.’’Kata Tia khawatir.


‘’Ih harusnya e’lo itu menyemangatin gue bukan malah bikin


gue down.’’Kata Adel sebal.


‘’Hehehehe maaf –maaf.’’Kata Tia lalu memeluk Adel.


‘’Tia ,gue tungguin dari tadi juga!mau balik enggak.’’Lili


masuk ke kelas Tia dan Adel dengan kesal karna sudah menunggu Tia tapi yang di


tunggu malah sedang asyik pelukan.


‘’Eh Adel,tumben e’lo masih di kelas.’’Tanya Lili yang baru


menyadari ke hadiran Adel.


‘’Emang klub basket enggak ada latihan bukannya sebentar lagi


ada turnamen yah.’’Tambah Lili.


‘’Gue udah enggak di klub lagi.’’Jawab Adel.


sering cerita tentang kinerja Adel di klub dan dia juga tahu soal Laura yang lebih


kompeten melakukan tugas menejer dari pada Adel.


‘’Enggak,nanti gue ceritain.’’Adel menbereskan buku bukunya


dan berdiri.


‘’Ayo pulang.’’Adel beranjak mengajak teman temannya.


Mereka pun pulang bersama sama lagi sudah lama mereka tidak


pulang bersama bertiga lagi sejak Adel sibuk di klub.


‘’Dav,e’lo udah bicara dengan Laura’’Tanya Satria setelah


selesai latihan.


‘’Kenapa harus gue yang bilang kan kaptennya senior.’’Kata


Davian.


‘’Kalau Satria yang bilang Laura bakalan nolak.’’Kata Kevin.


‘’Seperti kata Adel……’’Kata Marsel.


‘’Kalau Davian yang minta Laura pasti menerimanya.’’Katanya


serempak dengan Diki,Kevin,Rendy dan Toni dan Satria mendengus sebal.


Davian memutar matanya jengkel ,di tambah dari tadi pagi


moodnya sedang buruk.


‘Adellll…. kenapa sih kamu selalu merepotkan ku dan membuat


ku kesal.’Pikir Davian.


‘’Ngomong ngomong tuh bocah satu kenapa dari tadi lesu


amat.’’ Toni menunjuk Reno yang sedang memainkan bola dengan lemas tak


bersemangat.


‘’Biasa kurang asupan vitamin A.’’Jawab Kevin.


‘’Perasaan kalau kurang vitamin A itu mata beram deh, bukan


lemas kegituh.’’Kata Toni heran.


‘’Hadeh,maksudnya karna Adel tidak ada jadi dia


begitu.’’Jelas Marsel sebal ingin sekali dia memukul kepala Toni yang terkadang

__ADS_1


tak peka.


Davian merilik Reno,dia teringat pembicaraannya dengan Reno


kemarin.


Kilas balik


‘’Davian tunggu.’’Reno menghentikan Davian yang akan pulang.


‘’Bisa kita bicara sebentar .’’Tambahnya,


Yang lain yang mendengarnya langsung keluar memberi mereka


privasi.


‘’Ada apa?’’Tanya Davian berbalik menghadap Reno.


‘’Sebenarnya ada hubungan apa antara e’lo dan Adel.’’Reno


melangkah menghampiri Davian.


‘’Bukan urusan e’lo.’’Kata Davian.


‘’Tentu itu urusan gue.’’Kata Reno kesal.


‘’Gue udah suka dengan Adel dari SMA dan gue enggak mau


melihat nya menangis gara gara e’lo yang memberi harapan palsu padanya.’’Reno


menunjuk nunjuk ke arah Davian.


‘’Kalau e’lo tidak punya perasaan pada Adel menjauhlah agar


dia tidak berharap terus pada lo.’’Lanjut Reno.


‘’Supaya orang lain bisa membahagiakannya.’’Reno menyenggol


gahu Davian.


‘’Membahagiakannya!hah lucu sekali.’’Davian mengepalkan


tangannya erat lalu pergi.


Kilas balik selesai


‘’E’lo tidak merindukannya juga Rendy.’’Tanya Toni.


‘’Setahu gue,e’lo juga suka dengan Adel kan.’’Lanjutnya.


‘’Gue enggak lebay kaya Reno,lagian Adel masih kuliah di sini


jadi kita bisa ke temu kapan saja.’’Kata Rendy.


‘’Kalau e’lo bagaimana Davian, rindu juga enggak?’’Tanya Diki


menggoda Davian


Dia sedang stress otaknya sedang pusing memikirkan tentang


turnamen di tambah soal permintaan ibu nya yang minta pindah jurusan jadi dia


butuh hiburan.


Jadi dia memilik menggoda Davian,  karna baginya melihat ekspresi Davian yang


berbeda dari  biasanya  merupakan hiburan buatnya.


‘’Pertanyaan bodoh apa yang yang e’lo tanyakan .’’Kata Davian


sambil menatap tajam pada Diki.


‘Lihat…..’Batin Diki senang karna rencananya berhasil.


‘’Iyah yah!’’Pura pura memikirkan pertanyaannya itu.


‘’ E’lo kan tidak mungkin merindukannya.’’Kata Diki.


‘’Gue memang bodoh bisa melupakan hal itu.’’Tambah Diki


sambil tersenyum.


Saat melihat Diki tersenyum perasan Davian tiba tiba tidak


enak.


‘Rencana apa lagi yang ada di otaknya.’Pikir Davian.


‘’E’lo kan…….’’Jeda Diki.


‘’…Tinggal satu rumah dengan Adel jadi bisa bertemu kapan


saja.’’Kata Diki tanpa bersalah sama sekali karna telah membongkal rahasia


Davian dan Adel.


Davian memelototi Diki ,Reno juga mendengar perkataan Diki


menghentikan memainkan bolanya dan melihat ke arah Davian dengan wajah terkejut


begitu pun yang lain sama terkejutnya dengan ucapan Diki.


Seluluh lapangan basket mendadak sunyi tak ada yang bersuara


bahkan mungkin jika suara jarum yang jatuh ke lantai bisa terdengar saat ini.


MOHON MAAF YAH KALAU JADWAL UPNYA TIDAK TENTU SOALNYA HP SAYA


ITU LOBET PARAH JADI NGISINYA LAMA BANGAT TAPI HABISNYA CEPET UDAH GITU PALING


BANYAK CUMAN 75% DOANG.


OKE TERIMA KASIH UDAH MAU MEMBACA DAN JANGAN LUPA VOTE,KOMEN

__ADS_1


DAN LIKE YAH!BAY-BAY.


__ADS_2