
‘’E’lo serius Del.’’Tanya Satria setelah sadar dari acara terkejutnya.
‘’Kenapa keluar.’’Tanya Rendy.
‘’Apa ini karna Laura yang di puji soal seragam baru
atau….’’Satria menghentikan ucapannya dia tidak mungkin membeberkan kejadian
buruk Adel pada anggota lainnya.
‘’Kalau kamu berhenti aku juga akan ikut berhenti dari
tim.’’Kata Reno.
‘’Oy , Reno jangan membuat semakin kacau.’’Kata Kevin.
‘’Reno e’lo kan sudah janji sama gue.’’Kata Adel.
‘Jadi karna ini Adel menyuruh Reno berjanji,dia mau
keluar.’Pikir Marsel.
‘’Kenapa kapten menghubungkannya dengan Laura.’’Kata Seno.
‘’Lebay amat e’lo,cuman karna hal sepele aja ngambek terus
mau keluar.’’Lanjutnya.
‘’Maksud e’lo apa?’’Kata Reno tidak terima.
‘’Ngapain e’lo sewot,emang benerkan kalau dia iri dengan
Laura tinggal melakukan sesuatu dengan lebih baik dari Laura.’’Kata Seno
‘’Lagian kan kita memuji Laura itu karna kerjanya bagus dan
layak dapat pujian.’’Tambahnya.
‘’Jadi maksud e’lo selama ini kerja Adel jelek.’’Kata Reno
marah.
‘’Menurut e’lo,bukannya sudah jelas, e’lo sendiri melihatnya
kan.’’Kata Seno.
‘’Maaf kalau selama ini gue hanya merepotkan kalian.’’Kata
Adel sendu,dia merasa sakit hati karna usahanya tidak di hargai .
‘’Kenapa kamu yang minta maaf Adel yang seharusnya minta maaf
itu dia bukannya kamu.’’Kata Reno.
‘’Kalian bisa tenang dulu tidak.’’Kata Kevin saat Seno akan
bicara.
‘’Jadi Adel kenapa mau keluar dan apa alasan e’lo keluar dari
klub.’’Tanya Kevin,dia tahu Adel bukan tipe orang seperti itu.
‘’Itu karna tahun kedua saya mau pindah jurusan.’’Kata Adel.
‘’Pindah jurusan.’’Tanya Satria.
‘’Memang jurusan apa yang mau e’lo ambil sampai harus
keluar.’’Lanjutnya.
‘’Perawat.’’Jawab Adel.
‘’Hah.’’Reno,Rendy,Satria,Kevin,Marsel,Diki dan Davian juga
ikut terkejut.
‘’E’lo serius Del,setau gue jurusan keperawatan itu susah
kalau mau pindah apa lagi di tahun kedua.’’Tanya Marsel.
‘’Harus punya surat rekomemdasi untuk ikut ujian ulang dan jumlahnya juga
terbatas.’’Tambatnya.
‘’Iyah mangkanya saya mau fokus belajar untuk nanti ujian
masuknya.’’Kata Adel.
‘’Kenapa enggak nanti aja,paling tidak setelah turnamen.’’Satria
membujuk Adel.
‘’Kalau e’lo keluar sekarang kita tidak akan sempat untuk
mencari penggantinya.’’Tambahnya.
‘’Kalau untuk sementara kan Laura bisa menggantikannya.’’Kata
Adel.
‘’Tapi Laura itu anggota chiliders dan mereka bertugas
menyemangati kita saat pertanding.’’Kata Satria.
__ADS_1
‘’Tidak mungkin dia mau jadi menejer sementara.’’Tambahnya.
‘’Dia pasti mau kalau Davian yang minta.’’Kata Adel,mereka
semua melirik ke arah Davian.
‘’Apa?jangan melibatkan ku.’’Kata Davian ,merasa tidak nyaman
dengan tatapan mereka.
‘’Kenapa juga kamu mau jadi perawat bukannya jurusan sekarang
sudah cocok dengan mu ,itu bisa membantu ke majuan restoran om Tomi.’’Tanya
Davian pada Adel.
‘Ada apa dengan Davian dia seperti terkejut dengan pernyataan
Adel soal pindah jurusan tapi dia terlihat biasa saja saat Adel bilang mau
keluar dari klub.’Pikir Diki.
‘Apa dia sudah tahu yah?sebenarnya bagaimana hubungan mereka
kenapa mereka seperti menyembunyikan sesuatu.’Lanjutnya.
‘’Apa gue belum bilang
kalau ibu itu adalah seorang perawat jadi gue mau ngikutin jejaknya.’’Kata
Adel.
‘’Maaf yah Del!tapi gue pikir e’lo enggak cocok jadi perawat
gue kasihan sama pasien e’lo nanti takut e’lo salah saat menyuntik.’’Kata Toni
dia merinding membanyangkan kalau Adel salah suntik.
‘’Gue kan belajar dulu mana mungkin langsung menyuntik
pasien.’’Kata Adel.
‘’Apa hanya itu alasannya.’’Tanya Diki.
‘’Ngapain jadi tanya jawab gini sih .’’Adel kesal sambil menggaruk
pelipisnya.
‘’Kita cuman mau tahu alasan e’lo mengundurkan diri itu
doang.’’Kata Satria.
‘’Gue juga mau tahu apa alasannya e’lo mau jadi
‘’E’lo juga ngapain ikut –ikutan.’’Kata Adel .
‘’Gue kan penasaran dan juga gue di suruh pindah jurusan sama
nyokap .’’Kata Diki.
‘’Terus apa hubungannya dengan gue.’’Tanya Adel.
‘’Ya biar ada temennya, belajar yang begituan kan pasti bikin
bosan.’’Kata Diki.
‘’E’lo mau jadi perawat juga Diki.’’Tanya Rendy.
‘’Bukan perawat tapi dokter.’’Kata Diki.
‘’Kenapa e’lo pengen tahu alasan Adel pindah.’’Tanya Davian.
‘’Demi apa seorang Davian bertanya seperti itu.’’Kata
Diki kaget,Davian memutar matanya malas
dengan ke lebayan Diki.
‘’Jika cuman karna mengikuti ibu mu sebaiknya kamu
lupakan.’’Kata Davian.
‘’Tanpa motivasi yang kuat dengan otak kamu yang pas pasan
kamu hanya akan terseret dan mempersulit diri sendiri.’’Kata Davian.
‘Itu beneran Davian kan.’Tanya Mereka dalam pikiran.
‘Tapi sejak kapan Davian menyebut Adel pake kamu.’Mereka
tambah binggung.
‘’Sebenarnya gue udah mikirin ini dari Daniel di rawat.’’Kata
Adel.
‘’Dan saat melihat Ruri kambuh malam itu gue merasa tak berguna,karna
tidak bisa melakukan apa apa untuk membantunya.’’Lanjut Adel.
‘’Seperti kata e’lo otak gue pas pasan jadi tidak mungkin
untuk jadi dokter .’’Kata Adel.
__ADS_1
‘’Jadi gue memilih jadi perawat aja.’’Tabah Adel.
‘’Daniel sama Ruri itu siapa?’’Tanya Reno penasaran.
‘’Daniel itu adiknya Davian kalau Ruri gue enggak tahu.’’Bukan
Adel yang menjawab melainkan Diki.
‘’Ruri itu teman Daniel saat di rawat di rumah sakit.’’Kata
Davian.
‘’Memangnya dia sakit apa sampai e’lo seperduli itu
padanya.’’Tanya Satria.
‘’Lupus.’’Jawab Adel.
‘’Jangan terlalu memaksakan diri mu,itu bukan salah mu jadi
jangan menjadikan itu beban dan keharusan untuk mu.’’Kata Davian.
‘’Gue enggak memaksakan diri.’’Kata Adel sedikit keras.
‘’E’lo belum merasakan bagaimana tertekannya saat melihat
orang yang terdekat e’lo butuh pertolongan tapi tidak bisa melakukan apa apa.’’Lanjut Adel.
‘’E’lo enggak tahu kan seberapa takutnya gue saat melihat
Daniel berlumuran darah dan juga betapa takutnya gue kalau –kalau gue melakukan
kesalahan saat berusaha menghentikan pendarahannya.’’Tambah Adel sedikit
gemetar.
‘’Gue cuman mau berguna untuk orang orang yang gue sayang
,itu doang.’’Kata Adel pelan tapi masih bisa di dengar.
‘’Lalu untuk apa kamu menyuruh aku untuk menjadi
dokter.’’Kata Davian sejujurnya dia tidak mau membuat Adel sedih.
‘’Hah.’’Mereka terkejut saat mendengar Davian mengatakan itu.
‘’Untuk mencari cara menyembuhkan penyakit Ruri dan anak anak
yang seperti Ruri.’’Kata Adel polos.
‘’Tapi om Marselo bilang kalau e’lo harus mulai serius untuk
mengambil alih bisnisnya kan .’’Lanjut Adel.
‘’Itu berarti e’lo tidak mungkin untuk pindah jurusan.’’Tambah
Adel.
‘’Aku yang akan memutuskan untuk menjadi apa bukan bokap atau
pun nyokap .’’Kata Davian
‘’Tapi kesehatan om Marselo mulai memburuk.’’Kata Adel.
‘Sebenarnya seberapa dekat hubungan mereka berdua.’Batin
anggota tim yang sejak tadi menonton perdebatan Adel dan Davian.
‘’Ehem,permisi kami juga ada di sini kami bukan kontrak jadi
jangan seperti dunia milik kalian berdua saja.’’Kata Marsel yang sudah merasa kesal
karna jadi nyamuk.
‘’Memang siapa yang melarang kalian untuk bicara.’’Kata
Davian sedikit dingin.
Adel mengambil ponselnya di sakunya karna merasa ada pesan
masuk ,dia membukanya.
‘’Ada apa Del?siapa yang memberi pesan.’’Tanya Diki saat melihat menyipitkan matanya.
‘’Dari pacar e’lo.’’Kata Adel.
‘’Dari siapa?’’Diki mengambil ponsel di tangan Adel.
‘’Sialan e’lo Del.’’Kata Diki kesal.
‘’Gue masih normal kali.’’Diki mengembalikannya lagi pada
Adel.
‘’Emang dari siapa?’’Tanya Rendy penasaran.
‘’Pak Gunawan.’’Jawab Diki sebal.
‘’Hahahahaha.’’Rendy dan lainnya mentertawakannya.
‘’Tertawa terus gue sumpahin keselek.’’Kata Diki Kesal.
Karna hal itu mereka melupakan perihal seberapa dekat
__ADS_1
hubungan antara Adel dan Davian kecuali Reno yang menatap Davian tajam.