Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
81


__ADS_3

‘’E’lo serius Del.’’Tanya Satria  setelah sadar dari  acara terkejutnya.


‘’Kenapa  keluar.’’Tanya Rendy.


‘’Apa ini karna Laura yang di puji soal seragam baru


atau….’’Satria menghentikan ucapannya dia tidak mungkin membeberkan kejadian


buruk Adel pada anggota lainnya.


‘’Kalau kamu berhenti aku juga akan ikut berhenti dari


tim.’’Kata Reno.


‘’Oy , Reno jangan membuat semakin kacau.’’Kata Kevin.


‘’Reno e’lo kan sudah janji sama gue.’’Kata Adel.


‘Jadi karna ini Adel menyuruh Reno berjanji,dia mau


keluar.’Pikir Marsel.


‘’Kenapa kapten menghubungkannya dengan Laura.’’Kata Seno.


‘’Lebay amat e’lo,cuman karna hal sepele aja ngambek terus


mau keluar.’’Lanjutnya.


‘’Maksud e’lo apa?’’Kata Reno tidak terima.


‘’Ngapain e’lo sewot,emang benerkan kalau dia iri dengan


Laura tinggal melakukan sesuatu dengan lebih baik dari Laura.’’Kata Seno


‘’Lagian kan kita memuji Laura itu karna kerjanya bagus dan


layak dapat pujian.’’Tambahnya.


‘’Jadi maksud e’lo selama ini kerja Adel jelek.’’Kata Reno


marah.


‘’Menurut e’lo,bukannya sudah jelas, e’lo sendiri melihatnya


kan.’’Kata Seno.


‘’Maaf kalau selama ini gue hanya merepotkan kalian.’’Kata


Adel sendu,dia merasa sakit hati karna usahanya tidak di hargai .


‘’Kenapa kamu yang minta maaf Adel yang seharusnya minta maaf


itu dia bukannya kamu.’’Kata Reno.


‘’Kalian bisa tenang dulu tidak.’’Kata Kevin saat Seno akan


bicara.


‘’Jadi Adel kenapa mau keluar dan apa alasan e’lo keluar dari


klub.’’Tanya Kevin,dia tahu Adel bukan tipe orang seperti itu.


‘’Itu karna tahun kedua saya mau pindah jurusan.’’Kata Adel.


‘’Pindah jurusan.’’Tanya Satria.


‘’Memang jurusan apa yang mau e’lo ambil sampai harus


keluar.’’Lanjutnya.


‘’Perawat.’’Jawab Adel.


‘’Hah.’’Reno,Rendy,Satria,Kevin,Marsel,Diki dan Davian juga


ikut terkejut.


‘’E’lo serius Del,setau gue jurusan keperawatan itu susah


kalau mau pindah apa lagi di tahun kedua.’’Tanya Marsel.


‘’Harus punya surat rekomemdasi  untuk ikut ujian ulang dan jumlahnya juga


terbatas.’’Tambatnya.


‘’Iyah mangkanya saya mau fokus belajar untuk nanti ujian


masuknya.’’Kata Adel.


‘’Kenapa enggak nanti aja,paling tidak setelah turnamen.’’Satria


membujuk Adel.


‘’Kalau e’lo keluar sekarang kita tidak akan sempat untuk


mencari penggantinya.’’Tambahnya.


‘’Kalau untuk sementara kan Laura bisa menggantikannya.’’Kata


Adel.


‘’Tapi Laura itu anggota chiliders dan mereka bertugas


menyemangati kita saat pertanding.’’Kata Satria.

__ADS_1


‘’Tidak mungkin dia mau jadi menejer sementara.’’Tambahnya.


‘’Dia pasti mau kalau Davian yang minta.’’Kata Adel,mereka


semua melirik ke arah Davian.


‘’Apa?jangan melibatkan ku.’’Kata Davian ,merasa tidak nyaman


dengan tatapan mereka.


‘’Kenapa juga kamu mau jadi perawat bukannya jurusan sekarang


sudah cocok dengan mu ,itu bisa membantu ke majuan restoran om Tomi.’’Tanya


Davian pada Adel.


‘Ada apa dengan Davian dia seperti terkejut dengan pernyataan


Adel soal pindah jurusan tapi dia terlihat biasa saja saat Adel bilang mau


keluar dari klub.’Pikir Diki.


‘Apa dia sudah tahu yah?sebenarnya bagaimana hubungan mereka


kenapa mereka seperti menyembunyikan sesuatu.’Lanjutnya.


‘’Apa gue  belum bilang


kalau ibu itu adalah seorang perawat jadi gue mau ngikutin jejaknya.’’Kata


Adel.


‘’Maaf yah Del!tapi gue pikir e’lo enggak cocok jadi perawat


gue kasihan sama pasien e’lo nanti takut e’lo salah saat menyuntik.’’Kata Toni


dia merinding membanyangkan kalau Adel salah suntik.


‘’Gue kan belajar dulu mana mungkin langsung menyuntik


pasien.’’Kata Adel.


‘’Apa hanya itu alasannya.’’Tanya Diki.


‘’Ngapain jadi tanya jawab gini sih .’’Adel kesal sambil menggaruk


pelipisnya.


‘’Kita cuman mau tahu alasan e’lo mengundurkan diri itu


doang.’’Kata Satria.


‘’Gue juga mau tahu apa alasannya e’lo mau jadi


‘’E’lo juga ngapain ikut –ikutan.’’Kata Adel .


‘’Gue kan penasaran dan juga gue di suruh pindah jurusan sama


nyokap .’’Kata Diki.


‘’Terus apa hubungannya dengan gue.’’Tanya Adel.


‘’Ya biar ada temennya, belajar yang begituan kan pasti bikin


bosan.’’Kata Diki.


‘’E’lo mau jadi perawat juga Diki.’’Tanya Rendy.


‘’Bukan perawat tapi dokter.’’Kata Diki.


‘’Kenapa e’lo pengen tahu alasan Adel pindah.’’Tanya Davian.


‘’Demi apa seorang Davian bertanya seperti itu.’’Kata


Diki  kaget,Davian memutar matanya malas


dengan ke lebayan Diki.


‘’Jika cuman karna mengikuti ibu mu sebaiknya kamu


lupakan.’’Kata Davian.


‘’Tanpa motivasi yang kuat dengan otak kamu yang pas pasan


kamu hanya akan terseret dan mempersulit diri sendiri.’’Kata Davian.


‘Itu beneran Davian kan.’Tanya Mereka dalam pikiran.


‘Tapi sejak kapan Davian menyebut Adel pake kamu.’Mereka


tambah binggung.


‘’Sebenarnya gue udah mikirin ini dari Daniel di rawat.’’Kata


Adel.


‘’Dan saat melihat Ruri kambuh malam itu gue merasa tak berguna,karna


tidak bisa melakukan apa apa untuk membantunya.’’Lanjut Adel.


‘’Seperti kata e’lo otak gue pas pasan jadi tidak mungkin


untuk jadi dokter .’’Kata Adel.

__ADS_1


‘’Jadi gue memilih jadi perawat aja.’’Tabah Adel.


‘’Daniel sama Ruri itu siapa?’’Tanya Reno penasaran.


‘’Daniel itu adiknya Davian kalau Ruri gue enggak tahu.’’Bukan


Adel yang menjawab melainkan Diki.


‘’Ruri itu teman Daniel saat di rawat di rumah sakit.’’Kata


Davian.


‘’Memangnya dia sakit apa sampai e’lo seperduli itu


padanya.’’Tanya Satria.


‘’Lupus.’’Jawab Adel.


‘’Jangan terlalu memaksakan diri mu,itu bukan salah mu jadi


jangan menjadikan itu beban dan keharusan untuk mu.’’Kata Davian.


‘’Gue enggak memaksakan diri.’’Kata Adel sedikit keras.


‘’E’lo belum merasakan bagaimana tertekannya saat melihat


orang yang terdekat e’lo butuh pertolongan tapi tidak bisa  melakukan apa apa.’’Lanjut Adel.


‘’E’lo enggak tahu kan seberapa takutnya gue saat melihat


Daniel berlumuran darah dan juga betapa takutnya gue kalau –kalau gue melakukan


kesalahan saat berusaha menghentikan pendarahannya.’’Tambah Adel sedikit


gemetar.


‘’Gue cuman mau berguna untuk orang orang yang gue sayang


,itu doang.’’Kata Adel pelan tapi masih bisa di dengar.


‘’Lalu untuk apa kamu menyuruh aku untuk menjadi


dokter.’’Kata Davian sejujurnya dia tidak mau membuat Adel sedih.


‘’Hah.’’Mereka terkejut saat mendengar Davian mengatakan itu.


‘’Untuk mencari cara menyembuhkan penyakit Ruri dan anak anak


yang seperti Ruri.’’Kata Adel polos.


‘’Tapi om Marselo bilang kalau e’lo harus mulai serius untuk


mengambil alih bisnisnya kan .’’Lanjut Adel.


‘’Itu berarti e’lo tidak mungkin untuk pindah jurusan.’’Tambah


Adel.


‘’Aku yang akan memutuskan untuk menjadi apa bukan bokap atau


pun nyokap .’’Kata Davian


‘’Tapi kesehatan om Marselo mulai memburuk.’’Kata Adel.


‘Sebenarnya seberapa dekat hubungan mereka berdua.’Batin


anggota tim yang sejak tadi menonton perdebatan Adel dan Davian.


‘’Ehem,permisi kami juga ada di sini kami bukan kontrak jadi


jangan seperti dunia milik kalian berdua saja.’’Kata Marsel yang sudah merasa kesal


karna jadi nyamuk.


‘’Memang siapa yang melarang kalian untuk bicara.’’Kata


Davian sedikit dingin.


Adel mengambil ponselnya di sakunya karna merasa ada pesan


masuk ,dia membukanya.


‘’Ada apa Del?siapa yang memberi pesan.’’Tanya Diki  saat melihat menyipitkan matanya.


‘’Dari pacar e’lo.’’Kata Adel.


‘’Dari siapa?’’Diki mengambil ponsel di tangan Adel.


‘’Sialan e’lo Del.’’Kata Diki kesal.


‘’Gue masih normal kali.’’Diki mengembalikannya lagi pada


Adel.


‘’Emang dari siapa?’’Tanya Rendy penasaran.


‘’Pak Gunawan.’’Jawab Diki sebal.


‘’Hahahahaha.’’Rendy dan lainnya mentertawakannya.


‘’Tertawa terus gue sumpahin keselek.’’Kata Diki Kesal.


Karna hal itu mereka melupakan perihal seberapa dekat

__ADS_1


hubungan antara Adel dan Davian kecuali Reno yang menatap Davian tajam.


__ADS_2